CHAPTER 38

author's alert: jika ada typo dan kesalahan nya.. tolong dimaklumi dan ane minta maaf, karena ane memang typo typer ^^

P.S= Cuma ngingetin biar gak keliru, aku dan skipper tetap terukar tubuh, aku jadi skipper dan skipper nya jadi aku! Itu aja.. biar gak keliru


"kowalski... apa ada yang harus kita lakukan?" tanya marlene kepada penguin cerdas itu

"ya... tapi juga tidak, kita perlu waktu dulu dan juga harus tau apa yang akan kita lakukan" jawab kowalski

"baiklah" jawab marlene kepada yang ditanya nya tadi

#kembali ke tempat akud an private sedang berhadapan blowhole

"private...rencana ini sangat simple, tapi dengarkan.." ucap ku kepada private
lalu aku berbisik kepada nya dan dia mengangguk

"oke private... sekarang!" teriak ku dan lalu melempar kan dia ke belakang blowhole menghadap

blowhole melihati private terlempar oleh ku sampai private ada dibelakang nya, dia berbaalik menghadap private, private memanglah penarik perhatian yang hebat ...

dalam hari aku berkata "bagus... rencana sederhana ini berhasil" dan lalu ... dari belakang aku mau menendang nya dan membuat nya terpental dari skutter nya itu blowhole dari belakang tapi blowhole menengok belakang dan saat tahu jika aku mau menendang nya dia menekan salah satu tombol pada skutter nya dan muncul gelembung yang besar dan keras (a/n:itu dah yang dia pake buat kabur di .blowhole's revenge) yang menutupi seluruh tubuh nya

aku menendang itu dan kakiku kesakitan sendiri

"kau kira aku bisa dibodohi oleh rencana murahan seperti itu? Sekarang kau tak bisa menyerangku" ucap nya

dalam hati aku berkata "sial.. aku harus merencanakan yang lain, tapi apa? Dia ditutupi benda itu, jika ada rico ..pasti dia akan meledakan benda itu tapi itu bisa membuat bunyi yang besar, tapi pasti ada kelemahan pada benda itu"

"kau tahu skipper... benda ini terbuat dari campuran kaca dan juga metal, sifat nya seperti kaca yaitu tembus pandang tapi daya tahan nya seperti metal yang sulit dihancurkan, kau tak akan mungkin bisa menghancurkan nya walau kau memukul sekeras apapun" jelas blowhole padaku

aku berdiri dan berkata dengan senyum "seperti nya kalau kowalski berada disini dia pasti akan iri besar pada mu"

dari luar terdengar kowalski berteriak "aku dengar itu! Dan aku tak mungkin iri dengan bottle nose itu"

"aku tahu dia hanya malu mengatakan nya" ucap ku sesudah mendengar kata kowalski tadi

dari luar terdengar kowalski teriak lagi "aku tidak malu !"

aku mulai geram dan teriak keluar "bisakah kau berhenti melakukan itu? Aku sedang mengalami pembicaraan serius !"

kowalski protes dengan perkataan ku, dia berteriak "dan bisakah kau berhenti membicarakan aku ? aku sedang mencari cara membantu mu sekarang!"

aku terdiam.. kalah mulut sama bawahan ku.. "uh..oke..baiklah..", aku berbalik menghadap blowhole, terlihat blowhole dan private terlihat bingung..

blowhole menggelengkan kepala nya dan bertanya "apa kalian sudah selesai?"

aku menjawab "hmmm.. kurasa begitu, kita sampai dimana?"

blowhole mulai tersenyum dengan evil smile nya dan berkata "sekarang giliran ku", blowhole secara mengejutkan menabrak ku dengan skutter nya yang ditutupi gelembung itu hingga menabrak tembok dia terus menarik gas nya, aku terjepit antara tembok dan skutter blowhole

private mencoba menolong, tapi blowhole menekan tombol pada skutter nya yang membuat private LAGI-LAGI terkena jebakan dan terperangkap dalam kandang kecil lagi...

"aAAH!.. sial!" ucapku yang terus dijepit oleh blowhole

"bersiaplah mati,skipper!" ucap blowhole padaku

"TIDAKK! " teriak private "lepaskan dia!"

blowhole mengabaikan teriakan private, dia terus menarik gas nya untuk menjepit kan aku

#di luar tempat aku berada

serpihan batu-batu kecil berjatuhan, "apa yang terjadi disana? Bunyi apa itu?" tanya marlene

"ada sesuatu yang tak beres disana, itu seperti suara mesin" jawab kowalski

"kita harus apa?" tanya marlene

"aku tak tahu.. kita tak bisa apa-apa selain menunggu" jawab kowalski

mereka pun terus menunggu diluar sana

#sisi lain nya

skipper dan ben terus berseluncur tanpa arah mau kemana, dia telah mencoba bannyak rencana (a/n:maaf ane gak tulis semua), tapi semua itu gagal, officer X tau semua yang mereka rencana kan

"apa sekarang,skipper?" tanya ben pada skipper

"aku tak tahu.. dia tahu semua yang kita katakan" jawab skipper

"satu-satu nya cara nya yaitu dia harus tak mengerti yang kita ucapkan,begitu?" tanya ben

"tepat sekali.. tapi itu sulit selama blowhole masih menghidupkan frekuensi penerjemah bahasa nya" jawab skipper

lalu skipper dan ben turun ke lantai bawah.. tapi mereka terjebak.. disana hanya ada jalan buntu.. dan... kandang-kandang yang bernomor..

"kandang ini... jangan-jangan ini kandang yang tombol nya da diatas tadi." Dalam hati skipper berkata

"tidak.. ini jalan buntu.." ucap ben

"mau kemana kalian sekarang hah?" tanya officer X tersenyum lebar

"kita harap saja ada sesuatu yang membantu kita ben... harap saja" ucap skipper pada adikku

officer X makin mendekat dan mendakat

#kembali keluar gedung

disaat marlene kowalski,rico dan marlene tentu nya yang khawatir akan kami terus menunggu kedatangan dan keselamatan kami..
julien sibuk menikmati pijitan kaki dari maurice, "uh ya.. maurice.. ya .. disitu maurice... ah..." ucap julien keenakan

mort merasa iri.. mengapa maurice boleh memegang kaki raja sedangkan dia tidak, dia pun mendorong maurice dan langsung memeluk kakik julien dengan kuat

"uh..ya maurice.. itu enak sekali.." ucap julien.. dia tak tahu jika yang melakukan itu adalah mort karena dia dalam posisi berbalik

"ahh...sebenarnya..bukan aku yang mela..." ucapan maurice terpotong saat marlene mulai marah melihat mereka dan berkata "uh.. dasar kalian! Apa kah kalian tak khawatir dengan skipper dan yang lain nya yang masih disana?"

"tentu saja aku khawatir! Mereka itu tetang..." julien berdiri dan melihati ternyata mort memeluk kaki nya dengan sangat senang..

dia mendekati mort dan berkata "mort... kau tahu aturan nya bukan?"

"iya.." jawab singkat dari mort

"dan kau tahu aku akan melakukan apa jika kau melanggar bukan?" tanya kembali dari julien

"iya..." jawab mort kembali singkaat sambil menyentuh jari kaki dari julien

"lalu kenapa kau masih melakukan nya?" tanya julien

pertanyaan ini membuat mort cukup gugup... mort pun menjawab dengan ragu-ragu "karena...aku suka ditendang!" dari gugup mejadi bernada ceria

"oke mort.. kalau kau suka.." ucap julien lalu dia menendang mort.. mort terpental tanpa arah, memantul sana sini dan hingga akhir nya menabrak kabel dari gedung yang ditempati blowhole hingga putus dan membuat listrik di gedung blowhole mati

kowalski,rico,marlene menatap tajam julien

"apa?" tanya julien yang dipelototi 2 penguin dan 1 berang-berang

"kali ini kau mengacau 2x,julien" ucap kowalski

"bukan aku.. tapi mort yang menabrak nya" ucap julien ngeles yang lain

yang lain tetap melototi julien dengan pandangan pedas..

julien akhir nya mengaku "uh..baiklah..aku minta maaf... aku memang mengacau!"

#sisi lain.. kembali ditempat aku,private dan blowhole berada

"MATI KAU!" ucap blowhole

saat asik-asik nya menarik gas... tiba-tiba *POOOOF* lampu nya mati... saat lampu mati, yang ane adalah skutter blowhole itu tiba-tiba tak lagi mau menarik gas..

aku pun mulai tak terjepit lagi dan langsung menghindar, tapi tak tau posisi mana aku berada sekarang... tiba-tiba ..lilin-lilin hidup otomatis entah bagaimana, dan terlihat skutter blowhole itu tak mau berjalan dan gelembung besar tadi hilang.

kandang yang menagkap private tadi pun terbuka, private langsung mendekati ku, dan saat melihat semua ini aku mendapat penjelasan yang masuk akal

"ternyata barang-barang disini pakai listrik dari gedung ini ya?" ucap ku santai

"uh... dasar listrik sialan ..." ucap blowhole yang kemudia karena skutter nya tak mau berjalan, dia pun terjatuh

"bahkan skutter mu ini menggunakan aliran listrik disini bukan.. pantas saja kau memilih bahan metal untuk skutter ini dan juga gelembung itu..." ucap ku sambil mendekati nya

"tapi..mac..maksud ku skippah..jika benar dia menggunakan listrik, ..itu cukup aneh.. karena listrik itu dari kabel nya bukan?" tanya private

"uh..mungkin itu iya.. dan ini juga mungkin tak masuk akal.. alat-alat nya ini mendapatkan listrik dengan menghisap listrik yang ada dari kabel-kabel dan benda listrik di gedung ini dengan tak terlihat dari mungkin ada benda khusus nya dari setiap benda disini,.. kita saja yang tak menyadari nya..dan memang tak masuk akal,. Tapi itu masuk akal bagi ikan lumba-lumba jenius seperti dia" jelasku kepada private

aku bergerak ke kandang private tadi dan menarik sesuatu benda tersembunyi dari kandang itu, terdapat suatu benda entah apa itu.. tapi seperti nya itulah alat nya yang bisa mengisap aliran listrik dari kabel—kabel dan benda listrik nya

blowhole tertawa... "kau hebat skipper.. tapi unik nya.. cara bicara mu dan gaya mu tadi tak seperti skipper yang biasa nya"

aku mulai sadar.. dia benar.. aku bertingkah tidak seperti skipper tadi.. sial.. aku terbawa suasana

"aku curiga kau ini bukan skipper..." ujar blowhole pada ku

aku mulai deg-deg-gan, jangan sampai dia tahu identitas asli ku, dia pasti akan memamfaat kan itu

#sisi lain

officer X mau menangkap skipper dan ben tadi terkejut saat tiba –tiba listrik nya mati...

*ppoooooff*

"apa.. apa yang terjadi ?" tanya officer X

dan beberapa detik kemudian, lilin –lilin hidup tiba-tiba tanpa sebab bagaimana bisa hidup, sama seperti di tempat aku ,private dan blowhole berada

officer X tetap melihat skipper dan ben berada didepan nya.. dia tertawa dan berkata "kukira kalian akan kabur... kalian bodoh juga ternyata.."

"untuk apa kami lari?... kau yang akan lari nanti" ucap skipper sambil tersenyum santai

sayang nya officer X tak mengerti yang skipper katakan karena matinya skutter pada blowhole itu membuat frekuensi penerjemah nya juga terputus

tapi tiba-tiba ada suara gajah terdengar dari belakang nya, dia menoleh ke belakang.. dan ternyata seluruh binatang yang dikurung tadi telah keluar karena kandang nya terbuka karena listrik nya mati

"a...aaaa..pa?" ucap officer X dengan gugup

"oke... waktu nya pertunjukan.." ucap skipper dengan santai

T.B.C