Jongdae dan Jongin ingat ketika itu Chanyeol hanya diam menatap keluar restoran. Lalu tiba-tiba lelaki itu berlari keluar dan mereka hanya bisa terdiam beberapa detik kemudian berlari menyusulnya setelah menyimpan beberapa lembar uang yang mungkin cukup untuk membayar apa yang mereka pesan.
Jongin ingat dia berhenti melangkah ketika dia mengetahui apa yang akan terjadi dan semuanya seperti perkiraannya.
"Bodoh." Katanya pada dirinya sendiri.
Saat itu Jongdae langsung berlari menghampiri Chanyeol sedangkan dia hanya bisa terdiam kemudian berjalan dengan perlahan menghampiri lelaki itu.
"Sangat bodoh."
Baekhyun dengan keras kepalanya ingin menunggu.
Kyungsoo berlutut dihadapannya berusaha membujuk perempuan itu untuk melakukan beberapa pemeriksaan.
"Ada Jongin dan Jongdae, Baek. Ayo kita periksa sebentar."
Baekhyun hanya menggeleng sebagai jawaban.
Oh Sehun berlari menghampiri mereka dengan nafas satu-satu disusul oleh Luhan yang mengikutinya di belakang. Dia menatap semuanya, kemudian menatap Baekhyun dengan datar.
"Pergi periksa sekarang Byun, aku tidak mau tahu." Katanya.
"Diamlah Oh, aku tak mau mendengarkan kata-katamu." Baekhyun meliriknya sinis.
"Aku bilang, pergi!" Sehun menegaskan suaranya dan berhasil membuat Baekhyun untuk berdiri dari duduknya.
Kyungsoo mengikuti Baekhyun dengan memegang lengan perempuan itu dan berbisik pelan pada Sehun ketika melewati lelaki itu, "thanks."
Sehun hanya mengangguk sebagai balasan. Dia menatap Luhan kemudian tersenyum tipis. Dengan dagunya dia menyuruh kekasihnya itu untuk mengikuti Baekhyun dan Kyungsoo.
"Aku pergi." Kata Luhan.
Sehun membalikkan badannya dan menatap Jongin dan Jongdae yang berdiri tak jauh darinya.
"Aku ingin mengatakan sesuatu." Katanya dengan tegas membuat Jongin dan Jongdae menatap satu sama lain.
"Tidak ada luka yang parah, namun jika kamu merasakan sesuatu, tolong segera ke rumah sakit." Kata dokter jaga yang ada di UGD.
Baekhyun hanya mengangguk sebagai balasan.
"Kalau begitu saya pergi."
Kyungsoo membungkukkan badannya kecil dan mengucapkan terimakasih, lalu menatap Baekhyun.
"Aku sudah menghubungi orang tuamu. Seharusnya tak lama lagi mereka ada disini."
Sekali lagi Baekhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Pulanglah, biar kami yang menunggu Chanyeol, kamu harus beristirahat walaupun sebentar."
"Aku ingin disini Kyung."
"Aku tahu, tapi bagaimanapun juga lu adalah korban."
"Benar kata Kyungsoo, serahkan Chanyeol pada kami." Kata Luhan.
Baekhyun menggeleng.
"Lu tau? Sehun gakkan suka ngedenger kalo lu gini lagi. Jangan jadi keras kepala Baek." Lanjut Luhan. "Lu tau sendiri siapa yang bakalan susah kalo sifat lu itu gak hilang. Chanyeol gakkan apa-apa, ada Sehun, dia pasti bakal nyelamatin tu anak dan Jongin, Jongdae, Kyungsoo sama gue bakal nunggin dia."
Baekhyun menghela nafas, "terserah kalian." Katanya pada akhirnya.
Baekhyun di jemput tak lama kemudian, setelah memastikan bahwa perempuan itu benar-benar pulang, mereka kembali menuju tempat awal.
"Dia sudah pulang." Lapor Luhan ketika dirinya sudah ada di samping Sehun.
"Terimakasih." Sehun mengusap rambut Luhan dan tersenyum tipis, kemudian menatap Jongin, Jongdae, dan Kyungsoo. "Jadi, seperti yang gue jelasin, jangan sampai dia tau apapun, mengerti?"
Jongin dan Jongdae mengangguk, "lalu kapan dia di pindahkannya?"
"Keluarga Park sedang mengurus semuanya, jadi paling cepat satu minggu lagi."
Kyungsoo mengerutkan dahinya, tak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh mereka, "tunggu sebentar, apa maksudnya ini?"
Sehun menghela nafasnya, "Chanyeol akan kembali ke Switzerland apapun yang terjadi satu minggu lagi dari sekarang."
