This Fic I Dedicated For My Readers. All of You
P.M.M.
The Prize Must be Mine!©Nurama Nurmala
Super Junior©SME
Sci-fi, Adventure, Friendship
Warning : OOC, Typo(s), AU
PMM in 43nd Episode Totally Reserved
AN:
Saya sangat senang masih ada yang setia menanti kelanjutan FF ini. Tak terasa… usia FF ini sudah empat tahun lamanya :D dan hebatnya… saya beserta FF ini sudah ditemani oleh kalian yang luar biasa! Terima kasih sekali lagi saya ucapkan.
Hai, salam kenal buat semua new Reader. Saya membaca review, email, PM ataupun twit kalian. Jadi jangan marah atau sedih jika saya belum membalas tanggapan dan pendapat kalian.
Maaf karena setelah sekian lama FF ini baru update. Benar-benar sangat lama ya? Kebetulan kira-kira dua bulan lalu saya mengalami kecelakaan yang lumayan. Wajah saya dijahit di beberapa tempat, gigi saya hilang beberapa, cedera di kaki kanan, ponsel saya hilang dan laptop pun rusak. Tapi Alhamdulillah selain itu saya masih baik-baik saja. Itu hanyalah salah satu kendala kenapa saya tak menampakan diri selama ini, hahaha...
Untuk kalian yang telah sabar menanti, terima kasih atas support dan loyalitasnya, itu benar-benar menjadi obat dan penyemangat saya ^^
Chapter ini memang terasa kurang mengobati rasa rindu kalian, tapi tanpa chapter ini tidak akan ada chapter selanjutnya. Hanya mau bilang, mari mempersiapkan diri untuk menghadapi chapter depan ^^
Selamat membaca.
PMM
Chapter 42
Mendengar penuturan Leeteuk yang lebih mengarah pada ungkapan kekaguman pada si pencipta game ini membuat Rye terguncang. Matanya enggan berkedip dan sinar ketertarikan berpendar begitu kuat.
"Menurutmu… dunia game ini… dunia parallel ini… tersambung dengan dunia nyata kita?" Suara yang dikeluarkan lelaki manis itu kini berubah satu oktaf lebih rendah, ditambah, suara lelaki itu terdengar bergetar penuh antusiasme dan ketertarikan. "Jadi… maksudmu… aku… benar-benar bisa membunuh kalian sekalipun aku sedang berada di dunia game?" Sambil melayangkan pertanyaan—yang sebenarnya lebih ditujukan untuk dirinya sendiri itu, sebuah seringai aneh terpatri mengerikan di wajahnya. Ia benar-benar menemukan harta karun!
PMM
Chapter 43
"Ha?" Leeteuk tercengang mendengar rentetan pertanyaan masochist Rye.
Rye yang menangkap tatapan curiga Leeteuk—dari mata tajam serigalanya dengan segera mengintervensi kegugupannya. Ia mengedip sekali, menarik napas panjang, lalu meralat tuturan kalimat yang sebelumnya ia lontarkan. "Jika salah satu diantara kita tanpa sengaja melukai player di sini, maka mereka akan benar-benar terluka juga di dunia nyata? Ba-bagaimana jika aku… tak sengaja melukai kalian?" Rye mulai meracau dengan suaranya yang bergetar, dengan tatapan khawatir dan raut yang menyedihkan. Ia mulai memperdaya mangsa di depannya.
Dan tragisnya… ekspresi palsu itu berhasil memancing rasa iba sang Serigala.
"Itu tak akan terjadi Wookie-ya, walau dalam mimpi sekali pun, kau bahkan enggan untuk melukai seekor semut," Leeteuk menenangkan dengan suaranya yang serak dan dalam. Setelah mendengar ucapan Leeteuk, tak sedetik pun Rye lepas dari ekspresi nelangsanya. Ia tahu, Leeteuk terlalu berbahaya untuk diremehkan. Setidaknya, instingnya berkata demikian.
"Aaaaakkkkk!"
Sebuah teriakan terdengar tak lama setelah Rye menangkupkan kedua tangannya di muka. Itu teriakan Sungmin, Sungmin yang tengah merapal sebuah mantra ilusi.
Karena Leeteuk dianugerahi kecepatan dan kegesitan, ia pun menjadi orang pertama yang melompat dan menghampiri Sungmin. "Ada apa?" Nada pertanyaan tergaung bercampur dengan erangan dan geraman.
"Ketika aku melancarkan manteraku, tiba-tiba sihirku kembali," unggah Sungmin dengan tampang heran.
"Kembali? Kenapa bisa seperti itu?" Leeteuk tanpa sadar mendengus di depan Sungmin. Ia mengerjap-ngerjap cepat, bola mata hitamnya seperti kelereng yang berkilat-kilat penuh pesona di malam tanpa bintang ini.
"Mungkinkah… " pandangan Kyuhyun menajam, napasnya menderu, dadanya bergemuruh kian lantang. "Dia memakai mantra blocking yang menahan serangan magic?"
"Tidak," Kyuhyun dan Leeteuk menoleh bersamaan ke arah Sungmin. "Mantraku tak sampai pada The Keeper karena The Keeper tak ada di pulau ini."
"Apa?" Donghae terkesiap kaget.
"Bagaimana bisa? Sekejap yang lalu kita melihat bawahannya sedang berjaga di tengah hutan."
"Mantraku hanya melengos melewati gorong-gorong berangin. Tak ada objek apapun di sana. Aku merasakan kehadirannya beberapa menit yang lalu, tapi sekarang… dia menghilang. Apa dia punya magic teleportasi?"
"Kalian ini lucu sekali… hehehe…"
Sebuah suara yang tak asing lagi tiba-tiba terdengar bagai taluan petir di telinga mereka. Sosok lain seketika menjelma di depan mereka. Senyum lebarnya mengalun mengiris sembilu, sementara sorot mata meremehkan itu memborbardir rasa tak percaya mereka.
"Eunhyuk?"
"Ah… ne," ia terlihat bersidekap penuh keangkuhan, lalu langkahnya perlahan meniti mendekati keempat aliansi ras itu. "Soal The Keeper pulau ini… aku sudah membereskannya."
"APA?!"
PMM
Chapter 43
Di suatu tempat di Korea….
Sebuah mobil berwarna hitam melaju lancar di jalanan yang mulus. Sang pengemudi dengan stelan resminya terlihat beberapa kali melirik ke arah kirinya. Terduduk di kursi penumpang seorang lelaki dengan mimik kusut terlihat tengah berjerumat dengan berbagai spekulasi yang ia gali.
"Hal gawat apa yang sedang terjadi?" Sudah keenam kalinya Dr. Zhoumi melirik Kibum yang menatap jalanan di depannya dengan kebungkaman sampai akhirnya rasa penasaran menggelitik dan mengalahkan formalitas yang ia jungjun.
"Mianhamnida, aku tidak bisa mengatakan apa-apa sebelum yang aku curigai terbukti dengan jelas," tutur Kibum penuh kehati-hatian. Kepalanya setengah terantuk, sementara kedua alis matanya tertekuk penuh problematika.
"Ada sebuah pihak; yang dengan keahlian dan otoritasnya memburu kami bertiga belas. Aku belum tahu apa tujuan utama dari pihak ini, secara bergantian mereka melukai kami satu persatu. Sungmin, Heechul, Ryeowook. Tapi motif dari tiga kejadian itu sungguh berbeda. Dengan melukai Sungmin, mereka memberikan peringatan. Dengan melukai Heechul, mereka bermaksud membunuhnya, lalu luka yang tiba-tiba dialami Ryeowook tanpa alasan yang jelas… sama sekali tak dapat kulihat motif di baliknya. Lalu, belum juga selesai mencari informasi tentang pihak yang ingin mencelakai kami, muncul pihak lain yang dengan maksud dan keahliannya melenyapkan ingatan kami semua dalam satu hari itu. Apa pihak dengan ingatan kami bersekongkol dengan pihak yang ingin membunuh kami? Apa mereka adalah penyelenggara kompetisi ini? Tapi… jika yang menginginkan kematian kami adalah penyelenggara… seharusnya kami sudah mati sejak dulu. Ada banyak kesempatan membunuh kami selama ini. Jadi aku rasa penyelenggara kompetisi ini sama sekali tak memiliki niatan demikian. Kemungkinan besar pihak yang datang dengan maksud melenyapkan kami adalah pihak yang tahu alasan diadakannya kompetisi ini. Ada sesuatu yang dirahasiakan penyelenggara TENTANG KAMI yang ingin dilenyapkan oleh pihak lain. Saat ini hanya itulah yang dapat aku simpulkan. Lalu… tentang launching game di Jepang, tak salah lagi itu adalah siasat dari pihak yang ingin membunuh kami."
Belum selesai seluruh sel-sel di otak Kibum bekerja saling menyambung untuk kembali mengurai, sebuah getaran yang berasal dari perangkat ponselnya mengentaskan konsentrasinya. Ia memandang layar ponsel metaliknya, ternyata sebuah notifikasi bercokol di menu bar kiri ponsel.
Email.
Ada sebuah email masuk ke email pribadi yang sering ia gunakan untuk bertransaksi. Napas Kibum yang awalnya mengepul keras kini tertahan, manik matanya yang kelam tertuju pada satu tulisan, keringan mulai meluncur jatuh melalui keningnya.
Ia… tak akan mengira bahwa ia akan mendapatkan email dari seseorang yang selama ini ia kejar.
Penyelenggara Kompetisi individual – noreply linkedin . com Unsubscribe 10 minutes ago
to me
Korean English – Translate message turn off for Korean x
Salam sejahtera Kim Kibum-ssi,
Jangan terkejut dulu dengan datangnya email ini, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan perihal kejadian yang akan menimpa kalian semua. Saat ini saya yakin bahwa Anda sedikitnya sudah paham dengan bahaya seperti apa yang mengintai kalian. Dan seperti yang Anda duga, undangan Launching Game di Jepang merupakan sebuah pancingan untuk mengumpulkan kalian ber-12.
Ya, ber-12. Kesesuaian tiket undangan yang diterima Kyuhyun-ssi dengan jumlah peserta kompetisi merupakan sesuatu yang telah dirancang. Mereka percaya bahwa ketika Launching Game dimulai, keberadaan Anda akan jauh dari 12 peserta lainnya karena itu mereka hanya mengirimi 12 undangan saja.
Anda sudah mulai paham? Mereka membuat Anda tak sadarkan diri dan ya, mereka bermaksud menjauhkan Anda dengan 12 rekan Anda yang lain agar mereka bisa membunuh rekan Anda dalam event tersebut.
Dari informasi yang saya dapat, akan ada beberapa skema perkenalan dalam acara itu. Salah satunya adalah dengan membiarkan 50 tamu mencoba game itu secara gratis. Bisa Anda tebak apa yang akan terjadi jika 12 rekan Anda terpilih untuk mencobanya?
Keberadaan Anda saat ini sangat diperlukan oleh rekan-rekan Anda. Dan jika Anda beruntung… Anda akan bisa menyelamatkan 11 rekan Anda yang lain. Cepatlah, sudah tidak ada waktu lagi!
Semoga berhasil.
.
.
.
Email ditutup… dengan hanya dua kata epic yang sering ia dengar. Semoga berhasil.
Tapi… bukan itu yang membuat ia merengut dengan debaran tak tentu di dadanya. Sebelas? Jika aku beruntung… aku bisa menyelamatkan 11 lainnya? Apa salah satu di antara mereka saat ini sudah mati? Ketidakpastian dan beragam kemungkinan mulai memeluk Kibum dalam kegelapan. Untuk pertama kalinya… Kibum menggigil dikecam rasa ketidakpastian. Ia merasa tak berdaya… dan sendirian.
"Ugh… Min…."
PMM
Chapter 43
Kembali, di pulau boneka Teshuilo…
"The Keeper… sudah dikalahkan?" Donghae dan Sungmin meracau penuh antusiasme.
"Ba-bagaimana bisa? Padahal… kau sendirian?"
"Hehehe…" Eunhyuk memamerkan serentetan gigi putihnya. Tampilan Eunhyuk sekarang tak seperti Eunhyuk sebelumnya. Tentu saja, saat ini mereka berada di dunia yang berseberangan. Tapi dengan semua pakaian keren yang digunakan Eunhyuk… ia tampak begitu berkarisma. "Tentu, karena spesialisasiku adalah P vs E."
"Ha?" Donghae dan Sungmin menganga bersamaan.
"Tunggu sebentar," Kyuhyun tiba-tiba menyela dengan penuh minat. "Game ini… buka game strategi fantasi biasa? Maksudmu… ini adalah MMORPG dengan battle system?"
"He… aku kira kau sudah tahu," Eunhyuk mengangkat bahunya dengan ekspresi keheranan.
"Belum, aku belum tahu. Setahuku, kita diharuskan mengalahkan setiap The Keeper dengan membentuk party."
"Hehehe… itu 'kan untuk pemain dengan First Job," Eunhyuk kembali menyeringai, lalu memperhatikan wajah bingung mereka satu persatu. "First Job-mu pasti manusia 'kan?" Kyuhyun terdiam. "First Job-ku sama sepertimu, Donghae. Tapi sekarang statusku berada di Second Job. Aku seorang Mercenary sekarang."
"Me-Mercanary?"
"Kalian aneh, kalian tidak diberitahu oleh NPC kalian?" Tiap-tiap dari mereka mengamati NPC mereka yang hanya berdiam diri saja. Alice, Luke, dan Apple. "Kalau begitu… Thor, keluarlah!" seketika, dari atas kepala Eunhyuk muncul gumpalan asap berwarna hitam yang lambat laun mulai membentuk sebuah sosok. Sebuah bulatan berwarna putih bertopikan armor hat mulai menampakan wujudnya. "Ini adalah Thor, NPC-ku. Thor yang memberitahu tentang informasi game ini padaku, mulai dari First Job, Second Job, Leveling, SP, HP, Deff, M Deff, Attack, Critical, dan lain sebagainya."
"Kau tidak memberitahuku semua itu, Alice," Kyuhyun menoleh ke arah Alice, sementara Alice membalas tatapan Kyuhyun dengan tatapan tak mengerti.
"Memberitahu apa?"
"Eh?" Kyuhyun merasakan sesuatu yang aneh. Benar, Luke, Apple, dan NPC lainnya juga tidak menyebutkan itu semua. Kenapa NPC Eunhyuk memberitahukannya? Apa itu sebuah cheat? Tidak, Eunhyuk tidak terlihat seperti seseorang yang suka game. Apa NPC Eunhyuk merangkap sebagai Buff?
"Tunggu dulu, apa sih yang kalian bicarakan? Aku sama sekali tak mengerti? Dan apa itu P vs E yang kau sebutkan tadi?"
"Eunhyuk memandang Sungmin yang tengah kebingungan, lalu kembali menarik napas panjang. P vs E itu spesialisasi yang terbentuk dari spesifikasi skill para player. P vs E berarti Player versus Enemy. Player dengan Skill P vs E di dalam game ini hanya dua, yaitu tipe Zoan (binatang) dan Warrior. Lalu spesialisasi satu lagi adalah spesialisasi P vs P yang berarti skill khusus yang unggul jika ada pertarungan Player versus Player. Karena Second Job-ku Mercenary dan spesialisasiku P vs E, itu memungkinkanku mengalahkan The Keeper sendirian, walau memerlukan waktu relatif lama untuk menyelesaikan pertarungan di dungeon itu."
"Baju itu… jangan-jangan…" Kyuhyun menunjuk ke arah armor Eunhyuk yang sudah di exchange dengan batu element.
"Ya, ini hasil Looting dari dungeon sebelumnya."
"Looting?" Donghae dan Sungmin kembali bertanya bersamaan.
"Ketika kita berhasil mengalahkan musuh, otomatis setelah mereka menghilang mereka akan meninggalkan item-item langka seperti armor, weapon, atau potion. Di dunia kita, proses Looting ini dikenal dengan istilah… harta rampasan perang."
Semua takjub dengan penjelasan yang Kyuhyun berikan. Namun Eunhyuk yang sudah sepenuhnya berubah tak mengerjapkan matanya barang sedikit pun pada orang itu. Orang yang sedari tadi hanya berdiam diri mendengar obrolan mereka.
"Yang tidak aku pahami, Kyuhyun-ah… kenapa kau membiarkan musuh bergabung denganmu?"
"Apa maksudmu?"
"Dia," telunjuk Eunhyuk menunjuk ke sebuah arah; seseorang. "Kenapa kau membiarkan dia… bergabung denganmu?" Semua mata… kini tertuju pada seseorang yang ditunjuk oleh Eunhyuk. "Dia sudah jelas adalah seorang musuh."
"Aku? Apa maksudmu?" Seseorang yang dimaksud oleh Eunhyuk mengerjap-ngerjapkan matanya kaget. "Aku bukan musuh, aku adalah Ryeowook, teman kalian…."
To be Continued…
Next Chapter:
"Siapa kau!"
.
.
.
"Bukankah yang patut dicurigai bukan hanya aku saja? Dia pun patut dicurigai, dia seseorang sepertiku!"
.
.
.
"Kau adalah musuh! Keberadaanmu harus dilenyapkan!"
.
.
.
Persahabatan itu seperti mata dan tangan. Ketika mata menangis, tangan mengusap. Ketika tangan terluka, mata menangis. Seperti itu pula… kondisi Kibum saat ini.
Next Chapter:
L-O-S-T
