Waah, maaf lama, telat dan telat! Maafkan saya! *lari muterin rumah Cao Cao* mungkin karna saya sibuk menjadi murid Ma Dai, soal mewarnai, yup dia jago nya *plak!*, btw, thanks ya yang udah ngeripiu~ tengkyu~
-Lee Xia-
Zhao Yun: sejak negara Wei menyerang *ditebas Cao Cao*
Ho oh, angsa dan sepeda Ma Chao emang teror *plak!*, oke, ntar ane culik Cao Pi~ *di jadiin pahatan es*
Oke thanks to review~
-RosyMiranto18-
Ma Teng: saya mau beli kuda *plak*
Ma Dai: ngeri liat Pang De, ntar disuruh tidur di peti mati lagi... Kalau Han Sui, nggak mau! *langsung guling guling*
XuShao: bahasa mars? *jangan sok polos!*
Males nulis One Punch Man, jadi di singkat aja *ditabrak Genos*
Oke thanks to review~
-ynadhira-
Jia Xu: hiks, ternyata ada yang peduli pada diri ku, aku terharu, srooot...
Oke thanks to review~
-cllylngz-
ya sama sama~
YunChao: nggak mau di jual! *langsung kabur*
CaoShao: kita kan hebat~ *bangga*
Jia Xu: jangan kebun bunga saya juga! Langsung peluk kebun bunga (?)
Oke thanks to review~
-IkanTerbang-
Ma Chao: kan saya hebat *nggak usah bangga!*
Mungkin ini yang menjelaskan kenapa DLC nya Ma Chao pake helm pembalap *ditusuk tombak*
Oke thanks to review~
-Girl-chan-
Angsa itu adalah hewan paling mengerikan *dikejar angsa* janggut Guan Yu itu panjang sampe 10 kilometer (?!)
Guan Yu: nggak sepanjang itu juga keles!
Oke thanks to review~
-Liu Xuan De-
Makasih
Oke thanks to review~
-Yanagi277-
Jia Xu: ternyata ada yang kasihan pada ku, hiks jadi terharu, srooot...
Zhong Hui: gue bukan ikan! Aku ini manusia terpilih!
Aiko: halah, mending lu berenang bareng Zhang He, belajar berenang gaya lumba lumba~ (?)
Zhong Hui: mana ada gaya seperti itu! *lempar pisau*
Oke thanks to review~
#Authornote.
Request dari RosyMiranto18,ya saya ambil yang Festival Sekolah dulu, lumayan bisa nistain tiga fandom dalam satu cerita *langsung diburu*, oke happy reading.
#Authornote end.
Akademi Dynasty Warriors
By: Aiko Ishikawa (Aiko-HeroChaos)
Rated: K+
Genre: humor, parody
-Dynasty/Samurai Warriors belong to KOEI(TecmoKoei)-
-Warriors Orochi belong to si boss KOEI(TecmoKoei)-
Warning: OOC bin GAJE binti AU, Typo(s), banyak produk plesetan, tulisan yang mungkin agak sedikit berantakan... Harap dimaklumin *plak!* jika tidak suka, silahkan keluar menuju pintu yang sudah disediakan, kebetulan dijaga ama Zhao Yun sebagai oleh oleh *ditombak*
Chapter 38: Bazar
Ya di chapter sebelumnya, dua sekolah dari dunia produksi si boss, yaitu AKDW(ya, yang ini mah memang harus, kan judul fanfic tentang ini) dan AKSW sebagai sekolah peran pembantu yang jasa hanya diperlukan kalau ada request tentang mereka, thanks ya, karna mau berpartisipasi tanpa dibayar~ *langsung dihajar warga sekolah AKSW*, kali ini mereka mendapat tantangan dari Author nan awesome *plak*, yah melalui perantara para pendekar Mystic, seperti Taigong Wang, Nu Wa, Fu Xi, dan Kaguya (sebenarnya ada banyak, tapi capek nyebutin nya), para pendekar mystic ini memberi sebuah tantangan kepada dua sekolah terkenal di dunia Koei, yaitu AKDW dan AKSW, mereka meminta untuk kedua sekolah itu mengadakan 'Bazar' dan siapa yang mendapatkan uang terbanyak dari hasil berjualan mereka, maka itu lah pemenangnya.
-AKDW-
"rapat!" Sun Jian memberi aba aba kepada seluruh guru untuk membuka rapat.
"rapat apaan?" tanya Cao Cao. "rapat UN mau diberhentikan?" tanya nya.
"bukan, tapi tentang narasi diatas, kita ditantang Author dan para dewa untuk mengadakan Bazar" Sun Jian memulai pembicaraannya.
"halah, Bazar doang, kecil" kata Sima Yi.
"tapi masalahnya kita harus melawan tetangga kita, yaitu AKSW" jelas Sun Jian.
"soal ganteng gantengan ya? Ambil aja noh, anak anak Shu, ganteng semua" Liu Bei merekomendasikan anak buahnya.
"Wei! Anak gue, Cao Pi dan kawan kawan nya juga ganteng!" tambah Cao Cao.
"kerajaan Jin mah gudang nya boyband, mwahahahahaha!" tambah Sima Yi.
Sedangkan guru Other hanya bisa diam, siapa yang bisa diandalkan di pasukan mereka, Red Hare? Bah dia mah kuda, ntar diculik Ma Chao lagi... Yang sabar ya...
"bukan! Bukan! Kalau soal ganteng mah, Wu juga pada ganteng semua! Gue dah seret Lu Xun dari tadi! Ini bukan masalah cowok ganteng, tapi bazar! Tau bazar kagak?!" bentak Sun Jian.
"nggak..." CaoBei menggeleng *cielah*
"astokajim" Sun Jian menepuk jidat Chen Gong.
Seketika Chen Gong yang asyik tidur langsung sadar, "hah? Ada apa? Diskon besar besaran kah?" kata Chen Gong setengah ngigau.
"itu loh, bazar itu tempat buat jualan, nah kita bakal buka lapak buat nyaingin warga SW" jelas Sun Jian.
CaoBei cuman ngangguk, entah ngerti atau kagak.
Lu Bu yang dah panas pantat nya karna duduk akhirnya angkat beban (?) angkat bicara maksudnya, "inti nya! Kita tidak boleh kalah dari SW! Kita harus menang! Dan saya harap para guru punya strategis yang bagus untuk membuat stand kita banyak didatangin oleh pengunjung!" pinta Lu Bu.
Guru strategis mulai berdiskusi.
Zhuge Liang dan Sima Yi saling menatap, mereka berdua kan rival, disuruh berdiskusi? Bisa kelar ni sekolah.
'strategi gue gak bakal kalah dari lu, kumis lele!' batin Sima Yi.
'aku tidak akan kalah dari mu, dasar tawa setan!' batin Zhuge Liang.
"kek nya mereka agak sulit melakukan diskusi deh..." keluh Diao Chan yang sweatdrop.
Lu Bu menarik Chen Gong, "lu jadi penengah!"
"lha? Kok saya?" Chen Gong sweatdrop, apalagi saat melirik Zhuge Liang dan Sima Yi yang saling tatap menatap dengan efek listrik dimata mereka.
"masih kurang?" Lu Bu menarik semua strategis DW, dari kerajaan Wei, yaitu Jia Xu, padahal lagi asyik nyiramin bunga, eh malah ke summon ama kecoa. Dari Shu Pang Tong, ini kebetulan sekali tanpa di summon dia juga kebetulan lewat di depan ruang guru, jadi dipanggil ama Lu Bu. Dari Wu, Lu Meng dan Lu Su, entah kenapa mereka datang dengan sendiri nya, mungkin punya ikatan batin *plak!*
"nah para strategis tua sudah datang!" kata Lu Bu dengan suara berat nya.
"tua? Saya tidak tua!" bantah Jia Xu.
"lu dah masuk daftar om om! Sudah sana gunakan otak lu buat membantu kami!" bentak Lu Bu.
Jia Xu nurut aja, daripada harus digantung sama Lu Bu mending dia mengikuti perintahnya.
Seluruh strategis berparas om om (?) (kecuali Pang Tong, ntah dia itu masuk kategori om om, atau kakek kakek).
"saya yang akan memimpin diskusi ini" Lu Meng memulai pembicaraan. "btw masalahnya apa ya?" tanya nya sambil garuk garuk kepala, maklum nggak tau apa apa, eh tiba tiba langsung nongol disini.
"strategis bazar, bagaimana cara nya kita mendapatkan uang lebih banyak dari lawan kita, yaitu SW" jelas Chen Gong.
"hooo, letakkan saja yang cakep cakep sebagai penjaga stand, dah rebes~" kata Lu Meng.
"betul juga!" semua setuju.
"ah tunggu dulu!" Yuan Shao langsung menyela pembicaraan.
"ada apa lagi sih, Shao? Lu nggak bisa liat orang senang ya?" kata Cao Cao jengkel.
"ane baru dapat telpon dari Author, stand nya ada tiga kategori, kategori pertama dijaga para murid cowok, yang kedua murid cewek, dan yang ketiga guru, minimal penjaga stand nya ada 8 orang" jelas Yuan Shao.
"nggak kebanyakan? Kurangin napa?!" pinta Sun Jian.
"dah ketentuan yang nulis cerita, nggak bisa dibantah" kata Yuan Shao.
"ya sudah, itu urusan yang mudah" kata Zhuge Liang.
"pala lu! Mudah darimana nya?! Ada delapan orang gitu!" kata Sima Yi.
"untuk stand murid itu mudah, yang jadi masalah untuk stand yang dijaga sama guru, kan strategi kita harus yang cakep biar banyak pembeli nya" kata Zhuge Liang.
Semua melirik Xiahou Dun.
Sedangkan yang dilirik langsung shock, "a, apa?" tanya Xiahou Dun.
"Xiahou Dun, sebagai salah satu karakter yang mendapat julukan 'om keren' maukah kau menerima amanah sebagai penjaga stand?" pinta Jia Xu dengan gaya khas nya.
"masa saya sendiri?" tanya Xiahou Dun.
"tenang boss, kita masih punya kartu AS, yang mulia Cao Cao juga bisa membantu anda~" sambung Jia Xu.
"kutu ketek lu (?) kok saya juga masuk?!" tanya Cao Cao.
"Yang Mulia kan sering dagang es cincao, jadi mungkin bisa membantu dan sekalian memproduksi cincao~" jelas Jia Xu bak strategis yang sedang membaca semua situasi.
"..." Cao Cao terdiam.
"baru dua, enam nya lagi siapa?" tanya LiangYi.
Jia Xu memegangi dagu nya seperti ekspresi special dia di DW8, "aha! Lu Meng dan Sun Jian" kata Jia Xu sambil menyalakan lampu senter.
"what?" JianMeng yang mengetahui nama nya masuk nominasi hanya bisa terkejut.
"jangan bingung dulu, kita kan bisa munculin boneka kecil yang berbentuk harimau yang lucu sebagai hadiah bagi para pengunjung sebagai hadiah, Sun Jian pasti bisa melakukan" jelas Jia Xu.
"dengan senang hati!" kata Sun Jian.
"lha saya?" tanya Lu Meng.
"tugas situ sama kayak Xiahou Dun, kau masih masuk daftar om keren, yah walau gue yang paling keren~" Jia Xu langsung narsis mode.
"..."
"empat orang lagi..." tanya Lu Bu.
"anda, Chen Gong, dan Diao Chan" kata Jia Xu.
BuGongChan terdiam.
"butuh penjelasan? Chen Gong bisa membantu untuk menghitung untung rugi, dia kan strategis, Diao Chan sebagai pemanis stand, kan dia cantik, Lu Bu security biar stand nya aman" jelas Jia Xu.
"kok gue security?!" kata Lu Bu tak terima.
"nanti Diao Chan diculik Dong Zhuo, kamu mau?" tanya Jia Xu.
"ya nggak lah! Baiklah aku akan jadi security!" Lu Bu bersemangat.
"hadow" Chen Gong hanya tepuk jidat.
"sisa nya..." semua orang yang berada di ruang guru saling berpandang pandangan, lalu mengangguk setuju, "sisa nya Jia Xu! Nggak bisa nolak!" sorak semua nya.
"wtf?!" Jia Xu terkejut.
"kau bisa nemanin Xiahou Dun, sapa tau bisa mancing Author datang ke stand kita" jelas Lu Bu.
Jia Xu langsung duduk dipojokkan, "gue gak mau diculik Author..."
"tenang, masih ada Cao Cao dan Xiahou Dun~" Lu Bu tersenyum bahagia.
Btw, stand guru sudah dengan penjaga stand: Xiahou Dun, Cao Cao, Jia Xu, Sun Jian, Lu Meng, Diao Chan, Lu Bu, dan Chen Gong.
Bagaimana dengan murid nya? Ini mah gampang, cukup sumbang kan trio Shu, anaknya Cao Cao dan kawannya yaitu playboy cap pirang (?) Sima bersaudara, dan si narsis Hiu yaitu: Zhao Yun, Ma Chao, Jiang Wei, Cao Pi, Guo Jia, Sima Shi, Sima Zhao, dan Zhong Hui.
Untuk murid cewek nya taro aja yang cantik cantik, seperti: Guan Yinping, Xing Cai, Cai Wenji, Zhen Ji, Shang Xiang, Lian Shi, Wang Yuanji, dan Lu Lingqi.
Dan itulah daftar yang akan menjaga stand untuk fandom AKDW, soal jajanan yang akan mereka jual, lihatlah nanti.
-AKSW-
Nobunaga sedang ta'waf mengelilingi meja nya (?) karna pusing menerima tantangan Author dan para dewa, harus membuka stand yang dipilih atas tiga kategori, yang jadi masalah Nobunaga tidak punya strategis yang bisa diajak berdiskusi selain Mitsuhide.
"bebeb, ngapain sih muter muter gitu... Nggak pusing?" tanya Noh kepada sang suami.
"gue lagi pusing nih, btw, mana si Mitsuhide itu? Sekalian Hideyoshi juga mana?" tanya Nobunaga.
"mereka lagi ngukur jalan..." kata Noh.
"aaaargh! Disaat seperti ini mereka malah ngukur jalan, jalan diukur kapan selesai nya?!" Nobunaga mengacak acak rambut nya.
"bukan, bukan begitu... Ngukur jalan maksudnya keluyuran tak jelas..." kata Noh sweatdrop.
"owh..." Nobunaga kembali duduk di kursi nya.
Pintu ruang guru terbuka, terlihat Shingen dan Ujiyasu, plus Kenshin memasuki ruangan.
'akhirnya gue nemu calon buat jadi penjaga stand~' pikir Nobunaga.
Nobunaga memberi kode kepada ketiga guru yang baru datang tadi, tapi karna mereka bertiga nggak peka, terpaksa Nobunaga harus meneriaki mereka, "woi kalian bertiga!"
Ketiga nya langsung berbaris menghadap Nobunaga.
"ada apa pak kepala sekolah?" tanya Ujiyasu.
"kalian sudah tau kabar kalau kita diberi tantangan oleh Author dan dewa untuk mengadakan bazar?" tanya Nobunaga.
"belom" jawab ketiga nya.
"tch! Terpaksa saya harus menjelaskannya..." Nobunaga mulai menjelaskan maksudnya kepada ketiga guru itu.
Setelah selesai.
"paham?" tanya Nobunaga.
"kagak..." jawab ketiga nya.
"tuhan apa salah hamba mu ini?! Cepat tua gue kalau marah marah terus!" Nobunaga mengacak acak rambutnya.
Pintu terbuka, Mitsuhide dan Hideyoshi memasuki kelas sambil membawa beberapa cemilan hasil ngukur jalan.
'akhirnya! Dua rekan kesayangan gue!' Nobunaga memanggil model iklan shampoo (Mitsuhide) dan monyet tak berekor (Hideyoshi) untuk mendekati dia.
"ada apa Nobunaga-sama?" tanya kedua nya.
"kalian tau tentang tantangan yang diberikan Author dan dewa?" tanya Nobunaga.
"tau" jawab keduanya mengangguk.
"nah, aku meminta jasa kalian~" kata Nobunaga.
"bukannya harus delapan orang?" tanya Mitsuhide.
"tiga sudah dapat" Nobunaga menunjuk Shingen, Kenshin dan Ujiyasu.
"baru lima, sisa nya?" tanya Mitsuhide lagi.
"kepo! Ya jelas gue lah! Sisa nya si Doraemon (?) dan Tadakatsu!" kata Nobunaga.
Semua mengangguk, dan kebetulan sebelum Ujiyasu dkk mendapatkan tawaran Nobunaga, Doraemon dan Tadakatsu telah mendapatkan tawaran tersebut, jadi anggota stand mereka jadi pas delapan orang terdiri dari: Nobunaga Oda, Mitsuhide Akechi, Hideyoshi Toyotomi, Shingen Takeda, Kenshin Uesugi, Ujiyasu Hojo, Doraemon (?) (Ieyasu Tokugawa maksudnya), dan Tadakatsu Honda.
Dan stand para murid juga telah didapatkan oleh Nobunaga dengan cara paksaan pake banget lagi, kalau nggak kepala bakal hilang *njiir* :Yukimura Sanada (cover boy wajib masuk) Mitsunari Ishida, Kanetsugu Naoe, Sakon Shima, Magoichi Saika (yee Mago masuk~-langsung ditembak), Masamune Date, Nagamasa Azai, dan Motochika Chosokabe.
Untuk stand murid cewek, yaitu : Oichi, Okuni, Kunoichi, Kai, Gracia, Ginchiyo Tachibana, Ina, dan Ranmaru Mori (eh? Serius nih om Nobunaga? /Nobunaga: halah, Ran-chan kan trap, di taro di stand cewek juga nggak bakal ngaruh)
Yup, itu dia para penjaga stand dari dua kubu berbeda, mari lihat di hari H mereka mengadakan jualan di stand masing masing, untuk lokasi nya terletak di depan gedung AKDW, dan para pembeli nya adalah para warga sekitar, termaksud char char yang tak terpilih dan juga dari karakter WO.
Stand guru (DW)
"es batu nya mana?! Masa iya dagang cincao nggak pake es batu?!" Cao Cao sweatdrop.
"halah! Taro diri lu disono! Kan lu kalau musou muncul es es gitu, sekali jual diri lu, kan lu cincao juga!" kata Lu Bu.
"gue gantung juga lu!" Cao Cao langsung memukul kepala Lu Bu.
"sudah, sudah, nih sepupu, tadi Dian Wei membawa kan es batu buat anda..." Xiahou Dun memberi kan sekantong penuh es batu.
"Dian Wei, ternyata kau perhatian pada tuan mu ya~" Cao Cao langsung sujud syukur.
Sun Jian dan Lu Meng datang sambil membawa beberapa kantong plastik yang isi nya boneka harimau mini sebagai hadiah bagi para pembeli, kalau mau beli paling harga nya lima ribu doang *bakal Author borong semua nya!*
"kita cuman jual es cincao aja ya?" tanya Chen Gong sweatdrop.
"sebelah kita dagang nya bakpao, kan kalau haus bisa beli disini" kata Diao Chan nunjuk stand murid cowok (DW) yang kelihatannya pada bingung mau ngapain.
"kata sapa kita jualan es cincao doang? Kita juga jualan es chendol" kata Jia Xu.
Cao Cao dan Chen Gong langsung menendang Jia Xu, karna mereka merasa tersenggeng (?), cincao (Cao Cao), chendol (Chen Gong).
Stand murid cowok (DW)
"woi bantuin napa?! Jangan tidur aja kalian!" bentak Zhao Yun sambil mengacungkan tombak nya kearah seluruh penjaga stand nya, disini Zhao Yun sebagai pemimpin stand, karna demi tuan Liu Bei *duak!*
"siapa kau? Atas dasar apa kau berani memerintahku?!" Cao Pi cuek, dan tak peduli dengan omongan Zhao Yun.
"ayo bantuin gue dong! Jangan pada malas semua!" Zhao Yun memohon kepada seluruh teman nya.
Jiang Wei yang tak tega, akhir nya memilih membantu Zhao Yun untuk menyusun bakpao bakpao itu diatas meja.
Sima Shi membantu makan bakpao-bao zhi (kek nya sama saja, jadi sebut saja bakpao)
"jangan dimakan! Ini mau dijual!" Cao Pi memukul kepala Sima Shi.
"lapar gue, tadi dirumah nggak dikasih sarapan sama mama..." kata Sima Shi dengan mode anak tiri.
"kasihan..." semua menatap Sima Shi dengan tatapan malang kecuali Sima Zhao.
Anak buah Zhao Yun mulai menyusun dagangan mereka diatas meja. Selain bakpao ada juga pisang keju (?) dan sosis (?)
Stand cewek (DW)
Lu Lingqi sebagai pemimpin stand merasa tenang saja, karna murid murid cewek bisa diatur, mereka punya strategis sendiri selain mengandalkan wajah cantik, para wanita ini juga meminta Zhen Ji dan Cai Wenji untuk memainkan alat musik mereka yaitu seruling dan harpa untuk menarik minat pembeli, dagangan yang mereka jual adalah nasi goreng.
Jadi strategis dari AKDW yang telah disusun Jia Xu adalah, diposisi pintu masuk ada stand cewek yang akan disambut dengan musik indah dari Zhen Ji dan Cai Wenji, dan tentu nya para bidadari nya DW, dengan makanan nasi goreng, di stand selanjutnya ada stand cowok, yang akan disambut Zhong Hui dan Guo Jia yang tampang mereka macem boyband korea tak tertandingi (?) *plak* dan juga para penjaga stand nya yang bakal membuat fansgirl menggila, tapi tenang ada security yaitu Lu Bu tenang saja, fansgirl attack tak akan terjadi, dan diposisi terakhir dengan stand guru yang bakal disambut Xiahou Dun dan Diao Chan sebagai cuci mata (?) karna takut para pembeli pada kabur kalau melihat ada Lu Bu di stand guru, dengan dagangan mereka yang jualannya es cincao. Dan begitulah strategi dari Jia Xu, dan kebetulan orang nya lagi minum es cincao disana, mari pindah ke SW.
Stand guru (SW)
"kita dagang apa?" tanya Hideyoshi.
"ketek kerbau! Kita kan dagang nasi padang (?)" kata Nobunaga. *kapan kapan mereka kenal nasi padang*
"serius?" tanya Hideyoshi.
"nggak, kita dagang soto banjar~" kata Nobunaga.
"yang mana yang benar dong?!" Hideyoshi bingung.
"nasi padang!" Ieyasu nyambung kabel.
"soto banjar!" Tadakatsu juga ikut nyambung kabel.
"di undi aja dah!" Shingen juga ikut ikut nyambung kabel.
"kenapa malah di undi?! Kan kita dagang bakso jawa (?)" kata Mitsuhide.
"mana ada yang nama nya bakso Jawa!" semua langsung memukuli Mitsuhide.
"bubur kacang Ijo..." kata Kenshin dan Ujiyasu sweatdrop.
Oke, sebelum para Readers dibuat bingung oleh para guru AKSW, mereka sebenarnya dagang bubur kacang Ijo yang masih dingin dan segar~
Stand murid cowok (SW)
"idiot! Ni masak ayam goreng bagaimana caranya?!" Masamune dengan celemek masak hanya bisa ngomel didepan wajan.
"lu kalau ngomel aja kapan kelarnya!" Kanetsugu memukuli kepala Masamune dengan sendok.
"lu ngajak berantem ya?!" Masamune langsung naik darah.
"lu tu! Berisik banget! Nggak bakal laku stand kita kalau penjaga stand nya macem lu!" kata Kanetsugu.
Prang!
"berisik kalian berdua!" Magoichi memukul kedua nya dengan wajan, untung bukan gas elpiji...
"good punch!" Keiji menepuk pundak Magoichi.
"..." Mitsunari menatap mereka dengan ogah-ogahan, sambil duduk didekat kasir ditemanin oleh Motochika yang kek nya lagi bingung.
"napa lu?" tanya Sakon sambil membawa kantong plastik yang penuh ayam.
"shamisen ku ketinggalan!" Motochika langsung nangis.
"cup, cup, cup" Sakon menepuk pundak Motochika biar diam.
"hei, kita ngapain?" tanya Yukimura.
"kita akan menyambut pembeli" jawab Nagamasa dengan ramah.
"hooo" Yukimura hanya mengangguk.
Stand cewek (SW)
"Kai! Kunoichi! Jangan main main terus! Ayo cepat bantu" Ina meneriaki dua tersangka yang terus saja berebut sendok. *nah lho?*
Tapi kedua nya tidak mendengar, mereka masih sibuk berebut sendok.
"sendok ini milikku!" Kai menarik sendok itu.
"tidak bisa! Aku yang pertama kali melihatnya! Jadi ini milikku!" kata Kunoichi, dia menarik paksa sendok itu.
Ginchiyo yang tidak tahan dengan mereka berdua akhirnya mengeluarkan serangan pamungkas sang ratu petir.
Jdaaaar!
Alhasil Kai dan Kunoichi tersambar petir lalu pingsan indah.
"diam juga kalian..." kata Ginchiyo.
Oichi dan Okuni mulai memasukkan es kedalam wadah, mereka akan menjual es campur.
"Mago, Mago, Mago, kau bisa masak ayam goreng?" Gracia malah salah tempat, dia berada di stand murid cowok, dan menggangu Magoichi yang sibuk masak ayam.
"tch... Datang lagi satu..." keluh Magoichi. Dia tidak mempedulikan Gracia, dan tetap melanjutkan memasak ayam.
"woah, ternyata masak ayam seperti itu ya? Harus diberi minyak goreng" kata Gracia dengan polos nya.
"ya ampun, kenapa gue harus punya loli sepolos ini" Magoichi menepuk jidatnya.
Oke, strategis dari AKSW adalah, stand cowok yang berada di pintu masuk, para pembeli akan disambut dengan Yukimura sang cover boy nan cakep, dan Nagamasa sang bule nyasar (?), dan juga penjaga stand yang bakal membuat para fansgirl menjerit histeris, karna melihat si Mune yang pingsan, bagai kan melihat pangeran yang lagi tidur, belum lagi penjaga kasirnya Mitsunari bisa menjerit lagi para fansgirl, dan yang masak ayam... Ini yang bisa membuat Author menjerit histeris dan nggak bakal pulang! Mago dan Gracia, sini nak! *langsung ditendang* lalu di stand selanjutnya ada stand cewek yang dagang es campur, mereka akan disambut oleh Ina dan Ranmaru (sebenarnya strategi sebelumnya Ina dan Gracia, tapi karna Gracia nggak mau pulang dari stand cowok, yah faktor karna mentornya, Magoichi, ada di sono, jadi Ranmaru deh, tenang Ranmaru ini Trap pake banget, coba liat pict nya di mbah google, 'Ranmaru Mori Samurai Warriors 4' wajahnya cantik bagaikan bidadari) dan juga penjaga stand yang aduh hai (?) *plak*, terakhir yaitu stand guru, yang akan disambut oleh Mitsuhide dan Hideyoshi, dan penjaga stand yang lumayan-lumayan lah, dan security char SW adalah Tadakatsu *plak*
Bazar pun dimulai.
-stand AKDW-
Para pembeli mulai berdatangan, yang ini dari WO.
Taigong Wang berjalan santai diantara stand, lalu dia berhenti di depan stand cowok.
"aku beli pisang keju" kata Taigong Wang.
Semua terdiam...
"ada apa? Apa ada yang aneh?" tanya Taigong Wang.
"KITA TIDAK TAU CARA MELAYANI PEMBELI?!" semua murid cowok menjerit hiseteris.
GUBRAAK!
Lian Shi dan Xing Cai yang berada di dekat stand para cowok pun mengambil alih, "maafkan pelayanan kami, maklum mereka semua masih newbie, mau pesan apa?" tanya Lian Shi dengan ramah.
Taigong Wang mengelus kepala nya, "pisang keju..."
"baik~" Lian Shi mulai mengambil beberapa potong pisang keju dan membungkusnya, "ini, silahkan datang kembali"
Taigong Wang mengambil pisang keju tersebut lalu pergi menuju stand guru, kebetulan disana dia melihat dua dewa lainnya yaitu Nu Wa dan Fu Xi.
"beb Cao Cao, aku pesan es cincao tiga" kata Nu Wa.
"baik Nu Wa sayang" Cao Cao langsung semangat melayani sang dewi nan cantik ini.
Xiahou Dun hanya sweatdrop, 'gue laporin bini lu ntar...'
Fu Xi yang tanpa sengaja autofokus malah melihat boneka harimau mini, "ini dijual? Atau gratis?" tanya Fu Xi.
"niatnya sih gratis, tapi karna kami nggak mau kalah peruntungan, jadi kami jual!" kata Sun Jian dan Jia Xu, dasar nggak konsisten...
"yaaah... Padahal mau kasih Sakon buat oleh-oleh..." kata Fu Xi. Ya dan akhirnya ketiga dewa itu pergi dari stand DW, mereka beranjak menuju stand SW.
-stand AKSW-
"woaaah ayam goreng!" Taigong Wang bersorak gembira, tentu nya gaya OOC.
"kamu mau beli itu nak?" tanya Nu Wa.
"mau!" sorak Taigong Wang yang kelewatan OOC.
"baik, beli ayam goreng nya ya, tiga" kata Nu Wa.
Mitsunari melayani pembeli nya dengan wajah datar, "nah ambilah... Silahkan datang kembali..." kata nya dengan wajah super datar macam tripleks (?)
Ketiga dewa itu pergi. Mari balik lagi ke stand DW
-stand AKDW-
Himiko berlarian kesana kemari, lalu berhenti di depan stand guru, "lady Da Ji! Lady Da Ji! Aku mau boneka harimau" kata Himiko sambil menunjuk boneka harimau.
"Himiko! Ah baiklah... Aku mau beli boneka harimau itu, sekalian es cincao nya" kata Da Ji.
"Da Ji!" semua langsung bersiap dengan weaponnya.
"ada apa?" tanya Da Ji yang merasa kesal karna disambut dengan tidak ramah oleh para penjaga stand.
"kau pasti tidak akan membayar! Kau kan licik!" kata Jia Xu sambil mengacungkan arit nya.
"hei, hei, hei, aku sudah tobat... Aku sekarang jadi baik, ya sudah aku mau beli nih!" Da Ji mulai kesal.
"iya... Iya..."
Da Ji dan Himiko pergi.
Di stand cewek terlihat Dian Wei, Xu Zhu, dan Zhang He, mereka seperti nya sedang sibuk memesan nasi goreng.
"aku pesan dua ya!" kata Dian Wei dengan semangat.
"aku sepuluh!" kata Xu Zhu.
"eike pesan satu aja cyin, tapi pake bumbu beauty~" kata Zhang He sambil nari balet.
Semua sweatdrop.
Setelah ketiga nya menerima pesanan, mereka lanjut lagi menuju stand para cowok.
"pesan bakpao lima!" kata Dian Wei.
"aku lima belas!" kata Xu Zhu.
"eike pesan bakpao dengan bumbu beauty aja cyin~" kata Zhang He sambil mengeluarkan efek kupu kupu.
"dasar Jendral Wei... Pada stress semua..." Ma Chao memberi kan pesanan ketiga nya sambil sweatdrop.
Ketiga nya lanjut menuju stand guru.
"tuan Cao Cao! Saya akan tinggal disini untuk menjaga tuan Cao Cao!" Dian Wei menawarkan jasa menjadi security gratis kepada Cao Cao.
"henar! Hu Zu hua!" sambung Xu Zhu sambil nguyah bakpao. (*benar! Xu Zhu juga!*)
"maaf, Dian Wei, Xu Zhu... Bukannya saya tidak mau, tapi saya sangat keberatan! Nanti saya bangkrut kalau mempekerjakan kalian berdua di stand anak buah saya, mengingat nafsu makan kalian berdua tinggi, jadi maaf, kalian boleh pulang" Cao Cao menolak tawaran kedua bodyguard nya.
"okelah kalau begitu~" WeiZhu langsung pergi.
"iiih om keyen, makin cakep aja dech, mau eike temanin cyin?" Zhang He colek Xiahou Dun.
"woi! Jangan colek colek! Gue alergi berat ama lu! Pergi aja lu! Kerjakan PR aja sana!" Xiahou Dun langsung menjauh.
"iiih, om keyen kejam dech ama eike... Sebel kzl! Ya udah bay, eike mo pergi dulu, bay om keyen~" Zhang He pergi dari stand, dan tak lupa memberikan ciuman jarak jauh kepada Xiahou Dun, sontak sang target langsung mual dan muntah, lalu jatuh sakit (?)
Masih dari stand DW, kali ini Pang De, Wang Yi, dan Ma Dai. *bakal ribut nih*
Ma Dai mendatangi stand sepupu nya, "young master ada jual pensil warna?" tanya nya dengan super polos nya.
Ma Chao sweatdrop. "eh Dai! Lu kalau polos kek gitu ntar di culik Author! Lagian ini kan stand dengan tema makanan, mana ada jual pensil warna!"
"kalau begitu peti mati ada?" tanya Pang De, ini mah tambah ngawur.
"mending lu pada pergi ke laut aja sono!" Ma Chao langsung pasang wajah you don't say.
"kalau begitu, lu kesini! Kita duel!" kata Wang Yi.
"ni lagi satu, dasar mak lampir! Nggak liat gue lagi dagang!" kata Ma Chao.
Stand cowok jadi ribut karna kedatangan orang orang dekat Ma Chao, yang nawar nya pada aneh aneh.
Stand guru (DW)
"bebeb Diao Chan, abang Dong Zhuo pesan es cincao~" kata Dong Zhuo.
"oke beb Dong Zhuo" Diao Chan memberikan senyuman kepada Dong Zhuo.
"cihuy~ gue di senyumin yang beb~" sorak Dong Zhuo.
Chen Gong dan Lu Meng hanya bisa sweatdrop, kan mereka nggak terima, wajah mereka itu masih dua kelas lebih ganteng dari Dong Zhuo, body keren ceklis, wajah nampan *plak* tampan ceklis, pintar ceklis, kok nggak disenyumin ama Diao Chan, apa nggak sakit hati Chen Gong ama Lu Meng.
"hidup ini tidak adil!" teriak mereka berdua dari belakang stand.
Chen Gong dan Lu Meng aja sakit hati, apalagi Lu Bu, dia pasti tambah banget sakit hati, "eh pak tua! Lu ntu ya, dah gendut, brewokan, item, hidup lagi! Masih mau menggoda yayang gue si Diao Chan?! Mimpi aja lu!" Lu Bu langsung mengacungkan Red Hare nya (?)
"hieeeh!" Red Hare ngomel. ("boss, kok gue sih! Halberd boss mana?!")
"gue cuci di laundry!" kata Lu Bu *aje gila, tombak kek gitu di cuci di laundry*
"S3!" kata Dong Zhuo.
"apaan tuh?" Lu Bu sweatdrop.
"suka suka saya! Sudah ah! Saya disini pembeli, pembeli itu raja, dan secara harfiah saya ini raja!" kata Dong Zhuo.
"gue bakal memberontak!" kata Lu Bu.
"ya, kita setuju!" Cao Cao dan Sun Jian malah menjadi backsound Lu Bu.
"ya! Dan nama kita adalah 'The Antena Kecoa Rebellion!'" kata Lu Bu. *seketika Lu Bu langsung disihir Zhang Jiao*
"ya!" CaoJian masih jadi backsound, padahal nggak nyadar kalau nama nya aneh banget.
"semangkok" kata Dong Zhuo. *maksudnya Sebodo*
"nih ayang Dong Zhuo es cincao nya" Diao Chan memberikan kantong plastik berisi gelas yang isi nya es cincao.
"makasih yang beb~" Dong Zhuo mengambil kantong plastik itu, dan tak lupa mencubit pipi Diao Chan, sedangkan Diao Chan hanya tersipu.
"aaaaaaaaaargh!" semua guru yang berada disana seperti terserang panah stroke (?), mereka dua kelas lebih ganteng dari Dong Zhuo, kok nggak dapat kesempatan buat cubit pipi Diao Chan, jangan kan bisa nyubit pipi Diao Chan, disenyumin Diao Chan kek nya jarang banget.
"gue bunuh lu! Nggak sudi gue!" Lu Bu masih ngamuk sambil acungkan Red Hare ke arah Dong Zhuo, tapi yaah, Dong Zhuo mah cuek, dan pergi dari TKP.
"hieeeeh!" Red Hare hanya nyengir khas kuda. ("kasihan deh")
"diem lu! Ntar gue kurbanin lu, mau?!" Lu Bu menatap Red Hare dengan aura kelam.
"hieeeh!" ("ampun boss!")
Mari pindah ke stand SW.
-stand AKSW-
Masanori dan Kiyomasa berjalan menuju stand cowok. "yo, yo! Pesan ayam goreng lima!" kata Masanori.
"nggak kebanyakan? Kurangin napa?!" Kiyomasa sweatdrop.
"itu cukup" kata Masanori.
"kan kita cuman berdua, dua ayam sudah cukup buat makan siang!" Kiyomasa menggaruk kepala nya.
"kita bagi, gue empat, lu satu, dan yang bayar lu, adil kan~" Masanori tersenyum.
"ketek lu!" Kiyomasa langsung menusuk Masanori dengan weapon nya.
"kalian mau beli atau berantem? Pergi sana! Buang buang waktu saja" Mitsunari mengusir kedua nya.
"kejam lu Mit! Kita ini kan mau beli!" Masanori menggebrak meja kasir.
Semua langsung kaget, apalagi Masamune yang tadi sedang asyik pingsan eh langsung sadar, "gempa bumi!" kata nya.
"..." semua hening.
"eh lu nyium bau nggak?" Masanori menjadi tenang, dia mencari asal bau lalu, "hoeek, bau apa ini? Pete?! Jengkol?! Kalian nyampur jengkol dan pete di ayam kalian ya?!" tanya Masanori. "gue alergi dengan kedua makanan itu!" sambung nya.
"nggak..." kata Kanetsugu, dia tidak ingat pernah memasukkan kedua bahan itu, mengingat dia juga benci sama yang pete dan jengkol.
Magoichi tidak ingat kalau dia memasuki jenis makanan itu, karna dia juga menjauhi yang nama nya jengkol, kan nggak keren makan jengkol lalu menggoda para wanita, pada kabur semua ntar para wanita, dan pete... Yang ini bisa bikin perutnya mual apalagi nyium bau nya aja perut langsung mual *Magoichi: itu mah elu, Thor!*
Terus siapa? Sakon? Dia mah jadi kurir, bolak balik bawa gas elpiji dan ayam, Motochika? Dia dari tadi nangis aja karna kehilangan shamisen, Masamune? Jangan libatkan dia ntar panjang ayat omel nya, Mitsunari? Dari tadi asyik kipas kipas, Yukimura dan Nagamasa tidak tau karna mereka tidak terlibat secara langsung.
"ah sorry~ tadi gue nge-bom(?), nggak kuat boss~" Keiji hanya nyengir.
Semua menatap Keiji dan menangkap maksud Keiji, 'nge-bom' atau mari sebut 'kentut', "KEIJI! LU JANGAN BUAT PARFUM AROMA TONG FANG KESINIIIIIIII!" semua langsung mengoroyoki Keiji dengan panci dan gas elpiji (?)
Masanori dan Kiyomasa memilih untuk pulang, karna tak tega melihat pengeroyokkan sadis yang dilakukan oleh teman kelas mereka, "rest in peace Keiji..."
Stand guru (SW)
Deng Ai, Guo Huai, Zhuge Liang dan Sima Yi saling berebut buat bubur kacang ijo mengingat stand fandom mereka tidak menjualnya maka nya mereka ngacir ke stand ini.
"minggir kumis lele! Gue dulu!" Sima Yi mendorong tubuh Zhuge Liang.
"gue dulu atuh!" Zhuge Liang nggak mau kalah, dan membalas mendorong tubuh Sima Yi.
"uhuk! Uhuk! Uhuk!" Guo Huai tidak bisa ikut dorong dorong macem Sima Yi dan Zhuge Liang, karna lawanya itu Deng Ai! Badan Deng Ai besar nan kekar, lalu ikut ikut dorong dorong macem YiLiang, bisa habis hidup nya Guo Huai.
"hore gue dapat bubur kacang ijo nya~" Deng Ai membawa dua kantong plastik, salah satu nya ia berikan kepada Guo Huai, karna Deng Ai tau, Guo Huai tidak bisa berebut diantara YiLiang, ntar mati lagi *plak!* "nah pak Guo Huai, kebaikkan hati saya~" Deng Ai memberikan salah satu kantong plastik yang berisi bubur kacang ijo itu kepada Deng Ai *sungguh mulia, sodara sodara*
"uhuk! Uhuk! Terima kasih" jawab Guo Huai.
"oke selanjutnya" Shingen langsung sweatdrop melihat Sima Yi dan Zhuge Liang saling berebut.
"kalian bisa antri?" tanya Shingen masih sweatdrop.
"aku dulu! Aku pesan empat!" kata Sima Yi.
"aku dulu! Aku pesan empat juga!" kata Zhuge Liang.
"emm... Oke..." Shingen masih sweatdrop.
Tak beberapa lama kemudian Shingen muncul dengan dua kantong plastik yang isi nya masing masing empat.
Sima Yi dan Zhuge Liang mengambil kantong plastik yang sama.
"woi! Tangan gue lebih dulu nyentuh ni plastik!" omel Sima Yi.
"nggak! Gue yang duluan liat!" bantah Zhuge Liang.
Sima Yi dan Zhuge Liang saling tatap menatap terlihat di mata mereka muncul aliran petir.
"kalau nggak diusir... Stand kita bakal kacau..." keluh Shingen.
"pergi kagak kalian berdua! Kan sudah diberi!" Nobunaga langsung memukul kepala Sima Yi dan Zhuge Liang.
"eh sodara jauh Cao Cao! Nggak liat kita lagi berantem?!" omel YiLiang.
"berantem jangan disini juga keles!" Nobunaga langsung menendang YiLiang pergi.
"emm ano pak Nobunaga..." kata Shingen.
"ada apa?" tanya Nobunaga.
"mereka belum bayar..." jawab Shingen.
"apa?! Rugi dong kita!" Nobunaga langsung menjerit histeris.
Xu Shu asyik jalan jalan mengelilingi stand, dari stand DW sampe stand SW, dan dia berhent didepan stand para guru SW.
"eh ada pembeli, selamat datang~" sambut Hideyoshi ramah.
"woaaah monyet bisa bicara, jaman sekarang memang serba canggih" Xu Shu kagum karna melihat monyet a.k.a Hideyoshi.
"aku bukan monyet!" bantah Hideyoshi.
"oh bukan ya? Saya kira monyet..." Xu Shu langsung lesu.
Hideyoshi terdiam.
"oh ya bang, disini wi-fi gratis nggak? Boleh numpang? Kuota saya habis" kata Xu Shu.
Nobunaga langsung mengacungkan pedang nya kearah Xu Shu, "disini dagang bubur kacang ijo, nggak ada wi-fi, beli bubur atau gue tebas lu..." ancam Nobunaga.
"anjay, seram amat, ya udah gue beli satu deh.. Buat emak gue" Xu Shu langsung gemetaran, disambut sama pedang siapa yang nggak ngeri.
"nah gitu dong~" Nobunaga langsung tersenyum.
Dan begitulah para warga AKDW dan AKSW melakukan jual-beli, dengan keanehan dan keunikkan mereka masing masing, ya dan untuk pemenang nya, terserah Readers aja dah, mau DW atau SW terserah~
.
.
.
.
Well itu dia chapter 38, maaf nggak sesuai harapan ya :'D *langsung peluk Jia Xu /Jia Xu: sesak oi!* berminat meninggalkan jejak review? See ya~
Oh ya, untuk yang lagi battle di Wu Zhang Plains (?) maksudnya sedang UN semangat ya~ Author tau kalau ini telat... Telat sehari *plak!* ya tetap semangat!
