Hei, hei, i'm come back Again (Sorry inggris Author benar-benar buruk) yah, gak masalah ini cuman masalah perkenalan ajah dan pembuka hmmmm, aku terkadang lucu ajah padahal mereka hanya karakter 2D tapi, di belainnya kayak ngebela Agama -_- yah, contoh A Canonnya ama Si B tapi, Ada juga A sama C yah, intinya perang Pair yah, ada yang bilang si itu babu, Lacur lah, Udah di Grepe lah :v, gak perawan lah, Gorilla lah, yah berbagai macam umpatan dan kata-kata yang buat orang sakit atau gak pantas di bicarakan yah, aku lucu ajah jika ngliat ejek-ejekan yang ngegas terus kayak motor :v yah aku mah nyimak ajah karena, jika ikutan akan buang waktu dan jari tenaga :v mendingan nyimak sambil makan Biskuit.
P.s : asem! Memory Handphoneku ke Format semua malah isinya sesuatu yang berharga dan gitudah, yah aku gak tau jenis-jenis anime atau manga saat ini aku lagi baca Nanatsu No Taizai/ inggrisnya lupa fftt cerita bagus hanya saja aku baru nyampe 20 chapter yah siapapun baca deh aku saranin ajah -_-.
.
...
.
- Belserion House
*Tok *Tok *Tok *Tok
"Erza, sayang buka pintunya!" Irene mengetuk pintu kamar putrinya dari luar dia tau sekarang mungkin mabuk kue Ultah "atau ibumu yang menyemprotkan air kepadamu!" dia tau anaknya takkan bangun dengan cara biasa apalagi jika, lagi keadaaan seperti ini dan tak lama terdengar suara balasan dari anaknya.
"Yah, ibu aku sudah bangun" Erza membuka mata dan beranjak dari kasur kembali mengenakan Piyama dia sadar Natsu sudah bangun dan pergi lebih dulu "hei, ibu sekarang jam berapa?" dia membuka pintunya.
"Jam 6 kurang tau!" Jawab Irene dia menyadari anaknya memakai sebuah kalung indah "ara, ara, bagus sekali? Mungkinkah Pacar berambut pink mu itu yang memberikannya?" dia tau Natsu malam-malam datang ke kamar Erza.
"Ibu! Berhenti bicara seperti itu!" Erza berteriak dengan efek merah seperti rambutnya "yah, ini dari Natsu dia datang kemari agak malam" dia masih mengingat sikap sembarangan lelaki itu yang selalu masuk lewat jendela.
"Ara, sungguh Ilegal masuk ke Jendela kamar seseorang apalagi jika, seorang Kamar Gadis" Irene tersenyum "tapi, setidaknya kamu senang bukan? Dia kemari?" tampak terlihat senyuman di wajah Gadis berambut Scarlet.
"Yah, begitulah ibu" Erza terlihat senang dia memperlihatkan Kalung pemberiannya "hmmm, bagaimana apakah ini cocok untukku?"
"Ini benar-benar asli rupanya" Irene mengamati kalung itu dengan seksama dia bisa melihat keaslian kalung itu terutama bagian permatanya "yah, kau beruntung tak ada laki-laki yang memperlakukanmu seperti ini" dia tersenyum menggoda.
"Ibu ingin ayah baru lagi?" Tanya Erza meski tengah menggodanya dia bisa tau dari nada dan gaya bicara ibunya yang menjerumu ke suatu Hal "Erza tak masalah hanya saja, ibu pilihlah yang benar" dia tak peduli lagi dengan ayah aslinya yang menyebalkan yang tak peduli dengan ibunya.
"Yah, aku rasa" Irene menatap ke arah lain ekspresi wajahnya menjadi sedih "entah, kenapa ibu mengharapkan itu juga" untuk tubuh Profosional dan cantik seperti dirinya sesuatu yang tak Mustahil bahkan banyak lelaki atau Duda yang mencoba melamarnya tapi, dia tolak alasannya pribadi yaitu Hati yang tak pas.
"Aku, akan mendukung ibu siapapun itu" Erza memberi support agar ibunya senang.
"Yah, ibu senang mendengarnya" Irene tersenyum 'tapi, apakah kau akan senang dan menerimanya Erza? Jika orang yang ibu maksud adalah orang yang kau kenal dan kau suka?'
.
.
.
.
.
- Sekolah
Natsu berangkat ke sekolah yah dia bisa membeli baju sekolah baru lagi dengan hasil tabungan yang dia kumpulkan dan ketika dia sampai di gerbang dia cukup terkejut dengan banyaknya mobil Polisi entah kenapa dia merasa agak janggal lalu masuk ke dalam.
"Hei, ada apa ini ramai-ramai?" Tanya Natsu ke Gray yang sudah kembali tanpa pakaian "dan juga banyak mobil Polisi ada sesuatu?"
"Yang kudengar dari yang lain mereka sedang mencarimu dan Tsukusima" Jawab Gray
"Mencariku?" Pikir Natsu yang dia tau dia tak melakukan apapun dan kesalahan apapun dan terlebih lagi temannya juga di cari atas sesuatu yang dia tau.
Dia bisa melihat beberapa pasukan Polisi tengah membawa Tsukusima dengan tangan terborgol dan dia bisa melihat sedikit luka yang di perban tampaknya telah terjadi sesuatu terhadap lelaki itu dan yang tak dia tau dan tampak seorang Komandan mendekatinya.
"Aku dari pihak kepolisian" Doranbolt datang menghampiri Natsu dengan menunjukan tanda bukti kepolisian "dan atas perintah dari ketua Polisi kami di perintahkan untuk menangkap Saudari Natsu Dragneel dengan atas tuduhan rencana pembunuhan seorang putri Presiden dan anda kami bawa ke kantor"
"Eh,?" Natsu mengedipkan kedua matanya dia tampak bingung dan mulai memproses apa yang terjadi.
"Hei! Apa maksudmu menangkap?!" Gray yang paling protes di sini ketika mendengarnya "bagaimana bisa kalian melakukan penuduhan tanpa adanya barang bukti dan saksi!" dia tau temannya memiliki kelakuan baka tapi, hal yang mustahil jika sampai melakukan sesuatu yang konyol contohnya seperti ucapan tadi.
"Hei, Kalian Polisi tidak Jantan! Melakukan hal seperti itu?!" Teriak Elfman dia juga tak senang jika temannya di tuduh tanpa sesuatu yang jelas.
"Tenanglah" Laxus menenangkan mereka sebelum ada lagi banyaknya Protes Anarkis lagi "bisa kau jelaskan kenapa kalian ingin menangkapnya?" dia sulit mempercayai alasan Para Polisi itu apalagi orang itu memiliki Sifat yang berlawanan balik.
"Kita di sini hanya di perintahkan menangkap Saudari Natsu dan juga Tsukusima atas tuduhan itu" Jawab Doranbolt tampak tenang meski dia tau pastinya banyak protesan dari yang lain.
"Yang, benar saja" Riruka memutar bola matanya dengan ekspresi tak percaya "aku tak percaya Polisi melakukan hal kotor seperti ini"
"Tutup mulutmu Gadis kotor!" Bentak salah satu perwira tapi, Riruka tak takut malah memberinya DeathGlare balik yang lebih menyeramkan.
"Tapi, bagaimana bisa kalian melakukan seperti itu!" Ultear yang cukup shock mendengar berita penangkapan tiba-tiba ini "kau tau Natsu tak bersalah dan dia tak pernah melakukan hal bodoh seperti itu!"
"Tapi, Saksi dan bukti mengatakan bahwa saudari Natsu-lah yang ada di tempat kejadian itu jadi, berhenti Protes!" Jawab Doranbolt dengan efek membentak di akhirnya hanya saja itu tak berefek dan tak memiliki rasa takut untuk murid-murid itu.
"Ya! Ya! Terserah katamu keadilan" Ucap Gajeel dengan nada bosan sebenarnya, dia ingin berargumen hanya saja jika, dilakukan malah akan membuang tenaga saja.
"Oke kalian tenang saja aku akan kembali" Natsu mencoba tersenyum dan tangannya sekarang sudah terborgol di belakang "tenang saja kurasa ini hanya penangkapan normal yah, kurasa" dia menghibur teman-temannya meski dia masih agak ragu atas kata-katanya tadi.
Dan setelah itu Natsu dan Tsukusima di bawa ke dalam mobil polisi dan untuk murid-murid lain mereka hanya menatap teman-teman satu sekolahnya di bawa oleh Mobil polisi dengan suasana hening tanpa bicara.
"Hei, kau tau alasannya? Bukan aku tak mempercayainya hanya saja aku tak yakin dengan kata-kata mereka barusan?" Tanya Elfman "hanya saja kau taukan yang kita bicarakan ini Natsu?"
"Aku juga tak tau kenapa" Gray mengangkat bahunya.
"Kau tau, Terkadang orang-orang Kriminal lebih bermoral daripada Para penegak keadilan yang tamak dan mementingkan kekuasaan" Celetuk Gajeel "hah, atas nama keadilan yang di suap kita menangkapmu" dia berlalu dengan suara mengejek, yang lain hanya tertawa mendengarnya.
"Ultear?" Panggil Gray tapi, Gadis itu hanya diam dengan aura mata yang gelap dan tak lama Gadis itu berlalu tanpa menghiraukan panggilannya
"Ugh, ini buruk" Elfman bisa melihat Gadis itu terlihat kesal "hei, ini tak apa-apa membiarkannya seperti itu?"
"Entahlah" Gray tampak acuh.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Kelas 2-A
Kali ini di kelasnya Hisui tengah mengobrol dengan kawan-kawannya dia cukup terkejut ketika banyaknya mobil polisi di luar gerbang sekolah dia juga tak tau sebenarnya apa yang terjadi dan sebenarnya dia ingin tau hanya saja sebuah ketakutanlah yang menahannya ingin keluar walaupun dia sudah agak mengetahui ini dari ayahnya tapi, dia masih agak ragu tak karuan.
Ketika dia ingin mengambil buku di tasnya dia cukup shock melihat Ultear sudah berdiri di depannya dengan memasang wajah tak mengenakan dia tau apa yang terjadi hanya saja dia mencoba untuk tidak berfikir buruk sangka.
"Ada yang ingin kau bicarakan?" Tanya Hisui dia bersikap normal seperti biasanya.
"Ada yang ingin kubicarakan soal Natsu dan Kau?" Jawab Ultear nada bicaranya sudah terlihat kesal "kau sudah tau apa yang terjadi, di depan gerbang sekolah itu kan?"
"Aku tau kok, pasukan Polisi bukan?" Jawab Hisui tampak tenang dan tak terpancing emosi yah memang layak jika dia putri Presiden.
"Mereka membawa Natsu kau tau?" Ultear masih bisa menahannya untuk menampar Putri itu karena, akan sangat bermasalah jika dia tak bisa mengontrol emosinya "dan, mereka bilang ini ada hubungannya dengan kau apa maksudnya itu?" Dugaan Hisui benar semua ini hanya Formalitas yang sudah di atur oleh ayahnya.
"Terus adakah masalah dengan itu?" Tanya Hisui berbalik "dan lagipula itu hanya sebuah formalitas penangkapan sedangkan aslinya tak seperti itu" dia tau obrolan berdua ini sekarang memicu perhatian seisi Murid sekolah di sini.
"Apa maksudmu?" Ultear tampak tak mengerti yang dibicarakan Gadis berambut Hijau ini
"Yah, Milkovich-San begini saja" Hisui langsung menjelaskannya "yah, intinya itu hanya pengalihan atau penangkapan pura-pura jadi, Natsu sekarang hanya sebagai Saksi dalam kasus penyeranganku kemarin dan Polisi bilang tersangka ialah hanya sebuah kedok dan pura-pura jadi, Natsu takkan di penjara" dia sedikit memelankan suaranya agar tak terdengar yang lain.
"Jadi, maksudmu itu tadi hanyalah sebuah akting?" Tanya Ultear memproses apa yang dia dengar.
"Benar, sekali" Hisui mengangguk "lagipula mana mungkin aku menjebloskan teman masa kecilku sendiri yang sudah dua kali menyelamatkanku tanpa alasan yang jelas" dia hanya tertawa kecil selain itu dia mengingat gadis di depannya ini juga yang membantunya bebas waktu disandra sebuah kapal Grimoire Heart.
"Ahh, Gomenasai! Atas sangkaannya" Ultear jadi, malu sendiri karena, menuduh yang belum jelas asal-usulnya apalagi kepada Putri Presiden "tapi, ngomong-ngomong apa maksudnya kejadian kemarin?" dia memang pernah mendengar berita dari Mading sekolah yang menjelaskan Restaurant mahal dan megah Hancur akibat seorang Koki yang bertarung dengan dua orang Teroris.
"Yah, asal kau tau aku tak sengaja bertemu Natsu setelah dia keluar dari rumah sakit dan mengajaknya Makan bersama di sebuah Restaurant itu" Hisui mulai menjelaskan ceritanya Ultear menyadari ucapan Gadis ini yang terlihat menganggap Natsu lebih dari teman "dan, awalnya kita berdua baik-baik saja hingga muncul para Teroris yang mencoba membawa atau setidaknya menculikku tapi, beruntung Natsu bisa mengatasinya tapi, salah satu dari mereka kabur sebelum Natsu menyelesaikannya" Ultear sekarang mengerti.
"Jadi, dia di bawa ke Kantor Polisi hanya sebagai Saksi?" Tanya Ultear memastikan lagi.
"Tepat, sekali" Hisui mengangguk.
"Maafkankan aku atas kesalah fahaman ini" Ultear dengan wajah menyesal beruntung percakapan mereka sedari tadi tak terdengar oleh yang lain jadinya, rasa malu tak terasa dalam "yah, mohon maaf atas ganggunannya dariku" dia langsung berlari ke luar.
"Tak masalah" Hisui masih tetap ramah
.
.
.
.
.
- Lokasi yang tak di ketahui
"Jadi, kau gagal yah Rayure" Ucap Doriate dari nada dan Ekspresi wajahnya dia terlihat kesal "padahal, kau diberi misi yang cukup mudah jika, tak bisa menculiknya maka kau mudah membunuhnya"
"Yah, itu tak mudah Doriate-sama" Jawab Rayure dengan Ekspresi gemetar ketakutan "yah, aku dan Karakka sudah merencanakan ini hanya saja bocah pink itu menganggu kita!"
"Alasanmu masih tak masuk akal bagiku" Doriate masih nada amarah yang di tahan "kau tau misi kita adalah mengumpulkan uang dengan cara menculik beberapa anak dan menjualnya termaksud Putri itu jika kita menjualnya dengan Harga tinggi pastinya banyak orang yang tertarik" Rayure mengangguk.
"Apakah, si Rambut bunga Sakura itu?" Tanya Kageyama "jika, benar maka yah dia satu-satunya orang yang akan menghalangi rencana kita"
"Oh, ya Erigor bagaimana dengan Para tahanan itu?" Tanya Doriate ke lelaki yang selalu memegang parang itu
"Yah, beberapa dari mereka masih saja belum menyerah jadinya, aku sedikit bermain-main kukuku!" Erigor tertawa menyeramkan "tapi, ada yang sudah kusiksa sehingga mereka menyerah tapi, saking kesenangannya aku malah berlebihan dan menghilangkan nyawa dan tenang saja beberapa dari mereka menyukai video yang kubuat itu sehingga menghasilkan banyak Batchcoin sehingga tak ada sesuatu yang sia-sia"
"Yah, baguslah terkadang aku sakit dengan hobimu itu" Kageyama memasang ekspresi jijik namun, Erigor mengabaikannya "karena, akan merugikan jika, kau membunuh tanpa menghasilkan apapun"
"Lalu bagaimana Rencana kita sekarang?" Tanya Erigor "selain itu bagaimana kita mengatasi para pengganggu ini?"
"Aku ada ide" Jawab Kageyama "tapi, kita akan melakukan ini dengan cara bersama?"
"Oke!"
..
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Kantor Polisi
Sekarang setelah menjalani beberapa pemeriksaan dari pihak petugas inspeksi Natsu dan Tsukusima kini sedang duduk di ruang tunggu untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lanjut sebagai saksi yah, pas sampai kesini kedua orang itu dijadikan sebagai saksi bukan tersangka yah, alasan pihak Polisi berbicara seperti itu hanya formalitas dan Citra Polisi di depan banyak orang
"Hei, bagaimana Lukamu?" Tanya Natsu dia bisa menduga orang ini sehabis bertarung "dan dua temanmu bagaimana?" dia cukup shock mendengar alasan kenapa orang itu Terluka.
"Yah, mereka sekarang agak mendingan meski belum sadar betul" Jawab Tsukusima dia baru tadi mendapat kabar dari dokter "hei, jadi itu benar kau yang melakukan perusakan Restaurant mewah itu?" dia juga mendengar berita itu.
"Yah, lebih tepatnya bertarung dan melindungi" Jawab Natsu dia cukup Sweatdrop ketika melihat bacaan berita itu di Artikel sekolah di berikan oleh Juvia yang terkesan berlebihan dan meski dia tau otak dari penulisan judul yang berlebihan itu "oh, BTW! Yang kudengar dari pemeriksaan itu kau kembali lagi ke rumah angker Onibas itu?"
"Yah, aku menemukan banyak hal di sana dan waktu bukti yang kau tunjukan di kamar itu tampaknya sudah di bereskan" Ucap Tsukusima dia setelah itu mengunjungi rumah itu lagi dan menemukan Basement yang berisi peralatan penyiksa dan banyaknya bercak darah di mana-mana.
"Yah, tampaknya berkat kalian dan membawa salah satu pelaku kasus ini menemukan titik terang" Mest datang dari pintu membawa tiga Minuman Es kopi "nah, ini untuk kalian sembari menunggu Penyelidikan kalian selesai"
"Apa maksudmu?" Tsukusima menerimanya dia tampak tak mengerti apa yang lelaki itu ucapkan.
"Yah, aku bersumpah jika, tak ada bantuan kalian mungkin kelompok itu takkan memunculkan diri mereka setelah itu" Jawab Mest senang "yah, kau tau mereka adalah kelompok yang kita cari beberapa tahun ini semenjak kejadian SMP Clever itu" Natsu tau bahwa kota itu tempat lahir Tsukusima.
"Maksudmu belum ada kejelasan tentang kasus ini yah seperti buntu di tengah jalan" Natsu sudah tak heran mendengarnya tapi, dia tak menyangka jangka waktunya cukup lama sekali untuk masalah satu kasus yang terkesan unik dan nyeleneh.
"Yah, selama ini kita terus mencari mereka dari media Biasa, Internet, dan juga manual tapi, hasil mereka nihil" Jawab Mest dengan nada kecewa "yah, kelompok itu licin dan pintar jika, mereka melakukan kejahatan sebelum kita mencarinya mereka seperti Debu yang tersapu angin yah mudah menghilang tanpa jejak"
"Aku berfikir semoga saudariku masih ada" Tsukusima menatap langit-langit dia masih percaya bahwa adiknya itu masih hidup sampai sekarang "jika, masih ada kemungkinan selamat aku malah senang"
"Maaf, atas ketidakbecusan kami dalam hal ini" Mest memohon dengan wajah penyesalan "tapi, jika kasus ini berakhir takkan ada lagi Polisi yang terlambat, tak ada yang tak bisa di atasi, dan Polisi tak ada yang bisa di suap hanya untuk kepentingan yang lain" dia mendeklarasikan diri dan terkadang Citra Polisi di mata masyarakat sekarang sudah buruk apalagi masalah kasus hilangnya para anak-anak tanpa hal yang jelas.
"Ahh, Jika kau tau Tsukusima, bagaimana kekuatan orang yang menyerangmu?" Tanya Natsu dia ingin tau yah jaga-jaga saja siapa tau dia ketemu dengan orang itu tanpa hal di duga-duga.
"Benar juga yang kuingat dia menggunakan Parang merah besar, dan sejenis tehknik kutukan Santet dan juga ada sedikit dia memiliki Elemen angin" Jawab Tsukusima dia bisa selamat dan terluka parah karena, menggunakan tehknik Sakanade yang bisa memutar balikan keadaan selain itu orang yang dia hadapi terlihat sangat kuat sehingga membuat kedua temannya terluka parah.
"Apakah Parang Merah dengan Tiga mata pisau dengan panjang berbeda?" Tanya Natsu Lelaki itu hanya mengangguk 'ahh, begitu rupanya jadi, yang dua orang waktu itu adalah Kageyama dan juga orang yang di hadapi Tsukusima, ahh begitu The Shilby mereka sekarang bermain terang-terangan' dia cukup mengingat waktu di Hutan lindung Magnolia itu di mana Yukino hampir jadi korbannya beruntung dia cukup cekatan dan bereaksi.
"Berhati-hatilah mereka sekarang mengincar kalian atau orang terdekat kalian" Mest memperingatkan "dan, juga kalian adalah saksi kunci dari masalah ini bisa saja kalian akan terus di sasar apakah perlu seorang bodyguard?" Dia menawari sesuatu.
"Bukan menolak hanya saja kita sudah bisa menjaga diri sendiri" Jawab Natsu mengeluarkan busur panahnya "yah, selain adikku juga sekarang sudah kulatih biar kuat" ini juga pesan dari ibunya untuk melatih adiknya menjadi seorang Quincy entah itu Spesial, Murni, atau Campuran.
"Yah, aku berhasil mengatasinya dan tak usah khawatir" Sambung Tsukusima "selain itu kita belum sepenuhnya bertarung karena, orang itu sudah kabur tapi, di kesempatan kedua jangan harap ada ampun!"
"Yah, ini peringatan saja dariku" Mest tersenyum tak lama terdengar suara Speaker lagi "ahh, tampaknya kalian kembali ke ruang penyelidikan itu"
"Oke!"
.
.
.
.
.
- Di sebuah Perempatan Jalan
"Kau, tau ini agak aneh bagiku" Celetuk Erza yang di tangannya tak lepas dari sebuah Kue "apa kalian tau apa yang sedang terjadi? Yah Natsu dan Tsukusima di tangkap polisi?" dia melihat kejadian itu dari dalam gedung sekolah.
"Itu hanya formalitas saja kau tau" Jawab Mirajane dia tampaknya tengah menghubungi seseorang.
"Maksudmu?" Erza tampak tak mengerti.
"Yah, sekedar akting di depan Masyarakat dan khalayak umum" Jawab Ultear dia juga tadi, heboh sendiri beruntung dia menanyakan ini dulu kepada Putri Presiden itu jadinya, dia tak salah sangka "apakah ibumu tak memberitaumu?" Pastinya Pihak Guru sudah mengetahui ini.
"Tidak" Erza menggeleng.
"Yah, intinya mereka di bawa hanya untuk di tanya dan menjawab kalau, dalam kasusnya sih sebagai saksi tapi, aku tak tau kasus apa itu" Mirajane wajahnya terlihat kesal sedari tadi menghubungi seseorang tapi, gak nyambung "jadi, kau tak usah khawatir yang berlebihan"
"Btw ada yang ingin kutanyakan pada kalian" Celetuk Sorano membuat yang lain diam dan menunggu kata-kata selanjutnya "kalian tidak adakah menjalin hubungan dengan seseorang atau setidaknya seseorang yang kalian suka?" Pertanyaannya itu cukup membuat hening beberapa saat.
"Berhubungan dengan seseorang kurasa tidak" Jawab Erza yah dirinya pernah berpacaran pada orang itu yang terkesan mengerikan baginya "dan yang kusuka tentu saja ada tapi, kenapa kau bertanya seperti itu?" dia menanyakan hal itu balik.
"Aku hanya ingin bahan pembuatan Cerpen nanti di mading" Sorano memegang sebuah cacatan yang sudah di beri judul 'Temanku Menikung Tujuanku' semuanya hanya Pokerface dengan judul aneh itu.
"Tunggu, kenapa judulnya seperti itu?" Tanya Mirajane Sweatdrop meski dia tak tau isi cerita itu dan tujuan dari cerita itu.
"Yah, kupikir ini akan jadi Cerita yang menarik di mana Satu orang yang menyukai seseorang gadis dan temannya membantu untuk mendapatkannya tapi, di akhir malah temannya yang mendapat gadis itu" Jawab Sorano
"Ceritamu memang bagus tapi, Kenapa kau menanyakan hal ini pada kita?" Tanya Ultear dia juga tak tau kenapa Gadis ini menanyakan padanya selama ini dia belum merasakan yang namanya pacaran.
"Tentu saja kau tak tau karena kau belum pernah pacaran" Ucap Mirajane dengan nada mengejek "atau, yah laki-laki di sekolah kita tak ada yang mau itu berarti kau lebih Jelek dari rambut tomat itu yang sudah Pernah pacaran" Ejekannya itu tentu saja berhadiahi sebuah Deathglare.
"Yah, Alasan orang-orang yang tak pernah pacaran karena mereka tau bahwa mereka memilih pasangan yang benar bukan asal pilih seperti mungut sampah di jalan" Ultear kali ini memberi ejekan yang cukup menyakitkan namun, gadis itu tak peduli.
"Kurasa lebih baik langsung menikah saja daripada harus pacaran dulu" Komentar Sorano
"Meski Nikah langsung lebih bagus jika, tak pacaran lebih dulu maka kita tak bisa mengenal satu sama lain" balas Erza yang pernah membaca sebuah buku novel "yah, hampir mirip seperti nikah yang di paksa orang tua"
"Yah, selain itu orang yang berprinsip Nikah langsung kurasa orang semasa mudanya tak pernah merasakan pacaran" Ucap Sorano "selain itu mungkin dari mereka ingin menikah di umur yang masih muda"
"Nikah muda? Oh tidak terima kasih" Mirajane melipat tangannya "meski menikah adalah impian setiap wanita tapi, jika secepat itu kurasa aku tidak karena, masih banyak hal yang ingin kulakukan diumurku sebelum itu terjadi" semuanya mengangguk setuju banyak cita-cita dan keinginan yang harus di lakukan sampai akhir ke tahap menyusun rumah tangga sendiri.
'Menikah huh? Tapi, keliatannya hari itu akan terjadi dan takkan buruk juga' batin Ultear dia melihat Natsu yang tengah mengobrol Tsukusima lewat Orb Lacrima secara pribadi tampak senyum di wajahnya.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
*Trang!
"Guh, orang ini menyebalkan!" Komentar Bixlow dia dan Freed berjalan sepulang sekolah tapi, ada seseorang yang menyerangnya menggunakan tombak Panjang bercahaya.
"Berhati-hatilah" Freed memperingatkan dia membuat Jutsu Shiki untuk membuat tameng yang melindungi dirinya dan temannya "selain itu orang ini juga berhasil menembus pelindung yang kubuat" dia cukup terkejut dengan serangan tadi.
"Hah, Orang ini menyebalkan!" Bixlow melompat ke udara dia membuat benda-benda di sekitarnya menjadi hidup dan membuat Formasi lingkaran "BAYRON FORMATION!" dan mengeluarkan tembakan bercahaya berwarna hijau namun, orang itu mudah menahannya dengan memutar tongkat.
"Cycrus Enchantian..!" Freed melampalkan sedikit mantra perlahan tubuhnya berubah seperti mahluk buas yang agak besar dari tubuh aslinya "BELVZAAC!" dia melayangkan pukulan dengan efek shiki miliknya tapi, orang itu menahannya dengan satu tangan.
"Apa!"
"SPINNING ELECTRIC CHARGER!"
Orang itu memutar tongkatnya Tampak setruman seperti kilat di tongkatnya dia menancapkannya ke tanah dan efeknya cukup instant Sentruman kilat langsung menyebar ke arah mereka dengan cepat dan melukai mereka.
*Bzzztttt!
"Guh!"
"Ahhh!"
"Sebenarnya apa mau mereka?" Tanya Freed memegang pundaknya yang terluka berkat setruman tadi "apakah, mereka kelompok yang meresahkan yang waktu itu"
"Kurasa ini masih berhubungan" Balas Bixlow "tapi, aku tak tau kelompok mereka terlihat cukup kuat untuk anggota-anggotanya" dia bisa melihat gerak-gerik orang itu yang tenang dan tak panikan.
!
Orang itu langsung mengayunkan tongkatnya ke depan dan terlihat tongkat itu memanjang dengan cepat kedua orang itu bereaksi menghindar tapi, terlambat karena serangan itu lebih cepat dan mengenai perut mereka berdua.
"Guhh!"
"Payah! Arghh!"
Orang itu mengarahkan tombaknya ke depan tampak kilatan yang membentuk sebuah bola besar berkumpul di ujung tombak dan setelah selesai mengisi orang itu langsung mengarahkan ke kedua orang itu tapi, ada sebuah serangan panah berpetir merah dari arah lain dan beradu membuat ledakan besar.
*Boooommm!
"Wah!, wah kalian terlihat buruk kawan" Muncul suara lain tapi, kedua orang itu sudah mengetahui itu dan suara yang mereka kenal "bagaimana keadaan orang-orang di sekitar sini melihat kalian bertarung?"
"Yah, orang-orang sudah pergi menjauh ketika mendengar suara dentuman tadi" Jawab Freed dia sedari tadi sudah membuat kurungan Shiki yang luas tampak raut wajahnya yang kelelahan.
"Khuuu! Kau lambat Laxus!" Protes Bixlow dia juga masih shock berat atas serangan tadi "tapi, bagaimana kau tau kita bisa berada di sini?" dia tak mengira temannya yang akan kemari.
"Mudah saja, aku baru pertama kali melihat Freed membuat kurungan sebesar itu dan pastinya ada sesuatu buruk di sana" Jawab Laxus "selain itu Posisiku dengan kalian tak terlalu jauh sehingga dengan mudah tepat waktu"
"Heh, masuk akal juga" Freed mengangguk.
"Sekarang, kita bicarakan ini nanti saja" Laxus mengepalkan tangannya tampak tubuhnya di selimuti aura petir khasnya "tampaknya aku harus membereskan Kelompok yang menyebalkan ini"
.
.
.
.
.
"Jadi, bagaimana dengan tugas sekolahmu Wendy?" Tanya Brandish dia sekarang pengganti Natsu sementara menemani Gadis itu pulang sekolah "dan apakah kau sudah dengar kabar tentang kakakmu?" Selain itu dia memang mengijinkan Gadis itu tinggal di Kosan dengan ibunya yah sebagai timbal balik karena, dulu juga dia diizinkan tinggal di rumah Natsu.
"Yah, Nii-san tak ada masalah apapun" Jawab Wendy bernafas lega dia mendengar kakaknya di bawa polisi yah cukup khawatir tapi, Kakaknya menelpon dan bilang bahwa itu hanya sekedar interogasi saja "dan sekolah yah tampak seperti biasa"
"Aku senang jika dia tanpa ada masalah" Brandish tersenyum "tapi, sekarang kau tetap tinggal di rumahku yah selama, rumahmu masih di perbaiki?" dia tentu saja senang menawarkan gadis ini tidur bersamanya karena, ada teman mengobrol.
"Hai!" Wendy mengangguk tapi, dia tampak pencium sesuatu yang tak asing baginya 'bau ini, entah kenapa sangat aku kenal tunggu! Jangan-jangan dia!' dia langsung masuk dalam mode Quincy dan menembakan busur panah dan beruntung busur miliknya unik yaitu akan mengejar targetnya.
*Jduarrr
"Gahh!"
"Berhasil!" Wendy berteriak senang dia bisa mendengar suara teriakan orang lain "keluarlah orang jahat aku tau kau di situ!"
"Begitu yah, Wendy tampaknya kita di buntuti" Brandish tersenyum bangga dia sekarang juga masuk dalam mode Quincy juga "tapi, akan kubantu kau karena, sendiri itu tak menyenangkan"
"Yah, ini orang yang sama waktu kita buntuti ke Stasiun dan melawannya" Jawab Wendy.
"Bocah Sialan!" Umpat Kageyama kesal muncul dari persembunyiannya "akan kubalas apa yang kau lakukan!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
"Kau yakin bisa sendiri?" Tanya Tsukusima yah setelah menjalani proses penyelidikan yang panjang pada akhirnya mereka bisa bebas lagi "yah, setidaknya sampai pada tempat yang aman" dia menawarkan.
"Yah, aku bisa pulang sendiri" Jawab Natsu ramah "selain itu juga aku akan tidur di rumah cadangan yang kubuat sendiri" dia bisa merasakan Reaitsu adiknya dan juga Brandish di saat yang bersamaan.
"Baiklah, sampai jumpa" Tsukusima berlalu pergi meninggalkan Natsu sendiri.
'Aku harus cepat tampaknya di sana mereka tengah bertarung' Batin Natsu dia langsung berlari tapi, melihat Gadis berambut Jingga kecoklatan, dengan jepit rambut berbentuk bintang melewat di depannya dengan ekspresi kosong 'Tunggu, sebentar kenapa wajahnya tak terasa asing bagiku, aku pernah melihatnya tapi, di mana?' beberapa saat di berfikir dan tau bahwa gadis itu ialah yang tengah di cari Tsukusima.
'Sekarang apa yang harus kulakukan?' Pikir Natsu dalam situasi rumit 'menolong Wendy dan membantunya sekarang atau menyusulnya jika, di lihat dia pergi ke sebuah tempat?, arghhh yang itu saja siapa tau aku dapat sesuatu' dia lebih memilih mengikuti Gadis itu karena, dia tau adiknya kuat terlebih lagi ada Brandish yang membantunya sekarang, yang dia pikirkan adalah mencari tau apa yang terjadi.
'Good Luck Wendy!'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Siapakah orang yang di hadapi Laxus sekarang? Hmm itu menjadi sebuah misteri dan jika kalian ingin tau tentukan dan tetap stay terus yah dan Natsu sekarang memilih mengikuti Gadis yang di cari Tsukusima? Yah itu memang dia tapi, tetap pantau terus jika kalian ingin tau hahahaha see ya!
Pm
.
RnR
