Fanfiction
Title : Kehidupan Baru Boruto
Chapter : 51
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T+
Genre : Romance & Drama
Pairing : Uzumaki Boruto & Uchiha Sarada
Warning : OOC Yang Berlebihan, TYPO, EYD dan bahasa yang hancur, AU.
Author "Taufiq879"
::==::==::
:
:
:
Di luar ternyata Hagoromo sedang bersandar di samping pintu kamar tahanan Hamura sambil mendengarkan semua percakapan ayah dan anak itu. "Apa benar itu alasanmu? Tapi kalau mengenai dirimu yang selalu menepati janji itu memang benar," batin Hagoromo lalu menghembuskan nafas lega, "berarti sekarang kau sudah tidak terikat dengan janji lagi. senang kau telah kembali ke jalan yang benar," sambung Hagoromo dalam hati.
:
:
:
Keesokan Paginya di markas Sakhuri tepatnya di kamar Boruto. Ia sedang menguap karena baru saja bangun. Namun ia di buat kaget kala melihat jam yang menunjukan pukul 9. "Ahh, aku ketiduran." Ia pun menjadi panik seketika dan segera berdiri dan langsung berlari menuju kamar mandi.
Sebelumnya, ia sudah berjanji untuk bertemu dengan Hashirama di pangkalan Sakhuri di lembah. Namun apadaya, karena kelelahan ia terpaksa harus terlambat 1 jam dari waktu yang mereka tentukan sebelumnya. Dan setelah selesai mandi ia pun langsung segera menuju tempat pertemuannya dengan Hashirama.
Setibanya di tempat Hashirama berada. Saat itu ia berada di pangkalan BARI tepatnya di parkiran truk. Saat itu Hashirama sedang berada di samping sebuah truk BARI yang pintunya terbuka.
"Kau telat Boruto, beri aku 50 kali push-up!" ucap Hashirama yang nampak kesal karena keterlambatan Boruto.
"B-Baik," Boruto lalu turun dan melakukan push-up seperti perintah Hashirama.
"Padahal ini pertemuan penting. Kenapa Sampai terlambat?" ucap Hashirama.
"..." Boruto tak menjawab karena masih melakukan push-up. Dan sekitar 30 detik kemudian, Boruto bangkit setelah ia melakukan push-up terakhir. Ia lalu membersihkan tangan dan celananya yang menyentuh tanah lalu hendak menjawab pertanyaan Hashirama tadi.
"Saya ketiduran. Karena kelelahan setelah melakukan perjalanan panjang kemarin," Kata Boruto.
"Oke, aku maafkan kau soal keterlambatan ini. Tapi beri aku 20 kali push-up lagi karena kau terlalu lama menjawab pertanyaanku tadi.," ucap Hashirama.
"A-Apa! Aku tadi tidak bisa menjawab karena sedang melakukan push-up atas perintahmu. Tapi kenapa kau malah memberiku tambahan lagi?" tanya Boruto.
"Dengan, meskipun kau sebentar lagi tidak akan menjadi anggota Sakhuri, tapi ketertiban, kedisiplinan, dan hal lain yang telah kau dapat dalam pelatihanmu menjadi prajurit Sakhuri tidak boleh hilang. dan satu lagi, rasa hormat juga harus tetap kau tanam. Aku secara umur lebih tua dan secara pangkat lebih besar, sudah sepantasnya kau menghormatiku dan menjawab semua pertanyaanmu walau posisimu untuk menjawab sangatlah sulit. Itu lebih baik ketimbang kau membuat orang menunggu lama akan jawabanmu," ucap Hashirama.
"Uh, ya. Maaf. Aku mengerti." Boruto pun kembali turun dan melakukan push-up dan berdiri lagi setelah selesai. Keringat pun bercucuran dan rasa lelah sudah mulai terasa walau hari masihlah bisa di bilang pagi.
"Bagus. Masuk dan duduklah, aku mau sedikit berbincang denganmu," ucap Hashirama lalu masuk ke dalam truk dan menutup pintu. Boruto pun segera masuk agar tak membuat Hashirama merasa lama menunggu dan memberi hukuman lagi padanya.
Di dalam truk, Hashirama mengambil 2 gelas yang berada di depannya lalu memberikan salah satu kepada Boruto. kemudian di setiap gelas di tuang sebuah carian yang berasal dari sebuah botol berwarna hijau.
Awalnya Boruto sempat bingung namun pada akhirnya ia paham dan langsung mengembalikan gelasnya kepada Hashirama.
"Kau tidak mau minum?" tanya Hashirama.
"A-Aku tidak minum. Bukannya kita di larang minum minuman keras? Bahkan para petinggi termasuk komandan di larang meminum minuman seperti ini walau hanya untuk pembuka percakapan," ucap Boruto.
Hashirama di buat bingung akibat perkataan Boruto.
"Bicara apa kau ini? Ini bukan minuman keras. Ini hanya minuman bersoda biasa, apa kau tidak baca ada tulisan 'minuman berkarbonasi rasa lemon' yang terpampang indah di botolnya?" tanya Hashirama.
Boruto langsung mengambil botol itu dan membaca tulisan yang ada di botol kaca berwarna hijau itu. "Oh iya, aku salah mengira. Kukira ini minuman keras," ucap Boruto lalu mengambil kembali gelasnya dan meminum cairan yang ada di gelas itu hingga tandas.
"Huh, kau ini kapten. Harusnya kau bisa mengidentifikasi keadaan sekitar dengan baik sebelum bertindak. Salah sedikit saja akan berdampak buruk. Bayangkan jika kejadian ini terjadi di ruang rapat yang di hadiri beberapa petinggi Sakhuri. Bisa mati malu kau," ucap Hashirama lalu meminum cairan yang berada di dalam gelasnya.
"Maaf, mungkin ini efek belum sarapan," ucap Boruto.
"Kita lupakan soal yang tadi. Selesaikan pembicaraan ini dan kau akan kuijinkan untuk Sarapan," ucap Hashirama.
Sementara Boruto dan Hashirama sedang berbicara, Hagoromo dan Sarah sedang berbicara empat mata di ruangan Hagoromo mengenai Hamura.
"Jadi paman tidak bisa memberi pengampunan untuk ayahku?" tanya Sarah.
"Tentu tidak bisa. Itu melanggar hukum dan peraturan yang berlaku. Walaupun ayahmu melakukan semua itu karena terikat janji, tapi ia melakukannya dengan kesadarannya. Jadi mau tidak mau dia harus di hukum paling lama seumur hidup. Tapi paman akan memberikannya beberapa hak istimewa yang tidak pernah di berikan kepada tahanan yang lain. Tapi hak itu bukanlah hak untuk merasakan kebebasan kembali," kata Hagoromo.
"Hak apa itu?" tanya Sarah.
"Paman akan memberikan sebuah kamar khusus untuk ayahmu. Tetapi tetap memiliki keamanan tinggi. Namun bukan berarti ayahmu bisa berjalan seenaknya di markas ini tanpa pengawalan dan penutup mata. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Dalam sebulan, ayahmu kami izinkan untuk pergi keluar markas ini sekedar menghirup udara segar walau hanya sehari atau lebih lama jika memang sangat di perlukan," ucap Hagoromo.
"Lalu bagaimana dengan makanan? Apa ayahku akan makan makanan yang sama seperti para tahanan yang lain?" tanya Sarah lagi.
"untuk hal itu, aku tidak tega. Bagaimanapun ayahmu adalah saudara paman. Jadi paman akan mengijinkan ia memilih menu makanannya setiap hari. Tapi dengan syarat uangnya berasal dari perusahaan Garuda Airline atau dari uangmu," ucap Hagoromo.
(Note: Dulunya Garuda Indonesia. Tapi di ganti karena beberapa faktor yang pernah di jelaskan dalam cerita)
"Baguslah. Ternyata paman masih pengertian terhadap ayahku. Jadi aku bisa meninggalkan markas ini dengan tenang. Tapi satu hal yang membuatku bingung. Bagaimana nasib perusahaan ayahku? Aku tidak bisa mengurusnya. Karena nanti jika aku dan Rama... menikah, aku pasti akan ikut Rama tinggal di jepang tepatnya di Konoha," kata Sarah.
"Untuk hal itu, kau tidak perlu pusing. Paman akan membicarakan hal ini pada ayahmu. Semua Keputusan ada di tangan ayahmu dan paman," ucap Hagoromo.
"Baik paman. Eh... aku mau ke tempat ayah dulu. Entah mengapa sekarang merasa bahwa aku sudah berada bersama ayah yang tepat. Jadi aku ingin menghabiskan banyak waktu dengannya," ujar Sarah.
"Silakan. Tapi tetap waspada. Bukannya aku belum bisa mempercayai ayahmu. Tapi mungkin sifat-sifat saat ia masih menjadi pemimpin Mafia masih tertanam dengan kuat. Dan satu lagi. jangan lupa beres-beres. Beberapa hari lagi kau dan Boruto akan mengikuti upacara pelepasan," ucap Hagoromo.
"Tentu paman." Sarah pun langsung berlari dengan cepat meninggalkan Hagoromo yang masih sibuk menata beberapa dokumen di mejanya.
::==::==::
Di tempat Boruto dan Hashirama berada. Saat itu matahari sudah mulai berada di atas kepala. Tapi dua orang di dalam mobil itu masih saja seru-serunya berbicara. Beberapa kali percakapan tidak penting terdengar. Namun tak jarang juga percakapan yang cukup penting di kumandangkan oleh 2 orang berbeda usia itu.
"Jadi setelah kau keluar dari Sakhuri, apa yang akan kau lakukan, Boruto?" tanya Hashirama.
"Entahlah. Mungkin kembali menjalani kehidupan normal seperti dulu lagi. yang nampaknya akan membosankan dan harus ku jalani sepanjang sisa hidupku," ujar Boruto.
"Mungkin Uchiha Sasuke akan memasukanmu ke dalam unit pengawal Techconnec. Jika begitu kau tidak perlu merasa bosan," ucap Hashirama.
"Itu mustahil terjadi. Lah, aku kan yang akan menjadi salah satu orang yang harus di kawal di Techconnec. Tidak mungkin aku mengawal diriku sendiri," ujar Boruto dengan nada sedikit sombong dan percaya diri.
"Ya..ya, terserah kau saja Boruto," membuka pintu mobil lalu keluar. "Anda mau kemana? Apa pembicaraan ini sudah selesai?" tanya Boruto.
"Ya, sudah. Kau bisa pergi sarapan sana. Aku lapar, mau makan siang," ucap Hashirama.
"Sial, lama sekali pembicaraan ini. Aku belum sarapan tadi pagi. Berarti kalau aku makan siang ini, harus kusebut apa, Sarapan siang," batin Boruto lalu keluar dari mobil dan menyusul Hashirama.
Hashirama berhenti dan berbalik ke arah Boruto. "Boruto, setelah makan siang, kau harus mulai membereskan kamar-kamarmu. Kembalikan semua senjata dan peralatan lain termasuk seragam yang merupakan milik Sakhuri. Beberapa hari lagi kau akan menghadiri upacara pelepasan kau dan Sarah," kata Hashirama.
"Aku mengerti,"
::==::==::
Malam harinya. Di kamar Boruto, ia sedang sibuk merapikan kamar yang akan segera ia tinggalkan. Beberapa barang-barang miliknya ia masukan ke dalam tas untuk di simpan. Ia mengeluarkan senjata-senjata yang ia simpan dalam laci untuk di kembalikan ke pada Sakhuri sepenuhnya, artinya akan di simpan di gudang.
Berat memang bagi Boruto. Ia harus melepaskan semua yang sudah ia dapat selama ini termasuk seragam Sakhuri. Ia tidak bisa menyimpannya karena harus di kembalikan jikapun itu hanya sepasang kaos kaki berlambang Sakhuri.
Dan menurutnya yang paling berat adalah melepas gelar kapten yang sudah ia dapat susah payah dengan melakukan berbagai misi bahkan misi dalam masa latihan. Namun semua itu akan terbayarkan nanti di saat ia dan Sarada duduk bersama dan berlagak seperti raja dan ratu di hari spesial mereka.
Ia melihat jam dan tak lama setelah melihat jam ia pun menguap. "Sepertinya aku harus tidur sekarang. aku tidak boleh bangun Kesiangan lagi," batin Boruto.
::==::==::
Konoha jam 7 pagi. Bertempat di kediaman Uchiha. Tepatnya di teras.
"Ayah!" teriak seorang gadis dari depan teras yang di tunjukan untuk seseorang yang masih berada di dalam ruangan.
Tak kunjung mendapat respons untuk pangilannya, gadis perempuan itu kembali memanggil ayahnya, "ayah! Cepatlah. Hari ini kita kan ada pertemuan dengan klien penting."
Tak lama kemudian seorang wanita beramput sofa pink menghampiri gadis tersebut. "Sarada, ayahmu mendadak tidak enak badan. Jadi kau yang di percayakan untuk menghadiri dan memimpin pertemuan itu," ucap Sakura.
Kaget adalah hal yang di rasakan gadis bermata Onyx tersebut. "Apa? A-aku? T-tapi aku sama sekali tidak mengenal klien itu? A-aku bahkan tidak punya pengalaman memimpin pertemuan," ucap Sarada.
"Ayahmu mempercayakan pertemuan ini padamu. Itu artinya ia yakin kau bisa mengatasinya dengan baik. Bisa saja ia menyuruh pamanmu, Itachi untuk memimpin pertemuan itu. Tapi ia mempercayaimu Sarada. Ayahmu juga ingin kau maju makanya ia membebankan pertemuan hari ini kepadamu," ucap Sakura.
"Uhh, baiklah. Tapi semua resiko bukan aku yang tanggung. Tapi aku mau ibu bilang ke ayah untuk menaikan gajiku khusus untuk bulan ini," kata Sarada.
"Ha! Naikan gajimu? Ayolah Sarada. Jika kau mau uang kau bisa minta saja pada ayah atau ibu. Dari pada kau minta untuk menambahkan gajimu. Itu lebih baik dari pada menaikan gajimu yang akan otomatis mengurangi kas perusahaan. Memang kau mau apa dengan gaji yang lebih banyak itu?" tanya Sakura.
"Rahasia,"
"Terserah kau saja. Ibu izinkan kau berprivasi asal itu positif. Tapi gajimu tidak akan di naikan. Jika kau butuh uang kau bisa minta pada ayah dan ibu. Karena pastinya kami akan kasih dengan uang sendiri dan bukan uang perusahaan," ucap Sakura.
"Ah! Sebenarnya aku mau memodifikasi mobil lamaku. Aku mau memakai uangku sendiri untuk memodifikasinya. Nantinya akan kuberikan pada Boruto sebagai hadiah ulang tahunnya yang akan jatuh di bulan depan," ucap Sarada.
"Ooo, untuk itu. Hmm, memang akan lebih sempurna dan spesial jika kau memberi hadiah dari uangmu sendiri kan. Tapi ibu tidak bisa membantu dengan menaikkan gajimu. Tapi ibu da ayah bisa memberimu pekerjaan tambahan yang nantinya ada upahnya. Dan akan ibu pastikan kau akan menerima hadiah jika pertemuan yang akan kau pimpin ini berhasil," kata Sakura.
"Makasih ya, ibu sudah mau memberi dukungan," ucap Sarada.
"Hn, sebaiknya kau segera berangkat. Jangan sampai terlambat," kata Sakura.
"Baik bu!" Sarada pun langsung berlari ke arah mobilnya yang masih di parkir di dalam garasi. Begitu ia meninggalkan kediaman Uchiha, sebuah motor yang di naiki oleh 2 orang pengawal Techconnec pun keluar dan membuntuti Sarada dari belakang—untuk mengawal Sarada.
::==::==::
Siang harinya di markas Sakhuri. Saat itu Boruto sedang menikmati sepiring nasi goreng. Memakan nasi goreng di suasana kantin membuatnya teringat dengan masa-masa kala ia masih bersekolah bersama teman-teman seperjuangannya. Kantin saat itu masihlah belum ramai karena belum memasuki tahap jam makan siang.
Tak lama kemudian 10 orang anggota Sakhuri berpangkat Sakhuri menghampiri Boruto lalu memberi hormat sekaligus memberi salam (baca: Selamat Siang). Boruto pun membalas salam mereka namun tidak memberi hormat karena ia sedang duduk dan makan dan terlebih lagi dia sedang tidak memakai pakaian dinas.
Dan setelah itu, 10 orang prajurit itu pun pergi dari hadapan Boruto untuk memesan makan siang. Boruto pun melanjutkan makannya hingga sebutir nasi terakhir. Namun baru saja hendak mengambil minumannya, seorang wanita berpakaian prajurit Sakhuri menghampiri Boruto.
Wanita berpakaian Sakhuri itu terlihat amat cantik dan seksi karena memakai kaos tank-top yang memang di khususkan untuk prajurit wanita jika sedang berlatih. Wanita itu langsung menghampiri Boruto dan memberi hormat.
"Izin, apakah anda yang bernama kapten Boruto dari kesatuan laskar Sakhuri?" tanya wanita itu.
"Ya, ada apa?" ucap Boruto seraya minum dan melihati wanita itu.
"Perkenalkan, nama saya sersan Yuni. Saya dari kesatuan alat berat Sakhuri. Bisakah saya bicara dengan anda sebentar?" tanya wanita itu.
"Tentu! Kau mau bicara apa?" tanya Boruto.
"Mengenai mobil yang kalian pakai sewaktu misi. Bisa beri data singkatnya padaku?" tanya Yuni.
"Tentu, kami bawa sekitar 5 mobil Komodo Sakhuri. Namun sayangnya 2 di antaranya hancur dalam misi y-yang di ketuai olehku," ucap Boruto dengan nada semakin lama semakin pelan.
"Tidak usah khawatir. Hal itu sudah biasa. kendaraan tempur hancur itu sudah biasa. selama hancur dalam misi," ucap Yuni.
"Ya, saat itu kami benar-benar terdesak. Dan nyaris saja kami mati dalam mobil jika kami tidak cepat-cepat keluar," kata Boruto.
"Oke, itu saja yang ingin aku bicarakan. Aku pergi dulu. Permisi kapten," ujar Yuni lalu pergi.
"Itu saja? Kukira kau mau membicarakan apa," kata Boruto.
"Itu saja, aku hanya di tugaskan untuk menanyakan hal itu dan melaporkannya kepada ketuaku," ucap Yuni lalu pergi meninggalkan kantin.
Boruto terus mengamati Kepergian Yuni dengan intens. "Waw, tak kusangka ada wanita secantik itu di markas ini. Dan lagi dia dari satuan alat berat. Pasti wanita yang kuat," tanpa sadar boruto sudah mengatakan hal itu walau dengan nada yang teramat pelan.
"Loh! Apa-apaan tadi. Kenapa aku bisa sampai mengucapkan itu. Aku tidak mau menghianati kesetiaan Sarada. Aku tetap mencintai Sarada dan apalagi Sarada tak kalah kuat," batin Boruto.
Bertepatan dengan keluarnya Yuni dari kantin, Sarah pun masuk ke dalam kantin dan langsung menghampiri Boruto.
"Kucari kau kemana-mana, boruto? ternyata kau sedang asik duduk-duduk di sini," kata Sarah yang baru saja menghampiri Boruto.
"Oh, ada apa Sarah?" tanya Boruto.
"Ada info dari komandan. Untuk hari upacara pelepasan kita sudah di tentukan. Itu 2 hari lagi. Jadi kita hanya punya waktu sehari lagi untuk berada di markas ini," ucap Sarah.
"Yang ingin kulakukan hanya satu. Berkumpul dengan anak buahku alias teman-temanku sehari lagi. jadi setelah ini aku mau bertemu mereka. Besok aku akan berlatih bersama mereka untuk yang terakhir kali sebagai prajurit Sakhuri. Kau mau ikut?"
"Tentu, kenapa tidak?"
::==::==::
Keesokan paginya, Boruto bersama dengan seluruh anggota timnya melakukan lari pagi di hutan. Kali ini adalah lari dengan rute yang pendek namun akan menjadi kesan yang tidak akan mudah di lupakan.
Dan setelah lari, mereka menghabiskan sebagian waktu untuk bercerita seraya beristirahat. Tawa memenuhi hutan tempat mereka beristirahat. Dan mendadak sunyi kala Boruto bersiap membuka pidato perpisahannya.
Boruto sedikit menyinggung mengenai ketua baru tim Laskar Sakhuri 3 yang rumornya akan berasal dari kalangan perwira. Tentu saja hal itu membuat tim Laskar Sakhuri sedikit resah pasalnya semakin tinggi pangkat seseoran, maka akan semakin tegas terutama dengan mereka yang berpangkat kecil.
Dan setelah 20 menit di habiskan untuk berpidato dan menyampaikan pesan-pesan terakhirnya sebagai kapten tim laskar Sakhuri, mereka pun bubar dan kembali ke markas untuk mandi dan bersiap melakukan pekerjaan mereka masing-masing.
2 Hari kemudian
Di dalam sebuah ruangan raksasa yang berada di markas Sakhuri yang di beri nama Aula kehormatan. Aula itu adalah ruangan khusus yang hanya akan di pakai untuk menggelar sesuatu yang sangat penting seperti upacara pelepasan, pelantikan, dan lain-lain.
Di sinilah Boruto dan Sarah berdiri dengan pakaian dinas mereka. di depan aula tepat membelakangi peserta upacara dan menghadap ke arah Komandan Besar Sakhuri. Di sini mereka di lantik menjadi prajurit Sakhuri yang tangguh dan membawa tanggung jawab besar. Dan di sinilah mereka akan mengakhiri gelar prajurit dan melepas tanggung jawab besar itu dan bersiap menjalani kehidupan normal kembali.
Di hadapan mereka, sang Komandan Besar Sakhuri sedang membacakan sesuatu dalam sebuah dokumen yang di letakan dalam map berwarna merah dan di hiasi emas dan corak putih.
Dan setelah isi dokumen itu selesai di baca, Hagoromo turun dari podiumnya dan membawa dokumen itu ke arah Boruto dan Sarah untuk mendapatkan tanda tangan mereka berdua. Dan setelah di beri tanda tangan, sang komandan langsung memberikannya kepada Hashirama untuk di simpan di brankas khusus.
Tidak sampai di situ saja. Komandan Sakhuri itu pun memberi sebuah penghormatan terakhir lalu kembali ke podiumnya.
"Dengan ini kunyatakan, Uzumaki Boruto dan Sarah Otsutsuki sudah resmi keluar dari kesatuan elite Sakhuri setelah berjasa menyelesaikan misi-misi yang di berikan dan meskipun mereka kini telah keluar, tapi mereka tetap mantan prajurit Sakhuri, jadi hormatilah mereka jika bertemu suatu saat," kata Hagoromo.
Beberapa menit upacara pelepasan itu berlangsung. Dan akhirnya selesai dengan penuh penghormatan dari seluruh peserta upacara termasuk jenderal-jenderal besar Sakhuri.
Setelah selesai upacara pelepasan, Boruto dan Sarah memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap pulang. Untuk masalah transportasi, Hagoromo telah menyiapkan segalanya. Berhubung Asset perusahaan Garuda Airline sepenuhnya di berikan kepada Sakhuri melalui perantara BARI, Hagoromo pun telah menyiapkan sebuah pesawat Garuda di bandara BARI yang siap terbang kapan saja untuk mengantar Sarah dan Boruto pulang.
Di dalam kamarnya, Boruto mencari sosok ponsel yang dari kemarin siang hingga siang ini tidak ia sentuh lantaran sibuk dengan persiapan pulang dan upacara pelepasan. Seraya mencari ponselnya, ia memasukan baju-baju ke dalam tas yang sebelumnya belum ia masukan ke tas karena masih di pakai. Tak luput baju yang kini ia pakai untuk upacara pelepasan pun ia lepas dan simpan di dalam tas sebagai kenang-kenangan dan hanya itu yang di izinkan untuk di bawa pulang karena tidak terlalu mencolok terlihat sebagai seragam militer.
Namun sayangnya kaos kaki dan sepatu yang ia kenakan harus di lepas dan kembalikan karena itu memiliki lambang Sakhuri dan akan sangat gawat jika sampai warga sipil atau pemerintahan negara melihatnya. Hal itu karena hingga kini keberadaan Sakhuri masihlah rahasia dan hanya di ketahui beberapa aparatur negara yang pada umumnya sangat dapat di percaya menjaga rahasia dan dapat di percaya termasuk presiden.
Setelah memakai pakaian biasa namun rapi, Boruto merogoh tas ranselnya dan mendapati ponselnya berada di sana. Ia lalu mengambilnya dan berniat menghubungi Sarada. Tapi jarinya yang sedang menggulung layar ponsel untuk menemukan kontak nama Sarada pun langsung terhenti kala melihat kontak dengan nama 'Ayah'
"Mungkin lebih baik aku menghubungi orang tua terlebih dahulu. Sarada bisa menyusul," batin Boruto lalu menghubungi nomor Ayahnya.
[Percakapan Dalam Telepon]
"Halo Boruto! ada apa?" tanya Naruto.
"Hai ayah, sedang apa?" tanya Boruto balik.
"Loh, ayah kan tadi tanya kamu. Ada apa menelepon ayah?" tanya Naruto.
"Aku sedang menelepon ayah lah, Hehe," ujar Boruto.
"Boruto, ayah sedang sibuk. Jadi jika kau telepon ayah ini untuk membicarakan hal yang tidak penting, nanti saja. Satu jam lagi," ucap Naruto.
"Oh ayah sibuk ya. Maaf sudah mengganggu ayah. Aku Cuma mau bilang sekarang aku sedang bersiap untuk pulang. Jadi mungkin besok siang atau sore aku sudah tiba di konoha."
"Kau sudah mau pulang?! Ayah pikir kau masih lama di sana. Tapi baguslah kalau kau sudah mau pulang."
"Tapi untuk waktu tibanya belum bisa kuprediksi karena kami masih belum berada di pesawat. Kami masih di kamar masing-masing sedang bersiap-siap. Aku dan Sarah baru saja selesai menghadiri upacara pelepasan."
"Nanti kalau sudah tahu, hubungi ayah biar kami bisa menjemputmu."
"Dan ayah, maaf aku sepertinya tidak bisa membawa oleh-oleh."
"Tak masalah Boruto. kau pulang saja itu sudah merupakan oleh-oleh terbaik."
"Nanti ayah tolong sampaikan ke Sarada dan paman Sasuke ya. Sepertinya Sarah sudah menungguku di luar," ucap Boruto lalu mematikan ponselnya dan menyimpannya di dalam tas.
[Normal]
::==::==::
Boruto membuka pintu kamarnya. Di luar ternyata Sarah sudah menunggunya sambil menenteng 2 buah tas. "Kau lama sekali Boruto. ayo kita jalan, pesawat sudah menunggu kita," kata Sarah.
"Ya, bentar. Aku ambil ransel dan koper ku dulu," ujar Boruto lalu masuk lagi untuk mengambil ransel dan kopernya.
Mereka berjalan bersama hingga pada akhirnya tiba di bandara BARI setelah melewati beberapa menit perjalanan yang bisa di bilang cukup rumit karena mereka harus keluar lewat pangkalan lembah lalu menaiki helikopter untuk ke bandara BARI yang berada di atas pegunungan.
Di dalam pesawat, Boruto menanyakan sesuatu pada Sarah.
"Kemana tujuanmu?"
"Ya, aku harus pulang dulu ke rumahku. Aku di beri tugas untuk menjadi manager perusahaan ayahku hingga nantinya aku menikah. setelah itu pamanku akan menunjuk seseorang untuk memegang perusahaan itu,"
"Kukira kau mau langsung ke Konoha dan bertemu dengan Rama,"
"Rama juga masih sibuk dengan karirnya kan? Aku juga mau memfokuskan diri untuk mengurus perusahaan ayahku sementara. Aku mau memfokuskan untuk mencari uang untuk masa depan," ucap Sarah sambil tersenyum.
"Oh begitu. Kau berjuang ya. Suatu saat kita akan di pertemukan lagi oleh waktu. Dan bahkan nantinya kita dapat menjadi 2 keluarga. Kau dan Rama sementara aku dan Sarada," ucap Boruto.
"Ya, nanti kita akan bertemu lagi. Aku tentunya akan menghadiri acara pernikahan kalian. Dan begitu pula sebaliknya, kalian berdua nanti harus menghadiri pernikahan aku dan Rama," ujar Sarah.
"Itu pasti. Jika kau menikah dengan Rama, artinya kau masuk dalam keluarga besar Techconnec. Jadi, semua pegawai-pegawai Techconnec akan menghadirinya," kata Boruto.
Sedang asik-asiknya mengobrol, tiba-tiba seorang pilot menghampiri Sarah.
"Nona Sarah! Kemana tujuan kita?" tanya pilot tersebut.
"Antar aku ke perusahaan. Nanti aku naik helikopter ke rumah. Setelah itu antar Boruto ke Konoha," ucap Sarah.
"Baik," kata si pilot.
Tak lama kemudian pesawat pun lepas landas. Boruto memandangi luar jendela beberapa menit sebelum akhirnya 2 orang pramugari datang dan menawarkan minum dan camilan untuk mereka berdua yang duduk di bangku kelas atas di pesawat yang kosong tanpa keberadaan penumpang lain.
Untuk sementara Boruto masih merasa nyaman karena masih ada Sarah di samping untuk menemaninya. Tapi itu hanya sementara, dan ketika Sarah telah tiba di tujuannya maka Boruto pun menjadi satu-satunya penumpang yang berada di pesawat itu.
Saat itu Sarah sedang bersiap untuk keluar dari pesawat ketika pesawat itu sudah mendarat dengan mulus di landasan pacu yang berada di area perusahaan penerbangan komersial terbesar itu.
"Boruto, jaga dirimu. Aku akan bertemu lagi denganmu suatu hari nanti. Dan jika bisa, jangan bicara banyak tentangku dan perjalanan misi kita di hadapan Rama. Aku Cuma takut nanti Rama malah jadi cemburu karena kedekatan kita sebagai anggota Laskar Sakhuri," ucap Sarah.
"Aku bahkan tidak berniat untuk menceritakannya kepada siapa-siapa," ucap Boruto.
"Sampai jumpa Boruto," ucap Sarah sambil melambaikan tangan dan berjalan keluar pesawat.
Tak lama kemudian pesawat berputar setelah selesai melakukan pengisian bahan bakar. Dan kemudian pesawat pun mengarah ke landasan pacu untuk segera lepas landas dan pergi menuju Konoha yang berada di Negara Jepang.
Dalam perjalanan, ia merenung. Hal yang sebelumnya ia bayangkan telah terjadi. Yap, dia sendirian di pesawat di hari yang sudah mau menjelang sore. Ini masihlah setengah perjalanan dan kemungkinan ia bisa sampai nanti malam.
Sepi mencengkeram dirinya seakan membuatnya sulit untuk bernafas. Sensasi aneh itu terus menerus ia alami hingga lebih dari 5 menit. Bukan tanpa alasan ia mengalami sensasi itu. Ada sesuatu yang ia rasakan tepat duduk di belakangnya. Ia sedikit merinding tapi berusaha menahannya karena ia yakin hal itu terjadi karena perasaan takutnya dan otaknya mulai membayangkan hal yang tidak-tidak.
Dan benar saja, ketika ia memutuskan membalik pandangannya ke belakang, ia tak menemukan apa-apa. Dan bahkan setelah itu sensasi yang sebelumnya ia rasakan pun sudah sirna walau ia masih merasa sedikit takut.
Ia melirik keluar jendela, hari sudah mulai gelap. Lampu yang menyala di dalam pesawat pun bertambah untuk memberi penerangan bagi penumpangnya. Ia ingin melupakan rasa takutnya dengan bermain game di laptopnya.
"Aku tidak menyangka kalau naik pesawat sebesar ini sendirian bisa menakutkan juga. lebih baik aku membuat diriku sibuk dan terhibur dengan bermain game," batin Boruto sambil menyalakan laptopnya.
Seorang pramugari berambut panjang pun menghampiri Boruto. Namun Boruto tak menyadarinya karena terlalu serius bermain game. Pramugari itu pun menyampingi Boruto dan sedikit mundur ke belakang agar dapat melihat layar laptop Boruto karena rasa penasarannya sebagai manusia muncul kala itu juga.
Ia sedikit membungkuk dan menyentuh pundak Boruto. Akibat gerakan membungkuknya, rambutnya yang tak terikat pun langsung terurai dan nyaris menutupi mukanya.
Merasa ada sesuatu atau seseorang yang menyentuh pundaknya, Boruto membalikan badannya perlahan ke asal sentuhan. Dan kekagetan luar biasa pun terjadi. Boruto mengira Pramugari yang rambutnya terurai dan nyaris menutupi mukanya itu adalah makhluk Astral yang tadi ia rasakan berada di belakangnya sehingga menimbulkan sensasi takut yang tidak nyaman.
Karena kaget, Boruto secara refleks berteriak layaknya orang ketakutan dan panik. Laptop yang tadinya berada di paha pun sudah beralih tempat ke lantai namun kondisi laptop itu baik-baik saja.
"Tuan-tuan. Jangan takut. Ini saya, pramugari pesawat ini!" ujar pramugari itu sambil merapikan rambutnya dan memperlihatkan muka manusianya. Perlahan, rasa takut, kaget, dan panik Boruto seketika hilang dan di gantikan rasa malu akibat salah paham dan kurang fokus.
"Maaf, saya tidak bermaksud menakuti anda. Saya datang hanya untuk menawarkan makan malam. Anda mau pesan apa?" tanya pramugari itu.
"Uhhh, terserah saja. Umum, mungkin lebih baik kau saja yang menentukan. Aku sih apa saja akan aku makan kalau lapar," ucap Boruto cengengesan. Pramugari itu pun langsung pergi meninggalkan Boruto untuk membuat makan malam.
:
:
:
To Be Continued
Maaf ya keterlambatan updatenya. Author terlalu mendapat banyak tugas akhir-akhir ini.
Dan maaf kalau chapter ini ceritanya kurang menarik. Author berharap masih ada yang setia membaca walau akhir-akhir ini updatenya sering tak menentu.
Setelah chapter ini, Boruto tentunya bakal tiba di Konoha. Dan kita saksikan saja apa yang akan terjadi berikutnya di Konoha setelah kepulangan Boruto.
