"Kau cukup pintar sebagai murid" Kogitsunemaru memecah keheningan, tanpa aba aba mulai menyongsor maju..
Satu tendangan tiga pukulan ditepis dengan mulus. Tsurumaru menyeringai tajam
"Kau tau sensei? Semakin tua seseorang, semakin lemah tenaganya"
BRAAAKKK
ah kena
"Namun sepertinya kau tidak".. Ujung bibir itu dialiri darah
"Dahulu kala.. Di sebuah benteng kecil.. Sebuah keluarga besar hidup bahagia "
Amber menatap tajam, mulai mendongeng seperti biasa ia lakukan pada monoyoshi
Babunya
"Seorang pemuda menyebalkan hidup diantaranya... Menyukai saudaranya sendiri"
BRAAAKKK
"Tapi apa yang terjadi? Saudaranya malah menyukai orang lain... Sakit bukan? "
Darah merembes perlahan, Tsurumaru mengerang
"Tapi setidaknya.. Pemuda itu tidak egois.. Dia tidak egois"
DAAR
Timah panas menembus bahunya
"Aku tidak egois" Nada reinkarnasi bangau itu terdengar dingin
"Omong kosong! "
TEP.. BRAAK
PSWM
Shishiou memegang dinding kapal dengan segera, menjaga dirinya agar tidak llimbung. Aah.. Perutnya sakit sekarang, luka tembakan itu rupanya bukan main main
'Sialan'
Shishiou terduduk, mencabik kain yang ia temukan. Melilit dengan asal tubuhnya.. Menyiksa? Tentu saja.. Namun Demi teman dan bayaran besar tentunya
Sang pirang berjengit ketika dirasanya sesuatu bergerak.. Kapal ini bergerak!
"HORIKAWA!!! "
Pistol digenggaman, sungguh kini ia kesal.. Ruangan demi ruangan didobrak.. Menyisakan satu pintu dimana ia yakin si bajingan itu ada disana
DORRR
Baru selangkah, sebuah tembakan terdengar, tepat melewati ujung kupingnya
Meleset
"Jangan ikut campur"
"Aku dibayar.. Tentu saja aku harus ikut campur"
"Apa aku juga harus membayarmu supaya mendapat Sekutu? "
"Aku tidak serendah itu untuk bersekutu denganmu... "
Horikita berdecak kesal
"Mau dengar sebuah realita? " Shishiou maju beberapa langkah
"Tentang pujaanmu.. Izuminokami"
"JANGAN MENDEKAT!"
"Dia lebih mencintai Yamanbagiri.. "
"Kau? Hanyalah penghalang. Dan ketika izuminokami menyerah menggapai Yamanbagiri... Kau malah menembaknya.. Membiarkannya mati"
BRAAAKKKK
Tangan Shishiou memukul dinding kapal, dengan Horikawa didepannya
Ia mendekat, membisikkan sesuatu
"Kau bajingan kecil.. Pembunuh izuminokami"
Sebuah pisau menggores perlahan tubuh shishiou.. Membuat pemuda itu mundur selangkah
"Sudah? "
Iris biru tampak kosong, ia terkekeh perlahan menyadari betapa hinanya dunia
"Dunia ini hina... Namun entah mengapa aku menyukainya.. "
Semua yang aku miliki...
Hilang begitu saja
Jangan menangis
"Semua ini karena dia... Benar.. Dia.. "
Kan kuhapus peradaban..
Kan kuhancurkan ia
Musnah!
"YAMANBAGIRI!! "
Sebuah remote terangkat, horikawa menatap penuh dendam.
"OI HORIKAWA!! "
CKLEK
Horikawa tertawa keras
BRAAKKK
"KAU TAU APA YANG KAU LAKUKAN ITU HORIKAWA?!! "
"Harusnya kau tidak menolak tawaran ku.. "
Kedua iris sangat lawan menatap penuh benci
"Kenapa kau lebih memilih menjadi Sekutu tsurumaru heh? Menyedihkan"
"KARENA DIA KEKASIHKU! "
PSWM
"Aah... Sepertinya disini ya? "
Api berkobar dari segala penjuru, ledakan demi ledakan muncul bersamaan
"Mati bersamamu di tempat seperti ini... Adalah hal yang paling aku takutkan"
Aku tidak mau ada Chrysanthemum di pemakaman ku nantinya
