Baekhyun masih belum bisa percaya.
Dia ingat ketika itu dirinya dan Kyungsoo pergi jalan-jalan mencari tempat untuk makan.
Mereka sedang menunggu lampu untuk pejalan kaki berwarna hijau sehingga mereka dapat menyebrang dan mengorbol tentang kuliah dan hal yang lainnya.
"Ah, lampunya sudah berubah."
"Ayo kita pergi."
Mereka berjalan bersama sambil mengobrol.
Saat itu Baekhyun tak melihat ke depan sehingga bertabrakan.
"Ah, maaf." Dia membungkuk sekilas dan orang yang ditabraknya itu hanya tak acuh, kemudian mereka kembali berjalan.
"Mana, mana? Gue ingin liat." Kata Kyungsoo dengan antusias ketika mereka telah sampai disisi jalan yang lain.
"Tenang-tenang." Baekhyun memindahkan tas tangannya kedepan, "Gue ngegantungnya disini." Katanya sambil melihat resleting tasnya.
Tapi apa yang seharusnyaa ada disana tak ada.
"Gak ada! Kyungsoo! Bagaimana ini!?"
Baekhyun langsung panik dan melihat kesikatrnya berharap menemukan benda itu. Dia melihat ke arah tempat penyebrang dan menyipirkan matanya untuk mencari benda itu.
"Ada!"
"Eh! Dimana!?" Kyungsoo langsung menatap Baekhyun namun, perempuan itu tak ada di tempat. Dia langsung mencarinya dan terkejut ketika melihat Baekhyun sedang berjalan di tempat penyebrangan. "Baekhyun! Cepat kembali kesini! Lampunya sudah berkedip!"
"Tunggu sebentar! Itu ada disana Kyung! Lu tunggu disitu!"
Baekhyun menundukkan badannya ketika dia sampai di tempat gantungannya jatuh dan mengambil gantungannya. "Syukurlah." Katanya. Dia menggenggam itu di depan dadannya dan menghela nafasnya.
"Ah, aku harus kembali ke Kyungsoo."
Baekhyun menegakkan badannya dan saat itu dia merasakan tubuhnya tiba-tiba di dekap dengan erat.
Dan dia tahu siapa yang memeluknya.
"Aku mencintaimu. Sungguh, aku mencintaimu."
"Chanyeol." Cicitnya.
Dan semuanya terjadi dengan cepat.
Dia terkejut, tubuhnya melayang, kemudian terhempas dengan keras. Dia dapat merasakan gesekan antara kulitnya dan aspal jalan. Namun semuanya baik-baik saja selain hal itu.
Dia tak merasakan sakit yang sangat parah. Dia memejamkan matanya dengan erat ketika tubuhnya berguling beberapa kali hingga akhirnya berhenti.
Dia masih merasakan dekapan itu.
Sangat erat dan hangat.
Dengan takut dia mengangkat kepalanya dan tubuhnya bergetar melihat apa yang ada di hadapannya.
"Chanyeol?" Cicitinya.
Chanyeol mengerutkan dahinya dalam.
Tubuhnya terasa remuk dan kepalanya sangat pusing tak beraturan.
"Chanyeol?"
Chanyeol membuka matanya perlahan dan menatap Baekhyun dengan lemah.
"Chanyeol?"
Chanyeol tersenyum tipis dan menggerakkan tangannya perlahan untuk mengusap kepala Baekhyun.
"Chanyeol."
Chanyeol perlahan menutup matanya ketika kepalanya terasa sangat berat dan sakit.
"Enggak, Chanyeol!"
Baekhyun menggerakkan tangannya untuk menyentuh pipi Chanyeol dan mengusapnya dengan lembut.
"Chanyeol!"
"..." tak ada jawaban.
"Ahh... enggak... enggak... bangun! Bangun Park Chanyeol!" Baekhyun menepuk pipi Chanyeol berulang kali, berharap kedua mata lelaki itu yang terpejam terbuka dan menatapnya. "Enggak! Park Chanyeol, bangun! Chanyeol!"
