Ikrar suci mereka diucapkan dalam hati, Chanyeol berbisik pelan.
"Aku Park Chanyeol, dengan ini menerima... Byun Baekhyun."Chanyeol merapalkan nama itu dalam hatinya."Sebagai istriku, menjagamu seumur hidupku. Dalam susah maupun senang, dalam kaya ataupun miskin, dalam sakit ataupun sehat sampai maut memisahkan kita... "
"Park Baekhyun, sekarang kau istriku.." Baekhyun tersenyum manja ketika Chanyeol menyelipkan nama keluarganya di depan nama Baekhyun.
"Aku mencintaimu Park Chanyeol.."
Sehun adalah orang yang bersemangat bertepuk tangan ketika ikrar suci itu 'kembali' diucapkan.
"Kau kenapa ?" Tanya Seung Won.
"Aku seperti melihat dirimu dalam dirinya.."
"Itu kan memang tubuhku, bodoh ! Aku pikir kau dokter yang pintar tapi bukannya sama saja dengan tubuhku yang sekarang hanya berbeda jenisnya saja." Sehun tertawa kecil dan mencubit pipi Seung Won.
"Hahaha, aku baru sadar kalau kau begitu menyebalkan." Sehun pun langsung terdiam disambut oleh senyuman besar di bibir Seung Won.
"Minggu depan kita menikah ya.." Seung Won membelalakan matanya sampai nyaris melompat keluar.
"Ya, ayo kita menikah lagi seperti mereka. Kita harus bisa meyakinkah orangtuaku.."Seung Won mengangguk cepat.
"Aku ralat, kau bukan dokter yang bodoh." Sehun terkekeh mendengar kekasihnya itu berbicara.
Chanyeol mengadakan pesta yang meriah untuk pernikahannya kali ini, selain untuk menyambut kehamilan Baekhyun. Beberapa orang penting datang dalam pesta itu, Junmyeon nampaknya sangat bersenang senang menikmati riuhnya pesta. Sekertaris Min dan beberapa orang dari perusahaan pun datang, Baekhyun merasa bersalah karena tidak memberitahukan kepada mereka soal status Baekhyun yang notabene adalah istri dari chanyeol. Sementara Chanyeol mulai sibuk memanjakan Baekhyun yang kini sudah resmi menjadi istrinya.
"Yeobo, Kau tidak boleh minum sampanye yah ? Kau mau minum apa ?" Chanyeol mengusap wajah baekhyun sambil bertanya pelan.
"Jus Strawberry, Coklat, mochi rasa matcha."
"Jus Strawberry, baiklah. Coklat ? Hmm, Mochi rasa matcha ? Yeobo, Seriuslah tak ada makanan seperti itu disini." Baekhyun memincingkan matanya, entah kenapa itu justru jadi terlihat sangat lucu. Rambut pendeknya membuatnya benar benar membuatnya terkesan mungil sama seperti rupanya saat menjadi laki laki dulu.
"Jadi kau tak mau membelikanku Mochi rasa Matcha ?"
"Bukan seperti itu yeobo, kita sedang di gedung pernikahan. Kalau mau itu, kita harus membelinya diluar..." Chanyeol berusaha membujuk istrinya, namun sia sia.
"Yasudah, kalau begitu aku akan membelinya sendiri." Baekhyun pun hendak melangkah keluar tetapi Chanyeol menghentikannya.
"Baiklah.. baiklah. Kau tunggu disini..." Baekhyun pun tersenyum manja laku menarik ujung jas Chanyeol.
"Jangan lupa, bawakan juga buah strawberry segar. Mungkin rasanya akan nikmat. Strawberry di toko buah di pinggiran kota dae jeon itu enak sekali, manis rasanya."
Demi Tuhan aku harus ke kota dae jeon hanya untuk strawberry ? Sabar, sabar. Ingat Park Chanyeol, dia istrimu dan kau mencintainya.
Chanyeol menghela napas pendek meski agak kesal dengan semua permintaan Baekhyun.
"Baiklah Yeobo, demi Anak kita. Setelah ini selesai aku akan membelikan semua itu untukmu.."
"Tapi aku mau sekarang..."
Chanyeol mematung seketika dan mengeluarkan ponselnya, ia menelepon seseorang.
"Ini Park Chanyeol, bisakah kau membelikan aku strawberry di salah satu toko di Dae jeon ? Apa maksudmu tidak bisa ? Beli berapa saja harganya atau kuruntuhkan toko itu.." Baekhyun bertepuk tangan mendengarnya, tak seperti biasanya Baekhyun tak mengomel soal kesombongan Chanyeol tentang menutup toko orang lain.
"Aah, Park Jiwon. Ayahmu memang sombong tapi aku mencintainya." Baekhyun mengelus elus perutnya dengan tonjolan yang mulai terlihat.
._xXXx_
.
.
.
.
Chanyeol memperlakukan Baekhyun seperti seorang anak yang sangat berharga, semua permintaan Baekhyun selalu terpenuhi. Chanyeol merasa seakan istrinya bisa saja terbang tertiup angin atau terjatuh jika tidak dia pegangi. Chanyeol menjadi mudah panik setiap melihat Baekhyun membawa barang barang berat, bahkan saat membawa buku yang kecil sekalipun, ia akan melarangnya. Ia sampai berpikir untuk memasang sebuah lift di dalam rumah, karena menurutnya berbahaya sekali bagi Baekhyun untuk naik dari lantai 1 ke lantai 2 jika melalui tangga. Seharusnya rasa khawatir Chanyeol akan kesehatan Baekhyun menghilang setelah melewati masa awal kehamilan. Akan tetapi sebaliknya, kekhawatirannya itu semakin memuncak di pertengahan kehamilan.
Laki laki itu merangkul istrinya dengan hati hati, seolah olah wanita itu adalah boneka dari kaca yang mudah pecah. Hari ini adalah pemeriksaan rutin di rumah sakit, Dokter pun bersikap hati hati saat memeriksa baekhyun karena chanyeol akan berteriak pada pada dokter itu jika ia melihat baekhyun mengeluh sekecil apapun. Hasil USG bayi mereka normal meski tetap harus hati hati, karena Rahim Seung Won sudah beberapa kali mengalami luka. Mendengar kandungan istrinya baik baik saja mata chanyeol berbinar memancarkan kebahagiaan. Hal itu membuat dokter berdehem. Kemesraan pasangan suami istri itu terkenal di rumah sakit ini. Menurut orang orang, mereka adalah pasangan yang berasal dari status sosial yang tinggi. Kekayaan mereka sangat berlimpah, bahkan konon mereka bisa beli lebih dari 20 pesawat tanpa mengurangi kekayaan mereka.
"Apa tidak apa apa makan sebanyak itu ??"
"Eh.."
Chanyeol kini menatap dengan cemas istrinya yang sedang mengeluarkan buah semangka yang memang bukan merupakan pantangan kehamilannya. Baekhyun mengeluarkan buah semangka tersebut dari dalam kulkas lalu membawa semuanya dan memakannya dengan menggunakan sendok. Padahal sebelum ini Baekhyun telah memakan semangkuk besar nasi dengan delapan jenis sayuran, yang kemudian dengan cueknya ia campur dengan dwaenjangjjigae. Baekhyun memamerkan senyuman sementara mulutnya belepotan karena air semangka yang berwarna merah berbercak bercak di sekitar bibirnya.
Kekhawatiran chanyeol sangatlah besar karena selama masa awal kehamilan, Baekhyun tidak dapat makan terlalu banyak karena morning Sickness yang sering ia alami. Namun kini setelah memasuki bulan ketujuh, nafsu makan istrinya menjadi sangat besar. Ia khawatir Baekhyun sengaja melakukan itu hanya agar chanyeol tidak mencemaskannya.
"Perutmu, Baekhyunee. Jangan jangan bukannya anak kita yang tumbuh besar, tapi hanya perutmu saja yang membesar ?"
"Aku juga berpikir begitu. Entah kenapa napsu makanku, menjadi semakin besar begini. Rasanya mulutku tidak bisa berhenti menguyah. Aku terlalu banyak makan, ya ? Aku merasa kesulitan berjalan, apakah jadi perempuan memang sesulit ini ya ?"
Chanyeol tertawa saat Baekhyun yang untuk sejenak menaruh sendoknya lalu mengatakan hal tersebut dengan nada yang menunjukkan kecemasannya. Sosok Baekhyun yang cantik dan lucu bagaikan sebuah candu untuknya.
"Tidak apa apa, Baekhyunee ku yang paling cantik. Anak kita kan yang memintanya, makanlah yang banyak. Mau aku ambilkan lagi ?"
"Tidak perlu, aku kan tidak seperti babi yang makan banyak."
Baekhyun tampak sedikit merajuk kemudian berdiri dan berjalan masuk ke kamar. Chanyeol menatap sisa sisa kulit semangka yang tadi di makan oleh Baekhyun, istrinya itu memakan setengah buah semangka dengan sangat cepat tanpa mengambil jeda sama sekali. Kini kulit kulit semangka itu ia tinggalkan begitu saja. Chanyeol yang tadinya terbengong mendadak dikagetkan oleh suara Baekhyun yang memekakan gendang telinganya.
"Bi, apa masih ada sisa ketela yang kita bakar kemarin ? Sebenarnya aku tidak lapar, tetapi mulutku ingin menguyah sesuatu."
Kemudian, setelah ia memakan habis beberapa ketela bakar, Baekhyun berbaring di atas ranjang sembari membaca buku dongeng untuk tumbuh kembang bayi yang kini dikandungnya. Chanyeol kemudian berjalan mendekat pada ranjang yang ditiduri oleh Baekhyun dengan hanya memakai celana piyama. Hal ini sudah menjadi kebiasaan baginya.
Melihat chanyeol yang berjalan mendekat, Baekhyun menurunkan buku dongeng yang tadi dibacanya. Ia menunjukkan senyumannya yang bercahaya sembari berkata, "Tolong nyanyikan lagu 'Tiga beruang' ".
"Lagi ?"
"Lagu anak anak yang dinyanyikan oleh sang ayah kan baik untuk bayi."
"Sepertinya ibunya lebih menikmati lagu itu daripada anaknya. Tapi, baiklah. Akan kunyanyikan... "
Chanyeol yang langsung bangkit dan berdiri di depan Baekhyun menyanyikan lagu itu, sembari memulai menggerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri.
komse ma-ri-ga
han chi-be-i-so
appagom
ommagom
ae-gi gom
appagommun dung-dung-hae
ommagommunnal-shi-nae
ae-gi gommunno mu-gwi-yo-wo
eeshukeeshuk cha-han-da
Melihat aksi chanyeol yang begitu menggelikan, Baekhyun tidak dapat lagi mendengarkan lagu itu walaupun hanya sebait karena ia kini tertawa terbahak bahak hingga berguling guling di atas kasur. Chanyeol yang menjadi bahan tertawaan hanya bisa meringis.
.
.
.
.
Tbc
TBC
..
...
...
Dmwaenjangjjigae : sejenis sup yang bahan utamanya menggunakan pasta kedelai yang difermentasi.
.
...
...
...
Sorry nih kalau mungkin buat beberapa orang ceritanya terkesan pendek, for info kalau sy nulis ff ini lewat hp bukan pake laptop. Susah kl udh dapet inspirasi trs hrs nenteng laptop kemana2 cm buat update. Jd mski dijalan atau busway msh tetep bisa nulis lanjutan. Gak msti tunggu lama.
...
...
...
...
Gomawoo syantiks ku :)))) love, chelsea.
