.
Bleach © Tite Kubo
Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow
Bount Arc
-I do not own Bleach-
Don't Like, Don't Read
Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc
- Chapter 38 -
Setelah semua yang terjadi dalam divisi satu. Toshiro sekarang kembali melihat pada para kapten disana yang sudah menunggu cukup lama. Dia melihat pada Byakuya terlebih dahulu. Kapten itu tampaknya sangat ingin mengetahui apa yang terjadi dan apa saja yang Toshiro ketahui sejak pertemuan mereka ketika pertarungan dengan Kariya.
"Aku ingin membuat Ichigo Kurosaki lebih kuat dalam menggunakan Bankai-nya. Aku ingin memanfaatkan kejadian dari penyerangan ini. Dengan cara membiarkan pemimpin bount mendapatkan Jokai Crest. Jokai crest sendiri adalah energi yang bisa menambahkan kekuatan bount hingga berkali-kali lipat. Mereka tercipta pada saat bersamaan ketika Bount tercipta. Tidak ada yang tahu berapa jumlahnya tapi sepertinya RanTao mengetahui dan sedang memeriksa kembali. Ukitake akan mendapatkan pesannya jika dia sudah menemukan melalui Akatsuki." Toshiro berbicara tanpa melihat Akatsuki tapi gadis itu mengangguk.
Byakuya melebarkan matanya, dia tidak menyangka kalau semua yang terjadi adalah rencana dari kapten muda itu. Raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa amarah tapi bercampur penasaran. Toshiro bisa membaca itu semua berkat latihan Akatsuki.
"Aku ingin Ichigo Kurosaki siap dalam menghadapi rencana Aizen. Yang tercepat adalah membantunya menguasai bankai miliknya. Jika kau tidak ingat, semua kapten di Gotei 13 sudah pernah melihat zanpakutou milik Aizen. Dan aku percaya kau sudah mendengar tentang kemampuan Aizen yang sebenarnya dari Soutaichou bukan?"
Byakuya menatap pada Toshiro sambil berpikir. Kemampuan hipnotis yang dimiliki oleh Aizen bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Dia tahu kalau Ichigo memiliki kemampuan untuk berkembang lebih kuat. Terutama ketika dia melihat bagaimana dia bertarung sebelumnya.
"Dari semua orang, aku percaya kau sudah melihat kekuatan dia sendiri bukan?" Toshiro membaca pikiran Byakuya.
Mata Byakuya kembali merespon kepadanya, "Jadi ini semua rencanamu?"
"Tidak semua..." Jawab Toshiro dengan tenang. "Aku tidak memberikan para Bount bantuan apapun. Yang kulakukan adalah mencari informasi tentang mereka sebanyak-banyaknya dan juga mencegah sesuatu menjadi lebih buruk. Terlebih, aku pikir dengan kejadian ini Soul Society akan mendapatkan beberapa pelajaran dalam masalah ini. Kejadian dengan Aizen adalah bukti kalau sistem disini sudah semakin lemah."
Unohana terdiam, Kyoraku mengangguk kecil seolah dia mengerti kemana Toshiro berbicara. Byakuya masih tampak berpikir, dia tampaknya masih terlalu bingung. "Aku tidak akan membiarkan siapapun terluka disini, Kuchiki-taichou. Tidak siapapun... Aku tidak akan memaksamu mengikuti kemauanku atau rencanaku. Selama kau tidak mencampuri rencana ini..." Kata Toshiro lebih penuh keyakinan.
.
.
.
Toshiro berpaling dari kapten divisi enam itu untuk membiarkannya berpikir dan sekarang berpusat pada dua kapten senior disana. Akatsuki segera mengeluarkan dua tumpuk ditangannya dan menyerahkan pada mereka. Kedua kapten itu melihat dengan serius pada setiap lembar. Didalam lembar itu tertulis beberapa sejarah yang tidak tertulis dalam data lainnya dan juga beberapa keterangan mengenai Bount. Boneka mereka dan beberapa data individu termasuk dengan juga karakter bount itu. Semua tertulis lengkap disana melebihi apa yang berhasil mereka temukan dan miliki.
"Yare-yare..." Kyoraku tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Dia sangat terkesan, kagum dan juga tidak percaya pada semua yang dia lihat didalam setiap lembar itu. "Aku tidak bisa menemukan kata-kata untuk ini. Seolah kalian sudah mengawasi mereka bertahun-tahun. Bahkan perpustakaan Seireitei tidak memiliki ini." katanya secara langsung.
Akatsuki tersenyum, Toshiro menyilangkan kedua tangannya didada. Unohana melihat pada kertas itu dan sedikit mengerutkan kening pada racun yang digunakan pada oleh pada bount. Matanya kembali pada pasangan es itu, "Hitsugaya-taichou, racun yang dimaksudkan disini..."
"Ya, mereka semacam hasil ekstraksi dari jiwa manusia yang dihisap oleh salah satu boneka mereka. Itu sangat berbahaya dan bereaksi dengan cepat. Tapi jangan khawatir, Unohana-taichou." Akatsuki mengeluarkan sebuah tabung kecil dengan cairan keunguan didalamnya. Toshiro mengambil tabung itu dengan hati-hati lalu diberikan pada Unohana. "Ini adalah sampel yang berhasil kami dapatkan. Aku menduga kalau kau akan membutuhkannya jika ingin membuat anti racun."
Unohana menatap tabung itu sebelum mengangguk kecil berterima kasih. "Aku percayakan informasi pada kalian selama tidak bocor pada yang lainnya terutama Soutaichou dan Kurotsuchi. Komamura jelas akan memberitahu semua yang dia ketahui pada Soutaichou jadi dia termasuk. Soifon... bukannya aku tidak ingin percaya padanya tapi aku percaya dia sudah terlalu penuh dengan masalah ini." Toshiro melihat pada mereka penuh harap. Kedua kapten didepannya mengangguk. Dari belakangnya, Byakuya datang menghampiri. Toshiro tanpa takut berbalik dan menatap langsung pada matanya.
"Ada sesuatu, Kuchiki-taichou?" Tanya kapten muda itu.
Byakuya melihat pada matanya juga. "Hitsugaya-taichou, kau sudah merencanakan ini sejak awal. Berapa kemungkinan kita berhasil jika kita melawan mereka dengan rencanamu?"
"Sekarang mungkin 75/25." Jawab Toshiro dengan tenang.
"Jika kita menggunakan tanpa rencanamu?" Tanya Byakuya sekali lagi.
Toshiro tahu kemana kapten itu berbicara tapi hanya menjawab dengan sangat jujur. "Kemungkinan 50/50 dengan korban jauh lebih banyak yang berjatuhan. Para Bount bergerak melawan shinigami tingkat rendah sebelum bergerak naik hingga kapten. Dan mereka tertarik dengan menghancurkan musuh secara fisik."
"Aku mengerti..." Byakuya terlihat normal. "Baiklah, Hitsugaya-taichou. Aku akan mengikuti rencanamu, jika ini memiliki kemungkinan berhasil lebih tinggi dan juga untuk kepentingan Soul Society. Kau memiliki kepercayaanku..."
Toshiro mengangguk hormat, "Terima kasih, Kuchiki-taichou."
.
.
