Warning: sedikit Smut.
Musik untuk slow dance terdengar. Draci membawa Harrieta jauh dari great hall,lebih tepat menuju ruang kebutuhan. Ruang kebutuhan menyiapkan pesta dansa pribadi untuknya dan Harrieta.
"Wow Draco. Ini sangat indah"kata Harrieta takjub.Bagaimana tidak, dekorasi yule terbilang menakjubkan. Langit - langitnya menunjukkan rasi bintang. Cahaya - cahaya redup. Draco memanggil Dobby dan Kreacher untuk menyiapkan makan malam.
"Aku ingin melakukan sesuatu yang tidak pernah kita lakukan disekolah"kata Draco. Harrieta tersenyum.
"Mengingat kita selalu perang mantra dan kau selalu menatapku dengan merendahkan"balas Harrieta.
"Aku hanya mencoba,menarik perhatianmu saat itu"jelas Draco. "Ayo kita makan malam, malam kita masih panjang". Draco pun menarik kursi untuk Harrieta. Candlelight dinner adalah hal yang tidak pernah dilakukan Harrieta dan Draco,meskipun pada saat mereka bertunangan. Di masa lalu, hubungan mereka berdasarkan saling pengertian dan saling percaya.
Harrieta dan Draco menikmati makan malam mereka dengan tawa. "I want spend my lifetime loving you"nyanyi Harrieta. Sebuah lagu lama muggle yang menjadi favouritenya.
Tiba - tiba saja Draco berdiri dan mengulurkan tangannya. "Dance with me,My Lady?" ajak Draco.
"Lead the way than"jawab Harrieta meletakkan tangannya di tangan Draco. Draco membimbing Harrieta berdansa. Mereka hanya merasakan dan bersyukur atas kehadiran satu sam lain.
Draco mencium bibir Harrieta lembut namun secara perlahan menjadi liar dan menuntut. Tangan Draco menyusup ke dalam rambut Harrieta dan membiarkan rambut hitamnya terurai.
Harrieta mendorong tubuh Draco pelan,saat ia membutuhkan udara. Tak lagi mencium bibir mungil Harrieta, kini Draco mencium leher dan pundak Harrieta yang tak lama lagi dipenuhi dengan tanda darinya. Satu desahan yang lolos dari bibir gadisnya,membuat tangan Draco berusaha membuka tali yang mengikat gaun Harrieta.
Harrieta sendiri berusaha membuka dasi berwarna hijau milik Draco. Satu persatu pakaian yang mereka kenakan terlempar entah kemana. Malam itu, adalah malam terindah bagi mereka berdua.
Keesokan harinya, Harrieta terbangun dalam pelukan Draco. Setengah duduk, ia mengamati wajah Draco. " Aku tahu,aku tampan. Tak usah melihat ku seperti itu" kata Draco yang ternyata sudah terbangun membuat gadis yang berada dipelukannya tertawa.
"Harrieta, bagaimana jika tahun depan kita menikah"kata Draco spontan.
"Huh"Respon Harrieta bingung.Draco tersenyum. "Kita Pureblood. Tak masalah bagi kita untuk menikah lebih awal. Kita bisa tinggal di Quater Marriage"kata Draco. Harrieta mengangguk. "Kau yang bilang pada Sirius"kata Harrieta.
