This Fic I Dedicated For My Readers. All of You
P.M.M.
The Prize Must be Mine!©Nurama Nurmala
Super Junior©SME
Sci-fi, Adventure, Friendship
Warning : OOC, Typo(s), AU
PMM in 44th Episode Totally Reserved
PMM
Chapter 44 - LOST
"Yang tidak aku pahami, Kyuhyun-ah… kenapa kau membiarkan musuh bergabung denganmu?"
"Apa maksudmu?"
"Dia," telunjuk Eunhyuk menunjuk ke sebuah arah; seseorang. "Kenapa kau membiarkan dia… bergabung denganmu?" Semua mata… kini tertuju pada seseorang yang ditunjuk oleh Eunhyuk. "Dia sudah jelas adalah seorang musuh."
"Aku? Apa maksudmu?" Seseorang yang dimaksud oleh Eunhyuk mengerjap-ngerjapkan matanya kaget. "Aku bukan musuh, aku adalah Ryeowook, teman kalian…."
PMM
Chapter 44
Suasana malam itu dibebat oleh lolongan penghuni hutan dan teriakan burung-burung malam yang ramai menari di udara. Ringkihan angin mengais keras semak belukar yang terduduk dalam bisikannya. Sesekali derap langkah salah satu makhluk hutan terdengar, tapi tak urung jua ikut bergabung dalam perbincangan sengit kelompok itu.
"Tujuan kita sekarang bukanlah mengalahkan The Keeper lagi," ujar Eunhyuk penuh usut. Tatapannya tak urung lepas dari Ryeowook yang berdiri gugup. Sesekali Eunhyuk berdecih, lalu membuang ludah ke pelipir jalan yang dirimbuni rumput ilalang.
"Kenapa The Keeper tidak lagi menjadi prioritas?" Kyuhyun menyandarkan dirinya di sebuah pohon tua berbatang tebal. Alice mengusik di sisinya lalu memanjat bahu Kyuhyun agar bisa duduk di sana. Entah apa yang berada di pikiran Alice, tapi Alice mendapatkan perasaan nyaman ketika melakukannya. Dan tak kalah aneh, Kyuhyun hanya diam membiarkan Alice melakukan apa yang dia mau, selama Alice tak mengganggunya—yah… sama seperti biasa.
"Ada sebuah fenomena aneh terjadi di arena lain," lanjut Eunhyuk, suaranya diselimuti kemisteriusan, sementara mimik mukanya meradiasikan kengerian. "Di pulau yang pesisir pantai dan ujung tebingnya dijadikan sarang hiu-hiu pembunuh dan tanahnya dijadikan hamparan radioaktif, di sanalah fenomena ini terjadi," jarang-jarang Eunhyuk menjaga rima bicaranya seperti ini, beberapa kali atensinya memandang wajah di depannya bergantian, sudah beberapa kali pula ia menarik napas panjang lalu ia denguskan keras-keras. "Fenomena itu berhubungan dengan pancaran sel dalam otak kita di dunia nyata, karena otak kita secara tiba-tiba dirangsang oleh gelombang kejut hingga meresonansikan gambaran yang kita lihat di dunia game saat ini. Tapi proses itu tidak semuanya berjalan lancar tanpa resiko dan efek samping."
"Terjadi… bug?" Ucap Kyuhyun tanpa sadar. Matanya berkilat penuh rasa ingin tahu, sementara pikirannya berlari ke sana kemari tertantang untuk menyatukan kepingan teka-teki bugging system yang baru saja dipaparkan Eunhyuk. "Lalu bug macam apa yang terjadi di sini?"
.
.
SREEETTTTTTT…
.
.
Secara lambat dan penuh maksud, Eunhyuk mengangkat jari telunjuknya lalu menempelkannya di pelipis kanannya, "Error itu merangsang kinerja otak hingga menciptakan delusi secara nyata. Mengadakan yang tidak ada di dunia nyata sebelumnya namun tidak menghilangkan apa yang telah ada."
"Kau ini bicara apa Hyukie-ya, jangan berbicara muter-muter seperti itu, aku tidak mengerti," rajuk Donghae setengah kesal. Ia berjerumat di sebuah sudut, di samping Ryeowook yang mendengarkan penjelasan Eunhyuk dengan seksama.
"Error itu menciptakan sebuah kepribadian lain dalam diri beberapa player. Memang mereka tidak kehilangan kesadaran akan diri mereka seutuhnya. Contohnya seperti Severin Korfer yang berada di pulau itu. Ia bercerita padaku, dalam kesehariannya di dunia nyata dia merupakan sosok yang pemberani dan agak serampangan, tapi sosoknya yang sekarang berkebalikan dengan pribadi aslinya. Di dunia game ini dia menjadi seorang yang lembut dan perasa."
"Jadi fenomena seperti itu yang terjadi…" ucap Leeteuk. Walau suaranya serak dan dalam, tapi ucapan yang baru saja ia lontarkan terdengar lebih santai tanpa penekanan dan tanpa penuh maksud; tidak seperti halnya Eunhyuk. "Aku kira error apa, error seperti itu sama sekali tidak berbahaya 'kan? Kyuhyunie?"
"Ya, jika jenis error-nya seperti itu: Sistem secara tidak sengaja mengubah beberapa kepribadian player, tak akan terjadi sesuatu yang serius."
"Heee… jangan-jangan kau salah satu yang terkena efek bugging ya? Hyukie-ya?" Lirik Donghae dengan senyum jahil dan meremehkannya.
"K-Kau tahu?" Eunhyuk terlihat terkejut hingga tanpa sadar ia mengambil langkah mundur selangkah ke belakang.
"Tentu saja. Kau yang sekarang lebih menyebalkan dan pecicilan dari kau yang ada di dunia nyata," jujur Donghae sengaja. Ia berusaha menahan tawanya membayangkan reaksi Eunhyuk nanti ketika mereka kembali ke dunia nyata.
"Nah…" Leeteuk terkekeh lega. "Lalu… apa yang tidak aku mengerti adalah… kenapa kau bilang Wookie-ya adalah musuh? Jika Wookie-ya adalah salah satu dari sekian player yang terkena bugging, bukankah hal itu menjadikan posisi kalian sama?" Lirik Leeteuk bergantian ke arah Ryeowook dan Eunhyuk.
"Yah…" Eunhyuk terlihat mengangkat kedua tangan dan menggendikan bahunya dengan tampang tak peduli, "Memangnya kalian pikir kenapa aku bisa tahu kesadaran mereka masih ada di kepribadian mereka yang baru? Apa kalian pikir itu hanya dugaan saja?"
"Aku kira karena kau tahu karena kau berbicara dengan Severin," jawab Donghae polos.
"Yah… kalau hanya itu sama saja dengan dugaan 'kan?" Eunhyuk tersenyum karena jawaban konyol Donghae.
"Jadi kau punya validasi yang membuktikan bahwa itu semua benar?" Kyuhyun kembali berujar penuh kontroversi.
SRET!
Eunhyuk kembali mengacungkan jarinya, kali ini menunjuk ke arah Thor. "Dia bisa mengetahui apa-apa yang terjadi dengan player di dunia ini. Karena itu aku memutuskan untuk secepatnya mendatangi kalian. Thor, jelaskan posisimu!"
SYUUUTT~
Kepala bulat dengan helm warrior bertengger di kepalanya itu kini melayang pelan ke depan Eunhyuk. "Aku bukan NPC biasa, GM merancangku dengan kelebihan lain yang dapat menjadi support player untuk player yang lain. Aku mengetahui berbagai macam informasi dalam game ini seperti kelemahan dan keberadaan musuh, membantu leveling player dan persiapan equip player untuk battle. Salah satu program yang ditanamkan padaku oleh Programmer dan GM adalah… aku bisa mengetahui seluk beluk para player yang disebut dengan Chara Recognition."
"Lalu jelaskan apa yang terjadi dengan orang yang mengaku bernama Ryeowook ini."
"Umumnya, player yang terkena dampak tidak tersinkronisasinya kinerja otak akan memunculkan kepribadian baru untuk dijadikan Main Chara tanpa terenggut kesadarannya. Karena kemampuan Chara Recognition, aku bisa tahu kesadaran mereka masih berada bersama mereka walaupun kepribadian mereka telah berubah. Dan kasus yang menimpa player bernama Kim Ryeowook ini agak berbeda. Aku mendeteksi bahwa kepribadiannya sama dengan tingkat emosional yang naik sampai 80%, tapi aku tak mendeteksi bahwa kesadarannya masih berada dengan kepribadiannya."
"A-apa maksudmu?" Donghae bertanya tak mengerti sedangkan Leeteuk, Sungmin dan Kyuhyun terperanjat kaget.
"Maksud Thor adalah…" untuk membuat penjelasan Thor lebih sederhana, Eunhyuk mengambil satu langkah ke depan dengan kedua tangan terayun di depan dadanya, lalu… ia pun mulai memberikan penjelasan. "Ada seseorang yang BUKAN Ryeowook mengambil tubuh Ryeowook dan seenaknya memakai tubuh Ryeowook untuk berjalan-jalan dalam game ini."
"EEEEEEEEEHHHHHHHHH?"
PMM
Chapter 44
Di sebuah jalan di Korea…
"Kenapa kau terus memandangi layar ponselmu, Kibum?" Lamunan Kibum terbuyarkan oleh pertanyaan normal Zhoumi.
"Eh? Apa?"
"Ponselmu dari tadi bergetar tapi tak kau angkat," Kibum terkesiap dengan perkataan Zhoumi. Dan memang benar saja sedari tadi sebuah nama terpampang di LCD ponsel Kibum.
Yoogeun.
"Ya?" Kibum segera menyeret area answer phone dan mendekatkan ponsel ke telinganya.
"Bagaimana kondisimu sekarang?" Tanya sebuah suara di seberang sana.
"Aku baik-baik saja. Aku dengar dari Miss Lau kau datang untuk mengusahakan kesembuhanku. Terima kasih."
"Kau tidak perlu berterima kasih, aku menghubungimu karena harus memberitahukanmu sesuatu," Kibum terdiam dengan serius setelah mendengar pernyataan Yoogeun. Setiap kali Yoogeun menghubungi Kibum secara tiba-tiba, alasannya selalu sesuatu yang tak bisa ditangani Yoogeun atau sesuatu yang urgent. "Aku mendeteksi sebuah teknologi canggih di tempat teman-temanmu berada. Apa mereka baik-baik saja?"
Kibum terdiam. "Hm… mungkin yang kau deteksi itu adalah perangkat game baru. Mereka sedang menghadiri launching game MMORPG dengan console nyata di Jepang sana. Dengan jenis game seperti itu, sudah pasti teknologi yang dipakai adalah teknologi tingkat tinggi."
"Tapi Kibum, teknologi tingkat tinggi yang kulihat di radar detection itu bisa bergerak. Dia berasal dari Korea, dan berangkat ke Jepang setelah penerbangan teman-temanmu."
"Apa?!"
"Tak hanya itu, gerakannya sangat halus. Ia bergerak mengikuti pola gerakan manusia, dan ketika teman-temanmu terdiam secara serentak, dia pun ikut terdiam."
"Sial! Mungkinkah… mereka sudah mulai bergerak?!" Kibum… sudah tidak punya waktu lagi!
PMM
Chapter 44
"Jika saja perkataanmu memang benar, lalu bagaimana dengan dirimu sendiri?" Ryeowook melangkah maju, lalu dengan pandangan tajam seolah menyulut pertentangan kepada Eunhyuk. "Kau tiba-tiba saja datang kepada kami setelah mengalahkan Dennis Nilses—The Keeper pulau ini dengan permainan solomu, lalu setelah itu kau memberikan penjelasan mengenai bugging system yang dapat memecahkan kelompok ini. Tapi tidak ada bukti yang menunjukan bahwa kau juga tidak ada dalam posisiku. Kau pun sama, menjadi pemain yang bergeser kepribadian karena bug. Tapi tidak ada yang dapat menjamin Thor akan mengatakan kebenaran tentangmu karena kau tuannya."
"Eh?" Donghae hanya bisa memandangi mereka berdua.
"Benar, kita asumsikan bahwa yang kau katakan itu benar karena berasal dari NPC game ini. Tapi pada umumnya, NPC yang sudah memiliki Master akan bergerak sesuai intruksi dari Masternya. Meskipun Thor mengatakan sesuatu yang tidak memberatkanmu sekali pun, kami tidak bisa sepenuhnya percaya padamu. Lagipula kami belum mengetahui sistem game ini secara detail," usut Kyuhyun panjang lebar; berusaha menjadi pihak netral bagi Ryeowook dan Eunhyuk yang kini terlihat beseteru.
"Kalau menurutku sih…" Leeteuk terlihat berkacak pinggang dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menggaruk moncongnya yang digigiti kutu. "Ini game 'kan? Setahuku tujuan utamanya untuk bersenang-senang. Boleh saja kita serius terhadap game, tapi jangan lupa untuk menikmati permainannya juga."
Tiba-tiba Eunhyuk mulai mengangkat tangan kanannya ke udara, "Axe, On!" Dalam sekejap, sebuah kapak besar bercokol dalam genggaman tangan Eunhyuk.
"A-apa yang akan kau lakukan, Hyukie-ya?" Donghae terperanjat kaget, apa kepribadian Eunhyuk sekarang sudah mulai tidak waras? Apa dia berniat menebas kami semua?
"Aku tak terima," wajah Eunhyuk nyaris tak terlihat. Wajahnya tertekuk, sedikit tertunduk. "Padahal aku mengkhawatirkan kalian. Padahal aku takut kalian menjadi korban dari orang sakit ini, tapi kalian sama sekali tidak peduli dan menuduhku sebaliknya."
"Lantas… apa yang mau kau lakukan?" Bagai menyiram minyak di atas api, Kyuhyun terlihat tidak meralat kembali perkataannya beberapa menit yang lalu. Padahal niatnya yang sebenarnya adalah untuk menjadi penengah bagi dua orang yang tengah bersitegang, tapi Eunhyuk yang salah paham tidak mendapat penjelasan sedikit pun dari Kyuhyun.
"Hyukie-ya," Leeteuk menepuk pundak kiri Eunhyuk ringan. "Kami tahu kekhawatiranmu, jadi tolong tenangkan dirimu barang sejenak."
"Tidak! Jika dia terus bersama kalian, dia akan membunuh kalian satu persatu! Kenapa kalian tidak menyadarinya?"
"Apa?" Ryeowook memiringkan kepalanya ke kanan. Ia pura-pura tak mengerti. "Kenapa aku harus membunuh kalian?"
"Thor bisa tahu apa yang dipikirkan para player, karena itu—"
"Ini sungguh tidak adil, benar 'kan Kyuhyun?" Belum selesai Eunhyuk mengeluarkan perkataannya, ucapannya segera dipotong oleh Ryeowook. "Kenapa kau bisa mendapat NPC dengan kekuatan khusus seperti itu sementara NPC kami biasa-biasa saja. Bukankah ini tidak adil? Dan juga… kenapa harus kau yang dapat? Kenapa kau begitu istimewa?" Ucapan Ryeowook sedikitnya bisa membuat mereka berpikir lebih dalam.
Benar juga.
Kenapa Eunhyuk yang mendapatkannya?
Memangnya Eunhyuk sudah melakukan apa hingga bisa didampingi Thor?
Karena itu… pikiran mereka sedikit demi sedikit beralih karena provokasi Ryeowook.
"Tapi," lamunan mereka dan otak mereka yang tengah bekerja dengan beberapa pertanyaan kembali terbuyarkan karena perkataan pesimis yang dilontarkan Donghae. "Jika itu semua benar. Jika yang dikatakan Hyukie-ya benar, jika Wookie-ya memang ingin membunuh kita semua, aku rasa… itu tidak masalah."
"Apa?"
"Maksudku… kita semua sedang berada di dalam game 'kan? Kalau begitu itu tidak masalah lagi. Aku memang bukan maniak game, tapi seperti yang dikatakan Leeteuk-ssi, aku ingin kita semua menikmati game ini. Jadi, jika ada system P vs P, aku akan menerimanya. Dan jika aku kalah dalam battle itu, aku sama sekali tidak masalah. Itu berarti masa hidupku dalam game ini usai."
Heeee… benarkah apa yang kau ucapkan itu barusan, Lee Donghae? Ryeowook secara intens memandang Donghae penuh gairah. Sambil terus memandangi Donghae yang tengah berkhotbah tentang sisi kemanusiaan, Ryeowook terus berdialog dalam hatinya. Tak kusangka kau adalah tipe orang yang akan pasrah tanpa perjuangan. Jika memang itu maumu, aku akan datang menghabisimu setelah ini.
"Kalau begitu… aku menantangmu bertarung, Kim Ryeowook!"
"EEEHHHHHHHHHHHHH?"
"Menantangku… bertarung?" Ryeowook terlihat kaget. Roman mukanya bercampur ketakutan dan kegugupan. Bulir keringat menetes dan melewati pipi dan lehernya. Sialan, ini terlalu bagus… hehehe. Aku bisa membunuh Eunhyuk secara terang-terangan di sini.
"Baik, aku ajukan pertarungan Player VS Player!" Sungut Eunhyuk sambil mengacungkan senjatanya ke hadapan Ryeowook. "Kita lakukan battle K.O. Siapa yang duluan mati, dialah yang kalah. Yang menang akan mendapatkan EXP+Equip pemain yang kalah."
"Kalian benar-benar akan melakukannya?" Kyuhyun berdiri mengamati mereka berdua. "Ini akan menjadi pertarungan yang berat sebelah. Kalian tidak berada di level yang sama dan kemampuan kalian berbeda. Apalagi Ryeowook adalah seorang manusia yang tidak dibekali kemampuan tempur macam apapun."
"Tidak apa-apa, aku akan tetap melakukannya," Ryeowook menoleh ke arah Kyuhyun, Sungmin, Leeteuk dan Donghae. Ia menyunggingkan sebuah senyum lembut, senyum yang seperti biasanya. "Jika aku kalah… itu tidak masalah kok. Itu malah akan membuktikan bahwa apa yang dikatakan Eunhyuk itu tidak benar."
"Wookie…."
"Baiklah, kita mulai pertarungannya."
Eunhyuk dan Ryeowook menarik napas secara bersamaan, lalu secara bersama-sama pula mereka mulai meneriakan aktivasi battle player. "Player VS Player… ON!"
SREEEETTTT!
Secara mengejutkan, area dengan diameter sejauh 100 meter dari tempat mereka beranjak menjadi arena pertarungan. Tanah digantikan batu granit, pepohonan tiba-tiba menghilang secara tiba-tiba digantikan hamparan udara yang hangat. Hanya satu yang tak berubah, penerangan di arena itu masih mengandalkan sinar bulan seperti area hunting biasanya.
Di udara, di antara kepala mereka, tiba-tiba terlihat sebuah nomor yang terus menghitung mundur.
.
.
5
.
.
4
.
.
3
.
.
2
.
.
1
.
.
GO!
.
.
"HEYYYAAAHHHH!" Tanpa menunggu Ryeowook mempersiapkan dirinya, Eunhyuk yang sudah mengaktifkan senjatanya segera berlari membabi-buta ke arah Ryeowook.
"Hugh!" Ini pertama kalinya Donghae dan Sungmin melihat pertarungan antar player. Tanpa mereka sadari mereka sudah terhanyut dalam suasana tegang sebuah pertempuran.
"Rising Slash On!" Setelah Eunhyuk meneriakan sebuah skill MC-nya, secepat kilat ia mengayunkan kapaknya ke arah Ryeowook yang membuat Ryeowook terkena sabitannya. Setelah tubuh Ryeowook terkena sabitan kapaknya, Eunhyuk langsung melompat ke udara bersamaan dengan tubuh Ryeowook yang masih dalam tawanannya, tak melewatkan kesempatan itu, Eunhyuk melancarkan serangan kombo Rising Slash dengan mengoyak-ngoyak tubuh Ryeowook di udara.
"WAAAAAAAAAA! WOOKIE!" Donghae berteriak kaget melihat tubuh lemah Ryeowook disayat dengan sangat brutal oleh Eunhyuk.
"Pertarungan ini akan cepat selesai. Ryeowook yang berstatus sebagai manusia tidak memiliki Defense yang hebat untuk memblok serangan sedasyat itu," Kyuhyun yang mengamati pertarungan itu memberikan komentar objektifnya dalam pertarungan ini.
DUUUAAKKK! BUUGGHHHH!
Tubuh Ryeowook yang telah dihajar habis-habisan jatuh berdebum ke lantai yang keras.
"WOOKIE!"
Donghae dan Sungmin yang berteriak bersamaan tak membuat Ryeowook segera membuka matanya. Tubuh kecil itu hanya terbaring di sana setelah berguling menghantam batu.
"Pasti sakit sekali…" rikuh Donghae dengan ringisan di wajahnya.
"Bukankah kita tidak merasakan sakit?"
"Eh?" Donghae menatap Leeteuk yang berujar barusan. "Tapi…" sekali lagi Donghae menyipitkan matanya, lalu meneliti wajah Ryeowook yang babak belur dengan ekspresi menahan sakit. "Tapi kenapa Ryeowook terlihat begitu kesakitan?"
HP bar Ryeowook yang hanya berjumlah 300 HP itu kini menurun hingga 125 HP. Seharusnya serangan level tinggi seperti Rising Slash membabat habis HP-nya hanya tinggal 0 saja. Sesuatu yang aneh sedang terjadi.
"Ke-kenapa?" Eunhyuk terkesiap sekejap. Matanya mengerjap-ngerjap cepat dengan mulut menganga. Ia tak bisa menemukan jawaban kenapa Ryeowook tidak langsung mati.
"Ughh!" Dengan tertatih, tanpa diduga Ryeowook bangkit dari pembaringannya dan mulai berdiri dengan terseok-seook. Di tangan kanannya tergenggam sebuah sinar berwarna merah.
"A-apa itu? Apa itu sejenis magic?" Sungmin memandang Kyuhyun tak mengerti.
"Itu… sama seperti sesuatu yang membuat ia bisa menemui kita."
"Apa?"
"Ini adalah Seneu, spirit api yang bisa aku panggil," beritahu Ryeowook pelan. "Dua detik sebelum kau melayangkan skill-mu, aku memanggil Seneu terlebih dahulu. Dan dengan kekuatannya, ia menyebarkan rasa panas ke sekujur tubuhku yang berefek menyelimutiku dari berbagai macam serangan. Serangan fisik apapun akan melemah ketika masuk dalam zona perlindungan Seneu."
"Cih!" Eunhyuk membuang ludah pertanda kesal. Ia tak menyangka Ryeowook mengetahui salah satu kelebihan manusia untuk dekat dengan spirit di sekitarnya. "Tapi itu tak mengubah kedudukan di antara kita. Jika aku melancarkan seranganku sekali lagi, kau tidak akan punya kesempatan untuk melihat dunia ini lagi! HEYAAAAAHHHHHHHHHHHH!"
"Hyukie-ya jadi sangat kasar setelah berganti kepribadian," tanpa memandang Donghae yang berkomentar demikian, Sungmin mengangguk pertanda ia setuju dengan yang dikatakan Donghae barusan.
"Fire Resist On! Dash Uppercut On!" Walau sekejap, mereka bisa melihat kilatan yang menyelubungi tubuh Eunhyuk. "HEYAAHHHH!" Berkali-kali Eunhyuk mengayunkan kapak ke depan Ryeowook, dengan lompatan dan gerakan tumbler ia maju secepat kilat menuju Ryeowook dan melancarkan kombo pada tubuh Ryeowook.
Kali ini Ryeowook tidak hanya diam, dia meluaskan cakupan hawa panas Seneu hingga bisa menjangkau tubuh Eunhyuk juga. Tapi terlambat. Eunhyuk sudah bisa menduganya, karena itu ia memakai skill Fire Resist, skill itu membuatnya kebal terhadap serangan api.
"HAP!" Ryeowook yang terpojok segera menjauhkan diri dari Eunhyuk. Kondisinya makin gawat, sekarang HP-nya menurun hingga di titik 87. "Tak ada pilihan lain," Ryeowook harus berusaha bertahan dan menghindari serangan Eunhyuk sampai Fire Resist-nya hilang. Sudah 20 detik sejak Eunhyuk mengaktifkan Fire Resist, Ryeowook tak memiliki informasi kapan Fire Resist akan hilang. Tunggu. Sepertinya Ryeowook ingat sesuatu. Sebelum skill itu aktif, ada sebuah cahaya yang menyelimuti Eunhyuk selama satu detik, jika demikian… berarti, setelah skill itu lenyap, maka cahaya itu akan keluar dari tubuhnya selama satu detik. Aku tak boleh melepaskan pandanganku dari dirinya!
Ryeowook tak lagi melakukan serangan api, ia kini lebih menjernihkan area di sekitarnya dan Eunhyuk agar momen itu tak lesap dari pandangannya.
"Kenapa kau hanya berlari dan menghindar, hah? Aku tahu Ryeowook asli sangat pengecut, tapi tak kuduga kau lebih pengecut dari dia!"
SLASH!
Walau hanya sebentar, tapi Ryeowook berhasil melihat kilatan cahaya itu. Fire Resist-nya… telah hilang!
Ryeowook yang memiliki keterbatasan fisik (tak seperti MC yang memang sejak awal disiapkan untuk bertarung), memiliki kelemahan pada stamina dan skill-nya. Walau ia sudah menemukan cara untuk menyerang Eunhyuk, tapi kesempatan itu harus ia pergunakan dengan sangat hati-hati.
Karena area jangkauan battle ini hanya 100 meter saja, Eunhyuk dan Ryeowook harus bisa memanfaatkan arena dan bertarung dalam jarak yang telah ditentukan. Tentu saja Donghae, Sungmin, Leeteuk dan Kyuhyun yang sedari awal berada di dekat mereka telah memasuki area battle mereka.
"Kau jangan menghindar terus!" Eunhyuk yang memburu Ryeowook berhasil memojokan Ryeowook ke sudut arena, tak jauh dari sana—hanya berjarak beberapa meter saja berdiri Sungmin dan Donghae yang tengah menonton dengan tampang terengah-engah karena syok dan kaget. "RASAKAN INIIIIII!" Belum sempat Eunhyuk mengaktifkan skill-nya, Ryeowook telah mendahului dengan berteriak,
"SENEU! SERANG EUNHYUK DAN BAKAR DIA! FIRE ON!"
Dengan secepat kilat Seneu melesat menuju Eunhyuk, lalu….
.
.
.
DUUAARRRRRRRRRRR!
.
.
.
Kobaran api raksasa dari Seneu si anak api berhasil membakar Eunhyuk hingga Eunhyuk kehilangan 240 HP dari total 2400 HP. Ini lumayan, jika aku bisa terus menyerangnya secara intens seperti ini… dia benar-benar bisa kubunuh.
"Aaakk! Panas!" Pekikan Sungmin karena efek serangan Ryeowook yang berkobar-kobar berhasil memancing perhatian Ryeowook.
Apa? Panas? Sungmin merasakan panas karena efek seranganku?
"Hmh!" Samar-samar, Ryeowook menangkap sebuah senyum dingin di wajah Eunhyuk. Seketika kenyataan yang selama ini tersembunyikan terkuak dengan gamblang di depannya.
Alasan kenapa Eunhyuk dibekali NPC yang luar biasa, alasan kenapa dalam game ini Eunhyuk sangat cepat leveling dan bisa dengan cepat mengambil Second Job, alasan kenapa Eunhyuk menuduhnya, alasan kenapa Sungmin bisa merasakan panas padahal player yang menyaksikan pertarungan antar player tak akan terkena efeknya, dan alasan Eunhyuk mengusulkan pertarungan ini… semuanya jelas sudah.
Dengan gesit Ryeowook melihat Eunhyuk mengayunkan kapak besar berelemen tanahnya. Sungguh lucu, karena Ryeowook melihat gerakan Eunhyuk dalam gerak lambat seperti dalam film favoritnya. Ia melihat Eunhyuk menerjang ke arahnya dengan ayunan kapak ber-skill Chaotic Bomb yang sudah ia siapkan.
Gawat! Jika serangan itu mengenaiku sekali saja, aku akan benar-benar mati!
Ryeowook melihat sebuah ayunan berkekuatan mengerikan datang padanya, namun dengan daya dorong dari Seneu, itu membuat Ryeowook berhasil menghindari serangan Eunhyuk yang Maha Dasyat. Dan berkat ekor Seneu, arah pandang berdiameter 5 meter di sekitar Seneu jadi dipenuhi asap.
Bagus! Ini akan melemahkan pandangannya sementara. Aku bisa menggunakannya untuk menghindar dan menyerangnya lagi dari belakang.
Karena Ryeowook adalah Master dari Seneu, pandangannya sama sekali tak terganggu dari asap yang dihasilkan Seneu, karena itu… ia bisa melihat Leeteuk yang berdiri tak jauh dari area pertarungan mereka. Bahkan Leeteuk pun terkena kepulan asap dari ekor Seneu.
Eh?
.
.
Kenapa… kakiku bukannya berlari memutari Eunhyuk?
.
.
Sial! Kenapa pula kakiku tak mau berhenti? Kenapa dia malah berlari terus mendekat ke arah….
.
.
Ada yang bilang, ketika kau berhadapan dengan kematian, kilasan seluruh kehidupanmu akan kembali terlihat…
.
.
Aku… jadi teringat ketika pertama kali aku menguasai tubuh ini.
Aku bangun dari pembaringanku, lalu perlahan menapakan kaki ke arah cermin yang tergantung di dinding. Inikah rupaku? Padahal aku melihatnya setiap hari, padahal aku mendengar suaranya setiap hari. Tapi baru kali ini aku dapat benar-benar merabanya—sebagai milikku.
Layaknya seorang bocah 7 tahun yang senang dengan cerita petualangan dan masih terbuai mimpi-mimpi manis dengan besutan cita-cita yang melambung dan harapan yang membumbung, kulangkahi setiap petak kamar bocah itu dengan rasa penasaran yang tinggi seolah aku sedang menjelajah pulau tak berpenghuni yang baru kutemukan.
Aku sibuk berasik-masyuk dengan semua hal yang sebenarnya sudah akrab denganku. Kupakai semua pakaian yang ada di dalam lemari, kumainkan personal computer yang terduduk setia dengan penuh ambisi, dan kumainkan semua mainan bocah itu layaknya sebuah tradisi.
Tiba-tiba pintu terbuka dan sepasang mata membulat tak percaya. Wanita itu—yang dipanggil ibu berteriak-teriak marah dan menyuruhku lekas mandi untuk terus bersekolah. Aku tahu, diri bocah ini memang harus menunaikan rutinitas setiap harinya seperti mandi, sarapan, belajar, dan sepenuhnya memasak sebagai hobi di kehidupan sehari-harinya.
Aku hanya memamerkan sederet gigi putih bocah ini, lalu dengan tampang tolol aku tertatih untuk menyatroni kegiatan di kamar mandi.
Ryeowook.
Itulah nama pemilik asli tubuh ini.
Seorang bocah lelaki berhati lembut yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Seiring dengan usianya yang terus bertambah, usiaku juga semakin bertambah. Ketika dia merayakan ulang tahunnya, aku juga merayakan ulang tahunku.
Tapi, aku hanyalah sebuah implant.
Aku hanyalah sebuah parasit yang menumpang untuk kemudian musnah bersama inangku. Aku hanyalah sebuah ingatan yang dipaksa untuk ditanamkan di dalam diri seorang bayi. Aku adalah sebuah program dengan kemampuan bereproduksi dengan dasar Artificial Intelligent pada tingkat superior. Aku adalah sebuah karakter kedua dari sifat berlawanan manusia yang dibentuk oleh manusia itu sendiri. Aku… adalah kau yang dibangunkan secara paksa.
.
.
.
SIALAN! KENAPA AKU HARUS DITANAMKAN PADAMU, BOCAH SIALAAAAANNN!
Jika aku tidak ditanamkan padamu, aku tidak akan menerima kerelaan karena kau adalah inangku.
Jika aku tidak ditanamkan padamu, aku tidak akan pernah mempelajari apa itu kesabaran.
Jika aku tidak ditanamkan padamu, aku tidak akan pernah menikmati seluruh hidupmu.
.
.
.
Inang akan serupa dengan induknya.
Apa kau tahu makna istilah itu, Bocah Sialan? Walau pun kau bukan yang membuatku, tapi kau hidup bersamaku. Walau kau tak tahu keberadaanku, tapi kau selalu berada di sisiku.
Kau ingat ketika kau dijahili tetanggamu dan kau bersikeras melindungi mereka? Kurang ajar! Kalau bisa aku ingin keluar dari tubuh ini dan memukulmu sekeras mungkin! Lalu apa kau ingat ketika dokter mendiagnosa tentang penyakitmu? Tentang masa hidupmu? Kau hanya tersenyum lembut sambil berkata kepada ibumu, "Jika itu harus terjadi, maka terjadilah. Aku ingin hidupku bermakna, karena itu aku akan menikmatinya," SIALAN! Saat itu aku benar-benar ingin menikam tubuhmu dan mengeluarkan jantungmu!
Penyakitmu ada karena aku dan kau malah mensyukurinya?!
Karena tingkah polahmu… karena perasaanmu… karena dirimu…
Aku… mengaku kalah.
.
.
Karena tingkah sialanmu, aku jadi menyukai hidup tak adil ini.
Karena perasaan sialanmu, aku jadi menyukai keluarga dan teman-temanmu.
Karena dirimu yang sialan, aku jadi… menyukai diriku sendiri.
.
.
Maafkan aku, Tuan Besar, aku… tak bisa mengemban tugasmu sampai tuntas.
.
.
.
JJLLLEEEEEBBBBBBBBB!
.
.
Ketika kapak diayunkan pada sebuah objek, kapak itu menyadang dua hal yang sangat penting.
Yang pertama, kapak itu menyandang kekuatan Maha Dasyat yang dapat menghancurkan apapun.
Dan yang kedua… kapak itu menyandang niat membunuh dari si pemiliknya.
Tubuh ringkih nan lemah itu… akhirnya jatuh berdebum ke bebatuan dengan kapak yang lepas dari tangan pemiliknya.
Dada lemah yang membalut jantung yang tak kalah lemah itu tertembus besi kuat dari mata kail kapak yang merongrong meminta nyawa.
BUUGGGGHHHHH!
Ia tersungkur menekuri bebatuan dan membuat kapak yang menembus dari punggung ke dadanya tersaruk dan tergesek di atas batu.
"WOOKIE-YA!"
"RYEOWOOK!"
Pekikan kaget bercampur terkejut digaungkan bersamaan oleh Donghae, Sungmin dan Leeteuk. Kyuhyun yang sebelumnya telah memprediksi hasil seperti ini tak bisa melepaskan pandangannya dari akhir pertempuran Eunhyuk dan Ryeowook.
.
.
CONGRATULATION! YOU ARE A WINNER!
.
.
Sebuah kalimat berjejer penuh warna di atas kepala Eunhyuk dan dalam sekejap, keajaiban arena kembali pada kondisinya semula.
"Wookie!" Leeteuk yang berada sangat dekat dengan Ryeowook segera melompat secepat kilat menuju Ryeowook. Terlihat HP bar Ryeowook mulai menurun secara perlahan.
"Kau benar-benar produk gagal!"
"Eh?"
Siapa barusan yang berbicara?
"Pantas Tuan Besar tak mempercayakan apapun padamu," dengan sadis Eunhyuk mulai berjalan menuju Ryeowook yang saat itu berada dalam pelukan Leeteuk. Ia memegang pegangan kapaknya, lalu menariknya dengan paksa—sekuat tenaga.
"AAARRRRRRRGGGGGGGHHHHHHH!" Ryeowook mengerang kesakitan karena sikap tiba-tiba Eunhyuk.
"Kenapa… Ryeowook bisa merasakan sakit?" Kyuhyun memandang Ryeowook dengan tatapan tak mengerti.
"Apa yang kau lakukan padanya Hyukie?!" Leeteuk yang tak terima dengan tingkah polah Eunhyuk yang kasar menaikan suaranya lebih tinggi dari biasanya.
"Kau… bukan Eun… hyuk. Kaauu… siapahh?" Dengan terengah, Ryeowook memandang Eunhyuk yang masih berlegek di depannya. Ekspresinya tetap dingin tak berubah. Bahkan senyum menyebalkan yang Ryeowook lihat sekilas pada saat pertarungan itu pun kembali.
"Kau tidak ingat padaku? Padahal beberapa tahun yang lalu kau mengunjungi dorm dan melihat kami dari luar ruangan, hehehe…"
DEG!
"Kau…"
Ingatan Ryeowook… kembali berlayar pada kejadian beberapa tahun silam. Ketika pertama kali dia menemui Tuan Besarnya.
Tugas pertamaku adalah menemui Tuan Besar. Dia adalah yang telah menciptakan aku, dan dialah yang memberikanku tujuan hidup. Tak kuindahkan amanah orang yang disebut ibu itu untuk langsung pergi sekolah diiringi kecupan lembut yang sudah biasa kuterima. Kuberbelok di ujung gang untuk pergi 1000 mil jauhnya menemui Tuan Besar.
Jarak jauh tak menghalangiku menemui penciptaku. Memang membutuhkan waktu yang lumayan lama, tapi aku berhasil kembali membawa kabar sukses bahwa aku telah berhasil diaktifkan. Tuan Besar tak berhenti memandangku dengan mata berbinar dan senyum yang terus mengembang di wajahnya. Ia berkata bahwa aku adalah program yang hebat. Di pertemuan pertama dan terakhir kami itu, ia memberikan misi baru padaku untuk menemukan 12 ciptaan gagal lain—selain bocah bernama Ryeowook ini, dan melenyapkan mereka dari muka bumi.
Ketika aku berjalan di sebuah lorong, aku melewati sebuah hangar tempat uji coba program terbaru dan merupakan cita-cita tertinggi Tuan Besar, yaitu… Android.
Dengan murah hati Tuan Besar menjelaskan padaku untuk apa ia membuat sepasukan Android termasuk kemampuan apa saja yang dimiliki oleh program itu.
Jujur, aku iri.
Aku dan bocah ini hanyalah sebuah program yang telah terkekang waktu. Kami adalah program usang yang tidak bisa dibandingkan dengan program canggih abad ini. Kemampuan yang ditanam pada diri mereka adalah kemampuan tempur yang tidak main-main.
"Rye," begitulah Tuan Besar memanggilku. Begitulah Tuan Besar memperlihatkan rasa sayangnya padaku. Ia memberikanku sebuah nama. "Mereka adalah anak-anak yang ingin aku lahirkan ke dunia. Tapi mereka masih belum sepenuhnya siap."
"…" aku hanya diam. Mendengarkan dengan penuh perhatian.
"Mereka semua menyandang cita-cita tertinggiku. Aku ingin melenyapkan kerakusan manusia serakah yang malah menekan orang tak berdaya di seluruh dunia ini. Dengan rujukan sistem yang cerdas yang dibuat dengan tepat membuat lajunya pasti namun tetap On Road hingga bisa menenangkan berbagai pihak dengan kualitas program yang menjanjikan hingga bisa menyerang musuh dengan tingkat akurasi keberhasilan yang tinggi."
Aku benar-benar iri dan cemburu. Program-program itulah yang menyandang cita-cita tertinggi Tuan Besar.
Bukan aku.
.
.
"Kau… kau adalah salah satu dari mereka. Kau…" Ryeowook ingat tentang keinginan Tuan Besar tentang cita-citanya.
Cita-citaku begitu tinggi, untuk menggenggam dunia di tanganku.
Cita-citaku begitu tinggi, untuk menguasai situasi dan menjadikannya budakku.
Cita-citaku begitu tinggi, untuk memberantas rasa haus manusia.
Aku berikan kau tiga hadiah.
Kuberikan kau sebuah SISTEM terpadu, yang saling terkait dengan konkrit untuk merancang dan merencanakan mimpimu dengan langkah lugas dan tegas.
Kuberikan kau sebuah gift untuk merangkul kawan dan musuhmu, berupa kemampuan dan pesona hingga membuai mereka dalam suasana TENANG dan DAMAI.
Kuberikan kau sebuah karunia luar biasa; fitur dan console tercanggih untuk mempersenjatai peperangmu hingga kau bisa MENYERANG dengan gencar.
Tiga hadiah itu adalah akurasi SISTEM (Enterprise), kemampuan menciptakan rasa TENANG dan DAMAI (Xanax), dan satu lagi adalah… keahlian MENYERANG (Offensive).
Aku namai kalian…
Enterprise-Xanax-Offensive
.
.
.
"Kau adalah… EXO."
Dari peluh yang terus mengalir melewati pelipis dan keningnya, Ryeowook melihat sunggingan senyum mengerikan dari wajah Eunhyuk. "Hihihihi… ini lucu sekali!" Ia terus tertawa terpingkal-pingkal.
Alasan kenapa Eunhyuk dibekali NPC yang luar biasa, alasan kenapa dalam game ini Eunhyuk sangat cepat leveling dan bisa dengan cepat mengambil Second Job, alasan kenapa Eunhyuk menuduhnya, alasan kenapa Sungmin bisa merasakan panas padahal player yang menyaksikan pertarungan antar player tak akan terkena efeknya, dan alasan Eunhyuk mengusulkan pertarungan ini… semuanya jelas sudah.
Semua itu terjadi… karena dia bukan Eunhyuk yang sebenarnya. Semua itu terjadi untuk satu tujuan…
.
.
.
MEMBUNUH LEETEUK!
.
.
.
Hehehe… selain aku adalah ciptaan paling lemah, aku juga adalah ciptaan yang selalu gagal. Tak aneh kenapa Tuan Besar memanggilku dengan panggilan demikian. Target pertama yang harus aku eksekusi adalah Leeteuk, dan sekarang aku malah menyelamatkannya. Dan kau Bocah Sialan, seharusnya kau adalah target ke-13 yang mati paling akhir, tapi kau malah mendahului teman-temanmu yang lain.
Aku… benar-benar gagal.
"Kau… yang menyelamatkan Leeteuk-ssi?" Samar-samar Ryeowook mendengar sebuah suara di kepalanya.
HEG!
"Ketika aku tak sadarkan diri… apakah saat itu kau bisa bebas keluar?"
"Kau…"
"Aku Kim Ryeowook. Kau?"
"Aku, namaku… Rye."
"Rye… aku sangat menyesal karena aku terlambat mengenalmu. Selama ini kau hidup dalam tubuhku 'kan? Hehehe… maaf aku terlambat menyadarinya. Rye… karena kau sudah bersama denganku selama ini, kau… pasti tahu apa yang menjadi keinginanku 'kan?"
"Hm, ya."
"Keinginanku adalah… agar kehidupanku bisa berarti. Dan aku ingin bisa menikmati sisa-sisa hidupku. Selama ini aku selalu menikmati hidupku. Bekerja di restoran, bercengkrama dengan keluarga, dan bertemu teman-teman baru. Menggagalkan penculikan Yesung, melihat aksi hebat Kangin, menyemangati Eunhyuk bahkan ikut menjahilinya. Bisa tahu ada orang seperti Kyuhyun di dunia ini, terkagum-kagum dengan Sungmin, melihat pesona Donghae yang digilai kaum wanita, kemampuan luar biasanya Hankyung, sikap anehnya Heechul, sisi tenangnya Shindong, bahkan sisi lembut Siwon… mereka telah berkontribusi besar dalam kehidupanku. Aku bisa lebih menikmati hidupku berkat mereka. Dan itu… sudah cukup Rye…."
"Tunggu, kau… jangan-jangan kau akan melakukannya lagi?" Kali ini Rye tak kuasa menahan perasaannya lagi. Air mata tanpa sadar jatuh mencumbui pipinya yang sudah kotor.
"Dan kau… yang telah mewujudkan impianku jadi nyata. Dengan menyelamatkan Leeteuk-ssi, kau… sudah membuat hidupku bermakna. Terima kasih…."
"TUNGGU! KAU TIDAK BOLEH MELAKUKANNYA LAGI! KAU TIDAK BOLEH MERELAKAN KETIDAKADILAN INI! KAU TIDAK BOLEH MENERIMANYA! KAU… TIDAK BOLEH BERTERIMA KASIH KEPADAKU BOCAH SIALAAAANNNNNN!"
"Semoga kita… bisa bertemu lagi. Jika kita bisa bertemu lagi… aku ingin… mengenalmu lebih awal, berteman denganmu, dan memiliki banyak kenangan indah bersamamu. Selamat tinggal."
.
.
.
"Kenapa… Ryeowook kesakitan?" Kyuhyun tak henti-hentinya memandang Ryeowook yang masih tergeletak di pelukan Leeteuk. Manik matanya bergerak-gerak cepat, dadanya naik turun tak berima, sedangkan napasnya memburu—saling kejar mengejar. "Bukankah indra perasa sudah dinonaktifkan dan kita tidak akan bisa merasakan rasa sakit?"
"Kalian tidak menyadarinya?" Seseorang—dalam wujud Eunhyuk itu memandang Kyuhyun dengan tatapan meremehkan. "Ahhh… aku lupa bilang salah satu efek bugging system itu. Hehehe… salah satu efek dari bugging itu adalah… luka yang kau alami di dalam game ini, juga akan berefek pada tubuhmu di dunia nyata. Dan ini… berlaku pada semua pemain."
DEG!
"KAU!" Tak membuang waktu lagi, Kyuhyun langsung menemui Ryeowook yang terlihat kesulitan bernapas.
"Apa maksudnya, Kyuhyun? Apa maksudnya?" Donghae terlihat sangat cemas setelah mendengar perkataan Eunhyuk.
"Mau aku perjelas lagi?" Eunhyuk memandang mereka semua dengan tatapan tanpa ampun. Sebuah senyum menjijikan tercermin di wajahnya yang keras. "Maksudku… jika kau mati di dunia game, maka… tubuhmu di dunia nyata pun akan… MATI."
"Hosh… hoshh…" Ryeowook yang sedang berada dalam dekapan Leeteuk sekarang masih Rye yang jahat. Ryeowook yang sedang berada dalam dekapan Leeteuk sekarang masih Rye yang menginginkan kematian mereka semua. Tapi… Ryeowook yang sedang berada dalam dekapan Leeteuk sekarang… sosok itu… menangis. Ia bukan menangisi kenyataan bahwa hidupnya akan berakhir, tapi ia menangisi… kenapa akhir kehidupan Kim Ryeowook yang polos itu datang menghampirinya secepat ini? Dengan cara seperti ini?
Jika ia punya kuasa, ia ingin menjauhkan Kim Ryeowook dari Tuan Besar atau pun dari 12 teman-temannya. Ia rela jika ia tak bisa keluar dari tubuh Ryeowook selama-lamanya. Ia rela. Tapi… kenyataan berkata lain. Ia harus melihat dan merasakan sendiri tubuh Kim Ryeowook ini menuntut ajal… bersamanya.
"Hehehe… terima kasih… atas kebahagiaan yang kau berikan padaku, Ryeowook-ssi. Semoga kita… bisa bertemu lagi," setelah mengucapkan kata terakhirnya—yang entah ditujukan pada siapa, Ryeowook pun… mengembuskan napas terakhirnya di pelukan Leeteuk. Bersamaan dengan nyawanya yang telah pergi… wujudnya di dunia game pun, lambat laun mulai memudar.
"TIDAKKKK! WOOKIE-YA! WOKIE-YA, KEMBALIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!"
"WOKIIIIIIIIIIIIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!"
"KIM RYEOWOOK! AKU BILANG KEMBALI SEKARANG! KAU TIDAK BISA KABUR BEGITU SAJA MELARIKAN DIRI DARI GAME INI! KIM RYEOWOOK!"
Suara Sungmin, Donghae, Leeteuk dan Kyuhyun yang bergetar terdengar saling bersahutan di langit malam. Dan perlahan… sosok kecil yang ringkih itu pun… menghilang dari pelukan Leeteuk sang serigala.
Malam itu, entah mengapa… anginnya… terdengar menangis.
To be Continued…
Terima kasih untuk Supporter PMM chapter sebelumnya
Lee Yeon Rin, Endah Dewi, Kim Youngbin, snowy, Natzzy Rahman, AiniAhamad, sitihalimatussadiah124, Irmawati Hasan, 13ginger, lienda. chara, Siti syifa, Park Minggi, MinHyo137, sadkia, thamiiechie. everlastingfriend, Tika137, namika ashara, Saryeong, MiraIdora7, eva. manurung. 940, Baek Ji Hye, vonnyrez, Ebimorv23, YeShaSparkClouds, bella. cuaniezz, huncjh, Hega, Ria, Dwi Lestari, Mylovelyyeye, Rizkyvi, Kiru Kirua, shinta. lang, GaemGyu92, Haebaragi86, blacklist935, Aya Kim Petals, vina rizki, Yekyurious, MinHyo137, nhasparkyu, sissy, lieachan, salam manis Hamba Allah, Yewon, Qy Dictator, pumpkins, zefanyadw, cuneh, GabyGaluh, HKY, JiniELF13, bunnyblack. FLK. 136, phiexphiexnophiex, eL. Voldysh, kangrae. mi. 3, Jvnq, Sparkyubum, Rhara, hana. hi1,Arevi. are. vikink, regianamiranda, kim min soo, RianaaLau, haniif. ajja, GyuNiellee, Chocolate30, nita f, xelo, kyuli 99, Kikyu RKY, chupiefi, leeharu, Sansan Kurai, VertiVarpleGirl dan beberapa Reviewer yang tampil sebagai Guest.
