Chapter 37
Disclaimer : Naruto [Masashi Kishimoto]
One Piece [Eiichiro Oda]
Created by : Kurosaki D Jasmine
Rated : M
Warning : Typo (s), Miss Typo (s), ABAL, TIDAK SESUAI ALUR, GAJE DLL OOC, OC, Alternative Universe and Etc.
Don't like, Don't read ..
Ide ini dihasilkan oleh imajinasi otak Author sendiri, jadi harap maklum jika masih banyak kesalahan
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Thurng
Naruto terus terlempar kebelakang terhantam oleh palu itu, palu milik Dseyta itu kembali melesat pada Naruto yang menyilangkan 2 pedang astral dari Susano'O
Trungs
Benturan hebat dari 2 senjata itu mengakibatkan goncangan yang luar biasa bagi orang normal yang tidak terbiasa
Blaar
Naruto kembali terpelanting kebelakang akibat palu itu'Ada apa dengan palu itu? Benda itu seperti memiliki kehendak sendiri! Apa palu itu termasuk senjata buah iblis modifikasi seperti yang dipakai pimpinan bodoh CP9 itu'Naruto melihat palu itu yang kembali pada tangan Dseyta
"Ada apa Koutei-kun, bukannya kau ingin mengalahkanku! Ah benar, aku ini terlalu kuat untukmu hahaha"
'Ada yang aneh, jika dia sekuat ini, pasti aku sudah kalah dari tadi'Naruto melihat Dseyta dengan intens dan tersenyum tipis"Tidak ada salahnya dicoba"Naruto bergumam dengan tersenyum kecil, armor yang menyelimutinya menghilang bersama dengan pedangnya, Naruto mencabut pedang dipinggang kirinya
"Ada apa, apa kau menyerah?"Dseyta melihat Naruto dengan serius
Srunggggsss
Dseyta tertekan kebawah oleh Naruto yang secara cepat berada didepannya dengan mengayunkan pedangnya secara vertical yang secara instan ditahan oleh palu Dseyta
"Ternyata benar"Naruto melihat Dseyta dengan menyeringai, yang dibalas dengan decihan
Blaar
Dseyta dan Naruto melompat mundur
"Palumu itu semakin kuat saat aku menggunakan armor milikku, tapi saat aku tidak mengenakan armorku kekuatan palumu kembali seperti semula, tapi jika melihat palumu bisa menyerap kekuatan armorku, itu berarti palu itu dikhususkan untuk menghadapi Uchiha dan Senju bukan"
"Ternyata adik dari O'noshi memang sehebat yang kupikirkan! Yang kau katakan memang benar, tapi pada awalnya senjata ini dikhususkan untuk membunuh O'noshi, dan kau pasti sudah paham bukan"
"Yeah, karena ia merupakan ancaman bagi semua orang bukan! Ia tidak ingin beraliansi, patuh ataupun berteman pada siapapun, karena itulah ia dianggap sebagai ancaman bukan"
"Jika kau sudah mengerti ini akan cepat! Namikaze D Naruto, apa kau ingin bergabung dengan kami? Bukannya kau juga menyimpan dendam pada O'noshi bukan, tidak ada didunia ini yang tidak menyimpan kebencian dan dendam pada O'noshi"
"Sok tahu sekali, buktinya Luffy sama sekali tidak menyimpan kebencian dan dendam pada Menma-nii"
"Itu hanya belum, suatu saat nanti, ia juga akan merasakannya!"
"Percaya diri sekali"
"Tidak akan menyelesaikan apapun jika kita terus berdebat seperti ini"
"Sependapat"
Traung
Tanah yang mereka pijak bergetar akibat benturan dari mereka berdua, tidak berhenti sampai disitu Dseyta mengarahkan kepalan tangannya pada wajah Naruto yang diblok oleh punggung tangan, Naruto juga tidak hanya berdiam ia juga menekukkan kakinya untuk menyikut kaki Dseyta langsung diinjak seketika itu juga
Tap
Mereka berdua mundur kebelakang, namun seketika mereka beradu dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh orang yang memiliki mata biasa, tapi mereka berdua berhenti dengan senjata yang mengarah pada vital mereka masing-masing
"Sepertinya aku harus menunjukan kemampuanku yang sebenarnya!"Dseyta melihat Naruto dengan wajah yang menyeringai
"Berhentilah berpura-pura sok kuat! Kondisimu hampir sama denganku"Naruto berkata dengan menatap tajam Dseyta yang menyeringai
"Boost"
Dhung Brak
Naruto terlempar kebelakang oleh sesuatu
"Tidak mungkin, palu itu menyalurkan kekuatan padamu!"
"Sesuatu yang kau pikir mustahil, kadang itu tidaklah terlalu mustahil!"
Srung
Dseyta berada didepan Naruto dengan pedang yang siap menebas leher Naruto
Brang Dhuar
Naruto terlempar kebelakang setelah menahan tebasan Dseyta yang mengincar lehernya dengan bushoshoku no haki miliknya, tapi Naruto terlempar dengan cukup kuat sampai ia berdiri dengan susah payah
"Butuh bantuan Koutei-kun?"Shutara berada dibelakang Naruto dengan ekspresi santai melihat Naruto yang terluka cukup berat
"Tidak perlu, jika aku tidak sanggup mengalahkannya bagaimana aku bisa Nisa-chan nanti"
"Wah kau sangat jantan sekali, berbeda dengan Senchou yang tidak peduli dengan hal semacam itu! Kalau begitu aku hanya akan memberi bantuan ini"Shutara mengeluarkan tabung kecil yang berisi air dari dalam bajunya dan memberikannya pada Naruto
"Apa ini?"Naruto melihat air itu dengan penasaran
Brunggsss
Shutara menahan palu yang mengincar kepalanya dengan punggung tangannya dan berkata dengan ekspresi ringan
"Apa kau tidak bisa menunggu sebentar saja?"
"Ahahaha rupanya kau benar-benar monster bisa menahan seranganku hanya dengan punggung tangan, yah walau punggung tanganmu itu terluka juga"
"Lalu apa kau ingin mengajakku bertarung?"
"Tidak, aku tidak akan melawan jika orang itu tidak bisa kukalahkan, lalu apa kau akan mengganggu?"
"Yeah, hanya sedikit saja!"
"Hoi Senshumau-san, jawab pertanyaanku tadi"Naruto bertanya dengan jengkel pada Shutara yang mengacuhkannya tadi
"Mudah saja, air itu akan mempercepat pulihnya lukamu, dengan kata lain regenerasi tapi bayarannya hidupmu akan berkurang sedikit"
"Hanya sedikit bukan"Naruto berkata memastikan perkataan Shutara
"Ara-ara dimana perkataanmu yang jantan tadi? Apa kamu takut meminumnya?"Naruto meminum air itu mengacuhkan Shutara yang tersenyum, luka-luka yang berada ditubuh Naruto mulai menghilang setelah Naruto meminumnya ia juga merasa staminanya kembali
"Sedikit dengkulmu, kau membuatnya kembali seperti awal!"Dseyta berkata dengan jengkel pada Shutara yang tertawa kecil
"Salah sendiri tertipu, lagipula tidak ada peraturan licik dalam pertarungan bajak laut yang ada hanya pertarungan sampai mati!"
"Ahahaha kau benar sekali"
"Kalau begitu aku akan mundur"Shutara berjalan menjauhi mereka berdua yang menatap satu sama lain dengan tajam
Brungggs
Dseyta menahan tusukan Naruto yang mengincar matanya dengan santai
"Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost"
Dranggs
Naruto terpukul mundur setelah palu itu bersuara boost sepuluh kali
"Sepertinya kau sudah menyadarinya, jika paluku ini bisa meningkatkan kekuatan setiap 3 detik sekali"
"Tapi itu hanya benda buatan, dengan kata lain memiliki batasan pada peningkatan kekuatan"
"Kau benar, aku tidak bisa menciptakan sesuatu seperti Tuhan yang menciptakan makhluknya dengan sempurna"
"Heh lucu sekali bajak laut mengatakan tentang Tuhan dan bahkan menyanjungnya!"Naruto melihat Dseyta dengan menyeringai melihat raut wajahnya yang setuju dengan pendapatnya
"Heheh kau benar juga, sepertinya ada sesuatu yang salah dengan kepalaku ini!"Dseyta memegang kepalanya dengan heran
Srung
"Air Strike"
Bruusshhhh
Dseyta terlempar 23 meter dari Naruto, itupun karena ia menahannya dengan kedua kaki yang ia tekankan ketanah, tidak berhenti sampai disana Naruto juga muncul disamping kiri Dseyta dengan pedang yang akan memotong leher Dseyta, namun Dseyta menyadarinya dan menahannya dengan gagang palunya, kemudian Dseyta menendang menggunakan kaki kirinya untuk menghempaskan Naruto, tidak bisa menahannya Naruto terhempas beberapa meter
"Accel"Suara yang tidak asing ditelinga Naruto membuat ia tiarap kebelakang, ia melihat Dseyta yang dengan kakinya yang akan mengenainya jika ia tidak tiarap kebelakang
Srash
Naruto berhasil menusuk kaki Dseyta yang, Dseyta mendecih kesal dan mundur
"Tidak hanya meningkatkan kekuatan, palu itu juga meningkatkan kecepatan bukan!"
"Karena sudah ketahuan, tapi sayang sekali aku tidak bisa membunuhmu dengan sekali serang, seperti yang diharapkan dari adik O'noshi"
"Sepertinya aku selalu dilihat sebagai adik yang selalu bersembunyi dibelakang kakaknya"
"Begitulah, nama kakakmu itu sangat terkenal sampai siapa saja akan mengetahuinya! Hanya mengucapkan nama O'noshi masyarakat biasa akan langsung panic dan mendiskriminasi orang yang berani mengatakannya"
"Dia seperti Dewa Jahat saja"
"Yah, menurut pandang orang-orang dia memang begitu"
Drung
Dseyta terpental kebelakang oleh tusukan Naruto yang dibloknya
"Sesuai dugaan, palu itu selain memiliki batasan, penggunaannya juga membebani tubuh, lalu menguras banyak stamina, kau yang sekarang tidak bisa banyak bergerak bukan"Naruto berjalan dengan pelan kearah Dseyta yang sekarang berbaring
"Yare-yare jadi sudah ketahuan juga bagian terpentingnya! Bunuh aku"Dseyta berkata dengan tersenyum dan menutup matanya
"Tidak mau, jika kau mau mati lakukan saja sendiri!"
"Hahh bicara naif apa kau ini? Bukannya kau melawanku untuk membunuhku"
"Kau salah, aku melawanmu hanya untuk mengalahkanmu! Aku ini berbeda dengan Menma-nii yang bisa membunuh orang tanpa ragu! Jika kau bertanya padaku? Aku akan menjawab, tidak suka dengan dirinya yang membunuh dengan mudahnya dan perasaan tidak bersalah, tapi aku tidak mengetahui apapun tentangnya! Walau aku mengetahui masa lalunya, itu hanyalah rekaman hidupnya yang dulu bukan dalam dirinya"
"Hehh ternyata kau ini baik sekali ya!"
"Berisik, lagipula aku juga ingin beristirahat dulu! Jangan kau harap bisa menyerangku saat aku sedang istirahat"
Souma Vs Oven
Buagh Dhuak Buagh
Baku hantam samsak tinju dengan Oven tidak terelakan, wajah Souma dan Oven kelihatan bonyok tapi senyum diwajah mereka tidak luntur
"Mengapa kau tidak menggunakan kemampuan heat-mu?"
"Kau sendiri mengapa tidak menggunakan kemampuan imajinasimu?"
"Nampaknya kau menyimpannya jika aku menggunakan kemampuanku"
Dhug
Souma terpukul telak diperut, tapi bukannya pingsan Souma malah membalas dengan menyikut punggung Oven dengan keras, Oven tidak bisa menghindarinya karena kondisi tubuhnya juga cukup buruk
"Gu.."Mereka berdua mundur beberapa langkah dengan wajah yang menahan rasa sakit
Dhug
Souma terpukul telak diwajahnya yang membuatnya terpental kebelakang, tidak berhenti sampai disitu Oven memukul perut Souma dengan telak yang kembali membuatnya mundur beberapa langkah
"Guha"Souma memuntahkan cairan putih dari mulutnya
"Sepertinya kau sudah mencapai batasmu"
"Tentu saja…. Bukan"Souma menjawabnya dengan terjeda menahan sakit diperutnya dan tubuhnya
"Kalau begitu beristirahatlah dengan tenang!"Oven melapisi pukulannya dengan panas yang membara, suhu disekitar Oven meningkat dengan drastis akibat perubahan di tangan Oven"Tidak usah khawatir kau akan mati tanpa rasa sakit! Panas dipukulanku ini mencapai 2000 derajat celcius"
Swunng
Hinagiku Vs Cracker
Swush swush
Cracker menghindar dengan lincahnya setiap serangan Hinagiku yang akan mengenai tubuhnya, alasan ia tidak menangkis mudah saja, karena percuma saja, sabit itu akan melewatinya begitu saja, lagipula kemampuan sabit itu jadi aneh sejak Hinagiku mengucapkan Evolyed, Sakura no Mai, kemampuan sabit itu bisa mengendalikan apa yang terjadi disekitarnya dengan bebas menurut Cracker
Trannkss
Hinagiku menahan serangan pedang Cracker yang beberapa centi lagi akan mengenai wajahnya
"Sabit mengganggu dan wajah menjengkelkan! Akan kubuat kau merengek minta ampun"
"Lebih baik kau buktikan daripada bicara!"Hinagiku membalas dengan datar perkataan Cracker yang menyebalkan
Wuh
Sabit Hinagiku mulai menembus pedang Cracker yang membuatnya mendecih kesal dan mundur'Sabit itu benar-benar merepotkan! Selain menembus kemampuannya untuk mengendalikan fungsi disekitarnya makin kuat saja, lebih baik kugunakan saja!'Cracker mengeluarkan pedang baru yang panjangnya Cuma 50 cm dan memiliki dua bilih, sama seperti pedang biasa hanya lebih pendek
"Memangnya apa yang akan berubah jika senjatamu bertambah?"
"Ohh angkuh sekali, kenapa kau tidak mencobanya saja dulu? Baru kau bisa komentar"Hinagiku mengacuhkan perkataan Cracker dan segera saja melesat dengan sabit yang mengincar lehernya
Trank
Hinagiku membulatkan matanya melihat Cracker bisa menahan serangannya, sabitnya tidak menembus pedang pendek itu, hanya tertahan, Cracker yang melihat ekspresi terkejut Hinagiku menyeringai, lalu ia langsung menyerepet bawah tangan Hinagiku dengan cepat, darah mengalir deras dari pergelangan tangan Hinagiku, ia segera saja mundur dengan merobek pakaiannya dan membungkus pergelangan tangannya yang terluka dengan sobekkan baju itu
"Urat nadimu sudah aku potong, ini memang sangat disayangkan jika aku tidak bisa mencicipimu, tapi kau ini sangat berbahaya!"
"Hehhh pria yang Cuma bisa ngomong, dan berlaku licik tidak pantas berkata padaku seperti itu"
"Semakin kau bicara, semakin darahmu akan merembes keluar! Untuk bisa menolongmu sekarang ini dibutuhkan dokter dengan pengetahuan tertinggi atau dokter yang memiliki kemampuan menyembuhkan dan teknologi tinggi yang mendukungnya"Cracker melihat wajah pucat Hinagiku dengan menyeringai
'Pandanganku semakin kabur, dan tubuhku semakin lemas! Ahh ini menyebalkan sekali kalah dari orang sepertinya'Hinagiku membatin dengan wajah yang memandang langit, raut wajahnya terlihat putus asa
Shhss
Pergelangan kiri Hinagiku membeku, yang kanan juga membeku
"Jangan mengatakan sesuatu yang tidak ingin kudengar Hinagiku!"Toushirou berkata dengan datar pada Hinagiku yang melihat Toushirou dengan tersenyum, Hinagiku tahu jika Toushirou marah karena kecerobohannya dan sifatnya yang terlalu angkuh kali ini
"Oya-oya, jadi ada pendatang baru! Jika kau ada disini, berarti Fruts-chan sudah dikalahkan! Ya ampun dia itu tidak bisa diharapkan"
"Bajingan yang bahkan tidak menghargai temannya sendiri! Jangan kau pikir aku akan membiarkanmu lolos setelah kau melukai istriku!"
"Ohh jadi dia itu istrimu! Sepertinya akan menarik melihat raut wajahnya ketika kau berada diambang sekarat"
"Bajingan"Hawa dingin menyeruak dari tubuh Toushirou, itu membuktikan jika saat ini ia sedang sangat marah akan perkataan Cracker tadi
Swuzzz
Padang es tercipta seketika, Toushirou melesat dengan cepat pada Cracker yang melihatnya dengan menyeringai
Trank suzz
Pedang Toushirou dan Cracker beradu, pedang yang dipegang oleh Cracker mulai membeku, tapi bukannya terkejut atau apa, Cracker malah menyeringai
Srash
Lengan kiri atas Toushirou tertebas yang membuatnya tidak bisa menggerakan lengan kirinya untuk sementara karena saraf yang menyambungkan perintah otak dengan lengannya terputus
"Kau terlalu tersulut emosi! Tidak kusangka kru O'noshi tidak sehebat yang kubayangkan"Cracker yang melihat Toushirou yang masih berdiri dengan memegang pedangnya menggunakan tangannya yang masih bisa ia gunakan"Tapi sepertinya kau sudah mengaktifkan Evolyed sama dengan wanita disana itu, daritadi bukan?! Karena itu kau bisa membekukan wilayah dengan area cukup luas seperti Aokiji, tapi aku tahu kelemahan dan kelebihan pedang Kurashha setelah bertarung dengan wanita itu"
"Memangnya kenapa, kau pikir bisa mengalahkanku hanya dengan mengetahuinya?!"
"Jika tidak, aku tidak akan berkata demikian"
"Majulah para ksatriaku"Cracker membuat prajurit biscuit puluhan, sekitar 30-an
Trank Trink
Toushirou menghadapi ksatria Cracker dengan mendecih kesal karena walau dibekukan ksatria biscuit itu tidak berhenti
"Percuma saja! Kau tidak akan bisa menghentikan prajurit biskuitku hanya dengan membekukannya! Lagipula kau tahu bukan biscuit akan semakin enak dan keras saat dingin"Toushirou hanya mendecih kesal mendengar perkataan Cracker tadi
Toushirou membekukan secara total ksatria biscuit milik Cracker
"Hmm, kalau dibekukan total, ksatria biscuitku juga tidak akan bisa bergerak! Kalau dilihat-lihat lagi sepertinya kelompok O'noshi adalah sekumpulan orang yang suka membuat kemampuan orang tidak berguna"
"Bicaralah sesukamu"Toushirou menatap Cracker dengan datar
Trank trink
Toushirou dan Cracker beradu pedang dengan cepat, mereka berdua nampaknya tidak ingin mengunakan trik licik, karena hanya menggunakan pedang untuk menyerang'Kenapa aku tidak bisa membekukannya?! Walau dia mengetahui kelemahan pedang Kurashha itu bukan berarti ia bisa mengantisipasinya dengan cepat! Satu-satunya orang yang bisa melakukannya dipikiranku hanyalah Senchou'Toushirou menyerang dengan membabi buta pada Cracker yang tidak terluka oleh serangan Toushirou
"Ini membosankan, kru O'noshi terlalu bergantung pada pedang Kurashha sampai ia tidak bisa melukaiku"Cracker berkata dengan bosan melihat Toushirou yang memandangnya benci dan marah
"Hm meremehkanku sekali! Memangnya kau pikir aku tidak bisa mengalahkanmu?"
"Memangnya kau kau pikir aku tidak bisa melakukannya?!"Toushirou membulatkan matanya mendengar suara Cracker dibelakang yang berarti Cracker sudah ada dibelakangnya
Srash
Tap tap
Toushirou mundur beberapa langkah dengan memegangi lehernya yang mengeluarkan darah akibat tebasan Cracker
"Apa kalian ingin tahu, mengapa kalian bisa kalah dariku?"Cracker melihat Hinagiku yang sangat pucat dan Toushirou yang juga mulai pucat"Alasannya mudah, itu karena kalian terlalu bergantung pada pedang Kurashha, jika saja kalian mengandalkan kemampuan murni kalian, mungkin itu tidak akan mempersempit jalur pikiran kalian, didalam kepala kalian pasti berpikiran bisa mengalahkanku tanpa menggunakan trik karena memiliki pedang yang memiliki kekuatan hebat, kalian salah besar kekuatan bisa dikalahkan dengan pengetahuan! Seberapa besarpun kekuatan itu, seperti halnya O'noshi jika kau memiliki pengetahuan tentangnya kau akan bisa mengalahkannya! Dan kami memiliki semua informasi tentangnya, kau pikir kami hanya bersantai dan tidak mengumpulkan informasi tentangnya, naif sekali"Toushirou dan Hinagiku membulatkan matanya, jadi sejak awal kelompok bajak laut Big Mom memang sudah menargetkan bajak laut bulan merah sejak awal
"Begitu, jadi kau bisa mengalahkanku! Jadi apa kau bisa melakukannya sekarang?"Menma berada dihadapan Cracker dengan tersenyum pada Cracker yang tubuhnya bergetar dan berkeringat dingin'Aura apa yang kurasakan ini? Apa ini keinginan membunuh? Tidak ini berasal dari pedang merah itu yang terus mengeluarkan hawa membunuh yang sangat mengerikan'Cracker segera saja menghalangi serangan O'noshi yang menuju perutnya
Brunggs Dhuar
Cracker melesat dengan cepat setelah menahan serangan O'noshi yang sangat kuat, tubuhnya terbenam didalam batu dengan dalam dan kuat, tanah yang menjadi jalur terpentalnya pun hancur
"Yo apa kalian baik-baik saja? Aku kesini karena melihat kalian ma-"
Crash Truungg DHuar
Lengan kanan Menma terpotong oleh Big Mom yang tiba-tiba muncul, namun serangan Big Mom ditahan oleh haki Menma saat akan mengenai dadanya dan membuat Menma terpental seperti Cracker
"Kau pikir bisa kabur dariku O'noshi?!"Toushirou dan juga Hinagiku berkeringat dingin melihat Big Mom yang berada dihadapan mereka intensitas membunuh yang sangat kuat, sampai tubuh mereka bergetar dan tidak mau bergerak"Cih jadi dia kesini hanya untuk menyelamatkan kalian"Big Mom melihat Toushirou dan Hinagiku dengan tajam
Buagh Truuunng Blaar
Big Mom terpental oleh pukulan kuat yang menghantamnya
"Inilah akibat jika aku menghapus reflekku tapi tak apalah"Menma mengambil lengan kanannya dan menyambungkannya, dan anehnya kembali seperti sedia kala, seperti tangan itu tidak pernah terpotong"Kalian berdua pergilah dari sini, sebelum kalian terkena imbas!"
"Yeah, memang itu niat kami"Toushirou membopong Hinagiku menjauh dari tempat Menma
"Ne Toushirou apa menurutmu Senchou bisa menang?"
"Kenapa kau berpikir demikian?"
"Karena kita baru saja kalah! Dan itu membuatku frustasi dan kalah"
"Kalah dan frustasi merupakan hal yang wajar, jadi jangan kamu menganggapnya tidak berharga"
"Aku tidak bertanya tentang itu! Jawab saja pertanyaanku!"
"Jika pertarungan kesintingan tidak ada orang yang bisa mengalahkan Senchou"
"Apa kau ingin mengatakan jika Senchou itu tidak waras?"
"Memangnya apa lagi? Dia menentang Tuhan di Istana suci membuat ku berpikir apa dia ini waras atau tidak? Aku sangat terkejut saat itu, apa kau tidak tahu?"
"Yeah, Senchou memang sangat berani"
"Bukan berani tapi sangat angkuh!"
Serin Vs Bavarin
Trank
Serin memunculkan berbagai senjata dari tanah yang terbuat dari perak dengan cepat pada Bavarin yang menghindari dan beberapa kali menangkisnya
"Awakening, tingkat yang menyebalkan"Bavarin berlari dengan menghindari serangan Serin yang terus datang menghampirinya
Byut
Serin melompat menghindari selai yang akan menangkapnya
"Kau juga sudah mencapai Awakening! Ini tidak akan mudah"Serin melihat selai yang rupanya muncul dari tanah yang ia pijak
Trink
Serin menghalangi jalur kapak Bavarin yang akan mengenai wajahnya, tapi Bavarin malah menyeringai, Serin melihatnya dengan bingung, tapi kebingugannnya langsung terbayar dengan tombak perak yang ia buat perlahan mulai berubah menjadi selai
Buagh
Serin menendang perut Bavarin yang ditahan menggunakan haki dan mundur melihat Bavarin serius
"Kau bisa menggunakan Awakening dengan kapak sebagai perantara! Ini jarang sekali, biasanya untuk menggunakan awakening perantaranya adalah tubuh asli"
"Selalu ada pengecualian nona kecil, apa kau tidak mengetahui hal sekecil itu?"
"Heh kau bicara seperti Senchou saja, menyebalkan!"Serin mengangkat tangannya keatas
"Spear Rain"ratusan tombak jatuh dari langit seperti rintik-rintik hujan yang akan mengani tanah
"Accommodatting"Selai-selai yang berkumpul dan membentuk ember besar, tombak-tombak itu masuk kedalam ember itu dan melebur menjadi selai dan membuatnya makin kokoh
"Cih rupanya dia memang bisa menggunakan awakening tanpa perantara tubuh asli! Dia seperti Senchou saja"
Dhuak
Serin terpental menerima serangan langsung diulu hatinya, ia lengah akibat melihat teknik Bavarin tadi
"Ahh ini menjengkelkan, sepertinya aku harus menggunakan trik licik agar bisa menang"Serin melihat keatas dengan wajah kesal
Trank
Bavarin menggunakan kapaknya untuk menghalangi tusukan Serin yang menuju dahinya, tapi tidak berhenti sampai disitu serangan Serin juga terus berlanjut dimulai dengan munculnya senjata disekeliling mereka yang menyerang Bavarin secara brutal, namun selai Bavarin mengahlangi sehingga senjata perak itu tidak mengenai Bavarin yang wajahnya sangat serius
Buagh
Serin terpental terkena pukulan Bavarin yang tepat mengenai perutnya
Srash Trug
Bavarin menjatuhkan kapaknya dengan lengan kananya berdarah
Crash
Bavarin memutus lengan kanannya dengan ringan, seolah bukan masalah besar
"Kemampuan yang mengerikan! Jadi kau juga bisa memasukan perakmu itu kedalam tubuh manusia dan membuatnya terkontaminasi"
"Yeah, Senchou sendiri yang mengajari cara menggunakan kekuatan buah iblis secara akurat dalam mengincar kemenangan, semua buah iblis bisa melakukannya tapi dibutuhkan latihan selama bertahun-tahun agar bisa melakukannya"
"Yah, kemampuan buah iblis hanya bisa dikeluarkan dengan perantara tubuh asli pemiliknya, dan kau menyalurkan dari tubuh aslimu, kedalam tombakmu lalu masuk kedalam kapakku kemudian menyusup kedalam tubuhku, semua itu dibutuhkan latihan keras yang tidak bisa kau lakukan dalam 1 atau 2 bulan"
"Hanya orang sempurna atau jenius yang bisa melakukannya dalam 1 atau 2 bulan"
"Sependapat"
"Kamu juga pasti menyadarinya bukan, jika kamu sudah kalah"
"Menjengkelkan tapi yang kau katakan tadi memang benar, aku yang kalah, perak memang bagus untuk pengobatan namun jika digunakan dalam overdosis akan menimbulkan efek samping yang tidak terduga"Bavarin berucap dengan mata yang mulai menutup dan terjatuh tubuhnya ke tanah"Bunuh aku"itulah ucapannya saat ia terbaring
"Jangan bicara bodoh, aku sekarang ini tidak memiliki tenaga lagi untuk bergerak, apalagi untuk membunuhmu"
"Hahahahahaha sepertinya teknik yang kau gunakan tadi menguras konsentrasi dan staminamu pada saat yang bersamaan"
"Memang menjengkelkan sekali"Serin mulai duduk dengan ekspresi yang sangat lelah diwajahnya
Shunsui Vs Perospero
"BRENGSEK BRENGSEK BRENGSEK BRENGSEK BRENGSEK BRENGSEK BRENGSEK BRENGSEK BRENGSEK BRENGSEK BRENGSEK BRENGSEK"Suara Perospero yang sangat kesal menggema dengan kuat bersamaan saat ia menyerang Shunsui dengan permennya
"Percuma saja"Shunsui memotong semua serangan Perospero dengan kekuatan kegelapan pada pedangnya
"Pedang Kurashha sialan, ada apa dengan kekuatannya yang bisa menekan kekuatanku yang membuatnya terlihat sangat tidak berdaya?!"Wajah Perospero dipenuhi dengan kemarahan yang sangat mendalam pada Shunsui yang melihatnya dengan pandangan merendahkan pada dirinya yang seolah bukan apa-apa baginya
Shunsui yang melihat Perospero dalam keadaan marah, berlari memperpendek jarak dirinya dengan Perospero dan menyerangnya, Perospero tidak menangkisnya ia menghindarinya, jika ia menangkisnya kutukan dari pedangnya akan menjalar pada dirinya lagi, karena itu ia terus menghindari serangan-serangan Shunsui yang menuju dirinya
Dhuak
Shunsui terdorong kebelakang oleh tendangan Perospero yang tidak terduga
"Beban kekuatan pedang ini sangatlah hebat, sampai gerakanku benar-benar menjadi lambat karena tidak bisa menghindari tendangannya"Shunsui berkeluh kesah dengan wajah yang lelah'Kecepatannya menurun dan kekuatannya meningkat pesat, tapi ini sama sekali tidak menguntungkanku, kekuatan dari pedang sialan itu bisa menekan kekuatanku yang membuatnya menjadi permen biasa'Perospero berpikir keras menganalisa celah Shunsui yang terdapat pada kecepatannya yang menurun drastic
"Kita berdua sama-sama telah mencapai batas"Shunsui membuka percakapan dengan wajah santainya melihat Perospero
"Heh jika saja kau tidak mempunyai kekuatan dari pedang Kurashha itu! Kau tidak akan bisa melawanku"
"Ahahaha kau benar sekali, namun dalam pertarungan bajak laut yang ada hanya pertarungan sampai mati, jika kau mengeluh tentang itu kau tidak pantas menjadi bajak laut"
"Diamlah kau bocah sialan"Perospero berlari pada Shunsui dengan kekesalan yang memuncak dikepalanya
Tuk
"Jujur saja, kemampuan terakhir dari pedang Kurashha ini hanya bisa kugunakan sehari sekali, selain menguras banyak stamina, Evolyed milikku ini mengambil hidupku sedikit demi sedikit, tapi kurasa informasi itu tidak berguna untuk orang yang sudah mati ya"Shunsui melihat kepala Perospero yang baru saja terputus olehnya
Kensei Vs Rices
Blar Blar Blar
Ledakan menggema dengan keras didaerah pertarungan mereka, Kensei berlari dengan kuat dengan armor yang menyelimuti kedua tangannya beserta punggungnya, kemudian ia menghantamkan pukulannya pada Rices yang melompat menghindari pukulan Kensei yang sedikit lagi akan mengenai dirinya
Blaar
"Sialan, daritadi kau terus saja menghindari seranganku, kau ini niat bertarung tidak sih!"Kensei melihat wajah Rices yang tenang dengan kesal karena terus menghindari serangannya tanpa membalas balik
"Sebenarnya tadi itu niat, tapi baru saja aku mendengar sesuatu yang mengejutkan jadi aku berniat untuk pergi dan menunda pertarungan kita"
"Ahh Jangan bercanda kau sialan! Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi begitu saja"
"Bagaimana jika kita mencobanya saja?!"Rices mengangkat tangannya keatas, seketika tanah yang berada disekitarnya berubah menjadi gandum yang mengangkat keatas dan berwarna hitam dan mengecil menjadi setipis dan sekecil jarum
"Wheat break off hope"
Truuuunnnggg
Suara yang berdengung dengan ribuan atau puluhan ribu jarum gandum yang langsung menuju Kensei, Kensei membuka kuda-kudanya dan memukul udara, namun tenaga dari ledakan Evolyed-nya belumlah cukup untuk menyapu bersih puluhan ribu jarum gandum hitam yang melesat padanya, hasilnya ia terkena serangan itu secara telak dengan pertahanan yang tidak terlalu berarti
"Guha"Darah mengalir keluar dari seluruh tubuhnya, jarum hitam memenuhi tubuhnya, tubuh Kensei mulai menghitam akibat jarum itu, darahnya juga ikut menghitam walau sudah keluar dari tubuhnya
"Ohh padahal kupikir serangan ini tidak cukup untuk membunuhnya, sepertinya aku terlalu menilai tinggi dirinya! Tapi walau kubiarkan dia pasti akan mati, walau Pendekar pedang Darah itu tidak akan bisa menyembuhkannya, walaupun bisa ia akan menerima kecacatan yang akan ia ingat"Rices melihat Kensei yang ditusuk oleh ratusan jarum beserta jarum hitam yang mengelilinginya yang berjumlah ribuan, seperti padang Bunga yang layu
"Gandum beracun yang sangat menakutkan Kak Rices"
"Berhenti berkata tidak jelas dan jelaskan mengapa kau bisa selamat, dan juga yang lain Bruule?"Rices melihat pecahan cermin ditangannya dengan setengah terbuka
"Sejujurnya tadi itu sangat gawat sekali, jika saja aku tidak melihat apa yang dilakukan O'noshi dari balik cermin, kami semua pasti sudah tama-"
"Jangan berbasa-basi, langsung saja keintinya!"
"Yah intinya aku membuat cermin besar dan memasukan sebanyak yang kubisa, yah mungkin Mont'or pasti hidup disuatu tempat menggunakan bukunya sebagai perisai, dan juga para menteri juga pasti sama tapi ini aneh sekali kakak"
"Apanya yang aneh?"
"Aku tidak merasakan adanya Mugiwara beserta Kak Katakuri didalam dunia cermin, aku yakin jika mereka berdua seharusnya ada dalam dunia cermin"
"Apa kau ingin mengatakan jika mereka telah keluar dari dunia cermin? Tapi jika mereka melakukannya pasti mereka sudah mati seharusnya bukan"
"Kalau soal itu, aku kurang tahu kak, mereka berdua tidak mungkin mati semudah itu"
"Hmm perkataanmu ada benarnya juga! Bruule beritahu lokasimu, aku akan pergi kesana, dengan orang-orang yang ada disini!"
"Apa mama juga akan ikut?"
"Tidak, ia tidak akan mendengarkanku! Jadi mustahil untuk memintanya mundur"
"Kakak benar juga, tapi kekalahan Mama berarti kehancuran bajak laut Big Mom!"
"Tenang saja, memang Mama mungkin saja bisa kalah tapi aku sudah menyiapkan rencana jika itu terjadi, dan juga aku menemukan sesuatu yang menarik"Senyuman menghiasi wajah Rices melihat Menma dan Big Mom yang bertarung ditempat lain yang jaraknya jauh sekali dari dirinya
"Apa itu kakak?"
"O'noshi benar-benar telah melemah"
"Kakak apa kau ini korban masa-kah, melihatnya sendiri pasti kakak sudah menyadarinya bukan jika itu hanya rumor semata"
"Tidak, itu benar Bruule, jika memang O'noshi tidak melemah, seharusnya ia bisa menggunakan serangan yang ia gunakan pada Shirohige 2 tahun lalu, kau tahu betapa hebatnya serangan ia gunakan waktu itu bukan"
"Yeah, bahkan sampai memotong Red Line"
"Dan sekarang O'noshi tidak bisa menggunakan serangan itu, pasti ada penyebabnya, dan juga ia tidak mempedulikan siapapun jadi tidak ada alasan baginya untuk menahan diri, apalagi lawannya Yonkou, jika ia menahan diri, yang ada ia hanya akan cari mati"Bruule menyeringai dari balik cermin"Lalu apa kau ingin membawanya?"
"Acha aku sudah ketahuan, kenbonshoku milikmu sensitive sekali ya"Yoruichi berkata dengan tersenyum walau wajahnya berkeringat melihat Rices
"Begitulah, tapi tenang saja aku tidak akan mengejarmu, kau boleh membawanya, lagipula jika kau menolongnya ia hanya akan cacat seumur hidup, entah kecacatan apa aku tidak tahu, tapi apa kau yakin ingin menyelamatkan hidupnya?"
"Ucapanmu sama seperti Senchou, terkadang mati lebih baik, tapi terkadang juga hidup juga lebih baik"
"Jika ada normal pasti ada tidak normal, jika ada hidup pasti ada mati, setiap sifat dan yang ada didunia ini memiliki kebalikannya, jika tidak pasti ada yang tidak bisa dikendalikan"
"Benar-benar mirip Senchou, kalau begitu aku pergi dulu!"Yorucihi menghilang bersama dengan Kensei yang ia gendong
Jimbei Vs Meylo
Crak Crak
Jimbei berlari menghindari anak panah yang mengincar dirinya, Jimbei tidak menyerang balik karena cepatnya rentetan anak panah yang datang beserta keakuratan tembakan Meylo yang hampir mengenainya jika ia tidak menghindari'Ia lawan yang merepotkan, bisa bertarung jarak dekat, tengah dan jauh, mengetahui kelemahannya pasti akan sulit'
"Uchimizu"
Srett
Meylo memalingkan wajahnya menghindari Uchimizu yang akan mengenai wajahnya
Trap
Jimbei menangkap pedang yang akan memotong wajahnya jika ia tidak menangkapnya pasti wajahnya sudah terbelah dua oleh Meylo, namun serangan Meylo tidak berhenti sampai disana, ayunan kaki kiri yang mengincar pinggang Jimbei mengenai telak, yang membuat Jimbei terseret karena kuatnya tendangan Meylo
'Benar-benar lawan yang cepat dan kuat, bagaimana caraku mengalahkannya? Kelemahannya juga tidak kuketemukan'Jimbei membuka kuda-kudanya dengan melihat Meylo tajam
Tap
Suara orang yang mendarat terdengar jelas oleh telinga Jimbei dan Meylo, yang mengalihkan perhatian mereka pada orang yang datang itu
"Apa kau kesulitan melawannya Kaikyou no Jimbei?"Orang dengan rambut merah dan tanda 66 di bajunya kacamata yang menghiasi wajahnya menambah kesan keren padanya a.k.a Ichiji
"Germa 66, tidak kusangka kalian datang kesini!"
"Hanya kebetulan saja, dan juga aku kemari untuk membalas apa yang telah dilakukan bajak laut Big Mom pada kami saat pesta pernikahan tadi!"Ichiji membalas perkataan Jimbei dengan datar seolah bukan hal besar ia datang kesini
Truk
Ichiji mengangkat tangannya menangkap pedang Meylo yang akan mengenai lehernya
Brusshhh
Api membakar pedang itu hingga meleleh, mau tidak mau Meylo melepaskan pegangan pada pedangnya dan mundur beberapa meter dari mereka
'Apa itu perlengkapan bertarung kostum Germa yang dirancang khusus?'Meylo melihat tangan Ichiji yang melelehkan pedangnya dengan intens
"Menyedihkan sekali Kaikyou, kau disudutkan oleh musuh lemah"
"Bocah jaman sekarang, memang sombong sekali berkata seperti itu, kau bahkan belum mencoba melawannya"
"Tanpa melawannya pun aku sudah mengetahuinya, ia mungkin memiliki teknik-teknik hebat namun kekuatannya itu sangat berada dibawah, kecuali kecepatannya yang berada diatas"
"Bisa menganalisa secepat itu hanya dengan melihat 1 kali bagaimana aku menyerang, mengagumkan sekali manusia super dari Germa itu, tapi apa kau tidak berpikir jika kau terlalu cepat menyimpulkan?"Meylo melihat Ichiji yang memandangnya dengan datar
"Kalau begitu, kita lihat apa kau bisa mematahkan pandanganku terhadapmu?!"Ichiji berlari menuju Meylo yang hanya berjarak 6 meter darinya
Trak
Meylo menahan pukulan Ichiji dengan busurnya dengan memiringkannya membuat pukulan Ichiji berbelok arah
Blush
Meylo menundukan tubuhnya kebelakang menghindari serangan Uchimizu Jimbei yang tiba-tiba
Bruusshhh
Api menguar dari pergelangan Ichiji yang membuat Meylo berguling-guling untuk menghindari, namun ia masih terkena api Ichiji walau tidak fatal
"Sepertinya teoriku tentangmu benar!"Ichiji tersenyum melihat Meylo yang tangannya terbakar, raut wajah Meylo Nampak kesal melihat senyuman Ichiji yang seolah mengejeknya
"Sayang sekali, tapi kau sudah kalah"
Bleb Crash
"Cough"Tangan yang menembus jantung Meylo dari belakang membuat ia menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat siapa yang menyerangnya
"Kau terlambat Yonji!"Ichiji melipatkan kedua tangannya melihat Yonji membereskan Meylo
"Maaf, aku harus membantu ayah dulu untuk memperbaiki system kapal yang rusak karena menahan tembakan cahaya yang turun dari langit itu"
'Mereka menahan Uranus, seberapa hebat teknologi yang mereka punya!'Jimbei membulatkan matanya, terkejut mendengar perkataan Yonji tadi
"Kita pergi menemui O'noshi, seperti yang dikatakan Ayah"Ichiji berjalan menuju kapal O'noshi yang berada jauh dari semua pertempuran yang ada
Souma Vs Oven
Sekarang ini Souma ditolong oleh Reiju dan Niji, kondisi Oven lumayan parah tapi tidak separah Souma, namun tetap saja mereka membutuhkan pertolongan
"Hebat juga kau bocah, bisa membuatnya terluka separah itu!"Niji melihat Souma dengan tersenyum
"Umur kita berdua tidak terpaut jauh bukan Germa 66"Souma membalas dengan tenang walau ia tidak bergerak sama sekali namun ia masih bisa berbicara dengan lancer
"Hmm Germa 66, sepertinya laporan yang mengatakan kalian sudah mati itu palsu!"Oven melihat mereka bertiga dengan tajam
"Oven ini waktunya mundur"Tanah yang disamping Oven berubah menjadi gandum dan berwujud sebagai Rices
"Rices apa maksud perkataanmu itu?"
"Sudah jelas mundur, aku punya hal penting untuk kuberitahukan padamu, lagipula kondisimu sekarang ini sedang gawat bukan"
"Lalu kau pikir, kami akan membiarkan kalian pergi!"Reiju menghadang jalan keluar Oven dengan tersenyum
"Kenapa tidak kita lihat Germa?!"Rices tersenyum dan berubah menjadi sayap Oven lalu membawanya pergi kelangit, Reiju yang melihatnya tidak tinggal diam dan langsung melompat lalu mengayunkan kakinya untuk menjatuhkan Oven, namun kecepatan dari sayap itu melebihi Reiju yang membuatnya tidak mengenainya dan lolos
"Ahh dia lolos"Niji memegang kepalanya melihat Oven berhasil pergi
"Lalu apa yang kalian incar sekarang ini Germa 66? Tidak mungkin kalian menolongku hanya karena kebetulan"
"Hm benar sekali, kami ingin bertemu dengan O'noshi, tapi sepertinya ia masih bertarung dengan monster itu, lagipula apa-apaan dengan penampilan Big Mom itu, ia seperti kembali ke umur 20 tahunan saja"
"Memang, lalu apa yang kalian inginkan dengan bertemu O'noshi?"Souma melihat Niji dan Reiju dengan intens
"Itu bukanlah urusanmu, lagipula jika kami membunuhmu ada kemungkinan O'noshi juga akan membunuh kami, dan itu akan mengacaukan rencana kami, jadi kutolong saja dirimu!"Niji berkata dengan tersenyum pada Souma
"Niji, cepat bawa saja dia dan pergi dari sini!"
"Baik-baik Reiju"
Saele Vs Smootie
Trank
Saele dan Smootie masih bertarung dengan raut wajah yang tidak kelelahan malah wajah mereka berdua terlihat senang
"Akan kuhancurkan wajah manismu itu"Smootie berkata dengan raut wajah yang senang melihat Saele
"Hihi coba saja, tapi sebelum kau mengetahuinya mungkin saja kau sudah mati!"
Trink
Mereka berdua mundur menjaga jarak, namun beberapa saat kemudian mereka langsung berlari dan menyerang satu sama lain, serangan Smootie sangatlah merepotkan, karena jika ia menyentuh Saele, air didalam tubuh Saele akan keluar yang akan membuatnya lemas, sebaliknya jika Saele menyentuh Smootie tubuhnya akan kaku seperti kue dan hancur, Saele mundur beberapa meter merasakan sesuatu diatasnya
Dhaur Dhuar
Ledakan baru saja terjadi ditempat Saele tadi, jika ia tidak menghindarinya
"Sialan kau Rices menganggu saja pertarunganku!"Smootie melihat Rices yang terbang dengan sayap gandumnya, raut wajah kesal terpasang diwajah Smootie melihat Rices yang menganggu pertarungannya
"Ini bukan waktunya untuk kau bersenang-senang Smootie, aku punya sesuatu yang penting untuk kubicarakan, lagipula O'noshi bisa muncul kapan saja, dia itu sangat merepotkan! Cracker saja dikalahkan olehnya dengan seketika"
"Jika ini tidak penting, akan kubunuh kau Rices!"Smootie menurunkan pedangnya dan melihat Rices yang terbang
"Tenang saja, untuk apa aku menganggumu jika ini tidak benar-benar penting"
"Hmm jadi kau ingin melarikan diri, memalukan sekali!"
"Provokasi murahan, kau pikir provokasi seperti itu bisa mempan padaku"
"Yeah aku tahu itu, kalian mundur karena kalian tahu akan kalah, bukannya karena itu aku menyebut kalian memalukan"
"Sialan…"Smootie melihat wajah santai Saele dengan kesal dan amarah yang terpendam
"Smootie redakan amarahmu dan kita pergi dari sini!"
"Cih"Smootie melompat pada tumpangan Rices yang ia buat dari gandum
Kapal Sunny go and Red Moon
Pasukan Big Mom yang seharusnya sudah musnah karena serangan Uranus Big Mom bergeletakan disekitar kapal, Luffy juga sudah kembali dengan tubuh babak belur karena sudah melawan Katakuri
"Kenapa pasukan Big Mom masih hidup, bukannya mereka terkena serangan senjata kuno?"Nami melihat mereka dengan terkejut, heran dan bingung disaat yang bersamaan
"Mereka keluar dari Cermin yang berarti, ini pasti karena Bruule"Chopper melihat cermin-cermin dari kapal Red Moon yang baru saja mereka hancurkan
"Hmm, rupanya cermin dikapal kami hancur semua, tapi tak apalah, paling Yoruichi, Shiro dan Hinagiku yang mengeluh tentang hal ini"Retsu melihatnya dengan tersenyum, karena bukan hal besar untuk dikhawatirkan
"Jadi untuk itu ia menyerang kerajaan Aditeck"Shutara tersenyum melihat Menma dari kejauhan
"Memangnya untuk apa?"Robin melihat Shutara dengan intens
"Oh ya, memangnya untuk apa? Memang benar jika prajurit biasa dari kerajaan Aditeck itu dirumorkan sekuat kapten angkatan laut, tapi jumlah mereka tidak sebanyak angkatan laut, apa dia membunuh mereka semua karena takut, mereka bekerja sama dengan angkatan laut dan mengalahkannya!"Franky mengutarakan pendapatnya setuju dengan Robin
"Luffy apa kau baik-baik saja? Kau terluka parah begini"Hancock merebahkan kepala Luffy dipangkuannya agar ia bisa beristirahat
"SIALAN KAU LUFFY, KENAPA HANYA KAU YANG MENDAPATKAN PANGKUAN?!"Sanji mengutuk Luffy dengan menangis iri melihat Luffy yang tidur dipangkuan Hancock
"OHOHOHOHO SANJI-SAN AKU MENGERTI PERASAANMU, AKU SANGAT MENGERTIIIII!"Brook juga menangis melihat Luffy yang enak sekali tidur dipangkuan Hancock
"Saudara kau sangat mengerti akan perasaanku!"
"Tentu saja saudara-san"
"WOOOUUUU"Mereka berdua menangis dengan berpelukan tidak mempedulikan sekitar mereka
"Yah apa kalian mau mendengar jawabannya?"Erina, Robin, Franky, Retsu, Hinagiku, Toushiro, Shiro, Rojurou, Naruto, dan Shunsui mengangguk"Singkatnya itu untuk menyerap kebencian dan dendam dari orang yang dibunuhnya, pedang Kurashha merupakan cerminan dari jiwa seseorang namu-"
"Tunggu cerminan jiwa, apa maksudnya itu?"Robin menyela dengan pertanyaannya tenga cerminan jiwa yang dibicarakan Shutara tadi
"Mudahnya, pedang Kurashha mencerminkan kekuatan yang ada pada dalam diri seseorang, tapi yang bisa melakukannya hanya pedang Kurashha, tapi berbeda dengan milik kami, milik Senchou adalah milik Kurosaki Ichigo, pendiri dan merupakan orang pertama dari Kurosaki D, jadi pasti ia tidak bisa menggunakannya dengan benar karena berbeda pemilik, karena itu ia memodifikasinya agar cocok dengannya"
"Hmm tidak kusangka, ternyata karena hal itu pedang Kurashha sulit dibuat, karena pedang itu akan mencerminkan kekuatan yang ada pada dalam diri seseorang itu sendiri!"
"Begitulah, dan untuk memodifikasi pedang Kurashha itu, Senchou membantai 200.000 pasukan agar kebencian dan dendam meresap kedalam pedangnya, sehingga merubah seluruh kekuatan pada pedang itu"
"Apa hal itu mungkin dilakukan?"Hinagiku berkata dengan tidak percaya
"Mengapa kau berkata demikian Fujisaki-san?"Robin melihat Hinagiku dengan bingung karena tidak tahu akan hal ini
"Karena pedang Kurashha itu memiliki jiwanya sendiri, mereka juga bagaikan manusia dan teman yang selalu mendukung"
"Hmm, pemikiran yang naif tapi yah lumayan bagus juga, tadi kau bilang bagaikan manusia dan teman, karena hal itulah makanya mungkin dilakukan, manusia dan teman itu bisa berubah atau dirubah jika ada sesuatu, sepertinya benci pada sesuatu, dan itulah yang Senchou manfaatkan untuk memodifikasi tidak atau lebih tepatnya mengubah pedang Kurashha itu menjadi miliknya sendiri"
"Tapi, jika mengorbankan 200.000 orang hanya untuk kepentingannya sendiri dia benar-benar egois, serakah dan juga rakus, dan juga mirip sekali tidak atau lebih tepat jika disebut iblis, mengorbankan 200.000 orang tanpa pandang bulu dan belas kasih"Franky berkata dengan tersenyum walau matanya bergurat karena marah
"Fufufufu memang seperti itulah dia, kehidupan seperti halnya debu baginya, ia menyingkirkannya dengan begitu mudahnya tidak peduli dengan apa yang akan terjadi? Dan juga dia itu benar-benar asli seorang iblis walau lebih tepat setengah iblis jika dilihat dari rasnya"
"Erina-chan, jika kau terus menganggapnya sebagai ayahmu, kau akan terus dicemooh dan dikucilkan"Souma melihat Erina yang menatapnya tajam
"Mengapa kau berkata demikian Souma-kun? Bukannya sudah kubilang aku akan tetap mengakuinya sebagai ayahku, karena Okaa-sama juga bilang begitu!"
"Kalau begitu kenapa kau mengikuti keinginan Ibumu itu? Kau bisa memilih keinginanmu sendiri tanpa dicampuri oleh orang lain bukan"
"Kalau begitu ini adalah keinginanku! Jadi ada lagi yang ingin kau bantah?"Erina menatap Souma dengan kesal dan marah, begitu juga Souma menatap dengan sama pada Erina
"Maksud Souma itu baik, Erina-san jadi mengapa engkau tidak mau mendengarkan dan membalasnya dengan baik-baik"Naruto melerai mereka yang masih berdebat dengan sengit
"Paman tolong jangan ikut campur, walau maksud Souma-kun baik aku tidak suka jika ia menyuruhku untuk tidak menganggapnya ayahku"
"Aku juga setuju denganmu, tapi sepertinya Menma-nii setuju dengan Souma, Erina-san"
"Aku tahu jika Otou-sama sering memintaku untuk tidak menganggapnya, tapi aku akan tetap kukuh pada pendirianku"Erina masih membalas dengan tegasnya
"Yeah, aku sering mendengarnya, tapi apa kau tidak berpikir itu aneh? Mengapa ia terus memintamu untuk tidak menganggapnya sebagai ayah, padahal itu adalah hal yang sangat diinginkan oleh seluruh lelaki sejati yang waras?!"
"Bukannya untuk memberiku kebebasan"
"Kurasa ada alasan yang lebih mendasari daripada itu"Mereka semua memperhatikan percakapan Naruto dengan Erina yang lumayan berjalan cukup baik
"Hmm, sudah kubilang dia itu setengah iblis, jadi pasti ia tidak ingin kau tidak dianggap iblis oleh siapapun, makanya ia memintamu untuk tidak memanggilnya ayah bukan"
"Bukankah itu Cuma panggilannya"Erina membalas dengan heran
"Tidak, dia benar-benar setengah iblis, orang yang bisa menggunakan kekuatan kegelapan dari buah iblis secara alami hanya seorang iblis, pengecualian untuk Kurohige yang memang kekuatannya kegelapan, milik Senchou itu tidak memiliki satu unsurpun kekuatan kegelapan, dan juga mungkin kau tidak tahu tapi orang yang menewaskan seluruh keluarga ibumu itu adalah iblis tulen"
"Tunggu dulu, apa kau ingin bilang jika apa yang dikatakan O'noshi waktu di Dressrossa tentang bertarung dengan iblis itu benar"Souma berkata dengan serius mengenai keadaan hal ini
"Ahahaha ini benar-benar lucu, dia sangat tidak dipercaya padahal dia itu jarang sekali berbohong, orang bilang jika kau terlalu sering berbohong kau tidak akan dipercaya, nampaknya Senchou menjadi suka berbohong ya"
"Jawablah pertanyaanku tadi!"
"Yeah, benar kok aku melihatnya sendiri, ia bertarung dengan iblis itu sampai memporak-porandakan seluruh kerajaan, jadi bisa dibilang akibat kehancuran kerajaan Dynekkerin adalah Menma sendiri karena musuhnya datang kesana untuk membalas sesuatu yang telah ia lakukan, walaupun aku tidak tahu apa yang telah dia lakukan sampai iblis asli marah padanya!"
"Karena dia itu Senchou jadi wajar"
"Benar sekali"Kru Menma berkata dengan setuju mengenai pendapat yang dilontarkan Shunsui tadi
"Ya ampun, krunya sendiri saja berkata begitu"Naruto sweatdrop melihat kru Menma yang berkata buruk tentang Menma
Menma Vs Big Mom
Blaarrr
Big Mom menahan tusukan Menma yang akan mengenai perutnya dengan perisainya, tapi ia juga tidak hanya bertahan ia juga mengayunkan pedangnya kearah Menma yang tidak memiliki perisai, namun Menma tidak hanya diam dan menerima serangannya ia menangkap pedangnya, darah mengalir dari lengan Menma dan juga benda putih yang juga keluar dari lengan Menma membuatnya mendecih dan mundur
'Pedang menjengkelkan, setiap kali aku menyentuhnya, pedang itu akan menghisap jiwaku'
"Soki Bureikazu"
Bruuungggg
Big Mom menggunakan perisainya untuk menghalau serangan Menma yang jaraknya lebar dan berskala besar
"Naif…"
"Way go to heaven"
Brarrrrr
Soki Bureikazu Menma disapu habis oleh serangan Big Mom, namun serangan Big Mom tidak mengenai Menma, hanya menghapus kekuatan serangan Menma saja
Srashhh
Big Mom terkena telak tusukan diwajahnya namun bukannya kesakitan Big Mom malah menyeringai kearah Menma, Menma membulatkan matanya melihat seringai Big Mom
Grep
Menma dicengkram oleh tangan Big Mom yang besar yang membuatnya tidak bisa bergerak, tangan Big Mom semakin erat menjepit Menma begitupula benda putih yang semakin banyak keluar dari tubuh Menma
"Seberapa banyak umur yang kau miliki O'noshi? Apa kau bisa bertahan dan menyerang balik atau mati karena kehabisan umurmu"Big Mom melihat Menma yang seperti tidak merasakan apa-apa, padahal ia sedang dicengkram dengan erat oleh Big Mom, dasar monster
"Hehh ucapan yang menyedihkan, kau pikir bisa membunuhku hanya dengan serangan seperti ini"
"Hahahaha seperti biasa kau sangatlah angkuh, padahal kau bilang pada teman-temanmu untuk tidak angkuh, tapi kau sendiri malah menyalahinya, bukan hal yang aneh jika kau tidak dipercaya!"
"Kalau begitu apa kau bisa menahan seranganku ini Big Mom?!"Menma berkata dengan datar dan raut wajah yang menyeringai
"Soki Bureikazu Version its break harmonization"
TRUUUUNNNNGGGGGG BLAAAAAAARRRRRRRRRRR
Ledakan besar yang membumbung kelangit yang berbentuk seperti pilar suci yang tidak boleh didekati, seluruh penumpang Sunny go melihatnya dengan serius, siapa yang akan menjadi pemenang? Menma dan Big Mom sama-sama terkena, jadi apa yang akan terjadi
BRAKKK
Suara benturan keras yang dekat dengan kapal mengalihkan perhatian mereka pada sumber suara yang merupakan Menma yang tergeletak dengan pakaian hawainya hilang sudah bentuk Evolyed-nya, namun ia masih tetap sadar
"Sialan kau Big Mom, padahal tadi hampir saja aku berhasil lolos tapi kau membalikan setengah dari seranganku padanya, ini benar-benar menjengkelkan!"Menma berdiri dengan tubuh yang terluka parah, manusia abnormal sekalipun tidak akan bisa bergerak jika tidak mempunyai kekuatan fisik yang sangat kuat'Tapi berkat seranganku tadi, kekuatanku atau Big Mom tidak bisa digunakan sekarang, dengan kata lain serangan penentuan'Menma berjalan dengan biasa pada Big Mom yang juga berjalan dengan biasa, mereka berdua sama-sama kehilangan wujud mereka yang tadi, mereka dalam kondisi normal yang tidak memungkinkan mereka untuk menyembuhkan diri seperti tadi
"Kau menghancurkan keselarasan kekuatanmu dan kekuatanku, yang membuat kita sama-sama tidak bisa menggunakan kekuatan, kau orang yang sangat nekat namun sangat ceroboh disaat yang bersamaan"
"Benarkah?! Aku yakin dengan kekuatan fisikku, jadi kenapa kau bisa berpikir aku tidak bisa menang melawan kekuatan fisikmu"Menma berlari pada Big Mom yang sama-sama berlari padanya
"Jounetsu Sanbyaku Bureikazu"
"cleaver heaven"
Srasshh
Mereka berdua sama-sama terkena serangan telak, serangan melintang tercetak dijelas ditubuh mereka
Truk
Menma menancapkan pedangnya ketanah menjaga tubuhnya agar tidak jatuh
Bruk
Big Mom roboh, ia terjatuh kebawah dan tidak berdiri lagi, tapi matanya sama sekali tidak menunjukan jika ia sedang tidak sadarkan diri, malah matanya memancarkan kekesalan dan amarah yang sangat jelas
"Perbedaan kondisi kita berdua adalah penentu pertarungan ini semenjak kita berdua tidak bisa menggunakan kekuatan kita, karena itulah kau tidak bisa bergerak, karena banyak staminamu yang telah terbuang untuk mengejar Luffy dan melakukan banyak hal sebelum aku datang kesini! Tapi aku juga sama-sama susah bergerak, menyedihkan sekali tubuh ini, gara-gara perasaan yang terus kupertahankan, aku tidak bisa menggunakan kekuatanku yang dulu"
"Lalu kenapa kau terus mempertahankan perasaan palsumu itu? Jika kau menjadi dirimu yang dulu lagi, kau bisa menggunakan kekuatanmu lagi!"Big Mom berkata dengan lancer tapi kesusahan sekalipun walau kondisinya masih parah tidak bisa bergerak
"Karena ini adalah mimpi, aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan dalam mimpi, dan saat aku terbangun nanti mungkin saja aku akan bangun ditempat semuanya akan berakhir, lalu perasaan milikku ini tidaklah palsu, hanya saja perasaan yang kumiliki hanyalah pecahan dari yang telah kubuang dulu"
"Hehh mendengarnya darimu, kau terdengar sangat menyedihkan sekarang O'noshi!"
"Begitulah"Menma menanggapi dengan tersenyum perkataan Big Mom
Sleb Crash Brasshhh
Jantung Menma tertusuk, perut Menma terbakar dan setengah dari lehernya tersobek
"Guha"Menma memuntahkan darah dari mulutnya, darah mengalir keluar dari kedua matanya dan juga telingannya
"Jadi kau mengumpulkan kami untuk menyerang O'noshi secara dadakan, agar kita bisa membunuhnya!"Smootie yang kabur dari pertarungan dengan Saele
"Monster itu tidak akan bisa dibunuh dengan cara adil, lagipula dia itu sangat licik, jadi kelicikan selalu dibalas dengan kelicikan bukan"Rices berkata dengan santainya mengenai hal ini
"Ini sangat mudah sekali, tidak kusangka ternyata ia selengah ini!"Oven berkata dengan curiga
"Kau seperti tidak percaya saja jika kita sudah membunuh O'no-"
"Hahahaha"Suara tawa mengagetkan mereka, kesiagaan mereka meningkat memeriksa sumber suara
"I…ini mustahil bukan, ia masih hidup tidak ia masih sadar dalam kondisi seperti itu"Rices melihat Menma yang berdiri tegap dengan melebarkan matanya tidak percaya dengan apa yang dia lihat
"Dia sudah bukan manusia lagi"Smootie berkata dengan wajah tersenyum dan tubuh yang berkeringat melihat Menma
"Kheh kondisimu kali ini sangat menyedihkan O'noshi namun disisi lain sangatlah mengerikan"
"Jajji, apa yang kau inginkan kesini? Kupikir aku sudah melenyapkanmu bersama seluruh Germa milikmu dengan Uranus"Menma melihat orang yang datang merupakan Jajji ayah dari Sanji
"Kau pikir bisa semudah itu melenyapkanku! Naif sekali dirimu"
"Smootie, Oven kita pergi dari sini"Rices berkata dengan tubuh yang dipenuhi keringat melihat Menma yang berbicara normal padahal kondisinya sangat tidak normal
"Aku yang akan membawa Mama, Oven kau urus selanjutnya"Smootie berlari kearah Big Mom yang tergeletak tidak bisa bergerak, lalu ia membesarkan tubuhnya agar bisa mengangkat Big Mom
"Heat Sun"Panas yang naik secara drastic membuat kondisi disini seperti digurun yang panasnya mungkin 100 kali lipat
"Kau pikir bisa menghadangku hanya dengan panas"Menma menatap tajam Oven yang menaikan suhu dilingkungan ini
"Rices"
"Yeah"
"Wheat disease last"
Gandum warna merah yang mengandung entah apa didalamnya yang akan menghantam apa yang dibawahnya, ribuan tidak puluhan ribu gandum merah yang mengapung dilangit mengarah pada Menma
"Walau kau masih bisa sadar dan menggunakan kekuatanmu, kau pasti tidak akan bisa menghindari seranganku ini dengan kondisimu yang sekarang bukan"
"Yeah"
"Kau menjawabnya"Jajji sweatdrop mendengar Menma membalas pertanyaan Rices dengan mudahnya
Bruungg
Gandum-gandum itu mulai jatuh kebawah seperti hujan, setiap gandum yang terun mengakibatkan tanah yang disentuh berubah menjadi merah
"Getsuga Tensho"Pedang Menma yang menancap memancarkan cahaya dengan intensitas yang kuat yang akan menghempaskan apapun yang berada disekitarnya
Sruuunnnggggg
Semua gandum itu disapu bersih dengan serangan Menma yang sebagai pusatnya, tentu saja Menma terkena serangannya sendiri karena ditancapkan ketanah yang otomatis ia juga akan terkena karena sangatlah dekat
"Kau menyerang dirimu sendiri untuk melindungimu, orang waras pasti tidak akan mengambil keputusan itu"Jajji tersenyum melihat apa yang dilakukan Menma tadi
"Cih, mereka kabur"Menma mendecih kesal melihat
"Wound Refusing"
Tubuh Menma kembali seperti keadaannya yang semula, namun wajahnya memutih seperti sangat kelelahan tapi matanya sama sekali tidak menunjukan demikian
"Kau bilang aku seperti orang sinting bukan Jajji!"
"Begitulah"
"Kheh kau pikir orang sinting dan orang waras, lebih sinting yang mana?"
"Jangan menanyakan pertanyaan yang sudah kau tahu jawabannya!"Jajji berkata dengan datar pada Menma yang tersenyum"Tubuhmu kembali seperti semula, tapi berbeda dengan yang didalam bukan, kau sangatlah kelelahan yang mungkin bisa roboh kapan saja"Jajji melihat Menma dengan menyeringai
"Kali ini kau benar-benar hampir saja mati Menma"Medaka muncul diantara mereka berdua dengan berkacak pinggang"Tapi tidak disangka juga pimpinan besar Germa 66 juga ada disini, ada angin apa yang membawamu kesini Pimpinan Germa-dono?"
"Seperti biasa kau sangat tidak bersahabat padaku Megami!"Jajji dan Medaka saling menatap dengan tajam
"Ma-ma kalian lebih baik kita bicarakan dengan baik-baik dikapal bukan itu akan lebih bagus!"Shutara yang tiba-tiba muncul juga tidak mendapat perhatian dari mereka
"Apa yang dikatakan Shutara ada benarnya juga? Medaka ayo kita kembali kekapal"Menma berjalan dengan Shutara yang meninggalkan mereka berdua
"Baiklah"Medaka mengikuti dari belakang mereka berdua
Skip Time 2 days
Kapal Red Moon
Menma memilih kembali ke kapalnya dan juga kapal Red Moon ataupun Sunny go diangkut ke laut oleh teknologi milik Franky yang membuatnya memungkinkan dilakukan, jadi sekarang ini mereka tengah berada dilaut berlayar, dan juga kapal besar milik Germa 66 berada dibelakang mereka lalu Kru Luffy juga ikut berkumpul dikapal Menma karena 3 kali lebih besar yang membuat mereka bisa mengadakan pesta besar-besaran
"Kondisi Kensei sangatlah buruk, kemungkinan besar ia selamat namun ia tidak akan bisa berjalan lagi untuk sekarang, besok ataupun seterusnya"Menma berkata pada Shiro yang menunggu didepan ruangan Retsu yang dimana Kensei dirawat oleh Retsu
Cklek
Pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan Retsu yang keluar
"Kamu sudah mendengarnya dari Senchou bukan Shiro, Kensei memang selamat tapi ia tidak akan bisa berjalan lagi"Retsu berkata dengan menutup matanya pada Shiro yang berjalan menuju tempat Kensei dirawat
"Apa kau yakin Retsu membolehkannya melihatnya?"
"Mengapa aku harus melarang seorang istri melihat keadaan suaminya? Dan juga diantara kami semua yang masih belum memiliki istri atau Suami Cuma, kau, Shutara-san, Rojurou-kun, Saele-san dan Medaka-san"
"Kau berkata seperti kami tidak laku"
"Memangnya aku berkata apalagi Senchou?"Retsu membalas dengan tersenyum, Menma hanya menghela nafas dan melangkah pergi menuju dek dimana pesta digelar disana, sesampainya mereka disana atmosfer antara Sanji dan Germa 66 benar-benar suram kecuali Luffy, Ussop, Chopper dan Franky yang masih bisa bersenang-senang serta kru Menma yang hadir
"Menma-san mengapa kau mengajak mereka semua kesini?!"Sanji melihat anggota inti Germa 66 dengan kesal
"Aku sengaja, karena sepertinya Jajji memiliki sesuatu yang menarik untuk dikatakan jadi aku mengundangnya kesini"
"Kalau dipikir-pikir lagi, sepertinya Senchou memiliki hubungan dengan Germa 66 bukan"Shunsui melihat Menma yang duduk dihadapan Jajji
"Iblis akan berhubungan dengan iblis, tapi sepertinya kalian tidak memiliki hubungan yang cukup kuat ya"
"Yeah, benar sekali yang kau katakan Jimbei, aku hanya bekerja sama dan bertransaksi saja dengan Jajji"
"Memangnya ada hubungan apa diantara kalian?"Robin bertanya dengan penasaran pada Menma
"Selalu ingin tahu urusan orang lain, sepertinya sifat Olivia benar-benar menurun padamu Nico Robin"
"Tentu saja kami ingin tahu, jika sesame iblis bekerja sama pasti ada hal yang sangat buruk sedang mereka kerjakan"Franky menimpali perkataan Menma sembari meneguk cola miliknya
"Hmm yang kau katakan benar sekali Franky-san! Karena aku dan Jajji bekerja sama untuk mewujudkan project yang kami usulkan bersama"
"Projek"Ussop, Sanji, Shunsui, Robin, Retsu berkata bersamaan mendengar kata projek
"Projek menghidupkan orang mati, itulah yang kami lakukan dulu!"Jajji melengkapi perkataan Menma agar mereka tidak banyak bertanya lagi, semua orang disana langsung diam, senyap tidak ada suara bahkan keriuhan pestapun berhenti mendengar perkataan Jajji tadi
"T..tunggu apa tadi aku salah dengar?"Ussop mengorek telinganya dengan tersenyum garing
"Tidak, kau yang kau dengar itu benar, kami berdua bekerja sama untuk menghidupkan orang mati"Menma menjawab pertanyaan Ussop yang membuatnya melebarkan matanya tidak percaya dengan perkataan Menma tadi
"MENMA-NII KAU BISA MENGHIDUPKAN ORANG MATI? KALAU BEGITU HIDUPKAN ACEEE! MENMA-NIII!"Luffy berteriak dengan keras dan wajahnya terlihat sangat serius
"Luffy dengarkan dulu, memang benar kami dulu pernah bekerja sama untuk menghidupkan orang mati namun projek itu gagal diwujudkan"
"Ahhh"Mereka semua bernafas dengan lega mendengarnya
"Puluhan kali kami selalu gagal, tapi waktu itu ada kejadian yang bisa membuat kami yakin jika menghidupkan orang mati itu bisa dilakukan dengan teknologi!"Perkataan Jajji kembali membuat suasana senyap
"Lalu apa yang meyakinkan kalian bisa melakukannya?"Shunsui bertanya dengan serius mengenai keadaan hal ini
"Karena kami pernah berhasil melakukannya, tapi itu hanya berlangsung selama beberapa menit, yang membuatnya kembali mati setelah itu"
"Ya ampun, kalian ini serius sekali mendengar kami bekerja sama untuk projek menghidupkan orang mati"Menma berkata dengan heran mengenai keadaan ini
"Senchou, kau ini bodoh atau apa? Tentu saja kami sangat serius Karena baru kali ini aku mendengar ada orang yang bisa menghidupkan orang mati"Juushirou berkata dengan kesal pada Menma yang santai akan keadaan kali ini
"Mau seserius apapun kalian itu tidak akan mengubah apapun disini"
"Dengan kata lain kedatangan Pimpinan Germa 66 kesini karena tahu apa yang kurang dalam penelitian mereka waktu itu dan akan mengajak O'noshi-san bekerja sama lagi bukan"Robin menyimpulkan apa yang sedang terjadi disini
"Begitulah, jadi mari kita langsung keintinya! O'noshi kau masih memiliki Diamond King Light bukan"
"Yeah, sedikit lagi karena kebanyakan sudah kuubah menjadi air yang kuberikan pada kru Luffy waktu itu"
"Kalau begitu aku membutuhkan benda itu, kau mengerti maksudku bukan"
"Kau ingin bicara jika Diamond King Light adalah komponen penting untuk mengikat orang yang mati kembali kedunia ini, kalau dipikir-pikir lagi itu memang masuk akal, karena Diamond King Light bisa membuat orang hidup sampai ribuan tahun, baiklah, tapi aku tidak akan memberinya secara gratis"
"Apa yang kau inginkan?"Jajji menatap Menma dengan serius
"Entahlah, aku sedang tidak punya hal yang kuinginkan lagi"
"Jadi kau tidak ingin memberikannya"Jajji mengemgam tombaknya dengan kuat bersiap menyerang
"Tapi aku bersedia jika memberitahumu lokasi dimana kau bisa mendapatkannya!"Perkataan Menma membuat Jajji melonggarkan genggamannya
"Diamon King Light, kau tahu dimana lokasinya"Mereka semua memasang kuping, karena mereka juga ingin mendapatkannya untuk dijual agar mendapatkan banyak uang minus kru Menma yang memiliki banyak uang dan juga Germa 66
"Laut yang paling dalam, didasarnya terdapat kastil yang terkubur didasar laut aku tidak tahu mengapa kastil itu masih berdiri kukuh, namun ada halangan besar untuk bisa mendapatkannya"Perkataan halangan besar membuat mereka semua meneguk ludah, takut akan kelanjutannya
"Jangan memotong-motong perkataan O'noshi"Jajji kesal dengan perkataan Menma yang setengah-setengah itu
"Hihi disana ada Leviathan, monster laut yang menjaga Diamon King Light, ia menjaganya dengan sangat teliti, jadi hati-hati jika kesana"Mereka semua menjatuhkan rahangnya kebawah mendengar siapa yang menjaga Diamond itu kecuali Luffy yang tidak tahu siapa
"OIIIII KAU PASTI BERCANDA BUKAN! MANA MUNGKIN KAMI MAU PERGI KESANA SETELAH MENDENGAR NAMA MONSTER ITU!"Ussop dan Nami berteriak dengan histeris dan wajah mereka juga menangis karena gagal mendapatkan banyak uang
"Cih apa legenda itu benar-benar nyata?"Jajji mendecih kesal mendengarnya
"T-t-tunggu dulu apa maksudmu legenda monster laut yang memiliki ukuran sangat besar yang diperkirakan ukurannya 2 kali dari Marineford itu, mana ada orang yang mau kesana setelah mendengar namanya bukan"Brook berkata dengan kesal juga mendengar harapannya pupus
"Senchou apa kau pernah kesana?"Hinagiku bertanya dengan bingung, mengapa Menma tahu akan hal ini
"Yeah aku pernah, sialan sekali jika saja dia berani ke permukaan pasti aku sudah memotong-motongnya dan menjadikannya makananku, tapi yah didalam laut aku tidak bisa menggunakan kekuatanku secara penuh yang membuatku terpaksa harus mundur, yah kecuali jika aku bisa menggunakan kekuatanku yang dulu"
"Kau ini berlagak keren atau berlagak mengalah, pilih salah satu!"Toushirou memegang wajahnya heran dengan Menma yang dirasa tidak mau mengatakan jika ia kalah melawan Leviathan ini
"Yang lebih penting lagi, langsung ke Wanokuni, jika dihitung dari disini mungkin akan membutuhkan waktu 2 minggu, tapi kurasa itu cukup dengan apa yang dibicarakan kemarin bukan"
"Baiklah Senchou"Rojurou pergi untuk mengemudikan kapal kearah Wanokuni, ia juga mengambil Eternal Pose yang mereka punya
"Luffy aku peringatkan saja, aku tidak akan membantumu dalam mengalahkan Kaido, apa kau keberatan?"
"Tidak, karena aku harus mengalahkannya sendiri bukan!"
"Hmm itulah yang kusuka darimu, tetap optimis mau terjadi apapun!"
"Kalau begitu tempat tujuan kita selanjutnya adalah Wanokuni"
"BERSIAPLAH UNTUK BERTARUNG DENGAN KADO! SHISHISHI"Luffy melanjutkan dengan berteriak semangat
"Kaido"Mereka semua membenarkan
======================TO BE COUNTINUED=================
Yahhhh maaf banget karena telat sekali updatenya, yah untuk sekarang saya akhirkan saja sampai sini, bagaimana menurut kalian apa ada yang aneh
Dan untuk arc depan bisa tahu bukan, jika arc depan adalah pertarungan dengan Kaido, yah saya akan berusaha sebisa mungkin agar bisa kalian menikmatinya, Review, Foll dan Fav-nya jangan lupa ya
