Author Note: Wew, tanpa terasa update lagi! (Setelah seminggu hiatus) Untuk beberapa hari ini, aku sudah bisa tenang karena YOL sudah selesai kutulis di dalam buku, tinggal di update bertahap selama aku menulis cerita baru lagi di buku lain! XD hehehehe! Jangan lupa review yah!

Balasan review ada di bawah. :D

Disclaimed! KH belong to: Tetsuya Nomura, SE, and Disney. I own nothing accept this story.

Your Other Life

Chapter 38 : Merge

"Man, sedikit lagi Sephiroth bisa dikalahkan." Zack terlihat kesal karena lagi-lagi kami gagal mengalahkan Sephiroth.

"Ya. Dan meteor tadi benar-benar mematikan. Sudah berkali-kali aku gagal menghindarinya," kata Tifa sambil mendesah pelan.

Yang lain tidak berkomentar. Tentu saja kesal karena kehilangan experience setelah susah payah bertarung, tapi tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Sudah itu ini merupakan yang kedua kalinya kami kembali ke revive point hari ini. Padahal tadi Neku, yang merupakan magician terkuat di antara kami semua, telah memunculkan pelindung terkuat miliknya untuk melindungi kami yang berada dekatnya, tapi tetap saja pelindung tersebut tidak cukup kuat sehingga hancur ketika terhantam dua kali.

Meski kembali ke revive point untuk yang kedua kalinya, tapi tempat revive point kali ini tidak sama dengan yang pertama. Revive point kali ini cukup unik, di mana genangan air tempat kami berbaring dikelilingi oleh putaran angin yang lembut, tapi mirip puting beliung mini. Herannya, terdapat daun berwarna-warni yang entah berasal dari mana. Padahal tidak terdapat satu pun pohon di sekitar revive point ini. Daun-daun yang berputar di sekeliling kami membuat perasaan kesalku sedikit berkurang. Aku tidak tahu mengapa, aku merasa sedikit tenang melihat daun-daun ini berputar lembut.

"Sudah saatnya log out," kataku setelah mengecek menu status, melihat berapa banyak experience-ku yang hilang.

"Kau benar. Sudah pukul 06:30," kata Tifa setuju.

"See ya," kata Zack. Dia adalah orang pertama log out.

Yang lain pun menyusul log out setelah mengucapkan salam perpisahan. Aku adalah orang yang paling terakhir log out. Saat menekan tombol log out, sedetik sebelum pandanganku menggelap, aku seperti melihat Sora dan Riku dari kejauhan. Sayangnya itu hanya sekilas, sehingga aku tidak begitu yakin dengan apa yang kulihat.

Kulepas kacamata khusus bermain YOL. Aku bangun dan duduk di kasur sambil memegangi daguku. Apakah benar yang kulihat tadi adalah Sora dan Riku? Meski hanya sekilas, aku merasa Sora sedikit berbeda. Sedangkan Riku, dia masih sama.

Mungkinkah Sora yang Neku lihat sama dengan yang kulihat tadi? Aku merenungkannya sejenak hingga tidak sadar bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 7 lewat. Aku yang terkejut melihat jam di dinding langsung melompat turun kasur dan menuju kamar mandi. Aku akan telat kuliah. Secepat mungkin aku meninggalkan apartmentku tanpa sarapan pagi—ini merupakan hal biasa. Karena telat, ada kemungkinan besar aku terpaksa melewatkan jam pelajaran pertama.

Seusai kuliah, aku langsung magang seperti biasa. Hari ini, sedikit berbeda dengan hari lainnya. Hari ini, kudengar salah satu pekerja dari perusahaan pembuat YOL akan berkunjung kemari. Dari gosip yang beredar di tempat kerjaku, katanya mereka menyurvei tempat ini karena ingin memastikan apakah perusahaan ini layak diajak bekerja sama atau tidak. Ada pula gosip lain, bahwa mereka ingin perusahaan ini membantu mengembangkan YOL dan menutup game New World agar tidak ada lagi saingan YOL. Untuk gosip yang satu ini, banyak programmer game New World yang cemas karena mereka telah susah payah mengembangkan New World menjadi game yang layak dikatakan sebagai saingan YOL, dan mereka tidak rela jika game ini harus ditutup.

Apa pun yang terjadi nanti, saat ini semua pekerja merasa tidak tenang. Suasana kerja pun menjadi tidak nyaman. Biasanya para pekerja terkadang bercanda sesekali untuk menghilangkan kejenuhan saat bekerja, tapi sekarang hening total sejak aku datang.

"He-hei, mereka datang," seru salah seorang pekerja yang masuk saat aku sedang sibuk memperbaiki program.

Semua yang ada di sini berhenti bekerja, termasuk aku.

"Sepertinya mereka akan melihat kinerja kerja kita. Sebaiknya kita lakukan yang terbaik selagi mereka melihat-lihat."

Kecemasan terlihat dari beberapa rekan kerjaku.

Semuanya mencoba kembali bekerja seperti biasa hingga orang-orang dari perusahaan pembuat YOL datang dan memasuki ruang kerja ini untuk melihat-lihat.

Mereka datang bersama direktur perusahaan ini. Beberapa di antara mereka, ada satu orang pemuda blond yang menarik perhatianku. Aku tidak tahu mengapa, tapi aku merasa orang tersebut memiliki bakat yang luar biasa. Ada seorang gadis berambut merah di samping pemuda blond tersebut. Sisanya empat pemuda yang terlihat biasa-biasa saja menurutku. Diam-diam aku memperhatikan cara pemuda blond dan gadis berambut merah itu berbicara. Dari gaya mereka berbicara, aku merasa seperti mengenal mereka, padahal aku baru pertama kali ini bertemu dengannya.

"Sepertinya kau sangat ahli dalam programmer." Pemuda blond tersebut kini berada di belakangku.

Aku terdiam tanpa menatapinya. Mengherankan. Aku merasa familiar dengan auranya yang begitu khas.

"Siapa namamu?" Sepertinya dia menaruh perhatian padaku.

"Ryo. Saya baru magang di sini beberapa bulan," jawabku sambil mengulurkan tanganku, menjabat tangannya.

"Nama saya Hugo. Ryo, jika kau berminat, apakah kau mau bekerja di tempatku?" Tanpa basa-basi dia langsung menyerahkan sebuah kartu nama padaku.

Rekan-rekan kerjaku terlihat riuh saat Hugo memberikan kartu namanya padaku.

"Oh maaf, jangan salah sangka. Kami kemari bukan karena ingin mengambil pekerja dari sini." Ternyata Hugo menyadari ketegangan yang dirasakan oleh para pekerja. "Kami kemari sesungguhnya ingin mengajak kerja sama dengan perusahaan kalian karena ingin menggabungkan game YOL dengan New World," jelasnya dan tentu saja semua pekerja terkejut, termasuk aku.

"Apa maksud kalian?" Salah satu rekan kerjaku menanyakannya.

"Kami ingin menggabungkan system battle, map, dan character New World dengan YOL. Jika digabungkan, maka jumlah user YOL dan New World akan sama-sama meningkat. Tujuan ini untuk semakin memperbesar nama YOL dan juga nama game kalian. Tentunya margin game ini akan dibagi rata karena YOL dan New World saling mendukung satu sama lain," jelas gadis berambut merah di sampingnya.

Menggabungkan New World dengan YOL? Ini memang kesempatan baik untuk membuat New World semakin dikenal.

"Kami melihat potensi yang sangat besar pada perusahaan ini, terutama kalian, para pekerja." Hugo memuji kerja kami dan membuat rekan-rekanku sedikit tersenyum mendengar pujian tersebut. Kuyakin mereka senang karya rekan-rekanku ini diakui, apalagi diakui oleh Hugo, Chief YOL—aku baru tahu dia chief karena tertulis di kartu namanya.

Setahuku, Chief YOL penuh dengan ide kreatif karena dia membuat event-event yang keren di YOL. Dari informasi yang kuketahui, dia merupakan mahasiswa lulusan sebuah universitas ternama di Indonesia. Sudah itu, dia mendapatkan nilai terbaik yang pernah diraih oleh mahasiswa di universitas itu. Yang lebih hebat lagi, kudengar dia lulus setelah satu tahun belajar di universitas tersebut. Dia mendapatkan julukan jenius dari universitasnya karena waktu belajarnya yang sangat singkat. Tapi sayangnya, dia masih belum memecahkan misteri YOL.

Kuperhatikan Hugo dengan seksama. Selama dia menjelaskan rencana perusahaannya menggabungkan game YOL dengan New World, caranya menjelaskan mengingatkanku pada seseorang. Aku yakin pernah bertemu dengan orang yang memiliki gaya bicara yang sama dengannya, hanya saja aku kurang begitu yakin karena sangat yakin bahwa kami belum pernah bertemu sekali pun.

"…dan hingga saat ini, YOL masih memiliki masalah besar yang belum bisa kami tangani hingga sekarang. Hingga saat ini, kami belum bisa mengontrol system YOL sepenuhnya." Hugo menatapi kami satu per satu. "Kami membutuhkan beberapa orang yang sangat ahli programmer untuk membantu kami membuka kunci yang mengunci system YOL saat ini. Kami tidak tahu kunci apa yang bisa membukanya, tapi yang pasti, ada sebuah kunci untuk membukanya. Jika kunci tersebut belum terbuka, maka kami tidak bisa menggabungkan system YOL dengan New World. Karena itu, kami sangat mengharapkan bantuan dari kalian." Diakhirinya penjelasan yang cukup panjang.

Semua rekan-rekanku tercengang. Kurasa mereka tidak menyangka bahwa YOL juga mempunyai masalah seperti game lainnya. Dulunya aku juga mengira bahwa game YOL adalah game paling sempurna karena tidak banyak mengalami gangguan, tapi aku salah. YOL terlihat sempurna karena selalu dilindungi oleh…

"Riku," gumamku dengan suara kecil.

Hugo langsung menatapiku. Sepertinya dia mendengar ucapanku tadi. Tatapannya seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi diurungkan niatnya.

"Apakah kalian masih memiliki pertanyaan yang ingin kalian ajukan?" Gadis berambut merah tersebut bertanya ulang dan tidak ada balasan. "Jika kalian masih memiliki pertanyaan, tapi enggan menanyakannya sekarang, maka kalian bisa bertanya padaku nanti. Nama saya Azura, got it memorized?" tanyanya sambil menunjukkan jari telunjuk di dahinya. Senyum sinis muncul di wajahnya.

"Waktu kunjungan kami telah habis. Maka kami permisi dulu." Hugo mengundurkan diri setelah melirik jam tangan yang dikenakannya.

Sebelum Hugo keluar, dia menatapiku dengan senyum hangat. "Saya sangat tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini."

Setelah dia pergi, aku baru menyadari siapa dia sebenarnya. Karena sering berbicara dengannya di dunia game, tidak heran aku familiar dengan gaya bicaranya. Tidak salah lagi, dia adalah Cloud.

Senyum kecil muncul di bibirku saat aku menunduk. Sangat tidak kusangka bahwa selama ini aku berbicara dengan seorang jenius yang telah mengelola YOL dengan sangat baik. Tunggu, berarti dia adalah kakak dari Sora;Venira? Pastinya.

Sepulang magang, aku memiliki janji dengan Kai untuk kumpul bersama dengan teman-temanku yang juga teman di YOL. Kami akan berkumpul di sebuah café yang tidak jauh dari tempat magangku.

"Maaf terlambat," kataku saat menarik kursi yang akan kududuki.

"Hei, Ryo, kudengar orang yang bekerja di YOL berkunjung ke tempat kerjamu, ya?" tanya Kai sambil meletakkan cangkir kopi yang baru saja diminumnya. "Apa yang mereka lakukan?"

"Mereka mengajak kerja sama dengan perusahaan tempatku magang," jawabku sambil mengambil sepotong pizza yang masih hangat.

"Kerja sama? Dalam hal apa?" Salah seorang temanku, Asso, bertanya.

"Menggabung YOL dengan New World."

Beberapa temanku tersedak saat mendengarnya.

"Menggabungkan YOL dengan New World!?" seru mereka bersamaan.

Aku mengangguk sambil mengambil minuman soda di meja. "Kurasa akan memakan waktu lama untuk menggabungkannya."

"Karena system YOL belum sempurna?"

"Bukan. Ada hal lain…" Aku tidak meneruskan.

"Apa?"

"Sistem YOL masih belum bisa dikendalikan sepenuhnya."

"Benarkah?

Mungkin bagi teman-temanku ini sulit dipercaya, sama seperti reaksi rekan kerjaku juga.

"Sayangnya, iya. Saat ini, mereka masih mencari cara membuka seluruh system YOL yang terkunci."

"Bagaimana kau tahu, Ryo?"

"Aku tahu karena mereka yang menceritakannya." Kutatapi mereka yang menatapiku dan berhenti menyantap cemilan mereka. "Mengapa kalian berhenti makan?" Giliranku yang bertanya.

"Karena pembicaraan sedang seru."

Sebagian dari mereka menyegir.

"Kira-kira, apa yang membuat mereka tidak bisa mengendalikan seluruh system YOL, yah?"

Mereka mulai melahap makannya kembali.

"Untuk itu… masih misteri," jawabku sebelum meminum soda.

To Be Continued…

Author Note: yay~ TBC! (Slap!) Apakah kalian penasaran dengan kelanjutannya? Jika ya, maka review ya! Hehehehehe… Thanks for your time!

To a reviewer name AkuRia-Gemini: wkwkwkwk, sepertinya Sephiroth memang musuh yang tiada tara. LOL
Hehehehe~ Sephiroth kan keren, jadi harus datang dengan cara yang keren juga! (slap!)
Wah, kenapa Cloud sampai klepek2 gitu ngehadapi Tifa? Apakah karena dia kuat? Heheheheh...
Arigato for reviewing!

To a reviewer name iythos: Hehehehe berhenti di saat mengantungkah? rasanya chapter sebelumnya tidak menggantung deh.
Iyah, base story ini memang KH:coded. Aku sangat suka sekali cerita KH Coded, karena di sana, Data Riku begitu baik pada Data Sora. Tidak seperti hubungan Riku dan Sora di KH1. Bisa dikatakan sesungguhnya Riku di YOL hampir sama persis dengan Data Riku, meski tidak sepenuhnya sama. Thanks sudah review!

To a reviewer name tail-dei-dei-mon: Another Sora yang kumaksud di sini bukanlah Vanitas, karena dari awal hingga akhir cerita aku tidak ada niat memunculkan Vanitas di sini. :D
Weks! Keyblade War yah… (Melirik ke kiri dan ke kanan) untuk sementara masih stuck! LOL
thanks for review!

To a reviewer name ugya-kun gaje: bocoran pasti tetap ada jika ada yang bertanya. XP thanks for review!