Fanfiction
Title : Kehidupan Baru Boruto
Chapter : 37
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T+
Genre : Romance & Drama
Pairing : Uzumaki Boruto & Uchiha Sarada
Warning : OOC Yg Berlebihan, TYPO, EYD dan bahasa yg hancur, AU.
::==::==::
:
:
:
"Ada perintah dari komandan. Jika tidak di perlukan, jangan pernah lepas zirah kalian untuk keamanan kalian sendiri. Kita berada di hutan. Bisa saja ada ular ataupun hewan buas lainnya. Bisa jadi juga kita bertemu dengan tim patroli militer Ame," ucap Sarah.
"Sekarang kita makan. kalian pasti lapar. Mari kita rebus air untuk memakan bekal yang kita bawa. Aku penasaran sama rasa nasi ransum kering ini," ucap Boruto.
"Beristirahatlah hari ini. Besok kita akan mulai menjalankan rencana kita dan kemungkinan kita juga akan siap tempur," ucap Sarah
:
:
:
Keesokan paginya, Boruto pun menjalankan rencana yang telah mereka susun sebelumnya. Tim A segera berangkat menuju lokasi pengamatan gerbang utama Amegakure yang di kenal ketat dan memiliki status keamanan tingkat tinggi. Kemudian Tim B di kerahkan menuju lokasi pengintaian bandara untuk memantau aktivitas penerbangan dan pendaratan pesawat.
Tak mau tinggal diam, Tim C dan D pun segera meninggalkan zona aman untuk memantau keadaan kota ame. Di bandingkan tugas tim A dan B, tugas Tim C dan D lebih berat dan melelahkan karena mereka harus berkeliling sambil memantau keadaan kota dari seberang sungai. Bahaya pun selalu mengintai mereka. Musuh bisa saja tiba-tiba menembakkan sebuah peluru sniper kearah mereka jika sampai ketahuan.
Sementara yang lain pergi, Sarah dan Boruto pun mempersiapkan segalanya untuk penyerangan. Boruto pun terkadang berkeliling untuk memastikan keamanan camp mereka agar tidak di ketahui musuh. Saat Boruto berpatroli, Sarah menyiapkan air untuk di masak sambil menjaga alat komunikasi jika sewaktu-waktu salah satu tim menghubungi Boruto.
Siang hari mereka tidak pulang untuk makan. mereka telah membawa sebuah bekal berupa sebotol air dan beberapa keping biskuit khusus. Makan satu saja, mereka bisa menahan lapar hingga sore. Apalagi 5, bisa kekenyangan mereka. Begitu matahari sudah mulai terbenam, mereka pun kembali ke camp untuk menyantap makan malam dan beristirahat.
Keesokan harinya lagi, mereka melakukannya lagi. Kali ini Boruto tidak berpatroli karena ia harus 24 jam berada di depan alat komunikasi. Suasana siang begitu mencekam. Keamanan kota Ame semakin di perketat. Boruto yakin jika hari ini adalah hari di mana Si Bayangan Hitam akan tiba di Amegakure. Maka dari itu, Boruto meminta tim A dan B untuk bekerja ekstra dalam memantau. Untuk menjaga agar energi mereka tetap terjaga, mereka membawa air dan biskuit dalam jumlah yang lebih banyak.
Boruto harus sebisa mungkin menghindari kelaparan saat akan memulai penyergapan. Oleh karena itu, ia harus menyiapkan makanan begitu para prajuritnya kembali ke camp begitu target telah tiba di Amegakure.
Sore hari sekitar pukul 3. Beberapa pesawat dari siang sudah mulai lalu lalang di bandara namun tim pemantau tak mendapati seorang pun anggota mafia di bandara. Dan tak lama kemudian, Boruto mendapati laporan jika sebuah rombongan mobil berwarna hitam sedang melaju dengan cepat menuju gerbang utama Kota Ame.
"Kalian yakin jika itu mobil Mafia?" Tanya Boruto lewat telepon.
"Ya, kami yakin. Itu mobil hitam dengan garis warna merah yang melintang dari ekor hingga kepala mobil. Tapi kami belum tahu apakah ada Target di dalam mobil itu," ucap ketua tim A.
"Itu memang mobil Mafia. Beri tahu perkembangan secepatnya. Dan tim yang lain, bersiaplah kembali. tim C dan D segera berjalan kembali. tim B, bertahanlah sebentar," ucap Boruto.
"Kapten, mereka telah tiba di depan gerbang. Sejauh ini yang kulihat adalah beberapa orang yang keluar dari mobil berpakaian jas hitam dan dasi berwarna merah. Sepertinya memang benar mereka adalah Mafia. Oh dan di tengah rombongan mobil tersebut ada sebuah mobil yang sepertinya di jaga dengan ketat. Samar-samar aku melihat sosok yang duduk di dalam dengan tenang," ucap ketua tim A.
"Itu mereka, cepat semua tim kembali. kalian segeralah kembali dan makan. aku dan Sarah akan menyiapkannya. Setelah makan, malam ini kita akan mengrebek tempat rapat itu," ucap Boruto dengan nada keras.
Boruto lalu memutuskan panggilan dan segera menghubungi markas pusat.
"Laskar Sakhuri 5 kepada markas. Target telah tiba di depan gerbang kota Ame. Aku minta kalian untuk segera mencari tahu lokasi rapat," ucap Boruto.
"Kami akan menghubungi Techconnec untuk memantau rombongan itu. Tetap on di saluran ini untuk perkembangan selanjutnya,"
Boruto dan Sarah pun mulai menyiapkan makan. Beberapa menit kemudian tim C dan D tiba dengan sedikit kelelahan karena mereka berlari. Beberapa menit kemudian, Tim A dan B pun tiba dan dengan kondisi kelelahan.
"Beristirahatlah dan makan. malam ini setelah markas mengirim koordinat tempat pertemuan itu, kita akan bergerak meninggalkan tempat ini. Jadi setelah makan, kita menyimpan semua barang-barang ini kembali ke dalam mobil," ucap Boruto.
::==::==::
Malam harinya, sekitar pukul 7 malam. Markas pusat telah mengirim koordinat tempat pertemuan itu pada GPS mobil Boruto. Malam mungkin adalah waktu yang buruk untuk menembus wilayah dengan penjagaan ketat 24 jam. Apalagi sedang berlangsung sebuah pertemuan penting di dalamnya.
Tapi, Boruto mengambil semua resiko karena Cuma malam inilah kesempatan mereka untuk melakukan aksi penangkapan Si Bayangan Hitam. Mereka melewati jalan yang sebelumnya telah mereka buka. Memerlukan waktu beberapa menit untuk bisa sampai di jalan di mana mereka menemukan gergaji mesin.
Karena mereka melewati jalan yang mereka lalui sebelumnya untuk menuju camp ini, mereka terpaksa harus berjalan menjauhi kota Ame. Otomatis saat ini mereka masih 7 kilometer lagi dari kota Ame. Dengan kecepatan tinggi dan penuh siaga, mereka pun melajukan mobil ke arah gerbang utama kota Ame.
Sniper dengan peluru bius pun mulai membidik para penjaga dari kejauhan. Kondisi gelap sedikit menyulitkan mereka. Namun syukurnya Sniper mereka di lengkapi thermal panas sehingga tetap dapat mendeteksi musuh walau di kegelapan.
Berhubung gerbang tersebut hanya terbuat dari kawat dan besi yang kurang kuat. Setelah seluruh penjaga di gerbang tumbang oleh tembakan sniper dari kejauhan mereka pun melaju dan menabrak gerbang tersebut. Berhubung peluru bius telah habis, mereka terpaksa memakai peluru asli untuk membalas serangan para penjaga yang kebetulan baru keluar dari sebuah bangunan.
Kondisi kota yang masih ramai sempat membuat sebuah kegaduhan dan kepanikan para warga sipil yang kebetulan berada dan sedang lewat di dekat gerbang utama. Beruntung bagi Tim Boruto karena musuh tak sempat memanggil bala bantuan sehingga keberadaan mereka di kota tetap terjaga.
Namun, bukan berarti penyerangan serta penembakan di gerbang utama tidak di ketahui oleh ketua PAIN. Ada seorang warga yang kebetulan melihat kejadian itu yang dengan berani melapor. Sehingga, keamanan kota semakin di perketat. Dan syukurnya tak seorang pun tahu jika penyerangan yang dilakukan Boruto ini untuk menangkap Si Bayangan Hitam di tempat pertemuan. Memang hal ini terjadi karena tak seorang warga sipil tahu jika ada sebuah pertemuan besar di kota mereka. Para warga hanya tahu bahwa penyerangan yang dilakukan Boruto ini adalah ulah militer kota lain yang ingin menangkap ketua PAIN.
"Kita pasti akan kesulitan untuk menangkap Si Bayangan Hitam selanjutnya. Mereka pasti sudah dapat informasi kalau gerbang utama di bobol oleh kita," ucap Sarah.
"Ya, kemungkinan mereka sudah tahu. Tapi kemungkinan juga mereka tidak tahu kalau Sakhurilah yang menyusup. Kita memakai model zirah terbaru dan mobil yang kita tumpangi ini juga desain terbaru dan tidak ada ciri-ciri Sakhuri. Musuh pasti akan mengira kita militer dari kota lain," ucap Boruto.
"Kau benar juga Boruto. tak kusangka kau lumayan pintar menghadapi situasi seperti ini. Kau tetap bisa berpikir positif," ucap Sarah.
::==::==::
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di jarak 200 meter dari pagar yang mengelilingi tempat pertemuan tersebut. Itu adalah sebuah gudang besar berukuran sekitar sebuah stadium bola international. Gudang itu di kelilingi oleh pagar kawat yang tinggi. Namun penjagaan Cuma ada di gerbang dengan 2 menara pengawas. Sementara di setiap sudut juga ada menara pengawas namun tak ada orangnya.
"Sama sekali tidak ada penjaga yang menjaga sisi kiri, kanan dan belakang gudang ini. Cuma bagian depan saja," ucap seorang prajurit di mobil yang berada di samping mobil Boruto.
"Bagiku ini bukan hal aneh. Rapat ini adalah rapat rahasia dan bahkan tidak ada penduduk kota yang mengetahuinya. Tempatnya bahkan begitu terpencil dan gudang ini sepertinya merupakan gudang bahan bakar gas. Aku yakin ada alasan tersembunyi mereka memilih gudang seperti ini," ucap Boruto.
"Ya, di lihat dari pertahanannya, sangat tidak ketat. Kemudian gudang Elpiji, dan tempatnya jauh dari kota karena memang ini gudang elpiji yang berbahaya dan rentan ledakan jika berada di kota. Namun yang buat aku tidak habis pikir, kenapa Si Bayangan Hitam mengelar rapat penting di tempat yang berbahaya seperti ini? Apa mereka tidak sayang nyawa mereka jika sampai gudang ini meledak?" Ucap Sarah.
"Aku yakin ada alasan makanya mereka memilih spot seperti ini untuk menggelar rapat. Tempat seperti ini pasti sulit di percaya sebagai tempat rapat orang terpenting di sebuah kelompok. Kemudian penjagaan yang tidak ketat seperti ini pasti juga sulit di percaya sebagai tempat menggelar rapat penting. Aku yakin itu alasannya mereka membuat rapat seperti ini di tempat ini," ucap Boruto.
"Sekali lagi kau benar Boruto. tapi untuk memastikan bahwa memang di dalam adalah tempat pertemuan itu berlangsung, kita harus menyusup. Sekalian jika memang ada, kita lakukan penyergapan. Tapi sebelumnya kita perlu rencana. Ini akan menjadi misi yang panjang dan penuh dengan penjelasan," ucap Sarah.
::==::==::
Setelah beberapa menit menjelaskan rencana penyusupan, akhirnya mereka bergerak. Tim A bergerak menuju sisi kiri gudang sementara Tim B sisi belakang. Tim D dan Boruto serta Sarah akan tetap berada di sisi Kanan menunggu semua berada di posisi. Tim C memiliki tugas yang lebih berat. Yaitu menyerang gerbang masuk gudang untuk mencari perhatian sehingga musuh berpusat pada tim C.
Begitu terdengar suara tembakan dari tim C, Tim A, B, dan D pun menggunting kawat agar mereka dapat masuk dengan berjalan kaki. Boruto dan Sarah mengikuti tim D untuk masuk melewati sisi kanan. Tim A memasuki gudang melewati sisi Kiri sementara tim B memasuki gudang melewati sisi belakang.
Tujuan utama dari tim A, B dan D adalah mencari perhatian untuk mengumpan musuh agar keluar sebanyak-banyaknya dari dalam gudang. Sementara itu Boruto dan Sarah akan masuk ke dalam gudang melewati atap kemudian memasuki Plafon dan mencari tempat ruang pertemuan itu dari plafon.
Mereka merangkak di atas langit-langit gudang tersebut atau yang biasa di sebut dengan nama plafon. Dan tak lama kemudian mulai terdengar suara tembakan yang menandakan bahwa tim yang lain sudah mulai beraksi. Boruto pun hanya bisa berharap tak ada seorang pun yang bertindak di luar perintah dan membahayakan nyawanya.
Mulai terdengar suara gaduh dari dalam gudang. Anggota Mafia bersenjata pun berlari keluar dari sebuah ruangan. Boruto yang mengintip dari sebuah celah pun segera mendatangi ruangan yang di duga merupakan tempat rapat itu.
"Sarah, kesana," bisik Boruto.
"Ini sebenarnya gudang atau rumah mewah. Kenapa bagian dalamnya tak terlihat seperti gudang. Ini seperti sebuah kantor," ucap Sarah.
"Kita bahas nanti saja. Nanti kita ketahuan," bisik Boruto.
Begitu tiba di ruangan yang di maksud, Boruto berusaha mencari sebuah celah. Sarah pun terlihat mencari sebuah celah. Dan begitu Sarah menemukan sebuah celah di tengah, ia segera memberi kode pada Boruto.
Yang mereka lihat di bawah celah tersebut ialah sebuah meja berbentuk bundar yang besar dan di kelilingi kursi yang di duduki orang. Ada sebuah kursi yang nampak begitu mewah dan sedang di duduki oleh seseorang yang memakai sebuah masker dan kaca mata yang duduk di kursi mewah itu.
"Si Bayangan Hitam!" Ucap Boruto dengan nada kaget dan pelan.
"Apalagi sekarang? Apa ada yang menyerang kita?" Tanya Bayangan Hitam.
"Maaf tuan. Sepertinya iya. Ada yang menemukan kita. Mereka sepertinya pasukan Sakhuri karena mereka memakai zirah," ucap seorang wakil Bayangan Hitam.
"Apa saja yang sudah Havur katakan pada mereka. Sakhuri terlalu mencampuri urusan kita. Jika begini terus, rencana mata bulan kita tidak akan pernah terlaksana. Dan apalagi saat ini Techconnec sudah semakin kuat. Semakin sulit untuk merebut Techconnec pusat," ucap Bayangan Hitam dengan nada keras.
Walau samar-samar karena tertutup masker, Sarah merasa bahwa ia familiar dengan suara dan nada bicara itu.
"Huh, mereka membuatku marah. Dulu mereka membawa lari putra Naruto ke markas mereka. Dan semenjak itu, kondisi kita terpuruk apalagi keberadaan putri Sasuke Uchiha itu semakin sulit di temukan. Dan sekarang Sakhuri menyerang kita. Aku sudah muak, keluarkan senjata curian itu dan tembaki prajurit Sakhuri hingga mati," ucap Bayangan Hitam sangat marah dan melepas kaca matanya.
Sarah dan Boruto langsung panik begitu mendengar kata senjata curian akan di tembakan ke prajurit mereka. Karena itu mereka langsung mengangkat kepala dan berusaha meraih HT mereka untuk menghubungi prajuritnya.
"Tenang tuan. Kami akan membunuh mereka semua. Aku sudah mendatangkan puluhan pasukanku ke sini. 2 di antaranya membawa senjata curian tersebut dan sebuah RPG. Kita akan membuat mereka menyesal berada di kota ini," ucap pemimpin PAIN.
Karena panik, Boruto pun langsung berbicara dengan keras "SEMUA TIM KEMBALI KE MOBIL MASING-MASING DAN PERGI DARI TEMPAT INI...! Kita bertemu di persimpangan Konoha-Amegakure. Jangan menunggu kami..!" Teriak Boruto.
Sarah pun hanya bisa panik mendengar Boruto berbicara dengan keras.
"Hey, siapa yang di atas," ucap pemimpin PAIN lalu mengeluarkan senjata Mitraliurnya dan menembaki atap dengan brutal.
Karena kaget, Boruto dan Sarah pun segera memakai helm mereka kembali dan merangkat dengan cepat. Berkali-kali peluru tersebut mengenai zirah Boruto. "Semua tim cepat pergi dari kota Ame. Musuh mengirim puluhan bantuan bersenjata lengkap dan bisa membunuh kita," ucap Boruto sambil berjalan seraya merunduk.
Mereka pun ke atap dan memperhatikan situasi sekitar. Begitu mendapati posisi mobil mereka, mereka pun segera turun dan berlari ke arah mobil mereka. Namun mereka kurang beruntung. Begitu mereka keluar dari pagar, seorang musuh membidik mereka dengan RPG.
Namun nasib baik masih ada pada diri mereka. Tim D yang kebetulan belum meninggalkan membantu melindungi Boruto dan Sarah. Seorang dari mereka membidik RPG itu dengan sniper. Akibat tembakan itu, RPG itu pun meledak. Mendengar ledakan itu, Boruto sempat panik karena mengira akan di susul oleh ledakan yang besar. Tapi ternyata tidak.
"Kapten, anda tidak apa-apa?" Tanya ketua tim D.
"Ya, aku tidak apa-apa. Kenapa kalian meledan RPG itu. Bisa saja ledakan itu meledakan gas-gas elpiji di dalam gudang dan akan membuat kita semua mati," ucap Boruto.
"Tidak kapten. Di dalam kosong. Kami tadi sempat masuk dan tidak menemukan sebuah tabung pun," ucap ketua tim D.
"Dan kenapa kalian tidak pergi?" Tanya Boruto.
"Karena kami yakin anda perlu bantuan," jawab ketua tim D yang sebenarnya namanya adalah Indra. Orang yang pernah bersama Boruto saat di tugaskan untuk mengawal Presiden.
"Hey, kita harus pergi cepat. Musuh dalam jumlah besar dengan senjata berbahaya sedang mengarah ke sini," ucap Sarah.
"Indra, masuklah bersama kami. Kami butuh bantuan untuk menembak musuh dari mobil kami. Semua ayo tinggalkan kota ini dan susul tim Yang lain. Semoga mereka selamat," ucap Boruto lalu menginjak gas mobil dengan kuat.
::==::==::
Boruto melajukan mobilnya dengan cepat ke arah gerbang utama. Saat mereka hendak berbelok ke sebuah persimpangan yang menuju gerbang utama, mereka ternyata kurang cepat karena mereka sudah di kejar oleh sekitar 12 mobil musuh dengan senjata lengkap.
Sarah pun membuka bagian atas mobil dan mengeluarkan senjata lalu menembaki musuh. Indra pun turun membantu. Tim D yang berada di depan pun melakukan hal yang sama. Musuh benar-benar serius untuk membunuh mereka. Beberapa kali RPG di luncurkan untuk meledakan Boruto dan timnya namun selalu meleset.
"Sarah, gunakan senjata yang dapat membuat kaku saraf musuh," ucap Boruto.
"Tidak bisa Boruto. mereka tidak basah. senjata itu hany berlaku jika mereka basah karena efeknya akan lebih baik," ucap Sarah.
Sarah pun berusaha terus menembaki dengan sebuah senjata terkuat yang ada saat ini di mobilnya. "Indra, ada sebuah Bom di mobil ini. Carilah dan lempar ke arah mereka," ucap Sarah.
"Baik," ucap Indra.
Tak lama kemudian 5 granate pun di temukan dan di lempar oleh Indra. Hasilnya hanya menghancurkan sekitar 2 mobil saja. Namun hal itu tentu membuat musuh marah dan menembaki mereka dengan senjata curian tersebut.
Beberapa peluru pun mengenai zirah Sarah. Dan salah satu bagian yang terkena salah satu peluru yang mengenai zirahnya pun nambak cekung ke dalam. "Apa ini senjata itu," ucap Sarah lalu perlahan masuk kembali ke dalam.
"Boruto, mereka menembak kita dengan senjata curian itu. Persenjataan kita kalah dari musuh," ucap Sarah.
"Cih, Ambil kendali Sarah. Aku mau ambil Minigun di bagasi depan. Indra, tolong lindungi Aku," ucap Boruto lalu membuka pintu dan dengan cepat menuju bagasi depan biasanya untuk mesin. Namun di mobil ini, mesin berada di belakang.
Cukup kesulitan memang. Boruto harus menginjak sepatbor depan dan memastikan bahwa ia tidak sampai menyentuh aspal. Kemudian membuka bagasi tersebut dan mengambil Minigun. Boruto meminta Indra untuk membuka bagian atap Mobil. Lalu ia naik ke atas dan masuk lewat atap mobil.
"Senjata ini masih terkunci. Aku perlu obeng," ucap Boruto.
"Ini kapten. Syukur aku membawa pisau lipat yang ada obengnya," ucap Indra seraya memberikan pisau lipat itu.
Dan tak berapa lama kemudian, Boruto pun mulai menembaki musuh dengan minigun yang ada di tangannya. Dulu kalian pernah menembak kami dengan Minigun. Sekarang kami yang menembak kalian, hahahaha," ucap Boruto bersemangat sambil menembak ria mobil-mobil musuh.
Tembakan Boruto menyebabkan 5 buah mobil musuh kehilangan kendali dan menabrak pohon di pinggir jalan. Namun musuh pun menembak ban mobil Boruto menyebabkan Sarah kehilangan kendali beberapa saat. Namun karena hal itu, Minigun yang di pegang Boruto terlapas dan jatuh lalu kelindas oleh mobil-mobil musuh.
"Sial, kita tidak punya senjata kuat lagi,"
Karena ban telah pecah, kecepatan pun berkurang. Tim D pun melindungi Boruto dengan berada di samping Mobil Boruto. Salah satu mobil musuh berhasil mengejar dan menyenggol Mobil Boruto yang menyebabkan Sarah kehilangan kendali lagi. Boruto pun dengan segera mengambil alih mobil dan mengendalikannya.
Mobil tim D pun mendekati mobil kapten dan menembaki mobil yang menyenggol tadi hingga seluruh penumpangnya tewas. "Kapten, masuklah kemobil kami. Dengan kondisi mobil seperti itu, kalian tidak mungkin bisa berjalan dengan cepat," ucap si pengemudi.
"Baik, tapi aku yang mengemudi, kalian yang menembak. Indra, Sarah. Oper semua senjata dan amunisi di mobil kita ke mobil sebelah. Setelah itu kalian masuklah ke sana, aku akan menyusul," ucap Boruto.
"B-baik," ucap Sarah.
Selama memindahkan barang yang ada di mobil kapten, tim D berusaha melindungi proses pemindahan tersebut. Dan tak lama kemudian, Indra dan Sarah pun telah berada di mobil sebelah. "Boruto, ayo mumpung mereka masih jauh di belakang," ucap Sarah.
Boruto berusaha menyelaraskan kecepatan mobil dengan mobil sebelah. Syukurnya mobil ini telah di rancang untuk situasi seperti ini sehingga ada mode mempertahankan kecepatan otomatis melalui mode autodrive. Begitu jarak dan kecepatan telah sempurna, Boruto pun segera berpindah ke mobil sebelah.
Tanpa buang waktu, Boruto mengambil alih kemudi sementara yang lain pun menembaki musuh. Mobil yang berjalan tanpa supir itu pun berjalan lurus hingga menabrak pohon saat jalanan menikung. Boruto pun dengan mobil milik Tim D melaju dengan cepat bahkan musuh kesulitan mengejar.
Namun, sebuah peluru RPG di luncurkan ke arah mobil Boruto.
Boom!
Sisi kiri belalang mobil pun terkena ledakan. Kaca mobil pun retak akibat efek ledakan. Mobil sempat terangkat bagian belakangnya karena ledakan itu. Dan lebih parahnya lagi posisi mobil miring 40 derajat ke kiri dari posisi semula. Syukurnya Boruto berhasil mengendalikan mobil sehingga mobil tetap berjalan lurus. Boruto membelokan setir mobil ke kanan yang menyebabkan mobil tetap dapat berjalan lurus walau posisinya miring.
Di butuhkan waktu dan keterampilan jika ingin mengembalikan mobil ke semula. Namun Boruto tak memiliki itu semua. Tangannya pegal, kakinya juga pun pegal. Ini karena saat melakukannya ia harus memegang setir dengan tangan satu dan tangan lainnya memegang gigi mobil dan kakinya secara aktif menekan rem dan gas secara bergantian agar mobil tetap berjalan seimbang hingga posisinya kembali lurus. Namun Boruto tak memiliki waktu dan keterampilan itu sehingga ia cukup kelelahan.
Musuh tak berhenti. Musuh kembali menembakkan peluru ke semua ban mobil yang dapat mereka bidik. Hancurnya ban kiri depan dan kiri belakang menambah beban Boruto dalam mengendalikan mobil. Ia pun terpaksa menghentikan mobil dari pada mereka harus kehilangan kendali dan menabrak pohon.
"Kita lawan mereka!" Seru Boruto.
Namun, musuh kembali membidik mereka dengan RPG. Kali ini ada 2 musuh yang membidik mereka dengan RPG.
"RPG, tinggalkan mobil!" Seru Boruto lalu membuka pintu dan keluar dari dalam mobil. Anggotanya yang lain pun mengikuti.
Suara roket membelah angin pun terdengar begitu mengerikan di telinga Boruto dan timnya. Jarak mereka saat ini masihlah jarak yang rawan. Salah satu roket mengarah ke pintu mobil yang terbuka. Intinya, roket itu mengarah ke bagian dalam mobil. Ledakan besar pun tak mungkin bisa di tangkal lagi.
Efek ledakan itu membuat Boruto beserta timnya yang sedang panik untuk menjauhi mobil pun terpental hingga 3 meter dari posisi terakhir. Tak ada yang bersama-sama, semua terpisah. Sarah beserta anggota tim yang lain nampaknya pingsan. Sementara Boruto sempat melakukan gerakan mengangkat kepala dan menggerakkan tangannya.
Musuh pun mendekati mereka. "Kalian begitu menyusahkan. Kalian akan membayar karena telah membuat kerusuhan di kota Ame," ucap seseorang yang sepertinya kapten musuh dari PAIN. Ia pun berniat membuka helm Boruto seraya mengarahkan pistol ke kepala Boruto.
"Kau sepertinya adalah anggota pain," ucap Boruto susah payah.
"Ya, aku adalah ketua tim pengejar. Kau sudah mencari masalah dengan kami, para PAIN yang melindungi kota Ame," ucapnya lagi seraya berusaha melepas helm Boruto.
Boruto yang nampaknya kelelahan pun akhirnya pingsan setelah mengucapkan sebuah kata "Kalian hanyalah sekelompok teroris. Kalian dan Mafia sama saja. Kalian tidak akan pernah bisa membunuhku. Aku di inginkan." Boruto pun langsung pingsan setelah itu.
Orang yang hendak membuka helm Boruto itu pun di buat marah oleh perkataan terakhir Boruto. ia pun segera menempelkan pistolnya pada kepala belakang Boruto kala helm itu sudah terlepas. "Mati saja kau brengsek, atas dasar apa kau yakin aku tidak bisa membunuhmu," ucap orang itu dengan kesal sembari menarik pelatuk.
Pelatuk pun di tarik namun tak menimbulkan bunyi apapun. "Cih, senjata usang bodoh. Kau sangat beruntung," ucap orang itu lagi lalu mengambil sangkurnya dan hendak menikam kepala belakang Boruto.
Namun saat sangkur itu menyentuh kepala Boruto, sebuah peluru pun mengenai telinga orang itu. "Sial," teriaknya sambil melihati arah cahaya mobil yang sedang melaju ke arah mereka.
3 buah mobil sedang melaju dengan cepat ke arah musuh atau lebih tepatnya Boruto. peluru-peluru pun di tembakan agar musuh mundur. Namun, orang itu atau ketua tim pengejar musuh yang masih kesal pada Boruto pun membawa Boruto pergi bersamanya untuk kabur.
"Mereka membawa lari seorang anggota Sakhuri. Selamatkan dia, jangan sampai mereka membawanya memasuki kota Ame," teriak seseorang perempuan dari mobil paling depan. "Aku akan mengejar mereka dan menyelamatkan orang itu semampuku. Kalian urus anggota Sakhuri yang pingsan atau mati itu," ucap seorang laki-laki di mobil belakang.
:
:
:
To Be Continued
Tak ada yang ingin di bicarakan di chapter ini.
Jika ada yang memberi review untuk chapter 37, akan saya bahas di chapter 39. Soalnya chapter ini saya masukan ke documen manager Fanfiction bersamaan dengan chapter 37.
