Naruto bukan kepunyaanku yah, aku hanya peminjam tanpa izin tokoh dan karekter, hehe

Yosh, akhirnya up juga.

Untuk anjing-anjing yang mengonggong (para flamer pastinya), suka-suka kalian mau mengatakan apa.

Untuk jadwal up, tidak akan terarur, bisa jadi hanya sekali satu bulan atau sekali dalam dua bulan. Atau seminggu sekali, siapa yang tau, yang jelas aku akan update, entah itu kapan.

Untuk para reader, maaf yah, sudah menghilang selama ini.. aku harus kembali kedunia nyata sejenak untuk UTS, lalu bersikukuh dengan egoku untuk up atau tidak. Hehehe

Satu lagi, aku tidak pernah memflame karya orang lain dengan menggunakan guest, yang lakukan itu salah satu ANJING kampung..

.

Redemption

.

.

Sebelumnya

Naruto kini duduk di atas dahan pohon, tempat latihan pribadinya, menikmati beberapa mangkok ramen yang ia sengaja beli di desa, tepatnya di kedai ichiraku. Ia menikmati hari itu, dengan menyantap ramen, sekaligus menenangkan diri.

'Apa yang terjadi pada bunshin sialan itu? ia mengambil banyak sekali chakraku' pikir Naruto menyadari kalau bunshinnya membutuhkan banyak chakra, dan chakra yang awalnya sudah hampir terisi penuh, kembali harus berkurang. Ia mengabaikan itu, kemudian melanjutkan makannya.

Bola matanya lalu mengarah ke sebelah kirinya, merasakan kehadiran seseorang yang langsung memberikan cengiran lebar padanya. Sosok itu tidak lain adalah bunshinnya sendiri.

"boss.." sapa bunshin itu.

"Kupikir kau sedang bertarung di sana. Aku bisa merasakan dengan jelas ketika kau mengambil chakraku, beberapa saat lalu" gumam Naruto asli, lalu kembali memasukkan ramen ke dalam mulutnya.

"hehe.. aku tadi memang menggunakan tekhnik itu, dan membawa seseorang denganku, juga bertarung dengan lawan yang menarik. Jadi aku membutuhkan banyak chakra" jelas bunshin itu menceritakan situasi yang tengah ia hadapi.

Naruto yang asli berhenti makan sejenak, lalu melirik bunshinya. "kau sudah bertarung dengan jinchuuriki itu?" tanya Naruto penasaran. Bunshin itu hanya menjawab dengan cengiran yang semakin lebar saja.

"dia memiliki kemampuan menarik yang belum pernah di lawan sebelumnya. Bertarung dengannya menciptakan sensasi tersendiri" terang bunshin itu. "lagi pula di adalah Jinchuuriki ekor satu, jadi mungkin bos mau melawannya sendiri" lanjutnya sambil menyengir.

"kau pikir aku harus melakukan cara itu padanya?" tanya Naruto yang asli penasaran.

"huhumm.." respon bunshin sambil menganggukkan kepalanya.

"kau mau menyiksaku lagi dengan chakra biju?" tanya Naruto serius, perlahan menutup kembali bungkusan ramen yang telah ia habiskan. "kau tau sendiri bagaimana tubuhku akan tersiksa jika menerima chakra liar biju. Tubuhku masih belum sepenuhnya menyesuaikan dengan chakra Nanabi, aku tidak ingin menambah beban dengan chakra biju, terlebih hanya chakra si ekor satu" lanjutnya menyepelekan kekuatan shukaku.

"nah, bos tersiksa karena bos mencoba menggabungkan chakra biju dengan chakra bos sendiri. Bagaimana pun juga, jika bos hanya menyimpan chakra itu di dalam tubuh, tanpa membuka segelnya, bos tidak akan tersiksa bukan?" Naruto yang asli hanya diam, tidak mengatakan sepatah katapun.

Memang benar apa yang di katakan bunshinnya, jika ia tidak membuka Segel pengunci chakra biju di dalam tubuhnya dan mencoba membaurkan chakranya dengan chakra biju itu, maka ia tidak akan merasakan perihnya dalam tekanan kebencian chakra biju.

"apa dia sungguh hebat?" tanyanya lagi memastikan.

Bunshin itu tersenyum. "hai, dia cukup menghibur. Lagipula masih ada banyak hal menarik yang bisa di temukan di sana boss, aku jamin itu" lanjutnya mengangkat jempolnya ke Naruto yang mengambalikan tatapannya ke hamparan hutan luas di depannya.

'bagaimanapun juga, jika rencanaku berjalan mulus, aku akan tetap membutuhkan chakra biju itu. ini mungkin kesempatan pertama yang kudapatkan untuk mendapatkannya' pikir Naruto lalu menutup kedua matanya.

"kau harus pergi bos, jika aku melawannya menggunakan mata itu, sama saja dengan membuang charka percuma. Aku mungkin bisa mengalahkannya, tapi tidak mungkin mendapatkan keuntungan darinya" jelas bunshin itu, berharap Naruto akan menerima usulannya.

"Humph.. aku juga harus meregangkan ototku setelah tidur panjangku." Bunshin tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.

"yosh.. ja.. ne" dengan itu, bunshin Naruto menghilang via Hiraishin, kembali ke pertarungannya, meninggalkan bos sendiri.

'humph.. sepertinya memang akan sangat menarik' pikirnya menyeringai, kemudian menghilang dalam hiraishinnya juga.

.

Line..

"Sudah kukatakan…" gumam Naruto, jongkok di tempat ia berdiri, lalu memasukkan tangan kanannya ke dalam pasir. "Aku tidak akan mati.. sebelum aku menggapai mimpiku" lanjutnya menarik kembali tangannya dimana Kunai yang tadi ia jatuhkan sudah ada di dalam genggamannya.

"kau… "Geram Gaara semakin menjadi-jadi.."KAU…" lanjutnya dengan meninggikan suaranya.

"hai.. aku siap untuk pertarungan terakhir, Gaara.. sekarang aku sudah tidak memiliki beban lagi, aku akan menunjukkan, siapa Namikaze Naruto yang sebenarnya.." ungkap bocah itu, melepaskan tekanan chakra yang mampu membuat gelombang perputaran udara di sekitarnya.

Bukannya takut atau khawatir karena chakra yang Naruto keluarkan, bocah berambut merah itu malah menyeringai lebar, semakin liar dan semakin menyeramkan dari sebelumnya. Perelahan pasir yang ada di dalam gentongnya merambat ke tubuh bagian kanan bocau itu, melapisi tubuh itu, membentuk wajah baru setengah wajah dan tubuh Mini Shukaku.

"BUAT AKU HIDUP… NAMIKAZE…." Suara itu sudah jelas bukan lagi suara Gaara, melainkan suara mengerikan monster yang ada dalam tubuh anak Kazekage itu. suara demonic yang membuat Temari merinding ketakuta, begitu juga Kankuro.

"Temari.." gumam Kankuro khawatir menatap saudarinya yang gemetaran.

"ka-Kankuro.. ap-apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya wanita itu bingung bercampur shok

"Kita menyingkir dari pertarungan. Gaara sekarang sudah lupa dengan misi yang seharsnya, jadi sekarang kita harus mencari tempat untuk bersembunyi, jika tidak ingin menjadi santapannya" jawab Kankuro, hanya bisa mengeram, sambil menatap adiknya yang sudah semakin liar dalam menggunakan chakra biju dalam tubuhnya.

'Namikaze Naruto, anak seperti apa yang malah senang merasakan chakra mengerikan seorang jinchuuriki yang menggunakan biju?' pikir Kankuro, sejenak, menatap Naruto yang malah terlihat semakin bahagia dari sebelumnya. Ia lalu memegangi lengan saudarinya, lalu melompat, menjauuh dari tempat itu.

Bersama Naruto vs Gaara

'mereka sudah menjauh dari area ini, berarti mereka khawatir terluka jika ikut dalam pertarungan' pikir Naruto analisi, menatap Temari dan Kankuro yang sudah menjauh. 'Misiku dalam ujian ini adalah..

"jadi apa yang akan kulakukan pada gaara?" tanya Naruto, berdiri didepan Kazekage yang tengah menikmati empuknya kursi pemimpin desa angin itu. "apa aku harus menjinakkannya, atau apa yang harus aku lakukan?" lanjutnya lagi penasaran karena belum mendapatkan jawaban dari sang kage.

"sejauh apa yang bisa kau lakukan terhadap jinchuuriki?" tanya Kazekage datar

"maksudnya?" tanya Naruto tidak begitu mengerti.

"Senju hahirama dan Uchiha madara, bisa mengendalikan biju ketika mereka dalam keadaan sempurna." gumam Kazekage, lalu menatap Naruto tajam. "Apa kau juga bisa melakukannya? Bisa menahan seeokor biju sempurna yang sedang mengamuk seperti mereka?' tanyanya tegas

Naruto diam sejenak, berpikir. "aku tidak bisa di bandingkan dengan mereka yang sudah mengukir nama besar di dunia Shinobi" responnya pelan. Juga, lawan kali ini bukanlah seekor biju, melainkan Jinchuuriki. Mengendalikan Biju jauh lebih mudah jika ia tidak berada dalam tubuh seorang Jinchuuriki." Lanjutnya menyelesaikan penjelasannya

"dengan kata lain, kau tidak bisa melakukan itu." Tebak Kazekage

"aku tidak pernah mengatakan kalau aku tidak sanggup, kazokage-san" mata Kazekage menyipit, begitu juga baki di belakangnya."Aku hanya mengatakan lebih mudah mengendalikan biju dalam keadaan bebas"

"apa sebenarnya yang ingin kau katakan, gaki? Kau membuat semuanya semakin rumit" komen baki kesal.

Naruto diam sejenak, lalu melepaskan sebuah seringaian. "Tergantung dari perintahnya, lalu aku akan mengatakan apa yang bisa kulakukan' komennya tenang

"begitu yah.." gumam Kazekage mengerti. "yang harus kau lakukan adalah, memancing Gaara mengeluarkan semua kemampuannya, sampai akhirnya ia mencapai batasannya dan menggunakan chakra biju di dalam tubuhnya. jika semua sesuai rencana, ia akan berubah menjadi biju sempurna dan di situlah peranmu di butuhkan. Kau harus menahan selama mungkin biju itu agar tidak kembali ke bentuk seharusnya" lanjut Kazekage serius

Naruto menyipitkan kedua matanya. "jadi kau memerintahkanku untuk sengaja memancing amarah Gaara, lalu membiarkan dia berubah menjadi biju, sampai semua bisa merasakan chakra biju itu, memancing musuh keluar?" tebak Naruto

"kau lebih cerdik dibandingkan kelihatannya" puji Kazekage datar. Namun sebenarnya ia tidak suka rencananya di ketahui.

"Sejak semula kau hanya ingin menjadikan aku umpan, bukan gaara yang akan kau jadikan umpan bukan?" tanya lagi bocah itu.

"ini sudah di putuskan oleh Hokage-dono. Masalah ini bukanlah masalah yang seharusnya kau campuri. Cukup lakukan bagianmu dan biarkan kami mengambil alih bagian kami" tegas Kazekage sangat serius.

'bagian kalian yah.. pasti akan terjadi hal yang menarik, lebih menarik dari sebelumnya' pikir Naruto menyeringai evil.

Kini ia sudah mirip dengan mini ichibi, sebentar lagi, hanya sebentar lagi aku memancingnya dan ia akan menjadi biju sempurna' pikir Naruto menyeringai lebar. "Kemarilah Gaara, come to papa.." ungkap Naruto, memanggil-manggil gaara selayaknya binatang peliharaan.

"Namikaze Naruto.. kau sungguh sangat menghiburku.." Gumam gaara mengerikan, melompat tinggi mendekati Naruto.

'kecepatannya meningkat setelah menggunakan bentuk ini' pikir Naruto, standby, menantikan kedatangan Gaara. Bocah Suna itu masih di udara, ia menggerakkan lengan kanannya yang langsung membesar dan memanjang akan mencengram Naruto dalam telapak tangan pasirnya.

"tidak semudah itu" gumam si blonde, melompat kebelakang, menghindari cengraman lawannya.

Bruukk

Debu menggumpal ketika tangan besar gaara berhasil meremuk pasir. Naruto mendarat mulus, penasaran menantikan apa lagi yang akan menjadi serangan berikut dari lawannya.

Gaara melesat cepat dari dalam debu, meluncur seperti jet ke arah Naruto yang sudah standby menantinya. Tidak ada tanda-tanda ia akan melakukan gerakan menghindar, seolah ia sengaja menyambut jinchuuriki itu.

"MATI KAU, NAMUKAZE" teriak gaara, kali ini telapak tangan kiri monsternya yang di arahkan akan menangkap tubuh Naruto.

Bocah Namikaze itu dengan mudahnya menggerakkan tubuhnya kebelakang, seperti kayang, membiarkan serangan itu melewatinya begitu saja. Ia kemudian menyeringai, menatap 1 cm tubuh Gaara tepat di depan matanya, melewatinya dari atas.

'kena kau' pikir bocah itu, menggrskkan tangan kirinya, dan menangkap ujung ekor Gaara. Ia lalu berputar dan berdiri, lalu menarik keras ekor itu. gaara dalam keadaan terkejut, tidak menyangka kalau ia akan di serang seperti itu. tubuhnya bergerak karena pengaruh tarikan, mendekati bocah yang sudah mempersiapkan kepalang tangan kanannya.

"TERIMA INI.." teriaknya, mengerahkan chakra untuk menuatkan ototnya, tekhnik yang menjadikan nama Tsunade sebagai sannin.

Brukk..

Terlihat wajah gaara bergerak, terkoyak oleh kerasnya pukulan itu. lapisan pasir di wajah monsternya terdorong ke dalam, terkena tekanan pukulan Naruto yang memberikan seringaian di wajahnya

Suna rendan "Gaara mengeluarkan peluru pasir dari lengannya, menyerang Naruto ketika tubuhnya terlempar kebelakang, setelah menerima pukulan tadi. Memanfaatkan posisinya yang sedang melayang untuk melakukan penyerangan.

'Cukup licik' pikir Naruto, menarik kunai dari kantong shinobinya, lalu dengan cepat menepis semua serangan mini shukaku itu. ia mengembalikan perhatiannya ke Gaara yang terseret di permukaan pasir, menuju ke belakang, menjauh beberapa meter kebelakang, namun masih menggunakan kedua kakinya.

"MENARIK… MENARIK NAMIKAZE NARUTO… " suara kegirangan gaara yang merasa sangat bahagia karena Naruto mampu memberikannya sebuah kesenangan. "TERUS SEPERTI ITU.. BUAT AKU HIDUP, NAMIKAZE.." kembali lagi Gaara menggila, melepaskan tekanan chakra yang bisa di rasakan bahkan bukan oleh seorang ninja tipe medis.

'Ia terus saja menebarkan terror dengan chakra mengerikannya, tebayou' Pikir Naruto, atau bisa di bilang bunshin Naruto menghela napas panjang, menatap orang yang begitu menginginkan pembunuhan lawan tarungnya. Namun sekali lagi, tidak ada yang aneh jika yang di bicarakan adalah seorang Sabaku no Gaara.

'Ia melakukannya lagi' pikir Naruto, menyipitkan kedua matanya, melihat Jinchuuriki Suna itu menusuk permukaan pasir dengan tangan besarnya, memasukkannya dalam, seolah mencari sesuatu di dalam pasir. 'jadi itu yang membuatnya bisa bergerak cepat dengan tubuh sebesar itu' lanjut Namikaze muda itu mengetahui taktik lawannya.

Dalam seringainya, Gaara melangkah kebelakang, setelah merasakan tegangan di lengan shukaku mini miliknya. Ia terus bergerak kebelakang, menjadikan lengannya itu seperti karet, yang akan melepaskan benda menggunakan gaya pegas, sebuah teknik yang jenius untuk menambah kecepatan.

"AKU DATANG NAMIKAZE" teriaknya keras, melesat cepat, melayang di udara menuju Naruto, melakukan gerakan yang sama seperti pertama ia menyerang Naruto.

'tch… jika seperti ini, aku tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan Ninjutsu. Aku tidak mungkin menggunakan sharingan, karena jinchuuriki akan mengetahuinya dan berakibat ke rencanaku di masa depan.' Pikir Naruto analisis, menatap Gaara yang semakin mendekatinya sambil melakukan beberapa Segel tangan, menarik napas dalam , membengkakkan dadanya.

Suiton : Teppodama" gumam bocah itu dalam hati, kemudian mengeluarkan air dari mulutnya, air berbentuk bulat dengan ukuran cukup besar, sekitar 2 meter untuk diameter bulatan bola air karya si Namikaze. Ia menyemburkan jutsunya sambil melompat kebelakang

Gaara mengangkat lengannya, menjadikan lengan besarnya sebagai tameng, melindungi tubuhnya. alhasil serangan itu berhasil di tahan dan senormalnya air bertemu dengan pasir, tentu pasir akan menghisap air, seperti itu juga terjadi pada lengan pasir Gaara yang perlahan berjatuhan ke atas pasir.

"kau lihat.. aku bisa mengalahkanmu dengan mudah" gumam Naruto pelan, seolah menganggap Gaara bukan musuh yang bisa di perhitungkan. Bocah Suna itu, berdiri tidak jauh di depannya, menikmati pasri yang perlahan luntur dari lengannya. "pasir adalah pasir, tidak akan berubah menjadi senjata mematikan bila lawanmu adalah pengguna suiton. Dengan kata lain, kau tidak akan pernah menang melawanku, gaara" lanjutnya dengan nada sangat menghina jinchuuriki itu.

"Heheh.. Namikaze, kau sungguh sangat menghiburku" gumam gaara menyeringai, menarik napas dalam, membengkakkan tubuhnya. lalu muncul beberapa mulut lebar di tubuh gaara, di lengan di dada dan hampir semua bagian tubuh bagian depannya yang tidak terkena air.

Fūton: Mugen Sajin – Daitoppa" dengan itu gaara menghembuskan pasir dari mulut-mulut yang ia ciptakan. Bukan hanya berupa pasir biasa saja, melainkan pasir yang telah di lengkapi dengan elemen angin, untuk memperkuat daya rusak, juga mempercepat gerakannya.

Bersama Temari dan Kankuro

"i-ia hebat.." gumam Kankuro memuji Naruto.

"Gaara tidak akan bisa menang dengan seorang pengguna suiton? Apa itu mungkin?" tanya Temari penasaran dengan pernyataan Naruto itu.

"sepertinya seperti itu. pasir adalah benda yang menyerap air, dan jika lawannya mampu mengendalikan air sebaik gaara mengendalikan pasi"-

"tapi tidak mungkin ada yang bisa mengendalikan suiton sehebat Gaara mengendalikan pasir" tanya Temari tidak terima dengan pernyataan saudaranya. "kalaupun ada yang bisa melakukannya, mungkin hanya tobirama Senju sendiri yang bisa me"-

"tidak juga, llihat apa yang bisa di lakukan bocah itu sekarang" potong Kankuro, menunjuk kembali ke arah pertarungan.

Naruto melakukan beberapa Segel tangan yang ia akhiri dengan sikap bertapa. Tidak lama setelah itu, muncullah titik-titik air kecil di sekitarnya yang perlahan bergabung menjadi titik besar, dan berputar seperti di kendalikan oleh pusaran angin, membentuk sempurna, memutari sekitar tubuh Naruto, menjadikan tubuh bunshin darah itu sebagai titik pusaran air yang kini sudah setinggi 5 meter.

Temari melebarkan kedua matanya tidak percaya. "ka-kau pasti bercanda.. bagaimana mungkin ada seorang genin yang bisa melakukan hal seperti itu, mencitpakan air dari sekitarnya, dan kita sekarang di padang pasir. Ungkapnya, tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

Bersama Naruto

Suiton : Suinjiheki" gumamnya pelan, mengutarakan jutsunya dari dalam pusaran air. Semua serangan yang Gaara berhenti menjadi pasir tanpa tenaga, dihentikan oleh air yang terus saja berputar.

Bersama Hinata dan timnya.

"na-Naruto-kun he-hebat,.." puji gadis pemali itu, memperhatikan pertarungan menggunakan byakugannya.

"Tcih, si Naruto itu.. padahal dia hanya juru kunci di saat ujian dulu, bagaimana ia bisa menjadi sehebat itu hanya dalam beberapa bulan saja" ungkap Kiba kesal bercampur iri akan kemampuan Naruto.

"kemampuan Naruto-san berada di atas kita, itu adalah kenyataan yang harus kita terima" komen rekannya yang selalu realistis.

"kau sama saja dengan Hinatai, kau tidak bisa di andalkan" ujar Kiba, sedikit kesal dengan rekan setimnya.

"yare.. Yare… " terdengar suara seorang pria dari bagian atas batu tempat tim kurenai bersembunyi. Mata mereka melebar dan langsung menatap ke asal suara. "kalian sudah melakukan tugas dengan baik" lanjut suara itu.

"Kakashi-sensi, Yamato-sensei, Kurenai-sense.. dan Gai- sensei?" sapa balik Kiba dalam keadaan sangat terkejut. "ap-apa yang kalian lakukan di arena ujian chunin ini?" lanjutnya bingung.

"kalian memiliki tugas dan begitu juga kami, Kiba-kun" jawab Kakashi tersenyum mata sipit.

"ta-tapi.. bukannya ji-jika sensei me-membantu maka kami akan di di-diskualifikasi?" tanya Hinata malu-malu seperti biasa.

Kurenai tersenyum pada muridnya itu. "kau melakukan tugasmu dengan baik, Shino-kun" ujarnya

"heh.. Shino, kau mengetahui ini dari pertama, makanya kau tidak khawatir bukan?" kembali Kiba berulah, menunjuk rekannya tidak terima

"Shino-kun memerintahkan serangganya, memberikan kode pada kami. Di dalam tim, masing-masing kami memberikan kepercayaan ke pada satu orang untuk menjadi peluncur untuk misi kami" jelas Yamato

"dan di timmu, shino-kun melakukan tugasnya dengan baik" tambah Gai dengan jempol dan kilatan senyumannya.

"tapi, untuk apa?" tanya Kiba penasaran, bercampur bingung.

Tatapan ke tiga jounin itu lalu mengarah ke pertarungan dua anak kage yang sedang terjadi. "Misi kami adalah memastikan kalau Naruto melakukan tugasnya dengan baik, dan menjadi back-up baginya jika ia kesulitan" ungkap yamato serius

"back-up? Bagaimana mungkin itu di perbolehkan?" tanya Kiba tidak percaya. "jika kalian membantunya, ia juga akan di eliminasi, dan dengan itu ia tidak mungkin lulus di ujian ini" lanjutnya meminta penjelasan pada para Jounin.

"jika di llihat dari kekuatan, Naruto-san bisa menjadi chunin dengan mudah. Ia memiliki kemampuan jauh di atas genin lainnya, jadi ujian ini tidak berpengaruh padanya" komen shino mengungkapkan analisisnya.

"kau benar sekali, Shino-kun" puji Kakashi. " tapi sebaiknya kalian pergi dari tempat ini. Sebentar lagi pertarungan sebenarnya akan terjadi" lanjutnya dan kali ini ia sangat serius, menatap ke arah pertarungan,

Di pertarungan

"bagus Namikaze, terus seperti itu, buat aku hidup" gumam Gaara, menyeringai lebar melihat Naruto yang selalu saja memiliki cara untuk menghalau serangan-serangannya.

'Kita lihat, bagaimana kau akan menahan seranganku yang satu ini, Gaara' pikir Naruto, mengubah posisi Segel tangannya menjadi ular.

Suiton : Dai Bakuryu" gumammnya pelan. Pusaran air itu bergebung, meninggi di atas kepala Naruto, membentuk sebuah kepala naga yang langsug meraung, dan bergerak menyerang gaara. Kepala naga itu bermata merah itu sekitar 9 meter dengan tubuh yang membentuk sempurna, seiring dengan tubuhnya yang terus bergerak akan menyentuh Gaara.

"HUAAAAA" teriak Gaara, mengangkat tangan kirinya tinggi, memerintahkan hamparan pasir di hadepannya bergerak, mengangkat, membentuk sebuah tembok luas membentang menahan terjangan naga air penghancur bunshin Naruto.

Broookkkkk..

Dua Jutsu bertemu di udara, mengabitkan terjadinya sedikit ledakan. Tembok pasir buatan gaara tadi berhasil menahan terjangan Jutsu Naruto, merubah Jutsu itu menjadi lumpur pasir yang menetes sedikit demi sedikit ke atas permukaan pasir, bersatu dengan pasir lainnya.

Sementara itu, sisa tembok pasir yang tidak terkena air, langsung bergerak menyerang Naruto terengah-engah kelelahan. Ia baru saja melakukan Jutsu suiton yang dengan mudahnya bisa naik ke kelas A.

'Aku tidak memiliki banyak waktu lagi.. seluruh chakra yang kuambil dari bos sudah ku gunakan dalam Jutsu tadi' pikir bunshin itu, menatap terjangan pasir itu pasrah.

Suiton : Teppodama" suara seorang pria lain terdengar saat itu, dan bersamaan dengan itu, bola martil air melesat cepat, menghancurkan serangan pasir yang tadi Gaara arahkan ke bunshin Naruto, sekaligus menyelamatkannya.

"kau sedikit terlambat, bos.." sapa sang busnhin, melirik ke sebelah kanan sambil tersenyum.

Bersama tim Konoha

"ia datang.." gumam Kakashi, melihat kemunculan Crow no Sharingan di samping kanan Naruto.

"dari mana ia muncul?" tanya gai penasaran.

'crow No Sharingan.. aku tidak tau jenis kemampuan apa yang ia miliki, tapi sepertinya ia memiliki kemampuan untuk mengendaliakn Jikukan No Jutsu ruang dan waktu' pikir Kakashi analisis.

"jadi itu, Crow no Sharingan yang kalian sebut-sebut?" ungkap kurenai. "Sepertinya ia baru berusia 16 atau 17 tahunan, masih lumayan muda" lanjutnya pelan

"hai, tapi dengan usianya yang seperti itu, ia sudah memiliki nama besarnya sendiri di dunia Shinobi. kita tidak boleh meremehkannya" komen Yamato memperingati rekan-rekannya. 'jadi benar juga tebakan Yondaime-sama yang mengatakan kemungkinan kalau Naruto bukan orang yang melakukan pengendalian jinchuuriki atau biju. Ia tidak memiliki kemampuan seperti itu, tapi berbeda dengan crow yang memiliki sharingan dan seorang Uchiha' lanjutnya mengerti akan maksud Minato menugasi mereka dalam misi ini.

"siapa kau, kenapa kau menyelamatkannya?" tanya Gaara geram dengan sosok asli Naruto itu.

"Kau melakukan hal bodoh lagi, menggunakan begitu banyak chakra hanya untuk mencoba Jutsu yang jelas-jelas belum kau kuasai sepenuhnya" ujar crow, sedikit menceramahi kloningnya itu, mengabaikan Gaara.

Sementara sang bunshin melebarkan cengirannya. "tidak ada salahnya mencoba bukan, lagipula kalaupun gagal, hanya akan menjadi sebuah pengalaman" respon bunshin itu.

"humph.. kau memang selalu memiliki jawaban di setiap hal yang ku tanyakan." Gumam Naruto menghela napaas. 'Kau memang diriku, tapi diriku yang mana, aku masih belum mengetahuinya dengan pasti. 'lanjut bocah itu dalam benaknya

"kau hanya sedang tidak beruntung bos" ujar sang bunshin semakin memperlebar cengirannya.

"yosh…. Tapi terima kasih sudah mengulur waktu sampai kedatanganku. Sepertinya kita sudah tidak sendiri lagi, dan kita harus segera melakukan tindakan pencegahan seperti dulu" ungkap crow dan bunshin Naruto mengangguk.

"JANGAN ACUHKAN AKU SIALAN.." terdengar teriakan Gaara yang memerintahkan pasir di depannya kembali bergerak membentuk gelombang menerjang kedua sosok yang sejak tadi melakukan percakapan sendiri, mengabaikannya. Crow dan bunshin itu menghindar ke arah berbeda, membiarkan serangan pasir itu hanya bisa memecah angin di antara mereka.

Selintas terniang ingatan masa lalu Jinchuuriki itu, ketika ia masih berusian kisaran 4 tahunan. Ia ingin bermain dengan bocah seusianya, tapi tidak ada yang mau menemaninya, malah memilih lari meninggalkannya seorang diri. Ingatan kepedihan bagaimana ia di abaikan, kembali di pertunjukkan sekarang ini, hal yang sangat tidak ia senangi. Hal ini membuatnya geram, menggerakkan pasir di tubuhnya, membentuk lengan sempurna, menggantikan lengannya yang tadi hancur karena Jutsu suiton bunshin Naruto.

"AKAN KUBUNUH KALIAN BERDUA, AKAN KUHAPUSKAN KEBERADAAN KALIAN DARI DUNIA INI" teriak Gaara semakin menambah tekanan chakra bijunya. Naruto dan busnhinnya berlari dengan arah yang sama, namun di dua tempat yang berbeda, di bagian kanan dan kiri Gaara, dengan tujuan sang jinchuuriki itu.

Gaara menggerakkan lengan kanannya, memanjangkannya, mencoba meraih crow yang berlari cepat ke arahnya. Tapi tidak semudah itu menghadapi hantu ninja pelarian yang satu ini.

Crow melompat ke atas lengan besar itu, lalu berlari ke arah pemiliknya. Sejenak ia menatap bunshinnya yang mengangguk, seolah mengerti isi kepalanya. Crow yang sudah menyampaikan pesannya, kemudian melakukan serangkaian Segel tangan. Beberpa pasir yang ada di lengan itu bergerak mencoba menangkapnya, tapi tidak semudah itu. ia terus berlari sambil melakukan Segel tangan, melompat ke atas sambil menarik napas panjang.

Katon : karyu Edan" ungkapnya dalam benak, menyemburkan api yang membentuk kepala naga, langsung meraung akan menyantap sang Jinchuuriki. Lengan kiri gaara bergerak menjadi tamen, sama seperti gerakannya ketika melindungi tubuhnya dari serangan busnhin Naruto tadi.

Semburan api itu langsung memanggang lengan pasir milik jinchuuuriki Suna itu. persis seperti sebuah besi yang akan di potong menggunakan api. Memang api tidak berpengaruh pada pasir, karena hanya akan menambah kekuatan pasir yang akan semakin ringan bila terkena panas.

Tapi di sinilah tujuan rencana mereka. ketika Jutsu katon itu berakhir, sang bunshin melompat ke depan Gaara yang perlahan menggerakkan lengan yang tadi melindunginya, hendak melakukan serangan balasan

"Bingo.." ungkap Naruto menyeringai, muncul tepat didepan wajah jinchuuriki itu, kemudian memberikannya hadiah pukulan telak ke wajah sang Jinchuuriki.

Brukkkk…

Rahang bocah Suna itu seperti akan lepas dari wajahnya saja, ketika merasakan pukulan special bunshin Naruto itu. ia lalu terlempar ke bagian belakang, terseret di atas pasir sejauh beberapa meter.

Di bagian belakang, crow sudah menunggunya dengan tenang. Ketika wajah Gaara mengarah ke depannya, ia langsung memberikan sebuah uppercut, sukses mengangkat tinggi tubuh jincuhuuriki Suna itu, melayang di udara.

Gahhhh..

Gaara merintih kesakitan, mengeluarkan darah segar dari mulutnya karena pengaruh uppercut itu. perisai pasir di tubuhnya belum sempat melakukan regenerasi, namun serangan kembali mendarat telak di wajahnya.

Di atas, Sang bunshin sudah menyeringai, menunggu kedatangan jinchuuriki. Ia berputar di udara, melakukan salto ke depan, lalu menempelkan tumit kaki kanannya ke perut gaara yang melayang ke arahnya.

Uzumaki Hummer" ucap bocah itu pelan, menghediahkan tendangan itu ke gaara yang kembali memuntahkan darah segar, sambil melipat tubuhnya karena pengaruh tendangan super kuat itu. tendangan itu juga sekaligus mengangtakan tubuhnya kembali ke permukaan, mendarat keras di atas pasir, menicptakan debu di sekitar tempatnya mendarat

Di sisi Suna

"GAARA.." teriak Temari khawatir ingin melompat dan membantu adiknya, tapi di tahan oleh Kankuro "Lepaskan aku Kankuro, tidak mungkin Gaara bisa selamat dari dua orang seperti mereka" lanjut wanita itu kesal

"Jika kau kesana, sama saja dengan bunuh diri. Aku tidak tau siapa orang itu, tapi dari penampilannya, sepertinya ia adalah Crow No Sharingan, orang yang mampu membuat ninja pelarian kelas B lari terbirit-birit" ucap Kankuro mengamati crow dari kejauhan.

"Tch.. aku tidak perduli siapa dia, yang jelas aku mau me"-

"kau tidak boleh terlibat Temari, kau tau sendiri bagaimana perintah Kazekage-sama" tegas Kankuro

Sebelumnya

"Temari, Kankuro…" suara Kazekage terdengar saat itu dari dalam ruangannya. Di hadapannya ada Temari dan Kankuro yang menunggu perintah selanjutnya.

"Ada apa, Kazekage-sama?" tanya Temari. Meskipun ia adalah anak seorang Kazekage, tapi dalam keadaan formal seperti ini, ia bukan siapa-siapa, selain genin dari sunagakure.

"dalam ujian ke dua nanti, tugas kalian hanyalah mengamati" ungkap Kazekage

"mengamati?" tanya Kankuro penasaran.

"Hai.. apapun yang terjadi pada Gaara, jangan pernah ikut campur, atau kalian hanya akan mati sia-sia. Aku telah merencanakan beberapa hal untuknya dan ini berhubungan dengan masa depan sunagakure" jelas Kazekage

Temari menatap ayahnya serius, "jangan bilang kalau kau ingin membunuhnya lagi?" tanyanya dengan nada tajam

"sebuah senjata, akan sangat berguna jika bisa di gunakan dengan baik, namun jika tidak, hanya akan merugikan dan membawa petaka saja." Kazekage diam sejenak menatap anak perempuannya itu. "kalian tau sendiri bagaimana keadaan Gaara, ia tidak akan memilih siapa lawan untuk dia hancurkan, bahkan keluarganya. Aku merencanakan sesuatu untuknya, paling tidak jika ia tewas, kematiannya akan berguna bagi sunagakure" lanjutnya tanpa ada nada penyesalan.

Temari melebarkan kedua matanya, menatap mata ayahnya tajam. "Tch.. aku ragu apa kau memang ayahnya atau tidak" ungkap Temari kesal, melangkah keluar dari dalam ruangan kage itu.

"Kankuro, kau memiliki pemikiran lebih realistis dari Temari. Aku menaruh harpaan besar padamu untuk menahan Temari sebisa mungkin. Aku tidak ingin kehilangan dia karena sikap keras kepala dan kebodohannya itu" ujar Kazekage

"hai, aku mengerti, Kazekage-sama" respon Kankuro

"ini adalah bagian dari rencana tou-san, meski kita tidak tau bagaimana detailnya, tapi kita tidak boleh terlibat di dalamnya" jelas Kankuro, melepaskan genggamannya dari lengan Temari yang hanya bisa mengepal erat tangannya saja.

Bersama tim Konoha

"serangan kombo yang mengagumkan.." ungkap Yamato, memuji serangan Naruto dan busnhinnya

"hai, sepertinya mereka sering melakukan latihan bersama. Tempo gerakan mereka begitu akurat, sehingga tidak menyisakkan satu celah pun" tambah Kakashi setuju.

"aku masih belum mengerti dari mana datangnya si crow itu" gumam kurenai yang masih juga memikirkan hal itu.

"Yosh Kakashi, bagaimana kalau kita juga menciptakan serangan gabungan. Aku yakin dengan api masa muda, kita bisa menciptakan serangan mengerikan, dengan kekuatan kita" ungkap Gai penuh percaya diri, memberikan jempolnya ke Kakashi yang hanya menatapnya datar tanpa dosa

"Ah Gai, apa kau mengatakan sesuatu" tanyanya.

"HUAAAHHH Kakashi.. KELAKUANMU IT"-

"Tch.. gai-san. Kita dalam pengawasan" ungkap yamato yang sudah menahan mulut gai dengan telapak tangannya. "kita tidak boleh melakukan gerakan yang bisa menarik perhatian lawan, atau kita akan kerepotan" lanjutnya perlahan melepaskan tangannya dari mulut gai

"yo Gai-kun.. bagaimana dengan masa mudamu?" sapa Kakashi dengan nada mengejek

Gai melipat kedua tangan di depan dadanya dan memalingkan wajahnya ke tempat lain "Tidak lucu' ucapnya ketus.

Di pertarungan Naruto dan Gaara

"teknikmu itu sudah lumayan berkembang" puji crow. Ia tau kalau bunshin darahnya selalu saja menggunakan tekhnik yang baginya hanya membuatng-buang tenaga saja. Crow yang aslil akan memilih menggunakan kunai, atau katana, menusuk jantung musuh biar lebih instant

Bunshin itu mendarat mulus di samping crow. "mah.. mah.. aku tidak tau kalau boss diam-diam memperhatiakan tekhnikku" ungkap bunshin itu menyeringai lebar.

"Humph.. hanya sedikit penasaran, kenapa diriku yang lain menggunakan tekhnik aneh seperti itu" ungkap crow menatap ke gumpalan debu yang tadi Gaara ciptakan.

"tekhnik itu cukup mengasyikkan jika tidak ingin membunuh lawan, lagipula misi kali ini bukan untuk melakukan pembunuhan" crow menyipitkan kedua matanya yang sejak tadi sudah menjadi sharingan.

"Misi?" tanyanya penasaran.

"Misi kita adalah untuk memancing Gaara menjadi shukaku sempurna, lalu menahannya selama mungkin sampai pasukan pemberontak musuh muncul dan disanalah misi akan berakhir" jelas bunshin itu.

"menahan selama mungkin, sepertinya aku harus menggunakan itu" gumam crow, dan bunshinnya mengangguk mengerti.

"Aku akan mengambil chakra lagi boss, dan kali ini sedikit lebih besar dari sebelumnya." Ungkap bunshin itu mulai menyadari ada pergerakan dari arah gumpalan asap.

"hai, kurasa aku mengerti" respon sang boss. 'Aku akan membuka penyimpanan chakraku dan menggunakannya. Jika tidak, aku tidak mungkin akan menahan biju yang mengamuk, meskipun hanya ekor satu saja' lanjut crow, menatap perubahan di dalam gumpan debu.

Bersama Kakashi dan yang lain

'Entah kenapa aku merasa ada yang aneh dari mereka' pikir Kakashi. "yamato, apa kau pernah melihat Naruto bersama crow sebelumnya?" tanyanya penasaran

"negative, aku tidak pernah melihatnya sebelum di name" jawab pengguna mokuton itu.

"tapi mereka terlihat sanga akrab" tanya kurenai, memperhatikan keakraban Naruto dan crow, paling tidak itulah yang mereka ketahui.

"kurasa itu tidak penting saat ini" ungkap gai, menunjuk ke sisi lain dari Naruto dan crow. "akhrnya yang kita tunggu-tunggu telah tiba," lanjutnya. Ekspresi ke tiga ninja lain terkejut melihat apa yang di maksudkan oleh pengguna Taijutsu itu.

"Aku tidak mungkin kalah, aku tidak mungkin akan kalah.. AKU TIDAK MUNGKIN AKAN KALAH DARI ORANG SEPERTI KALIAN" suara Gaara terdengar menderu saat itu. suara itu sudah sangat jelas suara demonic dan aura chakra yang di keluarkan tidak lagi seperti biasanya. perlahan tubuh mininya berubah, membesar dan semakin membesar, membentuk tubuh baru, tubuh shukaku sempurna, memecahkan gumpalan debu lama, menciptakan gumpalan debu baru.

"dia memulainya boss.." ungkap sang bunshin serius, memperhatikan gumpana debu yang semakin membesar, juga chakra yang bisa di rasakan bahkan oleh ninja yang bukan seorang sensorik.

Bersama Temari

Ia melebarkan kedua matanya, melihat sesuatu yang pernah ia lihat, sesuatu yang menebarkan terror sampai membuatnya ketakutan seperti ini. "ti-tidak.. tidak jangan sekarang, ia melakukan itu sekarang" ungkapnya khawatir akan apa yang ia lihat

"Apa yang kau tunggu Temari… ayo kita segera meninggalkan tempat ini, sebelum kita juga terkena impasnya. Gaara yang sekarang bukan lagi Gaara yang bisa di ajak bicara" ujar Kankuro, memegang lengan saudarinya, lalu melompat, menyeretnya semakin menjauh dari pertarungan.

Di gerbang arena ujian chunin

Kazekage, Pakura dan puluhan Anbu sudah stand-by, tinggal, menunggu kelanjutan perintah yang akan di berikan oleh Kazekage.

"bagaimana?" gumam Pakura, sedang melakukan telekomunikasi dengan seseorang dari earphone yang ia kenakan. "hai, aku mengerti. Terus pantau dan berikan perkembangan informasinya secara sistematis" lanjut Pakura yang kemudian melangkah ke samping Kazekage

"Target sudah berada dalam jangkauan, dan Gaara –sama sudah mulai perubahan bentuk menjadi shukaku" lapornya pada pemimpin tertinggi Suna itu.

"Aku mengerti" respon Kazekage pelan.

"tapi, ada hal lain yang mungkin akan menjadi penghalang, Kazekage-sama" tambah Pakura

Kazekage menggerakkan bola matanya ke Pakura. "Apa lagi?" tanyanya ketus

"diluar dugaan, kita kedatangan tamu yang masih belum jelas apakah lawan atau kawan" Kazekage menyipitkan kedua matanya.

"siapa?" tanyanya singkat

"Crow No Sharingan. Ia sekarang sedang bertarung melawan Shukaku bersama Namikaze Naruto" ujar Pakura serius

'Sudah kuduga kalau bocah Namikaze itu terlalu hebat untuk mampu menjinakkan seekor biju. Pasti ia tidak akan bisa melakukannya sendiri dan membutuhkan orang lain. Crow no sharingan adalah bantuannya? Betapa mengejutkan mendengarkan hal seperti itu' pikir Kazekage serius. "apa ada lagi yang perlu di laporkan?" tanyanya

"semua sudah di posisi, tinggal menunggu aba-aba bergerak dari Kazekage-sama" ungkap Pakura.

Kazekage menganggukkan kepalanya mengerti apa maksud ninja elit dari desanya itu. "Tetap dalam posisi, sebentar lagi kita akan mulai beraksi, pastikan semuanya berjalan sesuai rencana" ungkap Kazekage serius

"hai. Kazekage-sama" jawab Pakura menganggukkan kepalanya mengerti

.

Di pertarungan Naruto melawan Gaara

Suasana padang pasir panas terus saja menyengat dan semakin siang semakin panas saja. Gumpalan debu terlihat menggila dan semakin menebal. Tidak terlihat adanya tanda-tanda gerakan untuk sementar, kecuali bayanga besar dalam gumpalan debu raksasa yang baru saja tercipta itu.

Sepasan mata mengerikan, mata berwarna kuning mulai terlihat dari dalam debu, sudah mulai menunjukkan wujud asli sosok raksasa iblis dari sunagakure, iblis pengendali pasir, iblis gila yang telah lama terpenjara di desa angin ini, Ichibi, shukaku no Tanuki

"Akhirnya ia menunjukkan diri juga" ungkap crow, mengangkat wajahnya, menatap langsung calon lawannya dengan sepasang sharingan dari kedua matanya.

"Cukup mengerikan juga yah.." tambah bunshinnya yang menggunakan telepak tangan kirinya, menahan cahaya matahari dari keningnya. Di hadapan mereka, ada shukaku yang di pangil oleh Gaara yang setengah badannya kini tertimbun di atas kepala biju itu.

"Namikaze Naruto.. kau dan temanmu sungguh sangat menghiburku.. memaksaku sampai sejauh ini" suara Gaara terdengar saat itu. ia menggerakkan tangan kanan besar shukaku, menggerakkannya ke arah Naruto dan crow, bertujuan untuk menghancurkan kedua tubuh mortal mereka.

Setelah mendapatkan anggukan dari crow, bunshin itu lalu melompat, bersamaan dengan crow, menghindarai serangan yang hanya bisa menciptakan gempa kecuil karena menindih permukaan pasir. Crow bwehenti beberapa meter dari tempatnya, sementara sang bunshin terus berlari, sambil menciptakan 3 bunshin yang berlari ke 4 arah berbeda.

"oi Tanuki, lawanmu adalah aku.." ungkap crow dengan gagah berani berdiri menghadang shukaku.

"fufufu.. kau dan Namikaze memang sangat menghiburku… TAPI SAMPAI DI SINI HIDUP KALIAN.. MATILAH.." kembali gaara berteriak, mengangkat tangan kirinya, melambaiukannya, bersamaan dengan itu tercipta gelombang pasir tinggi yang menerjang Naruto.

'masih belum' pikir crow mendapati bunshinnya masih belum berada dalam posisinya. 'jika seperti ini, aku tidak punya pilihan. Aku tidak ingin menunjukkan ini pada mereka, tapi aku haris melakukannya' pikir crow, sedikit menekuk lututnya, lalu melesat tinggi ke udara, melewati gelobang pasir ciptaan shukaku.

"MATI.." teriak Gaara, menggerakkan tangan kanan shukaku akan menangkap tubuh Naruto yang melayang di udara. Dengan cepat sharingan itu berubah membentuk pola baru, pola mangekuyou pada sebelah kanan dan EMS di mata kirinya. Tubuhnya perlahan di lapisi aura putih pucat, membentuk sebuah tulang rusuk, lengkap dengan pergelangan tangan yang memegang sebuah katana besar.

"tidak semudah itu, Gaara" ucap crow, menepis terjangan lengan itu, dengan caraa memotong lengan shukaku. Pedang itu cukup tajam untuk membagi dua lengan itu, menjatuhkannya di atas permukaan sebelum akhirnya kembali menjadi pasir

Bersama tim Konoha

"Apa itu.." ungkap Kurenai terkejut melihat kemampuan crow menggunakan mini Susano'o

"Aku tidak tau kurenai, tapi crow memiliki kelasnya sendiri. " jawab Kakashi penasaran, menatap dan mencoba mencopy dengan sharingannya. 'apapun itu, bukanlah Jutsu biasa yang bsia di copy. Aku bahkan tidak tau dari mana asal kekuatan itu' lanjutnya khawatir.

"ia memotong tangan Ichibi begitu mudah" ujar Gai terkejut.

"Dimana Naruto?" ungkap Yamato penasaran, mencoba mengetahui keberadaan Naruto.

4 bunshin sudah berada di posisi mereka masing-masing, posisi yang saling menjauh, membetuk sebuah kubus dengan panjang sekitar 100 meter lebih dan duduk melantai bersama-sama lalu melakukan serangkain Segel tangan.

"Oh tidak.. jangan bilang kalau…" perkataan Kakashi terhenti ketika munculnya barrier merah api dari masing-masing bunshin, menjulant tinggi keatas, lalu saling bertemu satu sama lainnya

"Sial.. kita harus cepat.." ungkap Yamato, melompat berusaha memasuki barrier yang sudah aktif.

"terlambat.." hanya itu yang keluar dari mulut Kakashi, ketika barrier sudah menutup dengan sempurna dan Yamato masih sekitar 20 meteran.

Sementara itu di tempat lain

"Taicho.." suara seorang pria, ninja suna terdengar saat itu. sepertinya mereka berada di dalam ruang bawah tanah.

"segera persiapkan serangan.. kita akan segera menjalankan rencananya" instruksinya lagi, menggerakkan sebuah bonek kayu dengan jubah merah, boneka yang tidak asing lagi bagi warga sunagakure, Boneka Sandaime Kazekage.

T

B

C

Sampai jumpa lagi di chapter berikutnya.