Siang ini Kyungsoo membantuku memasak untuk pesta kecil-kecilan ini. Ya, untuk masakan aku percaya sepenuhnya pada pororoku ini. Sementara Kai asik bermain bersama JJ. Beruntung namja itu libur kerja.
"Siapa yang kau undang?" Tanya Kyung.
"Hanya kita saja!"
"Ku kira kau akan mengundang teman kantor."
"Ani! Aku tidak mau begitu ramai."
"Selesai ini kau ingin masak apa lagi?" Tanya Kyung.
"Buatkan aku kue tart! Dengan toping stoberi~ semua bahan sudan ada di kulkas."
"Gurae!"
Satu jam kemudian saat kami sedang asik menghias tart, Kai menghampiri kami.
"Eoh? Apakah JJ sudah tidur?" Tanyaku.
"Mereka sudah ku pindahkan ke kamar." Jawab Kai.
"Apakah semuanya sudah siap?" Tanya Kai.
"Tart sebagai penutup kesibukan kami." Jawab Kyung.
Drrtt~
Smartphone milik Kai bergetar, dan dengan segera ia mengangkat panggilan tersebut.
"MWO?"
"Kenapa kau baru katakan sekarang?"
"Yak! Bagaimana aku mengatakan padanya. Kau gila?"
Saat berakhir panggilan itu, Kai menatapku dan Kyung dengan wajah tegang dan pucat.
"W-waeyo?" Tanya Kyung.
"B-Baek..." Lirih Kai.
"M-mwo apa yang terjadi? Siapa yang menelponmu?" Tanyaku.
Perlahan Kai mendekatiku lalu memelukku cukup erat. Perasaanku menjadi tidak enak dengan situasi seperti ini.
"Jebal, kuatkan hatimu Baek!--"
"Sehun menelponku lalu mengatakan kalau Chanyeol gagal operasi! C-Chanyeol tak terselamatkan Baek!" Jelas Kai membuat nafasku berhenti detik ini juga.
"Benarkah itu?" Kejut Kyungsoo.
"Rencana kita gagal Kyung!" Balas Kai.
"Apa maksud kalian dengan operasi?" Tanyaku.
"Sebenarnya HunHan pergi ke jepang untuk mencari info tentang Chanyeol. Dan mereka menemukan Chanyeol yang di rawat oleh sepupu Luhan. Chanyeol mengalami kebutaan saat kecelakaan itu. Dan kemarin Chanyeol melakukan operasi disini. Kemarin kami mengunjungi rumah sakit." Jelas Kai.
"KENAPA KALIAN TIDAK MEMBERITAHUKU?!" Pekikku.
"Mianhae Baek, kami hanya ingin memberimu kejutan saat ulang tahunmu dengan kehadiran Chanyeol. Tapi waktu berkata lain." Ucap Kyung.
"Andwae! Chanyeol masih hidup!! Chanyeol masih hidup!!" Isakku memukul-mukul dada Kai yang mendekapku.
"Kuatkanlah hatimu Baek!" Ujar Kyung.
"Aku harus ke rumah sakit itu sekarang!" Dengan segera aku melepaskan pelukan Kai dan melangkah cepat keluar dari apartement.
"Baek..." Panggil KaiSoo namun ku abaikan.
Saat aku membuka pintu, aku mematung dengan debaran jantungku yang kuat. Kedua mataku membulat sempurna saat mendapati sosok namja yang sangat sangat ku rindukan.
"C-Chanyeol?"
"Saengil chukkhae kurcaciku~ Ne! Ini aku Park Chanyeol!" Balasnya tersenyum manis.
"Apakah aku sedang bermimpi atau berkhayal? Benarkah ini dirimu? Jika ini mimpi, aku tidak ingin bangun untuk selamanya!"
Aku mendekap wajah tampan itu dengan air mata yang terus mengalir.
"Kau tidak berada di dunia mimpi Baek! Ini adalah nyata. Akan ku buktikan jika ini tidak mimpi. Tolong rasakan ini.."
Chup~
Chanyeol mencium bibirku bahkan melumatnya dengan lembut. Ya, aku bisa merasakan sentuhannya sama seperti dahulu. Kedua tanganku melingkar di lehernya dan menikmati sentuhan lembut yang ku rindukan. Aku tak ingin melepas ini detik ini juga.
Author POV
Tak hanya ChanBaek yang berada disana. HunHan dan SuLay pun menyaksikan pemandangan haru ini di belakang mereka.
"Bisakah kami masuk?" Pinta Luhan berhasil menyadarkan ChanBaek kalau mereka tidak sedang berdua.
"Omo...mianhae! Ku pikir tidak ada kalian. Silahkan masuk~" Seru Baekhyun.
"Chanyeol?" Kejut KaiSoo saat kami semua masuk ke dalam.
"Yak Sehun-ah! Kau ingin aku cincang saat ini juga?" Timpal Kyungsoo.
"Aiisshh...kenapa kalian juga mempermainkan kami? Bukankah cukup Baekhyun yang di buat terkejut!" Sambung Kai.
"Ku pikir ini akan sangat dramatis jika KaiSoo pun ikut menangis!" Kekeh Sehun.
"Aiisshh...jinjja!" Gerutu KaiSoo.
"Baek~! Kenalkan ini kakak sepupuku Lay dan ini suaminya Suho. Mereka yang selama ini merawat Chanyeol hingga kembali lagi padamu." Jelas Luhan.
"Annyeong haseyo~! Baekhyun imnida~ terima kasih untuk kalian. Aku tidak tahu harus membayar dengan cara apa. Sekali lagi terima kasih banyak." Seru Baekhyun.
"Cukup kau selalu bersama Chanyeol, kami sudah senang!" Balas Lay.
"Ne, itu artinya usaha kami tidak sia-sia!" Sambung Suho.
"Apakah tidak ada yang ingin kau tunjukan padaku Baek?" Tanya Chanyeol.
"Pergilah kalian ke kamar!" Ujar Kai.
"Ke kamar?" Bingung Luhan.
"Jangan berpikir mesum! Ada dua orang yang menunggu Chanyeol." Timpal Kai.
"Ahhh...arraseo!" Seru Sehun.
Park Chanyeol POV
Aku mengikuti langkah Baekhyun menuju kamar.
Cklek~
Saat Baekhyun membuka pintu bisa ku lihat dua sosok anak kecil yang tertidur dengan lucu.
Air mata haru ku terjatuh di kedua pipiku. Aku melangkah mendekati mereka yang tertidur.
"Twins JJ~! Jackson and Jesper." Ucap Baekhyun sedikit berbisik.
"Anak kita kembar? Dan kau yang mempertahankan mereka?" Tanyaku menatap Baekhyun tak percaya.
"Aku sudah berjanji padamu, aku akan menjaga mereka untukmu. Tak ada yang bisa menggantimu untuk mereka." Jelasnya menghapus air mataku.
"Gomawo~! Kau sudah melakukan segalanya untukku. Dan maafkan aku selama ini aku tidak ada untukmu."
"Gwaenchana Yeol! Kau hadir kembali di kehidupanku, aku sangat senang. Ini adalah hadiah terindah yang ku dapati di ulang tahunku."
"JJ~! Appa pulang... ku harap kalian senang dengan kehadiran appa." Seruku mengusap rambut mereka secara bergantian.
"Tentu saja! Inilah yang mereka harapkan. Mereka butuh sosok appa sepertimu."
"Jebal, jangan pergi lagi Yeol~! Lebih baik kau bekerja disini dengan penghasilan cukup, dari pada kau harus bekerja dengan penghasilan lebih tapi membuatku terus khawatir."
"Aku malu dengan keluargamu jika aku tidak bisa membahagiakan kalian."
"Kau bersama kami, itu lebih dari bahagia Yeol! Inilah yang kami butuhkan. Kami butuh dirimu. Kau bisa bekerja di kantor appa ku. Aku akan bicarakan ini pada mereka."
"Baiklah jika itu keinginanmu! Aku pun ingin selalu bersama keluarga kecilku ini."
"Jadi siapkah kau melamarku besok di hadapan orang tuaku? Kita bicarakan bersama. Mereka sudah mengetahui tentang dirimu. Sepertinya mereka sudah bisa menerimamu."
"Kau sudah menepati janji padaku untuk anak kita ini, jadi aku pun harus menepati janjiku padamu untuk segera menikahimu."
"Saranghae Yeolli~!" Ucap Baekhyun memelukku.
"Love you more~!" Balasku mendekapnya erat.
"Aku sangat merindukan kehangatanmu ini. Peluklah aku untuk beberapa menit. Aku ingin melampiaskan kerinduanku." Pinta Baekhyun.
"Peluklah sepuasmu! Aku pun merindukanmu. Sangat~" Balasku mengecup puncak kepalanya.
TBC~
Pasti pada shock ye...pas baca di awal awal.. hahahaKaiSoo kena jebakan HunHan. Bhakss... sepertinya kalian juga. Hayoo ngaku? wkwk
