I Chanbaek You fanfic event present

TURTLE, VIOLA AND MEMORIES

.

Chanyeol x Baekhyun

.

.

Maeumeul dul gotdo eopgo deo gal gotdo eomneun

Seulpeun geobugi han mari

Sangcheoga manha neo honjaseo

Maeil oeropge sumneun geon

Neoreul jikil su eopgo deo sarangdo eomneun

Nae gaseum apeun iyagi

Jogeum neujeodo joha

Han georeum han georeum cheoncheoni .

Seoul, Korea Selatan

" Baekhyunee , baekhyunee !"

Atensi Baekhyun pada lagu yang sedang ia nikmati teralihkan oleh seorang wanita cantik berkuncir kuda yang memanggil manggil namanya dengan ribut sambil membawa setumpuk kado cantik yang sudah dipastikan miliknya.

" Ada apa noona ? " Baekhyun menggeser duduknya di sofa, memberi ruang untuk yoona duduk disebelahnya. Matanya dengan cermat mengamati bagaimana wanita berumur 27 tahun itu menyusun nyusun hadiah untuknya di meja, kemudian menatapnya tajam seolah dia telah melakukan kesalahan.

"Mwoya ?"

Yoona bergeming, namun sorot matanya berubah menjadi sendu.

" ya! Katakan sesuatu , aku takkan mengerti kalau kau diam saja Noona!" Baekhyun mendesak heboh.

" Baekhyunee, aku akan menikah dengan Sehun."

Jawab Yoona , raut wajahnya menunjukkan penyesalan yang dalam.

" Selamat kalau memang begitu, omong – omong ada apa dengan ekspresimu itu."

Ucapnya datar yang langsung dihadiahi jitakan di keningnya.

"Yaa! Apa apaan reaksimu itu?! Aku akan menikah, dan itu berarti mungkin aku akan berhenti jadi manajermu, Baekhyuneee! Tidakkah kau tau bahwa itu berat untukku!" Yoona berujar kesal tanpa menghentikan jitakannya di kepala Baekhyun.

" kau tidak akan berhenti Noona, Sehun hyung mengizinkanmu tetap bekerja untukku."

" Ha? Kapan dia mengatakan nya? Dimana?"

Yoona bertanya heboh.

" Minggu lalu Sehun hyung memintaku untuk bertemu, dia mengatakan semuanya termasuk rencana kalian untuk menikah. Dia bilang akan tetap mengizinkanmu menjadi managerku setelah menikah."

"Aahh , si albino itu menipuku, dia bilang akan membawaku ke rusia dan menetap disana setelah kami menikah. Dia bahkan mengatakan akan mencari penggantiku . " gerutunya kesal sekaligus lega. Lega karena tidak akan terpisah dengan pemuda mungil bersurai madu dihadapannya ini. Jangan tanya kenapa, karena Yoona memiliki banyak alasan dibalik itu semua, salah satunya karena sudah menganggap Baekhyun adik kandungnya sendiri.

" Kelihatan sekali kalau kau tak ingin berpisah denganku, padahal aku sudah senang karena aku bisa lepas darimu , noona jelek. " Bibirnya mencebik, mencibir Yoona main – main.

" Pembual, aku yakin kau pasti akan menangis saat aku menikah nanti."

" Untuk apa aku menangis, kau kira aku anak kecil. Aku sudah 25 tahun kalau noona lupa."

" Aku tidak lupa , tapi orang lain pasti akan menyangka kau berumur 16 tahun baekhyun. Wajah dan umurmu tidak serasi."

" Pokoknya aku tidak akan menangis. Lagipula apa tujuan noona mendatangiku untuk meributkan wajahku?" protesnya kesal.

Yoona hanya menunjukkan cengirannya begitu sadar dia melupakan tujuan awalnya datang kesini.

" Ini untukmu, namamu sudah ditulis menggunakan tinta emas sebagai tamu spesial. Sedangkan ini untuk Aera Eonnie dan Yesung Oppa, jangan lupa datang bersama Jihyun. "

Yoona memberikan dua undangan berwarna ashgrey yang didesain dengan sangat elegan. Dari bentuk undangannya saja sudah terlihat mewahnya pesta pernikahan mereka nanti. Tentu saja, yang akan menikahi gadis itu adalah Oh Sehun si pengusaha kaya.

" Terima kasih , tentu saja kami akan datang dengan senang hati mengingat banyaknya makanan enak yang tersedia nanti." Canda Baekhyun, menatap undangan itu dengan takjub.

Yoona mendengus

"tentu saja. Kalian boleh menghabiskan semuanya."

" Ngomong – ngomong , kemana kalian akan berbulan madu? Aku ingin kau memberiku keponakan ketika kembali nanti."

" Kami akan pergi ke Italy, lagipula hanya seminggu Baek, mengingat jadwal mu yang akan padat nantinya. Selama aku pergi kau tidak akan memiliki jadwal apapun. "

" Yaa, kenapa memperhitungkan ku. Harusnya kalian bersenang senang lebih lama!" Protes Baekhyun.

" Bilang saja kau ingin libur lama Bacon, sebenarnya aku tak ingin berbulan madu setelah ini, kepopuleran mu semakin meningkat baek, lagu terbarumu bahkan masih berada di puncak beberapa chart tak ingin menghambat karirmu. "

" Dasar Noona menyebalkan, kau berfikir terlalu rumit , hanya tinggal menikah dan berbulan madu. Untuk apa kau meributkanku, kau hanya tinggal berbahagia Noona. Kau sudah bekerja keras selama ini. " kkeluhnya yoona terdiam sejenak..

" Kau benar,, agaknya aku terlalu berlebihan. Sudah jam segini, aku ada janji dengan Yoonji, sampai jumpa babybaek. Aku pergi, sampai nanti okee ." Yoona melirik jam dan teringat akan janji untuk bertemu dengan teman.

" Ne, aku juga akan pulang ke rumah. Sampai jumpa 5 hari lagi noona. " Baekhyun tersenyum simpul, menepuk nepuk lengan Yoona.

" Daaaahh, sampaikan salamku pada keluargamu." Pamit Yoona dan beranjak meninggalkan Baekhyun.

" Ah! Noona."

Yoona berbalik begitu Baekhyun memanggilnya.

" Ne?"

" Hadiah pernikahan seperti apa yang kau inginkan dariku? " Tanya Baekhyun, matanya mengerjap polos.

Yoona tampak berfikir sebelum menjawab.

" Kebahagiaanmu !" Jawabnya dan berbalik pergi, tak menghiraukan Baekhyun yang menatapnya bingung.

" Mwoya? Memangnya aku tampak menderita?"

Baekhyun menggerutu, memasukkan undangan pernikahan Yoona kedalam mandeknya dan beranjak pergi.

Moskow, Rusia.

Sosok itu terlihat tenang dibalik meja kerjanya, tubuhnya yang atletis yang dibalut setelan jas mahal tampak kokoh sekaligus seksi. Richard Park, pemuda berumur 25 tahun yang menggenggam Rusia ditangannya . Kekayaan nya bahkan melimpah sampai ke sudut gorong – gorong Kota Moskow, begitu kaya dan terpuja, merupakan CEO dari Elyxion Enterprises, perusahaannya yang bergerak di bidang Industri, cabang – cabangnya telah menyebar di seluruh penjuru Rusia. Perusahaan yang dia rintis sendiri dari 0 sejak umur 19 tahun, dan telah menampakkan kejayaan yang mencengangkan di umur 25 betapa hebatnya ia.

" Braak!" Richard terhenyak saat pintu ruangannya menjeblak terbuka. Sesosok pria berkulit pucat merangsek masuk, dan menghempaskan badan tegapnya di sofa.

" Kau tidak pernah diajari sopan santun, albino?" cela Richard sinis. Itu Willis Oh, sepupunya yang paling menyebalkan, sekaligus sahabat baiknya.

" Tidak ada gunanya aku bersopan santun padamu Park." Willis berujar tenang, masih menyamankan diri di sofa empuk milik Richard.

" Sialan kau! Minggir dari sofaku , kau mengotorinya !"

" Wow! Calm down dude, aku juga tidak berniat berlama lama disini, aku juga punya kesibukan."

" Katakan apa maumu, sebelum aku memanggil bodyguardku untuk menarikmu keluar. "

" Kau terlalu galak Park. Aki hanya ingin memberimu undangan pernikahanku ." Willis beranjak untuk menyerahkan undangan berwarna ashgrey yang langsung disambar cepat oleh Richard.

Matanya melotot tak suka begitu melihat lokasi pernikahannya.

" Aku tak akan datang. " ucapnya , tangan kanannya menyibak rambut ashgrey nya frustrasi.

" kenapa? Apa karena aku melangsungkannya di Korea?" Willis menatapnya tajam, mencibir Richard.

" Kau tau seberapa bencinya aku dengan negara itu, Oh!" Richard berujar geram.

Willis memutar bola matanya kesal. " Ayolah , Park. Bagaimana pun kau lahir disana, cobalah untuk pulang."

"Aku menolak!"

" Aku memaksa! Ayolah, bagaimana mungkin kau tidak ada saat aku sedang berbahagia. Kau sungguh kejam padaku!" Willis memelas.

"Aargghh ! Kau menyiksaku Willis!"

" Cobalah untuk berdamai Park. Sampai jumpa di Korea, aku menunggumu ."

Ucap Willis final , kemudian beranjak menuju pintu masuk.

" Lagipula kalau kau tidak datang, kau akan melewatkan sesuatu yang berharga,,, Park Chanyeol." Willis langsung keluar, tak perduli bahwa ucapannya membuat pria berdurasi ashgrey disana termenung.

Richard merasakan nafasnya memberat , baginya Korea hanyalah mimpi buruk. Segala sesuatu yang ada disana membuatnya muak, Richard sendiri bahkan tak menganggap negara itu ada. Dia benci sekali, semua kenangan terus berputar putar menyakiti fikirannya, termasuk senyum cantik seorang pemuda bersurai madu.

" Baekkie kita pulang!" Baekhyun tersenyum begitu sampai dirumah, dan mendengar lengkingan Byun Aera. Kakak kandungnya yang tengah menyeretnya masuk menuju ruang makan.

" Kebanggaan kita pulang! Baekkie aku mencintaimu!" Itu Yesung kakak iparnya yang heboh menghampirinya dengan lighstick berwarna cosmic latte, lighstick official nya.

" Aku lebih mencintaimu! Aku fans nomer satumu !" Aera memekik tak mau kalah dari sang suami. Memeluk Baekhyun heboh.

Baekhyun terkikis geli, dua manusia dihadapannya ini memang sama hebohnya. Mereka memang berjodoh, pikir Baekhyun.

" Papa!" atensi Baekhyun langsung teralihkan pada sesosok gadis kecil berambut panjang yang berlari menyongsong nya, tangan nya membuka lebar. Mengode Baekhyun untuk memeluk dan menggendongnya.

"Jihyunnie Papa!" Baekhyun menaikkan Jihyun dalam gendongannya , memeluknya erat seolah tak ingin melepaskan Jihyun lagi.

"Jihyunnie rindu sekali dengan Papa!" Rengeknya manja sambil mendengus geli saat Baekhyun mengecupi wajahnya.

" Papa juga rindu sekali dengan Jihyunnie. Bagaimana kalau besok kita pergi bermain? Jihyun ingin pergi kemana heum ?"

Mata hazel Jihyun berbinar senang. " Jihyunnie ingin ke Lotte pergi ketaman, kita piknik bersama Appa dan Eomma untuk melihat Maehwa. Bolehkan, Papa? "

"Tentu saja boleh. Kita bahkan akan pergi seharian."

"Yeayy ! Terima kasih Papa!" Jihyun memeluk leher Papanya erat, takut Baekhyun lepas."

"Cha! Sekarang kita makan ya! Makanan sudah siap!" Suara Aera menginterupsi, dia dan Yesung ternyata sudah duduk disana , menonton kedua sosok manis tersebut dengan senyum senang.

"Baik Eomma ."

Kamar bercat biru muda itu temaram, tanda bahwa sang pemilik sudah beranjak ke tempat tidur.

Baekhyun melantunkan lullaby sambil menepuk nepuk punggung Jihyun, anak itu baru saja selesai menyikat giginya bersiap untuk tidur sambil ditemani Papanya.

"Papa!"

Baekhyun menatap Jihyun

" Ya sayang?"

"Papa sudah lihat Dangkkoma?"

"sudah. Apa Jihyunnie memberinya makan setiap hari?"

"Iya! Jihyunnie bahkan membersihkan kandangnya bersama Appa. Jihyunnie sangat menyayanginya, Papa juga kan?

"tentu saja sayang . Jihyunnie harus merawatnya dengan baik ya? "

"Iyaa .."

"Papa, Jihyunnie tadi pergi ke kamar Papa. Jihyunnie lihat biola cantik disana, tapi kenapa Jihyunnie tidak pernah melihat Papa memainkannya? Jihyunnie jadi ingin belajar main biola." Baekhyun terkejut saat mendengar pertanyaan menuntut Jihyun. Tapi dia berusaha mengendalikan diri dan tetap tenang.

"Tentu saja Papa bisa, dan suatu saat nanti Papa akan mengajari Jihyunnie memainkan biola."

"Janji?"

"Janji!"

"Terima kasih Papa!"

Beberapa detik kemudian dengkuran halus terdengar dari bibir anak itu. Baekhyun mengecup pipi gembilnya sebelum beranjak turun dari ranjang.

Beranjak menuju kotak kaca di sudut kamar. Menatap kura kura bernama Dangkkoma itu antusias..

"Hai Dangkkoma, ini aku, si cengeng yang setiap hari mengadu kepadamu." Ucapnya sambil terkikis geli, menyadari dirinya berbicara sendiri.

Kemudian nya tatapanya berubah sendu. Pikirannya terlempar pada masa lalu.

Flashback.

8 years ago

Sosok itu hanya diam dia dalam kamarnya sepanjang waktu. Hanya merenungi nasibnya yang menyedihkan, tubuhnya kurus bukan karena tak pernah dibujuk untuk makan, tapi dirinya sendiri yang tak mau. Dan sesuatu di dalam perut nya juga membuatnya terus memuntahkan apa yang masuk ke dalam perutnya. Sosok itu bernama Baekhyun, pemuda berumur 17 yang sedang mengandung janin berusia 5 minggu. Ya, dia seorang male pregnant. Dan lelaki brengsek yang menghamilinya bahkan tak mengetahui kehamilannya.

Sesosok wanita memasuki kamarnya sambil membawa seekor kura kura kecil.

Dasar konyol, untuk apa dia membawakan dirinya kura -kura?

"Kau lihat Baekkie, namanya Dangkkoma, dia milik Yesung Oppa. Dia bilang kau bisa memilikinya."

Baekhyun ingin sekali tertawa, namun dia hanya tetap diam. Memperhatikan kura kura itu lamat lamat. Kura kura itu bergerak lambat sekali.

"Maeumeul dul gotdo eopgo deo gal gotdo eomneun

Seulpeun geobugi han mari

Sangcheoga manha neo honjaseo

Maeil oeropge sumneun geon

Neoreul jikil su eopgo deo sarangdo eomneun

Nae gaseum apeun iyagi

Jogeum neujeodo joha

Han georeum han georeum cheoncheoni ."

Baekhyun terhenyak begitu mendengar lagu yang berasal dari mp3 milik Wanita itu ,Aera kakaknya.

"Kau harus menyembuhkan lukamu sayang, bahkan ketika kau begitu lambat seperti kura kura, percayalah semua akan baik baik saja."

Dan selanjutnya Baekhyun menumpahkan tangisnya , di pelukan Aera.

Flashback off.

Hari pernikahan Yoona pun tiba. Suasananya sangat meriah, Proses Pernikahan juga berlangsung dengan khidmat. Kedua mempelai menjadi raja dan ratu hari ini.

Baekhyun tersenyum bahagia saat melihat Yoona bersanding dengan Sehun di altar, apalagi ketika tradisi ciuman tiba, dia yang paling berteriak heboh.

Disebelahnya Jihyun juga ikut senang sambil menggenggam tangan Papanya.

Kamera tidak hanya menyorot Sehun dan Yoona, tapi juga dirinya . Ikut merekam moment manis bersama Jihyun yang selama ini dikenal sebagai keponakannya.

Di sisi lain tampak Richard yang duduk bersama asistennya di salah satu kursi dengan raut malas. Dia hanya ingin secepatnya pergi dari Korea, pergi dari nerakanya. Namun matanya tak sengaja menatap sosok mungil yang menghantuinya selama bertahun tahun di hadapannya , sosok itu menaiki panggung dengan senyum cerah. Menyanyikan lagu yang membuat semua terfokus pada dirinya, termasuk Richard. Bahkan tak sadar saat jantungnya berdetak keras sekaligus terasa perih.

Sosok itu , sosok yang telah disakitinya dengan sangat mengerikan.

Flashback

Chanyeol tergila gila dengan biola, semua perhatiannya hanya tertuju pada benda bersuara indah itu. Master Viola bahkan sudah menjadi julukannya di berbagai sekolah di Tokyo. Namun dirinya menjadi cemas saat mendengar gesekan biola bernada asing yang belum pernah didengarnya. Alunannnya indah sekali , Chanyeol terlena sekaligus terancam. Dia bahkan tidak bermain sebagus itu. Dan itulah sl pertama kalinya melihat Baekhyun, murid baru dari Korea yang berwajah manis.

Bisikan setan mempengaruhi Chanyeol, dia mendekati Baekhyun, mengajaknya berkenalan, dab menawarkan diri menjadi temannya. Baekhyun yang lugu tentu saja menerimanya. Bahkan ketika Chanyeol memintanya menjadi kekasihnya Pemuda manis itu mengangguk malu. Mereka menjadi pasangan paling manis di sekolah, Chanyeol memperlakukannya dengan manis, menuai Baekhyun hingga tak ragu begitu Chanyeol meminta sesuatu yang lebih dari dirinya, merayunya untuk memberikan keperjakaannya. Pada malam itu yang bisa dia lakukan hanyalah mendesah nikmat hingga kelelahan, tak menyadari bahwa kekasihnya telah mencuri partitur lagu indah ciptaannya..

Semua berjalan normal seperti biasa, Chanyeol tetaplah kekasihnya yang manis. Hingga Perlombaan biola yang diselenggarakan di sekolahnya disitulah semua nya berubah. Chanyeol tampak memukau dengan lagu curian yang diciptakan Baekhyun. Membuat Baekhyun kebingungan. Hingga acara selesai dan Chanyeol lagi lagi berhasil sebagai pemenang. Baekhyun menghampirinya untuk memberikan selamat sekaligus pertanyaan, tapi Chanyeol menanggapinya dengan dingin.

"Aku berterima kasih padamu Baekhyun, berkatmu aku kembali menang. Dan kau terlalu bodoh , tidakkah kau sadar bahwa selama ini aku hanya menipumu? Aku tidak pernah mencintaimu. Lagipula aku juga mendapatkan bonus, kau sangat nikmat Baekhyunee... Sekali lagi terima kasih" Chanyeol melenggang meninggalkan Baekhyun yang hancur dengan biolanya.

Dan itu pula terakhir kalinya ia melihat Baekhyun. Pemuda manis itu menghilang. Membuatnya berkubang dalam penyesalan.

Flashback off

Baekhyun menjatuhkan mic yang dipegangnya saat laki laki yang terengah engah berlari kearahnya . Memeluk Baekhyun yang masih ternganga dengan erat. Tak memperdulikan kemana semua orang menatap. Itu Chanyeol Memeluk Baekhyun erat , tubuhnya bergetar.

Baekhyun mengeraskan rahangnya, mendorongnya kuat sambil memaki..

"Sialan kau Park Chanyeol!. Aku membencimuu ! Enyah dari hadapanku!" Baekhyun berteriak histeris, dudepannya Chanyeol ikut menangis.

Sementara Yesung dan Aera sudah berlari untuk merengkuh Baekhyun, menahannya mengamuk.

Di satu sisi Yoona bahkan sudah menangis, Sehun menggenggam tangannya menguatkan sudah menduga ini akan terjadi.

" Aku menyesal Baekhyun . Aku menyesal! Maafkan aku , aku mencintaimu" Ratap nya menyesal .

" kau sadarkah saat mengucapkan itu ha? Kau bersenang senang saat aku terpuruk, aku meninggalkan biolaku, hal yang paling ku cintai setelah dirimu. Bahkan saat aku mengandung anakmu kau tidak tau !" Baekhyun berteriak tak perduli, perseroan dengan semua orang! Dia hanya ingin Chanyeol tau.

"Papa.." Jihyun muncul sambil tersedu sedu, Menghampiri Baekhyun dan memeluknya.

Chanyeol membeliakkn matanya , saat Baekhyun memeluk anak perempuan cantik itu erat, mengusap punggungnya dengan penuh sayang, berusaha menenangkan walau dirinya terguncang. Bukankah itu kasih sayang seorang Ibu.

Chanyeol tergugu , menyesali hidupnya yang terlalu memuakkan, dia bahkan baru tau kalau Baekhyun adalah penyanyi terkenal, dan yang parahnya dia tidak tau Baekhyun mengandung anaknya.

" Maafkan aku , maafkan aku." Ratapnya menyedihkan, persetan dengan orang orang yang ikut menangis dan menatapnya sedih. Chanyeol hanya ingin pengampunan Baekhyun..

"Apa ini Daddy Jihyunnie?"

Chanyeol mendongak begitu suara menenangkan itu

Jihyun bahkan mewariskan mata bulatnya, juga senyumnya. Indah sekali,,

"Akhirnya deddy datang, Jihyunnie sudah sangat rindu." Jihyun memeluk Chanyeol seperti memeluk Baekhyun, merasakan sedikit kelegaan karna anaknya menerima dirinya.

Kelegaan itu terus terasa penuh saat Lengan lain memeluk pinggangnya.

Itu Beaekhyunnya .

"aku telah memasarkannya sejak lama, maka dari itu hiduplah bersamaku Chanyeol!."

Chanyeol tersenyum bahagia.

Jika kau merasa terus kesakitan saat begitu membencinya maka maafkanlah...

Dan kau akan segera lepas dari semua itu..

.

.

The End

.

Hello good people! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review ya ^^ Disamping menambah motivasi Author dalam menulis, event ini juga akan mengambil dua readers login sebagai pemenang Readers Tercyduk! Good luck!

.

This fanfic is belongs to the real author. Please give your best support to our writers who have work hard! Thankyou!