Mereka bertiga masuk ke dalam kereta itu dan melihat tiga penjahat yang menembaki mereka , Ishak berlindung di pojokan dan Maurice keluar lagi dan bersembunyi di balik bagian luar gerbong kereta , Patrick menembaki mereka dengan Shotgun miliknya dan gotri yang keluar dari moncong Shotgun mendarat di tubuh kedua penjahat itu dan mementalkan mereka berdua , darah bermuncratan dari bagian tubuh mereka yang dihantam gotri . Ishak muncul dari persembunyiannya dan menembaki penjahat yang tersisa di kepalanya , pelurunya membelah angina dan menghantam bagian kulit kepalanya dengan cipratan darah yang mengotori lantai kereta itu
Ketiga penjahat itu sudah roboh , Patrick memberi isyarat untuk maju dan Maurice masuk kembali ke gerbong kereta , Ishak keluar dari persembunyiannya dan Patrick mengambil senjata yang dipegang penjahat itu diikuti oleh Ishak
" Sepertinya mereka membawa Shotgun " kata Patrick
" Ambil semua Shotgun itu , kita perlu untuk menghemat peluru dan menghabisi semua bajingan itu secepatnya " kata Maurice
" Ini ide buruk , penumpang bisa terkena gotri nyasar dan ini adalah hal buruk " kata Ishak
" Ayolah ambil , kita perlu mengakhiri kegilaan ini " kata Maurice
" Okay … " kata Ishak sambil menaruh MI4A1 miliknya di tasnya dan mengambil Shotgun itu
Mereka bertiga mencari peluru Shotgun yang ada di pakaian ketiga penjahat yang mati itu dan mengambilnya , setelah itu Ishak dan Maurice bersembunyi di sebelah kiri dan kanan pintu yang berada di penghubung gerbong paling belakang dan di depannya sedangkan Patrick bersembunyi di kursi penumpang
Ishak menjulurkan tangannya di depan pintu penghubung gerbong dan pintu itu otomatis terbuka , empat penjahat menyerbu gerbong paling belakang dan menembaki kursi penumpang itu , Ishak yang bersembunyi di samping menembak kepalanya dan kepala penjahat itu pecah menjadi beberapa bagian , tengkoraknya yang hancur memperlihatkan isi otaknya , Maurice menembak penjahat itu di bahunya dan menjatuhkannya , bagian bahunya yang hancur memperlihatkan bagian dagingnya serta darah yang membanjiri lantai itu , jeritan kesakitan keluar dari mulut penjahat itu . Melihat temannya yang rubuh membuat dua orang lainnya melihat ke pojok kiri dan kanan kereta tempat Ishak dan Maurice dan mereka berdua tidak menyadari kalau Patrick sudah keluar dari persembunyiannya dan menembaki mereka berdua , tembakan itu menjatuhkan kedua orang itu dan meledakkan bagian pinggang mereka , darah kedua orang itu membanjiri lantai kembali dan serpihan daging , lantai kereta itu digenangi dengan darah
Mereka bertiga maju ke gerbong berikutnya , disana ada banyak penumpang yang ketakutan dan salah satu penjahat yang menempelkan moncong Shotgun-nya ke salah satu penumpang cewek
" Turunkan senjata kalian ! " Teriak penjahat itu
" Pakai senjata tidak ada gregetnya " kata Patrick sambil melempar Shotgunnya
" Pakai ginian baru ada gregetnya " Kata Patrick sambil mengeluarkan sebuah ranting pohon dan korek api gas , Patrick menyulut ranting pohon itu dengan korek api dan membuatnya terbakar
" Sialan gue gak nyadar kalau gak ada minyaknya " kata Patrick sambil menghantamkan ranting pohon yang terbakar itu ke wajah penjahat yang menodong cewek itu , penjahat itu memegangi wajahnya yang terbakar dan jatuh ke lantai , penjahat lainnya menodongkan senjata kea rah Patrick sementara itu para penumpang bersembunyi di kursi-kursi sehingga menyulitkan Ishak
Mereka bertiga menembaki penjahat yang menyerbu kereta , Suara Shotgun yang saling bersahutan memenuhi kereta itu dan ratusan gotri melayang di udara untuk menghantam kea rah tubuh semua orang , sementara itu di samping kereta itu terlihat mobil polisi yang mengejar kereta itu
" Kelompok penjahat itu memaksa masinis kereta ini untuk melanjutkan perjalanannya , untuk menghentikan kereta ini kita harus membantai semua penjahat ini " Kata Ishak sambil memberi Isyarat untuk maju
" Untuk semua penumpang diharapkan untuk tiarap , semuanya TIARAP ! " Perintah Ishak
Patrick menembak dua penjahat yang berdesakan keluar dari gerbong di depannya dan mementalkan mereka berdua
Sementara itu di luar kereta terjadi baku tembak antara polisi yang mengejar kereta itu dengan para penjahat lainnya yang mengejar kereta itu
" Berapa gerbong lagi yang harus kita tembus ? " Tanya Maurice
" 4 gerbong lagi , sepertinya jumlah orang disini semakin sedikit " Jawab Patrick sambil bersembunyi di kursi penumpang
" Awas dengan yang di belakang , mereka tidak akan membiarkan kereta ini jadi milik kita " Kata Ishak yang ada di Gerbong Belakang
" Semuanya pindah ke depan ! " Perintah Ishak dan semua penumpang di gerbong belakang mulai bergerak secara teratur ke gerbong depan dan berlindung di tempat yang aman , di barisan paling belakang ada cewek lain yang kakinya pincang , dia berjalan agak lambat dengan kedua tongkat berjalannya . Ishak lalu berpindah ke gerbong belakang dan menggendong cewek itu , wajah cewek itu agak sedikit sumringah ketika Ishak menggendongnya , tanpa dia sadari sebuah roket yang meluncur dari RPG-7 yang ditembakkan dari salah satu mobil penjahat yang beradu tembak dengan polisi itu menghantam gerbong belakang itu , suara ledakan menggelegar dan sambungan gerbong belakang itu hancur , asap hitam dari ledakan itu mengepul menutupi gerbong belakang dan Ishak terpental seketika , tidak ada yang melihat Ishak lagi karena sudah tertutupi oleh asap hitam
" GERBONG BELAKANG SUDAH JATUH ! " Teriak Patrick
" ISHAK ! " Teriakan cewek terdengar di gerbong
" PATRICK KAU MAJU KE DEPAN DAN BEBASKAN MASINIS SECEPATNYA ! AKU AKAN JAGA MEREKA SEMUA ! " Teriak Maurice
" SIP " Balas Patrick sambil maju menyerbu ke gerbong berikutnya
Sementara itu Maurice membuang Shotgun miliknya dan memakai AP-48 miliknya , dia menembaki mobil penjahat yang menguntit di belakang kereta itu , salah satu tembakannya mengenai ban mobil penjahat itu dan membuatnya melaju tak terkendali
Patrick yang menyerbu ke depan menyapu bersih semua penjahat itu dengan Shotgun miliknya , topinya sudah terbang tertiup angin yang berhembus dari luar , akhirnya dia menjatuhkan penjahat terakhir yang ada di ruang Masinis
Di gerbong belakang yang sudah terguling dan hancur karena tembakan RPG-7 itu Ishak mengepulkan asap hitam , sebuah lubang bekas tembakan RPG-7 itu terlihat dan di dalamnya ada Ishak yang terbaring , wajahnya tergores oleh pecahan kaca yang menancap di wajahnya dan dibanjiri oleh darah yang keluar dari luka-luka , dia merasakan nyeri di seluruh tubuhnya , dia mencoba bangun dan mulai mencoba untuk berdiri , di luar gerbong itu dipenuhi oleh polisi yang berjaga di sekitar gerbong itu
" APA ADA SESEORANG DISINI ?! " Teriak Ishak sambil menggerakkan anggota tubuhnya yang nyeri untuk mengurangi nyerinya
Setelah beberapa detik ada tali yang diulurkan ke dalam gerbong itu , Ishak menggenggam erat tali itu dan memanjatnya
" Dia masih hidup ! "
" Ini tidak mungkin ! "
" Tidak apa-apa , aku sudah biasa mengalami hal ini di Botsweni " kata Ishak sambil memanjat talinya
Akhirnya Ishak muncul di atas gerbong kereta yang terguling itu , dia kemudian meloncat dari gerbong kereta itu dan membawa senjata miliknya
" Apakah keadaan di stasiun tujuan kereta itu sudah aman ? " Tanya Ishak
" Tentu saja , stasiun Carstenz sudah dijaga dengan ketat " jawab polisi yang ada di dekatnya
Paramedis menghampiri Ishak untuk membersihkan darah yang membanjiri wajah Ishak
" Tenang saja , ini Cuma luka gores saja . Setelah ini antar aku ke Stasiun Carstenz , kedua rekan seperjuanganku masih ada di kereta itu " kata Ishak
Sementara itu di kereta …
Patrick yang sudah sampai di ruangan masinis melihat sesosok mayat pria yang memegang pistol dan mayatnya terduduk di kursi masinis
" Ugh … sepertinya mereka sudah membunuh masinisnya dan aku tak tahu berapa jauh lagi jarak kereta ini dengan stasiun . Rem keretanya dimana ya ? " Kata Patrick kebingungan , dia lalu melihat sebuah panel
" Next Stop – Carstenz Subway Station – 15 KM "
" 15 kilometer lagi " Kata Patrick
Kereta itu sudah memasuki sebuah terowongan
" Stasiun Carstenz kepada masinis … "
Patrick melirik ke arah HT yang ada di meja control kereta , dia kemudian mengambilnya
" Patrick Sheere kepada Stasiun Carstenz … aku perlu sedikit bantuan … beritahu aku bagaimana caranya memberhentikan kereta ini , masinisnya telah terbunuh oleh pembajak kereta yang tadi " Kata Patrick
" Tariklah tuas yang ada di sebelah kanan itu ketika jarak kereta dengan stasiun telah mencapai jarak aman untuk pengereman , dan kami turut berterima kasih atas informasi yang anda berikan "
" Sama-sama " Kata Patrick
" Untuk sejauh ini belum ada kereta yang berhenti di Stasiun Carstenz , kau bisa menghentikan kereta ini di Stasiun Carstenz . Sejauh ini kami telah mengontak polisi untuk mengadakan penjagaan di Stasiun Carstenz "
" Yap , aku akan menghentikan kereta ini " kata Patrick
" Hey ada DVD playernya , ini pasti seru " Kata Patrick sambil mengambil sekeping DVD
Sementara itu di gerbong paling belakang ….
" Apakah kakak Ishak baik-baik saja ? " Tanya gadis pincang yang menangis terisak-isak
" Tidak apa-apa , dia itu keras tahu , sudah pernah bertarung dengan singa , ular dan satu kompi tentara bayaran " Kata Maurice
Pada saat dia sedang berjaga di gerbong itu tiba-tiba dia mendengar dentuman music yang mengejutkan , music yang berirama disko itu menggelegar dari speaker di pojokan kereta
Sementara itu Patrick asik menggeleng-gelengkan kepalanya dan berjoget di bagian masinis
Balik lagi ke gerbong belakang
" SIALAN KAU PATRICK ! INI BUKAN WAKTUNYA UNTUK DUGEM TAHU ! " Teriak Maurice
" WOOHOO ! STADIUM NIGHT CLUB ! SEMUANYA BERGOYANG ! GELENG-GELENG ! JEP AJEP AJEP " Suara Patrick keluar dari speaker kereta
Sontak saja penumpang kereta itu melakukan hal-hal aneh sepert geleng-geleng , menutup matanya ( Bigfoot : wkwkwkwk ) , jingkrak-jingkrak , nyari box kardus terus menggores-goresnya dengan pisau ( Ngebug )
Maurice yang kesel karena penumpang kereta yang bertindak aneh-aneh itu langsung berlari ke gerbong masinis , dia menemukan Patrick yang asik joget-joget dan geleng-geleng , dia kemudian memencet tombol eject pada DVD player itu dan mematahkan VCD yang keluar dari VCD player itu
" Awww itu adalah lagu favoritku " kata Patrick dengan nada kecewa
" KAU MEMANG GILA SUNGGUHAN PAT ! SEMUA PENUMPANG ITU KETAKUTAN DAN KAU MENGAJAK MEREKA JOGET ! INI BUKAN STADIUM TAHU ! " Maurice langsung ngomel
Patrick yang tidak memedulikan omelan gaje Maurice langsung menarik sebuah tuas dan kereta itu perlahan-lahan berhentinya , akhirnya Stasiun Carstenz terlihat dan kereta itu berhenti juga
" Akhirnya kereta ini berhenti juga , Misi berhasil " kata Patrick
" TAPI KITA MENINGGALKAN VAN KITA BEGITU SAJA ! " Teriak Maurice panic
" Tenanglah , masyarakat akan menganggap kita pahlawan dan mungkin memberikan gantinya , oh ya polisi akan menahan van itu dan kita akan mengambilnya , untuk senjata kan sudah dititip di markas Black Rose " kata Patrick
Mereka berdua menyaksikan semua penumpang kereta keluar dan cewek pincang yang berjalan terakhir itu menatap mereka berdua , Maurice tersenyum ketika cewek itu menatapnya
" Hmm persetan dengan van itu , sepertinya cewek itu menarik juga , dia tahu ishak " gumam Maurice
Patrick nyengir ketika melihat Maurice tersenyum , dia sepertinya merasakan bibit cinta Antara cewek pincang itu dengan Maurice
TBC ….
Author Notes
Akhirnya gw update lagi , sempet kena WB gara-gara UTS akhirnya lanjut lagi
RSP kayaknya entar deh , fic ini gak sempurna , kalau gw mencari kesempurnaan nanti fic ini gak selesai pas gw lulus SMK ( itu target paling lambat gw )
Gw bikin Shotgun match karena suka main Shotgun di PB ( Agak males kalau pake SG Kopong , sebaran gotrinya kelebaran )
Maaf kalau chapter ini jelek , biasanya abis sembuh dari WB pasti chapternya jelek
