If
FMA – Royai
Word count : 212
Kalau ini adalah sebuah kisah cinta remaja, tentunya mereka sudah akan berciuman di bawah payung di tengah-tengah derai hujan yang menjadi selubung bagi mereka. Tapi mereka terus berjalan. Genangan air terciprat ke atas boot mereka. Terkadang lumpur. Tidak ada spesialisasi bagi mereka.
Kalau ini adalah sebuah kisah novel roman erotis dewasa, tentunya lelaki itu sudah akan mengundangnya masuk ke apartemennya dan membagikan kehangatan di bawah selimut sambil mendengarkan titisan hujan seperti irama lagu lama yang menemani malam penuh gairah mereka. Tapi lelaki itu lalu mengucapkan selamat tinggal, walaupun sebagian kecil dari hatinya berteriak mengundang wanita itu untuk mampir dan bermalam di sana. Wanita itu mengangguk dan mengucapkan selamat malam. Dan pintu pun terbanting menutup.
Kalau ini adalah sebuah kisah dongeng anak kecil, tentunya sang lelaki sudah akan melamar sang wanita, dan mereka akan mengadakan pesta pernikahan mereka di sebuah kapel. Sang pria akan mengatakan 'aku bersedia' dan sang wanita, pula, akan mengatakan 'aku bersedia'. Mereka kemudian akan berciuman dan hidup bahagia untuk selama-lamanya. Tapi wanita itu tidak pernah mendengar sepatah kata lamaran pun dari sang pangeran. Dia terus menunggu dan menunggu dan menunggu dan tidak pernah lelah-lelahnya menunggu. Sang pangeran pun terus menunda dan menunda dan menunda dan tidak pernah lelah-lelahnya menunda.
Ke manakah akhir bahagia milik mereka ?
--
a/n : sedikit protes pada arakawa -yeah, aku tahu bahwa sang sapi tidak dapat membaca bahasa indonesia, ergo, tidak mungkin protes ini dapat tersampaikan. Tapi beneran deh. Ke mana Roy Mustang atau Riza Hawkeye akhir-akhir ini ?! Mereka seperti hilang ditelan bumi dan enggak muncul-muncul untuk jangka waktu yang super lama. Grr...enggak sabar. Enggak sabar... PERLU ROYAI LAGI DI FMA SELANJUTNYAAAAA !! (PERLU ROYAI LAGI DI FMA SELANJUTYAAAAA AAA AA AA A !! -gema)
