Penginapan dekat Desa Kumo, 10 Januari
"Dari mana kau dapat baju sok keren itu?"
Naruto yang sedang memasukkan barang-barangnya ke dalam tas memandang kebingungan ke arah istrinya. Shion melipat kedua tangan di dada dan memandang naruto penuh curiga. Ratu Negeri Iblis mendekatkan wajahnya ke wajah tampan tersebut sambil mengerucutkan bibirnya, membentuk ekspresi Tsundere dari boneka yang tampak hidup.
"Apa diberikan si dada besar sialan itu?"
Celaka, dia tahu…Naruto menyengir lalu melambaikan kedua telapak tangannya menggunakan gerakan polos. Tapi itu tidak cukup bagi Shion membuang segala hipotesisnya.
"Dari mana ransel bagus itu?"
"Ano Shion…ini aku beli saat di-"
"Itu diberikan Mei Terumi-sama kepada Naruto-sama sebelum beliau pulang, katanya sebagai kenangan…" Haku yang lewat di depan kamar berbicara seenak jidat. Naruto memandang sweatdrop pintu yang dilalui pengawalnya lalu memandang sok cool istrinya.
"Heh…aku hanya ingin terlihat keren di depanmu," wajah Naruto berubah seperti pameran chara-chara cowok di manga Shojou "Ratu lebahku…"
DUAKHHH!
"AKU RATU NEGERI IBLIS, BAKA UZUKAGE!" kata Shion dengan pukulan powernya.
The Uzukage
Story By Doni Ren, Main Idea By Icha Ren
Naruto By Masashi Kishimoto
The Uzukage Project
Storyline Part 2, The Rise of Uzushiogakure
The Last Arc-Konoha Arc!
Warning: OOC, Out of Canon, Imagination, Some Hard Languange and 18+ Languange, A Little Bit 18+ Scene (No Sex Scene), A Little Bit Gore and H-Author
Genre: Adventure-Romance-Drama
Pair: NaruShion
Have Fun!
.
.
.
The Rise of Uzushiogakure
Chapter 49
Kumogakure, 10 Januari
Rombongan itu sampai di Desa Kumo dengan sambutan luar biasa dari warga di sana. Semuanya bersyukur karena Raikage mereka masih hidup. Darui lebih bersyukur lagi, selain pemimpinnya masih dapat menunjukkan wajah sangarnya, desa-desa kecil tidak menyerang mereka saat Raikage pergi meninggalkan Kumo untuk misi penyelamaan Ratu Negeri Iblis. Di tengah-tengah lemparan bunga dan kertas hias tersebut, Darui dapat melihat Ratu Negeri Iblis yang berjalan anggun di samping Yondaime Uzukage. Memakai gaun berwarna putih krem ditambah ikat pinggang kecil bertali cokelat cerah dengan bagian tengahnya yang berwarna mengkilap, Darui mengakui istri Yondaime Uzukage itu memang anggun.
'Aura Ratu-nya sangat terasa…pantas saja semua desa memperebutkannya seperti barang berharga,' Darui memandang helaian surai pirang kelabu itu bergerak pelan saat Shion berjalan dengan langkah tenang 'Bahkan jika dinilai, aku tak dapat menilainya memakai angka…Ratu Negeri Iblis memang patut diperebutkan!'
Beberapa anak kecil desa Kumo memeluk Raikage ketiga, beberapa ibu-ibu menepuk bahu A namun anak Sandaime Raikage itu sedikit kesal saat C menyikut lengan kanannya yang patah. Sebenarnya C ingin memberi selamat kepada A sukses kembali ke desa dengan titeL misi berhasil, tetapi itu memancing kemarahan A disertai rasa sakit di lengan kanannya, apalagi melihat Killer Bee yang berwajah standar 11-12 dengan dirinya, tetapi malah dipeluk-peluk wanita muda Kumo bertubuh montok dengan kulit gelap menggoda.
"Yo…itulah pesonaku, A-Yoo!"
"Diam atau ku-Lariat kau Bee…" geram A dengan tatapan horror saat Bee sepertinya ingin memulai rapper bertemakan A.
"Jadi kita berdiam sementara di Kumo, Naruto?" tanya Ratu. Dia dapat merasakan tatapan para pria yang menatap takjub ke arahnya. Naruto menganggukkan kepala. Sang Uzukage berjalan tenang di samping sang Ratu dengan kedua tangan dimasukkan ke kantong celana shinobinya.
"Aku tidak mau ambil resiko, Shion. Kita harus menunggu…" kata Naruto, yang bagi Shion agak ambigu. Naruto tidak meneruskannya saat Darui mengajak rombongan misi itu ke kantor Raikage.
.
.
.
Ruangan kantor Raikage sudah diperbaiki. Utakata teringat kaca jendela yang pecah diakibatkan Naruto bersama Haku secara 'bodoh' melompat dari kaca dan terbang seperti burung. Itu terjadi ketika mereka menyelamatkan para Uzumaki di Ame sekaligus mengalahkan Hanzo sang Salamander. Utakata berdiri di samping kursi yang diduduki Naruto, sementara Haku berdiri tegak di samping kursi yang diduduki Shion. Shion dan Naruto duduk berdampingan. Meja berbentuk bundar itu diisi 8 kursi. Naruto-Shion duduk di arah jam 10, Nagato dan Konan di sebelah kiri pasangan tersebut, sementara Raikage duduk di arah jam 4, berhadapan langsung dengan muridnya. A duduk di sebelah kanan ayahnya sementara Killer Bee duduk di sebelah kiri ayah angkatnya. Darui menyandarkan punggungnya ke dinding ruangan yang berada di belakang kursi Raikage ketiga sementara C berjaga di dekat pintu. Yugito berdiri tegak di samping A. Shibuki dan Sara duduk di arah jam 6. Semua rombongan besar saat misi penyelamatan Shion di Iwa saling memasang wajah serius. Mereka sepertinya menunggu sesuatu.
Tek…pintu ruangan terbuka. C menoleh ke arah pintu dan Mabui masuk dengan langkah cepat sambil membawa amplop berisi surat dari Hokage keempat Konoha, Shimura Danzo. Raikage memandang sekilas muridnya yang memasang ekspresi tidak suka.
'Tampaknya Naruto benar-benar marah kepada pihak Konoha…yah, dia pasti tahu bahwa Danzo adalah dalang semua ini dan berhasil mempengaruhi kami,' Raikage membuka kancing amplop besar berwarna coklat tersebut dan mendapatkan sebuah gulungan kecil di sana. Ada pita merah yang mengikat scroll dan tulisan Fuin, menandakan hanya Raikage yang bisa membukanya dengan chakra miliknya sendiri. Raikage ketiga meletakkan jari telunjuk kanannya ke pita dan mengalirkan chakranya perlahan ke pita tersebut.
Poof…sebuah asap putih kecil muncul dan pita itu menghilang. Raikage membuka gulungan surat dari Hokage lalu memandang semuanya, meminta pendapat.
"Aku akan baca surat ini dengan suara keras…" Raikage memandnag agak lama ke arah muridnya. Naruto menganggukkan kepala. Iris biru sang Uzukage terlihat tenang, walaupun Raikage ketiga sebagai orang yang telah melatih Naruto tahu bahwa muridnya sedikit tidak sabaran menanggapi isi surat tersebut.
"Yang terhormat Sandaime Raikage-sama…" Raikage mengangkat alis kanannya, dia melanjutkan bacaannya dengan suara yang keras serta berat.
"Saya sebagai Yondaime Hokage cukup kecewa dengan keputusan anda yang sepertinya memihak kepada Uzushiogakure. Boleh saya memberitahukan analisis Konoha pasca tergulingnya sekutu kita yakni Yagura-sama dari pemerintahan di Kiri? Yondaime Uzukage telah bangkit dari kematiannya dan berhasil menempuh apa yang ingin ia tempuh. Mengalahkan Yagura, menghasut anda sebagai pemimpin ketiga Kumo, lalu saya dengar bahwa Uzukage muda itu akan membuat kekacauan di Iwa. Jika nanti saya mendapatkan berita bahwa Iwagakure dan Sunagakure memihak kepada Kumo yang berpihak kepada Uzushiogakure dan Uzukage mereka…itu tidak penting lagi," Raikage sedikit mendengus pelan. Dia tidak suka kalimat-kalimat di surat tersebut.
"Konoha membatalkan perjanjian 5 desa besar dan siap menyatakan perang dengan 4 desa besar bersama Uzushiogakure. Tetapi kami akan tetap menunggu konfirmasi dari anda dan berita terbaru tentang Iwa serta Suna, tetapi jika anda membaca surat ini satu meja bersama murid tersayang anda…" Raikage berhenti sejenak. Shion melirik sekilas ke arah suaminya. Naruto duduk tenang dengan dagu yang ditopang tangan kanannya di pinggiran kursi. Sang Uzukage secara setia mendengarkan suara Raikage membaca surat tersebut.
"…Katakan kepadanya bahwa Yondaime Hokage tidak akan membunuh Yondaime Uzukage atau membunuh istrinya. Yondaime Hokage bersama Konoha akan membunuh dua pasangan itu, dalam waktu yang bersamaan! KEPARAT, APA-APAAN HOKAGE INI, DIA TERLIHAT-"
"Tenang Raikage-sama," mata Naruto menajam "…Sensei."
Raikage meletakkan gulungan surat itu di meja dengan gerakan kesal. A sedikit menelan ludahnya karena tidak percaya Shimura Danzo mengirimi mereka surat seperti itu. A mendekatkan wajahnya untuk membaca tulisan kanji di sudut kiri gulungan. Seperti ada catatan tambahan dari Danzo kepada ayahnya.
Aku akan menyelesaikan tugas yang tidak kau selesaikan bersama Sandaime Kazekage dan 7 Ninja Kiri itu, Raikage-sama.
A menggeram pelan. Danzo benar-benar berani. Ini bukan lagi keberanian, Shimura Danzo telah menghina ayahnya sebagai seorang pemimpin desa dan mengajak Kumo untuk berperang melawan Konoha!
"Apa Danzo mengirimi surat yang sama ke Iwa, Suna, dan juga Kiri?" tanya Naruto cepat kepada Mabui. Mabui sedikit tersentak dengan pertanyaan Naruto. Semua mata memandang ke arah pemimpin Uzu tersebut. Shion memegang erat kain gaunnya. Entah kenapa situasinya menjadi semakin rumit.
"Apa maksudmu-"
"Ya, Uzukage-sama." Mabui berkata tegas memotong pertanyaan A "Saya mendapat kabar dari Ao-san sebagai pihak Kirigakure bahwa mereka mendapatkan surat 'tantangan' dari Danzo kepada Kiri…itu pula yang terjadi pada Suna dan Iwa. Ketika anda semua belum sampai di Kumo, kami mendapat kabar bahwa Hokage Konoha dengan beraninya menantang dua desa besar tersebut melalui surat ini. Isi surat hampir sama dengan sedikit konteks yang berbeda. Intinya, Yondaime Hokage menantang Kumo, Kiri, Iwa dan Suna untuk menyerang Konoha bersama Uzu sebagai sekutu baru 4 desa tersebut…"
Haku memandang cepat sang Uzukage. Bibit sedang diserang hama kah?
Tidak ada kata fix kali ini. Naruto mengetukkan jari telunjuknya di meja secara teratur. Selalu menjadi ciri khas seorang Uzukage keempat jika dia sedang berpikir keras.
"Kenapa kau bisa menanyakan hal tersebut, Naruto?" tanya Raikage dengan nada penasaran. Naruto berhenti mengetukkan jari telunjuknya di meja dan memandang kebingungan sang guru.
"Hm? Menanyakan apa Raikage-sama?"
"Menanyakan kepada Mabui apakah Danzo mengirim surat penghinaan ini ke 3 desa besar lainnya. Kenapa kau menanyakan hal tersebut, bahkan jawaban Mabui sepertinya kena dengan pertanyaan yang kau lontarkan…"
Naruto kembali mengetuk jari telunjuknya di meja bertekstur licin tersebut. Shion memandang wajah suaminya yang terlihat berpikir, entah kenapa iris biru itu terlihat menerawang dengan pancaran gelisah.
"Jika Danzo mengirim 4 surat penghinaan itu kepada 4 desa secara berani, maka bisa kita simpulkan bahwa Danzo dengan berani mengajak 4 desa besar menyerang Konoha tanpa basa-basi. Simpulan lanjutannya bisa dikatakan bahwa Danzo sangat yakin dengan pertahanan Konoha yang mampu menahan gempuran 4 desa besar tersebut."
"Maksudmu Danzo ingin 4 desa besar menyerang Konoha?"
Naruto menganggukkan kepala mendengar pertanyaan cerdas Raikage "Ya, bersama Uzu tentunya."
"Kalau begitu mari kita hubungi 3 desa lainnya dan serang si tua berperban itu!" kata A dengan nada gusar. Dia menggeplak Bee yang mulai nge-rap bertemakan A marah ciee.
"Tunggu A!" Raikage bersandar di kursinya, menimbulkan suara decitan pelan, lalu memandang langit-langit ruang pertemuan tersebut dengan pandangan bertanya "Berani sekali orang seperti Danzo mempersilahkan 4 desa besar menyerang desanya secara langsung. Rasanya itu…ah!" Raikage ketiga segera duduk tegak dan memandang semangat muridnya. Naruto menganggukkan kepala.
"Coba kita hubungkan dengan kejadian-kejadian terakhir yang kita alami. Kumo, Kiri, Iwa, Suna dan Uzu sedang berada dalam kerugian besar setelah bentrok dahsyat di Iwa dalam misi penyelamatan Shion-sama. Danzo yang mengetahui hal ini memanfaatkan momen tersebut dan mengajak 4 desa besar bersama Uzu untuk menyerangnya saat tenaga ninja di 5 desa tersebut sedang berada dalam kondisi kritis, ditambah kita asumsikan bahwa ada 'sesuatu' di Konoha yang membuat Danzo yakin bahwa pertahanan desanya sangat kuat."
Naruto menganggukkan kepala. Gurunya terlihat sedikit bersemangat karena bisa mengerti arah pemikiran Danzo dalam memancing perang besar lainnya.
"Danzo ingin menghabisi 4 desa besar yang terpicu hinaan itu di Konoha dengan 'sesuatu' di desa tersebut. Ingat, bahwa amunisi, tenaga, dan ninja-ninja 5 desa tadi sedang kritis akibat pertarungan besar yang kita lakukan di Iwa, makanya Danzo percaya diri bahwa Konoha mampu mengalahkan serangan kelima desa tersebut, apalagi ditambah dengan 'sesuatu' di Konoha yang tidak kita ketahui…" Raikage menatap tajam Naruto "Apa aku benar, muridku?"
"80 persen benar…" Naruto berhenti mengetukkan jari telunjuknya di meja dan mengelus pelan pucuk istrinya. Jelas saja, Shion merasa bersalah karena demi dirinya 5 desa saling bertarung dan membunuh. Sang Ratu hanya bisa menundukkan kepala dengan wajah sedih. Sang Ratu tidak mau menunjukkan wajah penuh ekspresinya itu kepada semua orang. Hanya Naruto-lah yang tahu bahwa boneka hidup seperti dirinya masih bisa berekspresi seperti manusia normal. Boneka hidup hanya julukan, dan Shion memang berusaha mempertahankan julukan tersebut karena terkenal sebagai Ratu Negeri Iblis Tanpa Perasaan.
"Pertama, dari mana Danzo tahu bahwa lima desa saling menghancurkan di Iwa? Jawabannya adalah Konoha punya klan-klan hebat yang bisa mematai musuh dengan indera mereka. Hyuuga, Inuzuka…serta klan yang menggunakan serangga sebagai senjata dan mata-mata biologis, klan Aburame. Kedua, apa 'sesuatu' yang membuat Danzo yakin bahwa Konoha mampu melawan jika 5 desa menyerang desa tersebut? jawabannya tentu saja Seluruh Shinobi dan rakyat Konoha mendukung Hokage tersebut, ditambah Anbu-Anbu Ne-nya yang pasti adalah Shinobi berkemampuan luar biasa serta…" mata Naruto menajam.
"…Kekuatan Kyuubi no Yokou di dalam tubuh kakakku, Uzumaki Kushina…"
"D-dia benar…" kata Darui dengan wajah tak percaya. Dia bahkan baru ingat Konoha punya senjata paling mengerikan di dunia shinobi dan senjata itu adalah Bijuu terkuat dari 8 Bijuu lainnya. Walaupun sepertinya pihak mereka punya Utakata, Yugito, Bee maupun Jinchuuriki dari Iwa dan Kiri, tetapi Kyuubi tetap menjadi kekuatan berskala besar karena pernah digunakan Uchiha Madara sebagai mesin bertarung untuk mengimbangi kekuatan Senju Hashirama sang Shodaime Hokage.
"Pertanyaan ketiga, saat kelima desa menyerang Konoha dan kemungkinan besar kita terdesak jika menyerang pertahanan Konoha yang sangat kuat, bagaimana dengan desa yang ditinggalkan?"
Killer Bee menjawabnya dengan rapper buruknya "Konoha akan menyerang desa-desa yang ditinggalkan para shinobi yo! Karena sebagian besar shinobi berada di Konoha yo! Berarti Hokage mengalihkan perhatian lalu menusuk dari belakang lawan-lawannya yo!"
Bahkan A tidak mau menggeplak kepala Bee dan memarahi bocah Hachibi itu soal Rappernya. Yang dikatakan Bee benar. Pertahanan desa yang menyerang Konoha kosong dan Danzo pasti akan melakukan serangan cepat nan simultan untuk menghancurkan desa-desa yang menyerang Konoha…
"Lalu menyerang pasukan 5 desa dari belakang sebagai bala bantuan tak terduga," Raikage menghempaskan kepalan tangan kanannya ke meja "Danzo sialan!"
"Jadi, ada dua hal yang jelas di sini kan, Yondaime Uzukage-sama?" kata Yugito dengan nada bertanya namun mengetahui jawaban tersebut. Raikage melirik ke arah Yugito dengan pandangan cemas.
"Apa itu?"
"Bagaimana Danzo membuat semua pihak Konoha mengikutinya," kata Haku cepat menjawab pertanyaan tersebut.
"Dan kakak Naruto lebih dari 50 persen bisa dikatakan masih hidup." Sambung Utakata dengan nada serius.
Naruto berdiri tegak lalu memandang penuh keyakinan kepada gurunya.
"Kita tidak akan melakukan serangan besar-besaran, kita akan melakukan-"
Tapp! Pintu ruangan pertemuan itu terbuka cepat bahkan membuat wajah C terbentur papan kayu berengsel tersebut. C menggosok hidungnya dengan ringisan pelan. A memandang gusar karena ada Shinobi Kumo yang berani masuk secara tiba-tiba ke ruangan rapat khusus.
"Apa yang kalian-"
"Maaf A-sama, Raikage-sama…" Ninja Kumo itu berlutut dengan kaki kanan penuh kesopanan. Napasnya terengah-engah dan wajahnya menunjukkan ekspresi sangat terkejut "4 Shinobi Konoha berada di gerbang desa kita,"
Semua yang ada di sana menganga tak percaya. Bahkan Naruto sendiri sedikit tercengang dengan informasi yang ia dengar.
"Mereka berada dalam keadaan terluka!"
Naruto tahu, Danzo sudah bergerak…bergerak sangat cepat!
~TU~
Naruto memandang sosok Jiraiya yang terlelap di ranjang Rumah Sakit Kumo dengan wajah berpikir. Dia tidak menyangka salah seorang Legenda Sannin dapat terluka seperti ini. Jadi benar apa yang ia pikiran, kepercayaan diri Danzo tumbuh karena ada 'sesuatu' yang kuat, yang membuat Danzo merasa bahwa pertahanan Konoha sangat susah untuk dikalahkan. Naruto tidak tahu 'sesuatu' itu senjata, monster, kelompok Shinobi atau Shinobi itu sendiri, tetapi yang pastinya…
'Jiraiya-san, Tsunade-san…' Naruto memandang Tsunade yang juga pingsan di ranjang sebelah Jiraiya, kemudian matanya menatap dua ninja yang terbaring di sebelah ranjang Tsunade 'Lalu kedua ninja itu juga, mereka berempat bisa dibuat babak belur seperti itu. Ini benar-benar mengagetkan.'
"Naruto…"
Sang Uzukage melirik ke belakang, ke arah pintu kamar rawat tersebut. Raikage ketiga masuk ke dalam kamar bersama Darui dan Mabui di sampingnya. Pemimpin Kumo itu berdiri di sisi kanan Naruto sambil memandang keempat tubuh Shinobi Konohagakure, dia terpikir…apa yang Naruto tanggapi soal berita mengejutkan ini. Danzo, Konoha, keberanian Danzo, lalu 4 ninja Konoha yang meminta bantuan dalam keadaan cidera. Raikage melirik ke arah muridnya. Yondaime Uzukage memiringkan kepalanya nampak memikirkan sesuatu.
"Dua orang di samping Tsunade itu siapa, Raikage-sama?" tanya Naruto sopan. Raikage memandang dua ninja yang dimaksud Naruto. Yang satu memiliki surai hitam dengan ada dua garis seperti kerutan di sisi hidungnya. Yang satunya memiliki surai putih dengan masker sebatas hidung di wajahnya.
"Mereka, hmm…ano,"
"Mereka adalah Uchiha Itachi dan Hatake Kakashi, Uzukage-sama. Saya pernah mendengar nama keduanya, salah satu Shinobi terbaik Konohagakure." Darui menjawab pertanyaan Naruto dengan lugas. Naruto melirik cepat ke arah kedua nama baru tersebut. Tetapi mendengar kata Uchiha, Naruto tentu saja teringat dengan klan terhormat Konoha tersebut, tentu saja dengan Doujutsu Sharingan mereka. Dia juga teringat Uchiha Madara, sosok yang menyelamatkannya pasca kekalahannya melawan Kazekage-Raikage dan 7 Ninja Pedang Kiri tanggal 17 Oktober lalu. Heh, mengingat Hantu Uchiha itu membuat Naruto ingin tersenyum kecut. Dia memandang Hatake Kakashi, memang, melihat rambut putih itu membuat dirinya teringat akan si Taring Putih, Hatake Sakumo. Ayahnya pernah menyebut nama itu sebagai salah satu Shinobi terbaik Konoha.
"Apa yang sebenarnya terjadi Naruto? Kenapa Shinobi Konoha mendatangi Kumo dengan keadaan terluka, apa mereka…"
"Ya, Raikage-sama," Naruto tak perlu menanggapi lebih lanjut. Gurunya sudah mengetahui kalimat apa yang akan muncul dari omongannya "Mereka berempat melawan Danzo dan kalah. Keempatnya datang ke Kumo untuk meminta bantuan kita."
Darui dan Mabui saling berpandangan. Keduanya terlihat cemas sekaligus berpikir. Apa yang Danzo lakukan pasti sesuatu yang salah, hingga 4 ninja elit melawannya dan meminta bantuan Kumo. Benar-benar membingungkan.
"Pertanyaannya adalah tindakan kita selanjutnya," Naruto berbalik memandang Raikage "Kita akan membantu mereka," Naruto melirik dingin ke arah empat ranjang tersebut "Atau tidak. "
Raikage mengangguk mengerti. Naruto meminta izin meninggalkan kamar untuk mengantarkan Shibuki yang sudah berjanji akan kembali ke desanya karena terlalu lama meninggalkan desa akan membuat situasi di Taki cukup rentan. Apalagi jika desa-desa lainnya mengetahui hal tersebut.
.
.
.
"Arigatou," ucap Naruto pelan. Dia berdiri tegak dan menyalami erat tangan Shibuki. Sang Uzukage tersenyum tipis. Tetapi senyuman yang tipis itu sangat tulus, hingga Shibuki tak tahan untuk tidak terkekeh.
"Maafkan soal tangan Sara yang-"
"Tidak apa-apa," Naruto menganggukkan kepala, dia dapat melihat wajah tak nyaman Shibuki tercetak jelas di sana "Sara masih bisa mendengar Legenda Kaguya setiap malam saja sudah membuatku senang. Kehidupan adalah anugerah yang paling berharga."
"Kau berhutang padaku, Uzukage-sama."
"Aku akan mengingatnya."
Kedua pemimpin itu tertawa kembali. Haku dan Utakata yang berdiri di belakang Uzukage ikutan tersenyum. Shibuki yang dikawal oleh 4 orang Anbu Kumo melambaikan tangan tanda perpisahan, dia bahkan berteriak jika Uzushio butuh bantuan, maka Takigakure siap membantu. Naruto mengucapkan terima kasih kembali dengan teriakan yang tak terlalu keras.
"Satu lagi bibit yang bisa dipanen, Naruto-sama…" gumam Haku dengan suara datar. Naruto melirik ke arah Haku, dia kemudian memandang langit yang berwarna biru cerah.
"Ya. Itu adalah bibit berharga…"
Ketiganya terdiam. Entah kenapa tidak ada yang memulaikan pembicaraan ataupun mengatakan sesuatu. Naruto memandang langit dengan tatapan tak bermakna, Haku memandang datar ke depan seperti orang dungu…dan Utakata,
Ya, Utakata-lah yang menarasikan kalimat di atas. Dia menggelemetukkan giginya greget karena melihat tingkah dua orang di dekatnya yang seperti ingin menyatu dengan alam. Utakata berdehem, tidak diperdulikan. Dia kemudian terbatuk-batuk, Haku memberinya obat pusing tanpa berbicara sepatah katapun.
"AKU TIDAK PUSING KEPALA!" kata Utakata kesal "Dan kenapa kalian berdua diam seperti orang idiot?!"
Haku tiba-tiba muncul tepat di depan wajah Utakata dengan tatapan teror "Terserah kau mau bilang aku idiot atau apa, tetapi beraninya kau mengatakan Naruto-sama orang idiot…kau akan, kau akan kucincang di dalam pisau-pisau es-ku Utakata…."
"Sindrom hormat akutmu kepada Naruto-san sudah berlebihan, melewati kadar batas normal." Komen Utakata kesal. Haku berdiri tegak lalu mengangkat tangan kanannya ke atas.
"Demi Naruto-sama, aku akan melakukan apapun...bahkan saat kau jatuh ke jurang dan Naruto-sama menginjak kotoran ayam, aku lebih memilih menolong Naruto-sama membersihkan kotoran ayam di kakinya…"
"WOI, JADI NYAWAKU SAMA DENGAN KOTORAN AYAM?!" Utakata protes dengan wajah kesal. Haku melanjutkan puisinya. Kedua pengawal pribadi Uzukage keempat itu saling adu argumen di belakang Naruto tentang Naruto sendiri. Naruto? Dia masih memandang datar langit biru yang terekam di retina matanya.
"SUDAH KUBILANG KALAU NARUTO-SAN ITU PASTI PUNYA TAHI LALAT DI KOLORNYA! KALAU KITA BERTARUNG PASTI ADA LEMBAB-LEMBAB KERINGAT YANG MENJADI PEMICU TAHI LALAT ITU MUNCUL!"
"Naruto-sama tidak akan mempunyai tahi lalat di kolornya, karena kolor Naruto-sama anti-basah seperti pembalut-pembalut wanita…"
"JADI KAU BILANG NARUTO-SAN PAKAI PEMBALUT WANITA?!"
"Tidak mungkin, Utakata baka…" Haku menepuk jidatnya dengan wajah datar "Kau pasti tidak tahu Naruto-sama mandi memakai keringatnya saking wanginya keringat beliau."
"BILANG SAJA NARUTO-SAN GAK PERNAH MANDI DAN HANYA BERMANDIKAN KERINGAT SAAT DIA BERTARUNG-"
Kepala Utakata dan Haku tenggelam di tanah gerbang Uzu. Di antara keduanya muncul Yugito yang berdiri tenang sambil menepuk dua kali kedua telapak tangannya.
"Beraninya kalian berdebat sambil mengejek kolor dan keringat Naruto-sama…Naruto-sama saking sucinya tidak ada kolor dan tidak ada keringat. Ingat itu!" kata Yugito dengan mata yang melotot seram.
'Sama saja kau menghinanya, Yugito…' batin Utakata dengan wajah sweatdrop di dalam tanah. Yugito memandang Naruto dengan mata yang sedikit berbinar. Sang Uzukage berbalik menghadap ke arah Yugito sambil membenarkan bagian kerah jaketnya. Hembusan angin yang tiba-tiba berhembus membuat rambut jabrik itu berkibar pelan, serta membuat jaket yang tidak ditutup itu bergerak lembut ke kanan. Kalung yang bermata-kan lonceng pemberian istrinya ikutan bergoyang. Yugito menghembuskan napas pelan. Melihat Uzukage keempat menatapnya tajam namun penuh ketenangan membuat jantungnya sedikit berdebar aneh.
"Bagaimana pengamatanmu kepada Shion, Yugito?" tanya Naruto. Haku dan Utakata segera berdiri dari posisi nista mereka. Keduanya memandang kebingungan ke arah sang Uzukage karena pertanyaan pemimpin Uzu tersebut.
"Tampaknya Shion-sama masih shock setelah saya menceritakan beberapa detail soal misi penyelamatannya, Naruto-sama. Shion-sama tak menyangka, demi dirinya semua rakyat Uzu, bahkan ninja-ninja dari 4 desa lain rela berkorban. Shion-sama sangat menyesali hal tersebut."
Naruto menutup matanya dan mengangguk mengerti. Dia memandang langit kembali.
"Apa yang dia tanyakan, atau…atau pesankan kepadaku?"
"Kenapa anda tidak mengatakannya sendiri, kenapa harus saya yang mengatakan tentang hal ini kepada beliau. Seperti itulah yang bisa saya tangkap."
Haku dan Utakata memandang pemimpin mereka. Naruto perlahan-lahan tersenyum. Angin tidak berhembus lagi. Sang Uzukage mengangkat poni jabrik depannya menggunakan tangan kanan lalu berbicara pelan dengan suara yang sangat tenang.
"Jika aku yang menceritakannya soal pengorbanan para rakyat Uzu dan ninja-ninja sekutu kita…dia pasti menangis hebat. Shion pasti akan terus mempermasalahkan hal tersebut lalu menyalahkan dirinya. Aku sudah tahu hal tersebut saat dia memandang nisan-nisan yang gugur di Iwa, tetapi demi harga diri dan gengsinya, Shion dapat menahan emosinya…" Naruto menurunkan kepalanya dan memandang tiga pengawalnya dengan tatapan tenang "…Tetapi dia tahu bahwa satu hal yang terpenting dari dirinya untuk sejarah Dunia Shinobi saat ini, bukan soal kenaifan, bukan soal cinta tak sejati, cinta monyet atau kebodohan pemikiranku yang pendek. Dia harus tahu kenapa semua ninja dan semua orang rela berkorban demi dirinya…dia harus mengerti kenapa aku seperti orang bodoh memperjuangkan dirinya dari musim salju hingga musim semi,"
Semuanya terpaku mendengar kalimat itu terurai dari mulut sang Uzukage.
"Karena takdir dari Ramalan Rikudou Sennin sudah berjalan, tetapi dia harus tahu…"
Mata Naruto menajam. Iris biru itu bergetar pelan.
"…Sang Uzukage sedang berusaha melawan takdir tersebut!"
~TU~
Kumogakure, 14 Januari
Jika yang orang-orang tahu bahwa Yondaime Uzukage adalah sosok hebat yang menenggelamkan kehebatannya, orang awam pasti berkata "Aku tahu". Naruto memang Kage terkuat dan tercerdas yang pernah Utakata kenal. Sehebat-hebatnya Yagura memainkan manipulasi ingatan dan kekuatan demi Kiri, tidak ada yang dapat menyaingi pola pikir Uzumaki Naruto. Hanya saja sesuatu yang engkau rencanakan jika Kami-sama merencanakan hal lain, maka itu pasti akan berbelok dari rencanamu sendiri.
Naruto sudah dikalahkan oleh Zero sendiri, Utakata melihat dengan mata kepalanya bahwa Yondaime Uzukage dikuasai kegelapan lalu bertarung seperti orang gila. Shion-sama akhirnya membuktikan kepada semua orang bahwa dia-lah satu-satunya yang dapat menyelamatkan Naruto dari kegelapan menggunakan loncengnya. Suatu takdir yang bagi Utakata sangat hebat. Insan yang saling melengkapi. Tetapi siapa sangka Yondaime Uzukage suka mencoba sesuatu…
Utakata yang sedang bersantai di atas atap hotel Kumo merebahkan tubuhnya ke lantai atap. Dia melipat kedua kakinya sambil mengemut pipa gelembungnya seperti permen. Pengawal Yondaime UzUkage itu memakai kimono berwarna biru muda sepanjang paha, dia memakai obi berwarna hitam dan celana panjang shinobi berwarna senada. Ada perban di paha kirinya yang mengikat sebuah kantong alat-alat ninja berwarna hitam juga. Setelah diberi saran oleh Naruto jangan selalu menunjukkan bahu-nya (karena kimononya suka melorot saat ia bertarung), Utakata juga memakai baju jaring-jaring sebagai dalaman kimono. Jinchuuriki Rokubi itu masih memikirkan soal Naruto dan apa yang Uzukage keempat itu katakan.
"Yah…tetapi aku yakin bahwa Naruto-san adalah sosok yang hebat, dia berhasil menolongku saat dikendalikan oleh Yagura-sama…"
"Maaf terlambat."
Utakata langsung duduk dan menoleh ke belakang. Yugito berjalan mendekatinya dengan langkah tenang. Kunoichi itu memakai baju hitam ketat lengan panjang yang menonjolkan buah dadanya. Dia memakai celana standar Anbu Kumo tanpa peralatan ninja. Sepertinya perempuan itu sedang dalam free-mission. Oh ya, pasti Naruto yang meminta Raikage untuk meliburkan Yugito, tentu saja untuk…
"Jadi kau siap menerima latihanku?"
Sudah diketahui kan, apa alasan Yugito mendatanginya. Utakata menganggukkan kepala. Naruto menepati janjinya saat ia berbincang dengan sang Uzukage di kediaman Shibuki.
Pertama-tama, dia harus melatih dirinya bersama Yugito untuk menjadi sosok yang mengenal Bijuu di dalam tubuhnya. Yugito adalah Jinchuuriki yang berhasil menjalin kerja sama dengan Bijuu di dalam tubuhnya. Naruto menyarankan Utakata harus mengambil ilmu yang nanti diajarkan oleh Yugito. Jinchuuriki Rokubi itu teringat apa yang dikatakan Naruto kepadanya beberapa hari yang lalu.
"Setelah Jiraiya-san bangun, maka pelatihan kita akan mencapai tahap selanjutnya…aku akan membantumu menjalin tali persahabatan dengan Saiken…agar kau menjadi kuat dan bisa melindungi orang-orang yang kau sayangi."
Utakata berdiri tegak lalu meniup pelan pipa gelembungnya, sebuah gelembung muncul lalu terbang ke langit. Yugito menaikkan alis kanannya lalu terkekeh pelan.
"Tampaknya junior-ku ini sangat siap dengan pelatihan tentang Bijuu…"
"Heh, tentu saja," Utakata tersenyum tipis "Aku dan Saiken akan melampaui dirimu, juga Nibi…"
Sementara Naruto berdiri tegak di atas tiang listrik yang letaknya cukup jauh di belakang hotel di mana Utakata dan Yugito berbicara. Sang Uzukage tersenyum. Dia menghilang dengan cahaya lembut yang indah.
.
.
.
Naruto muncul tiba-tiba di belakang Shion yang sedang menyuapi Sara makan di kamar Rumah Sakit Kumo. Jika Sara tidak berteriak "Nii-chan datang dengan wajah mesum" kepada Shion, sang ratu pasti tidak mengetahui suaminya ada di belakang dengan tujuan untuk mengagetkannya. Shion menoleh ke belakang dengan tatapan angkuh, disertai perkataan
"Mau apa kau ke sini, Uzukage hentai…"
Naruto jatuh drop karena perkataan menohok tersebut. Sungguh istri yang menindas suami…Naruto bangkit berdiri dan berjalan mendekati Shion yang duduk di samping ranjang Sara sambil terus menyuapi adik Naruto dengan bubur kacang hijau. Sang Uzukage meletakkan tangan kanannya di pinggang, mata birunya memandang cerah Sara (yang mengedipkan mata jahil), kemudian beralih kepada Sang Ratu. Naruto yang mengerti kedipan maut itu langsung mengambil mangkok bubur Sara dari tangan Shion dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
"Apa yang kau-"
"Aahh~, Sara sudah kenyang Shion-nee, euukk…" adik Yondaime Uzukage itu bersendawa keras "Jadi untuk siapa ya bubur kacang hijau itu? Sayang kalau gak dihabiskan."
Naruto tiba-tiba berdiri di samping Sara, berseberangan dari posisi Shion, lalu berpose seperti guru ekonomi yang menjelaskan materi pelajaran.
"Jika menilik dari perkembangan ekonomi yang jatuh dalam krisis moneter tinggi, maka sesuai teori inflasi untuk menegakkan bursa saham nasional, maka penghematan tanaman kacang hijau perlu dilakukan agar saham bursa nasional bahkan internasional bisa naik sesuai CIC yang berlaku…"
Shion memandang datar kedua abang-adik tersebut. Ada aura-aura suram di belakang Sang ratu.
"Kau ngomongin apa sih Naruto…?" tanya Shion dengan nada menggeram lucu. Naruto menghentikan penjelasannya dan melompat melewati ranjang Sara lalu berdiri tepat di sisi kiri Sang Ratu. Shion agak terkejut dengan gerakan tiba-tiba suaminya, untung tindakan sok keren itu berhasil. Coba gagal…
Shion membayangkan Naruto jatuh menimpa Sara dan dia punya alasan menendang suaminya dari jendela kamar Sara…
Yang berada di lantai 5.
"Begini Ratu Lebahku-"
"Sudah kubilang aku Ratu Negeri Iblis, aku adalah Yang Mulia Shion-sama."
"Err, aku mengerti. Hmm, jadi…" Naruto tiba-tiba berlutut ala Pangeran yang sedang memberikan bunga mawar mereka kepada Putri dan mengangkat tangan kanannya di hadapan Shion seperti Pangeran tersebut mengangkat romantis bunga mereka…sayang yang diangkat Naruto sekarang adalah semangkuk bubur kacang hijau.
"Maukah kau disuapi olehku, Ratu?"
"E-eh?!" Shion tersentak kaget. Jangan tanya bagaimana rona di kulit mulusnya. Mukanya menjadi khas seorang Tsundere yang terkejut jika dere-derenya muncul. Alis menajam berlekuk kebingungan, mata melebar antara kesal dan aneh, serta mulut terbuka shock. Shion langsung memalingkan wajahnya ke kiri sambil menutup mata sok kuat, sayang dia lupa bahwa itu membuat wajahnya menghadap ke arah Sara.
"Wajah Shion-nee memerah, ciee malu ciee…"
Blup…blup…blup…demi Seluruh Negeri Iblis yang ia kuasai dan ia perintahkan, Shion tak terima di-ciee cieekan di hadapan Naruto saat rona merah di wajahnya muncul tak karuan dan tak dapat dihentikan. Bisa-bisanya ia blushing oleh tindakan bodoh Naruto yang berjongkok tolol sambil mengatakan,
"Maukah kau disuapi olehku, Ratu?"
Tindakan itu sungguh tak keren! Gaje, alay…atau apapun itu. Shion memandang tajam Naruto seperti ingin mencincang sang Uzukage saat ini juga.
"Kau ku-ramal akan mati di lautan bubur kacang, U-Uzukage baka…"
Naruto tersenyum. Ia tahu ramalan hebat Sang Ratu tidak akan muncul ketika ekspresi Tsundere itu muncul.
Hembusan angin perlahan membuat bunyi derak pada besi-besi yang menyangga tirai jendela kamar rawat Sara. Beberapa detik ketiganya terdiam mendengarkan suara gesekan pelan besi tersebut. Dua helai kelopak bunga melayang ke luar jendela karena terlepas dari dasar bunga-nya. Mata Sara memandang dua kelopak bunga tersebut dengan tatapan suka.
"Naruto…"
Sara langsung menoleh ke arah istri Nii-sannya. Sang Ratu yang sedang duduk di samping ranjang memandang sedih ke bawah. Wajah cantik itu memperlihatkan ekspresi yang jelas mengatakan bahwa ia sedang bersedih.
"Kenapa semuanya rela berkorban demi diriku? Apa tidak salah menyia-nyiakan nyawa rakyatmu hanya demi seorang istri?"
Naruto tidak menjawab.
"Kau pernah berjanji kan bahwa kau pasti melindungi Uzu dan diriku? Tetapi…tetapi saat kau berhasil menyelamatkanku, kau…kau malah mengorbankan rakyatmu. Aku sendiri, aku sendiri merasa tidak nyaman Naruto…aku merasa bahwa diriku adalah beban beratmu, juga beban rakyatmu. Jika aku mati pasti tidak akan terjadi hal seperti ini, rakyat-rakyatmu, ninja-ninjamu, Yahiko juga…mereka pasti sekarang masih hidup." Shion memandang sedih ke arah Sara "Tangan Sara-chan juga…"
Naruto tetap tidak menjawab. Safirya terlihat tenang, begitu tenang sehingga jika orang sekilas memandangnya dapat menyimpulkan Naruto tidak memperdulikan perkataan istrinya. Tetapi telinga sang Uzukage sangat meresap setiap omongan yang keluar dari Ratu Negeri Iblis. Naruto menghela napas pelan, lalu memandang tiga tangkai bunga Tagetes yang bergerak pelan ditiup angin. Begitu lembut dan sangat teratur.
"Shion," Naruto tahu apa yang harus ia katakan kepada istrinya "Jika kau berkata seperti itu, maka semua pengorbanan rakyat dan teman-temanku akan menjadi sia-sia…"
"Jadi kau mengorbankan rakyatmu hanya demi istrimu?!" tanya Shion dengan suara yang mulai meninggi, pancaran matanya dilingkupi kesedihan, juga kekesalan saat mendengar perkataan Naruto barusan.
"Kau memanfaatkan rakyatmu untuk menyelamatkan istrimu?! Di mana janji Uzukage-mu Naruto?"
"Mereka berjuang membantuku karena kemauan mereka, mereka ingin menyelamatkanmu karena kemauan mereka…kita berdua adalah simbol kekuatan Uzushiogakure. Aku dan kau adalah simbol kekuatan desa para Uzumaki," safir biru Naruto terlihat bergetar pelan memandang tiga tangkai bunga tersebut "Penyebab hancurnya Uzu adalah karena kita berdua, Shion. Ketika mereka tahu bahwa aku masih hidup, ketika mereka tahu bahwa kau bisa diselamatkan, para Uzumaki percaya…dengan menyelamatkanmu bersamaku, dengan bersatunya kita…maka Uzumaki bisa menunjukkan kepada dunia…"
Mata Shion melebar mendengar nada Naruto yang mulai berat,
"Bahwa kami para Uzumaki bukan orang-orang yang mudah dihancurkan!"
Sara terdiam mendengarkan kata-kata kakaknya. Entah kenapa aura kakaknya sangat berbeda, tetapi ia tahu bahwa aura penuh tekanan itu dibaluti kebijaksanaan bernuansa misteri. Shion menundukkan kepalanya.
"Maaf," gumam sang Ratu pelan.
Naruto mengulurkan tangannya ke kepala Shion dan mengelusnya pelan. Wajahnya tetap tenang walaupun kedua alisnya sedikit tertekuk.
"Tidak apa-apa, tidak apa-apa…" Naruto menyengir ketika Shion mengangkat kepalanya untuk memandang wajah sang Uzukage.
"Aku juga seorang pemimpin yang tak sempurna…"
Suara decitan pintu yang terbuka membuat ketiganya menoleh ke arah sana. Seorang ninja Kumo memandang hormat kepada Naruto lalu melaporkan suatu hal yang sangat penting. Wajah Naruto kembali datar mendengar hal tersebut.
"Keempat Shinobi Konoha sudah sadar, Uzukage-sama…ada yang mereka ingin bicarakan kepada anda."
"Terima kasih atas laporannya." gumam Naruto pelan. Dia pun meninggalkan kamar Sara sambil memberikan saran kepada adiknya supaya tidak membuat Shion susah. Saat sang Uzukage menutup pintunya, Shion memandang adik Yondaime Uzukage itu dengan wajah penuh pikiran.
"Ada apa Shion-nee?…kau seperti memikirkan sesuatu yang berat."
"Sara-chan, apakah Nii-sanmu mengatakan yang sebenarnya soal pengorbanan rakyat Uzu dan keputusan dirinya mengajak para Uzumaki menyelamatkanku?"
Sara mengerti, pasti hal tersebut yang Ratu Negeri Iblis pikirkan. Sara tersenyum tipis lalu memandang ke langit-langit kamar rawatnya.
"Sebagian yang dikatakan Naruto nii-chan memang benar. Saat aku berada di Taki, para Uzumaki yang ada di sana begitu gembira ketika mendengar kabar bahwa Nii-chan masih hidup. Mereka menjadi lebih bersemangat mengetahui pemimpin mereka masih hidup. Perjuangan para Uzumaki saat itu adalah membantu Yondaime Uzukage untuk menyelamatkan istrinya daripada berdiam seperti orang bodoh di rumah, kami…kami tidak bisa melakukan apapun selain hal tersebut untuk menunjukkan kekuatan kami…"
Dua kelopak bunga Tagetes kembali melayang ke luar jendela, menyambangi kata-kata adik Yondaime Uzukage yang terus mengalir lembut.
"Desa kami telah hancur, beberapa orang yang kami sayangi meninggal di desa, tidak ada banyak yang perlu kami pertahankan dan kami tahan. Naruto nii-chan pasti mengerti hal tersebut. Dia tidak melarang orang-orang Uzu untuk tidak membantunya, dia malah membuat strategi yang bisa mengurangi jatuhnya korban di pihak Uzu…tetapi suatu rencana tak akan bisa melawan rencana besar Kami-sama, Shion-nee…" Sara memandang kakak iparnya tersebut dengan senyuman setenang Uzumaki Naruto,
"Tetapi, aku juga merasa dia menyimpan sesuatu…" mata Sara sedikit sayu, menandakan dia sedang berpikir soal kakaknya.
"Mengeluarkan aura bijaksana yang misterius dengan pakaian serba hitam seperti itu…entah kenapa aku merasa sebagiannya lagi disimpan sebagai rahasia oleh Naruto nii-chan, apakah dia punya rencana atau tidak…"
Sara menghembuskan napas pelan, menandakan dia ingin melepas pikiran tersebut.
"Hanya Yondaime Uzukage dan Kami-sama yang tahu, bukan begitu…Shion-nee?"
Untuk kali ini, Shion setuju dengan adik perempuan suaminya.
.
.
.
.
Konohagakure, 14 Januari
"Tidak ada balasan dari keempat desa besar?"
Shizukesa yang duduk bersandar di jendela kantor Hokage menganggukkan kepala. Danzo yang bertanya hal tersebut memutar pelan kursinya. Dia memandang Desa Konoha yang begitu tenang dan damai, sesuatu yang sangat ia senangi mengetahui Konoha menjadi desa terkuat yang tidak terkacaukan, mau di dalam desa ataupun di luar desa.
"Menurutmu apa yang akan dilakukan oleh Yondaime Uzukage, Shizu?"
Shizu terkekeh pelan, dia memandang matahari terbenam yang membuat langit menjadi jingga kemerahan.
"Heh…tentu saja membunuhmu, Danzo-sama…"
Jawaban yang simpel, tetapi sangat jelas. Danzo yang sangat paham jawaban tersebut menyeringai tipis. Dia berpikir di dalam kepalanya.
'Coba saja kalau bisa, Uzumaki Naruto…'
TBC
Sesuai Permintaan beberapa readers, ini adalah List kekuatan Sumi-Kyo, Jutsu rahasia para Uzukage:
Sumi-Kyo Number one. Gamayuden Tenho sang Katak. Salah satu dari dua Sumi-Kyo Special List yakni Sumi-Kyo yang memiliki kekuatan lebih dari satu, memiliki (1) Menganalisis pertarungan denagn baik dan (2) Menggabungkan dua atau lebih kekuatan Sumi-Kyo dalam satu pemakaian. Contohnya ketika menggunakan Gamayuden Tenho, Naruto bisa menggunakan kekuatan Goriko dan Hayaide sekaligus.
Sumi-Kyo Number Two. Asano sang Armadillo bersisik emas. Kemampuannya membuat pengguna yang menggunakannya bisa menghajar musuh dari jarak jauh seluas mata memandang. Agak sedikit sama dengan teknik Jyuuken jarak jauh Klan Hyuuga, yakni Hakke Kuusho.
Sumi-Kyo Number Three. Goriko si Gorila Ghook!. Saat Naruto memakai kekuatan Goriko, maka sang Uzukage akan sedikit tertular style asli dari sang Gorila. Kemampuannya adalah meningkatkan kekuatan pengguna berkali-kali lipat. Dengan memakai kekuatan Goriko, Naruto bahkan mampu menggunakan gada ayahnya yang tidak mampu ia angkat jika masuk di mode normal.
Sumi-Kyo Number Four. Hika si Elang. Kekuatannya membuat pengguna mampu memanipulasi gaya gravitasi, mau itu memberatkannya hingga 1000 g (N/Kg) ataupun meringanannya sampai 0 g (N/Kg). Hal itu yang membuat Naruto bisa terbang ataupun menimpa musuhnya dengan sangat berat. Cat: g adalah satuan untuk gaya gravitasi.
Sumi-Kyo Number Five. Sagishi sang Rubah, salah satu dari 3 Sumi-Kyo rahasia dan terkuat. Kemampuannya sangat unik dan membantu. Lebih dari Kagebunshin dan teknik-teknik bunshin lainnya, Sagishi membuat klon yang benar-benar mirip penggunanya. Hanya bisa hilang ketika Klon itu dibunuh seperti dipenggal kepalanya, ditusuk jantungnya ataupun kehilangan darah, benar-benar mirip kematian manusia. Sagishi bahkan mampu membawa klon-nya memiliki kekuatan dan gaya pertarungan pengguna.
Sumi-Kyo Number Six. Ge si Beruang Pemalas. Salah satu dari dua Sumi-Kyo special bersama Gamayuden Tenho. Kemampuannya adalah (1) membuat lawan tertidur ketika pengguna menyentuh kepala mereka, (2) memunculkan merima Ge yang bersifat sangat destruktif, namun perlu diatur ketepatan waktu pengisian tenaga dan penembakkannya.
Sumi-Kyo Number Seven. Hayaide sang Cheetah cepat. Sumi-Kyo favorit Naruto. Hayaide membuat pengguna mampu bergerak sangat cepat berkali-kali lipat. Hayaide dan Naruto sering bertukar pikiran karena keduanya terlihat dekat ketika Naruto menggunakan Hayaide sebagai Sumi-Kyo nya.
Sumi-Kyo Number Eight. Batto si kelelawar Rock!. Membuat pengguna memiliki teriakan yang bahkan mampu menghancurkan batu besar. Jika lawan mendengar teriakannya, maka sang lawan akan terkena kejang-kejang selama 5 detik, plus juga terkena serangan fisik suara tersebut.
Sumi-Kyo Number Nine. Name: ?. Kemampuan: ?. Salah satu dari 3 Sumi-Kyo rahasia dan terkuat, Naruto sangat menghormatinya hingga menyebutnya dengan "Yang Mulia Sumi-Kyo Nomor 9."
Sumi-Kyo Number Ten. Name: ?. Kemampuan: ?. Salah satu dari 3 Sumi-Kyo rahasia dan terkuat, Naruto sangat menghormatinya hingga menyebutnya dengan "Yang Mulia Sumi-Kyo Nomor 10."
Sumi-Kyo Zero. Non-Sumi-Kyo tetapi memiliki sistem penggunaan hubungan timbal balik seperti Sumi-Kyo. Zero adalah Sumi-Kyo yang lahir dari perasaan mendalam penggunanya, jika penggunanya baik maka Zero-nya baik, jika penggunanya jahat maka Zero-nya jahat. Sumi-Kyo Zero Naruto memiliki kekuatan kegelapan (Meiton) dan secara langsung mengubah sikap Naruto menjadi Dark. Zero juga memiliki substansi kekuatan Moryo yang menyusup ke dalam tubuh Naruto untuk membangkitkan kembali dirinya.
8 Sumi-Kyo telah muncul di fic ini dengan kekuatan-kekuatan mereka, bahkan Zero sekalipun. Dua Sumi-Kyo yang merupakan bagian dari 3 Sumi-Kyo terkuat belum muncul, dan bisa ane pastikan akan muncul akhir arc ini.
Di chapter kali ini saya masih berusaha mengembangkan karakter Naruto serta membeberkan siapa 4 Shinobi Konoha tersebut. Jadi beberapa pertanyaan Readers sudah terjawab kan? Ya mereka adalah Itachi, Jiraiya, Tsunade dan Kakashi.
Danzo sudah mengirimi surat ancamannya kepada sekutu Naruto tentang pengkhianatan 4 desa lainnya terhadap perjanjian dengan Konoha. Seperti yang dikatakan Naruto, Danzo sangat percaya diri dengan kekuatan militer Konoha saat ini.
Utakata sudah berlatih bersama Yugito untuk menguasai Bijuu-nya, sesuai perkataan Naruto saat mereka di Takigakure bahwa Utakata harus menjalin tali persahabatan dengan Saiken agar Jinchuuriki itu bisa mengendalikan kekuatannya. Beberapa scene terakhir ane dengan bantuan Icha mencoba beberapa adegan romantic juga mengungkapkan perasaan Sang Ratu soal operasi penyelamatannya tempo dulu, juga sikap Naruto.
So, ane akan menjawab beberapa pertanyaan Readers di sesi bawah.
Q: Midoru Shizukesa menjadi lawan terkuat Naruto?
A: Salah satu lawan terkuat gan, kemungkinan masih ada para antagonis berkemampuan tinggi yang harus Naruto lawan, Danzo contohnya.
Q: Madara ke mana? Apa akan muncul? Minato dan Kushina juga ke mana?
A: Banyak yang mempertanyakan status 3 orang ini sejak chapter 30-an, hahaha. Ketiganya masih dalam rahasia saya sendiri, untuk status Minato-Kushina akan diungkap di chapter depan, untuk Madara…hm. Di tunggu saja gan.
Q: Apa Naruto akan menerima bantuan Itachi? Naruto udah malam pertama dengan Shion?
A: Kita akan lihat apa yang Uzukage keempat lakukan setelah para Shinobi Konoha sadar bro. Hoho, soal malam pertaanya tenang, ane sudah lebih dulu mencicip malam pertama bersama Sang Ratu *Plak*
Q: Sifat Naruto Gray?
A: Sejujurnya sifat Naruto di fic ini masih membuat saya bingung gan. Saya sendiri sebagai Author utama di fic ini masih belum dapat menilai karakter Naruto sendiri, agan-agan ajalah yang menilai setelah membaca kelanjutan fic ini, apakah dia memang Dark, Gray atau Hero sejati. Trims.
Q: Kenapa Danzo, Midoru dan anak buahnya tidak terkena Koto Amatsukami?
A: Pertanyaan bagus. Anda adalah orang yang sangat teliti dengan masalah detail. Boleh saya menjawab? (Ya bolehlah thor…), hehe…pertama Koto Amatsukami adalah Genjutsu Shisui yang digunakan penggunanya untuk mengendalikan seseorang dengan ilusi terkuat sehingga orang itu tanpa sadar mengikuti kemauan pengguna. Jadi Koto Amatsukami ditujukan ke warga Konoha dan ninja ynag tidak pro-Danzo, makanya mereka akan terkena ilusi tersebut sedangakn Danzo dkk tidak. Ya hal tersebut didasarkan pada tujuan pengguna Koto Amasukami untuk siapa, bisa ambil contoh saat arc pertemuan Lima Kage (Anime Naruto Shippuden) di mana Danzo menggunakan Genjutsu Shisui untuk mempengaruhi Mifune tanpa mempengaruhi 4 Kage lainnya. Yang kedua…hm, ah pokoknya akan Danzo juga jawab di next story, tetapi jawaban saya di sesi ini sudah cukup menjelaskannya. Hebat! Saya suka pertanyaan anda.
Q: Jawaban untuk pertanyaan dari Review saudara atau saudari (entahlah mana yang benar) m. ucup90
A: Oke, my brother…terima kasih atas sarannya, haha…memang yang cara Sasuke memang lebih simpel. Tinggal dia tekan kertas di lengannya dan Fuma Shuriken si Uchiha labil itu muncul wkwk. Soal Naruto sang Uzukage memang terampil menggunakan Fuin, maka dia sangat berhati-hati menyimpan tiga senjata warisan para Uzukage terdahulu di scrollnya. Lagipula gelar master Fuinjutsu-lah yang membuat Naruto yakin bisa menggunakan scroll tersebut dengan cepat dan sigap. Soal mekanisme Koto Amatsukami yang digabungkan dengan Mira no Kami benar, Mangenkyou Shisui dipantulkan ke cermin tersebut yang lalu memantulkannya ke langit, membuat bayangan besar sehingga jutsu yang dipantulkan memiliki jarak/luas efek jutsu yang besar. Makanya saat arc Kumo, Danzo menyuruh Izumi mencuri Mira no Kami, di mana Naruto juga menginginkan cermin tersebut. Sudah beberapa terjawab kan brother, jika belum puas bisa hubungi saya lewat nomor KFC haha. Thaks bro.
Q: Jawaban untuk pertanyaan uchiha4me yang sampai 7 pertanyaan.
A: Masalah perang sendiri belum ane pikirkan, tetapi untuk peperangan Konoha Vs Uzu n sekutunya akan terjadi di arc ini, soal Madara mungkin hanya bisa jawab mohon tunggu di next story saja ya, engkong Uchiha itu mungkin masih enak-enakan main Warcraft di warnet sebelah rumah saya, sesekali juga buka bo*ep wkwkwk. Untuk Kushina dan Minato juga akan terjawab di next story. Thanks atas pertanyaannya yang banyak. Maaf belum bisa memberikan kejelasan.
Q: Danzo punya sel Hashirama seperti di Canon? Itachi dkk kenapa pergi ke Kumo, meminta bantaun Naruto? Apa hewan Sumi-Kyo bisa dijadikan Kuchiyose? Obito ke mana?
A: Kemungkinan Danzo mempunyainya, lagipula di fic ini saya mendeskripsikannya dengan tangan kanannya dibaluti perban seperti ciri-ciri di Canon. Tujuan Itachi dkk jelas gan, meminta bantuan Konoha yang sedang dikuasai dengan paksa oleh Danzo. Untuk Obito sendiri akan ada kejelasannya sedangkan untuk jawaban Sumi-Kyo, hmm…tidak gan. Naruto memang belum mempelajari semua hal tentang Sumi-Kyo nya tetapi 10 hewan itu tidak bisa di-Kuchiyose Naruto, hanya bisa berkomunikasi di dalam mindscape sang Uzukage seperti komunikasi antara Jinhcuuriki-Bijuu di Canon.
Oke bro-sis, semua review kawan-kawan sudah saya jawab dan rangkum di sana. Jika tidak saya rangkum, mungkin saya akan diprotes lagi karena membuat AN kepanjangan heheh *sambil garuk selangkangan eh maksudnya belakang kepala*
Mohon reviewnya untuk chap ini karena dukungan anda semua tetap membuat kami berdua semangat melanjutkannya. TU akan saya dan Icha kerjakan sampai selesai karena ide fic ini jujur saja, lebih matang dari TBT walaupun soal jalan cerita TBT lebih terasa adventure-nya apalagi interaksi Naruto-Sasuke di TBT menjadi salah satu favorit saya. Namun TU memang lebih unggul dari drama dan kekuatan cerita sendiri maka itu-lah saya berusaha menamatkan fic ini dahulu.
Terima kasih atas reviewnya di chap lalu, anda see you bro-sis in chapter 50
Tertanda. Doni Ren
