Episode 38 (Truth about Violet)

#NP: Eminem feat Rihanna – Love the way you lie

Kita ke Flashback sebelum bertemu dengan dimas, Sammy valdez. Saat itu, pada tahun 2037, masa depan violet menjadi suram. Bagaimana tidak? Dunia diambang kehancuran. Banyak sekali bermunculan. Bahkan, warga di New York lari terbirit-birit ketika diserang oleh monster. Termasuk para titan juga muncul menguasai wilayah New York. Tidak hanya itu saja, bahkan di berita CNN, ada penyerangan besar-besaran di seluruh dunia. India, china, prancis, inggris dan lain-lain. Pemerintah sepakat untuk menyatukan kekuatan. Tetapi, tidak berhasil karena senjata nya kalah jauh sama para titan. mereka besar dan ketika ditembak, tidak terasa sakit. Violet yang saat itu berumur 13 tahun sibuk memegang tangan helius yang takut karena orang tuanya juga berjuang melawan para titan. perkemahan blasteran dan legiun romawi hancur karena tidak ada satupun yang punya tujuan untuk bersatu melawan Nyx. Mungkin tidak ada yang tahu Nyx itu apa karena aku beri sedikit informasi. Nyx adalah dewi bayangan dilahirkan oleh Chaos bersamaan dengan Erebus (dewa kegelapan), gaia (ibu pertiwi atau ibu bumi) dan Tartarus. Nah, dia ingin membantu saudara-saudaranya untuk menata ulang dunia untuk kepentingan sendiri.

Di sisi lain, Percy dan Annabeth melindungi kedua anak mereka dengan bertarung. Meski beda jumlah, tetapi tidak mau menyerah. Dan saat itulah Nyx pun mengetahui nya dan membunuh mereka. Tubuh mereka sudah kaku dan posisinya mereka berbaring sambil bergandengan tangan. Violet berteriak histeris dan helius menangis. Chiron yang mengetahui pun langsung membawa mereka untuk menghindari pertarungan yang mematikan tersebut.
"Aku akan membawa kalian ke sana. Ayo!" kata Chiron sambil membopong mereka ke belakang. Lalu, Chiron berlari sekuat tenaga supaya pasukan titan dan juga monster tidak mengejar. Lalu, violet membawa belati yang diberi oleh annabeth, ibunya. Seandainya dia terjadi sesuatu apa-apa, belati ini bisa melindungi kalian dari para monster. Tetapi, dia dan percy sudah tiada. Violet tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Hanya tertunduk lesu dan histeris saat di perjalanan.

Saat Chiron berlari, dia melihat seorang pria berjas abu-abu memfoto dengan lensa kamera jadul. Chiron terkejut dan berkata, "Nak, pergilah! Di sana banyak monster sekarang!"
"Untuk apa lari, centaurus? Aku di sini untuk memotret. Tidak ada masalah kan Cuma sekedar memotret?" kata pria itu.
"Tapi—" Chiron ingin mengatakan sesuatu, tetapi ada sesuatu yang menahannya. Muncul 3 titan yang mengelilingi pria itu.
"Lari sebelum mereka mengerogotimu!" teriak Chiron. Tetapi terlambat, mereka sudah memakan pria itu tanpa dosa. Dia hanya bisa meratapi situasi yang tidak menguntungkan. Begitu juga dengan helius dan violet.

Namun, dia berhasil menghajar 1 raksasa dengan mudah.
"Bagaimana—"
"Jadi jelek fotonya. Tidak bagus dan terlihat sangat norak. Terpaksa aku habisi kalian satu-satu." Kata pria itu.
"Kau ini…sebenarnya siapa?" Tanya Chiron
"Aku cuma Kamen rider yang hanya lewat saja. Ingat itu baik-baik. Henshin!" kata pria itu dan henshin nya memutar kartu dan memasukkan ke dalam rider belt dan menutup nya kembali.
"KAMEN RIDER, DECADE!" kata suara itu dan ternyata adalah kamen rider decade. Warnanya pink dan putih. Di pinggang kanan, ada saku khusus untuk menaruh kartu-kartu rider dan juga jurus-jurusnya. Kemudian, topengnya terlihat seperti barcode, tetapi bukan barcode di kasir, dan bentuknya unik sekali. Ada bertulis X di bagian kedua bahunya (kurang lebih seperti itu yang aku tahu), dan juga di beltnya, ada logo aneh. Jumlah nya 10 buah dan membentuk lingkaran.

3 Raksasa yang murkan pun mengepung kamen rider decade.
"Wah wah, kira-kira bisa tidak iya mengalahkan mereka?" kata kamen rider decade dan dia pun mulai menyerang 3 raksasa itu. Raksasa pertama mencoba memukulnya dengan pentungan. Namun, berhasil ditangkap dengan mudah dan meninju nya berkali-kali sehingga membuat raksasa mundur. Raksasa kedua dan raksasa ketiga menyemburkan api ke arah Chiron.
"Mengalihkan perhatian, rupanya?" kata kamen rider decade.
"KAMEN RIDER, HIBIKI!" kata suara itu dan berubah menjadi kamen rider hibiki. Dia mengenakan armor berwarna ungu, di sakunya ada dua stik yang menyemburkan api. Lalu, dia melemparkan api ketiga raksasa. Sontak, mereka terbakar, padahal api itu kekuatan bagi raksasa. Namun, mengapa hal itu bisa terjadi, menurut Chiron. Akhirnya raksasa pertama berkata, "Awas kau, bocah topeng! Akan ku balas kau!" lalu dia pun pergi dan mereka pun menyusul kemudian.

Setelah itu, Kamen Rider Decade membukanya dan mengambilnya kembali sehingga berubah menjadi manusia lagi.
"Kau, kamen rider iya?" Tanya Chiron.
"Iya. Aku kamen rider decade. Aku di sini bukan menyelamatkanmu. Tetapi, aku punya utang kepada dia. Jadi impas." Kata pria itu.
"Kau ini siapa sebenarnya?"
"Aku Kadoya Tsukasa. Aku adalah kamen rider Decade. Dan orang yang aku lunasi hutangnya adalah dimas. Apa kau mengenalnya?"

Chiron tidak mengerti. Siapa dimas itu? Mengapa dia menyuruh orang untuk melunasi hutangnya? Maka, dia pun bertanya balik, "Kenapa kau selamatkan kami, tsukasa?"
"Sudah aku bilang, aku bukan menyelamatkan kalian. Tetapi, aku melakukannya karena kebetulan lewat dan punya utang kepada dia. Jadi, biarlah kau Tanya sendiri ke dia." Kata tsukasa.
"Mengapa raksasa itu gampang sekali dikalahkan oleh orang sepertimu?" Tanya Chiron.
Tsukasa hanya bisa mengangkat bahu, "Tidak jadi soal, centaurus. Karena aku ingin pergi dari sini. Menyebalkan aku ditangkap mudah oleh raksasa bodoh itu! Iya sudah. Sampai bertemu lagi, centaurus," kata tsukasa dan dia pun menghilang dengan sendirinya.

Wajah Chiron terlihat kelelahan. Mungkin karena dia tidak pernah berlari sejauh ini, sehingga dia kalah sama temannya. Namun, yang penting dia dan anak percy/anabeth masih hidup. Tiba-tiba, muncul seorang pria menggunakan jubah usang, membawa pedang perak langit dan terlihat seperti samurai. Kemudian rambutnya hitam dan auranya pun membara. Chiron pun mulai waspada dan mengayunkan senjatanya kepada orang itu.
"Siapa kau?" tanyanya dengan tatapan galak.
"Aku dimas. kenapa kau tiba-tiba mengancamku?" kata dimas datar.
"Apa kau baru saja mengirim seorang pria bertopeng untuk menyelamatkanmu?"
"Anak itu. Selalu saja merepotkan." Kata dimas sambil tepuk dahi karena tidak menyangka hasilnya akan begini.

Padahal, dia tidak ingin jadi pahlawan. Namanya juga manusia, dia memilih rendah hati meski terkesan sedikit arogan.
"Aku membutuhkan Violet untuk bertualang bersamaku. Akan ada peperangan yang tidak bisa kita hentikan maupun mencegahnya." Kata dimas sambil menatap Chiron dengan tajam.
"Untuk apa kau butuh dia?" Tanya Chiron.
"Aku mengerti perasaan dia karena dia kehilangan orang tuanya. Namun, aku mengajaknya untuk berkelana dengan ini." Kata dimas sambil menunjukkan portal yang aneh. Berbentuk spiral, sangat berbahaya dan hanya dia yang tahu caranya.

Chiron pun ingin menyentuh portal itu, namun dimas mencegahnya.
"Lebih baik jangan sentuh portal. Sekali kamu sentuh, kau tidak bisa kembali. Hanya aku satu-satunya yang mengerti soal itu." Kata dimas datar.
"Kau ini dewa iya? Mengapa aku tidak boleh menyentuh portal tersebut?"
"Aku bukan dewa dan aku Cuma tidak ingin ada yang mati. Biarlah aku yang menanggung kutukan Uranus. Aku memang terkuat, tetapi aku anggap diriku masih lemah. Masih perlu belajar untuk mengetahui dunia. Aku saja perlu belajar ilmu dari ilmuwan seperti Issac Newton, James Watt, Christopher Columbus, Alexander Graham Bell, Louis Pasteur dan lain-lain. Makanya, aku ingin belajar lebih banyak lagi." Kata dimas sambil menatap langit yang berwarna merah yang artinya memiliki kesan munculnya kegelapan. Makanya, dia merenung diri.

Chiron berpikir dua kali untuk mempertimbangkan tawarannya. Namun, violet belum apa-apa sukarela berkelana dengan dimas.
"Aku mau! Aku ingin hidup, ingin sekali menyelamatkan dunia masa depan. Aku ikut bersamamu!" kata violet dengan tegas. Sontak, Chiron da helius kaget.
"Jangan, Violet! Pikirkan apa yang kau lakukan sebelum dan sesudah kau merubah nasib orang lain!" kata Chiron.
"Jangan kak! Aku tidak mau meninggalkan kakak!" kata helius sambil menangis. Lalu, violet pun memeluk helius sambil menitikkan air mata.
"Tidak apa-apa, helius! Kan ada paman Chiron yang mau mendampingimu dan menjagamu. Aku akan segera kembali. Ok?" janji violet dan memberikan kalung pemberian orang tuanya ke helius supaya tidak menangis.
"Aku menyayangimu, dik." Kata violet dan dia pun turun dari pangkuan Chiron.

Dimas yang melihat itu langsung menunduk sedih. Jawaban dengan mudahnya dijawab oleh violet karena dia tidak tegaan terhadap semua orang. Dia ingin sendiri, tetapi dia merasa menderita, baik fisik maupun batin. Maka, dia pun berkata, "Violet, kita berangkat ke perkemahan jepang. Aku akan melatihmu menjadi pemanah yang handal, suka menolong dan tidak mau menyerah dengan keadaan. Aku harap dilatih di sana, bebanku sedikit berkurang.
"Maksudnya?" Tanya violet.
"Akan aku jelaskan nanti. Tetapi, aku tidak ingin kau, teman-temanmu dan keluargamu jadi korban. Lebih baik aku saja karena aku sudah abadi, tetapi aku merasa menderita dalam hidup. Apakah kau Siap, violet?" kata dimas dengan lantang.
"Siap, dimas. Apapun aku lakukan demi keluargaku dan dunia."

To be Continued