THE BEST TEAM

Naruto by Masashi Kishimoto

The Best Team by Doni Ren

Warning : Gaje, Typo terutama, abal abal, ide pasaran, alur dipertanyakan dan OC..

Saya berusaha membuat karakter IC tapi apakah berhasil ? entahlah..

Genre : Adventure, Friendship, Mudah mudahan Romance nya dapat dan berusaha menyelipkan Humor (yang garing)

Pairing : NaruHina, SasuSaku dan yang lain mungkin menyusul..

.

.

.

Enjoy it !

Sebelumnya di The Best Team :

Mereka telah sampai di Gin no Sato. Naruto memperoleh kenyataan tentang Shizu yang dapat menguasai jutsu ayahnya. Shizukesa sendiri menawarkan pembelajaran dalam menguasai Sankaku Rasengan. Sementara mereka menunggu Festival Tokudai no Gin dibuka, kejahatan juga semakin tidak sabar menunggu konflik besar terjadi..

Chapter 38 : Festival Tokudai no Gin

DEG

DEG

DEG

DEG

DEG

DEG

DEG

'Wajah Naruto-kun..wajah Naruto-kun berada di dekatku..'

'Hi-Hinata..'

'Na-Naruto-kun..'

'Hinata..kalau dilihat sedekat ini, manis..manis..'

GREP ! Naruto merasakan rambutnya dijambak tanpa rasa kemanusiaan. Mata safirnya melirik ke atas, tampak seorang wanita yang memakai kimono dengan dada besar dan rambut pirang menatapnya penuh tusukan serta emosi dari seorang wanita yang marah. Naruto menelan ludahnya..

"Hei bocah mesum..kenapa tanganmu masih memegang 'itu'nya dia hah ?!"

Naruto menaikkan alisnya kebingungan. "Itunya ?! itunya apa ?!"

Hinata yang baru menyadari ada sesuatuyang memegang salah satu 'itu'nya melirik ke bawah dan..CBASSHHH ! dia merasakan kesadarannya mulai menghilang.

"Apa sih itunya ?!" kata Naruto dengan wajah kebingungan.

BLARRR ! Naruto pun dilempar ke depan, punggungnya langsung menghantam dinding di belakangnya dan membuat retakan retakankecil di sana. Mata safir Naruto terbuka lebar.

'Gila..tenaga wanita itu..'

DRAAARR ! Naruto dengan sigap melompat ke kiri sebelum tinjuan maut wanita berdada besar tersebut menghantam perutnya. Naruto menggeram kesal.

"HEI, APA KAU INGIN MEMBUNUHKU-TTEBAYO !" teriak Naruto kesal. Tsunade menatap tajam ke arah Naruto.

"Wajahmu mengingatkanku pada si mesum Jiraiya ! maaf-"

"JIRAIYA ?!" Naruto memegang kepalanya "KAU KENAL ERO-SANNIN ?!" tanya Naruto dengan nada antusias. Sementara Hinata sudah bangkit dari acara terjatuhnya dan menatap bergantian antara Naruto dan wanita berdada besar tersebut.

"Ano..Nona Tsunade, kapan mandinya ?" tanya Shizune dengan wajah memelas. "Karena di pemandian tidak boleh membawa binatang, aku sangat khawatir keadaanTon Tondi kamar.."

"Babi kau khawatirkan !" kata Tsunade dengan nada sweatdrop "Hm..jadi bocah, aku bertanya.."

"Silahkan.." kata Naruto dengan nada cuek.

Tsunade menatap tajam ke arah anak berkulit tan tersebut.

"Apa hubunganmu dengan Jiraiya ?!"

Pada saat Naruto ingin menjawab pertanyaan dari Tsunade, sang objek pembicara muncul dengan kimono putuh bersihnya. Tsunade menoleh ke arah pintu pemandian air panas untuk pria dan membulatkan matanya. Begitu juga dengan Jiraiya.

"SI MESUM ?!"

"DADA RATA ?!"

Mereka menyebutkan julukan masing masing secara bersamaan

.

.

.

Tim 8, Tim Jiraiya serta Tsunade dan Shizune kini duduk di ruang makan apartemen tersebut. Reuni kecil kecilan terjadi antara Tsunade danJiraiya, hingga mereka beradu judi dan membuat suasana ruang makan tersebut agak ricuh. Ditambah Kiba dan Naruto yang selalu membuat keributan, dan Kurenai serta Shizune yang berbicara tentang suatu masalah.

"Wa-wao..aku tidak menyangka kalau kau anak cowok ! benar kan Akamaru ?!" kata Kiba dengan mata yang bersinar sinar dan Akamaru menggonggong membenarkan. Shizukesa menghela napasnya.

"A-ano, Shizu-chan.."

GUBRAK ! Shizu langsung terjatuh dengan tidak elitnya begitu mendengar Hinata memanggilnya dengan embel embel chan. Naruto tersenyum ke arah Hinata.

"Dia tidak suka disamakan dengan perempuan, Hinata.." kata Naruto. Hinata menundukkan kepalanya ke arah Shizu.

"Go-gomen Shizu-kun.."

Sementara Shizu hanya kembali menghela napasnya "Tidak apa apa..gezz, setiap orang yang pertama kali melihatku pasti mengira aku seorang perempuan.."

"Itu benar..karena dari bentuk wajah dan raut serta cara-"

"ARRGGGHH ! CARA BICARAMU MEREPOTKAN !" teriak Kiba dengan nada kesal. Shino mengangkat alisnya.

"Heh..anak anak Konoha.." Tsunade yang masih bermain kartu bersama Jiraiya melirik sejenak ke arah para Genin, "Kalian pasti mempunyai beberapa pertanyaan tentang sesuatu yang disebut melindungi tekad Konoha.." Tsunade menghela napasnya "Sejak kematian Sandaime, aku tidak menyangka Jiraiya mencariku dan seenaknya menyuruhku menjadi Hokage.."

"Kau tidak mau Tsunade ?" tanya Jiraiya sambil memandang sekilas kartu kartunya.

"Heh..Hokage adalah pekerjaan bodoh !"

GREK ! tampak Naruto langsung berdiri dan menunjuk ke arah Tsunade "Jangan berbicara sembarangan ! Hokage adalah seorang pemimpin..seseorang yang dihormati desa dan ninja terkuat di desa ! Hokage adalah sebuah beban yang dipikul seseorang, seseorang yang butuh kecerdasan, kemampuan-"

"KAU JANGAN SOK PANDAI BOCAH ! KAU TIDAK TAHU AKAN ARTI KESIA SIAAN MENJADI HOKAGE !" Tsunade menatap tajam ke arah Naruto "Apa yang kau tahu hah ? kau hanya bocah mesum berusia 13 tahun yang memegang dada wanita sambil memasang wajah polos !"

Naruto menggelengkan kepalanya 'Kenapa itu juga dibawa bawa-ttebayo !' Naruto melirik ke arah Hinata yang wajahnya semerah tomat dan kembali menatap tajam ke arah Tsunade.

"Kau yang tidak pernah merasakan suatu kesakitan pasti tidak mengerti-"

GREK ! Tsunade berdiri dengan wajkah kesal. Matanya tertutup. Dia membuka matanya perlahan lahan, dan terlihat sedikit kesedihan di sana..

"Aku pernah merasakannya..dua orang yang kusayangi meninggalkan..meninggalkanku karena cita cita bodoh itu..kau-" Tsunade langsung pergi meninggalkan tempat tersebut. Narutomenatap tajam ke arah Tsunade yang berjalan meninggalkan ruang makan. Shizune langsung bangkit dan membungkuk hormat.

"Go-gomen.." katanya lalu keluar mengikuti Tsunade.

Sementara Sasuke menaikkan alisnya kebingungan. Ada yang aneh..ada yang aneh dari sikapNaruto.

'Kenapa Naruto malah membela Hokage dan Konoha ?! bukankah dia membencinya ?' Sasuke menatap partnernya tersebut 'Aku tidak percaya karakternya berubah secepat itu, setelah apa yang dia alami..tetapi..'

Mata onyx Sasuke semakin tajam 'Apa yang kau pikirkan, Dobe..'

Sementara Shizukesa menatap tajamke arah Naruto dengan mata lentiknya. Shizukesa juga berkalut dalam pikirannya. Dia bingung akan kata kata Naruto tadi.

'Jujur saja..kebencian di hatinya sangat kuat..kenapa sepertinya dia membela Konoha..' Shizukesa melirik ke arah Sasuke yang menatap tajam ke arah Naruto 'Bahkan partnernya sendiri tampak kebingungan..'

Mata lentik Shizu berubah tajam 'Apa yang kau pikirkan, Uzumaki Naruto..'

.

.

.

Di sebuah tempat yang beraura gelap, tampak berdiri dua orang dengan raut wajah serius menatap dua orang yang berada di depan mereka. Salah satunya terbaring lemah di tempat tidur. Orochimaru-orang yang terbaring tersebut-meringis kesakitan ketika tangan tangannya kesemutan dan seperti terbakar. Kabuto yang berada di sisinya hanya menatap datar ke arah tuannya.

"Kakek tua sialan..grrr..berani beraninya dia, berani beraninya dia melakukan ini kepadaku. Beraninya dia..ARRRGGH !" Orochimaru menundukkan kepalanya. Kemudian dia mengangkat kepalanya dan menatap dua ninja Oto hasil percobannya.

"Hokori..Jozan..pergilah kalian ke desa Gin. Atas permintaan dari 'orang' di sana, dia meminta kita untuk membantunya mendapatkan bola perak desa tersebut yang pernah digunakan Sandaime untuk mengalahkan para Missing nin Kumo dulu..mereka akan memberikan sedikit efek dari bola itu kepadaku dan aku harap dengan kekuatan bola perak tersebut tanganku masih dapat disembuhkan.." Orochimaru menatap tajam ke arah dua eksperimennya tersebut "Dan aku dengar dari mata mata Kabuto.." Orochimaru sekilas melirik sang tangan kanan "..Bahwa Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke juga ada di sana, mereka membuat keributan di sebuah kedai dan hampir berkontak dengan kelompok Daki Kaminari.."

Orochimaru berhenti sejenak karena tangannya yang tiba tiba terasa sangat terbakar. "..Jika kalian bisa, cobalah bertarung dengan mereka berdua.."

Hokori, seorang ninja Oto dengan rambut jabrik oranye dan hitai ate yang bertengger di bahu kanannya memiringkan kepalanya. Tampak matanya yang berbentuk bulat menatap penuh minat ke arah Orochimaru "Apa kami boleh membunuh mereka berdua, Orochimaru-sama ?"

Jozan, Shinobi Oto yang memiliki rambut lurus cepak berwarna ungu dengan garis garis wajah keras menatap tajam ke arah temannya. Mata hitamnya melirik ke arah Orochimaru yang tiba tiba tersenyum.

"Khekhekhe..silahkan.." kata Orochimaru dengan suara licik seorang ular "Tapi jangan salahkan aku kalau kalian terbunuh.."

Hokori tersenyum puas. Sementara Jozan mendengus kesal. "Anda jangan meremehkan kami, Orochimaru-sama. Kami juga tidak menanggung akibat jika dua bocahyang anda tunggu akan tewas di tangan kami.."

Lagi lagi Orochimaru tertawa "Khekhekhe..silahkan. Silahkan..aku menunggu apa yang terjadi.."

Sementara Kabuto menatap diam tuannya. Dia menatap dua ninja Oto tersebut.

"Baiklah, kalian berdua..silahkan pergi!"

Hokori dan Jozan menganggukkan kepalanya, mereka berdua berjalan dengan tenang menuju pintu keluar kamar Orochimaru.

"Hokori..Jozan !" Orochimaru menghela napasnya. Hokori dan Jozan langsung berhenti ketika tuan mereka memanggil nama mereka berdua.

"Ada apa, Orochimaru-sama.." kata mereka serempak.

"Kalian adalah hasil eksperimenku yang berharga..khekhe, berhati hatilah.."

Hokori dan Jozan tersenyum, mereka berdua kemudian meninggalkan tubuh lemah Orochimaru yang kini hanya ditemani oleh Kabuto..

TLEK..pintu ruangan tersebut pun tertutup.

.

.

.

Malam sebelum Festival Tokudai no Gin..

BLAAARHHH !

Naruto terpental ke belakang dan menabrak pohon di belakangnya. Tampak asap asap menghiasi tempat latihannya akibat efek dari ledakan tadi. Sementara sang partner, Uchiha Sasuke kini sedang membaca gulungan naskah jutsu dari Jiraiya. Di gulungan tersebut tertulis bagaimana menambah efek kuat dari pengguna api. Mata onyx Sasuke menatap intens tulisan tulisan tersebut. Dia berusaha menyerap informasi dari apa yang tertulis di gulungan tersebut dan mencoba membayangkannya.

"Sankaku Rasengan sangat susah-ttebayo.." kata Naruto dengan wajah kesal "Disatu sisi kita harus mempertahankan tiga sudut chakra agar stabil, disatu sisi kita harus mengacak acak chakra di tengah tengah Rasengan..ini sangat sulit dibandingkan Rasengan maupun Dai Rasenringu.."

Naruto duduk bersila dibawah pohon. Dia memejamkan matanya. Tampak Naruto mengunjungi mindscapenya.

"Ada apa teman ?"tanya Yami yang menyambutnya dengan sebuah seringaian.

"Ajari aku bagaimana cara menguasai-"

"Hahh..sudah kuduga. Tampaknya kau belum bisa membagi pikiranmu.."

Naruto mengangkat alisnya "Apa maksdumu-ttebayo.."

"Gaki.."Kurama membuka satu matanya. Saat itu sang rubah sedang tertidur di penjaranya "..Bocah yang bernama Shizukesa itu memiliki tekanan dan stabilitas chakra yang sangat kuat, dan juga dia dapat menguasainya. Kau ingat saat pertama kali bertemu dengannya.."

"Y-ya.." Naruto menatap penuh minat ke arah Kurama.

"Saat itu dia sengaja menaikkan intensitas chakranya hingga membuat Sasuke terkena serangan sesak di dada, untung saja aku menstabilkan chakramu sehingga kau tidak terkena efeknya..coba kau pikirkan, kenapa saat diruang makan tadi, para Genin seperti teman anjingmu, atau si kacamata hitam dan si gadis pemalu itu tidak merasakan sesak dada.."

Naruto mengangkat alisnya "Karena Shizukesa menurunkan intensitas chakranya..". Kurama mendengus..

"Pintar juga.."

"APA MAKSUDMU DATTEBAYO !" teriak Naruto dengan wajah kesal sambil menunjuk wajah besar Kurama.

"Jadi disini aku mau memperjelas bagaimana Shizukesa bisa membagi antara mengontrol tekanan chakranya yang, aku jujur saja..sangat kuat dan hebat, dengan bagaimana dia menurunkannya dan berusaha menormalkan chakranya seperti setingkat kalian.." Kurama menatap tajam ke arah Naruto. Tampak Naruto menelan ludahnya.

'Sekuat itukah Shizukesa ?' batin Naruto

"Baiklah Yami, silahkan melanjutkan.." Kurama kembali memejamkan matanya. Naruto menghela napasnya perlahan.

'Dasar Rubah pemalas..'

"Baiklah Naruto, berdasarkan penjelasan Kurama, kau harus bisa membagi konsentrasi dan kesiapan chakramu dalam dua bagian.." Yami berhenti sejenak "Tetapi itu level yang sangat tinggi, kau tahu, berdasarkan penggambaran Shizukesa, Sankaku Rasengan adalah rasengan yang berbentuk segitiga.."

"Namanya saja Sankaku.." kata Naruto dengan wajah datar.

"Hmm, Rasengan itu lebih berbahaya dari Rasengan normal, tetapi daya penghancurnya tidak sekuat Dai Rasenringu. tetapi Sankaku Rasengan lebih memberikan efek luka sayatan yang dalam atau bahkan luka tembakan karena bentuk chakranya yang menyerupai segitiga. Kita ingat kalau segitiga mempunyai tiga sudut yang memiliki bentuk runcing dan tajam.." Yami memandang Naruto sejenak, perlahan lahan alis Naruto naik.

"Jadi maksudmu, Rasengan itu bisa hampir disamakan dengan tusukan atau sayatan sebuah pedang ?" tanya Naruto datar. Yami kembali mengangguk.

"Dan sudut itu..ya sudut itu !" Yami menyeringai "Sebelum kau menguasai Sankaku Rasengan, akan kuajari kau teknik elemenmu untuk pertama kali.."

"Fuuton?!" tanya Naruto dengan nada yang sedikit bersemangat.

"Ya..dan jutsu ini ada hubungannya dengan Sankaku Rasengan. Jadi, jika kau bisa menguasainya maka menguasai Sankaku Rasengan bukanlah hal yang sulit.."

Mata safir Naruto berubah tajam dan dingin "Kita mulai, Yami.."

Di sebuah daerah lapang di hutan..

"Mereka sudah menemukan Tsunade..bagaimana ini ?"

Para Anbu Root kini sedang dalam kegelisahan. Tim pencari Jiraiya sudah berhasil bertemu dan langsung berkomunikasi dengan calon Godaime Hokage, Senju Tsunade. Hanya saja, Tsunade tampaknya tidak memberikan sinyal positif unuk menerim jabatan tersebut. Dan hal itu yang membuat para Anbu Root masih bisa tenang. Seorang Anbu yang memakai topeng burung gagak sedang melukis sesuatu di kanvasnya, dia duduk agak sedikit jauh dari kumpulan para Anbu Root lainnya. Anbu bertopeng burung gagak tersebut melukis sebuah lukisan abstrak yang tak terdefinisi.

SYAAAT ! tampak dua orang Anbu Root yang sudah ditugaskan memata matai tim Jiraiya di desa Gin langsung duduk dan memberikan informasi. Anbu yang bertopeng burung gagak tersebut kemudian berjalan mendekati kumpulannya.

"Besok adalah dimulainya festival Tokudai no Gin, kami berdua mendapatkan informasi soal rencana penyerangan dari kelompok Daki Kaminari terhadap para pemimpin Desa Gin untuk mendapatkan kunci dari peti yang menyimpan bola perak.."

"Bola perak ?" tanya Anbu yang bertopeng kucing, ketua dari tim tersebut.

"Ya..diceritakan bahwa bola itu lah yang menyebabkan Sandaime dan timnya berhasil mengalahkan para Missing nin Kumo dan membebaskan para warga Gin dari belenggu terjajah.."

"Bukankah Danzo-sama pernah menceritakan tentang bola perak ?" kata Anbu yang bertopeng gagak. semuanya memandang ke arah Anbu tersebut.

"Jadi ?" kata Anbu yang memakai topeng anjing. Anbu bertopeng gagak menganggukkan kepalanya.

"Danzo-sama adalah salah satu dari tim pembebasan Desa Gin.." kata Anbu bertopeng gagak dengan nada serius.

"Jadi, bagaimana keputusanmu..ketua ?!" tanya Anbu yang memakai topeng harimau kepada ketua mereka.

"Aku punya rencana..intinya, jika kita berhasil mendapatkan bola itu..chakra kita akan naik dan kita gunakan untuk menghabisi dua legenda Sannin, Jiraiya dan Tsunade, lalu menghabisi seorang Jounin dan empat genin lainnya, terkecuali.."

Nada Anbu bertopeng kucing itu berubah tajam "..Uzumaki Naruto.."

"Anda melupakan sesuatu !" kata salah seorang Anbu yang membawakan informasi tersebut. Semuanya menoleh ke arahnya.

"Apa ?" tanya ketua mereka.

"Murid Jiraiya, adalah seorang anak berusia 13 tahun-"

"Hanya seorang bocah.."kata Anbu yang memakai topeng monyet abu abu.

Anbu yang membawa informasi tersebut terdiam sejenak dan mendengus kesal "..Dia adalah cucu Midoru Haji.."

Dan semua mata Anbu Root terbuka lebar.

"Ingat apa yang dikatakan Danzo soal orang yang bernama Midoru Haji ?!" kata Anbu yang memakai topeng harimau.

"Midoru Haji adalah teman satu timnya Sandaime, Danzo-sama dan murid Nidaime Hokage lainnya.." Anbu yang memakai topeng gagak menghela napasnya

"..Dan Danzo-sama mengatakan, berhati hatilah dengan orang yang mempunyai nama Midoru untuk klannya.."

Semuanya menelan ludah.

"Karena klan mereka, sang penengah..dapat mengatasi klanUchiha maupun Senju !"

View pun memperlihatkan sinar bulan yang menyinari lembut malam itu. Latar tempat pun berpindah di sebuah teras apartemen Desa Gin. Tampak sesosok bocah laki laki berwajah cantik, dengan rambut coklat keemasannya dan poninya yang menutupi mata kanannya, terdiam dalam keheningan malam..mata lentiknya menatap tajam dua bocah sebayanya yang berjalan bersama ke arahnya.

Dua bocah yang sudah ditakdirkan menjadi musuhnya kelak.

Si kuning jabrik dan rambut biru dongker..

Uzumaki Naruto..Uchiha Sasuke..

Midoru Shizukesa mengawasi kalian !

~TBT~

Pukul 3 pagi, sebelum pembukaan Festival Tokudai no Gin.

Di sebuah tempat yang bersinar pelan, tampak segerombolan kelompok bandit Daki Kaminari kini sedang mendengarkan seksama perintah dari ketua mereka..

"Kalian mengerti ?!" tanya sang ketua. Para anggota Daki Kaminari mengangguk dengan muka serius. Ketua kelompok tersebut tersenyum lalu menggerakkan kepalanya seperti bahasa isyarat.

"Kalian berdua, silahkan masuk !"

Dua orang dengan raut wajah penuh senyuman jahatmemasuki ruangan tersebut. Yang pertama memiliki mata bulat dan rambut jabrik oranye, sedangkan yang kedua memiliki garis garis wajah tegas dan rambut lurus cepak berwarna ungu. Hokori dan Jozan, dua ninja Oto yang dikirim Orochimaru untuk membantu kelompok Daki Kaminari melancarkan serangannya berdiri dihadapan kelompok bandit tersebut dengan tatapan licik. Ketua Daki Kaminari berdehem sejenak dan langsung memperkenalkan para ninja Oto tersebut.

"Perkenalkan, Hokori dan Jozan dari Otogakure, mereka akan membantu kita dalam melicinkan rencana penyerangan, jadi..kuharap kalian dapat bekerja sama dengan mereka berdua !"

"Mohon kerja samanya.." kata Hokori dengan ramah. Para anggota Daki Kaminari menganggukkan kepalanya.

"Nah, seperti apa yang kuinstruksikan..pasang alat pembakar itu ditempat pidato sebelum matahari benar benar terbit !"

"Baik ketua !"

Sementara Hokori dan Jozan saling berpandangan.

"Pikiranmu sama ?"tanya Hokori. Jozan menganggukkan kepalanya, tampak wajah tegasnya mengeras.

"Aku menunggu untuk menghabisi Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke !"

.

.

.

Pagi, pukul 6..

Hinata berjalan menyusuri jalan setapak di sekitar hutan desa Perak. Mata lavendernya menikmati keindahan alami dari hutan hutan desa Gin. Dia memandang sejenak ke arah katak yang sedang melompat lompat di antara bebatuan, dan beberapa jangkrik yang membunyikansuara khas paginya. Hinata tersenyum sendiri menikmati keindahan pagi itu.

"YAHAHA ! SEDIKIT LAGI !"

Dan semua binatang berlarian akibat sebuah teriakan cempreng dari dalam hutan. Hinata kenal dengan suara tersebut. Dia segera berlari menyusuri sebuah jalan setapak dan bersembunyi dari balik semak semak. Mata lavendernya melebar ketika melihat Naruto yang sepertinya membuat sebuah chakra aneh di tangan kanannya.

'Segitiga..' batin Hinata sambil terus memperhatikan aliran chakra Naruto.

'Sedikit lagi, tinggal memadatkannya ! menggabungkan antara chakra stabil di tiga titik sudut dan chakra tidak stabil di sekitar areal tengah !' Naruto memejamkan matanya, dia kini sedang berada di dalam mindscapenya. Tampak yami yang menyambutnya dengan seringaian khas seperti biasa.

"Hai kawan ? mau tanya apa ?"

"Ano.." Naruto menghela napasnya "Setelah aku berhasil menyeimbangkan kedua jenis alirannya, menggabungkannya antara tiga titik sudut Rasengan dengan areal tengahnya apakah menggunakan-"

"Sepeti prinsip benda tajam.." Yami dengan cepat memotong kata kata Naruto "Semakin tajam maka semakin tipis dan unit unit materinya akan dipadatkan sedemikian rupa sehingga ketebalannya berkurang.."

"Dengan kata lain.." mata Naruto sedikit berbinar "Teknik yang kau ajarkan itu.."

Yami menganggukkan kepalanya perlahan lahan. Dia menyeringai. "Perkembangan yang baik bukan, tidak sia sia kita ke sini. Kau bahkan dapat menguasai dua jutsu sekaligus.."

"Yami sensei yang baik.." kata Kurama dengan nada malas.

"Dari pada kau, di perutku seenaknya dan bermalas malasan.." kata Naruto dengan wajah datar.

"DIAM GAKI !" teriak Kurama kesal. Yami menoleh ke arah Kurama dan tertawa. Dia kemudian menatap tajam ke arah Naruto.

"Kau siap ?"

"Tentu saja.."

Naruto membuka mata safirnya. Dengan gerakan cepat, Naruto dibantu seorang bunshin menggerak gerakkan aliran chakranya secara acak di tangan kanannya. Naruto mengkonsentrasikannya pada tiga titik sudut dan berusaha memadatkannya.

"HYAAAAAHH !"

Hinata semakin serius menatap latihan Naruto. Entah kenapa, dia sangat berharap hasil latihan Naruto saat ini berhasil.

Mata Hinata terbuka lebar begitu melihat sebuah chakra yang berbentuk segitiga, dengan efek aliran berputar di tengah tengahnya, berputar putar di tangan Naruto. Naruto langsung menghempaskan chakra segitiga tersebut ke tanah.

"SANKAKU RASENGAAAAN !"

BLAARRRRHHH !

"Na-Naruto-kun.." kata Hinata dengan nada pelan..

Tampak Naruto tersangkut di dahan pohon akibat daya ledak Rasengannya..

.

.

.

Pembukaan festival Tokudai no Gin dimulai pada pukul 8 pagi. Acara inti dimulai pada pukul 12 siang, di mana ketua dewan Rikai akan berpidato sekaligus acara pesta inti akan dimulai.

Festival Tokudai no Gin dibuka dengan pelepasan 1000 balon berwarna perak ke langit. Semua turis maupun warga yang mengikuti festival ini diharuskan memakai kimono agar suasana tradisionalnya sangat terasa.

"Cepat Sasuke ! kau berdandan atau apa ?!" Naruto mengetuk ngetuk keras pintu kamar mandi apartemennya dengan tidak sabaran. Bagaimana tidak, sang Uchiha sudah berada sekitar 30 menit di dalam kamar mandi tanpa suara.

"KAU LAGI APA TEME ?! ACARA PELEPASAN BALON MAU DIGELAR 10 MENIT LAGI DAN AKU BELUM MANDI !"

"Salah sendiri bangun terlambat.." kata Sasuke datar.

"Aku sudah bangun pagi pagi untuk latihan.." Naruto berusaha membela dirinya.

"..Lalu ?"

Naruto menghela napasnya "Yah..aku tidur lagi.."

"Salahmu.."

BRAKK ! Naruto menendang pintu kamar mandi tersebut dengan wajah kesal. 'Dasar, tanpa bersalah dia mengatakannya padahal dia sendiri lama..'. Perlahan lahan wajah Naruto berubah menjadi datar. Dia menghela napasnya dan berjalan menuju ke arah jendela. Mata safirnya menatap dingin ke arah pemandangan di luar. Tampak pohon pohon serta ranting dan daun daunnya bergerak akibat tiupan angin.

Cklek..terdengar pintu kamar mandi terbuka. Muncul Sasuke dengan rambut basah sambil menatap datar ke arah temannya. Naruto menoleh ke arah Sasuke dengan wajah yang kembali kesal.

"Kenapa kau lama ?!" tanya Naruto sambil berjalan menuju kamar mandi.

"Membuang tenaga.."

Naruto menaikkan alisnya 'Apa maksudnya sih ?!' batin Naruto kebingungan. Uzumaki muda tersebut kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, namun tangan kanan Sasuke dengan cepat menangkap bahunya. Naruto menoleh ke arah partnernya dengan wajah kebingungan.

"Ada apa Teme ?!"

Sasuke terdiam sejenak. Tanpa melirik ke arah temannya, sang Uchiha memberikan Naruto sebuah pertanyaan.

"Apa kau benar benar ingin meninggalkan Konoha ?!"

Naruto menaikkan alisnya "Ada apa denganmu ?!"

"Soal Hokage waktu itu.." kata Sasuke. Naruto memiringkan kepalanya. Dia pun berusaha mengingat, dia berusaha mencari tahu apa maksud dari pertanyaan Sasuke.

Naruto tersentak sedikit begitu dia mengingat kejadian di ruang makan, saat dia danTsunade beradu argumen tentang Hokage.

"Oh.." Naruto tersenyum "Aku mandi dulu.."

Naruto melepaskan tangan Sasuke dari bahunya dan berjalan menuju kamar mandi. Sasuke tetap terdiam dengan pandangan onyx yang sangat tajam.

'Apa yang ada di pikiranmu, Dobe..'

Naruto dengan cepat memakai kimono biru lautnya setelah selama kurang lebih tiga menit membasuh dirinya dikamar mandi. Dia segera keluar dengan langkah kaki yang terburu buru.

SREEEK ! Naruto menggeser pintu kamarnya dan melihat Sasuke sedang bersandar di salah satu dinding dengan santai sambil memejamkanmatanya.

"Ayo Teme.." kata Naruto. Sasuke membuka matanya.

"Kalian lama, acara sudah mau dimulai.."

Naruto dan Sasuke menoleh ke sumber suara.

"AKU TIDAK PERCAYA KAU LAKI LAKI !" teriak Naruto serta Sasuke yang ikutan shock.

Tampak Shizukesa dengan kimono emas dan ukiran ukiran naganya hanya memiringkan kepala dengan wajah kebingungan. Tampak rambut belakangnya yang sebahu dia sanggul dengan manis. Di bagian poninya dia semat sebuah pita logam berwarna merah.

"Naruto.." kata Sasuke dengan wajah datar.

"Apa Sasuke ?" tanya Naruto dengan wajah datar.

"Aku tidak percaya dia mengalahkan kita dalam duel dua lawan satu.."

"Aku juga.."

"Dia tampak seperti seorang anak perempuan lemah yang perlu diberi perlindungan.."

"Aku setuju.."

"Hn.."

Sementara pelipis Shizukesa sudah terasa ingin meledak karena mendengar celotehan duo Uzumaki Uchiha tersebut.

"Gezz..Kalian.." kata Shizukesa dengan nada kesal.

DEG. Sasuke langsung jatuh terduduk sambil memegang dadanya. Sebelah matanya tertutup kesakitan. Naruto kebingungan melihat tingkah temannya tersebut.

"Oy oy Gaki..kalian membuat dia marah. Bocah Shizukesa itu sedang menaikkan intensitas chakranya.." kata Kurama dengan nada sweatdrop. "Aku kini sedang berusaha menstabilkan chakramu agar tidak tertekan seperti Sasuke..sekarang minta maaflah baka !"

Naruto menggaruk kepalanya. Dia menatap ke arah Shizu yang sedang dalam mode dark aura..

"A-ano, Shi-"

"Oy Naruto ! apa yang kalian lakukan di sana ! acara pelepasan balon sudah mau dilaksanakan !"

Naruto, Sasuke dan Shizu menoleh ke sumber suara tersebut. Tampak Kiba yang memakai kimono putih susu sedang melambai ke arah mereka, di sampingnya berdiri Akamaru yang juga memakai kimono berwarna abu abu dengan sebuah huruf kanji dipunggungnya yang bertuliskan 'IniAnjing'.

'Apa anjing perlu memakai kimono ?' batin tiga murid Jiraiya tersebut dengan alisyang naik turun kebingungan.

.

.

.

Tampak suasana dijalan utama Desa Gin begitu ramai. Naruto tersenyum melihat pemandangan tersebut. Dia memandang para turis yang berlalu lalang sambil melihat pernak pernik di Gin no Sato. Permainan dan hal hal yang menyenangkan berbaur di tempat tersebut. Beberapa anak kecil berlari lari senang dan orang tua mereka tersenyum di belakang mengikuti. Naruto tersenyum melihatnya.

'Kalian beruntung mempunyai Tou-san dan Kaa-san yang tersenyum melihat kelakuan kalian, yang tersenyum melihat tingkah lucu kalian, yang marah kalau kalian membuat kesalahan, yang memeluk dan menenangkan kalian jika kalian menangis, dan kalian menjadikan mereka tempat kehangatan..' Naruto menundukkan kepalanya dan memeluk dirinya sendiri. Tampak safir itu menatap sedih ke arah tanah. Dia pun mengangkat kepalanya dan berjalan menuju patung perak Sandaime yang berdiri gagah di jalan Desa Gin.

Tampak beberapa turis saling bergumam penuh kagum ke arah sosok Hokage ketiga Konoha tersebut. Mata safir Naruto tertuju kepada bola yang dipegang di tangan kanan Sandaime, matanya kemudian menatap lurus ke depan. Tampak Hinata dan Kurenai yang memunggunginya sedang berbicara tentang sesuatu.

'Sapa Hinata saja..' batin Naruto sambil tersenyum.

"Hinata !"

DEG. Dada Hinata terasa berdebar begitu sebuah suara yang sangat dikenalnya memanggil dari belakang. Dengan gerakan patah patah, sang putri Souke tersebut menoleh ke arah sumber suara.

"Oh, Naruto.." kata Kurenai dengan nada ramah. Sang sensei tim 8 tersebut memakai kimono merah dengan bunga bunga lilinya sebagai hiasan. Kurenai terlihat cantik pagi itu.

Mata safir Naruto melebar melihat penampilan Hinata yang bisa dibilang memukau. Sang putri Hyuuga memakai kimono biru tua dengan hiasan bunga sakura yang lembut ditepi tepinya. Rambut Hinata pun dihiasi sebuah pita bunga yang berwarna biru muda.

"Ehem..warna kimono kalian hampir sama ya ?" kata Kurenai dengan nada yang sedikit menggoda.

"E-eh, Sen-Sensei !" Hinata menggelengkan kepalanya berkali kali. Dia langsung menatap senseinya dan tidak berani melihat ke arah Naruto. Naruto menggaruk kepalanya sambil mengerling ke sisi kirinya.

"Kau playboy Dobe.."

"WEKHH ! TEME SIALAN !" Naruto menoleh dengan wajah shock. Sasuke tiba tiba muncul di sampingnya seperti hantu.

"Kau lupa dengan si 'Ratu' ?" tanya sasuke sambil menyeringai.

'Apa apaan dia..' batin Naruto dengan wajah kesal.

"Na-naruto !"

Naruto menoleh ke arah Kiba dan Shino yang berjalan terburu buru ke arahnya.

"Ada apa kiba ?" tanya Naruto "Kenapa kau-"

"SHIZUKESA ITU LAKI LAKI ATAU PEREMPUAN SIH ! YA AMPUN DIA..DIA.."

"Mungkin itu karena hormon atau sesuatu yang disebut dalam pengeta-"

"ARRRGHHH ! KAU BERISIK SHINO ! CARA BICARAMU MEREPOTKAN !" teriak Kiba sambil mengacak acak rambutnya. Shino hanya mendengus kesal.

"Hei, kalian semua sudah ada di sini ?"

Semuanya menoleh ke belakang. Tampak sang Sannin katak yang memakai kimono putih dengan garis garis merah di kerahnya sedang berdiri di samping Tsunade. Sang cucu Shodaime Hokage sendiri memakai kimono berwarna hijau muda dengan bagian atas yang sedikit terbuka.

"Jaga mata, jaga telinga, jaga nafsu.." gumam Sasuke dengan nada datar.

'Bu-bukankah itu kata kata Kakashi-sensei dattebayo..' Naruto melirik ke arah Sasuke dengan wajah sweatdrop 'Tetapi Tsunade Baa-chan itu sangat cantik. Jika ditaksir dengan usianya yang sebaya dengan Ero-Sannin..wah, pasti dia punya jutsu regenarasi..'

Sementara Shizune yang muncul dengan kimono berwarna ungu tua, dengan hiasan garis garis yang berbelok belok berwarna kuning muncul bersama Shizukesa yang memasang wajah cemberut.

"LIHAT NARUTO ! SUDAH KUBILANG DIA ITU LA-"

Naruto segera menutup mulut Kiba dengan tangan kanannya. Sang Uzumaki tidak mau semua orang di jalan ini menderita sesak napas akibat tekanan chakra Shizu yang tiba tiba naik jika dia kesal.

"Hmbbh..hmbbhh.." kata Kiba. Naruto menggelengkan kepalanya dengan wajah datar.

"Kita bicarakan soal Shizu nanti.." Naruto melepaskan tangannya dari mulut Kiba. Mata safirnya menatap ke arah para panitia Festival yang sudah siap melepaskan seribu balon perak ke langit. Semua pengunjung dan warga Gin sudah menunggu momen momen ini. Semuanya bertepuk tangan dengan gerakan penuh semangat, sebuah harapan yang yang sudah diangkat oleh seorang pahlawan..dan kini mereka mengenangnya dalam sebuah festival yang penuh keramaian dan kesenangan..

Rikai dan empat ketua dewan lainnya adalah yang menjadi pertama kali menggunting tali balon dan membuatnya terbang ke atas. Semuanya bertepuk dengan gembira saat lima balon tersebut melayang ke atas, diikuti balon balon lainnya.

"Su-sugoi.." kata Hinata dengan mata lavender yang bergetar semangat. Tanpa dia sadari, sang Souke berdiri di samping Uzumaki muda.

Naruto tersenyum senang. Yah, pemandangan indah sebelum pemandangan pemandangan suram yang akan dia lalui di masa depan.

"Kenapa balon bisa terbang Gaki ?" tanya Kurama dengan nada serius.

"TIDAK PENTING !" kata Naruto dengan nada datar.

GUBRAK ! Kurama sweatdrop dengan sedikit kekesalan di mindscape Naruto.

Sasuke menatap datar ke arah langit langit yang kini dipenuhi ribuan balon balon perak tersebut. Tiba tiba mata onyxnya melebar, tampak sekilas dia melihat bayangan dari wajah Itachi yang menatapnya dingin. Sasuke memejamkan matanya.

'Halusinasi lagi..' batin sang Uchiha muda tersebut.

Sementara Shizukesa hanya bersedekap dada memandang balon balon tersebut. Mata lentiknya mengamati dengan teliti pergerakan balon balon berwarna perak yang kini berpencar di langit..tiba tiba..

DORHH !

Sebuah balon pecah..

DORRHH ! DORRHH ! DORRH ! DORRHH ! DORRHH ! dan balon balon lainnya pecah, tampak beberapa pengunjung memasang wajah kebingungan. Namun perlahan lahan mereka berteriak senang.

Dari pecahan pecahan balon perak tersebut, turun potongan potongan kertas berwarna perak yang membuat jalan utama di Desa Gin seperti diturunkan salju. Semua pengunjung menggema takjub dengan pemandangan tersebut. Shizukesa menengadahkan tangannya ke atas. Tampak potongan potongan kertas berwarna perak itu melayang dan tepat jatuh ditelapak tangannya.

"BAIKLAH MINAA !" Rikai dengan sebuah senyuman semangat di wajah tuanya mengangkat tangan kanannya ke atas "FESTIVAL TOKUDAI NO GIN DALAM ACARA PEMBUKAAN, RESMI DIBUKA !"

Dan terdengar riuh rendah suara tepuk tangan serta teriakan senang.

Saatnya bersenang senang !

~TBT~

"AHA ! AKU AKAN MENGIKUTI LOMBA JUDI DI SANA !" Tsunade menunjuk tempat permainan game dan judi di Desa Gin "Kalian akan melihat aku membawa banyak hasil nantinya !"

"Hasil kekalahan.." kata Jiraiya dengan wajah datar.

Tsunade sebenarnya ingin menonjok wajah Jiraiya, namun dengan berpikir ini adalah hari festival, sang cucu Shodaime tersebut tersenyum.

"Hm, kau akan lihat sendiri wajah mesum ! aku akan membawa ribuan uang Ryo ! ayo Shizune !" Tsunade pun berjalan menuju tempat yang ditujunya, diikuti Shiuzne dengan keringat sweatdrop di dahinya.

"Apayang akan kita lakukan ?" tanya Kiba kepada Naruto. Naruto memasang wajah serius.

"AKU AKAN BERMAIN JUDI JUGA-TTEBAYO !" Naruto pun berlari mengikuti Tsunade.

"O-Oy..ah, baka.." Kiba menggaruk kepalanya "Akamaru, ayo kita jalan jalan dulu !" Kiba pun berjalan bersama Akamaru diikuti gonggongan sang anjing.

Jiraiya pun menoleh ke arah tempat yang sudah dia incar.

'Tarian indah Tokudai no Gin..hehehe, para penarinya adalah wanita seksi dan cantik..' Jiraiya tersenyum mesum "Anak anak, sang orang sopan pergi dulu.." Jiraiya pun berjalan dengan langkah gagah menuju tujuannya. Sesekali orang tua berambut putih itu menyanyikan sesuatu yang tidak jelas.

Sementara Hinata bersama Kurenai langsung pergi berjalan menuju pameran sejarah Desa Gin, Sasuke sendiri hanya menatap datar ke sekelilingnya, entah..sang Uchiha bingung dengan apa yang akan dia lakukan.

Mata onyx Sasuke melirik ke arah Shino yang berjalan menuju pameran koleksi binatang. Lalu sang Uchiha itu melihat Shizukesa yang berjalan menuju arah sebaliknya. Sepertinya dia ingin melihat lihat sesuatu.

Sasuke menghela napasnya. Apa yang akan dia lakukan ?

"Wah, Kaa-chan ! susah sekali mengambil ikannya !"

Sasuke menoleh ke sumber suara. Tampak tepat disisi kirinya ada sebuah permainan menangkap ikan koi menggunakan sebuah jarring kecil. Sasuke menatap sinis ke arah seorang anak kecil yang tampaknya kesusahan mengambil target dari permainan tersebut. Sementara sang ibu hanya tertawa kecil melihat kelakukan anaknya.

"Hn.." Sasuke memejamkan matanya dan berjalan menuju permainan menangkap ikan koi tersebut. Dia langsung menanyakan kepada pemilik permainan berapa harga satu kali bermain permainan tersebut.

"10 Ryo untuk tiga jaring.." kata pemilik permainan tersebut. Sasuke pun segera membayarnya. Anak kecil itu menatap Sasuke penuh minat.

"Wah, Onii-chan tampan mau main juga ya ?" tanya anak kecil bergender perempuan tersebut dengan mata yang berbinar binar. Sasuke hanya menganggukkan kepalanya.

"Semangat Onii-chan !" kata anak kecil tersebut. Sang ibu hanya tersenyum melihatnya.

Tanpa Sasuke sadari, dia tersenyum tulus.

.

.

.

"Tidak bagus ! tidak bagus ! tidak bagus !"

Semua orang di pameran koleksi binatang menatap bingung ke arah Shino. Tampak genin Konoha berkacamat itu mencibir setiap binatang yang dilihatnya dikandang. Mulai dari jenis mamalia, reptil, dan burung..sang pemilik pameran maju mendekati Shino dan ingin bertanya kenapa Genin berkacamata hitam itu menjudge tidak bagusterhadap koleksi koleksi binatangnya.

"Ini baru bagus !"

"Dia mengatakan bagus untuk pertama kalinya !" kata salah seorang pengunjung di sana. Sementara sang pemilik koleksi binatang hanya memasang wajah sweatdrop saat dia tahu apa yang dikatakan 'bagus' oleh Shino.

"Laba laba ini bagus..kenapa tidak kau kandangkan.." kata Shino dengan nada serius. Dia kini menatap intens laba laba yang berada di pojok ruangan pameran. Laba laba tersebut sedang berjalan di jaring jaring yang dia buat.

"ITU KAN MEMANG ADA DI SITU DAN SARANGNYA SUDAH ADA DI SITU SEJAK DULU !" teriak pemilik pameran tersebut dengan pelipis yang berdenyut denyut.

"Kalian membenci serangga.." kata Shino dengan nada datarnya.

.

.

.

Pelipis Tsunade kini berdenyut kesal, dia memencet tombol mesinnya dengan gerakan kasar. Bagaimana tidak, sang cucu Shodaime tersebut sedang menderita kekalahan yang kesepuluhnya. Dan yang membuat Tsunade tambah kesal adalah seorang bocah berambut jabrik kuning di sampingnya yang sedang mendulang kemenangan kesepuluhnya..

"Sekarang yang kesebelas.." gumam Naruto sambil menghitung duitnya.

GUBRAK ! Tsunade memukul mesin permainan Naruto. Naruto langsung pasang mode siaga. Semua orang disitu menoleh ke arah suara hentakan tadi.

"Tukar mesinnya.." kata Tsunade dengan urat di pelipisnya.

"O-ok.." kata Naruto dengan wajah sweatdrop.

Sepuluh menit kemudian..

"ARRGHHH ! AKU KALAH UNTUK YANG KEDUA PULUH KALINYAAA !" teriak Tsunade frustasi. Sementara Shizune dan Ton ton hanya tersenyum kecut.

"Yeah, kemenangan kedua puluh satuku dattebayo !" kata Naruto sambil menghitung duitnya. Tsunade melirik dengan pandangan frustasi ke arah Naruto.

"Kau sangat hebat, bocah.." kata Tsunade. Dia segera menegakkan badannya.

"Heh.." Naruto tersenyum tipis "Arigatou atas pujiannya..tetapi anda sebagai seorang Sannin memang memiliki-"

"Jangan bahas soal Hokage ! aku muak dengan hal tersebut !" kata Tsunade yang langsung mengerti arah pembicaraan Naruto. '..Apa bocah ini mengikutiku ke sini untuk terus mempengaruhiku soal jabatan Hokage ? maunya apa hah ?!' Tsunade menghela napasnya dan kembali bermain. Tiba tiba pikirannya melayang ke arah dua orang yang pernah bercita cita menjadi Hokage. Mata Tsunade berubah sendu. sebuah memori sedih yang sangat susah dia hilangkan..

Naruto sendiri hanya terdiam mendengar respon Tsunade. Tiba tiba tatapan safir itu menjadi tajam dan terkesan..jahat ?

.

.

.

Shizu kini sedang melihat kalung kalung yang dipamerkan di tepi tepi jalan. Berbagai bentuk dan warna yang berkilau membuat mata coklat keemasan itu sedikit takjub. Tanpa dia sadari, dia sudah berada di depan pameran foto cosplay. Shizu mengangkat kepalanya dan membaca huruf kanji di pameran tersebut.

'Cosplay ? apa itu ?' batin Shizu sambil memiringkan kepalanya.

"KYAAA ! ADA GADIS MANIS DI SINI !" seorang wanita dengan wajah ramah berambut kekuningan yang dikuncir dua menarik tangan Shizu ke dalam pameran. "Kau mau difoto dengan kostum maid ?!"

Shizu semakin kebingungan. 'Maid ?apa itu ?'

.

.

.

"Onii-chan ! semangat untuk percobaan yang kelima belasnya ya !"

Alis Sasuke naik turun dengan kekesalan tingkat tinggi. Sementara ibu sang anak hanya tersenyum melihat raut wajah Uchiha muda tersebut. Sasuke yang terus dan terus gagal dalam permainan menangkap ikan koi tersebut kini mengkonsentrasikan pikirannya. Dia pelan pelan menciduk ikan koi tersebut menggunakan jaringnya, sang Uchiha sedikit menggigit bibirnya karena saking seriusnya.

PLUNG ! Sasuke gagal dan jaringnya kembali bolong.

'ARRRGGHHHH !' Uchiha Sasuke benar benar frustasi dalam permainan kecil tersebut. Napasnya terengah engah seperti habis bertarung.

'Jangan sampai aku menggunakan Sharingan untuk hal hal bodoh seperti ini ! dan jika si Dobe itu tahu maka dia akan mentertawakanku..' Sasuke membayangkan Naruto yang mentertawakannya sambil memegang perutnya.

'Tidak akan ! tidak akan terjadi !' batin Sasuke dengan tatapan onyx penuh ketajaman. Dia kembali membayar 10 ryo untuk tiga jaring kecilnya. Tangannya dia angkat tinggi tinggi dan dia langsung menciduk ikan koi tersebut dengan kecepatan tinggi.

PLUNG..kembali, jaring Uchiha Sasuke bocor dan dia gagal..

"Yah, Onii-chan gagal lagi.." kata anak kecil tersebut. Sasuke menoleh ke arah anak kecil tersebut dengan tatapan mengintimidasi.

"O-Onii-chan.." kata anak kecil tersebut sedikit ketakutan.

"Tenang kawan kecil, aku pasti berhasil.." kata Sasuke dengan sebuah seringaian. Anak kecil tersebut menganggukkan kepalanya, sementara sang ibu hanya tersenyum..

BLUNG..tiba tiba ada pantulan wajah Itachi di air tempat ikan koi tersebut berenang. Mata onyx Sasuke bergetar.

'Halusinasi lagi ?!' batin Sasuke shock. Tiba tiba Itachi menjulurkan lidahnya dengan gerakan yang sulit didefinisikan Sasuke.

"Ayo Sasuke, hanya itu kah kemampuanmu ? bagaimana kau mau membunuhku jika menangkap ikan koi saja kau tidak bisa ?!" tiba tiba terdengar suara sang Aniki di dalam kepala Sasuke. Mata Sasuke melebar..

'Jangan macam macam kau..' Sasuke menundukkan kepalanya. Sang anak dan ibunya serta pemilik permainan tersebut menatap horror ke arah Sasuke yang tiba tiba mengeluarkan aura dark.

'SHARINGAN !' dan Sasuke mengeluarkan doujutsu andalannya untuk sesuatu yang tidak penting..

Sementara Shizu..

Sang keturunan Midoru tersebut keluar dengan wajah cemberut. Dia tidak habis pikir, kenapa orang orang selalu menganggapnya anak perempuan. Padahal dia adalah laki laki sejati. Dengan intensitas chakra yang tinggi, Shizukesa langsung membuat seluruh orang di pameran foto cosplay pingsan akibat tidak mampu menahan tekanan chakra dari Shizukesa. Shizu pun berjalan menuju ke arah lapangan dan mata coklat keemasannya menatap Sasuke yang tiba tiba tersenyum puas, masih dengan Sharingan yang berputar diirisnya. Shizukesa pun melirik ke kiri, matanya menjadi tajam.

'Kelompok penjahat itu, yang menamai diri mereka Daki Kaminari..' Shizukesa menatap ke bawah, di mana tapak tapak jalan dia lalui. 'Ada sesuatu di desa ini..sesuatu yang jahat juga..sesuatu kegelapan dan hawa nafsu manusia..' Shizukesa menatap tajam ke arah patung dari Shodaime Hokage dan bola perak yang ada di tangan kanannya.

'Sesuatu yang menginginkan sesuatu !'

~TBT~

Jam menunjukkan pukul 12 siang. Setelah selesai bersantap dan beristiahat, para pengunjung pun berjalan menuju lapangan Desa Gin yang sudah disiakan sebuah panggung berbentuk setengah kubah, yang dihiasi rumbai rumbai serta bendera bendera berwarna perak. Di depan panggung tersebut sudah ada podium yang nanti akan digunkan Rikai untuk berpidato sekaligus membuka acara inti dari festival. Beberapa penjaga keamanan (kita sebut dengan polisi) desa sudah bersiap dengan kesigapan ekstra untuk menjaga acara ini tetap aman dan kondusif, dengan di bawah komando ketua dewan bagian keamanan, Horo..diharapkan acara Festival Tokudai no Gin berlangsung sukses.

Sementara Hinata yang berdiri di samping Kurenai hanya menatap tajam ke arah sang ketua dewan keamanan sendiri, dia curiga kenapa saat beberapa hari yang lalu, Horo berjalan bersama para kelompok Daki Kaminari ke sebuah gang gelap di samping sebuah toko..

'Aku harus berhati hati dengannya..' batin Hinata dengan raut wajah serius.

Di podium sendiri, Rikai dengan langkah tenang berjalan menuju podiumnya untuk memberikan beberapa patah kata. Kumisnya melayang layang diterpa angin. Begitu juga dengan sebuah gantungan kunci di lehernya. Dua pasang mata memandang tajam ke arah kunci yang melayang layang tersebut.

"Itu kan kunci untuk membuka petinya ?" kata salah seorang dari dua pasang mata tersebut, seorang ninja Oto benama Hokori. Sang partnernya, Jozan, hanya menganggukkan kepalanya.

"Tenang saja sampai suara ledakan itu terjadi.." kata Jozan sambil menyeringai. Hokori menggaruk kepala belakangnya.

"Bukankah kata mereka, ng..jebakannya membakar.."

Jozan menatap tajam partnernya tersebut. "Tidak terlalu jauh kan ?" tanyanya ajam. Setetes keringat sweatdrop muncul di pelipis Hokori.

"Err..ya. Yah, terserah !" kata Hokori dengan nada malas. Matanya memandang ke arah dua sosok bocah berusia 13 tahun yang saling bebicara tentang sesuatu.

"Itu dua bocahnya.." kata Hokori. "Lihat..lambang Uzumaki dan Uchiha, heh.." Hokori sedikit menyeringai

"Tidak salah lagi, keputusan bodoh mereka untuk datang ke Desa, sebuah kesalahan besar !" Hokori membunyikan buku buku jarinya.

"Karena kita akan menghabisinya hah ?!" Tanya Jozan dengan nada penuh kelicikan.

"Yah..kau benar !"

Semua mata pun dengan serius menatap sang ketua dewan Desa Gin tersebut. Rikai tersenyum lalu membetulkan letak microphonenya yang agak sedikit membengkok. Dia berdehem sedikit, terdengar bunyi suaranya yang menggema akibat pengeras suara tersebut.

Dan saat itu terjadi, semuanya seperti berjalan dengan sangat lambat. Semuanya seperti sekelebat kejadian tiba tiba yang tidak terkira oleh siapapun.

DHUARRHH ! dari kepala mic tersebut, menyembur kobaran api yang besar dan langsung membakar wajah Rikai yang tepat berada di atasnya. Dan secara serentak, semua pengunjung di sana berteriak histeris ketakutan. Kocar kacir, mencari perlindungan, lari dari kehisteriaan, dan mual melihat kejadian mengerikan tersebut. Suara Rikai menggema dalam kesakitan ketika api membakar kepalanya. Dan secara serentak, seorang maju mendekatinya..

"KYAAAA !"

"ADA APA INIII ?!"

"TIDAAAKK !"

"POLISI ! POLISI DESA TOLONG ! TOLONG !"

Mata Naruto melebar ketika melihat orang yang mendekati Rikai dan langsung menebas kepalanya yang terbakar tersebut. Kepala Rikai yang terlalap api pun berguling jatuh dari podium. Beberapa wanita menutup mulutnya, para anak kecil langsung ditutup matanya dari pemandangan mengerikan tersebut. Dan orang yang menebas kepala sang ketua dewan adalah ketua dewan keamanan, Horo..

'Ternyata memang di-dia !' batin Hinata yang tidak kalah shocknya.

"Hoeeekhh !" beberapa orang yang tidak tahan melihat kejadian tersebut langsung bermuntahan. Beberapa orang lainnya berlari pontang panting mencari perlindungan. Seseorang pria berlari menuju ke arah polisi desa dan langsung memegang kedua bahu polisi tersebut. Wajah pria itu sangat ketakutan.

"A-ada apa ini ?! kenapa ? kenapa ada hal hal begini di Festival yang bagus ini ?!"

Polisi desa itu menatapnya dengan pandangan datar, polisi itu kemudian mencabut pedang panjangnya dan langsung menusuk leher pria tadi sambil menyeringai.

"Heh..karena ini namanya festival kehancuran Gin no Sato.." kata polisi tersebut.

Sementara Shizukesa yang melihat seluruh kejadian tadi hanya menutup matanya dengan tenang, dia berusaha mencerna semua kejadian yang dia lihat..mata coklat keemasannya membuka dengan pandangan tajam.

"Jadi kau..kau berkhianat hah ?!" teriak Kurenai dengan matanya yang bergetar. Horo menyeringai, dia mencabut gantungan kunci peti di leher Rikai yang sudah tertebas. Dia mengangkat kunci peti tersebut tinggi tinggi.

"Bukan aku saja yang ingin menggunakan kekuatan bola perak itu.." kata Horo dengan seringaian di wajahnya.

Mata Kurenai melebar melihat pemandangan di depannya.

"..Tetapi teman temanku juga !" kata Horo dengan nada keji. Tampak tiga anggota dewan lainnya, Yokubari yang berbadan gendut dan dua saudara hiperaktif Samasu-Mezame, berdiri di samping Horo dengan senyuman jahat di wajah mereka.

"Aku mendengar dari mata mataku kalau beberapa ninja Konoha mencari calon Hokage untuk menggantikan Sandaime.." Horo menggelengkan kepalanya denmgan wajah penuh penghinaan. Tampak Tsunade sedikit tergerak akibat kata kata Horo tadi. Sementara Horo mengangkat kepalanya, menatap penuh nanar ke arah para Shinobi Konoha..

"KAMI TIDAK AKAN MEMBIARKANNYA !"

Sebuah pernyataan perlawanan !

TBC

Author Note :

So, saya agak lama updatenya kawan kawan ?

Pastinya..yap. Saya menyerahkan pendapat para Readers untuk chap ini, yang pasti *menyeringai* di chap ini ada satu hal mendasar yang cukup terlihat jelas.

Perbuahan pendapat Naruto tentang Konoha dan Hokage, hingga Sasuke pun sebagai sang partner kebingungan. Namun Shizukesa masih bisa mendeteksi rasa kebencian tersebut di hati Naruto. Apa tujuan sang Uzumaki ?

Yah..hanya itu note dari saya, selanjutnya..seperti biasa, saya akan menjawab pertanyaan pertanyaan dari teman teman.

Q : Lnjut..! Maaf baru review hehe, oh ya ff my stupid boyfriend kpan lnjut bro ?

A : Yang itu adalah fic buatan adik sepupu saya, mungkin dia akan melanjutkannya setelah ujian*kemungkinan, mudah mudahan*

Q : Ohayou! Author-san! tanya,..Kalo di canon sasuke bisa masuk ke mindscape naruto, apakah nanti sasuke di fic ini juga bisa berkunjung ke mindscape naruto?

kalo bisa, keren tuh. mereka bisa latihan bersama tanpa sepengetahuan jiraiya dan shizu,...
Lanjut! eh,..salam buat Icha-chan juga! tehee-xD

A : Sepertinya Sasuke belum bisa masuk ke dalam mindscape sang Uzumaki..hem, akan saya sampaikan..sip dah..

Q : Boleh ya senpai sekali" da fanservice, yaa bwt selingan cerita. Mgkn fanservice (Humor mesum #nglirikSenpai&Icha) Hinata, Sakura n Shizu (lagi). *dtunyukSenpai#tmbhNglunjakLuYellow# Hyehehehe... ;P
Kapan Jiraya turun tangan (lgs) bwt nglatih Naruto?
Keep writing senpai...

A : Hehehe, dangerous..hm, tampaknya Jiraiya belum mau turun tangan secara langsung..yah, belum..thank you..

Q : doni-san saya mau nanya:
shizukesa itu dapat chara di anime mana dan buat naruto ama si shizukesa itu masuk onsen setahu saya onsen itu harus buka baju kalo mau masuk buat naruto ngeliat piip nya shizu (kayak naruto melihat piipnya shino)jadi para reviewer gak penasaran lagi dia itu laki apa wanita
apa waria(wanita-pria) oke
ike doni-san dan biar kasih kekuatan naruto menurut saran saya
ninjutsu:S
genjutsu:S
taijutsu:A
kinjutsu:B
kenjutsu:A
fuuinjutsu:SS master
jikukan:S (sebatas hiraisin)
doujutsu:A (biar kagam terlalu hebat)
bagaimana menurutmu apakah bagus
doni-san

A : Haha, Shizu itu lelaki sejati. Hanya saja karena karakter trap atau Bishounen di fic ini membuat orang orang selalu salah sangka soal gendernya..dan untuk saran anda, saya setuju dengan Fuinjutsunya, hm..tetapi untuk doujutsu akan saya pikirkan lagi..thanks.

Q : saya lihat banyak review yang ngebahas tentang pair, saya pikir setiap suka-tidak suka orangkan berbeda.. Oke lupakan yang tadi senpai,, Emm lama-lama sikap Naruto jadi makin dark.. Apa nanti dia masih punya sisi terangnya senpai? Dan ada yang bilang Naruto itu bocah MONSTER, emangnya berita kalok Naruto jincuriki sudah kesebarya senpai?

A : Sepertinya Naruto masih memiliki sisi terangnya, hanya saja karena ada keberadaan Yami membuat Naruto semakin jatuh dalam lubang kebencian. Soal kata kata MONSTER itu, penjahat itu mengatakan Naruto seperti monster karena bisa mematahkan tangannya dengan mudah, bukan harfiah dalam arti monster Jinchuriki yang sebenarnya..thanks.

Q : apa nanti Shizu yang diberi kalung sama tsunade?

A : Belum tahu Gan..masih misteri..

Q ; chapter yg luar biasa keren author san penggambaran suasana nya juga bagus.. author san apakah di arc ini tim jiraiya bkl bertemu duo akatsuki dan orochi sensei klu benar saya harapkan pertarungannya beda dgn di canon.. dan saya harap jutsu kombinasi narusasu di perbanyak dgn level yg lebih tinggi sesuai dgn fic ini the best team.. semangat update nya

A : Tampaknya duo Akatsuki dan Orochimaru tidak muncul..dan soal jutsu kombinasi mereka, sip lah..

Q : Hah... Membayangkan wajah cantik shizukesa yang cantik dan mengetahui dia cowok jadi Humornya keren hahahah dan ada sedikit ecchi tadi :v
Dan apakah ada chap kaya di conon penjemputan NaruSaku dari markas orochi ?
Kalo ada masukin Hinata di tim penjemputan itu biar greget :v

A : Haha..sip sip. Soal penjemputan itu, ditunggu saja..saya telah memikirkannya dikepala saya. Sip lah..

Q : yosh,lama-lama yami bakal punya tubuh sendiri gak.

A : Hm..masih belum terpikirkan, kawan..

Q : Oke maaf kalau pertanyaan pertama saya ini sama dengan chapter kemarin.
Apa nanti Naruto akan memperlihatkan dai rasenringu pada Jiraiya dan Shizu #KanItuRasenganPenuhKegelapan ?
Apa Naruto bertabrakan Hinata dengan posisi yang ehem.. ehem... Rawan?
Oke lanjut terus

A : Sepertinya..namun sepertinya hanya Shizu yang tahu..thanks..

Q : Shizukesa itu laki-laki tapi mirip sama perempuan ? bisa tolong kasih deskripsi tentang Shizu !...LANJUT :O

A : Deskripsinya ada di chap 5, okay..yang pasti bentuk wajahnya sangat feminim. Bulu mata lentik, mata sayu namun tajam, hidung mancung kecil, bibir tipis serta kulit wajah putih. Model rambutnya panjang sebahu, bagian atas belakangnya agak sedikit mencuat, sedangkan rambut bagian telinganya tumbuh panjang (hampir seperti model rambut samping Yondaime), model poninya menutupi sebelah mata kanannya (hampir seperti Ino) and..last, iris mata coklat keemasan yang senada dengan warna rambutnya. Cukup kawan ? thanks..*saya belum dapat karakter yang dapat cocok diimajinasikan dengan Shizukesa*

Q : Hee?Kemaren aku ngasih saran ya*nginget''*hum?Entahlah mungkin virus pelupa akutku kambuh lagi :P hee Shizu-chan ngajarin naruto Sankaku Rasengan?Hmm..Hmm..Aww..Aww..Naruto ternyata kau memang'mesum'..berani beraninya kau menyentu'itu'nya hinata Mesum!Ero-sannin aja ga pernah*plak*(seseorang dateng bawa harisen*plak*aww ittai)o oke a-ak-aku ga bbakal bbic-cca-rain hal hal mesum lagi kok*peace*Tsunade..yg nyadarinnya siapa Naruto?Sauske(sasuke cuk!*teriak orang yg bwa harisen)?Shizu-Chan?(Shizu:boku wa otoko da*sweatdrop*)hmm Ch depan kyknya konflik asli tentang arc Tsunade y?ato masih belum?LalalalaAku tidak tauMID udah selesai jadi aku bisa leluasa ngereview lagi(emang waktu mid ga?tanya orng yg bw harisen Natsu:*garukgarukpipi*ee..ehe..ehe..ngga hehe*peace*bro!)ahahaha maaf atas review GaJe ku
Semoga update kilat
Best Regard,
Ritsu Natsuki

Mizuki Akase

A : Sip sip..meskipun saya pening membaca review anda *hahaha*, tetapi saya tetap senang. Hm, yang menyadarkan Tsunade..sedikit mulai terungkap kan siapa dia ? dan untuk mesumnya..sip lah..*kenapa anda memanggil Shizu dengan panggilan chan ? :D

Q : haha.. Keren! Naru makin dark! Sasu sangat OOC! Dan Shizu makin cantik #plak oke bagus senpai.. Oh ya apa naru megang oppainya hinata? #pasangMukaMesum gue juga pengen tahu rasanya pegang oppai senpai.. Pasti asik,kenyal, dan lembut wehehehe... Oke! LANJUT!

A : err..ano, saya laki laki, kalau mau pegang oppai, oppai Icha saja *dilempat truk dan alat alat beton lainnya*. Dan kenapa anda mengatakan Shizu cantik ? haha, memang..thanks..

Q : Saya sedikit konslet waktu bacaan shizukesa masuk pemandiannya maklum saya sedikit menggemari naruto berhasil menguasai sankaku rasengan? Ya itu aja.

A ; Haha, sama..yang ngetik juga konslet abis..hm, di chap ini sepertinya sang Uzumaki benar benar bisa menguasai Sankaku Rasengan.

Q : Fic-nya bagus, hubungan SasuNaru-nya semakin erat"partner", jika saya boleh reques bisakah skil Naruto ditambah, mungkin Kugutsu? Karena di fandom indo hanya ada satu, milik DeathCheater-san. Untuk Pair di fic ini adalah NaruHina dan SasuSaku, apakah Shizu termasuk dalam kategori bishonen? Mungkin yang akan menyadarkan Tsunade adalah Shizu..
Author-san apakah nanti Jiraiya akan menjadi charakter lampu merah di jalan panjang SasuNaru?
Dan Author-san di mana tempat download anime higurashi dan elfen lied yang lengkap dengan format 3gp..
Saya tidak suka basing chara, karena menurut saya itu percuma.
Sekian :D

A : Hm, akan saya pikirkansoal kekuatan Kugutsu yang memang jarang untuk skill Naruto. Yap..bukan lagi Bishounen, tetapi Trap *geleng geleng kepala*. Hm, sepertinya..mungkin maksud Jiraiya mengajak duo NaruSasu mencari Tsunade adalah sekaligus untuk membuat mereka menjauhi dark side..sepertiyang dikatakan Danzo, Jiraiya punya maksud lain ? Hm..agak susah menjadi format yang seperti itu..saya juga lagi pening mencari link untuk anime *piip*..thanks..

Q : ah, di riview chapter kemarin kaya'a gua menghina pair. gomen gomen, soalnya pas baca chap kemaren gua lagi kesel bgt. coba bayangin aja, seharian gua kena sial, udah nabrak motor orang, di cengin temen, kalah maen taruhan bola! dan jadinya gua ngeriview ga jelas deh di chap kemaren.

Hmmm humornya menghibur. dan juga gua ga bisa ngasih saran lagi buat powernya naruto.

Lanjut terus bro buat meramaikan fanficyion Indonesia

A ; Sip..sabar aja, segala sesuatu ada hikmahnya..oke,sip lah..

Q : Wow ceritanya semakin menarik...
Naruto akan diajari Sankaku Rasengan...
Kira-kira arc tentang pencarian Godaime Hokage akan selesai sampai berapa chap lagi, nggak sabar mau tahu saat NaruSasu saat mau keluar dari konoha dan siapa saja tim pengejar untuk NaruSasu kembali...

Ohya senpai saya tunggu juga "Link Anime HxxxxI-nya"..hehehe
Dan Forum per-film-an Jepang-nya..hhehehe

A : Tampaknya ini memulai konflik utamanya, dan untuk pengejarannya, tunggu saja..hem, linknya banyak yang mati gan..tapi akan saya usahakan, kalau bisa, provider Internet Postifnya dioffkan..

Q ; Emang naruto bisa ngejek orang pake tampang datar? Tebakan saya kali ini salah ternyata wkwkwkwk Uhh...okay ternyata memang banyak fanservice disini, scene shizukesa mandi itu emang ngeracunin dan kenapa pula ekspresinya Shizukesa kek gitu :v
Tapi beruntung Naruto dapat obatnya, Oppai adalah keadilan Naruto! Apalagi itu punyanya Hinata xD *plak*
ok! saya menantikan bagian konspirasinya Danzou dan penjahat kota gin itu (lupa namanya) dan mungkin Orochimaru juga terlibat didalamnya, ah ia apa ntar mereka juga ketemu ama Akatsuki? Kayaknya bagus kalau ada, soalnya Naruto kan sangat penasaran sama Itachi, dan itu juga jadi cambuk buat Sasuke kan?
Sekian review gaje saya, keep writing Doni san :D

A : Sip lah..tetapi tampaknya Orochimaru tidak akan muncul di arc ini, begitu pula dengan Akatsuki yang masih nonaktif..sip, thanks you..

Q : yami ane gak nyangka engkau begitu HUEKS menjijikan dan naruto menyedihkanya dirimu sampe mimisan karna laki laki dan sasuke di pukul oleh wanita#plak eh bukan oleh waria#bom jlegur #oleh pria sampe gitu wkwkwk

thor ane mau nanya naruto punya ilmu kegelapan gak? apa yang terjadi setelah sasuke ttau alasan itachi kan nanti jadi baik?

apa naruto jadi dark atau ngebantu ngelawan madara nanti di pds4

A : Haha..banyak sekali, wanita-waria-pria ? hm..masih jauh gan..saya memang punya gambarannya, tetapi bagian tersebut belum sampai..

Q : Oh sh*t! Imajinasi saya jd liar gara2 Shizu, kenapa dia harus lahir sebagai laki2 sih, bukan perempuan saja? -_-
dan yeah! Saya suka penutupnya, dimana Naruto memegang ehemoppaiehem Hinata yg masih kecil, ditunggu adegan yg mirip disaat shippudennya. Tau sendiri kan kalau ehemoppaiehem Hinata itu yg paling besar diantara teman2nya
dan yg terakhir, arc kali ini berapa chap?

A : Haha, sama sama mengatakan shit kita..ehem. untuk arc ini,hem..sisa, bisa tiga atau empatlah..tunggu aja gan. Thanks..

Q : Chap depan ada hint naruhina lagi, dan kayaknya ada unsur humor hentai lagi di chap depan, dan untuk orochimaru lebih baik dihadirkan kan saat ini orochimaru tangan terluka habis bertarung melawan sandaime hokage alias hiruzen jadi orochimaru diperlukan untuk arc ini, dan juga saat pertarungan 3 sannin, orochimaru bertarung dengan jiraya dan tsunade dan sambil melihat hasil latihan narusasu saat dilatih jiraya, dan di TBT season 2 naruto tolong diberi senjata khusus kurang lebih seperti kusanagi milik sasuke dan kemampuan kenjutsu narusasu bisa dikombinasi menjadi teknik yang hebat, oke lanjutkan dan maaf kalo panjang

A ; Gak apa apa bung..makin panjang makin asoy (?). Hem, tampaknya Orochimaru tidak mau mengambil langsung bagian di chap ini..dan soal TBT season 2 nya, hehe..sip lah..

Q : anda Sungguh mesum Author-san -_-.
berarti nyawa konflik Kali ini adalah ber-efek samping pada proses pemupukan kebencian Naruto pada Konoha?saya tunggu next thor-san,sampai chapter berapa tetralogi jilid 1 ini ending ?
anda Sungguh mesum Thor-san -_-

A : Gomen..salah satu sifat saya-_-..sip lah, hem..belum tahu gan. Masih dalam proses. Tunggu saja, thanks.

And last, yah..saya mengucapkan beribu kata "thanks" dan sejenisnya untuk para Readers serta Reviewers yang menyemangati saya dan membuat rame fic ini, serta bermacam macam review yang membuat saya tertawa..dimarahi Icha *karena ada yang request link anime pria sejati* dan many more..

So, see you next chap in TBT'

"We are The Partner..We are The Best Team..so, can you see our way in Shinobi World ?"

Naruto, Sasuke

"I will stop your dark, so, canyou see my way ?"

Midoru Shizukesa

Tertanda. Doni Ren "please review bro.."

Jutsu Update :

Uzumaki Naruto :

Sankaku Rasengan. Putaran chakra berbentuk segitiga, mempunyai sifat pengoyak karena ketajaman tiga sudut chakranya.

Fuuton : ? masih rahasia.. *the first elemen jutsu Naruto*

Preview the Next Chap :

"Kita dijebak..festival ini hanya sebagai pengalih dari rencana asli mereka !"/ "..LAKUKANLAH PERBAIKAN ITU DI MASA DEPAAAAN !"/ "Dapat jutsu baru Dobe ?"/ "Ini memang tugas kami, demi Konoha-"/"Target mereka adalah Naruto dan Sasuke.."/ "..Kau tampaknya hampir tidak memiliki emosi.."

Selanjutnya di The Best Team : Chap 39 : Battle in Gin no Sato, New Jutsu Naruto !

"Yami..analisis jutsunya..pertama tama kita ketahui bahwa dia dapat merubah tubuhnya menjadi debu..lihat, jutsuku dapat dia hindari dengan mudah !"/ 'Sialan ! bentuk yang menyusahkan !'