This Fic I Dedicated For My Readers. All of You

P.M.M.

The Price Must be Mine!©Nurama Nurmala

Super Junior©SME

Safe and Sound©Taylor Swift

Sci-fi, Adventure, Friendship

Warning : OOC, Typo(s), AU

PMM in 35th Episode Totally Reserved


SRAK!

Tiba-tiba bunga-bunga putih seketika berjatuhan dari langit, angin bertiup pelan dan alunan sebuah piano mengalun syahdu.

"I remember tears streaming down your face. When I said, 'I'll never let you go'," tiba-tiba terdengar sebuah suara. Ruangan seketika gelap, dan bunga-bunga putih semakin banyak bertaburan dari atas podium panggung; menyerang dan melingkupi seluruh penonton yang masih duduk terheran-heran.

"When all those shadows almost killed your light. I remember you said, 'Don't leave me here alone.' But all that's dead and gone and passed tonight," suara merdu yang membius para penonton dan Cecilia kembali terdengar. Penonton menoleh ke kiri dan ke kanan dengan semangat demi melepaskan rasa penasaran mereka terhadap pemilik suara yang terdengar ini.

"Suara siapa ini? Ini bukan berasal dari sebuah rekaman atau kaset. Ini suara asli, ada yang sedang menyanyi di sini!"

SRAAAKKKK!

Tiba-tiba, di bawah guyuran lampu fokus, sepasang kaki yang lampai turun dengan indah disertai tubuh yang halus di bawah balutan gaun putih dan sosok itu turun perlahan di tengah-tengah penonton… DENGAN SEPASANG SAYAP DI BELAKANG PUNGGUNGNYA!

"UWWWWWAAAAAAAAAAAAAAAA! APA ITU?! BIDADARI KAAAAAAAAAAAAAAHHHHH?"


PMM

Chapter 34


Seorang wanita dalam balutan gaun putih perlahan turun dari atas kepala penonton. Sepasang sayap terlihat mengepak pelan menjuntai dan menopang tubuhnya yang ringan. Rambut ikal panjang berwarna hitam mengombak dan tergerai indah ketika angin menerpa.

"I remember tears streaming down your face," sayapnya mengepak perlahan, membawa tubuh cantik itu terbang menuju kursi penonton di sayap kiri. "When I said, 'I'll never let you go.'," semua penonton ternganga dengan kemunculan si bidadari dan melupakan peristiwa mengerikan yang disaksikan mereka sebelumnya. "When all those shadows almost killed your light," entah terbius oleh kecantikan yang luar biasa dari sosok bidadari yang terbang melenggak-lenggok di atas para penonton, atau suara emas yang dimilikinya menyihir semua penonton untuk keluar dari dimensional aman mereka, yang jelas… semua penonton sukses terbius! "I remember you said, "Don't leave me here alone." But all that's dead and gone and passed tonight."

"Su-Sungmin-ah…" Eunhyuk dan anggota yang lain yang menyaksikan adegan Yesung; dalam hal ini berperan sebagai Azura menatap si Golden Voice dengan mata berbina-binar. "Adegan ini tidak ada saat gladiresik."

"Ya, barangnya baru sampai pagi ini, jadi tidak bisa dipakai dalam latihan," masih dengan senyum puas yang tercetak di wajahnya yang manis, Sungmin menjawab pernyataan Eunhyuk dengan sebuah alasan logis. "Yesung hebat sekali, walau tanpa latihan dia bisa mengontrol sayapnya dengan baik. Padahal susah sekali untuk terbang sedemikian rupa," ia mengangguk-angguk sementara atensinya tetap memperhatikan aksi Yesung di arena.

"I-itu… sa-sayap sungguhan?" Donghae yang terbata memandang Yesung dengan tatapan tak percaya. "Bagaimana bisa?"

"Itu adalah penemuanku setahun yang lalu. Ada sebuah chip yang kutempelkan di punggung si pemakai. Sedangkan pengendalinya, aku tanamkan pada sebuah cincin yang dipasang si pemakai. Jika si pemakai hendak mengaktifkan sayap yang ada di dalam chip itu, ia tinggal menekan sebuah batu perhiasan dari cincin itu. Undercover yang bagus, 'kan? Jika tombol itu tertekan, maka dalam sekejap sayap yang terbuat dari serangkaian kawat magnet itu akan saling bertumbuh dan menyatu menjadi kerangka sayap dan kapas-kapas ringan yang bisa diperkecil hingga skala 1:1000 dan mengandung bijih magnet akan keluar dari chip dan bersintetis dengan kawat magnet dan menyatu menjadi sebuah sayap. Semua proses itu, dari si pemakai menekan tombol aktivasi sampai sayap siap digunakan membutuhkan waktu 2 detik."

Semua… membantu mendengar penjelasan Sungmin.

"Kenapa? Tertarik membelinya? Karena kalian temanku… aku akan memberikan potongan harga dan menjual sayap itu seharga 100.000.000 won pada kalian," tukas Sungmin dengan senyum yang teramat… sangat… manis.

Sontak, kekaguman yang pada awalnya muncul akibat kejeniusan Sungmin menciptakan berbagai macam alat yang mustahil ada dan selama ini hanya dianggap sebagai angan-angan semata terganti dengan ekspresi jengah dan kecewa.

"MAHAL SEKAAAAAAAALLLLLLLLLLLIIIIIIIIII!" Teriak mereka bersama. Hehehe… Sungmin hanya terkekeh dengan raut bahagia.

"Ternyata benar, mereka melakukan sesuatu," bisik Nickhun di ruangan khusus peserta sebelumnya. "Mereka… menggunakan teknologi!" gemelutuk suara gigi yang saling beradu mengeraskan rahang. Tangan yang terkepal jelas sudah menggambarkan situasi genting yang melahap ruangan itu.

"Mereka… curah!" Hujat salah seorang teman sekelas Nickhun.

"Mereka tidak berbuat curang," tanggap Nickhun. "Mereka hanya… cerdas!"

Dewi Azura yang bernyanyi sambil terbang memutar di atas mereka membuat mereka yakin bahwa sayap yang tersemat di punggungnya adalah sayap asli tanpa sebuah tali yang mengikat pinggang atau tubuhnya. Terlebih adalah… setelah mereka melihat adegan selanjutnya!

Dewi Azura turun perlahan ke panggung pertunjukkan. Kaki telanjangnya menginjak hamparan rerumputan dan melewati unggaran bunga-bunga yang masih berlenggak-lenggok dengan langkah perlahan namun pasti. Kedua pasang sayap yang memanjang lebih dari 4 meter itu perlahan kembali mengepak ketika kakinya mencium rumput, lalu seketika… sayap itu menghilang! Menghilang bagai sayap unggas yang rontok dan bulunya bertebaran di udara. Sepasang sayap yang membuat dewi Azura barusan terbang… kini hilang entah kemana!

TAP!

TAP!

TAP!

Langkah itu semakin dekat, semakin mendekati sepasang kekasih yang masih tergugu di tengah hamparan bunga-bunga musim semi.

"De-Dewi… Azura?" Terbata Cecil berkata. Tak percaya sekaligus takjub dengan seseorang yang berjalan ke arahnya dengan segurat senyuman. Wanita yang berjalan pelan ke arahnya… sangat mirip dengan patung yang disebut-sebut sebagai Dewi Azura di altar Azura. Apakah wanita ini… benar-benar Dewi Azura?

Langit sore seketika meredup merengkuh malam. Gemintang tiba-tiba bermunculan di belakang latar adalah proyeksi lain dari teknologi Sungmin yang menakjubkan.

SRRAAAAKKKK!

Semilir angin kembali melibas mereka yang berada di atas pentas. Rambut panjang kedua wanita itu berarak mengikuti tiupan semilir angin sementara atensi seorang wanita Victoria membeku menatap sang Dewi yang perlahan ikut bersimpuh di dekat mereka. "De-Dewi Azura?"

"Kau yang memanggilku?" Cecil… seketika terpana ketika sosok itu menggerakan bibir merahnya dan menikung senyum kehangatan yang membelenggu tubuh rentannya. Tanpa sadar… Cecil mengangguk perlahan. "Kekasihmu belum mati," ujarnya ketika telapak tangan halus itu menyentuh pergelangan tangan Peter. "Ia masih bisa diselamatkan."

"Su-sungguh?" Tak bisa menyembunyikan rasa keterkejutan dan rasa senangnya, air mata Cecil kembali menetes membasahi pipi ranumnya.

Dewi Azura mengangguk.

Kali ini, dengan tatapan serius Dewi Azura berbalik, mengadap penonton yang sedari tadi setia menyaksikan. "Apa kalian mendengarku, wahai para pemeran kehidupan?!" Semua penonton tetap menyaksikan dalam diam, namun raut kebingungan mulai mengungkung mereka satu persatu. "Aku tahu kalian mendengarku! Gadis ini… membutuhkan secercah cahaya kehidupan untuk kembali menghidupkan kekasihnya, sudikah kalian memberikan cahaya itu kepada mereka berdua?" Penonton terbius dengan suara lantang yang dikeluarkan Dewi Azura. Mereka masih terdiam.

"Berikanlah cahaya kehidupan kalian!"

SRRAAAAAAAAAAAAAKKKK!

Seketika… sayap yang sebelumnya menghilang, bagai sebuah sulap, ia muncul kembali! Sayap itu terbentang dari kiri ke kanan, memperlihatkan seberapa besar ia dan seberapa agungnya ia.

Di sebuah kursi penonton yang gelap tanpa disinari lampu apapun dari tim light-effect, secercah sinar berwarna biru menguar. Itu… adalah sinar yang dinyalakan Hankyung dari light stick yang ia terima dari Donghae dan Eunhyuk.

"Eh, Kakak itu menyalakan light stick yang kita terima di pintu masuk gedung pertunjukan," tukas seorang bocah lelaki yang duduk tak jauh dari Hankyung. "Ayo kita nyalakan juga, Eomma! Appa!" Dengan muka riang bocah lelaki beserta ayah dan ibunya menyalakan light stick yang diberikan Donghae dan Eunhyuk di pintu masuk dengan raut kebingungan. Apa tidak akan menjadi masalah menyalakan light stick ketika drama masih berlangsung? Batin mereka bertanya-tanya namun light stick yang mereka pegang sudah terlanjut menyala.

"Ayo, kita nyalakan juga!" Sepasang muda-mudi yang duduk berdekatan menyalakan light stick yang mereka dapatkan sebelumnya dengan penuh semangat.

"Ayo kita juga nyalakan! Kita harus menolong Peter!" Entah para penonton itu mulai mengerti atau bersikap ikut-ikutan saja, namun seketika, kursi penonton yang sebelumnya gelap gulita kini terang benderang dari berbagai macam warna yang dikumparkan light stick mereka.

Kejadian ini sontak membuat para panitia kebingungan atas sikap yang harus mereka ambil selanjutnya.

SRAAAKKK…

Sayap yang berada di punggung Dewi Azura mengepak perlahan, membawa tubuh mungil itu meninggalkan pijakan walau hanya berjarak sekitar 30 cm.

"Berikan sinar kehidupan kalian dengan bangga!"

"UWWWOOOHHHHH!"

Semua penonton sontak mengacungkan light stick mereka dengan semangat yang meluap. Tujuh sinar yang menyinari langit kini bergabung menjadi satu dalam satu ruangan untuk kemudian… kejadian luar biasa yang tak pernah mereka saksikan sebelumnya pun terjadi!

Dewi Azura dengan tenang kembali terbang mendekati penonton. Ia menggenggam sebuah benda seperti bola Kristal bening tanpa warna, seketika… ia kembali bernyanyi. "Just close your eyes. The sun is going down," dengan harapan yang besar, Cecilia memejamkan kedua matanya. "You'll be alright. No one can hurt you now. Come morning light. You and I'll be safe and sound…" dengan ajaibnya… sinar yang berada satu meter dari tubuh Dewi Azura yang melayang terbang mendekati para penonton… tiba-tiba tersedot masuk ke dalam bola Kristal yang ia bawa!

"Don't you dare look out your window, darling everything's on fire. The war outside our door keeps raging on. Hold on to this lullaby. Even when the music's gone. Gone…" Dewi Azura terus melantunkan nyanyiannya yang seperti Lullaby sementara lenggok tubuhnya membius para penonton dan keajaian sinar yang tertarik masuk ke dalam bola Kristal menghipnotis kesadaran mereka.

Ketika semua sinar sudah masuk ke dalam bola Kristal, ruangan kembali ditelan kegelapan. Namun cahaya kuning yang teramat besar menguar dari bola Kristal yang dipegang Dewi Azura. "Just close your eyes. The sun is going down. You'll be alright. No one can hurt you now. Come morning light. You and I'll be safe and sound…" dengan masih berada di tengah-tengah penonton, ia sekuat tenaga merentangkan kedua lengannya ke depan dan menyodorkan bola Kristal yang sedari tadi ia pegang ke hadapan Cecilia dan Peter. Sekali lagi… keajaiban terjadi, dan sinar yang berasal dari semua penonton itu… kembali keluar dari bola Kristal seolah tertarik oleh sesuatu dan segera memasuki tubuh Peter.

PYYYAAASSSSHHHHHH!

Sebuah sinar putih lain seketika muncul dari tubuh Dewi Azura dan setelah semua sinar itu sukses berpindah ke tubuh Peter… Dewi Azura… seolah meledak menjadi jutaan cahaya dan bulu-bulu putih yang menghujani penonton.

"I-indah…" para penonton yang terpukau dengan kejadian yang barusan terjadi di depan matanya ramai-ramai menengadahkan tangan. Satu atau dua buah butiran sinar berjatuhan di tangan mereka lalu menghilang. "Luar biasa."

"Ughhh…" lenguhan lemah dari suara yang dirindukan kembali terdengar.

"Pe-Peter?" Cecilia yang tak percaya dengan Peter yang sudah sadar menutup mulutnya sementara air mata murni kembali berjatuhan membasahi pipinya. "Kau… sadar?"

SRAK!

Cecilia spontan memeluk tubuh Peter erat. Erat… sekali. Peter yang tak mengerti dengan apa yang sebelumnya terjadi hanya bisa memandang Cecilia dengan wajah bingung. Namun… jika semuanya baik-baik saja, maka ia sepatutnya bersyukur.

Peter balas memeluk Cecilia erat.

Sementara itu… tak jauh dari tempat mereka saling berbagi kebahagiaan, berdiri sebuah sosok yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Chris berdiri di sana, dengan mimik muka yang sulit ditebak. Ia… hampir menangis?

"Azura…" itulah kata terakhir yang didengar penonton sebelum tirai benar-benar tertutup. Suara itu pelan, namun menyimpan rasa sakit hati yang teramat dalam. Penonton dibuat sesak ketika nama itu diucapkan oleh sang raja kegelapan; Chris.

PLOK! PLOK! PLOK!

PLOK! PLOK! PLOK!

PLOK! PLOK! PLOK!

Bunyi tepuk tangan, bajir pujian dan teriakan kekaguman meranggas dan memenuhi seisi ruangan ketika drama benar-benar berakhir. Lain dengan reaksi yang diberikan pada drama karya Nickhun, para penonton ini melakukan standing applause dan sebagian lagi berlari ke depan auditorium pertunjukan.

"Hhaaaahhh… skenario yang dibuat Shindong benar-benar mengeluarkan semua kemampuanku!" Sungmin terduduk lelah di sebuah kursi dengan Henry yang berada di sisi kirinya dan Hankyung yang berada di sisi kanannya.

"Tapi pedang yang kau buat… ini benar-benar luar biasa!" Ujar Siwon dengan mata berbinar-binar. "Kau membuat sebuah pedang yang jika terkena kulit manusia ia akan melengkung ke luar dan akan kembali lurus ketika sudah sejajar dengan ujung yang melengkung. Sementara ujung yang terkena kulit di bagian depan akan menyemprotkan cairan merah serupa darah. Itu jenius!"

"Hehehe…" Sungmin tersenyum dengan malu-malu sementara yang Donghae yang berada di belakang Sungmin mengacak-acak rambut Sungmin liar. "Tapi aku sangat terbantu bahwa kau bersedia menyediakan banyak bunga permintaan Shindong."

"Ya, dua truk bunga yang banyak," jawab Siwon ringan.

TAP!

TAP!

Tanpa disadari mereka, hadir seseorang yang tidak pernah mereka harapkan keberadaannya bersama mereka pada situasi seperti ini.

"Nickhun?" Leeteuk segera memisahkan diri dari teman-temannya dan berjalan mendekati Nickhun. Sebenarnya berusaha mengantisipasi jikalau Nickhun hendak berbuat macam-macam.

"Special Effect yang benar-benar mencengangkan," Nickhun memandang Sungmin dengan tatapan sarat maksud. "Alur cerita dan strategi drama yang bagus," kali ini pandangannya berlabuh pada Shindong yang masih memegang naskah dan rencana drama di tangan kirinya. "para pemain yang luar biasa," ia memandang mereka satu per satu. Dimulai dari Kyuhyun, Siwon, Ryeowook, Kangin, Yesung, Donghae, lalu Eunhyuk. "Dan… pemimpin yang dapat memaksimalkan potensi mereka," kali ini pandangannya lurus, menuju Leeteuk. Dengan tatapan serius, Nickhun menjulurkan tangan kanannya ke hadapan Leeteuk. "Selamat, pertunjukan yang luar biasa."

Leeteuk terperangah dengan apa yang dikatakan Nickhun, namun ia segera menyambut tangan yang terulur itu untuk bersalaman. "Kau juga, pertunjukan yang hebat."

Tangan yang saling berjabat, pujian yang tulus terucap, dan senyum puas karena sudah berusaha semaksimal mungkin, dua pemimpin itu… berdiri di akhir pertarungan dan saling melayangkan kalimat pujian. Mereka, mengakui kemampuan masing-masing.

To be Continued…


Spoiler Chapter 36: Masih ingat dengan 12 undangan uji coba game yang didapatkan Kyuhyun? Dengan komanya Kibum… bukankah karcis undangan ini benar-benar pas digunakan untuk 12 peserta yang masih aktif? Apakah pingsannya Kibum ada hubungannya dengan uji coba game ini? Hehehe… nantikan semua! ^^


Special Thanks To

yamada miiko, bryan ryeohyun, muna2024, nanadeelf, nelimei4, kyuwook, ck mendokusei, esti, Clouds, maya, puzZy cat, Neemarishima, uniessy, aegyokyurin, hyunjae, YuraELF, ichigo song, risaawaw, Angelika Park, chairun. nisa. 92, Miyoori 29, Neerval-Li, Seiqas, MinKyuCho, kanggaryjihyo, Chonurullau40, Kim Hyo Min, Sung HyoHee, Tika, kim umie, Sung hyesang, 237aslan, Kim Kumiko, liea, Cho MinHyun, aiyu. Elfishypinocchiosuju, Akibahara Hisui, Kim Rae Sun, Kikyu RKY, maria8, goldenia maya, shin young rin, runashine88, Dobe Hilang, Evelyne Rayn, kim naely, yekyuma bumchaa, Shin Hyun Hee, CreepyKYU, nita febriyanti, Kim Yeun Gie, Q-nie, sissy, LyaxueSiBum, gyu1315, Rilianda Abelira, kyurielf, chabluebilubilu, Fly21, lyELF, Cho Kyuri Mappanyukki, choi shi zu, donad, pumpkins, v3, rinaELF, Kopi Luwak or Aichii Aira, Kim -Jung- Hyewon, Pearl Park, Aihara miaw, chindrella cindy, Yhana Emng Gokill, andi. rawe. 5, yensianx, decha, MyLovelySiBum, Taerhi Lee, R'Rin4869, reaRelf, afinaindy, GaemGyu92, Vincent Ming, Namelinda, NH Iskandar, CHyeRaa, janie4750, ChoithyaraELF, ay, Chizawa95, Kim Soo Jin feat. Kim Hyun Kyo, deviyanti137, DewiDestriaPutri, dan beberapa pembaca yang tampil sebagai guest.