Disclaimer :

Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*

.

TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.

.

Warning :

OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!

.

Catatan :

.

Peringatan...!

Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung suku, ras, agama dan apapun, hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.

.

Enjoy for read

.

But

.

! Don't like Don't Read !

.

.

~ A DREAM ~

[ Chapter 47 ]

.

.

.

Sakura dimakamkan di sebelah makam Haruki, nama yang sama dengan marga yang berbeda, kali ini aku hanya bisa pasrah dengan marga yang di gunakan Sakura dan juga anakku, Inuzuka Sakura dan Inuzuka Sarada.

Maafkan atas pilihan takdirku yang tidak pernah ada akhirnya, aku sudah mencoba berbagai cara agar kau selamat, namun itu tak berefek, kau tetap pergi lebih dulu dan juga anak kita, dia pun lagi-lagi ikut bersamamu, hari ini akan ada dua orang yang merasa sangat-sangat kehilangan, selain aku, Kiba juga pun seperti orang yang kehilangan segalanya.

Aku tidak bisa berlama-lama di kota Konoha dan harus kembali ke Kota Oto, pekerjaanku sedang menunggu di sana.

"Padahal tak perlu kau antar segala." Ucapku pada Kiba.

"Diam, aku sedang mengusirmu." Ucapnya, masih saja tidak berubah.

"Jaga dirimu dan jika kau sudah bosan untuk hidup sendirian, carilah wanita lain yang kau cintai." Saranku.

"Tidak! Aku akan tetap dengan satu wanita dalam hidupku!" Tegasnya.

Konyol, aku harap kau menemukan wanita yang lain dan hiduplah lebih baik dari ini, hidupmu masih panjang dan juga belum berakhir. Berbalik, menatapnya sebelum pergi.

Deg.

Perasaan marah apa ini? Aku sempat melihat sebuah bayangan yang ingin membunuhku, tidak-tidak, itu hanya perasaanku saja.

"Cepatlah, pesawatmu akan segera berangkat."

"Hn."

.

.

.

.

[Kota Oto]

"Kau pulang lebih awal? Aku pikir kau akan menikmati waktu liburanmu di Konoha." Ucap dokter Orochimaru padaku.

Aku menempati kediaman Orochimaru, selain bisa belajar banyak darinya lagi, aku ingin bisa memecah bagaimana mengubah takdir Sakura, sampai di kehidupan ini pun tetap saja sama, dia akan pergi sangat cepat.

"Tidak ada yang bisa aku lakukan di sana. Aku hanya datang untuk berkabung." Ucapku.

"Siapa yang meninggal?"

"Sakura dan juga anaknya."

"Aku turut berduka dokter, itu sungguh hal yang tak terduga, seakan baru saja kemarin dia menjadi pasienku."

"Uhm, aku ingin membicarakan hal ini dengan dokter, entah kau akan percaya padaku atau tidak, aku sudah mulai putus atas untuk mengatasi masalah ini." Ucapku, aku benar-benar butuh seseorang yang akan bisa membantuku sekarang.

Ini semacam terapi bagiku, aku harus melakukannya kembali, aku sudah menceritakan segalanya pada dokter Orochimaru, tentang kisah aneh ini, kami sebagai seorang dokter akan sulit mencerna kasus ini sebagai hal yang logis, seperti kata dokter Orochimaru, aku harus berpikir dari sisi manapun, meskipun itu tidak masuk akal.

"Kau yakin kau sudah melakukan semua cara untuk membuat umurnya lebih lama?" Tanyanya.

"Beberapa kemungkinan sudah aku lakukan, tapi tetap saja itu tak berhasil, bahkan membiarkannya bahagia bersama orang lain pun, itu hanya sia-sia."

"Bagaimana jika kau mengubah sedikit apa yang dihipotesakan?"

"Maksud dokter?"

"Kau tahu dalam penelitian akan ada banyak objek dengan menggunakan berbagai metode untuk sebuah kemungkinan yang terjadi, jika semua hal yang sudah kau lakukan tak memiliki hasil positif, apa kau tidak merasa ada kekeliruan dalam penelitianmu?"

Kekeliruan, apa yang aku lewatkan dari semua ingatan di masa lalu? Aku tidak tahu apa pun lagi selain goa dan batu itu, atau apa aku harus pergi mendatangi tempat meninggalnya sang pangeran? Itu sudah berabad-abad lamanya, bagaimana bisa aku mudah menemukan tempat itu.

"Ini cukup menarik dokter, apa hanya syaratnya? Jaman kuno memang penuh dengan hal-hal mistis."

"Aku hanya mendengar suara-suara tentang syarat itu."

"Aku berpikiran lain dokter, syaratnya tak mungkin hanya itu. Kembali membuka catatanmu dan lihat apa yang seharusnya kau perhatikan."

Aku bingung untuk mencari tahu kebenaran lainnya, pemikiranku selama ini jika kami bertemu dan hidup bersama, Sakura akan cepat menemui ajalnya, tunggu, sebelumnya kami pernah tinggal cukup lama bersama, tapi itu tidak membuat Sakura lebih cepat meninggal, mungkin ada pemicu lainnya yang seharusnya membuat Sakura tidak bisa menghindari takdirnya.

"Bagaimana dokter?" Tanya dokter Orochimaru padaku.

"Aku mengerti, aku akan mencoba memikirkan kemungkinan lain yang akan terjadi." Ucapku.

.

.

.

.

Panjang umur Yang mulia!

Panjang umur Yang mulia!

Panjang umur Yang mulia!

Panjang umur Yang mulia!

Yang mulia telah kembali!

Yang mulia telah kembali!

Suara berisik itu cukup menggangguku, membuka mata dan ini semacam di dalam kereta jaman kuno yang di tarik dengan kuda, pintunya terbuka dan aku bisa melihat seorang pengawal kerajaan.

"Pangeran, akhirnya kau kembali." Dia adalah Yang mulia ibu ratu, wajah yang sangat mirip dengan ibuku, atau hanya di dalam lucid dream ini saja wajahnya mirip dengan ibuku, karena selama ini aku sudah tahu wajah asli pangeran kedua dari kerajaan Rouran.

Ternyata aku kembali pada lucid dream ini, ibu ratu terlihat sedih dan memakai kimono hitam, seluruh orang-orang yang ada di istana mengenakan pakaian yang sama, aku ingat sekarang, bergegas masuk ke dalam istana, ini adalah hari kematian sang permaisuri, tidak ada mayat dayang Rin, mungkin saja dia sudah di kuburkan lebih dulu dan ibu ratu menungguku kembali setelah mendapat pesan dari salah satu pengawal jika sang permaisuri di bunuh.

Menatap sekitar, aku harus memastikan apapun di dalam mimpi ini, aku harus mencari pemicu takdir Sakura yang tidak bisa berubah.

Setelah aku kembali, sang permaisuri akhirnya di makamkan, aku tidak bisa berperang jika belum menyelesaikan kasus ini, meskipun aku sudah tahu siapa dalangnya aku akan tetap mengulang apapun yang terjadi hari ini.

"Siapa pun yang berhasil menemukan pembunuh permaisuri dan dayangnya, aku akan memberikan hadiah emas dan jabatan yang tinggi!" Tegasku.

Di jaman ini, imbalan besar akan membuat siapa saja bekerja keras, aku sangat marah jika hal ini terjadi terus menerus.

Hal ini tidak perlu begitu lama aku menunggu.

Salah seorang mata-mataku yang berhasil menemukannya, dia bersama para pengawal lainnya menyeret putri Ino dan seseorang yang menyamar menjadi pengawal.

"Lapor Yang mulia, mereka adalah dalang dari pembunuh permaisuri."

"Bohong! Aku tidak membunuhnya!" Teriak putri Ino.

Aku akan menghukumnya, berapa kali pun, tapi bukan ini yang menjadi tujuanku, menatap ke arah seorang pria yang menjadi pengawal palsu, dia yang mengaku sebagai orang yang di perintahkan putri Ino untuk membakar gudang sebagai pengalihan para pengawal dan orang-orang di istana. Lalu, siapa yang membunuh? Sakura sempat menceritakannya padaku, seseorang yang memakai pakaian ninja, wajahnya tertutup dan dia yang melakukan pembunuhan itu, masih ada seorang lagi yang di pekerjaan putri Ino.

"Hukum penggal mereka!" Tegasku.

"Baik, Yang mulia."

"Dan satu lagi, sebelumnya, putri Ino, dimana ninja bayaran yang kau suruh itu?" Ucapku.

Tatapannya terlihat terkejut, dia tidak bisa menyembunyikan apapun sekarang.

"A-aku akan memberitahumu! Tapi lepaskan aku!" Ucapku.

Memberi perintah pada salah seorang kaki tanganku untuk melepaskan Ino dan memintanya menemukan ninja bayaran itu.

"Apa kau akan membebaskan dari hukuman pangeran?"

"Tergantung bagaimana kesaksianmu." Ucapku.

Aku menyerahkan segalanya pada putri Ino dan bersama kaki tanganku, mereka harus bisa menemukan ninja bayaran itu bagaimana pun caranya, dialah yang membunuh putri Sakura, meskipun seorang suruhan dari putri Ino.

.

.

.

.

Mereka berhasil menemukan ninja itu, Ino bekerja sama dengan para kaki tanganku untuk menjebaknya, kekuatannya cukup hebat dan lincah, wajar bagi seorang ninja bayaran, dia terlatih untuk membunuh orang, hari ini adalah hari hukuman untuk orang suruhan putri Ino tapi aku tidak akan berbelas kasih dan menarik kata-kataku.

"Hukum penggal semuanya!" Perintahku.

"Apa! Ka-kau sudah berjanji akan membebaskanku pangeran!" Protes putri Ino.

Aku tidak akan mengubah takdir apapun, meskipun lucid dream ini akan berulang kali aku melihatnya, tetap saja kau akan mendapat hukuman itu. Seluruh orang-orang mulai melihat apa yang terjadi halaman istana, hukuman mati untuk seorang putri dari kerajaan Yama.

"Pangeran ampunilah putri hamba, dia memang bodoh dan tidak tahu diri untuk melakukan hal keji ini, tapi apakah tidak ada keringanan untuknya?" Ucap pangeran Inoichi, dia datang bersama seluruh keluarganya untuk memohon ampun padaku.

"Aku akan membebaskan putrimu, dengan syarat, kembalikan permaisuriku, anaknya dan juga dayang Rin. Bagaimana?" Ucapku.

Mereka pun terdiam dan tidak berani menatapku, itu syarat yang mudah jika kalian bisa memenuhinya.

"Tidak bisa? Aku sudah yakin itu, jangan membuatku bertambah marah dan akan menambah hukuman lainnya." Ucapku.

Putri Ino mulai merontah dan berteriak memanggil kedua orang tuanya, aku tidak mungkin mengampuninya, setelah pengawal palsu itu di penggal, giliran putri Ino dan terakhir.

"Buka topengnya." Ucapku.

Aku ingin tahu siapa ninja bayaran ini, sebelumnya dia luput dari penglihatanku, seharusnya aku menghukumnya juga, seorang pengawal mulai membuka topengnya dan aku cukup hapal akan wajah itu, dia tidak menatapku, hanya menatap ke bawah dan menundukkan wajahnya, di wajahnya pun penuh bekas luka pukulan yang hanya meninggalkan lebam, dia hanya pesuruh dan aku tahu tidak selama ini dia ada berada di dekat kami.

"Tunggu." Ucapku.

Berjalan ke arahnya, para pengawal yang menahannya dan menariknya untuk berlutut di hadapanku, tatapan yang menandakan dia siap untuk apapun yang terjadi padanya, inilah sikap seorang ninja bayaran, mereka siap mati untuk sebuah tugas.

Kiba, ninja bayaran ini adalah Kiba, mungkin hanya pada lucid dreamku saja, aku bisa melihat wajah di kehidupannya yang sekarang, kenapa harus Kiba? Di kehidupan sekarang, dia sangat menyukai Sakura, bahkan rela bersaing denganku.

"Pernahkah kau berpikiran untuk tidak membunuh permaisuri?" Tanyaku padanya.

"Ini hanya tugas, tugas harus aku jalankan."

Kembali mengingat saat Kiba mengantarku di bandara, aku melihat sosok bayangan hitam dengan wujud seorang ninja di belakangnya, apa selama ini, sebuah kemungkinan yang terpikirkan olehku.

"Apa kau punya sebuah pesan terakhir sebelum hukumanmu?" Ucapku.

Kiba menundukkan wajahnya, dia tidak mengatakan apapun, berjalan pergi dan sebelum kepalanya di penggal, aku bisa mendengar sesuatu darinya.

"Maaf."

Sebuah kata di ucapkannya untukku atau untuk sang permaisuri?

Hukuman hari ini akhirnya berakhir dan aku akan menjalankan semua hal sesuai alur yang sudah terjadi sebelumnya, aku tidak akan mengubah apapun dari sini, karena semuanya akan kembali pada alur utama, aku harus mati di dalam goa itu dan kembali membuat takdir yang konyol untuk Sakura.

Sang permaisuri akan memiliki takdirnya sesuai apa yang terjadi padanya di kehidupan ini, dan sang malaikat mautnya akan terus berada di sekitarnya, jika kalian bertemu maka takdir sang permaisuri akan berjalan.

Ini adalah suara-suara yang terdengar oleh telingaku sebelum kesadaranku benar-benar hilang, aku sudah melakukan apapun dan semua sesuai alur lucid dream ini terjadi, hanya saja aku baru mengetahui jika Kiba adalah ninja bayaran itu.

Lagi-lagi ada yang aku lewatkan, apa itu? Aku ingin melihat semua lucid dream lain, aku pasti melewatkan sesuatu.

Hening.

Ruang gelap yang tanpa ada batasan, ini bukan lagi sebuah lucid dreamku, ada apa ini?

"Aku akan setia padamu tuan!"

Suara? Suara siapa itu?

"Apa yang sedang kau katakan? Dasar aneh, aku memang kakak yang peduli pada adiknya, makanya jika kau menyakiti adikku sedikit saja, aku akan memukulmu hingga wajahmu tidak di kenali para fansmu."

Lagi-lagi aku mendengar suara lainnya.

"Aku melihatnya bersama murid lain di dalam gudang, aku tidak mau kau membantunya, aku sudah katakan padamu jika dia gadis yang buruk."

Suara-suara itu, aku pernah mendengarnya.

"Tolong angkat aku menjadi muridmu."

"Apa kau yang membuat adikku seperti ini!"

"Dia hanya memanfaatkanmu."

Lagi-lagi suara-suara itu.

"Apa kau datang untuk mengolokku karena tak bisa menjaganya?"

Apa?

Tunggu.

Semua suara ini.

Seperti sebuah kenangan yang terpampang di depan mataku, semua ingat dari masa lampau, semua kehidupan yang seperti sebuah siaran tv yang akan ku tonton tanpa jedah, dan sesuatu membuatku tersadar.

"Dokter?"

Terbangun dan melihat dokter Orochimaru yang duduk di sebelahku, ternyata seperti ini, tanpa sadar dokter Orochimaru sedang melakukan terapi untukku.

"Rilekslah sejenak." Ucapnya.

"Aku mulai tahu apapun dokter." Ucapku.

"Wah, aku hanya membuatmu untuk melihat apa yang seharusnya kau lihat."

Sebuah kemungkinan yang selama ini tak akan pernah aku ketahui, seharusnya sejak awal aku tahu, tapi aku terus mengabaikanya, aku sampai melupakan syarat yang jelas terdengar itu.

'Sang malaikat maut'

Malaikat maut sang permaisuri, dia adalah ninja bayaran di jaman itu dan selama ini dia akan berada di sekitarku dan Sakura, sebenarnya bukan karena pertemuanku dan Sakura yang akan membuat takdirnya berjalan, tapi karena kami bertemu sang malaikat maut ini.

Sial!

Seharusnya aku tidak memberikan Sakura padanya!

Kenapa malah membuat nyawa Sakura terancam!

Takdir buruk Sakura ada pada Kiba!

"Sudah menemukan solusinya?" Tanya dokter Orochimaru padaku.

"Aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan, tapi jika di kehidupan berikutnya, mungkin kami akan bertemu kembali sang malaikat maut permaisuri."

"Jadi sebuah kemungkinan terbaru adalah 'sang malaikat maut'?"

"Aku berpikir jika kami bertemu, Sakura akan kembali menjalankan takdirnya, aku sudah salah membiarkan Sakura bersama Kiba."

"Uhm...ini jadi terdengar bukan seperti sebuah takdir dokter, tapi sebuah kutukan, jika itu adalah kutukan, seharusnya ada acara untuk mematahkannya."

Kutukan?

Apa membuat perjanjian di dalam goa itu dan malah mendapat kutukan? Takdir dan kutukan, semuanya tetap saja hal yang tidak masuk akal.

"Kau harus mencari tempat pertama itu." Ucap dokter Orochimaru.

Kerajaan Rouran sudah runtuh berabad-abad, dan lagi tempat itu bukan di area kerajaan Rouran, melainkan di area tempat musuh kerajaan Rouran.

"Mungkin semuanya sudah rata dengan tanah atau sudah menjadi kota besar dan goa itu mungkin sudah di hancur." Ucapku.

"Tidak ada salahnya mencari."

Menatap dokter Orochimaru, dia membuatku ingin mencari goa itu dan mencoba mengubah takdir Sakura di kehidupan ini, aku sedikit kurang percaya jika bisa kembali menemukan goa dan batu itu.

.

.

TBC

.

.


halo...*

uhuk" hampir mau umumkan HIATUS hingga waktu tak di tentukan, beberapa hari yang lalu laptop author bermasalah, tak mau nyala,*panik-panik-panik* kata teman mungkin koslet or sesuatu di dalam yang bikin dia ndak mau menyala, terus di saranin amankan dulu apapun di dalam, dari semua data penting author hanya mikir semua data fic, data lain udah berada di ikhlasin aja, author tipe lupa, sekali ketik tak akan ingat lagi dan tak akan bisa mengetik ulang alur apapun lagi, tapi pagi tadi, sepertinya masih mendapat sebuah keberuntungan, laptop author udah nyala kembali, ini mungkin sedikit kode agar author men-servis-nya, emang nggak pernah servis dan barus kena kasus seperti ini, hikss..~ malah satu-satunya laptop lagi, tak punya yang lain lagi, karena tadi pagi cuma ngecek, dan baru malam ini nge-coba lagi dan nyala, ini masih nunggu sampai kapan dia tetap nyala dan nggak mati tiba-tiba. hiikss. mau nangis rasanya mikir data yang akan hilang bila tak di simpan dan akan di instal ulang

maaf jika tak berkabar dan updatenya tertunda, author tak ngetik apapun dari saat laptop mulai tak nyala dan saat ini baru menyelesaikan chapter ini. :(

di chapter ini, identitas Kiba akhirnya terlihat, dia sebenarnya orang yang juga termasuk dalam kisah masa lalu sasu-saku, so dia akan muncul dan selama ini dia selalu berada di dekat Sakura dan sasuke dan kehidupan yang sama, jadi ini adalah teori kemungkinan terbaru Sasuke, dia menyimpulkan segalanya selama mendengar semua masa lalunya. masih ada sih kebenaran lain tentang Kiba, akan di hadirkan juga, tapi belum. ini kok tambah panjang yaa =_=" padahal udah mikir 50 chapter, hadeeehh...~

hari ini balas review yaa.

Lacus Clyne 123 : terima kasih sudah mengkhawatirkan author *terharu* sudah author jelaskan di atas kenapa tak nongol dalam beberapa hari ini.

mrsyounya27 : ini why karena alur kan? Author harus membuat Sakura mati, agar menyalahkan teori Sasuke, selama ini dia terus membuat kemungkinan yng membuat sang permaisuri bertahan lama dalam hal umur, tapi tak satu pun yang cocok, nah inilah hal yang akan di hadapi sasuke sekarang, next akan terjawab.

sina : nah, author masih memikirkannya, meskipun udah ngomong mau tamatin 50chapter ini, sepertinya akan meleset, haa..~~.

CEKBIOAURORAN : jangan sedih, semua akan indah pada(hal-bohong) waktunya.

sitilafifah989 : yup, makanya author udah jelaskan sebelumnya kalau kasus Sakura-ino dah kelar dan sekarang kasus sasu-saku, ini sebenarnya adalah inti dari kisah ini, makanya ada lucid dream, itu agar semua masalah lalu mereka terlihat dalam bentuk mimpi, padahal dalam kenyataan kisaha itu ada, namun dalam jangka waktu dan kehidupan yang berbeda, sekrang masalah akan berpusat pada sasuke, heheh., akhirnya kisah ini sudah sangat di pahami yaa dan tidak membuat bingung.

SSS fans : baiklah, author akan bikin sad ending, *ketawa jahat* HAHAHAHAHAHAHAH

.

sudah, semoga kedepannya laptop author tetap sehat, author sih sangat sehat, laptopnya aja yang butuh istirahat mungkin XD.

.

See you next chapt!