Jae Ah geram dengan semuanya.

Dia menatap tajam semua yang ada di sekitarnya..

Dia benci! Dia tak menyukainya! Dia tak suka semuanya menyukai Baekhyun kembali!

"Sialan! Byun Baekhyun sialan!" Dia meraih lalu melempari semua barang-barang yang ada disekitarnya hingga hancur menjadi satu di lantai. "Sialan! Kenapa dia tak mati juga hah!?"


Baekhyun tertawa kecil menengar ajakan Chanyeol,lalu bertanya "Kenapa? Kenapa mengajakku untuk mati? Bukankah hanya aku saja yang pantas mati?"

"Kalau begitu matilah dengan cepat, akhiri semua ini dengan cepat." Jawab Chanyeol. "Aku sudah terlalu pusing dengan dorongan Luhan yang menginginkanmu mati."

"Lalu, apa yang kamu inginkan sebenarnya Chanyeol?" Baekhyun tersenyum kecil dan menatap dalam lelaki itu. "Apakah kamu ingin aku mati?"

Chanyeol mengerjapkan matanya dan dia tak menjawab pertanyaan itu.


Dia menyukainya.

Bunga kecil yang tak ada artinya apapun itu.

Bunga yang selalu menjadi penghias.

Bukan yang menjadi utama dalam sebuah buket bunga.

"Aku tak suka bunga itu."

Baekhyun terkejut mendengar suara Chanyeol yang tiba-tiba berada disampingnya, namun dia hanya tersenyum, kemudian bertanya, "Kenapa?"

"Karena bunga itu kecil dan jelek."

Baekhyun tertawa, "Tapi artinya bagus loh."

Chanyeol berdecak, "Masih bagus bunga mawar kemana-mana."

"Kalau aku minta bunga itu, apakah kamu akan memberikannya untukku?" tanyanya sambil menatap lelaki itu.

Chanyeol membalas pandangan Baekhyun dengan dahi yang berkerut, "Buket bunga?"

Baekhyun menggeleng, "Tanamannya saja."

"Akan aku pikirkan." Baekhyun tersenyum lebar mendengarnya, "Tapi kamu harus merawatnya dengan baik."

Baekhyun mengangguk cepat, senang dengan apa yang didengarnya. "Kamu tahu artinya?" Baekhyun menatap bunga-bunga itu kembali.

"Apa? Bunga ini?" Tanya Chanyeol sambil mengikuti pandangan Baekhyun.

"Ya."

"Apakah itu penting?"

Baekhyun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya sambil melirik lelaki itu, "Tidak."

Chanyeol tak berkata-kata lagi, dia hanya diam sambil menatap perempuan itu yang terus berbicara entah apa sambil tersenyum dengan lebarnya.

Cantik.

Sangat cantik.

"- dan mommy –" Baekhyun terkejut ketika Chanyeol memajukan tubuhnya dan menundukkan kepalanya hingga wajah mereka sejajar dengan jarak yang sangat dekat. Dia menahan nafasnya ketika Chanyeol memajukan kembali wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan. "Chanyeol?"

Chanyeol tak membalas panggilan Baekhyun yang seolah-olah bertanya padanya. Dia memiringkan kepalanya dan menarik pinggang perempuan itu merapat ke tubuhnya, lalu bertanya dengan lirih, "Apakah aku salah?" Baekhyun mengerjapkan matanya lalu diam tak tahu apakah dia harus menjawabnya atau tidak, dan dia memutuskan untuk membuat lelaki itu melanjutkan perkataannya. "Jawab aku Baekhyun-ah."

Baekhyun menatap lurus ke dua mata lelaki itu, lalu bertanya lirih, "Apa?"

"Aku ingin sekali menciummu, apakah aku salah?"

"…"

"Baekhyun?"

"Kita teman Chanyeol."

"…"

"…"

"Dan aku ingin sekali menciummu."

"…"

"…"

"Then? Just kiss me already."