"Time" Chapt. 4 Sequel Give Me a Second Chance season 3

*sebelumnya*

Hyorin berdiri dan masih memandang lekat kepergian pemuda tersebut.

"Kata-kata itu...kenapa pemuda itu mengatakan sama persis dengan apa yang pernah aku ucapkan kepada Kyuhyun sewaktu remaja?" gumamnya

*Selanjutnya*

"Ah. Tidak. Kyuhyun sudah tiada. Aku pasti terlalu banyak berpikir" gumamnya, dan ia kembali duduk di kursi Taman seraya menunggu kedatangan Teukie.

~Time~

Kyuhyun melangkahkan kakinya menyusuri koridor Rumah Sakit. Sesekali terdengar nafas lelahnya karena ia memikirkan waktu yang singkat apakah dirinya mampu menyelesaikan masalah yang terjadi di keluarganya atau tidak.

Langkah kakinya terhenti tepat di depan ruangan Kemoterapi. Kenangan pahit yang dulu ia rasakan kini kembali teringat di pikirannya. Air matanya mengalir karena saat itu adalah saat-saat dimana dirinya tidak berdaya karena pengaruh obat, dan ia hanya bisa mendengar tangisan Haru dari luar ruang Kemoterapi.

"Haru..." ucapnya pelan

~Flashback~

Kyuhyun baru saja merasakan reaksi dari pengaruh obat kemoterapi yang disuntikkan padanya melalui arteri yang menyalurkan darah ke kanker.

Ia meremas ujung bantal karena menahan rasa sakit yang mulai menyerangnya.

"Appa!" teriak Haru dan menggedor-gedor kaca jendela yang ada dibagian pintu.

Kyuhyun sangat terkejut saat melihat Haru berada di depan pintu, begitu pula Siwon yang menemani Kyuhyun di ruangan Kemoterapi.

"Ha...ru..." ucapnya terbata-bata karena rasa sakit yang ditahannya.
"Bagaimana Haru bisa ada disini?" Siwon tampak heran
"Appaa!" teriak Haru dan kini ia mulai menangis histeris melihatnya.
"Haru~ah" air mata Kyuhyun mengalir. Rasanya begitu menyakitkan ketika melihat orang yang begitu ia sayang harus menangis karenanya.
"Ajussi akan menemui Haru, dan mengajaknya pergi agar tidak melihatmu seperti ini"
"Ja...ngan...Haru...dia...pasti...tidak...mau pergi"
"Tapi ,ajussi takut jika Haru berada disini, itu akan membuat kondisimu drop lagi"
"Aku...tahu...watak...nya...Haru...dia...sa...ngat... keras...ke...pala"
"Appa!" teriak Haru dan terus menggedor pintu, berharap Siwon mau membukakan pintu untuknya.
"Appa!" teriak Haru menangis saat melihat Kyuhyun yang kesakitan akibat efek dari kemoterapi.

Dari luar, Kyuhyun mendengar suara Sungmin yang mencoba membujuknya, namun tidak berhasil. Hal ini membuat air mata Kyuhyun mengalir dan membuatnya terisak-isak. Diposisinya yang sekarang, tidak memungkinkan dirinya untuk bangkit dan membujuk Haru agar tidak menangis karenanya.

"Haru~ah, jangan menangis lagi" pinta Sungmin
"Haru mau masuk ke dalam, haraboji!"
"Tidak bisa Haru, anak kecil dilarang masuk"
"Haru mau masuk haraboji! Haru mau temanin appa!" tolaknya
"Argh! " Kyuhyun tidak sanggup menahan reaksi obat tersebut hingga membuatnya mengerang kesakitan. Haru semakin panik dan tangisnya semakin pecah memanggil ayahnya yang berjuang melawan penyakitnya.
"Appa!" tangisnya dan mencoba membuka pintu yang sengaja dikunci dari dalam.
"Haru~ah" Sungmin meneteskan air mata karena Haru sangat panik melihat Kyuhyun yang berteriak kesakitan.
"Haru mau temani appa, haraboji!, kenapa pintunya dikunci?! haraboji, ayo bukakan pintunya!"
"Tidak bisa Haru, pintunya dikunci dari dalam" sahut Sungmin.
"Kenapa Haru gak boleh masuk?!"
"Karena appa Haru sedang berobat, jadi tidak ada yang boleh berada di dalam kecuali Dokter"
"Jahat! Haru benci Dokter! Appaaaaaa!" teriak Haru dan menggedor-gedor pintunya.
"Haru~ah. Mianhe. Lagi-lagi appa hanya bisa membuatmu menangis" batin Kyuhyun. Siwon meneteskan air matanya ketika melihat Kyuhyun yang meringkuk kesakitan sedangkan di luar ruangan Haru terus saja histeris memanggil Kyuhyun.

~Flashback End~

"Haru~ah. Mianhe. Karena appa hanya memberikan air mata untukmu. Dan bukan kebahagiaan" gumamnya pelan.

Kyuhyun menundukkan wajahnya, dan menangis dalam kesendiriannya.

~Time~

Haru kembali memejamkan matanya sembari memeluk buku harian milik Kyuhyun. Donghae melangkah pelan agar tidak membangunkan Haru.

Donghae menatap wajah lekat anaknya yang kini tertidur pulas. Tatapan matanya tertuju pada buku harian milik Kyuhyun.

"Haru~ah. Apakah kau masih belum bisa melupakan Kyuhyun? Appa merasa, selama ini appa tidak berharga bagimu. Apakah selama appa membesarkanmu, tidak ada artinya bagimu?"

Jujur...selama Donghae membesarkan Haru, dan Haru terus saja bertanya mengenai Kyuhyun, rasa cemburu itu menghampirinya. Tetapi Donghae selalu berusaha yang terbaik dan membuang jauh rasa cemburu di hatinya tiap kali Haru menanyakan Kyuhyun. Dan hari ini, rasa cemburu itu kembali menghampirinya ketika dirinya melihat Haru memeluk erat buku harian peninggalan Kyuhyun.

Kedua matanya terasa panas. Air mata memaksa ke luar dari pelupuk matanya. Ia mencoba untuk membendungnya tetapi tidak bisa. Sesekali Donghae menyeka air matanya.

Tangannya yang hangat, mencoba melepaskan buku harian itu dari pelukan Haru. Namun Haru terbangun karena tidurnya terusik. Donghae terkejut, dan ia tersenyum padanya. Akan tetapi justru yang diterima Donghae hanyalah tatapan tajam dan sinis dari Haru.

"Jangan pernah menyentuh buku harianku" ucanya penuh penekanan.
"Kenapa Haru? Aku juga adalah appa-mu. Aku appa kandungmu. Selama ini appa membesarkanmu. Tapi kenapa? Kenapa kau sama sekali tidak pernah menyayangi appa?"
"Karena kau pembohong! Kau yang telah menyakiti hatiku karena kebohonganmu! Aku benci dirimu! Sampai kapanpun! Appa-ku adalah Lee Kyuhyun. Bukan dirimu! " ucapan Haru begitu membuat hati Donghae terluka. Ia benar-benar tidak menyangka jika Haru begitu membencinya.

Wajahnya yang mulai tampak kerutan, kini basah dengan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya. Donghae hanya bisa diam, lalu ia berbalik berencana meninggalkan kamar inap Haru. Namun langkahnya terhenti ketika Teukie memegang lengannya.

Donghae menatap wajah ayahnya dengan kedua matanya yang sembab.
"Appa..." ucapnya
"Jangan pergi" ucapnya

Hyorin merasa sangat kasihan pada anaknya. Dimana saat Donghae begitu menyayangi Haru, justru kini Haru membencinya karena kebohongan yang dilakukannya demi Kyuhyun.

"Haru. Kenapa kau sekasar itu pada appa-mu sendiri?" tanya Hyorin dan menghampirinya.
"..." Haru hanya diam dan menatap tajam kearah mereka.
"Kami tahu, Donghae bersalah padamu. Tapi bukan begitu caranya kau memperlakukan Donghae! Selama ini Donghae penuh kasih sayang membesarkanmu dan menggantikan posisi Kyuhyun. Tapi kau sama sekali tidak menghargainya"
"Kenapa?! Kenapa harus aku yang salah?! Kalian semua adalah pembohong sama sepertinya! Apa kalian tahu. Hatiku begitu terluka dan kecewa ketika aku mengetahui semuanya. 17 tahun halmoni. Bukan waktu yang sebentar! 17 tahun aku menunggu appa. 17 tahun pula aku bagaikan seorang anak yang bodoh karena tertipu oleh kebohongan kalian! Huh! Dan kalian tetap menyalahkanku!" Haru meninggikan suaranya dan air mata mengalir membasahi pipinya. Ia menangis karena kecewa juga hatinya begitu sakit karena harus membuat orang-orang yang ia sayang harus terluka karena ucapannya.

Di luar ruang inap Haru. Kyuhyun hanya bisa diam. Ia sangat terkejut sekaligus terluka, karena melihat Haru yang belum bisa menerima kepergiannya. Ia ingin melangkah masuk dan mengakui identitas dirinya. Akan tetapi ia tidak bisa. Dan Kyuhyun hanya bisa diam di depan ruang inap Haru, lalu menundukkan wajahnya.

~Time~

Sejak Haru mengucapkan kata-kata yang terdengar kasar pada Donghae. Kini Donghae menjadi sosok pendiam. Yah... Dirinya diam bukan karena ingin menghindari Haru lantaran kecewa , tetapi Donghae lebih banyak diam karena ia memikirkan cara bagaimana ia bisa mengambil hati Haru agar Haru mau memaafkannya.

Keesokkan harinya, Haru sudah diperbolehkan pulang dengan syarat Yoo Seungho akan menjadi perawat pribadi untuknya.

Haru begitu terkejut saat melihat Yoo Seungho yang datang ke rumahnya sambil menenteng tas berisi pakaian miliknya, karena selama merawat Haru, Yoo Seungho juga harus menginap di kediaman keluarga Lee.

"Kau? Bukankah kau yang masuk ke kamar inapku waktu itu?" tanya Haru padanya
"Nde. Perkenalkan nama saya Yoo Seungho. Saya bertugas untuk merawat anda selama beberapa hari" sahutnya dan mengulurkan tangannya pada Haru.

Haru menatapnya lekat sesaat, kemudian ia menyambut uluran tangannya.

Kyuhyun yang berada dalam sosok tubuh Yoo Seungho, ia tersenyum bahagia padanya.

"Haru. Ini appa. Appa datang untukmu" batinnya.

Hyorin tersenyum dari kejauhan saat melihat Haru tersenyum pada sosok namja yang kini menjadi perawat pribadinya.

"Entah kenapa. Kau terlihat mirip dengan Kyuhyun, anakku. Senyum kalian terlihat mirip" gumamnya dan memperhatikan Yoo Seungho

Tbc

Maaf kalau lanjutannya agak pendek ya. Semoga suka.