Balas Review! :D
ini rivaifuruya: Jangan ditanya, itu berita lama! :V / *ditembak Emil.* Yah, terima kasih Review-nya! :D
Honey Sho: Ahaha, baiklah... ^^' Well, Thanks for Review! :D
Happy Reading! :D
Chapter 46: Third Dodge Frisbee Tournament Part 1 (Surat Undangan dan Tamu Spesial)
Di rumah Nordic pada jam dua malam, terlihat dua orang pemuda di sana. Yang satu berambut pirang dengan pakaian ala koboi dan yang satunya lagi berambut biru dengan baju ala penyihir.
Sekarang ini mereka sedang melihat sebuah pemandangan absurd berupa Nordic Five yang tertidur di lantai ruang tengah rumah itu karena banyaknya tugas negara yang mereka kerjakan.
"Lex, lu serius mau bangunin mereka jam segini?" tanya si rambut biru agak skeptis.
"Ya iya lah, masa ya iya dong? Tokugawa aja Ie-YASU, bukan Ie-YADONG!" balas si rambut pirang.
Ieyasu yang lagi tidur pun langsung bersin.
"Oke, oke..." Si rambut biru pun langsung sweatdrop mendengar perkataan temannya barusan. "Terserah kau saja, Mein Freund..."
"Ehehe..." Si rambut pirang yang cengengesan mengeluarkan sebuah toa, kemudian...
"WOY, BANGUN LU SEMUA ATAU GUE BAKAR NIH RUMAH!"
Si rambut biru pun tambah sweatdrop melihatnya, sementara kelima orang yang diteriaki langsung bangun dengan tampang panik plus kelabakan.
Oh iya, apa teriakannya tadi nggak bangunin penghuni lain selain mereka?
Sayangnya tidak! Karena Luthias nginep di rumah Idham, Fiorel nginep di rumah Rydina, sementara Peter nginep di Latvia sama Raivis.
Setelah beberapa menit, wajah panik mereka pun berubah menjadi kesal begitu melihat kedua 'penyusup' barusan.
"Ya elah, kirain penagih hutang, eh tak taunya malah si Sherif Gadungan sama temennya!" gerutu Mathias sebal.
"Sorry bin mori, Kambing!" balas si pirang yang langsung nyengir.
"Lagian ngapain juga pake bangunin orang jam segini?!" tanya Emil ikutan sebal.
"Ada permintaan dari seseorang, katanya NNG harus ngadain DFT lagi!" jelas si rambut biru to the point.
"Kau serius, Thundy?" tanya Lukas memastikan dan si rambut biru bernama Thundy itu hanya mengangguk.
"Ja, bahkan dia nitip surat ke kami!" Thundy mengeluarkan sebuah amplop dan menaruhnya di atas meja. "Harap kalian baca ini dan oh iya, Alexia, katanya para Daimyo juga harus ikut berpartisipasi kan?"
Si pirang yang dipanggil Alexia itu hanya mengangguk. "Itu benar!"
Mathias pun berpikir sambil menopang dagunya. "Hmm... Bagaimana ya? Baiklah! Mungkin akan kupikirkan!"
Thundy memasang senyum tipis dan membungkuk. "Danke!"
"Balik yuk, Thun!" ajak Alexia sambil melipat tangan di belakang kepala dan berjalan pergi.
"Okay!" Thundy pun langsung menghilang dan nongol lagi di depan pintu keluar.
"Woy, curang lu pake teleport!" seru Alexia sewot dan langsung berlari mengejar temannya yang udah kabur duluan.
Nordic Five pun langsung sweatdrop melihat kejadian tersebut.
Tino mengambil surat itu dan membukanya. "Apa kita perlu baca surat ini, Ta-san?"
"Bacakan, Fin!" perintah Mathias.
"Baiklah!"
Mari kita lihat isi surat yang dibaca Tino.
Kepada Ketua Guru -coret-Heroes Gakuen-coret- NihoNime Gakuen yang terhormat, Mathias Køhler.
Saya mendengar bahwa anda pernah mengadakan dua 'Dodge Frisbee Tournament' di sekolah yang anda pimpin dan saya tertarik untuk menjadi tamu spesial di DFT itu, jadi saya mengirimkan surat ini untuk meminta anda mengadakan DFT ketiga dan mengundang saya di sana.
Tolong dipikirkan sebaik-baiknya dan jika sudah selesai, diharapkan untuk membalas surat ini secepatnya.
Terima kasih atas perhatiannya.
Dari perwakilan di Tim OC-nya Rosy Miranto, Sima Zhunei.
"Sima Zhunei d'n Rosy Miranto 'tu s'apa?" tanya Berwald.
"Entahlah..." Mathias hanya angkat bahu.
"Ta-san, apa kita perlu mengadakan DFT ketiga?" tanya Tino memastikan.
"Ya mau gimana lagi, Fin? Mengingat kita juga udah lama nggak ngadain DFT!" balas Mathias seadanya.
"Tapi yang jadi pertanyaan, para guru baru nggak punya MG, gimana cara ngadain DFT ketiga?" tanya Emil.
(Note: Ini tidak sama dengan yang terjadi di fic 'My OTP Story' dimana para cowok Elgang beserta Gerrard dan Andre dikasih MG untuk melakukan pertandingan DF dengan nyawa Emil sebagai taruhannya!)
"Hmm..." Mereka pun berpikir keras mencari solusi yang tepat.
"Anko, kenapa kita tidak meminta 'mereka' kembali berpartisipasi?" saran Lukas.
"Benar juga!" Mathias menjentikkan jarinya. "Kenapa nggak kepikiran ya? Oke, akan kuminta Ieyasu untuk memanggil mereka!"
"Sekarang? Lu mau gempor gara-gara bangunin orang jam segini?" tanya Lukas agak skeptis.
"Ya nggak lha, paling juga besok siang kasih taunya!" balas Mathias.
Sementara itu, di sebuah Mansion, terdapat 11 guru lama NNG yang tinggal di sana.
Saat ini mereka sedang berkumpul entah dalam rangka apa (mungkin cuma sekedar begadang). Tapi tanpa disadari, ada sesuatu yang mengawasi mereka dari dalam lemari penyimpanan senjata.
"Lain kali bisa nggak sih teleport ke tempat yang lebih elit? Masa harus di sini?" tanya seorang pemuda berambut coklat muda dengan ahoge yang mencuat di puncak kepala dan kepangan di belakang rambutnya, bermata coklat tua, headphone kuning bergambar bintang di tengah yang tergantung di lehernya, serta memakai jaket biru, celana hitam, dan sepatu kets putih. Kita panggil dia 'A-san'.
"Ya mau gimana lagi, kita kan cuma disuruh ngawasin para guru lama tanpa ketauan!" balas seorang pemuda berambut merah dengan dua kepangan di sisi kanan dan belakang kepala, bermata biru kehijauan dengan kacamata bulat, serta memakai kaos putih yang tertutup jaket coklat, celana coklat, dan sepatu kets putih. Mari kita panggil 'T-kun'.
"Tapi nggak harus teleport ke tempat penyimpanan senjata juga, kale! Di sini kan sempit banget, tau!" keluh A-san sebal sambil nyender.
"Nggak usah nyalahin gue juga, kampret!" umpat T-kun emosi.
"Hush, kalian berdua bisa diem nggak sih?" lerai seorang pria berambut putih yang dikuncir kuda, bermata kuning keemasan, memakai sejenis yukata berwarna ungu yang terbuka bagian dadanya dengan berbagai hiasan, serta memiliki sepasang telinga binatang dan sembilan ekor. Mari panggil dia 'I-dono'. "Kita bisa ketauan kalau kalian berdua ribut mulu!"
"Tapi-"
"Nggak ada tapi-tapian, ribut lagi gue cakar lu berdua!" ancam I-dono sambil memperlihatkan cakar di tangannya.
Alhasil, kedua temannya langsung kicep.
Setelah beberapa lama hening, A-san melihat sesosok tikus di pojok lemari dan langsung jantungan, kemudian...
GUBRAK!
A-san pun mendorong kedua temannya dan mereka bertiga pun langsung jatuh sampai merusak pintu lemari.
"Well, well, well... Hey guys, look what i found here!"
Ketiganya langsung mendongak dan mendapati Masamune berdiri di depan mereka sambil melipat tangan.
'Mampus!'
Setelah beberapa menit kemudian...
"Perkenalkan diri kalian!" perinrah Shingen.
(T-kun) "Boku wa Chairone Teiron, tsuchi no mahoutsukai desu yo!"
(I-dono) "Ore no namae wa Kitsukami Ikyo! Yah, seperti yang kalian lihat, aku ini rubah ekor sembilan yang biasa disebut 'Gumiho'!"
(A-san) "Namaku Alpha Scalion, hanya itu!" (Thundy: "Kenapa hanya kau yang perkenalannya seperti itu?" -w-'a/Alpha: "Mau gimana lagi..." -.-/)
"Jadi, bagaimana cara kalian bisa berada di dalam lemari itu?" tanya Kenshin.
"Soal itu..."
-Flashback-
"Kalian kuberi tugas untuk mengawasi para guru lama NNG di Mansion mereka, jadi harap lakukan ini dengan baik!" perintah seorang gadis berambut hitam ponytail.
"Oke!" balas ketiga orang itu dan langsung menghilang dari hadapan gadis itu.
Setelah beberapa menit, mereka pun muncul di dalam lemari penyimpanan senjata.
-Flashback End-
"Seperti itulah..."
Para guru lama pun hanya manggut-manggut.
Keesokan harinya...
"DFT ketiga?" tanya Lance setelah mendengar cerita kedua temannya.
"Ha'i, bahkan Makkun sudah memintaku memanggil 'mereka' untuk berpartisipasi!" balas Ieyasu.
"Hmm, begitu ya..." Pemuda berambut merah itu hanya manggut-manggut. "Oh iya, moncong-moncong, katanya ada tiga orang nyasar di Mansion 'mereka'!"
"Itu juga yang aku mau beritahu..." ujar Mathias.
"Moncong-moncong, Makkun, panggung yang di lapangan itu kerjaanmu bukan?" tanya Ieyasu mengalihkan topik.
Webek, webek...
Mathias menggeleng. "Bukan..."
Ieyasu mengangkat alis. "Terus?"
"Gue curiga itu pasti ulah si 'Rosy', liatin aja yuk!" ajak Mathias.
Di lapangan NNG...
Yah, bisa dilihat kalau sebuah panggung besar berdiri di tengah lapangan tersebut dan di depannya terdapat seorang anak kuliahan.
Ketiga orang itu langsung bertanya. "Kau siapa?"
"Aku? Aku ini..."
Beberapa menit kemudian, beberapa orang mulai berdatangan ke NNG.
"Selamat datang di DFT ketiga NNG, ya begitulah..." sambut Mathias dengan ekspresi ala kadarnya. "Di sampingku ini ada tamu spesial, Sima Zhunei dan Rosy Miranto! Ada yang punya pertanyaan?"
Di barisan penonton paling belakang, terlihat seorang cowok berambut coklat spiky mengangkat tangan.
"Boleh bicara dengan yang namanya Zhunei?" tanya cowok itu.
Yang bersangkutan mengangguk. "Tentu saja."
Kemudian cowok itu mengeluarkan sebuah toa. "Namaku Saphire Andreas, dan dengar baik-baik ya!"
Semua orang di sana langsung bingung dan saling berpandangan. Seorang cowok berambut coklat ikal yang berada di sebelahnya langsung tutup kuping.
"Ehem ehem!" Saphire batuk sedikit dan mengambil nafas panjang sambil mengarahkan toa ke mulutnya. "GUE NGGAK SUDI KALAU TANGGAL LAHIR KITA SAMA!"
NGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING!
Semua orang langsung tutup kuping mendengar suara teriakan yang dibarengi dengan lengkingan annoying barusan.
Sementara Zhunei sendiri, dia hanya bisa sweatdrop.
"Sudah aman?" Cowok berambut coklat ikal tadi menurunkan tangannya.
"Ren, kenapa telingamu ditutup dayo?" tanya seorang cowok berambut hitam dengan baju ala prajurit Revolusi Amerika yang kebingungan di sebelahnya.
"Saphire kalau udah dendam pasti teriak pake toa..." jelas cowok bernama lengkap Daren itu sambil memasang wajah risih.
Mathias mengorek kupingnya yang sedikit gatel karena teriakan barusan. "Hmm, oke! Kalau tidak ada pertanyaan lagi, maka..."
To Be Continue...
YEAH, ETP IS BACK! XD *plak!*
Ah, sudah lama nggak lanjutin fic ini karena ide ngadat dan terlalu sibuk ngurusin fandom LS, jadi tolong maklumi saja! m-w-m
Well, Thanks for Rosy Miranto di Review Fic 'Malam Minggu Asrama Heroes Gakuen' (biasanya disingkat dengan dua kata pertama) atas idenya! Aku nggak kepikiran buat bikin NNG ngadain kembali DFT, dan ide kali ini sedikit absurd! ^^a
Sepertinya banyaknya fandom yang akan terlibat di fic ini membuatku harus mengubah kategorinya jadi 'crossover'. Hmm... -w-a
Review! :D
