Chapter 35

Disclaimer : Masashi Kishimoto

WARNING! OOC, Abal, Gaje, Cerita aneh, Typo, entahlah pokoknya abstrak hahahaha


FIVE

Sudah seminggu berlalu sejak kejadian dimana Sakura di tolak Sasori bahkan sebelum Sakura mengutarakan perasaannya. Dan sejak saat itu juga Sakura tidak masuk sekolah karena terkena demam patah hati.

Hari ini keempat sahabat Sakura dan pasangan plus Sasuke berkunjung ke rumah Sakura untuk melihat kondisinya yang sangat memprihatinkan itu.

Ketika mereka memasuki kamar terlihat buku dan berbagai macam barang yang berserakan, ada berbagai bungkus snack, gordyn yang tidak di buka yang mengakibatkan kamarnya menjadi sangat gelap. Kamarnya seperti kandang sapi.

"Tinggal menunggunya gantung diri saja di sudut kamar" celetuk Sai

"Sai!" Ino menyikut perut Sai sebal

"Kau benar-benar menyedihkan Sakura" Temari berjalan menuju pintu balkon Sakura dan menggeser gordyn yang menghalangi masuknya sinar matahari, lalu menggeser pintu kaca balkon kamar sakura

Sedangkan si pemilik kamar masih bergelung di atas kasurnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut

"Sakura berhenti seperti ini" Tenten mencoba menarik selimut Sakura dan Sakura berusaha mempertahankannya. Kemudian Tenten di bantu oleh Hinata, Ino dan Temari untuk menarik selimut Sakura

Satu lawan empat tentu saja yang terbanyak menjadi pemenang

Mereka berempat berhasil menarik selimut yang menyembunyikan tubuh Sakura. Dia tampak sangat kacau dengan baju tidur berwana pink motif teddy bear yang sangat kusut dan sandal rumahan berbentuk kelinci yang masih bertengger manis di kakinya, rambut yang sangat kusut dan kantung mata menghitam.

Dengan sigap Sakura segera menutupi wajahnya dengan kedua tangannya

"Apa.. kau benar-benar Sakura chan ?" Tanya Naruto

"Tentu saja baka, kau pikir dia siapa" sahut Ino sebal

"Kenapa kalian kemari ? dan kenapa para alien itu ikut masuk ke kamarku ? dasar tidak sopan" omel Sakura yang masih berusaha menyembunyikan wajahnya

"Yang menjadi masalah bukan itu, tapi kau" tunjuk Temari pada Sakura

"Kenapa kau lari dari masalah" lanjut Temari lagi

Sakura menurunkan tangan yang menutupi wajahnya yang tampak seperti zombie itu

"Aku masih belum bisa menerimanya" sahut Sakura tertunduk lesu

"Lalu kau mau apa ? marah-marah dan berteriak bahwa Sasori hanya milikmu seorang ?" omel Temari

"Aku tidak menyalahkanmu karena kau lari dari masalah ini, tapi sampai kapan kau akan begini Sakura ? kau akan terus sembunyi dari mereka ? kau seperti pecundang saja" sahut Temari

"AKU BUKAN PECUNDANG!" Teriak Sakura tak suka

"Jika memang bukan, kau harus bangkit dan jangan terpuruk begini" sahut Temari lagi

"Tapi aku masih sangat heran kenapa Shion dan Sasori bisa berpacaran, aku tau mereka bersahabat sejak kecil tapi sejak dulu aku perhatikan mereka, Sasori sama sekali tidak menunjukkan jika dirinya ada rasa lebih pada Shion" sahut Tenten menganalisa

"A-aku juga berpikir be-gitu, cara Sa-sori memandang Sa-kura chan dan Shion sa-sangat berbeda" ujar Hinata

"Apa mungkin Sasori di paksa atau di ancam oleh Shion" Ino menyimpulkan

"Shion bukan orang yang seperti itu pig" sahut Sakura

"Uhh bisa-bisanya kau membela rivalmu" dengus Ino

"Sampai kapan kita akan membicarakan hal yang tak berguna ini ?" celetuk Sai

Ino melotot pada Sai seolah berkata diam dan jangan banyak bicara

"Oke lanjutkan" lanjut Sai dengan senyum palsunya

Saat ini keempat sahabat Sakura duduk di atas ranjang Sakura

Naruto duduk di kursi dekat meja belajar Sakura. Sai, Neji dan Shika duduk di sofa panjang dekat balkon dan Sasuke masih setia berdiri di depan pintu kamar Sakura sambil melipat kedua lengannya di depan dada dengan tampang bosan.

"Kau harus terus berjuang Sakura, anggap ini ujian cintamu" sahut Tenten membara

"Maksudmu aku harus merebutnya dari Shion ?" Tanya Sakura memastikan

"Uhh bukan merebut tapi bisa di bilang merebut juga, ahh entahlah aku sulit menjelaskannya" Tenten menggaruk kepalanya yang tidak gatal

Neji hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu

"Hmm kita mempunyai hipotesa yang sama jika Sasori menyukaimu tapi apa alasan Sasori menjadikan Shion kekasihnya ? tidak baik jika dalam hubungan tidak saling cinta. Mungkin Shion menyukai Sasori tapi Sasori sepertinya menyukai forehead lalu bagimana caranya agar kita tau jika Sasori benar-benar menyukai forehead atau tidak" Ino dalam pose berpikir

"Kau banyak omong sekali pig" Sakura mulai kesal

"Dia tidak menyukaiku" lanjut Sakura membuang muka

"Kau yakin ?" Tanya Temari

"Kurasa begitu" sahut Sakura asal

"Kita buktikan" sahut Temari lagi

Sakura hanya menatap Temari dengan sebelah alisnya seolah bertanya bagaimana caranya

"Ino, jelaskan ide yang tadi kita buat di sekolah" ujar Temari

"Ahh jadi kita benar-benar akan menggunakan ide itu" ucap Ino gemas

"Semakin seru saja" sahut Tenten

"Nah jadi begini forehead, kau tau hubungan Sasori dan Shion sudah menyebar luas di sekolah bahkan di media social pun mereka sangat mesra Benar-benar membuat iri. Kami punya hipotesa yang sama jika Sasori menyukaimu dan bagaimana caranya agar bisa membuktikannya ? apa kau mau tau ?" ucap Ino membuat Sakura penasaran

"Bagaimana ?" Tanya Sakura yang juga penasaran

"Caranya…."

"Kau harus punya kekasih" ucap Ino mantap

"Heh ?" Sakura kaget

Tidak hanya Sakura tetapi para pria disana juga di buat kaget termasuk Sasuke yang kemudian kembali memasang wajah stoicnya.

"Kalian pasti bercanda" ucap Sakura

"Kami serius, kau harus punya kekasih dan ketika kau punya kekasih kau harus selalu mesra dengan kekasihmu ketika di depan Sasori dan kita akan lihat reaksi apa yang akan Sasori perlihatkan. Jika dia benar-benar menyukaimu dia pasti akan cemburu dan memutuskan Shion lalu mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya padamu" kikik Ino senang

"Kau pikir rencana bodoh kalian itu akan berhasil dan menurutku itu sangat kejam pig" sahut Sakura datar

"Memang kejam tapi kau jangan naïf Sakura, kau juga pasti ingin memiliki Sasori bukan" sahut Ino lagi

"Menurutku tidak kejam, kau dan Shion hanya perlu bersaing saja. Sasori baru menjadi kekasihnya bukan suaminya jadi sah-sah saja jika Sasori bisa bersama dengan yang lain" Temari menimpali

"Jika aku setuju dengan rencana kalian.. dengan siapa aku akan berpacaran ?" Tanya Sakura ragu

"Hei kenapa kau masih saja bertanya ? kau tinggal tunjuk saja ingin pria seperti apa, jangan lupakan bahwa hampir semua populasi pria disekolah pernah menembakmu dan sayangnya kau menolak mereka forehead" omel Ino

"Tidak.. tidak pig, sama sekali tidak ada yang masuk dalam kriteriaku" Sakura geleng-geleng kepala

"Hmm Jadi hanya Sasori yang masuk dalam kriteriamu Sakura ?" dengus Neji

Sakura menggembungkan pipinya kesal

"Ayolah forehead ini hanya pura-pura" Ino sangat gemas

"Aku tau tapi kau juga harus pilih-pilih bodoh, jangan asal memilih orang untuk menjadi kekasihku walaupun hanya pura-pura" Sakura cemberut

"Bagaimana dengan Idate, dia cukup keren" sahut Tenten

"Aku tidak mau ada masalah lagi dengan Kin dkk" tolak Sakura geleng-geleng

"Ba-bagaimana de-ngan Shino, ku-lihat di-dia menaruh perhatian pada Sakura chan" ucap Hinata geli

"Bisa-bisa aku digigit oleh serangga peliharaannya yang jumlahnya ribuan itu" ucap Sakura bergidik ngeri

"Utakata ? dia tampan hanya saja dia maniak gelembung " sahut Ino

"Aku bisa mati kebosanan dengan hobi bodohnya bermain gelembung" ucap Sakura berwajah bosan

"Bagaimana dengan Gara adikku ? dia tampan" sahut Temari

"Yeah dia memang sangat tampan tapi aku bukan pedofil, penyuka anak di bawah umur Temari. Ingat dia bahkan baru kelas 2 SMP" dengus Sakura

"Kiba tidak buruk" gumam Sai

"Aku belum siap untuk terkena penyakit anjing rabiesnya si akamaru itu" kekeh Sakura

"Sishui Sensei ? dia baru saja bercerai beberapa bulan lalu" celetuk Neji

"Aku juga bukan pecinta om-om" Sakura semakin bosan

"Bagaimana dengan Rock Lee" ujar Naruto dengan cengiran khas bodohnya

"Apa kau tidak punya kandidat yang lebih baik lagi" geram Sakura

"Hei Shika, apa kau punya kandidat untuknya ?" Tanya Temari frustasi

"Hoaaam …"

Shikamaru menguap dan menggeliatkan tubuhnya lalu menatap Sakura lurus dan berkata

"Uchiha Sasuke" lanjut Shika

Perkataan Shikamaru barusan membuat suasana mendadak hening termasuk Sakura dan Sasuke

"Diam berarti kau setuju" putus Shikamaru seakan membawa mereka ke alam sadarnya

"Heh ? bu-bukan begitu, hanya saja.. kenapa kau malah menyebut nama si ayam itu" ucap Sakura canggung

Sedangkan si pemilik nama hanya menatap Shikamaru tetap dengan wajah stoicnya dan Shika membalas tatapan Sasuke sambil tersenyum.

"Aku setuju"

"Kenapa aku tidak kepikiran Teme"

"A-aku sangat se-tuju"

"Kau harus setuju forehead"

"Hei aku yang akan menjalaninya kenapa kalian yang memutuskan seenaknya" ucap Sakura tak suka

"Tak ada alasan untuk menolaknya, kau tidak akan berurusan dengan Kin, serangga, gelembung, anjing rabies, dia bukan anak di bawah umur, dia juga bukan om-om, dia bahkan tidak seaneh Lee" sahut Tenten

"Tapi.. tapi dia rivalku, dia musuhku" ucap Sakura membuang muka

"Lagipula aku sangat yakin si chicken butt itu tidak akan setuju dengan rencana bodoh kalian ini" lanjut Sakura lagi

"Aku setuju" Sasuke angkat bicara

Semua mata tertuju ke arahnya

"Ha ha ha kau pasti bergurau" ledek Sakura kikuk

"Hn, aku serius" jawab Sasuke menatap Sakura

"Sasuke saja sudah setuju, jadi kau juga harus setuju Sakura" ujar Temari

"Uhh kalian benar-benar membuatku frustasi" Sakura mengacak-ngacak rambutnya

"Atas dasar apa kau setuju dengan rencana bodoh ini ?" Tanya Sakura pada Sasuke

"Aku hanya kasihan padamu dan untuk balas budi karena kau sudah membantuku menyelesaikan masalahku dengan Karin" jawab Sasuke santai dengan memasukan kedua lengannya di saku celana

Sakura menghela napas bosan

"Ja-jadi bagaimana Sa-kura chan ?" Tanya Hinata

"Baiklah, ini hanya pura-pura. Ini akan berakhir sampai Sasori dan Shion putus" jawab Sakura pasrah

"Kyaaaaaa"

"Temee akhirnya kau punya kekasih hahaha"

"Waaaaa rencana kita pasti berhasil"

"Semakin menarik saja"

Semua tampak heboh di kamar Sakura, tidak dengan Sakura yang merasa sangat canggung di tatap oleh Sasuke.

.

.

"Coba lagi" perintah Ino

"Sa-sa-suke kun" ucap Sakura

"Bukan begitu forehead kau seperti Hinata saja" omel Ino

"Ini benar-benar membuatku gila, apa aku perlu memanggilnya begitu ?" Sakura mulai kesal

"Tentu saja, orang-orang pasti akan merasa aneh jika kalian malah memanggil nama marga masing-masing atau saling menghina" sahut Temari

"Tapi sangat menjijikan jika aku harus memanggil nya dengan surfiks –kun" Protes Sakura

"Hahh baiklah-baiklah, kau cukup memanggilnya Sasuke tanpa surfiks –kun dan ingat hilangkan kebiasaan mu memanggil nama marganya" jelas Ino lagi

"Juga berhenti memanggilnya chicken butt" sahut Tenten

"A-alien ayam juga" cicit Hinata

"Baiklah, akan kuusahakan" jawab Sakura pasrah

Saat ini keempat sahabat Sakura sedang mengajari Sakura agar terbiasa memanggil Sasuke bukan lagi Uchiha atau pun Chicken butt seperti biasanya. Hal tersebut juga dilakukan oleh keempat Sahabat Sasuke dimana Sasuke harus terbiasa memanggil Sakura bukan Haruno, pink ataupun gadis bar-bar.

.

.

Keesokan harinya

Sakura berjalan menuruni tangga, dirinya melihat di meja makan sudah ada kaasannya yang sedang menyiapkan sarapan dan tousannya yang sedang membaca Koran.

"Ohayo Kaasan, tousan" sapa Sakura ramah

"Ohayo sayang" sahut tousan Sakura

"Hari ini kau terlihat sangat baik Saku-chan" ujar kaasan Sakura sembari menyimpan selembar roti selai strawberry kesukaan Sakura di atas piring kosong

Pagi ini Sakura terlihat sangat ceria

"Begitukah ?" tanya Sakura yang sudah duduk manis di kursinya dan segera melahap roti selai strawberrynya

"Apa terjadi sesuatu yang menarik ?" selidik tousan Sakura

"Tidak, tidak apa-apa." Jawab Sakura santai

Ketika mereka sedang asyik sarapan tiba-tiba bel rumah mereka berbunyi

Ting tong

"Biar kaasan yang membukanya, kalian lanjutkan saja sarapannya" ujar Kaasan Sakura dan pergi melihat siapa tamu yang berkunjung sepagi ini

Ceklek

"Ohayo Basan " sapa pria itu ramah sambil membungkukkan tubuhnya

"Oh Sasuke kun, ohayaoo" jawab kaasan Sakura ramah

"Aku kemari untuk menjemput Sakura" ucap Sasuke sopan

"Sakura ? tidak biasanya kalian pergi bersama, dan biasanya kalian itu selalu saja cekcok. Bagaimana bisa kalian pergi bersama ke sekolah hari ini" ujar kaasan sakura heran

"Heeh.. apa terjadi sesuatu diantara kalian ? pagi ini Sakura terlihat sangat ceria" lanjut kaasan Sakura lagi

Sasuke tidak menjawab dan hanya tersenyum

"Apaa.. kalian pacaran ?" selidik kaasan Sakura

"Begitulah" jawab Sasuke kikuk

"Kaasan kenapa lama sekali ? siapa yang berkunjung sepagi ini ?" tiba-tiba Sakura muncul di balik tubuh Kaasannya

"U-uchi maksudku Sa-sasuke ? ada apa kau kemari sepagi ini?" Tanya Sakura heran

"Menjemputmu" jawab Sasuke santai

"Menjemputku ?" Tanya Sakura meyakinkan

"Hn"

"A-ah baiklah kalau begitu, Kaasan aku pamit" ucap Sakura kikuk

"Basan aku pamit dulu" ujar Sasuke sopan

"Tolong jaga putriku Sasuke kun, hati-hati di jalan" jawab Kaasan Sakura dan segera masuk ke dalam rumah

"SAYAANG SEBENTAR LAGI KITA AKAN PUNYA CUCU" Teriak Kaasan Sakura dari dalam rumah sampai terdengar keluar rumah dimana Sasuke dan Sakura masih disana

"Uhh.. mereka sangat keterlaluan" geram Sakura kesal sambil masuk ke dalam mobil

Sasuke tidak menanggapinya, hanya tersenyum dan masuk ke dalam mobil

Suasana di dalam mobil sangat canggung, Sakura tampak gelisah dan tidak nyaman dengan situasi ini. Karena saat ini status mereka sudah berubah, mereka sudah menjadi sepasang kekasih walaupun hanya pura-pura tapi tetap saja suasana saat ini benar-benar awkward, biasanya mereka yang saling mencela tiba-tiba saja harus menjadi sepasang kekasih dan bersikap manis di depan banyak orang. Hal tersebut juga dirasakan Sasuke, sesekali dia melirik Sakura yang duduk di sampingnya tapi dirinya mencoba untuk tenang.

Akhirnya mereka sampai di sekolah dan Sasuke memarkirkan mobilnya di parkiran yang sudah di sediakan. Sudah menjadi hal biasa ketika pangeran sekolah datang maka kehebohan akan berlangsung

"Kyaaaa Sasuke kun sudah datang"

"Ayo cepat kita harus menjadi orang pertama yang melihatnya pagi ini"

"Tidak biasanya dia membawa mobil"

Para fangil Sasuke sudah menunggu kedatangan si pangeran sekolah di koridor dan terdengar cekikikan dari para gadis yang sudah sangat tidak sabar menyambut pangerannya.

Sasuke keluar dari mobil dengan kerennya dan setelah itu berjalan menuju pintu dimana Sakura berada

"Apa yang akan Sasuke kun lakukan ?"

"Apa dia berangkat ke sekolah bersama seseorang ?"

"Sepertinya dia akan membukakan pintu untuk orang itu ?"

"Siapa yang berani-beraninya satu mobil dengan Sasuke kun kecuali sahabatnya ?"

"Apa seorang gadis ?"

Semua pertanyaan itu terjawab sudah ketika Sasuke membukakan pintu dan muncullah seorang gadis cantik bersurai merah muda panjang yang langsung disambut oleh hembusan angin sepoi-sepoi yang menerbangkan helaian rambut merah muda Sakura, menambah kesan dramatis

Sakura terlihat gugup dan Sasuke menyadari hal itu. Tanpa pikir panjang Sasuke menggandeng tangan Sakura dan mereka masuk ke gedung sekolah. Sakura benar-benar gugup bahkan sejak turun dari mobil, Sakura hanya menundukkan wajahnya.

"Sa-sakura ? dia Sakura ?"

"Bagaimana bisa mereka berangkat bersama ?"

"Lihat, Sasuke menggenggam tangannya"

"Uwaaa aku punya firasat buruk"

SasuSaku berjalan di koridor dimana saat ini mereka menjadi pusat perhatian dan tontonan gratis para siswa sampai akhirnya perjalanan mereka di blokir oleh para fangirl Sasuke. Mau tidak mau Sasuke menghentikan langkahnya

"Sasuke kun ? kau harus menjelaskan apa yang terjadi" ucap salah satu fangirl Sasuke

"Benar, kenapa kau bisa bersama Sakura dan kalian bergandengan tangan"

"Hn, dia kekasihku" jawab Sasuke santai

JGER

Hati para fangirl Sasuke bagai hancur berkeping-keping setelah mendengar pernyataan singkat Sasuke .

"Sakura san, kau benar-benar sudah menjadi kekasih Sasuke san ?" Lee tiba-tiba maju ke depan SasuSaku berada

Sakura hanya mengangguk

"Tiba-tiba semangat masa mudaku musnah" ucap Lee dramatis dengan deraian air mata

"Tapi bagaimana bisa ?" Tanya fangirl yang lain

"Tentu saja bisa, jadi mulai saat ini jangan ganggu aku dan Sakura" ucap Sasuke masih menggandeng tangan Sakura dan pergi memecah kerumunan fangirlnya

"TIDAAAAAAAAAAK" Teriak fangirl SasuSaku bersamaan

.

SREG

Sasuke menggeser pintu kelas, disana hanya ada keempat sahabat Sasuke dan kempat sahabat Sakura. Mereka menatap pasangan yang baru saja datang dengan ekspresi wajah yang sangat menyebalkan dan pandangan mereka teralihkan pada genggaman tangan SasuSaku yang begitu erat.

Seolah menyadari apa yang sahabatnya lihat Sakura segera melepas genggaman tangannya pada Sasuke

"O-ohayo.." sapa Sakura gugup dan segera memasuki kelas diikuti oleh Sasuke

"Ohayo forehead, hari yang cerah bukan" kikik Ino geli

Sakura hanya melirik Ino sebal dan duduk di kursinya

"Jadi.. kalian benar-benar berangkat sekolah bersama eh?" goda Naruto

"Pasti diluaran sana banyak yang sedang patah hati, semoga saja tidak ada yang nekat bunuh diri" celetuk Sai

"Pasti selama seminggu ini kalian akan menjadi trending topic mengalahkan pasangan Sasori dan Shion" ujar Tenten geli

Tak lama bel masuk pun berbunyi.

.

.

.

TEEET TETTT

Bel istirahat berbunyi

"Ayo kita ke kantin" ajak Tenten

"Kalian duluan saja, aku mau ke toilet" ucap Sakura

"Per-lu ku temani ?" tawar Hinata

"Tak perlu Hinata, kalian ke kantin saja" jawab Sakura

"Baiklah kita bertemu di kantin forehead" sahut Ino

Akhirnya Sakura berpisah dengan keempat sahabatnya.

.

"Aku berharap hari ini cepat berakhir, aku benar-benar tidak nyaman dengan situasi seperti ini. Terlebih aku sangat gugup jika bertemu Uchiha, sangat memalukan. Harusnya aku menolak ide gila ini sejak awal" gumam Sakura di depan cermin toilet wanita

Ceklek

Sakura keluar dari toilet dan alangkah terkejutnya di luar sana sudah ada Sasuke yang sedang bersandar pada tembok sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan menatap Sakura. Sakura yang di tatap begitu menjadi salah tingkah

"A-apa yang kau lakukan disini U- Sasuke ?" Tanya Sakura

"Hn, ayo kita ke kantin" ajak Sasuke berjalan mendahului Sakura

"Kantin ? apa dia menungguku sejak tadi ?" gumam Sakura heran dan berlari mengejar Sasuke menyamai langkahnya

Selama di perjalanan, tak ada pembicaraan yang terlontar dari mereka berdua sangat berbanding terbalik dengan kebiasaan mereka yang saling hina dan mencaci maki jika sedang bersama.

.

Ketika sampai di kantin pasangan SasuSaku mengedarkan pandangannya guna mencari para sahabat mereka. Para sahabat mereka duduk di meja tengah kantin, sejak pasangan SasuSaku memasuki kantin mereka berdua seolah menjadi magnet. Tak ada satupun pandangan yang terlepas dari mereka, semua orang menatap mereka seolah penuh kagum akan kesempurnaan dan keserasian yang dimiliki oleh Sasuke dan Sakura, dimana Sasuke adalah pria paling populer di sekolah dan Sakura adalah gadis paling populer di sekolah. Bukankah mereka memang sangat cocok ?

.

Sakura dan Sasuke segera duduk di tempat yang tersisa dan saling berhadapan.

.

SAKURA POV

"Apa kalian sudah memesan makanan ?" Tanya Ino

Aku hanya menggelengkan kepalaku, sepertinya hanya tinggal aku dan Uc-Sasuke maksudku yang belum memesan makanan. Sebaiknya aku pesan makanan sekarang. Aku segera bangkit dari kursiku dan berjalan menuju penjual makanan tetapi baru satu langkah berjalan ada sebuah suara yang menghentikan langkahku

"Sakura" panggil orang itu tanpa ragu

Aku pun menoleh, rupanya yang memanggilku si Chicken butt itu ah maksudku Sasuke.

Aku hanya menatapnya bosan dan bertanya

"Apa ?"

"Belikan aku nasi goreng ekstra tomat dan jus tomat, tidak pakai lama" ujarnya dengan wajah stoicnya

"Heh ? kau menyuruhku?" Tanya ku berjalan mendekat ke sampingnya

"Apa kau sudah tuli ?" ucapnya dingin

"Atas dasar apa kau seenaknya menyuruhku seperti itu?" ucapku tak suka

"Cih, apa kau lupa ? sekarang kau kekasihku" decih Sasuke

BRAK

Aku menggebrak meja dimana para sahabatku sedang menikmati makanannya saat ini

"Uhuk uhuk..a-air" Naruto tersedak ramennya

Bahkan jus yang sedang di minum oleh Pig tumpah mengotori meja dan tiba-tiba semua perhatian tertuju pada suara gebrakan meja Sakura yang artinya semua pasang mata tertuju pada pasangan SasuSaku dimana posisi Sasuke yang masih duduk santai di kursinya dan Sakura yang sedang berdiri di sampingnya dengan pandangan kesal.

"Ingat Uchiha aku ini bukan budakmu dan jangan seenaknya kau menyuruhku begitu!" omelku pada Sasuke

"Hn, lalu kau mau apa ?" dengus Sasuke

Sasuke menatapku dengan pandangan mengejek

"Astaga Sakura apa yang kau lakukan" gumam Tenten khawatir

"Tenanglah forehead, kau bisa membuat rencananya kacau" Ino berbisik pelan

"Tidak perlu berteriak" geram Temari gemas

"Lalu aku harus bagaimana ? membiarkan si Uchiha ini menyuruhku ini dan itu seenaknya" omelku pada sahabatku

"Hei apa mereka bertengkar ?"

"Wahh.. apa yang terjadi ?"

"Kenapa Sakura marah-marah ?"

"Padahal mereka pasangan baru"

"Apa sebentar lagi mereka akan putus"

"Seperti dugaanku mereka hanya pura-pura"

"Benar, mereka kan musuh"

"Menurutku mereka pasangan yang serasi, sayang sekali jika harus putus karena masalah sepele"

Itulah bisik-bisik yang terdengar di kantin dan suasana masih memanas diantara Sasuke dan Aku

"Apa yang terjadi ?" suara yang sangat tidak asing di telingaku

Aku mengalihkan pandanganku ke arah pintu masuk kantin dan disana kulihat Sasori dan Shion baru saja datang sambil bergandengan tangan.

Hatiku mencelos melihatnya, rasanya aku ingin kabur saat ini juga. Tatapan kami bertemu, hazel dan emerald.

Tiba-tiba Sasuke memanggilku

"Sakura.."

Aku pun menoleh padanya dan ..

GREP

Sasuke memelukku

"Kyaaaaaaaa"

"Sasuke memeluknyaaa!"

Seisi kantin kembali ribut

Aku hanya bisa terkejut di buatnya dan bertanya-tanya apa yang si bodoh ini lakukan, jika bukan di kantin dan mengingat status palsu kami saat ini mungkin aku sudah menghajarnya.

"Maafkan aku" ucapnya sambil mengusap rambutku lembut

"Aku berjanji tidak akan berbuat seperti itu lagi padamu" ucap Sasuke lagi

"Maaf, aku sudah kasar padamu" lanjutnya

Sasuke melepas pelukannya dan memegang kedua bahuku lembut dan menatapku, aku yang di tatap begitu hanya mengangkat sebelah alisku karena sangat heran dengan tindakan tiba-tibanya.

"Biar aku yang memesan makanan, duduklah. Aku tidak akan lama" ucap Sasuke kembali mengelus rambutku dan berlalu pergi

Tanpa pikir panjang aku segera duduk di tempatku dan para sahabatku serta sahabat Sasuke menatapku heran sedangkan aku hanya mengendikkan bahu bahwa tidak mengerti dengan apa yang baru saja terjadi pada Sasuke dan semua fokus pandangan masih saja tertuju pada kami, mungkin mereka masih menanti kelanjutan drama picisan di kantin saat ini. ckckck

5 menit kemudian Sasuke datang dengan sebuah nampan dimana ada 2 piring nasi goreng, 1 nasi goreng biasa dan 1 nasi goreng ekstra tomat serta 1 gelas jus strawberry dan 1 gelas jus tomat. Lalu Sasuke meletakkannya di atas meja dan segera menaruh nasi goreng serta jus strawberry di depan ku.

"Makanlah, kau harus menghabiskannya. Aku tidak ingin sampai kau sakit" ucap Sasuke lembut sambil tersenyum manis dan lagi-lagi mengelus rambutku lembut

Tanpa sadar semburat merah tipis muncul dari kedua pipiku, wanita mana yang tidak tersipu jika di perlakukan seperti itu oleh seorang pria ? dan kantin menjadi riuh kembali

"KYAAAAAAAA MEREKA SANGAT MANIS"

"SAKURA SANGAT BERUNTUNG!"

"AKU JUGA INGIN SEPERTI SAKURAAAAAA"

Dan seisi kantin menjadi ribut kembali.

.

.

Saat ini pelajaran Orochimaru Sensei sedang berlangsung tapi aku sama sekali tidak bisa menyimak pelajarannya dengan baik, pikiranku terus terbayang dengan kejadian di kantin beberapa menit yang lalu. Kenapa Sasuke melakukan hal seperti itu ? Dan itu benar-benar di luar rencana. Apa dia melakukannya ketika tau aku melihat Sasori dan Shion yang memasuki kantin sambil bergandengan tangan ? Dia sengaja memelukku ketika Sasori melihat kami. Jika benar begitu, dia benar-benar memerankan perannya dengan sangat baik. Bahkan dia sama sekali tidak canggung melakukannya di depan semua orang. Dia saja bisa kenapa aku tidak ? Aku juga harus bisa melakukannya dengan baik, bukankah aku ingin mengetahui perasaan Sasori yang sesungguhnya padaku ? Benar, aku harus bisa bekerjasama dengan Sasuke.

TEEET TETTT

Ternyata jam pelajaran Orochimaru sensei sudah selesai, dan semua siswa bersiap untuk pulang. Aku bangun dari kursiku dan ketika keluar kelas aku melihat Sasuke yang sedang bersandar di tembok dekat kelas kami, dia berjalan ke arahku.

"Kita pulang" ucapnya

Dan dengan tiba-tiba menarik tangan kananku dan menggenggamnya lalu berjalan di koridor. Lagi-lagi kami menjadi pusat perhatian. Aku masih berjalan di belakangnya, masih dengan tanganku yang di genggam erat olehnya. Aku hanya menatap tanganku yang di genggam olehnya dan ketika berjalan di koridor aku melihat Sasori sedang bersama Shion, hazel dan emerald kembali bertemu. Tapi aku tidak bisa mengartikan tatapan Sasori padaku. Lalu aku kembali mengalihkan tatapanku pada genggaman tanganku dengan Sasuke.

"Aku bisa melakukannya" gumamku pelan

"Tidak, kita bisa melakukannya bersama" lanjut ku lagi

Aku tersenyum dan membalas genggaman erat Sasuke dan segera menyamai langkah kaki Sasuke yang sebelumnya berjalan di depanku. Sasuke tampak terkejut terlihat dari tangannya yang sedikit menegang ketika aku membalas genggaman tangannya. Ketika aku sudah bisa menyamai langkahnya, dia menatapku sambil tersenyum, begitupun denganku yang membalas tatapannya dengan senyuman terbaikku. Tahukah kalian ? Mungkin saat itu semua orang yang melihat kami akan menganggap bahwa kami adalah pasangan yang paling bahagia.

END SAKURA POV

.

.


TBC

Wahh masih teka teki yah tentang perasaan Sasori ke Sakura, hayoo siapa yang bisa tebak gimana perasaan Sasori yang sebenarnya ?
Ada yang minta author buat bikin Sasori POV nya yah ? Nanti akan ada saatnya chapter yang menceritakan sudut pandang Sasori, pokoknya Chapter khusus Sasori.

Sejak kapan Sasuke suka sama Sakura ? itu RAHASIAAAAA

Hehehe

Semuanya pasti akan terjawab jika waktunya tiba, jadi bersabarlah...

Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom review

Arigatou ~