Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

Assassination Classroom © Yūsei Matsui

Summary : Setelah kehilangan keluarga yang berharga, Naruto melanjutkan perjalanan kembali menuju Dimensi lain untuk menyelesaikan tugas terakhir Dari Kami-sama sebagai langkah awal menjadi Ni-kami-sama, bagaimanakah perjalanan Naruto.

Naruto : Assassination Classroom : The Last Mission

Pair :

Naruto x...

Genre : Adventure, Humor, Fantasy, Sci-fi, Bite Romance, School Theme dll

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, Semipower!Naruto.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Yo! "] Bijuu berbicara

[' Yo! '] batin Bijuu

Note : Yo! Minna san! Kembali lagi ini. Yosh karena saya lebih tertarik melanjutkan ini lebih baik saya melanjutkannya sampai beberapa Chapterlah lebih dulu. Saa! Biar gak pada penasaran langsung saja yuk!

.

Konomi Suzuki – Redo

Fix First Music

( Terlihat Naruto yang berbaring dengan luka di perut perlahan bangkit dengan sendirinya dengan luka memulih dan perlahan pakaiannya berganti dengan pakaian berjubah putih lalu menatap tajam ke belakang di mana kamera berada )

jibun no kako ni toraware mayotte

( gambar kembali di ganti dengan gambar Naruto yang berada di sebuah tempat rumput yang luas dengan pakaian jas berjubah putih sambil melipat dada di tangannya )

sou janai yo to iikikasete

( Gambar kembali di ganti dengan Hinata di sebuah tempat yang kuas dengan bercahaya di rekam dari samping sambil memandang ke atas dengan sendu )

subete o

( Layar di dikaburkan dengan gambar Setengah mata Hinata yang menutup dan mengeluarkan air mata )

jiyuu ni ayatsureru ka nante

( Layar di kembali di ganti dengan Gambar Menma dan Naruko yang menyamping ke kanan yang berada di atas tempat putih sambil tersenyum )

wakaranai yo to sora wa kasunde seikai wa doko?

( Layar kembali di ganti dengan Rias, Akeno, Asuna, Serafall dan Sona yang membentuk persegi lima dengan saling membelakangi di sebuah tempat bercahaya sambil saling tersenyum )

boku no tenohira ni nokoru daiji na mono

( Layar di ganti dengan gambar Naruto yang menghadap ke arah kamera sambil menutup matanya )

Fix Second Music

( Layar di ganti dengan setengah Mata Naruto yang langsung terbuka lebar dengan memperlihatkan mata dewanya )

wasurenai kioku

( Layar kembali di ganti dengan gambar setengah Naruto dari samping sambil berjalan ke depan di sebuah lorong yang sangat gelap )

nandodemo kimi o mamorinuku to sakende

( Layar kembali di ganti dengan wajah Naruto yang menyamping perlahan bersinar karena sudah keluar dari sebuah lorong gelap )

makimodoshi no naka tsukanda ai wa sou

( Layar di ganti dengan Gambar Naruto yang membelakangi Kamera dengan di hadapan Naruto sebuah kelas yang sangat lapuk, lalu layar diganti kembali dengan setengah mulut Naruto yang perlahan menyeringai )

hanashi wa shinai kara

( Layar kembali di ganti dengan tiga kali dengan beberapa murid kelas 3-E dengan ekspresi membunuh menoleh ke arah Kamera )

chiribameta omoi ima ichidokiri no negai e

( Lalu layar kembali di ganti dengan gambar langit dan kamera bergerak turun sampai memperlihatkan Kelas 3-E, lalu di tambah dengan judul cerita ini )

tsugi eno boku ni takushita yo

( Layar kembali di ganti dengan seluruh kelas 3-E menyerbu Naruto namun Naruto berhasil menghindari seluruh serangan itu lalu merentangkan tangannya dengan lebar ke arah para Murid yang merentangkan tangan mereka ke arahnya )

itsuka no yakusoku hikari no michishirube ni naru

( layar kembali di ganti dengan Naruto yang berjalan santai menuju Kelas 3-E perlahan berhenti dan layar berganti dengan Naruto membelakangi Kamera sambil menghadap ke depan di mana seluruh murid 3-E berbaris bersama Karasuma )

chikai wa saa, kimi no tame

( Layar kembali di ganti dengan Gambar seluruh Kelas 3-E dari samping tersenyum ke arahnya, lalu layar kembali di ganti Naruto yang tersenyum lalu melanjutkan jalannya )

saigo made

( layar kembali di ganti dengan Mata Naruto yang seketika melebar lalu memutar tubuhnya dengan cepat sambil menahan sebuah pedang yang belum di ketahui identitasnya )

namida sae chikara ni kaete kitto egaiteta nozomu mirai e

( Layar kembali di ganti dengan bergerak memutari Naruto dengan latar-latar masa lalu, hingga Naruto memasang wajah Emosi dan kembali membuka matanya hingga bercahaya putih )

tsunagu yo

( Lalu seketika terjadi sebuah ledakan dan layar diganti dengan gambar penampilan Naruto yang berdiri tegak dengan sebuah tongkat putih )

Fix End Music

( Layar diganti dengan setengah wajah Naruto yang tertutup tudung mendongak ke arah kamera dengan Ekspresi marah )

Note For Music : Jika jelek akan di ganti tapi untuk membayangkan seperti Re Zero dia.

.

Chapter 38 : The Joker and One Recmention Otsutsuki.

.

Rabu, 20 March 2016

Lapangan 3-E

07.30 AM

.

" Satu, Dua, Tiga, Empat, Lima... " di pagi yang cerah terlihat di lapangan kelas 3-E, terdapat seluruh murid kelas E saat ini tengah berolahraga bermain pisau yang hanya berefek pada Naruto yang tengah di ajari oleh Karasuma, sementara Naruto hanya menonton dekat dengan mereka sambil mendekatkan diri kembali dengan alam.

" Di pagi yang sejuk ini teriakan semangat memang enak sekali di dengarnya " gumam Naruto yang bermeditasi sampai-sampai beberapa hewan mendatanginya.

" Mulai sekarang aku yang akan mengambil jam pelajaran olahraga, kau uruslah pelajaran lainnya " ujar Karasuma yang ada di sampingnya.

" Heh~ terdengar menuntut tapi itu tak masalah selagi mereka berlatih untuk membunuhku itu bukanlah masalah " balas Naruto merasa tidak masalah.

" Tapi Karasuma-sensei apa gunanya kita melakukan latihan ini, apa lagi di depan target kami " tanya Maehara, sementara Naruto hanya tersenyum menanggapi.

" Jangan berpikir seperti itu, walaupun aku melihat kalian latihan siapa tahu kalian bisa membunuhku suatu saat nanti " ucap Naruto mengubah posisinya menjadi berdiri.

" Pembelajaran dan pembunuhan itu sama, kegunaannya di gunakan oleh pembelajaran dasar " jelas Karasuma padat membuat semua bingung.

" Sama? " beo Naruto

" Isogai, Maehara, kemarilah coba serang aku dengan pisau itu " perintah Karasuma.

( Skip Saja sampai selesai hampir mirip di Canon )

" Hoo~ Memang benar mereka tidak bisa mengenaimu Karasuma-sensei, tapi kau lupa mereka masihlah dasar tapi kau sudahlah ahli, mereka butuh waktu untuk mengembangkan kemampuan mereka hingga menjadi pesat " ucap Naruto ketika melihat Isogai dan Maehara yang masih dasar di kalahkan dengan mudah.

" Jika mereka hanya diam dan malas-malasan inilah akibatnya, mereka harus mengusahakan diri mereka untuk mengembangkan kemampuan mereka " balas Karasuma sambil membantu Isogai dan Maehara berdiri.

" Mereka ini masih muda sudah wajar mereka menjalani masa puber dan juga jangan terlalu di paksa kemampuan tidak akan bisa tumbuh jika terlalu memaksakan diri " nasehat Naruto sambil mengelus rambut dua muridnya " Kau juga jangan terlalu tegas dengan mereka lembutlah pada mereka, dalam pengajaranmu jika seperti itu aku yakin mereka akan semangat dalam membunuhku " lanjut Naruto tersenyum.

" Baiklah kita akhiri pelajaran kali ini, kalian istirahatlah sebentar lalu kita melanjutkan pelajaran terakhir kita " perintah Naruto, Semua yang mendengar itu hanya mengangguk.

" Hehh~ walaupun dia target rupanya dia baik sekali " gumam Yada tertarik dengan Naruto.

" Hm, elusan Naruto-sensei terasa nyaman sekali " timpal Kurahasi memegang rambutnya yang di elus.

" hahh~ jam 6 sore nanti kita ada tes soal " hela Isogai tidak bersemangat.

" Padahal kita berharap langsung pulang setelah jam olahraga " timpal Nagisa, namun seketika langkah Nagisa terhenti ketika melihat sosok murid yang dia kenal.

" Yo! Nagisa! " panggilnya " Lama tidak bertemu "

" Karma-kun, kau sudah kembali " gumam Nagisa ketika melihat temannya, sementara temannya hanya tersenyum.

" oh~ kau pasti Naruto-sensei " gumam Karma melewati Nagisa dan mendekati Naruto, sementara Naruto yang melihat satu muridnya yang dalam masa skors datang menghadapkan tubuhnya pada muridnya.

" Kau pasti Akabane Karma bukan? Aku dengan masa skorsingmu sudah selesai dan seharusnya kau tidak telat datang di hari pertamamu itu " bentak Naruto dengan datar sementara Karma hanya tertawa canggung.

" Maaf, aku agak kesulitan kembali menyesuaikan kehidupanku dengan sekolah, dan juga panggil saja nama panggilanku agar lebih akrab, ngomong-ngomong senang berkenalan denganmu sensei " ucap Karma sambil mengulurkan tangannya ke arah Naruto, sementara Naruto menatap datar tangan Karma lalu mengeluarkan satu tentakelnya.

" Ha'i senang berkenalan denganmu juga, kita nikmati hari yang menyenangkan hingga akhir " ucap Naruto datar.

Sret! Plak!

Seketika tangan tentakel yang menyalami Tangan Karma meledak dan meleleh, namun Naruto tidak terkejut dengan itu dan mengerakkan tangannya lagi ketika tangan Karma mulai menyerangnya dengan pisau.

Grep!

Syuuut! Grep!

Dengan mudah Naruto berhasil menangkap tangan muridnya dan mengunci pergerakan tangan Karma agar tidak melakukan serangan kembali.

Naruto yang sudah menebak hanya menghela nafasnya, sementara yang lain terkagum dengan serangan kejut karma walau hanya melukai satu tentakel Naruto.

" Heh~ benar-benar cepat sekali " gumam Karma merasa tidak terancam dengan kuncian Naruto, sementara Naruto hanya diam tidak menanggapi " tapi Sensei, kau mudah sekali tertipu dengan trik mudah ini " ucap Karma meremehkan Naruto dengan menunjukkan potongan pisau di lengannya yang di kunci, sementara Naruto hanya diam acuh.

" Nagisa, Karma-kun orangnya seperti apa? " tanya Kayano pada Nagisa.

" yah~ kami sudah berteman dari kelas 1 dan 2, namun saat kelas 2 dia di skorsing karena membuat banyak perkelahian dan mereka menaruh orang sepertinya di kelas E " jawab Nagisa, membuat Kayano bingung.

Sreet!

Setelah merasa cukup Naruto langsung mendorong Karma hingga terseret beberapa meter, setelah menjauhkan Karma Naruto melirik tentakelnya lalu menumbuhkannya kembali.

" Huh! Kau bilang trik itu mudah membuatku tertipu? " dengus Naruto melirik Karma dengan satu mata kirinya, sementara mata kanannya di tutup oleh Naruto " Asal kau tahu, Karma... Sensei tidak mudah tertipu dengan Serangan itu karena Sensei sudah mengetahui rencanamu itu " lanjut Naruto.

" Heh~ benarkah? Lalu kenapa kau membiarkan aku melukaimu? " balas Karma dan hanya mendapat seringai kecil dari Naruto.

" Kau tidak tahu, aku memiliki banyak tangan dan Tentakel walaupun satu dari mereka hancur tidak masalah " balas Naruto " Lagi pula jika umpan yang kecil di lempar dan berharap ikan kecil yang memakannya tetapi malah ikan besar memakannya itu adalah keuntungan bagi sang pemancing " balas Naruto.

" apa maksudmu tadi Nagisa? " tanya Kayano lagi.

" Karena saat ini dua orang licik telah saling berhadapan "

" Heh! Kalau begitu Jangan kabur ne Sensei akan aku tunjukkan apa itu artinya di bunuh " ucap Karma lalu menjauh sementara Naruto hanya diam melihat punggung muridnya itu.

" Huh! Melihatnya membuatku ingat akan Kabuto " dengus Naruto lalu berjalan menyusul ke kelas.

.

Class 3-E

18.00 PM

.

Di kelas E terlihat saat ini mereka tengah duduk tenang di kursi mereka sambil mengerjakan tes soal mereka, sementara Naruto saat ini tengah duduk bersandar di papannya dengan menutup matanya, semua murid yang melihat tingkah Naruto berpikir bahwa Naruto telah tertidur.

" Ne, apa dia tertidur? " tanya Yada sambil berbisik.

" Entahlah tapi dari tadi dia tampak tenang " jawab Isogai juga berbisik.

Swush! Grep!

Dengan cepat dua jari Naruto yang menggunakan tisu langsung menangkap pisau yang di lempar Karma, semua terdiam melihat kejadian tadi, bahkan dalam menutup mata Naruto bisa menangkap sebuah serangan cepat.

" Karma... " jeda Naruto " Apakah sebenarnya kau sudah selesai melakukan Tes Soalmu? " seketika semua terkejut ketika Naruto sudah di belakang Karma yang juga terkejut karena tiba-tiba Naruto sudah di belakangnya.

Dor! Dor!

Swush!

Seketika tembakan kejut Karma berhenti tepat di depan Naruto lalu jatuh ke bawah, Naruto yang melihat itu hanya tersenyum meremehkan " Heh, jangan terlalu terburu-buru Karma, ingatlah kau masih memiliki banyak waktu untuk membunuhku " ucap Naruto lalu melewati Karma menuju ke depan kelasnya setelah mengambil tes soal milik Karma.

' Serangan Kejut Karma bahkan bisa Naruto-sensei hentikan, tanpa melawan muridnya dia bisa melawan balik muridnya dengan kekuatan yang tidak kami ketahui, Naruto-sensei, benar-benar hebat ' batin Nagisa terkagum dengan Naruto yang bisa melawan serangan Karma.

" Dengar Karma walaupun kau mencoba membuatku marah, dan kau mencoba membuatku tidak bisa melanggar janjiku pada pemerintah bahwa aku tidak boleh menyakiti kalian tapi ingatlah, aku tidak perlu marah untuk melukai kalian karena kalian sendirilah yang akan melukai diri kalian sendiri " ucap Naruto dengan senyum tipisnya sementara Karma terkejut dengan ucapan Naruto karena dia tahu tujuannya.

" Dan juga, Kau boleh pulang Karma, urusanmu telah selesai " ucap Naruto mempersilahkan sementara Karma hanya pergi tanpa sepatah katapun " Huh! Itu semua juga untuk kalian, tapi jangan khawatir, jika pembunuhan ini dalam hal baik Sensei'pun akan baik " lanjut Naruto sambil menatap seluruh muridnya.

" Jika tidak... " jeda Naruto membuat semua was-was " Sensei akan menghancurkan bumi ini " ancam Naruto dengan seringai mengerikan.

.

Kediaman Naruto

20.00 PM

.

Di kediaman Naruto yang Naruto buat dari jutsu Mokuton, terlihat saat ini Naruto duduk menyendiri di teras rumahnya dalam keheningan. Sendirian di rumah membuat Naruto mati kebosanan karena tidak ada yang bisa di ajak bicara.

Di tatapnya bulan yang masih berbentuk Sabit dan di genggamnya kalungnya di mana kalung itu adalah jiwa dari masa lalunya.

Bruk!

Seketika tubuh Naruto tertidur karena sesuatu menindihnya, mata Naruto mengerjap sesaat lalu di lihatnya siapa yang menindihnya itu, mata Naruto seketika melebar siapa yang menindihnya, air mata Naruto perlahan turun melewati pipinya.

Orang yang menindih Naruto mendekatkan posisinya dan tersenyum pada Naruto, senyum yang sangat Naruto sukai.

" bagaimnnnn " perkataan Naruto terhenti ketika jari lentiknya menahan bibir Naruto lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Naruto.

Setelahnya sosok itu mencium Naruto mesra hingga Naruto membalas ciuman itu, mereka berguling bersama hingga masuk kamar dan setelahnya... Ya~ kalian coba tebaklah.

.

Kamis, 21 March 2016

Kelas 3-E

07.00 AM

.

Tap! Tap!

Terlihat di pagi hari, Naruto berjalan menuju kelasnya dengan senyum senang dengan love-love di sekitarnya, namun Naruto langsung menetralkan wajahnya agar tidak di lihat murid-muridnya.

Kreet~

" Ohayo Gonzaimasu " sapa Naruto namun semuanya tampak diam tidak menjawab " Ada apa semuanya kenapa kalian diam saja? " tanya Naruto memasuki kelasnya dan melihat di mejanya ada bangkai gurita yang tertusuk pisau.

" Ah! Gomen aku pikir itu kau Sensei, jadi aku bunuh saja, dan bisa bawakan gurita itu padaku, biar aku yang membuangnya " ucap Karma mengaku, Naruto yang mendengar itu mengambil gurita itu dengan tentakelnya dan mencabut pisau yang menancap pada gurita itu.

" Baiklah " jawab Naruto singkat lalu berjalan ke arah Karma.

' Ayo... Lebih dekatlah Naruto-sensei, biar aku bisa membunuhmu ' batin Karma senang. Namun langkah Naruto terhenti tepat beberapa meter di depan Karma dan membuka kedua lengannya.

Wuuush!

Seketika dari tangan Naruto keluar api bahkan semua terkejut ketika melihat api keluar dari tangan Naruto.

" Kau tahu Karma, terima kasih karena sudah membawakan Gurita ini karena kebetulan Sensei belum membawa makan siang " ucap Naruto " dan juga.. "

Puk!

" Ummmhh! " Karma seketika mengerang begitu Takoyaki yang masih panas ada di dalam mulutnya.

" Dari rautmu kau terlihat belum makan jadi Sensei berniat memberimu makan, telanlah dulu " ucap Naruto yang rupanya sudah di belakang Karma dengan mengunci mulut Karma agar mengunyah Takoyaki yang dia masukan ke mulut Karma.

Gluk~

Akhirnya Karma berhasil menelan Takoyaki itu dan menatap Tajam Naruto, sementara Naruto hanya tersenyum meremehkan.

" Karma, asal kau tahu saja Karma, Sensei bukanlah orang yang mudah di serang begitu saja, karena Sensei sudah menyadari semuanya " ucap Naruto berjalan ke depan kelasnya " kau harus datang padaku dengan niat membunuh yang membara " lanjut Naruto.

.

Pelajaran pertama

.

" Seperti yang kalian lihat, tak peduli apa yang kulakukan aku terjebak pada nomor tersisa ini, kalian terganggu dengan kekhawatiran yang tak terlihat! " ucap Naruto yang menulis di papan sambil menerangkan, Karma yang melihat kesempatan memasukkan lengannya ke dalam bajunya dan menarik sebuah pistol " Tapi jangan khawatir, Sensei telah mempunyai metode yang mudah untuk kalian, jadi sensei akan menulisnya di papan dan kalian coba pecahkan ini bersama-sama " lanjut Naruto sementara Karma telah mengeker pistolnya pada Naruto.

" Etto, sebaiknya kau tembak saja dia di kepala Karma, kenapa tidak kau coba saja " ucap Naruto di belakang Karma, sementara Karma langsung terkejut karena lagi-lagi Naruto mengejutkannya dari belakang.

Mata Karma seketika terbelak ketika melihat ada dua Naruto, Naruto yang ada di belakang Karma hanya mendengus lalu menatap tajam Karma.

" Lanjutkan pembelajaranmu, di larang melakukan pembunuhan ketika di dalam kelas, itu sudah peraturan! " ucap Naruto memutar kepala Karma ke depan di mana Bosnya tengah mengajar.

.

Jam pelajaran ke empat

.

" Bagaimana Dengan Kelompokmu Fuwa-san? " tanya Naruto ketika melihat raut wajah Fuwa sedikit cemberut pada masakannya.

" Unn~ aku kurang yakin sensei... Rasanya masih ada yang kurang " gumam Fuwa sambil menatap supnya

" Benarkah? Biar Sensei coba " ucap Naruto mencicipi Sup Fuwa.

" Heh~ kenapa kau tidak membuatnya dari awal? Lemparkan makanannya dan... " gantung Karma langsung menyiram sup Fuwa ke arah Naruto dan menebaskan pisau secara bersamaan namun..

" Kau melupakan Celemekmu Karma " ucap Naruto tampak tenang dan di depannya terlihat Karma telah menggunakan Celemek berwarna pink " Jangan Khawatirkan Supnya, Sensei telah mengembalikannya sebelum menyentuh tanah, Dan sensei juga sudah menambahkan gula pada supmu Fuwa-san " lanjut Naruto lalu membiarkan Fuwa mencicipinya.

" Ohh! Rasanya sudah pas! " ucap Fuwa senang, Karma yang di permalukan mengeram malu, Nagisa yang melihat itu hanya menatap kasihan temannya.

' Percuma Karma-kun, Naruto-sensei sedikit memiliki kelemahan, dia selalu terawas selama 24 jam. Sebagus apapun serangan Karma-kun aku rasa mustahil karena tingkat kewaspadaan Naruto-sensei yang cukup tinggi ' batin Nagisa.

.

.

Naruto Side

16.00 PM

.

Di sore hari, terlihat saat ini Naruto tengah berdiri di atap kelasnya sambil memandang keadaan sekitar karena Karma dan Nagisa tidak ada di sekitarnya merasa tidak ada yang melihat Naruto langsung menggunakan Byakugan miliknya dan memantau sekitar di mana kedua muridnya.

" Hoh~ rupanya mereka di sana " gumam Naruto ketika menemukan dua muridnya tengah bersama dekat jurang.

Bziit!

" Karma, Nagisa-kun " ucap Naruto yang langsung muncul dengan Hiraishinya membuat Karma dan Nagisa menoleh ke arahnya " Sedang apa kalian di sini? " tanya Naruto.

" Hanya rencana terakhir untuk membunuhmu Naruto-sensei " jawab Karma sambil berdiri.

" Jadi kau ingin menggunakan cara licik Karma? " tanya Naruto menyeringai " Baiklah akan aku tunjukkan kemampuanku " gumam Naruto kecil hingga tak terdengar.

" Sensei, aku ingin bertanya, apa Sensei siap melindungi murid Sensei? " tanya Karma, Naruto yang mendengar itu diam.

" Tentu saja karena sudah wajib Guru melindungi muridnya " jawab Naruto.

" Baguslah kalau begitu " ucap Karma mulai menjatuhkan dirinya ke jurang " Akan aku pastikan membunuhmu Naruto-sensei " lanjutnya dan mulai jatuh kebawah. Sementara Nagisa terkejut dengan tindakan temannya itu.

" Hah~ menggunakan cara nekat untuk membunuhku " gumam Naruto.

" Naruto-sensei! Tolong selamatkanlah Karma!? " pinta Nagisa, namun Naruto tampak tenang dan berjalan ke depan jurang dan melihat ke bawah dan dimana saat ini Karma tengah terikat dengan empat tali kawat membuat Karma tidak jadi jatuh ke bawah.

" Karma-Karma, kau terlalu nekat kau tahu " ucap Naruto lalu mulai melayang turun mendekati Karma yang terikat.

" Karma, bagaimana rasanya? " tanya Naruto yang sudah melayang tepat di depan Karma.

" Ugh! Kawat macam apa ini " lenguh Karma.

" Itu adalah Kawat besi yang tak mudah putus dengan begitu kau tidak bisa menembakku " ucap Naruto tersenyum meremehkan membuat Karma memasang wajah kesal " Tapi... Ingatlah Karma kematian bukanlah sebuah pilihan " lanjut Naruto membuat Karma tersentak sesaat.

" Melompatlah dan terjunlah sepuasmu " ucap Naruto singkat, Karma yang mendengar itu terdiam sesaat lalu tersenyum tipis plus pasrah.

' Heh, percuma saja, dia tidak bisa di bunuh... Lagi pula dia bukanlah guru biasa ' batin Karma

.

" Karma, kau nekat sekali " gumam Nagisa melihat jurang dengan hati-hati.

" Tidak juga, aku pikir dengan cara itu saja aku bisa membunuhnya " balas Karma mengalihkan pandangannya.

" Heh~ apa kau sudah kehabisan ide, padahal sensei sudah tidak sabar menggagalkan seluruh rencanamu itu " ucap Naruto dengan nada meremehkan membuat Karma kesal.

' Nafsu membunuhku jadi bangkit kembali ' batin Karma semangat lalu memberi tanda Naruto bahwa " Aku akan membunuhmu Naruto-sensei " ucap Karma dengan semangat membuat Nagisa tersenyum melihat itu begitu'pun Naruto yang tersenyum tulus.

" Akan aku nanti Karma-kun " ucap Naruto lalu berjalan bersama dua muridnya " Nah, selagi jam sudah menandakan pulang bagaimana jika kita makan bersama, Sensei traktir " ajak Naruto sambil merangkul dua muridnya itu.

" Heh~ Benarkah Sensei? " tanya Nagisa antusias.

" Hm, dan juga Karma jangan coba cara licik lagi ne? "

" Akan aku usahakan Sensei "

.

.

Other Side

21.00 PM

.

Sementara itu di suatu tempat terlihat sebuah lubang hitam perlahan muncul dan mengeluarkan seseorang dari sana, orang itu menatap kota dengan datar lalu mengucapkan sebuah kata " Akhirnya aku sampai juga " gumamnya.

.

Naruto Side

.

Deg!

Sementara itu Naruto yang saat ini berada di atas menara tokyo sambil melihat pemandangan Kota yang indah langsung tersentak karena merasakan Energi yang hampir mirip dengannya.

Sing!

Dengan cepat Mata Naruto langsung berubah menjadi Senjukyurineggan miliknya dan mencari sumber energi itu, dirinya harus kembali tersentak karena energinya hampir setara dengan miliknya.

Naruto menggenggam erat kalungnya dan menatap kota yang indah terancam bahaya " Minna, apa yang harus aku lakukan "

.

Kana Nishino -Watashitachi

KIRA KIRA hikaru omoide tachi

( layar di ganti gambar Naruto yang membelakangi Kamera di tempat berumput yang luas di malam yang di penuhi bintang, efek kamera mereng )

namida no hi mo atta yo ne

otona ni nattemo onaji youni

zutto futari de warai atte iyou

( Lalu gambar di buramkan sedikit dengan gambar wajah Naruto dari samping tengah memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpanya )

kidzukeba itsumo issho da ne

( Layar kembali di buramkan sedikit dan di ganti gambar Hinata yang tersenyum bergerak ke samping )

nani mo shinakutemo tada tanoshikute

( lalu ganti dengan Menma yang tersenyum lima jari dan Naruko yang mengedipkan matanya )

guchi bakkari no nagai denwa mau

( Layar di ganti Asuna yang membelakangi dengan melirik kebelakang )

akire nagara tsuki atte kureru

( lalu di ganti dengan Rias, Akeno, Sona dan Serafall yang saling merangkul dengan senyum mereka )

umaku ika naku naru to sugu ini

( lalu gambar mereka di ganti dengan Nagisa, Kayano dan Karma yang tersenyum ke arah kamera )

akiramesou ni nacchau watashi

( lalu gambar kembali di ganti dengan Maehara, Isogai, Mimura, dan Okano yang juga tersenyum ke arah kamera. Gambar Naruto yang di rumput luas perlahan di sinari matahari terbit )

dakedo kimi no kotoba hitotsu de

( lalu gambar di ganti dengan Kanzaki, Asano, Yada, Kataoka dan Kurahasi yang juga tersenyum ke arah kamera )

doushite tsuyoku nareru no?

( lalu gambar kembali di ganti dengan gambar Chiba, Hayami, Kimura, dan Okuda )

watashi ijou ni watashi no koto wo

( gambar kembali di ganti dengan Kelompok Terasaka )

shitteiru no wa kimi dake

( gambar kembali di ganti dengan Sugaya, Okajima, Fuwa dan Hana )

nakitai yoru mo yowaki na hi mau

( gambar kembali di ganti dengan Takebayasi, dan Nakamura )

futari nara ganbareru yo

( gambar kembali di ganti dengan Karasuma dan Irina )

itsuka futari otona ni nattemo

onaji youni warai aou

( Gambar kembali di ganti Kalung Narutonyang perlahan bersinar karena pantulan cahaya matahari )

kore kara saki sorezore no michi wo aruitemo

( Layar lalu berubah menjadi wajah Naruto yang menyamping ke arah sinar matahari hingga membuat wajahnya terkena matahari )

doko ni itemo You are the one

( Lalu perlahan Naruto membuka matanya, dan tersenyum tipis lalu berjalan hingga kamera hanya menangkap langit lalu layar putih seketika )

.

TBC

Note : Yo! Update juga pada akhirnya nih, dan juga sudah 1 tahun cerita ini beroprasi dan sampai di Season 3, Waah! Gak nyangka loh!

Bagaimana Ceritanya? Ya~ memang hampir sama kayak di canon tapi alurnya akan berbeda seperti di Canon.

Tidak banyak yang bisa di jelaskan di chapter kali ini, yang penting sempatin saja Update karena seluruh info sudah ada jadi saya undur diri.

Please Review