" Aku Pierre Sequoia , dulu Roy Morden bilang kepadaku kalau aku saat masih bayi diserahkan kepada keluarga Greilstone untuk jaminan pembayaran hutang ayahku yang kalah main kartu dengan Robertson Morden , aku diperlakukan dengan buruk oleh keluarga Greilstone , mereka memperlakukanku seakan-akan aku ini samsak tinju , aib memalukan dan makhluk yang hina . Aku bisa melihat kekuatanku saat aku berumur 14 tahun dan aku memutuskan untuk menyerang adikku yang kurang ajar , aku membunuhnya dan lari untuk memulai pemberontakanku , aku melarikan diri dari rumah ini dan menjadi buronan polisi "

" Ya ampun ... kamu membunuh adik tirimu lalu menjadi buronan dan datang kesini hanya untuk bertemu denganku " kata Ibunya Pierre

" Semua penderitaan yang aku alami dan usahaku untuk melarikan diri akhirnya tidak sia-sia juga , aku akhirnya kembali ke keluargaku juga " kata Pierre

" Dan bagaimana kamu tahu kalau aku ini ibumu ? " Tanya Ibunya Pierre

" Roy yang bilang kepadaku selama aku berada di pelarian , biasanya malam-malam saat aku dikurung di loteng Roy akan mengunjungiku , ketika ayah tiriku mengetahui kunjungan Roy dia langsung mengambil Shotgun Benezzi Noka , adikku mencoba menghantamkan tinjunya ke arah Roy tapi dia langsung menghantamkan popornya ke hidungnya . Pertarungan itu dimenangkan oleh Roy dan dia mengatakan kalau aku adalah High Mages " kata Pierre

" Jadi ... Kamu itu ... " kata ibunya terbata-bata

" Roy bilang kepadaku kalau ibuku merindukanku , semenjak aku diserahkan ke keluarga Greilstone pertengkaran terjadi dan akhirnya terjadi perceraian , ayahku bunuh diri karena merasa menyesal ... " kata Pierre

" Kamu ... tahu itu ... " kata Ibunya Pierre

Pierre melirik ke foto ibunya yang mengandung

" Ya ampun sayang ! Ternyata kamu kembali lagi ! Mama gak akan menyangka kamu kembali lagi ! " Ibunya Pierre langsung memeluk Pierre dengan erat

" Yah setelah semua usaha ini akhirnya aku bisa kembali ke keluargaku ... " kata Pierre

" Mama mengiramu sudah meninggal sayangku ... " kata Ibunya Pierre

" Mungkin aku tidak meninggal tapi ... " Kata Pierre sambil menyingkap cambang rambutnya

" Aku mengalami luka yang cukup parah , untung ada orang baik yang mengobatiku " lanjutnya , daun telinganya menghilang dan ada kapas yang menutupi telinganya , kapas itu dilekatkan dengan perban dan ada noda berwarna oranye gelap di kapas itu

" Kupingmu ... Ya ampun sayang , separah itukah keluarga Greilstone menganiayamu ?! " Tanya Ibunya yang langsung panik ketika melihat kapas itu

" Sebenarnya ini masih sebagian kecil sih , semuanya sudah disembuhkan di rumah sakit . Saat aku dilarikan kesana aku mengalami patah di hampir semua jari tangan kiri dan kaki kiri , luka parah akibat pukulan benda tumpul di dada kiri , telinga kiri yang teriris , luka sobek di pipi kanan dan paha kiri " kata Pierre

" Ya tuhan anakku tersayang dianiaya separah ini ... " Ibunya mulai menangis

" Tolong jangan menangis , itu luka akibat pertarunganku melawan pihak polisi , orang suruhan dan keluarga tiriku " kata Pierre sambil melap air mata ibunya

" Mama tidak menyangka kamu sekuat itu Pierre sayangku ... " Ibunya Pierre memeluk anaknya kembali dan membelai kepalanya

" Dan untuk motor skuter yang kamu naiki itu dapat darimana ? " Tanya Ibunya

" Aku curi dari adik tiriku yang kubunuh " jawab Pierre

" Kamu bunuh adik tirimu sendiri ? " Tanya Ibunya Pierre

" Aku tidak ingin bunuh dia , aku hanya ingin memuluskan pelarianku tapi aku tidak sengaja mengeluarkan cahaya ungu yang keluar dari tanganku yang tiba-tiba mengeluarkan sebuah lambang aneh . Aku mengira itu adalah Magic untuk melumpuhkan musuh jadi aku langsung mengambil kunci motor dan melarikan diri dari rumah keluarga Greilstone " jawab Pierre

" Kamu sepertinya punya bakat untuk menjadi Mage , kamu itu memiliki darah High Mages dalam tubuhmu tapi kamu belum bisa mengendalikan Magic dengan baik , kamu sepertinya harus belajar di Magic Academy " kata ibunya Pierre

" Berarti semua kata Roy itu benar , aku ini High Mages " kata Pierre

" Tentu saja Pierre tersayang , dia sepertinya bisa membantumu mengendalikan dan menggunakan Magic dengan baik . Yang penting kamu jadi anak yang baik ya ... " Perlahan-lahan suara ibunya mulai menghilang bersama dengan sosoknya yang ada di depannya , cangkir teh itu isinya menghilang ke dalam bagaikan disedot oleh penyumbat bak mandi yang terbuka

" Apa yang ... terjadi ... ? Mama ? Itu ... Hantu ? " Kata Pierre tidak percaya dengan penampakan ini

Sekarang rumahnya terasa sepi dan dia mendengar Ringtone HP miliknya yang berbunyi , Pierre mengambil Handphone miliknya dan melihat isi Handphone miliknya , ada sebuah SMS dari Roy

##########

Sender : Roy

Maafkan aku Pierre , sebenarnya ibumu telah meninggal dalam tragedi lima tahun yang lalu . Aku berbohong kepadamu tentang ibumu supaya kamu memiliki keberanian untuk memberontak dari Greilstone dan kembali ke Winter City , jika aku jujur kepadamu maka kau tidak akan berusaha kembali lagi ke sini dan terus menderita bersama mereka . Kau punya bakat untuk menjadi Magic Swordsman , pedang keramatmu ada di lantai bawah tanah tepatnya ada di bawah sofa

##########

" Jadi mama sudah meninggal ? Dan dia bicara tentang pedang keramat ? " Tanya Pierre sambil melihat sofa di rumahnya

Dia kemudian menggeser sofanya dan membongkar lantai rumahnya , dia melihat sebuah Elevator mini yang muncul di depannya , Elevator mini itu hanya muat satu orang saja

" Elevator dalam rumah ? Serasa film Superhero nih " Kata Pierre sambil memasuki elevator itu

Elevator itu turun ke ruangan bawah tanah , setelah itu Pierre keluar dari elevatornya . Dia melihat sebuah pedang hitam keunguan yang disimpan dalam kotak kaca yang berada di atas pilar kayu yang tingginya sedadanya Pierre

Pierre mendekati kotak kaca itu dan begitu dia mendekatinya kotak kaca itu pecah menjadi ratusan ribu bagian yang berbentuk seperti debu dan pecahannya jatuh berserakan

" Mengapa kotaknya pecah sendiri ? " Tanya Pierre sambil mengambil pedang itu , begitu dia memegang pedang itu sebuah lambang sihir berwarna ungu tua menyala di tangannya

" Ada apa dengan tanganku ? " Tanya Pierre

Pierre kemudian berpose dengan pedang itu . Mulai dari pose biasa , mengacungkan pedang , pose senyum , pose Riki kayang dan pose Pudge breakdance

Setelah mencoba berbagai pose biasa sampai yang aneh-aneh Pierre mencoba menyerang dengan pedang itu , Pierre maju dan menebas udara dengan pedangnya

" Sepertinya aku keren juga , aku jadi mirip tokoh utama di Anime favoritku " kata Pierre

" Yume de takaku tonda karada wa Donna fuan matotte mo furiharatte iku Nemuru chiisa na omoi hirogaridashite Kizuku yowai watashi kimi ga ireba ... Kurai sekai tsuyoku ireta Nagai yume miru kokoro wa sou eien de ... I wanna always be with you I'll give you everything I have ... " Pierre menyanyikan lagu kesukaannya sambil membawa pedang itu dan menaiki elevator mininya

Sedangkan di jalanan yang berada di depan rumahnya Pierre itu ada Luna dan Silvia yang sedang melewati rumahnya Pierre dengan motor skuternya yang melaju pelan , setelah melewati rumah Pierre mereka berdua berhenti di sebuah lampu merah yang berada di perempatan , beberapa saat kemudian sebuah mobil van merah berhenti juga di sebelahnya

" Willy bilang kepadaku dia akan belikan aku hewan peliharaan baru " kata Luna

" Wah bagus dong , aku juga ingin hewan peliharaan juga . Kamu seharusnya minta anjing saja , dia kan mengerti perasaanmu " balas Silvia

" Anjing kan mahal " kata Luna

" Nggak kok , anjing di Botsweni itu murah " sahut pengemudi van yang berkulit kecoklatan itu

" Tuh Luna , kamu minta Willy beliin anjing di ... Botsweni ? Botsweni itu kan ... kamu gak usah beli anjing di Botsweni , anjing disana kan jadi makanan " kata Silvia

Ternyata Luna masih baper soal anjing di Botsweni yang jadi makanan

" Tenang aja , kita nggak makan anjing yang di Pet Shop itu " Kata orang berkulit kecoklatan

" Lampunya udah ijo Sil , kita pergi aja deh " kata Luna

Kemudian Motor skuternya Silvia berbelok ke arak kanan setelah lampu hijau menyala

" Kamu gak apa-apa kan Luna ? Kamu baik-baik aja kan ? " Tanya Silvia

" Aku baik-baik aja kok " jawab Luna

" Ngomong-ngomong soal hewan peliharaan kamu ingin memelihara hewan apa ? " Tanya Silvia

" Anjing , aku kepengen punya anjing " jawab Luna

" Kenapa gak kucing aja ? Anjing itu berisik . Lebih baik kamu pelihara kucing aja deh kayak Bob kucing penjaga perpustakaan itu " Kata Silvia

" Kucing itu pemalas tahu , mereka nggak bisa diajak jalan-jalan . Kerjanya tidur melulu ... " jawab Luna

Saat itu tiba-tiba sebuah mobil meluncur kencang dari lajur kanan dan berbelok ke lajur kiri , untuk menghindari tabrakan Silvia membanting stangnya ke kiri ( gak bisa banting setir , ini skuter bukan Stanforde Stallion )

" Silviaaaaa ! Awas ! " Teriak Luna

Sayangnya Motor Skuternya Silvia menabrak tiang listrik , orang yang sedang menempelkan stiker iklan jual char sempat kabur tunggang langgang dan stikernya terlalu nanggung buat copot

Silvia dan Luna terjatuh dari motor skuternya dan stiker iklan Jual Char yang hampir copot itu copot juga dan nemplok di mukanya Luna

TBC ...

Kenapa Pierre nyanyi Crossing Field ? Soalnya Pierre itu Magic Swordsman dan Magic Swordsman suka disama-samain dengan Kirito