AN: Yosh, author balik lagi di fic ini, sory kalo sudah 5 bulan fic ini gak update soalnya lagi banyak kerjaan dan nggak terasa udah 2 tahun sejak author publish fic ini. Waktu denger Persona 5 mau keluar akhir 2014, langsung saja jadi semangat lagi lanjutin fic ini. Dan makasih buat kitanalao, sp-cs, dan semuanya yang udah review, baca, dan follow fict ini. langsung aja mulai ficnya! ENJOY IT!
GENRE: Adventure, Mystery, Friendship, Humor, Romance, Family, Sci-fi.
DESCLAIMER: Persona bukan punya saya, tapi atlus. Semua cerita dan oc difanfic ini dikarang sendiri sama Author juga asistennya (Adiknya)
CHAPTER 37: NEW STUDENT
-1 September 2015-
Tuesday
-Early Morning
Tsuki dan Ayaka berangkat ke sekolah setelah liburan musim panas selesai. Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah semester kedua.
Tsuki: *sigh* Liburan sudah berakhir, terasa cepet banget.
Ayaka: Kalau kita terlalu menikmati sesuatu akan terasa cepat.
Tsuki: Bener juga sih!
Tak lama kemudian dalam perjalanan, mereka bertemu Hana, Ryouka, dan Takishima.
Ryouka: Yoo, morning... senpai, Tsuki.
Ayaka: Morning.
Takishima: Kalian berdua juga dapet sms dari Tomoya tadi malam?
Tsuki: Iya.
Hana: Pasti ada sesuatu yang dia rencanain!
Takishima: Semalem aku sudah telpon dia, tapi dia nggak mau jawab.
Tsuki: Aku berharap bukan sesuatu yang buruk.
All: ...
Semua terdiam untuk sesaat.
Ryouka: Oya, sebentar lagi Full Moon kan!
Ayaka: Full Moon sudah semakin dekat dan kita belum punya persiapan.
Tsuki: Aku khawatir kalau kita akan bertemu gadis misterius itu lagi!
Hana: Sampai sekarangpun kita belum tau siapa dia.
All: *sigh*
Saat mereka sampai depan gerbang sekolah, terdengar suara yang familiar memanggil mereka.
Familiar voice: Yoo, senpai...
Disana mereka bertemu dengan Shuichi, Yoichi dan Eri.
Tsuki: Shu, Yoichi, Eri!
Eri: Morning senpai.
Ayaka: Morning.
Ryouka: Kalian mulai masuk sekolah ya!
Shuichi: Iya dong!
Yoichi: Senpai, apa maksudnya kita harus berkumpul diruang klub lantai tiga?
Shuichi: Iya, tadi malam Tomoya-senpai sms kita.
Ryouka: Kita juga nggak tau, tanya saja sama Tomoya.
Tsuki: Tapi orang belum datang!
Takishima: Dasar Tomoya...
Eri: Kalian bicara apa?
All: !?
Mereka lupa kalau Eri juga ada disana.
Ayaka: Bukan apa-apa kok. Sebaiknya kita cepat masuk, bukannya pagi ini semua murid harus berkupul diaula!
Tsuki: Okay, let's go.
Merekapun masuk ke sekolah.
-After School
Place: Hirashima Private High School
Hari itu karena ada rapat guru, semua murid pulang lebih cepat dari biasanya.
Hana: Enaknya pulang cepat!
Tsuki: Setelah ini kita keruang klub lantai tiga.
Hana: Okay... ngomong-ngomong, dimana Ryouka?
Hana melihat Ryouka sudah tak ada dibangkunya.
Tsuki: Kalau Ryouka tadi dia keruang dewan siswa sama Ayaka-senpai karena ada rapat.
Hana: Jadi mereka nggak ikut!
Tsuki: Ikut kok... nanti mereka nyusul.
Hana: Apa sih yang direncanaiin Tomoya?
Tsuki: Tau deh!
Setelah itu mereka berdua menuju lantai tiga. Sesampainya dilantai 3, mereka kebingungan mencari ruang klub yang dimaksud Tomoya karena lantai tiga Hirashima banyak digunakan untuk aktivitas klub dan ruang dewan siswa.
Tsuki: Ruangannya yang mana?
Hana: Tau deh banyak ruang klub dilantai tiga. Semua ruang klub dilantai tiga untuk kegiatan klub yang dibuat sendiri sama murid.
Voice: Hey, Hiiragi, Shirayuki...
Tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil mereka berdua.
Tsuki: Taki-senpai!
Takishima: kalian juga mau keruang klub kan!
Tsuki: Iya, senpai juga!
Takishima: Ya, tapi aku bingung yang mana.
Hana: Kalau gitu kita cari aja sama-sama.
Tsuki: Kenapa nggak telpon saja Tomoya?
Takishima: Sudah, tapi nggak diangkat.
Hana: Kita cari aja ruangannya.
Merekapun mengelilingi lantai tiga dan mencari ruang klub yang dimaksud Tomoya. Tak lama kemudian, Tsuki berhenti didepan pintu sebuah ruang klub.
Tsuki: Ini ruangannya.
Hana: Kenapa kamu tau?
Hana heran dari mana Tsuki bisa tau ruangan yang dimaksud Tomoya hanya bisa bertanya.
Tsuki: Liat aja keatas.
Hana dan Takishima pun melihat keatas dan melihat tulisan "ACE" diatas pintu ruangan itu.
Hana/Takishima: *sweatdrop*
Tsuki: ACE kan nama tim kita!
Takishima: Mau masuk?
Hana: Taki-senpai aja duluan.
Mereka bertigapun masuk keruangan itu. Setelah mereka masuk, mereka terkejut karena ruangan itu seluas ruang kelas mereka. Dan yang lebih mengejutkan banyak barang seperti kursi, meja, rak gelas, kulkas kecil, dan sofa berada didalam ruangan tersebut. Kemudian Tsuki melihat ada yang sedang tidur-tiduran disofa yang ternyata adalah Yoichi. Melihat kedatangan senpai nya, Yoichi pun bangun dan menyapa mereka.
Yoichi: Yoo, senpai!
Takishima: Yoichi.
Hana: Cuma kamu yang disini? Mana yang lainnya?
Yoichi: Ayaka-senpai sama Ryouka-senpai lagi rapat, Shu nggak dateng soalnya lagi kencan sama Eri, terus Tomoya-senpai lagi ngambil perlengkapan buat ruang klub.
Hana: Ruang klub...?
Mereka memandangi semua didalam ruangan itu dan akhirnya tau apa yang sedang direncanakan Tomoya.
Takishima: Jadi ini ide gila Tomoya!
Hana: Ruang klub... nggak buruk juga!
Voice: Hey, kalian jangan menghalangi pintu masuk!
Tiba-tiba ada suara dari belakang mereka. Dan mereka melihat ternyata itu adalah Tomoya yang sedang membawa kardus besar.
Tsuki: Tomoya...! Kamu bawa apa?
Tomoya: Liatnya nanti aja... cepat kalian minggir, kardus ini berat tau!
Setelah Tomoya letakkan kardus diatas meja, mereka mulai menata barang-barang diruang klub itu.
Tomoya: Yoichi, masukin minumannya kekulkas... terus masukin makanannya dilemari sebelahnya.
Yoichi: Okay.
Tomoya: Taki-senpai, hati-hati sama proyektornya jangan sampai jatuh.
Takishima: Geez, nggak kamu bilang juga aku tau.
Tomoya: Tsuki-chan, Hana-chan... kita tata meja sama kursinya.
Hana: Kenapa nggak kamu aja, pekerjaan ngangkat barang bukan kerjaan cewek.
Tomoya: Biar lebih cepet selesai.
Tsuki: Iya-iya.
Merekapun mulai bekerja.
Takishima: Hey Itsuki, kenapa kamu buat klub kayak gini di sekolah?
Tomoya: Ya paling nggak kitakan punya ruang klub buat diskusi... daripada kita jauh-jauh ke Junes.
Takishima: Iya sih!
Hana: Tapi darimana kamu dapet semua barang-barang ini?
Tsuki: Ruangannya juga luas, hampir mirip ruang kelas kita!
Tomoya: Anggap aja ini kerja kerasku.
Takishima: Cih, paling kamu ngrayu salah satu anggota dewan siswa kan!
Tomoya: Setengahnya bener. *Evil Smile*
Tsuki: Ruangannya mewah gini apa nggak apa?
Tomoya: Tenang aja, semua sudah aku urus.
Tsuki: Bukan itu masalahnya, kenapa ada TV plasma disini?
Tsuki melihat kearah TV plasma yang terpasang didinding ruangan.
Tomoya: TV nya emang sudah ada disini dari awal. Dulu ini ruang klub visual, sebelum mereka pindah ruangan.
Tsuki: Terus kulkasnya!
Tomoya: Itu juga sudah ada disini.
Yoichi: Terus apa laptop itu juga sudah ada disini dari awal senpai?
Yoichi menunjuk laptop diatas meja.
Tomoya: Kalo laptopnya punya Ayaka-senpai, dia nggak butuh lagi buat nganalisis Shadow karena sudah punya Persona... jadi aku minta bawa kesini.
Takishima: Kalau PS4 ini gimana?
Takishima mengeluarkan isi kardus yang baru saja dibawa Tomoya dan salah satu isinya PS4.
Tomoya: Itu punyaku, aku bawa aja kesekolah!
Takishima: Kamu itu ngrepotin aja.
Tomoya: Yah kaliankan juga nggak ada kerjaan.
SRAKKK...
Pintu ruang klub terbuka dan yang membukanya adalah Ayaka dan Ryouka yang baru saja datang.
Ryouka: Yoo, maaf telat.
Tomoya: Kita dah hampir mau selesai.
Ayaka: Semua ada disinikan!
Yoichi: Nggak semuanya, Shu pergi sama Eri.
Takishima: *sigh* Kita lagi sibuk disini dia malah kencan.
Tsuki: Senpai, Ryouka... cepat bantu, mejanya berat tau.
Ryouka: Okay-okay.
Ryouka segera membantu Tsuki, Tomoya, dan Hana mengangkat meja dan kursi, sedangkan Ayaka membantu Takishima dan Yoichi. Setelah selesai menata barang-barang diruang klub, mereka pulang kerumah masing-masing.
-Few Days Later
-5 September 2015-
Saturday
-After School
Hari itu sesudah pulang sekolah, Tsuki dkk berkumpul diruang klub untuk persiapan Full Moon yang akan terjadi nanti malam.
Ayaka: Jadi kesimpulannya, kita belum dapet petunjuk satupun tentang gadis misterius itu. Mana Full Moon ntar malem lagi!
Shuichi: Aku udah tanya Eri apa ada yang aneh waktu aku jalan sama dia, tapi dia sepertinya nggak tau apa-apa.
Tomoya: Kamu bukannya nanya, tapi kencan!
Shuichi: Hey...
Ayaka: Sudah sudah kalian berdua... Tomoya, jangan mengganggunya terus.
Tomoya: Iya maaf.
Yoichi: Tapi Tomoya-senpai ada benernya juga, kau terlalu menaruh perhatian sama Eri sampai lupa sekitarmu.
Shuichi: Iya sih.
Tomoya: Jangan lupa kalau dia artis yang sedang nauk daun, jangan sampai media tau kalau kamu sering jalan sama dia.
Shuichi: Iya, aku tau.
Hana: Jadi gimana ntar malem?
Ayaka: Ya kita cuma bisa berharap kalau Reaper nggak muncul lagi.
All: *sigh*
Semua terdiam.
Tomoya: AGHH... kenapa juga Full Moon nya harus ntar malem! Harusnya malam minggu ini aku jalan-jalan.
Hana: Jangan kebanyakan ngeluh.
Tsuki: Tapi aku heran, kenapa dia ada dipihak Shadow?
Hana: Bener juga, padahal dia Persona User sama seperti kita.
Ryouka: Mungkin dia punya alasan!
Yoichi: Kita nggak butuh penjelasan darinya... yang pasti dia telah membantu Shadow membunuh orang-orang itu.
Takishima: Yoichi...
Ayaka: Kita akan cari tau itu setelah tau siapa dia... kita fokus dulu untuk nanti malam.
All: Okay.
Setelah itu mereka pulang dan mempersiapkan diri untuk Full Moon nanti malam. Saat Shuichi hendak pulang, dia menuju locker sepatu untuk mengganti sepatunya. Saat dia membuka locker sepatunya, ada surat yang terselip disana.
Shuichi: Ngg... surat!?
Shuichi pun membuka surat itu dan tiba-tiba wajahnya langsung terlihat marah dan meremas surat itu.
Shuichi: Sial!
Kemudian dia meneluarkan handphonenya dan menelpon seseorang. Setelah lama tak diangkat, Shuichi langsung pulang keapartemennya dan beristirahat untuk persiapan Full Moon nanti malam. Tiba-tiba saat sedang beristirahat, Shuichi membuka matanya dan mendapati kalau dia berada disebuah puncak gunung berapi.
Shuichi: Ini dimana? (Yang kuingat tadi aku lagi pulang. Apa ini mimpi?)
Kemudian dia melihat kedalam kawah gunung berapi itu dan melihat magma.
Shuichi: Whoaa... kalo jatuh tamatlah aku!
Mysterious voice: Jangan khawatir, kau takkan mati walaupun terjatuh kesana!
Tiba-tiba suara misterius terdengar dari belakang Shuichi dan Shuichi langsung berbalik.
Shuichi: Kau...?!
Mysterious voice: Yoo...
Pemilik Suara itu memiliki wajah yang sama dengan Shuichi.
Shuichi: Siapa kamu? Apa kamu Shadow ku? Bukannya Tsuki-senpai dan yang lainnya sudah mengalahkanmu!
Other Shuichi: Aku bukan Shadow, tapi Personamu!
Shuichi: Griffin!
Griffin: That's right!
Shuichi melihat sekelilingnya dan bertanya pada Persona nya.
Shuichi: Kenapa aku bisa disini? Apa ini mimpi?
Griffin: Bisa dibilang begitu.
Shuichi: Griffin, aku butuh bantuanmu.
Griffin: Apa tentang pacarmu.
Muka Shuichi langsung memerah.
Shuichi: Dia bukan pacarku... dan darimana kau tau Eri?
Griffin: Hey, aku dan kau adalah satu... jadi aku tau semua tentangmu.
Shuichi: Griffin, Eri diculik dan akan dibawa kedunia Shadow malam nanti dan aku akan menyelamatkannya. Aku butuh bantuanmu.
Griffin: Kenapa kau butuh bantuanku? Bukannya kau bisa menyelamatkannya sendiri!
Shuichi: Karena aku takkan cukup kuat untuk melawannya, apalagi Reaper!
Griffin: Kenapa kau ingin menyelamatkannya?
Shuichi: Karena...
Griffin: Karena apa?
Shuichi menjadi terdiam.
Griffin: Kau taukan dia sudah tak punya orangtua, akan lebih baik kalau dia menyusul mereka.
Shuichi: AKU TAKKAN MEMBIARKANNYA.
Griffin: ...
Griffin diam setelah melihat Shuichi berteriak.
Shuichi: Orangtuanya dibunuh oleh orang tak dikenal, karena itu pasti dia merasa kesepian.
Griffin: Jadi kau menyukainya!
Shuichi: Tidak aku...
Griffon: *sigh* Kau harus jujur pada dirimu sendiri dan mengutarakan perasaanmu. Dengan begitu kau akan mendapatkan kekuatan yang kau inginkan.
SRINGGG...
Shuichi: Ughhh...
Sebuah cahaya silau muncul didepan Shuichi dan membuatnya kehilangan kesadaran. Dan saat dia sadar, dia berada dikasurnya.
Shuichi: Ughh... tadi aku ketiduran ya! (Mimpi tadi, apa itu nyata!)
Shuichi kemudian melihat jamnya.
Shuichi: *gasp* Gawat, sekarang sudah jam sepuluh... aku harus cepat!
Kemudian Shuichi keluar dari kamarnya dan bersiap untuk pergi. Saat berada didepan pintu masuk, di bertemu dengan Yoichi.
Yoichi: Shu, mau kemana?
Shuichi: Mau duluan kekuil.
Yoichi: Bukannya masih sekitar satu jam lagi sebelum waktu kumpul dikuil!
Shuichi: Aku mau mampir dulu sebentar, nanti langsung kekuil.
Shuichi kemudian pergi.
-Midnight
Place: Asahitaisha Shrine
Saat malam hari dikuil, Tsuki dkk sudah bersiap dikuil untuk melawan Shadow sambil menunggu Shuichi dan Yoichi yang belum datang.
Tomoya: Lama banget sikembar, sudah hampir waktunya.
Ayaka: Sabar aja, inikan Full Moon pertama mereka.
Tak lama kemudian Yoichi datang.
Yoichi: Maaf telat senpai.
Ayaka: Nggak apa, yang penting kamu dateng.
Takishima: Lho, dimana Shuichi?
Takishima menyadari kalau Yoichi tidak datang bersama Shuichi.
Yoichi: Apa maksud senpai dia belum datang!? Tadi Shu bilang dia mau duluan kekuil!
All: !?
Tsuki: Tapi dia kelum datang kesini.
Yoichi: Huhh... terus dia kemana?
Tsuki: Biar aku telpon dia.
Tsuki mengambil handphone nya dan menelpon Shuichi. Karena lama tak dijawab, Tsuki mematikan handphone nya.
Tsuki: Aneh, nggak dijawab.
Ryouka: Terus dia kemana?
Tomoya: Mungkin kencan sama Eri.
Ayaka: Kayaknya nggak mungkin dia kencan sampai tengah hampir tengah malam kayak gini... apa lagi dia tau sekarang Full Moon.
Hana: Terus gimana sekarang?
Semua terdiam sampai Takishima berbicara.
Takishima: Ayaka, bisa coba kamu cari Shuichi pake Persona mu?
Tsuki: Bener juga, sekarang sudah mulai Full Moon dan kita bisa ngeluarin Persona kita.
Ayaka: Okay, akan kulakukan sebisaku.
CRINGGG...
Ayaka: Persona, Urd!
Ayaka memanggil Persona nya dan mulai mencari Shuichi.
Place: Shopping District
Disaat yang sama, Shuichi berjalan masuk kesebuah gedung kosong di Shopping District yang sudah tidak terpakai. Saat masuk, dia langsung menuju keatap gedung. Saat tiba diatap gedung, sosok gadis misterius memakai jubah dan tudung kepala hitam menantinya.
Hooded-girl: Kau datang juga.
Shuichi: Dimana Eri?
Hooded-girl: Jangan khawatir, pacarmu baik-baik saja.
Shuichi: Kembalikan Eri sekarang!
Shuichi mengeluarkan handgun dari balik jasnya dan mengarahkannya pada gadis itu.
Hooded-girl: Hey, kau takkan menembak wanita kan! Lagipula suara pistolmu akan terdengar jelas.
Shuichi: Jangan khawatir, buat jaga-jaga aku sudah pasang peredam... sekarang katakan dimana Eri?
Hooded-girl: Coba paksa aku.
Shuichi: Dengan senang hati.
DZINGGG...
Shuichi menembak gadis itu dengan handgun nya.
TRINGGG...
Tetapi gadis itu berhasil menangkisnya dengan kipas besi yang disembunyikan dibalik jubahnya.
Shuichi: Cih...
Hooded-girl: Kau harus coba paksa aku lagi.
Shuichi: Kalau itu maumu. Persona!
Persona Card muncul didepan Shuichi.
DZINGGG...
Shuichi menembak Persona Card dengan handgun nya.
CRINGGG...
Shuichi: Griffin!
Kemudian Griffin keluar dan siap bertarung.
Hooded-girl: Kalau gitu aku juga.
CRINGGG...
Hooded-girl: Persona, Harpy!
Gadis itu juga mengeluarkan Persona nya dan shuichi langsung saja menyerangnya.
Shuichi: HEAHH...
Hooded-girl: Bagus, ayo maju.
Sementara itu dikuil, Ayaka kesulitan mencari Shuichi dengan Persona nya.
Yoichi: Gimana senpai?
*Ayaka*: Percuma, aku nggak bisa mendeteksi dimanapun Shuichi berada!
Tsuki: Apa maksud senpai?
*Ayaka*: Aku juga nggak tau, aku nggak bisa mendeteksi keberadaanya dimanapun! Sepertinya entah kenapa ada sesuatu yang membuatku nggak bisa mendeteksi keberadaan Shuichi.
Takishima: Kalau gitu cari saja kebalikannya.
All: !?
Takishima: Kalau Persona mu nggak bisa mendeteksinya, itu berarti dia berada ditempat dimana Persona mu nggak bisa melakukan analisiskan! Cari saja tempat itu.
Setelah berpikir sejenak, Ayaka kembali melanjutkan mencari Shuichi.
Ayaka: Baiklah, tapi mungkin agak lama.
Yoichi: Shu, tunggulah aku.
TO BE CONTINUE
CHAPTER 37 END
AN: Sampai sini dulu aja ficnya, untuk update kedepannya mungkin agak lama soalnya alur cerita fic ini setelah ending Persona 5 jadi kalau jalan cerita Persona 5 nggak tau, otomatis author gak bisa buat ending fic ini, jadi mohon sabar nunggu ya! Dan jangan lupa tolong direview.
NEXT
"Hooded-girl: Percuma menunggu, teman-temanmu takkan datang."
"Shuichi: Tentu saja mereka akan datang."
"Tomoya: Biar, aku lawan dia, kalian cepat pergi!"
"Hooded-girl: Mustahil! Kenapa Personamu bisa berevolusi?"
"Shuichi: Aku takkan membiarka orang yang kucintai terbunuh!"
"Eri: Maaf Shu, tapi inilah kenyataannya!"
"Shuichi: ERI!"
CHAPTER 38: THE PAINFUL TRUTH
