Eksperimen Penjara Stanford, Bg. 2

Catatan Penerjemah: Untuk menjawab mereka yang penasaran—kalau memang ada yang penasaran—kenapa aku repot-repot menerjemahkan fanfic ini, semua karena arc Eksperimen Penjara Stanford ini.


Adrenalin sudah mengalir di pembuluh darah Harry, jantungnya sudah menggedor di dadanya, di sana di toko yang digelapkan dan bangkrut. Profesor Quirrell sudah selesai menjelaskan, dan di satu tangan, Harry menggenggam satu ranting kayu yang akan jadi kuncinya. Inilah, inilah harinya dan saatnya ketika Harry mulai memainkan perannya. Petualangan sejati pertamanya, suatu dungeon untuk ditembus, suatu pemerintahan jahat untuk ditentang, seorang gadis dalam marabahaya untuk diselamatkan. Harry harusnya merasa lebih ketakutan, lebih enggan, tapi malahan dia merasa hanya bahwa itu adalah waktu dan lewat waktu untuk mulai menjadi orang yang dulu dia baca di buku-buku; untuk memulai perjalanannya menuju apa yang dia selalu tahu adalah hal yang adalah diri masa depannya, seorang pahlawan. Untuk mengambil langkah pertama pada jalan yang menuju kepada Kimball Kinnison dan Kapten Picard dan Liono of Thundera dan jelas bukan Raistlin Majere. Sejauh yang otak Harry ketahui dari melihat film kartun pagi awal, ketika kamu tumbuh besar kamu harusnya memperoleh kekuatan luar biasa dan menyelamatkan alam semesta, itulah apa yang otak Harry selalu lihat para dewasa lakukan dan mengambilnya sebagai model panutan untuk proses pendewasaan, dan Harry amat sangat ingin mulai tumbuh besar.

Dan jika pola dari ceritanya meminta pahlawannya untuk kehilangan beberapa bagian dari kepolosannya, sebagai hasil dari petualangan pertamanya; maka untuk saat ini, paling tidak, dalam momen masih-polos ini, terasa sebagai waktu dan lewat waktu untuknya mengalami sakit itu. Seperti melepaskan pakaian yang terlalu kecil untuknya; atau seperti akhirnya maju ke tingkat selanjutnya dari permainan, setelah terjebak selama sebelas tahun pada dunia 3, level 2 dari Super Mario Brothers.

Harry sudah cukup banyak membaca novel-novel untuk mencurigai kalau dia tak akan merasa seentusias ini setelahnya, jadi dia harus menikmati hal ini selagi ini terasa.

Ada suatu suara meletup saat sesuatu di dekat Harry menghilang, dan kemudian tidak ada waktu lagi untuk perenungan heroik.

Tangan Harry mematahkan ranting kayu kecil itu.

Suatu kait menyentak tanpa gerak pada perut Harry saat portkey diaktifkan, merasakan suatu tarikan yang jauh lebih keras kali ini daripada pemindahan lebih kecil antara tanah Hogwarts dan Diagon Alley—

—dan menjatuhkannya tepat ke tengah suatu gulungan guntur besar yang memudar, dan suatu cambukan hujan dingin menghantamnya di sepanjang wajah, air melapisi kacamata Harry dan membutakannya seketika, merubah dunianya menjadi suatu keburaman bahkan saat dia mulai terjatuh menuju ke gelombang laut yang mengamuk jauh di bawah.

Dia tiba tinggi, tinggi, tinggi di atas Laut Utara yang kosong.

Keterkejutan dari ledakan badai nyaris membuat Harry melepaskan sapu yang Profesor Quirrell sudah berikan padanya, yang tidak akan menjadi suatu ide yang bagus. Memerlukan tepat satu detik penuh untuk Harry menenangkan dirinya dan membawa sapu terbangnya kembali naik dalam satu sapuan mudah.

"Aku di sini," kata suatu suara tak dikenal dari satu tambalan udara kosong di atasnya; rendah dan serius, suara dari pria pucat jangkung berjenggot yang Profesor Quirrell ambil bentuk Polyjuicenya sebelum melakukan Disillusionment atas dirinya dan sapu terbangnya.

"Aku di sini," kata Harry dari bawah Jubah Gaibnya. Dia tidak memakai Polyjuice pada dirinya sendiri. Memakai suatu tubuh yang berbeda akan menghambat sihirmu, dan Harry mungkin akan memerlukan seluruh sihir kecilnya; dengan demikian rencananya memerlukan Harry untuk tetap tak terlihat nyaris setiap waktu, bukannya memakai Polyjuice.

(Tak satu pun dari mereka saling mengucapkan nama yang lain. Kamu benar tak boleh memakai namamu pada titik apa pun selama misi ilegal, bahkan melayang tak terlihat di atas suatu bagian air tak bernama di Laut Utara. Kamu benar tidak boleh. Itu adalah sesuatu yang bodoh.)

Dengan hati-hati menjaga genggaman sapunya dengan satu tangan, selagi hujan dan angin meraung di sekitarnya, Harry mengangkat tongkat sihirnya dalam genggaman yang sama hati-hatinya dan melakukan Impervius atas kacamatanya.

Lalu, dengan lensanya jelas, Harry melihat ke sekeliling.

Dia dikelilingi dengan angin dan hujan, itu mungkin lima derajat Celsius jika dia beruntung; dia sudah memperoleh Mantra Penghangat dilemparkan atas dirinya hanya untuk berada di luar di Februari, tapi itu tak bertahan melawan dorongan tetesan dingin. Lebih buruk daripada salju, hujan membasahi tiap permukaan yang terbuka. Jubah Gaib membuat seluruh tubuhmu tidak terlihat, tapi dia tidak menyelubungi seluruh tubuhmu, dan itu artinya itu tidak melindungi seluruh tubuhmu dari hujan. Wajah Harry terpapar pada kekuatan penuh dari laju air itu, dan itu melaju tepat ke lehernya dan membasahi sampai bajunya, juga lengan jubahnya dan ujung celananya dan sepatunya, air itu mengambil tiap bagian pakaian sebagai suatu jalan untuk menyusup.

"Lewat sini," kata suara Polyjuice itu, dan suatu percikan cahaya hijau menyala di depan sapu Harry, dan kemudian tersentak pergi ke suatu arah yang terlihat bagi Harry seperti arah lain mana pun.

Melewati hujan yang membutakan, Harry mengikuti. Dia sesekali kehilangan pandangan atasnya, dan tiap kali dia kehilangan, Harry memanggil, dan percikan itu akan muncul kembali di depannya beberapa detik kemudian.

Ketika Harry sudah menangkap trik untuk mengikuti percikan itu, gerakan percikan itu semakin bertambah cepat, dan Harry meningkatkan kecepatan sapunya dan mengikuti. Hujan mencambuknya lebih keras, merasa bagai yang Harry bayangkan adalah rasanya menerima semburan shotgun sepenuhnya di wajah, tapi kacamatanya tetap bersih dan melindungi matanya.

Hanyalah beberapa menit kemudian, pada kecepatan penuh sapu terbang, baru Harry melihat menembus hujan sekelebat bayangan besar, menjulang jauh melewati air.

Dan merasakan suatu gema kekosongan jauh, hampa memancar dari tempat Kematian menunggu, menghempas pikiran Harry dan membuyar ke sekelilingnya, bagai sebuah ombak menghantam batu. Harry mengenali musuhnya kali ini, dan keyakinannya besi dan seluruh cahayanya.

"Aku sudah bisa merasakan Dementornya," kata suara yang serius dari Quirrell dengan Polyjuice. "Aku tidak mengharapkan ini, tidak secepat ini."

"Pikirkan bintang-bintang," kata Harry, di atas gemuruh guntur jauh. "Jangan biarkan kemarahan apa pun di dalammu, tak satu pun negatif, pikirkan saja bintang-bintang, apa rasanya melupakan dirimu sendiri dan terjatuh tanpa tubuh melewati angkasa. Pegang pikiran itu seperti sebuah penghalang Occlumency di sepanjang pikiranmu sepenuhnya. Para Dementor akan mengalami beberapa kesulitan menjangkau melewati itu."

Ada diam untuk sesaat, kemudian, "Menarik."

Percikan hijau mengangkat, dan Harry memiringkan sapunya sedikit ke atas untuk mengikuti, bahkan saat itu mengantarkan mereka menuju kumpulan kabut, suatu awan yang melayang rendah di air.

Dengan cepat mereka melayang di atas dan sedikit miring dari bangunan metal tiga sisi besar, saat itu menjulang jauh di bawah. Segitiga besi itu kosong, bukan solid, itu adalah suatu bangunan dari tiga dinding tebal solid dan tak memiliki tengah. Para Auror yang berjaga berkeliling pada tingkat atas dan ssi selatan dari bangunan itu, Profesor Quirrell sudah mengatakan, dilindungi oleh Mantra Patronus mereka. Pintu masuk legal ke dalam Azkaban adalah di atap sudut barat daya bangunan itu. Yang tidak akan mereka berdua gunakan, tentu saja. Malahan mereka akan menggunakan suatu koridor yang berjalan tepat di bawah sudut utara bangunan. Profesor Quirrell akan pergi ke bawah lebih dulu, dan menusuk suatu lubang di atap dan penghalangnya tepat di ujung utara, meninggalkan di belakangnya suatu ilusi untuk menutupi celahnya.

Tahanannya dijaga di sisi bangunan, di tingkat yang berhubungan dengan kejahatan mereka. Dan di dasar, di dalam bagian paling tengah dan paling dalam dari Azkaban, terbaring suatu sarang atas lebih dari seratus Dementor. Banyak tanah sesekali dijatuhkan ke sana untuk menjaga tingkatnya, saat materi terpapar pada Dementor akan terurai menjadi lumpur dan ketiadaan … .

"Tunggu satu menit," kata suara kasar itu, "ikuti aku dengan cepat, dan lewati dengan hati-hati."

"Mengerti," kata Harry dengan rendah.

Percikannya berkedip menghilang, dan Harry mulai menghitung, satu detik, dua detik, tiga detik …

enam puluh detik, dan Harry terjun, angin menjerit di sekitarnya saat dia terjatuh, turun menuju struktur metal luas itu, turun menuju ke tempat dia bisa merasakan bayangan-bayangan Kematian menunggunya, menguras cahaya dan memancarkan kekosongan, saat struktur metal itu bertambah besar dan semakin besar. Polos dan tanpa tambahan apa pun menjulang si bentuk kelabu luas itu, kecuali untuk satu struktur seperti kubus yang lebih tinggi di sudut barat daya. Sudut utara hanya kosong, lubang Profesor Quirrell tak terdeteksi.

Harry menarik sapunya dengan tajam saat dia mendekati sudut utara, memberi dirinya batas keamanan lebih banyak daripada yang dia repot-repot ambil di kelas terbang, tapi tidak terlalu banyak. Begitu dia berhenti, dia mulai dengan perlahan menurunkan sapunya lagi, menuju pada apa yang terlihat seperti atap solid dari ujung sudut utara.

Turun melewati atap ilusi selagi tak terlihat adalah suatu pengalaman aneh, dan ketika Harry menemukan dirinya dalam suatu koridor metal disinari dengan suatu cahaya oranye redup—yang, Harry sadari setelah suatu pandangan terkejut, datang dari suatu lampu minyak tua …

… karena sihir akan gagal, dikuras habis seiring waktu, dalam kehadiran Dementor.

Harry turun dari sapunya.

Tarikan dari kekosongan lebih kuat sekarang, saat itu terpisah dan mengalir di sekeliling Harry tanpa menyentuhnya. Mereka jauh tapi mereka banyak, luka-luka di dalam dunia; Harry bisa menunjuk pada mereka dengan mata tertutup.

"Lemparkan Patronussmu," desis seekor ular dari lantai, terlihat lebih berubah warna daripada hijau di dalam sinar oranye redup.

Nada tertekan tersampaikan bahkan dalam Parseltongue. Harry terkejut; Profesor Quirrell sudah berkata bahwa Animagus dalam bentuk Animagus mereka itu jauh kurang rentan pada Dementor. (Untuk alasan yang sama Patronus itu binatang, Harry asumsikan.) Jika Profesor Quirrell dalam masalah sebanyak ini di bentuk ularnya, apa yang akan terjadi padanya selagi dia dalam bentuk manusia yang membiarkannya menggunakan sihirnya … ?

Tongkat sihir Harry sudah naik di tangannya.

Ini akan jadi awalnya.

Bahkan biarpun itu hanya satu orang, hanya satu orang yang bisa dia selamatkan dari kegelapan, bahkan jika dia masih belum cukup kuat untuk melakukan teleportasi atas seluruh tahanan Azkaban menuju keamanan dan membakar neraka segitiga ini sampai dasarnya … .

Meski demikian ini adalah awalnya, ini adalah suatu permulaan, ini adalah uang muka atas semua yang Harry akan capai dengan kehidupannya. Tak ada lagi menunggu, tak ada lagi mengharap, tak ada lagi sekadar berjanji, itu semua akan dimulai di sini. Di sini dan saat ini.

Tongkat sihir Harry menebas untuk menunjuk ke arah di mana para Dementor menunggu jauh di bawah.

"Expecto Patronum!"

Sosok humanoid berpendar membara dalam kemunculannya. Itu bukanlah benda seterang matahari yang seperti yang dulu … mungkin karena Harry tidak benar-benar mampu menghentikan dirinya sendiri dari memikirkan tentang semua tahanan lain di sell mereka, mereka yang dia tidak di sini untuk selamatkan.

Itu mungkin untuk yang terbaik, meski begitu. Harry akan perlu untuk menjaga Patronusnya tetap berjalan, dan mungkin akan lebih baik jika itu tidak sebegitu terang.

Patronusnya meredup lebih jauh, pada pikiran itu; dan kemudian lebih jauh lagi, saat Harry mencoba untuk menempatkan lebih sedikit dari kekuatannya pada Patronusnya, sampai akhirnya sosok humanoid berkilau itu berpendar hanya sedikit lebih terang daripada Patronus binatang paling terang, dan Harry merasa bahwa dia tak bisa meredupkannya lebih jauh tanpa membahayakan kehilangan sepenuhnya.

Dan kemudian, "Ssudah sstabil," desis Harry, dan mulai memasukkan sapu terbangnya ke dalam kantongnya. Tongkat sihir tetap di tangannya, dan sedikit arus, yang bisa dipertahankan darinya menggantikan sedikit kehilangan dari Patronusnya.

Si ular memburam ke dalam bentuk seorang pria jangkung, pucat, yang memegang tongkat sihir Profesor Quirrell di satu tangan dan satu sapu terbang di tangan yang lain. Si pria jangkung itu tertegun saat dia kembali muncul, dan lalu bersandar pada dinding untuk sesaat.

"Bagus, meski mungkin sedikit lambat," gumam si suara suram. Kekeringan Profesor Quirrell ada di dalamnya, biarpun itu tidak sesuai dengan suaranya, tidak juga pandangan serius itu pada wajah yang berjenggot tebal. "Aku tak bisa merasakan mereka sama sekali, sekarang."

Sesaat kemudian, sapu terbang itu masuk ke dalam jubah si pria dan menghilang. Kemudian tongkat si pria naik dan mengetuk kepalanya dan dengan satu suara seperti gemeretak kulit telur dia menghilang sekali lagi.

Di tengah udara berpijar suatu percikan hijau samar, dan Harry, masih terselubung dalam Jubah Gaib, mengikuti.

Jika kamu mengawasi dari luar, kamu tak akan melihat apa pun kecuali suatu percikan hijau kecil melayang melewati udara, dan suatu humanoid perak berkilau berjalan mengikutinya.


Mereka bergerak turun, dan turun, dan turun, melewati lampu minyak demi lampu minyak, dan sesekali pintu metal besar, berjalan turun ke dalam Azkaban di dalam sesuatu yang sepertinya adalah kesunyian mendalam. Profesor Quirrell sudah menyiapkan suatu jenis penghalang yang mana dia bisa mendengar apa yang terjadi di sekitar, tapi tak ada suara yang bisa menembus keluar, dan tak ada suara yang bisa menjangkau Harry.

Harry tidak cukup mampu untuk menghentikan pikirannya dari bertanya-tanya kenapa ada kesunyian ini, atau menghentikan pikirannya dari memberikan jawabannya. Jawaban yang dia sudah ketahui pada suatu tingkat antisipasi tanpa kata yang sudah mendorongnya untuk dengan sia-sia berhenti mencoba memikirkannya.

Di suatu tempat di belakang pintu-pintu metal besar itu, mereka sedang menjerit.

Si sosok humanoid itu goyah, makin terang dan makin redup, tiap kali Harry memikirkan tentangnya.

Harry sudah disuruh untuk melemparkan Mantra Penggelembung-Kepala pada dirinya sendiri. Untuk mencegahnya dari mencium bau apa pun.

Seluruh entusiasme dan heroisme itu sudah memudar, seperti yang sudah Harry ketahui akan terjadi, itu tidak perlu waktu lama bahkan menurut standarnya, proses itu sudah selesai dengan sendirinya pada kali pertama mereka melewati pintu-pintu metal itu. Tiap pintu metal dikunci dengan sebuah kunci besar, suatu kunci dari metal bukan magis sederhana yang tak akan menghentikan murid tahun pertama Hogwarts—jika kamu masih memiliki tongkat sihir, jika kamu masih memiliki sihirmu, yang para tahanan itu tidak. Pintu-pintu metal itu bukanlah pintu sel individual, Profesor Quirrell sudah katakan, masing-masing membuka ke dalam suatu koridor yang mana akan ada suatu kelompok sel. Entah bagaimana itu membantu sedikit, tidak memikirkan kalau tiap pintu berhubungan langsung dengan seorang tahanan yang sedang menunggu tepat di belakangnya. Malahan mungkin ada lebih dari satu tahanan, yang mengurangi pengaruh emosionalnya; sama seperti studi yang menunjukkan kalau orang-orang berkontribusi lebih ketika mereka diberi tahu bahwa suatu jumlah uang diperlukan untuk menyelamatkan satu nyawa seorang anak, daripada ketika diberi tahu jumlah total yang sama diperlukan untuk menyelamatkan delapan anak … .

Harry mendapatinya makin bertambah sukar untuk tak memikirkannya, dan tiap kali dia memikirkan tentangnya, cahaya Patronusnya berfluktuasi.

Mereka sampai ke suatu tempat di mana lorongnya berbelok ke kiri, di sudut bangunan triangular itu. Sekali lagi ada tangga metal menuju ke bawah, turunan lain lagi; sekali lagi mereka berjalan makin dalam.

Pembunuh biasa tidak ditempatkan di sel-sel terbawah. Akan selalu ada tempat lebih dalam yang kamu bisa jatuh, suatu hukuman yang lebih buruk untuk ditakuti. Tak peduli seberapa jauh kamu tenggelam, pemerintah Inggris sihir masih memiliki beberapa ancaman melawanmu jika kamu melakukan sesuatu yang lebih buruk.

Tapi Bellatrix Black selalu menjadi si Pelahap Maut yang menimbulkan lebih banyak ketakutan dibandingkan siapapun kecuali Lord Voldemort sendiri, seorang penyihir yang cantik dan mematikan yang benar-benar setia pada masternya; dia selalu, jika hal semacam itu memang mungkin, lebih sadis dan jahat bahkan dibandingkan Kau-Tahu-Siapa, seolah dia mencoba untuk melampaui masternya ...

… itu adalah apa yang dunia ketahui atasnya, apa yang dunia percayai atas dia.

Tapi sebelum itu, Profesor Quirrell sudah memberi tahu Harry, sebelum debut dari pelayan Pangeran Kegelapan yang paling mengerikan, ada seorang gadis di Slytherin yang pendiam, menjaga semua di dalam batin, tak menyakiti seorang pun. Setelahnya ada cerita-cerita karangan tentang dia, ingatan-ingatan berubah ketika dikenang kembali (Harry tahu benar tentang penelitian atas itu). Tapi di waktu itu, ketika dia masih menghadiri sekolah, penyihir wanita yang paling berbakat itu dikenal sebagai seorang gadis lembut (Profesor Quirrell mengatakan). Temannya yang sedikit terkejut ketika dia bergabung dengan para Pelahap Maut, dan lebih terkejut lagi bahwa dia menyembunyikan sebegitu banyak kegelapan di balik senyum sedih, sayu itu.

Itu adalah siapa Bellatrix di masa lampau, penyihir wanita yang paling menjanjikan di generasinya sendiri, sebelum sang Pangeran Kegelapan mencuri dia dan merusak dia, menghancurkan dia dan membentuk ulang dia, mengikat dia pada Pangeran Kegelapan dalam suatu tingkat yang lebih dalam dan dengan ilmu yang lebih gelap daripada Imperius mana pun.

Sepuluh tahun Bellatrix melayani sang Pangeran Kegelapan, membunuh siapapun yang Pangeran Kegelapan suruh untuk dia bunuh, menyiksa siapapun yang Pangeran Kegelapan suruh untuk dia siksa.

Dan kemudian sang Pangeran Kegelapan akhirnya kalah.

Dan mimpi buruk Bellatrix terus berlanjut.

Di suatu tempat di dalam Bellatrix mungkin ada sesuatu yang masih menjerit, yang terus menjerit dari dulu, sesuatu yang seorang Penyembuh psikiater bisa bawa kembali; atau mungkin tidak ada, Profesor Quirrell tak memiliki cara untuk mengetahui. Tapi bagaimanapun juga, mereka bisa ...

… mereka bisa paling tidak membawanya keluar dari Azkaban … .

Bellatrix Black ditempatkan di tingkat terbawah Azkaban.

Harry memiliki masalah untuk tak membayangkan apa yang dia akan lihat ketika mereka sampai ke selnya. Bellatrix pasti nyaris tak memiliki ketakutan pada kematian, pada awalnya, jika dia bahkan masih hidup.

Mereka menuruni tangga lain, datang sedekat itu kepada Kematian dan Bellatrix, derap sepatu tak terlihat mereka adalah satu-satunya suara yang Harry bisa dengar. Cahaya oranye redup yang datang dari lampu-lampu minyak, percikan hijau samar melayang melewati udara, sosok bersinar mengikuti dengan cahaya peraknya naik turun sesekali.


Setelah turun berkali-kali, mereka pada waktunya tiba pada suatu koridor yang tidak berakhir di suatu tangga, dan satu pintu metal terakhir, dan percikan hijau berhenti di hadapannya.

Jantung Harry sudah bertambah tenang sedikit, saat mereka turun jauh masuk ke kedalaman Azkaban tanpa apa pun terjadi. Tapi sekarang itu menghantam dadanya sekali lagi. Mereka ada di dasar, dan bayangan Kematian sangat dekat di genggaman.

Suatu klik metal lembut datang dari kuncinya, saat Profesor Quirrell membuka jalan.

Harry mengambil satu napas dalam dan mengingat semua yang Profesor Quirrell sudah katakan padanya. Bagian sulit bukanlah sekadar membuat kepribadian pura-puranya cukup tepat untuk membodohi Bellatrix Black sendiri, bagian sulitnya adalah untuk menjaga Patronusnya tetap ada di saat yang sama … .

Percikan hijau itu berkedip menghilang, dan sesaat kemudian seekor ular dengan tinggi semeter berkilau muncul, tak lagi tak terlihat.

Pintu metal itu bergerak dengan suatu suara gemeretak lambat saat Harry mendorongnya dengan tangan tak terlihatnya, membukanya hanya sedikit, dan mengintip.

Dia melihat suatu koridor lurus yang berakhir dalam batu solid. Tak ada cahaya kecuali yang menyusup masuk dari Patronus Harry. Itu cukup terang untuknya melihat jeruji terluar dari kedelapan kelompok sel di dalam koridor itu, tapi dia tak bisa melihat bagian dalamnya; lebih penting lagi, meski begitu, dia tidak melihat siapapun di koridor itu sendiri.

"Aku tak melihat apa pun," desis Harry.

Si ular meluncur maju, dengan cepat berputar di sepanjang lantai.

Sesaat kemudian—

"Dia ssendirian," desis si ular.

Diam, pikir Harry pada Patronusnya, yang mengambil suatu posisi di samping satu sisi pintu, seolah menjaganya; dan kemudian Harry mendorong pintunya terbuka lebih jauh, dan mengikuti ke dalam.

Sel pertama yang Harry lihat berisi suatu mayat yang membusuk, kulit berubah kelabu dan berbercak, daging terbuka di beberapa tempat memperlihatkan tulang di bawahnya, tak ada mata—

Harry menutup matanya. Dia masih bisa melakukan itu, dia masih tak terlihat, dia tidak mengkhianati apa pun dengan menutup matanya.

Dia sudah mengetahuinya, dia membacanya di halaman enam buku Transfigurasinya, bahwa kamu tetap tinggal di Azkaban sampai masa tahananmu selesai. Jika kamu mati sebelum itu selesai mereka menjagamu di sana sampai mereka melepaskan mayatmu. Jika masamu adalah seumur hidup, mereka hanya meninggalkan tubuhnya di dalam sel sampai selnya diperlukan, yang di titik mana mereka membuang tubuhmu ke dalam lubang Dementor. Tapi itu masih suatu kejutan untuk dilihat, bahwa mayat itu adalah seorang pribadi yang begitu saja ditinggalkan di sana—

Cahaya di ruang itu bergetar.

Tenang, pikir Harry di dalam intinya. Akan tak baik untuk Profesor Quirrell jika Patronus itu padam dari dia memikirkan pikiran-pikiran sedih. Sedekat ini pada para Dementor sang Profesor Pertahanan bisa jadi langsung meninggal di tempatnya berdiri. Tenang, Harry James Potter-Evans-Verres, tenang!

Dengan pikaran itu, Harry membuka matanya lagi, tak ada waktu untuk dibuang.

Sel kedua yang dia lihat berisi hanya tulang.

Dan di belakang jeruji sel ketiga di melihat Bellatrix Black.

Sesuatu yang berharga dan tak tergantikan di dalam Harry memudar seperti rumput kering.

Kamu bisa mengetahui wanita itu bukanlah tulang belulang, bahwa kepalanya bukan sebuah tengkorak, karena tekstur kulit masih berbeda dari tekstur tulang, tak peduli seberapa putih dan pucat dia berubah, menunggu di kegelapan sendirian. Entah mereka tidak cukup memberinya makan, atau apa yang dia makan, bayangan-bayangan Kematian dikuras darinya; karena matanya seolah mengecil di bawah kelopaknya, bibirnya terlihat terlalu mengerut untuk menutupi giginya. Warna seolah tercuci dari pakaian hitam yang dia kenakan memasuki penjara, seolah para Dementor menyedot itu juga. Mereka dimaksudkan untuk terlihat berani, pakaian-pakaian itu, dan sekarang mereka terbaring longgar di atas tulang, menunjukkan kulit yang layu.

Aku di sini untuk menyelamatkannya, aku di sini untuk menyelamatkannya, aku di sini untuk menyelamatkannya, pikir Harry pada dirinya sendiri, sungguh-sungguh, berulang-ulang kali dangan suatu usaha bagai Occlumency, berusaha agar Patronusnya tak padam, untuk tetap tinggal dan melindungi Bellatrix dari para Dementor

Di dalam jantungnya, di dalam intinya, Harry menggenggam seluruh iba dan belas kasihnya, dorongan hati Harry untuk menyelamatkannya dari kegelapan; pancaran perak yang masuk melalui pintu bertambah terang, bahkan saat dia memikirkannya.

Dan dalam bagian lain dirinya, seolah dia sekadar membiarkan bagian lain dari pikirannya melakukan suatu kebiasaan tanpa terlalu memperhatikan hal itu … .

Suatu ekspresi dingin datang ke wajah Harry, tak terlihat di bawah kerudung.

"Halo, Bella sayangku," kata suatu bisikan dingin. "Apa kau merindukanku?"