"Give Me A Second Chance" Chapt. 38

Malam hari

Kyuhyun membuka matanya, samar-samar ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, Kyuhyun hanya mendengar suara yang ia kenal dari luar. Kyuhyun merasa bahagia karena ia masih bisa mendengar suara dari orang-orang yang ia sayangi.

"Appa, aku pergi dulu mengantar Hana pulang" ucap Donghae
"Ne, hati-hati dijalan, jangan ngebut" sahut Teukie
"Ne appa"
"Haru, besok kita main lagi ya"
"Ne" sahut Haru senang karena Hana bermain bersamanya walau harus bermain di rumah sakit.
"Haru mau makan apa?, nanti akan samchon belikan untuk Haru"
"Haru mau jjajangmyun aja"
"Ne, samchon akan membelikannya untuk Haru"
"O iya, ajussi… ajumma, kami pamit pulang juga karena sudah malam" pamit Shindong
"Ne, cheongmal gumawo karena kau sering datang untuk menjenguk Kyuhyun" ucap Hyorin
"Kyuhyun sudah seperti dongsaeng bagiku, jadi sudah sewajarnya aku sering datang untuk menjenguknya, ajumma"
"Jika Kyuhyun sadar, dia pasti senang mendengar perkataanmu barusan" sahut Teukie.
"Semoga Kyuhyun cepat sadar ,ajussi"
"Ne, gumawo"
"Mm" sahutnya
"Kami pulang dulu" pamitnya
"Ne" sahut mereka.
"Aku akan mengantar kalian pulang" ucap Donghae
"Tidak perlu, lagipula aku dan Suny bisa pulang menggunakan Taksi" tolak Shindong
"Tidak apa-apa hyeong, sekalian saja"
"Donghae benar, biarkan Donghae mengantar kalian" tambah Teukie
"Ayo hyeong" ajak Donghae
"Baiklah kalau begitu" sahutnya tidak berani menolak karena menghargai Teukie.
"Kami pulang dulu"
"Ne" sahut mereka.
Kemudian Donghae mengantar mereka pulang, sedangkan Teukie, Hyorin ,Sungmin juga Haru tetap berada di rumah sakit.

Siwon menghubungi Teukie untuk membahas soal masalah Kyuhyun. Teukie segera menjawab telepon dari Siwon.
"Ne? "
"Bisakah kau ke ruanganku sekarang? "
"Apa mengenai masalah Kyuhyun?" cemasnya
"Nde, ada hal penting, sekaligus kabar gembira untuk kalian"
"Kabar gembira"
"Nde, cepatlah kemari"
"Ne, aku segera ke sana" sahut Teukie.
Hyorin dan Sungmin menatapnya lekat, "Apa Siwon yang telepon barusan? "tanya Hyorin
"Nde, aku harus ke ruangannya sekarang"
"Aku ikut yeoboe"
"Ne"
"Aku akan menemani Haru di sini"
"Mm" sahut Hyorin
"Halmoni mau kemana? "
"Halmoni dan haraboji mau menemui Dokter Siwon sebentar, Haru temani Sungmin haraboji ga?, halmoni dah haraboji sebentar saja kok"
"Mm"angguknya
Kemudian Teukie dan Hyorin pergi untuk menemui Siwon.

Sepanjang perjalanan menuju rumah Hana, Hana celetuk mengenai masalah Jong In, hingga membuat Donghae, Shindong dan Suny sangat terkejut mendengarnya, "Ajussi" panggil Hana pada Donghae yang fokus menyetir.
"Ne?"
"Tadi, waktu di Sekolah, appa nya Jong In, marah-marah cariin appa nya Haru"
"Marah kenapa? " tanyanya
"Kata sonsaengnim, appa Haru belum bayar uang ke appa Jong In"
"Mwo?, belum bayar uang?!" sahutnya tidak percaya.
"Mm" sahutnya
"Kenapa appa Haru harus membayar uang pada appa Jong In? " tanya Shindong
"Waktu itu, Haru lempar batu ke Jong In, terus kepala Jong In berdarah, terus appa Jong In marah-marah sama Haru"
"Mwo?" mereka sangat terkejut dengan kejadian yang dikatakan Hana pada mereka.
"Kenapa Haru melempar batu?" tanya Donghae
"Jong In sih jahat, olokin Haru gak punya eomma"
Mereka terdiam, terlebih lagi Donghae yang dapat merasakan bagaimana marahnya Haru saat itu.
"Besok, ajussi akan temui appa nya Jong In di sekolah Hana" ucap Donghae
"Ne, ajussi nanti bilangin ya, jangan marah-marah sama appa nya Haru"
"Ne, nanti ajussi kasih tahu"
"Mm" angguknya.
"Seandainya saja Ji Won onni masih hidup, mungkin Haru tidak akan bersikap seperti itu pada temannya" ucap Suny.
Donghae hanya diam, karena ia merasa bersalah atas yang terjadi pada Ji Won.
"Mianhe, jika bukan karenaku, tidak akan seperti ini kejadiannya" sesal Donghae.
"Yang lalu biarlah berlalu, setidaknya Ji Won sudah tenang di Surga" sahut Shindong.
"Aku akan berusaha merawat Haru dengan baik, dan menjaganya demi Ji Won" ucap Donghae.
"Ne, aku yakin, suatu hari Haru bisa menerimamu sepenuhnya"sahut Suny.
"Nde" sahutnya.

"Kabar gembira apa yang ingin kau sampaikan pada kami? " tanya Teukie

"Tadi perawat memberitahuku bahwa kondisi Kyuhyun sudah lebih stabil dari sebelumnya, dan ada seorang pendonor, yang ingin memberikan Ginjalnya pada Kyuhyun"
"Benarkah?, siapa pendonor Ginjal itu? " tanya Hyorin.
"Mian, saya tidak bisa memberitahu identitasnya, karena ini adalah permintaan dari pendonor"
"Apa pendonor itu benar-benar memiliki Ginjal yang cocok untuk Kyuhyun?" tanya Teukie
"Dari hasil tes darah yang dilakukannya, Ginjalnya cocok untuk Kyuhyun"
"Syukurlah, ternyata masih ada orang baik sepertinya" ucap Teukie
"Nde" sahutnya.

Kyuhyun merasa sedikit pusing setelah ia sadar, dan tubuhnya terasa lemas, Kyuhyun memejamkan matanya kembali untuk beristirahat. Tidak berapa lama seorang perawat datang untuk mengecek lagi keadaannya.

Setelah Shindong dan Suny pergi juga Donghae yang telah mengantar Hana pulang.
Hyorin dan Teukie menemui dokter Siwon di ruangannya, sedangkan Donghae pergi membeli makan malam untuk yang menemani Haru di depan ICU, ia terlelap karena lelah. Sedangkan Haru masih terjaga dan duduk di berapa lama, salah seorang perawat ke luar setelah memeriksa keadaan Kyuhyun. Saat perawat itu berlalu cukup jauh, Haru mencuri kesempatan untuk masuk ke ruang ICU tanpa sepengetahuan Haru berada di ruang ICU, langkah kaki mungilnya menghampiri ranjang Kyuhyun. Haru mengedarkan pandangannya ke beberapa alat yang terpasang ditubuh Kyuhyun. Kini Haru berdiri di tepi ranjang, ia memegang tangan Kyuhyun."Appa" panggilnya
"Haru datang appa"
Kyuhyun ingin membuka matanya, tapi rasa pusing itu membuatnya mengurungkan niatnya.
"Appa…ayo bangun, Haru kesepian" ucapnya dan menangis di depan Kyuhyun.
"Haru kangen appa…ayo bangun appa" mata Haru mengenai punggung telapak tangan menyeka air matanya, hati Kyuhyun terasa sakit ketika mendengarnya "Haru gak akan nangis lagi, kalau appa bangun. Haru gak akan nakal lagi appa, Haru juga gak marah-marah lagi sama appa"
"Appa…"
"Ayo bangun!" Haru menggoyang-goyangkan tangan Kyuhyun.
Kyuhyun yang sudah sadar sejak tadi, dan dirinya tidak sanggup mendengar Haru menangis, ia pun membuka matanya saat mendengar suara tangis Haru.
"Haru~ah" ucapnya lemah.
Haru tampak bahagia karena Kyuhyun membuka matanya.
"Appa" ucapnya bahagia sambil menyeka air matanya. Kyuhyun tersenyum padanya."Appa sudah bangun! , horee!, appa sudah bangun!" Soraknya berlari membuka pintu, dan membangunkan Sungmin yang masih terlelap, dengan berteriak di telinganya.
"Haraboji!,appa sudah bangun" Sungmin spontan terbangun karena Haru membangunkanya.
"Mwo?" Sungmin terjatuh dari kursi karena terkejut
"Appa sudah bangun, haraboji! " sahut Haru tegas.
"Benarkah?" ucapnya seraya berdiri
"Mm"angguknya dan tersenyum bahagia.
"Ayo kita liat appa! " ajak Haru dan menarik tangannya untuk masuk ke dalam bersamanya.
"Benarkah, Kyuhyun sudah sadar?" batinnya .
Saat Sungmin berdiri di tepi ranjang Kyuhyun, betapa bahagianya Sungmin karena Kyuhyun sudah sadar dari komanya.
"Kyu… syukurlah kau sudah sadar" ucap Sungmin dan langsung memeluknya.
"Samchon… sakit" sahut Kyuhyun.
"Ah…mianhe" ucap Sungmin dan segera melepaskan pelukannya.
"Haru senang, appa sudah bangun" girangnya dan melompat-lompat.
"Kau tunggu sebentar Kyu, samchon akan panggil Dokter dulu"
"Ne" sahutnya lemah.
"Haru jaga appa ya, haraboji panggil Dokter dulu"
"Ne haraboji" sahutnya.
Kyuhyun menyunggingkan senyumnya ketika memandang Haru melompat girang, "Haru~ah, jangan melompat seperti itu, nanti Haru bisa jatuh" tegur Kyuhyun.
"Ne" sahut Haru, kemudian Haru memegang tangan Kyuhyun, "Appa janji ya sama Haru, tidurnya jangan lama-lama" Kyuhyun tersenyum lalu mengangguk mengiyakan.

Sungmin berlari menuju ruangan Siwon, setelah tiba di depan ruangannya, tanpa mengetuk pintu lebih dulu, Sungmin masuk begitu saja, hingga membuat mereka terkejut dan menatapnya cemas, mereka takut jika kondisi Kyuhyun kembali menurun.
"Hyeong!, Kyuhyun… "ucapannya terputus sambil mengatur nafasnya.
"Kyuhyun kenapa? " tanya Hyorin cemas dan beranjak dari kursi ,begitu pula yang lain.
"Apa terjadi sesuatu padanya?" tambah Teukie.
"Aniyo, tapi… Kyuhyun sudah sadar"
"Mwo? " sahut Siwon dan Teukie terkejut.
"Benarkah Kyuhyun sudah sadar? " tanya Hyorin seakan kurang percaya.
"Nde, cepat ikut aku" sahut Sungmin, lalu mereka bergegas pergi ke ruang ICU.

"Appa"
"Ne?"
"Nanti kalau appa pulang dari rumah sakit, kita tinggal di rumah yang lama atau di rumah halmoni?"tanyanya bingung.
"Kita akan tinggal di rumah lama" sahutnya masih terdengar lemah.
"Kenapa gak di rumah halmoni?, kamar halmoni besaaaaar" sambil memperagakan dengan tangannya bentuk yang besar menurutnya.
"Jadi, selama ini Haru tinggal di rumah eomma?, lalu… apakah Donghae hyeong sudah menerima Haru? ,apa Haru sudah memaafkan Donghae hyeong" batinnya.
"Appa" panggil Haru dan membuyarkan lamunannya.
"Ne?"
"Kok appa diam?"
"Appa hanya lelah saja chagi"
"Appa sakit lagi? " tanyanya cemas, Kyuhyun menggelengkan kepalanya.
Terdengar suara langkah kaki menuju ruangannya, Kyuhyun dan Haru menatap saat ada yang membuka pintu.
"Harabojiii" seru Haru bahagia saat mereka datang.
"Kyuhyun" Hyorin berlari kearahnya, lalu segera memeluk Kyuhyun ,"Akhirnya kau sadar chagi, eomma sangat merindukanmu" ucap Hyorin dan menangis bahagia saat memeluknya.
"Mianhe eomma" sahutnya.
"Appa bahagia kau sudah sadar Kyu" ucap Teukie ,air matanya mengalir saat menatap Kyuhyun yang masih terlihat pucat.
"Jangan menangis" pintanya.
"Appa menangis karena bahagia, maafkan appa… selama ini appa bersalah padamu"
"Aku sudah melupakannya appa" sahut Kyuhyun dan tersenyum. Hyorin melepaskan pelukannya, lalu ia membelai lembut kepala Kyuhyun.
"Eomma juga minta maaf, karena keegoisan kami, hidupmu jadi menderita, seharusnya kami yang menerima hukumanNya, bukan kau chagi" Kyuhyun memegang tangan Hyorin, "Sudah lama eomma tidak membelaiku seperti ini" ucapnya dan tersenyum pada Hyorin.
"Mianhe chagi" sahutnya.
"Ku mohon, jangan menangis lagi" pintanya.
"Ne" sahutnya ,lalu ia menyeka air matanya.
"Aku akan memeriksa Kyuhyun, sebaiknya kalian tunggu di luar sebentar" ucap Siwon
"Ne" sahut mereka.
"Ayo Haru, kita tunggu di luar sebentar" ajak Sungmin.
"Appa, Haru ke luar dulu ya? "
"Ne" sahutnya.
Kemudian mereka menunggu di luar, sedangkan Siwon juga seorang perawat memeriksa keadaannya setelah sadar dari koma.
"Ajussi, apakah penyakitku semakin parah? " tanyanya ,saat Siwon memeriksa denyut nadinya.
"Kau sebaiknya lebih banyak beristirahat, jangan berpikir yang macam-macam dulu" sahutnya.
"Ajussi tidak menjawab pertanyaanku, itu berarti kondisiku semakin parah, aku benarkan ajussi? "
"Kyu, kau harus melakukan donor Ginjal, agar kau bisa melakukan pengobatan selanjutnya"
"Donor?, apakah jika aku melakukan Operasi transplantasi Ginjal, maka aku akan sembuh? "
"Kondisimu akan ajussi periksa setelah kau melakukan donor Ginjal"
"Jika salah satu anggota keluargaku yang mendonorkan Ginjalnya padaku, aku tidak mau melakukannya ajussi"
"Kau tidak perlu khawatir, karena pendonor itu bukanlah dari anggota keluargamu" sahutnya.
"Lalu siapa yang bersedia mendonorkan Ginjalnya padaku? "
"Mian Kyu, ajussi harus merahasiakan identitasnya darimu"
"Kenapa ajussi? "
"Karena itu adalah permintaannya"
"Apakah aku mengenal orang itu? "
"Kau tidak mengenalnya Kyu, bahkan keluargamu juga tidak mengenalnya" bohong Siwon.
"Benarkah? "
"Mm" angguknya
"Mian, jika ajussi harus merahasiakannya darimu" batin Siwon.
"Kondisimu sekarang lebih stabil dari sebelumnya, tapi kau masih lemah, dan harus banyak istirahat"
"Kapan aku bisa pulang ajussi? "
"Kau boleh pulang jika kau sudah transplantasi Ginjal dan tubuhmu dapat menerima Ginjal baru itu dengan baik"
"Ajussi"
"Ne? "
"Jika tubuhku dapat menerima Ginjal baru itu?, apa aku masih harus melakukan Kemo?"
"Nde"
"Kenapa?, bukankah jika aku sudah transplantasi, maka aku akan lebih baik?"
"Kyu, sel Kankermu sudah menyebar, jika kau sudah transplantasi Ginjal, maka kau masih bisa melakukan Kemoterapi ,agar sel Kanker itu tidak semakin menyebar"
"Apa umurku tidak akan lama lagi?"
"Ajussi bukan Tuhan yang bisa memvonis hidupmu Kyu. Kau harus semangat untuk sembuh, kau memiliki keluarga yang menyayangimu, setidaknya buatlah mereka bahagia dengan kesembuhanmu"
"…" Kyuhyun hanya diam, dan memikirkan ucapan Siwon.

Setelah Donghae mengantar Hana, lalu Shindong dan Suny, Donghae pergi mencari pesanan untuk Haru.
Donghae duduk menunggu pesanan jjajangmyun keinginan Haru di sebuah kedai langganannya.
Donghae melamun saat menunggu pesanannya, ia teringat akan masa kecilnya ,karena Kyuhyun sangat menyukai jjajangmyun, dan karena makanan itu juga Donghae sangat kesal pada Kyuhyun.

~flashback~

Teukie dan Hyorin mengajak Donghae dan Kyuhyun makan di kedai pinggir jalan, karena saat mereka dalam perjalanan pulang, Kyuhyun yang masih berumur 4 tahun merengek karena lapar.
"Appa!, aku lapar! "
"Kyu, nanti kita makan di rumah saja" ucap Hyorin
"Gak mau!, aku lapar eomma, ayo makan sekarang! " rengeknya dan menghentakkan kakinya.
"Cerewet!" celetuk Donghae
"Donghae!" tegur Teukie
"Ish!" dengusnya kesal.
"Ya sudah, kita makan sekarang" sahut Teukie ,sambil memarkirkan Mobilnya di tepi jalan.
" Yeiiii" sorak Kyuhyun senang.
Teukie mengajak keluarganya makan bersama di kedai pinggir jalan. Mereka duduk bersama, dan memesan menu andalan kedai tersebut. Donghae menopang pipi kanannya dengan tangannya dan menatap kesal pada Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun asik memainkan sumpitnya. Tidak berapa lama pesanan mereka datang, Kyuhyun tampak bahagia karena melihat makanan kesukaannya.
"Selamat makan! " seru Kyuhyun
"Berisik! " celetuk Donghae
"Hyeong marah-marah terus, jelek!" ledeknya.
"Sudah-sudah jangan bertengkar" tegur Teukie.
Kemudian mereka makan dalam keheningan, Kyuhyun makan menggunakan Sumpit, tapi karena ia belum mengerti cara menggunakannya, Kyuhyun akhirnya kesal dan memberikan Sumpitnya pada Hyorin. Donghae tersenyum saat melihat ekspresi kesal Kyuhyun yang memanyunkan bibirnya, tapi Donghae pura-pura memalingkan wajahya ketika Kyuhyun sadar Donghae menatapnya. Kyuhyun yang selalu usil pada Donghae, Kyuhyun sengaja memasukkan tangannya kemakanan milik Donghae.
"Kyu" tegur Hyorin
Donghae sangat kesal saat melihat tangan Kyuhyun sengaja mengaduk-aduk jjajangmyun miliknya.
"Kyuhyun!" teriak Donghae kesal, sedangkan Kyuhyun hanya tertawa bahagia.
"Hahahahaha"
"Ish!" dengusnya kesal.
Bukan hanya itu yang dilakukan Kyuhyun padanya, Kyuhyun sengaja menempelkan tangannya yang kotor ke pakaian Donghae yang duduk disebelahnya. Donghae semakin kesal dan berteriak, "Kyuhyun!, eomma! Appa!, Kyuhyun usil!" kesalnya, dan Kyuhyun hanya tertawa karena berhasil mengerjai Donghae.

~flashback~

Donghae tersenyum sendiri saat mengingatnya, tidak berapa lama pesanannya datang, lalu Donghae membayarnya, kemudian Donghae masuk ke dalam Mobil untuk kembali ke rumah sakit.
Saat perjalanan menuju rumah sakit, Donghae menerima kabar bahagia dari Teukie ketika membaca pesan darinya.
"Kyuhyun sudah sadar"
"Kyuhyun sadar?" gumamnya, dengan seketika air mata bahagia itu mengalir membasahi pipinya. Donghae sangat bahagia, hingga ia sengaja melaju mengendarai Mobilnya agar segera tiba di rumah sakit.

Changmin baru saja pulang dari Kampus, ia terlihat lelah karena aktifitasnya di Kampus, Changmin duduk di sofa untuk santai sejenak.
Yoochun yang juga baru tiba di rumah, ia bergegas menemui Changmin, Yoochun melempar amplop berisi data pendonor padanya, hingga membuat Changmin terkejut.
"Kenapa hyeong melempar amplop ini padaku?! "
"Apa kau gila?Huh?! "
"Kenapa hyeong marah padaku?, apa salahku?"tanyanya dan beranjak
"Kau ingin mendonorkan Ginjalmu pada Kyuhyun?!, kau tahu apa akibatnya jika kau hanya memiliki satu Ginjal?!"
"Aku tahu hyeong, tapi Kyuhyun membutuhkannya, aku tidak ingin kehilangan sahabat dekatku hyeong!, aku ingin menolongnya"
"Tapi Kyuhyun memiliki keluarga yang bisa menolongnya!"
"Aku tahu bagaimana wataknya Kyuhyun!, dia pasti akan menolak jika tahu keluarganya mendonorkan Ginjalnya! "
"Hyeong, izinkan aku untuk menolong sahabatku. Aku ingin melihat Kyuhyun hidup bahagia bersama Haru juga keluarganya, aku mohon padamu hyeong"pinta Changmin ,lalu ia berlutut di depannya.
"Hyeong tetap tidak bisa mengizinkanmu, Changmin" tolak Yoochun.
"Hyeong, dulu Kyuhyun pernah menyelamatkan nyawaku, jika Kyuhyun tidak memberikan darahnya untukku, mungkin dulu aku sudah tidak di Dunia ini hyeong"
"Aku mohon hyeong, izinkan aku" Yoochun diam dan menatap Changmin lekat, Changmin mengatup kedua tangannya untuk memohon padanya.
"Aku mohon hyeong" pintanya memelas, bahkan air matanya mulai mengalir, Yoochun yang sejak dulu sangat menyayangi Changmin, akhirnya ia luluh.
Yoochun membantu Changmin bangkit, lalu memeluknya erat, "Kenapa kau selalu membuat hyeong tidak bisa tegas padamu? " kesalnya pada dirinya sendiri.
"Gumawo hyeong, cheongmal gumawo, aku janji akan menjaga diriku jika aku harus hidup hanya dengan satu Ginjalku" sahutnya.
"Kau harus janji padaku"
"Aku janji hyeong"

Tbc