New Savior : Rise Of Hell Boy

.

Title : Naruto : New Savior : Rise Of Hell Boy

Genre: Adventure,

Disclaimer: Our Highness, Mr. Masashi Kishimoto

Rating : M

Pair : Naruto x ?

Warning : Kurang nyambung, OC, OOC, Typo(pasti), ect.

.

Reaction

.

Ruang Rapat Council.

Tempat paling di agungkan di desa Konoha itu terlihat sepi, meski sangat jelas semua petinggi desa terkuat itu bertengker di kursi mereka masing-masing. Sepertinya rapat kali ini adalah rapat coucill Shinobi, melihat tidak ada seorang pun perwakilan dari warga biasa seperti rapat-rapat umum yang di adakan sebelum-sebelumnya, semua murni perwakilan klan di desa itu dan seorang perwakilan Anbu.

Bertindak sebagai pemimpin rapat, Minato Namikaze, Yondaime Hokage, pemimpin resmi desa ini untuk sekarang. Di sebelah kanannya, duduk di kursi tunggal, Tsunade Senju yang bertindak sebagai perwakilan Rumah sakit, juga sekaligus sebagai dewan Council atas nama klan Senju. Di samping kirinya ada kursi kosong, kursi yang dulunya di tempati oleh Sandaime Hokage.

Jauh ke depan, ada tiga orang lain yang cukup di segani di desa, para petua Konoha, Geng Danzo, yang beranggotakan Koharu, juga Homura. Sedang yang berada di sisi panjang, duduk saling berhadapan di antara meja rapat itu seluruh ketua klan desa, dan perwakilan shinobi, juga Anbu.

"Jadi untuk apa di adakan rapat ini, Yondaime?" suara malas shikaku terdengar saat itu. "Padahal hari ini hari liburku dan kupikir aku bisa menghabiskan waktu bersama tempat tidurku, atau bermain Shogi." Lanjutnya memegangi keningnya, terkesan tidak ikhlas mengikuti rapat ini.

Minato memberikan sebuah senyuman tipis, mengingat bagaimana malasnya si jenius dalam strategi itu. "terlebih dahulu aku minta maaf sudah mengganggu istrahat kalian semua para anggota council Shinobi." Respon Minato pelan seperti biasanya, "Aku sengaja mengadakan rapat hari ini, karena hal ini tidak bisa di tunda atau di undurkan lagi, sebelum terjadi kesalah pahaman pendapat."

"Apa maksudumu kesalah pahaman pendapat itu, Minato? Aku tidak tau ada hal segenting itu hingga membuatmu khawtir" ujar Koharu sinis. Tentu saja itu menjadi pemikirannya, karena jika ada hal yang membuat semua orang salah paham, pastilah hal ini sangat urgen, sampai di adakan rapat seperti sekarang ini, hanya untuk membahasnya.

"Humph.. jangan bilang kalau ini berhubungan dengan masalah ujian Chunin yang akan di adakan di Suna?" suara ini adalah milik Inoichi.

"memangnya ada masalah apalagi dengan Suna? Bukannya semua sudah berakhir sejak semua terungkap sebagai kesalah pahaman saja, ulah Orochimaru?" komen Choza Akimichi.

"jangan bilang kalau Suna akan mencoba melakukan invasi atau semacamnya lagi" tambah Tsume penasaran.

"Jika memang hal itu terjadi, maka nama Konoha sebagai Desa terkuat benar-benar jatuh jauh ke dalam tanah," respon Danzo pelan, dengan suara seraknya, menarik perhatian seluruh anggota rapat. "Kejelasan permasalahan Konoha dengan desa lain yang menyerang kita pada invasi 3 tahun lalu sampai sekarang masih belumlah menunjukan titik terang. Di samping itu, permasalahan desa yang begitu mudah memaafkan Suna atas penghianatan mereka benar-benar tidak bisa di tolerir" lanjutnya mengungkit masa lalu.

"Atas nama Kami-sake, Danzo.. bukankan semua ini sudah selesai tiga tahun yang lalu? Kenapa kau masih membawa-bawanya ke meja rapat" suara tegas Tsunade, tidak suka tak kala ada seseorang yang mencoba menekan anak mantunya.

"Jika memang permasalah ini sudah selesai, kenapa kejelasan status kita dengan Iwagakure masih belum pasti sampai sekarang?" Tanya Danzo mencoba menekan skala permasalahan. Semua orang terdiam, karena memang benar kalau konoha dan Iwagakure, juga beberapa desa kecil yang melakukan invasi dulu, kecuali Suna, masih bisa di bilang belum setenang yang di inginkan.

"Konoha menurunkan derajatnya, menerima penghinaan di serang di dalam kandangnya sendiri, dibantu oleh duri dalam daging dan tidak melakukan apapun untuk membalas tindakan mereka. Secara tidak langsung kita telah menunjukkan kalau kita benar-benar pengecut, tidak berani melakukan apapun setelah di injak-injak di dalam rumah sendiri." Tembahan kalimat Danzo itu mendapatkan respon anggukan dari Koharu dan Homura.

Kenyataannya, jika sedang melakukan misi, baik dari shonobi Konoha atau desa-desa itu, mereka akan saling bertarung tak kala bertemu dalam misi. Perbatasan negara api juga masih di kawal dengan ketat dan di pantau agar tidak ada yang mencoba menyusup masuk ke wilayah mereka, meski sekedar lewat. Tensi di desa-desa juga tidak seperti yang terlihat, bisa dibilang, hanya menunggu percikan api kecil saja, maka akan meledak dan terbakar, menciptakan perang lanjutan saat invasi dulu.

"Jika kita menanggapi ini dengan kepala panas, hanya akan menimbulkan peperangan baru, dan kalian tentu tau bagaimana hasil peperangan itu" komen Minato pelan.

"hanya ada korban, duka dan penderitaan, sebagai bayaran dari rasa ingin menunjukkan kekuatan kita" tambah Shikaku realistis. "Tidak ada yang menginginkan peperangan, dan jika kita bisa menghindarinya, kenapa tidak? Kita bukanlah seorang pengecut hanya karena tidak terpicu oleh pancingan mereka yang ingin memancing peperangan. Suasana seperti ini jauh lebih baik di bandingkan buruknya peperangan dengan korban berjatuhan setiap harinya" semua orang dalam ruanga itu menganggukkan wajahnya, termasuk Koharu dan homura. Sedang Danzo, ia hanya menggerigi kesal, tidak bisa merespon penjelasan si jenisu Nara.

"Sebelum permasalahan ini berlanjut meluas, aku ingin mengkonfimasikan sesuat pada kalian semua" tegas Minato menengahi rasa penasaran mereka.

"Konfirmasi…?" Gumam Hiashi sedikit bingung.

Minato menganggukkan kepalanya, membenarkan pernyataan Hiashi. "Pertama, rapat ini bukanlah untuk membahas tentang ujian Chunin yang akan di adakan di Suna nantinya. Semua yang berhubungan dengan pengadaan ujian sudah fix dan hanya menunggu pelaksanaannya saja" terang sang pemimpin.

"Kedua… ini juga bukan membahas masalah Iwagakure dan desa-desa lainnya." Lanjut Minato menerangkan. "Kenyataannya, kamungkinan terjadi perang semakin menipis."-

"kau selalu saja mengatakan hal yang tidak sesuai dengan logika, Minato." Potong Homura sinis, tidak membiarkan Minato menyelesaikan penjelasannya. "Selama tidak ada kesepakatan dari desa Iwa dan aliansinya untuk membentuk kata damai atau gencatan senjata, maka kemungkinan akan terjadi peperangan masih ada. Tidakkah kau belajar dari tragedy penghianatan Suna, 3 tahun lalu?"

Minato diam dan hanya memberikan tatapan datarnya ke orang tua itu. "Bisakah kau diam dan biarkan aku menyelesaikan perkataanku, homura-san?" tegasnya pelan, namun penuh penekanan. Merasa di hina dan di rendahkan, dianggap tidak pantas untuk menjadi Hokage, itulah yang ia rasakan saat ini ketika untuk kesekian kalinya, ia tidak di percayai dan dianggap kurang berlogika.

Sedikit tekanan chakra bisa dengan jelas di rasakan oleh seluruh perserta rapat. Kali ini Minato sepertinya sedikit terpancing emosi, merasa di perlakukan sebagai Hokage baru, setelah sudah lebih 1 dekade memerintah konoha. Mereka semua hanya diam dan membiarkannya melanjutkan penjelasannya.

"Beberapa hari yang lalu, Jiraiya-Sensei memberikanku informasi terbaru tentang keadaan Iwa dan desa aliansinya." Terang Minato melanjutkan kembali apa yang seharusnya ia sampaikan sejak tadi. "Sebagaimana kita ketahui bersama, kabar burung tentang munculnya tokoh misterius bernama King di dunia Shinobi yang tidak jelas dari mana asalnya. Jiraiya Sensei mengatakan dengan jelas kalau Kusa dan Oto memang benar di bawah kendalinya, melakukan perombakan besar-besaran pada kedua desa yang dulunya menjadi markas Orochimaru"

Ekspresi terkejut, berpikir dan tercengang, terlihat jelas dari para peserta rapat. Mereka tidak ingin mempercayai kabar itu, dan lebih menganggapnya sebagai kabar angina saja, tapi sayangnya, Jiraiya yang bertugas sebagai pengumpul informasi sudah mengungkapkan kentataan dan 75% di jamin benar.

"Dua desa sekaligus?" gumam Inoichi tidak percaya. Satu desa saja akan sangat susah menaklukannya, terlebih dua desa. Sangat berat untuk menerima fakta itu.

"Hai.. kedua desa tidak mengalami kerusakan dan tidak ada satu orangpun dari kedua desa yang terluka parah, atau pergi meninggalkan desa, bahkan warga biasa sekalipun" lanjut Minato serius.

"terkesan seperti pemindahan kekuasaan secara resmi" komen Shikaku pelan, tapi analisis, dan di respon anggukan oleh Minato.

"Jiraiya Sensei mengatakan kalau terjadi perombakan besar-besaran pada kedua desa. Kusagakure bahkan meluaskan wilayah desa dan membangun tembok keliling pelindung seperti desa shinobi lainnya. Sepertinya si King ini bukanlah orang biasa dan orang yang sangat kaya" terang Minato pelan.

"Butuh lebih dari sekedar kaya jika ingin membangun sebuah desa secara besar-besaran" gumam Tsunade, ikut masuk ke dalam percakapan.

"Apa yang terjadi pada Kusa dan Oto sebenarnya?" suara sinis ini milik Danzo. "Orochimaru bukanlah orang yang akan rela menjual sesuatu demi uang, ia bukanlah orang yang bisa di beli" lanjutnya mempertanyakan tentang pemilik sebelumnya dua desa itu.

"Aku juga penasaran kemana perginya Orochimaru.." gumam Tsume Inuzuka. "Padahal aku percaya kalau ia tidak sebodoh itu akan melepaskan desa yang telah ia kuasai" lanjutnya analisis dan semua tentu setuju dengan pendapat ini.

"Orochimaru melarikan diri, di usir paksa dari tempat persembunyiannya" jawab Minato pelan.

Sunyi, tidak ada yang berbicara untuk sekian detik kedepannya. Sepertinya mereka masih tidak percaya kalau ada orang yang mampu melakukan itu, menyerang sang sannin di markasnya sendiri.

Danzo menyipitkan kedua matanya sinis. "Siapa yang mampu melakukan hal seperti itu? Orochimaru bukanlah lawan yang bisa di kalahkan Shinobi biasa, terlebih menyerangnya di kandang sendiri" Tanyanya sangat penasaran. Terbukti, berkat Orochimaru, 3 tahun lalu invasi terjadi dikonoha.

"tidak ada yang tau siapa yang melakukan itu, tapi dari kabar yang tersebar, Uchiha Sasuke terlihat keluar dari persembunyian Orochimaru terkahir kali." Jawab minato tenang.

"Aku tidak percaya Jika Orochimaru kalah di tangan bocah seperti itu." gumam Danzo menolak kabar itu. beberapa anggota rapat juga mengangguk setuju, memang tidak mungkin seorang seperti Sasuke mampu mengalahkan Orochimaru, itulah pemikiran mereka.

"Aku juga tidak mempercayainya, tapi jika kita melihat keadaan Orochimaru yang masih terluka parah akibat pertarungannya melawan Sandaime, semua hal bisa mungkin terjadi."komen minato. "tapi Orochimaru tidak tewas, melainkan melarikan diri" lanjutnya konfirmasi.

"Begitu yah, jadi setelah kepergian Orochimaru, sosok King ini muncul, dan mengambil alih ke dua desa sebagai pemimpin yang baru" Ungkap Shikaku nara analisis. Rupanya inilah yang ia pikirkan sejak tadi, sehingga ia tidak ikut terlibat dalam cikcok Danzo-Minato. "namun aku masih belum mengerti, kenapa Iwagakure memutuskan aliansi dengan dua desa itu? seharusnya meski pemimpin berbeda, aliansi tetap bisa di lakukan"

"Yang sebenarnya terjadi adalah, Iwagakure memutuskan untuk tidak lagi melakukan aliansi dengan Orochimaru, sebelum desa itu di klaim oleh King." Ungkap Minato, memecah keheningan sesaat.

"Kenapa bisa? Bagaimana kau tau itu semua?" Tanya Koharu tidak percaya.

"Sepertinya kau menymebunyikan banyak informasi dari kami, Yondaime" tembah Danzo sinis, memancing semua anggota rapat mengalihkan perhatian mereka ke pemimpin mereka.

"Aku tidak pernah menyembunyikan informasi dari kalian." Respon Minato pelan. "Aku hanya belum menemukan waktu yang tepat untuk , informasi itu belum 100% benar, jadi aku juga tidak ingin memunculkan masalah baru yang akan menambah beban pikiran, terlebih masalah itu belum pasti" lanjutnya mengunkapkan alasannya.

"Kurasa ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan semua, Yondaime-sama" suara Hiashi terdengar formal seperti biasa saat itu.

Minato menarik napas panjang, sebelum memutuskan apakah ia akan membicarakannya sekarang atau nanti saja. Ia menatap tampang penasaran dari seluruh anggota rapat, yang sudah sangat ingin tau apa saja yang Minato sembunyikan dari mereka. Sebelum ia melanjutkan, pintu ruangan itu terbuka dari luar. Semua mata menyaksikan penasaran siapakah yang akan masuk.

Tap..

Tap..

Tap…

Suara langkah kaki terdengar memasuki ruangan itu. Ragam macam ekspresi penasaran terlihat di wajah para anggota rapat, menatap sosok yang masuk saat itu. Mereka bisa melihat jelas kalau ia mengenakan rompi Jounin khas Konoha, dengan pakaian dalam hitam kemeranahan, dilengkapi arsiran garis orange, juga kerah Orange.

"Inilah tujuan rapat kita hari ini… " gumam Minato pelan.

"Ka-kau…" ucap Inoichi sedikit terbata, terkejut ketika melihat rambut merah terikat seperti itu, sangat familiar.

"Kushina..,?" gumam Tsume dan Hiashi bersamaan, sedikit terkecoh oleh penampilan Naruto saat itu.

'Uzumaki Uchiha Naruto, senjata terkuat yang harus kumiliki' pikir Danzo menyeringai tipis.

"KAU…." Terkam Tsunade yang langsung melompat ingin menghajar Naruto. Namun saat itu, Minato menghentikannya, dengan menarik lengan ibu mertuanya itu.

"Kumohon Kaa-sama, jangan buat masalah semakin rumit.." ucap Minato pelan, masih memegangi tangan ibunya, tenang di kursinya. Sementara Itu Naruto tidak terlalu memperdulikan reaksi para peserta rapat, dengan santainya ia duduk di kursi kosong sebelah kiri Yondaime, kursi yang selalu menjadi tempat Sandaime bertengker.

Tentu saja semua mata tidak percaya melihat sikap lancing seperti itu. Bahkan Danzo tidak akan berani menempelkan tangannya ke kursi itu, terlebih sampai mendudukinya. Tapi sepertinya tidak berlaku bagi bocah ini, semua tidak berarti sama sekali, tidak ada tatapan ketakutan atau ekspresi bersalah di wajahnya.

"kenapa? Apa ada sesuatu yang salah di wajahku?" gumamnya pelan, tidak merasa bersalah.

"Lancang sekali kau.." tegas Koharu langsung berdiri menunjuk Naruto. "Apa kau tidak sadar dengan posisimu saat ini? Kau di sini adalah tersangka yang akan di sidang, bahkan jika bukan itu, bagaimana bisa dengan lancangnya kau duduk di tempat itu" lanjutnya sangat geram. Sepertinya semua yang ada di ruangan itu menatapnya kesal, karena tindakannya itu sangat jelas melakukan penghinaan pada Hokage dan anggota council.

"Naruto… apa yang kau lakukan di situ?" Tanya Minato dan ini bukan pertanyaan ramah.

"Kau memanggilku untuk ikut rapat, jadi aku datang dan duduk di sini, apa aku salah?" jawab Naruto pelan, tidak terlihat ada reaksi di wajahnya.

"Kau di panggil rapat bukan berarti kau di izinkan untuk duduk di tempat itu" tegas Yondaime. "Hanya orang yang memiliki tempat khusus di desa ini, yang bisa duduk di tempat itu, bukan orang sembarangan. Sekarang berdiri dari kursi itu, atau akua akan me"-

"Atau kau akan memaksaku?" potong Naruto datar. Matanya kemudian melirik Sang Senju yang terlihat sudah semakin geram saja, ingin segera menghancurkan Naruto. "JIka memang aku tidak pantas duduk di tempat itu, lalu kenapa senju bisa duduk berjejer denganmu?" tanyanya balik, sangat tenang.

"kau tidak bisa membandingkan diriku dengan bocah kurang ajar sepertimu, BANGSAT" Tegas Tsunade menunjuk sekaligus melototi Naruto.

Bocah itu hanya melepaskan sebuah tawa tipis. "sungguh?... memangnya apa perbedaan kita, Senju?" responnya terlihat penasaran.

"Klan senju adalah pendiri desa ini, klan yang telah memberikan banyak kontribusi bagi desa." Kali ini Inoichi yang menjawab. "Posisi Tsunade-sama juga adalah seorang sannin yang di hormati di desa. Ia memiliki banyak tugas di desa ini dan banyak orang yang tergntung padanya. Dari sudut pandang latar belakang dan karrier, dia sangat jauh berbeda denganmu, Bocah…"

Naruto menyipitkan matanya, mengubah tatapannya menjadi serius. "Apa kalian benar-benar sudah melupakan tetnang Uchiha?" Tanyanya pelan. Semua anggota rapat diam tidak ada yang berani berkomentar. "Kalian sudah melupakan sejarah utama desa bahwa yang mendirikan desa Konoha ini bukan hanya Senju, melainkan juga Uchiha.

Konoha tidak akan berdiri jika Senju hashirama dan Uchiha Madara tidak melakukan aliansi dan perlahan klan-klan lain mulai masuk, termasuk klan kalian yang di anggap tinggi di konoha ini" matanya menatap tajam para tetua council. Skak match, itulah yang mampu mengungkapkan perkataan Naruto yang tidak mampu di respon oleh peserta, karena memang benar.

"Bocah yang sungguh Arrogan.." gumam Homura mendecih.

"Jika aku arrogan, maka seharusnya kau adalah kolot, atau mungkin pikun, mengira kau lebih superior dibandingkan aku" komen Naruto tenang, kembali memancing emosi.

"Minato.. aku sudah tidak tahan dengan bocah ini, Ia tidak tau diri, tidak sadar sedang berbicara dengan siapa" Kembali lagi Koharu meninggikan suaranya, tidak terima karena rekan abadinya itu di remehkan dan di lecehkan seperti itu.

Sebelum minato sempat menegurnya, Naruto terlebih dahulu melepaskan tawa tipis mengejek. "Apa yang lucu, Naruto.. kau harus tau dimana tempatmu dan menjaga kesopananmu di dalam ruangan ini" tegas sanga Yondaime.

"Aku hanya akan menjaga kesopanan dan menghargai seseorang, jika ia bisa menghargaiku. Penghargaan itu bukanlah sesuatu yang bisa kau dapatkan karena apa yang melatar belakangi kehidupanmu, melainkan rasa hormat atas apa yang kau lakukan" ia berhenti sejenak dan melototi para petua Konoha. "dan aku tidak mendapatkan satu halpun dari mereka yang bisa membuatku merasa hormat.

Kenyataannya, mereka membuatku jijik, merasa paling superior karena hidup mereka yang sudah mendekati bau tanah, karena mereka dulu adalah mantan rekan Sandaime Hokage, karena mereka dulu selamat dalam dua peperangan besar. Aku masih mengingat dengan jelas kalau wajah-wajah merekalah yang menentang keputusan sandaime dulu dan menyudutkanku, tanpa menanyakan alasan kenapa aku melakukan itu" ia mngakhiri perkataannya dengan sebuah tatapan sangat tajam, menatap Koharu.

"Aku penasaran, mungkin kalian juga yang menginginkan Uchiha di bantai.." lanjutnya memunculkan permasalahan baru.

"JAGA MULUTMU BOCAH, ATAU AKU AKAN MEMERINTAHKAN ANBU UNTUK MENYERETMU KE PENJARA" Ancam Homura, ikut berdiri di samping Koharu.

"Lagi-lagi kau menunjukkan hal bodoh" ejek Naruto dengan tawa tipis, membuat kedua fosil itu semakin kesal. "Jika aku menjadi anbu, aku akan menolak semua perintah dari siapapun juga, kecuali perintah dari Hokage. Anbu adalah kesatuan militer di bawah perintah kage, bukan perintah dewan council. Aku percaya kalau selama ini kalian cukup leluasa merebut sedikit demi sedikit kekuasaan Hokage dengan jabatan dewan council kalian" ia menyelesaikan pendapatnya, melirik Minato yang sepertinya membenarkan pendapat Naruto.

"Minato.. apa kau bisa menerima semua perkataan dan tuduhan bocah itu?" Tanya Koharu, meminta bantuan Hokage.

"Ayolah Minato.. penuhi keinginannya dan kau akan kembali di jadikan bonekanya" komen Naruto, dan semua orang sukses melebarkan kedua mata mereka.

"Jaga BICARAMU BANGSAT.. KAU SEDANG BERBICARA DENGAN SEORANG HOKAGE, BUKAN DENGAN REKANMU" terkam Tsunade akhirnya lepas dan melayangkan pukulannya ke wajah Naruto. Dengan entengnya Naruto menggerakkan wajahnya ke samping kanan, membiarkan pukulan itu melewatnya, bersama tubuh sang sannin.

"TSUNADE.. HENTIKAN.." tegas Minato sangat emosi, melepaskan tekanan chakra sangat kuat. Ia kemudian menatap Naruto. "dan untukmu, aku masih diam karena aku menghargai jasa Kushina dan keinginan Sandaime untuk menjagamu. Jangan biarkan aku lepas kendali dan melakukan hal yang tidak kau inginkan" tegasnya penuh penekanan.

"Kenapa kau begitu marah kepadaku di saat aku menyebut namamu, padahal mereka juga melakukannya?" Tanya Naruto menunjuk para tetua. "aku tau jelas kalau mereka hanya pendukung, pemberi saran, bukan penasehat dan juga bukan rekanmu, lalu kenapa kau tidak marah ketika mereka memanggilmu dengan sebutan nama, bukan Yondaime?" lanjutnya memasang wajah penasaran, dan memang benar juga pernyataannya.

"jika melihat masalah superior dan latar belakang, aku adalah seorang Uchiha, aku juga seorang Uzumaki, klan sahabat Konoha dan kerabat Senju yang memiliki banyak jasa untuk desa ini. Di masa Invasi juga aku melakukan banyak hal, hal yang hanya bisa di lakukan olehku saja, termasuk membantu menghentikan dua kage terdahulu dan Biju, di saat mereka yang menyebut diri mereka superior bersembunyi di balik ranjang mereka. aku percaya kalau dengan semua itu, paling tidak aku layak diberikan tempat di council ini" lanjut bocah itu mengungkapkan semua unek-uneknya.

'1 untuk bocah, dan 0 untuk tiga fosil..' pikir Tsume menyeringai. Melihat wajah asam para tetua yang hanya bisa mendecih kesal.

'Hoh.. ia memang kurang ajar, tapi aku akui kalau ia cukup cerdas mengingatkan siapa sebenarnya hokage itu. sekarang apa yang akan kau lakukan, Minato?' pikir Shikaku analisis, penasaran ingin melihat bagaimana Kage mereka menindaki masalah ini. Tsunade juga sudah terlihat kembali ke tempat duduknya, duduk tenang di sana.

Sementara Minato, ia hanya bisa diam saja saat ini. Ia tau jelas kalau apa yang Naruto katakan itu adalah sebuah kenyataan. Bukan lagi rahasia umum ke tiga sosok yang di sebut dewan Council itu memiliki banyak kekuatan dan kekuasaan sehingga mereka bebas memanggilnya sebatan sama saja, tanpa adanya gelar apapun.

"Cocot bocah itu pedis, sepertinya aku harus memberikannya pelajaran, bagaimana ia harus berbicara dengan superiornya, Minato" Komen Danzo sinis.

Bruk… Minato dengan terang-terangan menghentakkan tangan kanannya menghantam meja Council.

"HOKAGE-SAMA ATAU YONDAIME UNTUKMU DANZO" Bentak Yondaime emosi termakan ucapan Naruto yang memang benar adanya. "Ini juga berlaku untuk kalian semua yang ada di dalam ruangan ini tanpa ada pengecualian" lanjutnya menyorot dua fosil lainnya.

Sementara itu Naruto tersenyum puas melihat ketegasan Yondaime. "Selamat datang kembali, Yondaime-sama" sapanya.

'Tch.. bocah itu.." runtuk Koharu kesal melihat ulah Naruto.

"Hari ini ia memancing Yondaime dan menimbulkan kekacauan di rapat ini. Aku tidak tau entah apa yang akan ia lakukan esok hari" gumam Homura kesal sama seperti rekannya.

"Sebenarnya ia tidak melakukan kesalahan." Kali ini Shikaku yang bersuara. "Kenyataannya malah terbalik, ia meluruskan hal yang selama ini salah. Tidak seharusnya ada yang memanggil nama untuk seorang Hokage, terutama di suasana resmi seperti ini." Lanjutnya menyetujui tujuan utama Naruto melakukan ini.

"Aku setuju dengan Shikaku" tambah Hiashi lantang. "Hokage adalah orang nomor satu di desa ini. Ia adalah dewa di sini, perkataannya adalah aturan yang harus di jalankan. Tidak semestinya orang lain, siapapun dia dan apapun dia lancing memanggil nama untuk seorang Kage"

Inoichi, Tsume, Shibi dan beberapa orang lainnya menganggukkan kepala mereka setuju dengan pernyataan Hiashi. Sudah sejak lama kebiasaan buruk itu terjadi hanya karena mereka adalah senior dan veteran, maka mereka menganggap diri mereka pantas memanggil nama ke seorang Hokage.

"Beginikah generasi muda sekarang, sudah tidak menghargai superior mereka. sangat jauh berbeda di masa kami, sangat menyedihkan" komen Koharu tidak setuju dengan keputusan itu.

"Seperti apa yang Naruto-san katakan tadi, penghargaan itu di raih dengan susah payah, bukan karena latar belakang yang kau miliki" ungkap Tsume. "siapapun kau akan di hargai jika kau menghargai orang lain, bahkan jika dia jauh berada di bawahmu" lanjutnya ideologis menatap Naruto yang menganggukkan kepalanya setuju.

"Aku tidak percaya, rapat ini menjadi rusuh hanya karena seorang bocah ingunsan" gumam Danzo menatap Naruto tajam.

"Ingusan atau tidak tapi ini adalah kenyataan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. " Komen Naruto. " dikatakan bahwa, Shinobi yang melanggar aturan adalah sampah, dan jika kau ingin menjadi sampah, maka langgarlah aturan itu" lanjutnya menyeringai, kembali membungkam Danzo shimura yang hanya mendecih kesal saja.

Suasana rapat kembali hening, tidak ada suara apapun untuk sejenak. Tensi rapat berbeda dari sebelumnya, menegangkan, tidak ada yang berani berbicara atau bahkan bernapas dengan leluasa. Mereka terbawa suasana panas yang masih belum reda sejak masuknya bocah Uchiha-Uzumaki itu.

"Sekarang untukmu.." akhirnya Minato bersuara, menatap Naruto serius. "Kenapa kau lancang duduk di kursi yang hanya di khususkan untuk anggota dewan council saja?" lanjutnya meminta jawaban dari Naruto.

"sudah kukatakan sebelumnya alasan kenapa aku duduk di tempat ini." Jawab Naruto singkat.

"Apa kau mau mengatakan kalau kau adalah perwakilan Uchiha?" tebak Shikaku.

"Secara tidak langsung iya." Respon bocah itu lantang. "bagaimanapun juga, klan Uchiha tidak sepenuhnya menghilang dari desa ini. Meskipun aku hanya memiliki setengah darah Uchiha, tapi aku tetap seorang Uchiha dan tidak ada yang bisa membantah kenyataan itu. kecuali kalian mau mengatakan kalau klan yang juga berpartisipasi dalam mendirikan desa tidak memiliki tempat di council ini, aku akan keluar tanpa kalian perintahkan"

"tapi pemilihan ketua klan Uchiha atau perwakilan klan tidak sesederhana yang kau pikirkan, Bocah" tegas Danzo.

"lalu bagaimana menurutmu? Sepengetahuanku, pemilhan ketua klan atau perwakilan klan adalah 100% berada di tangan anggota klan. Tidak ada sangkut pautnya dengan council atau Hokage sekalipun" terang Naruto

"Itu jika banyak anggota yang ada di belakangmu" koharu membantu Danzo untuk bersikukuh melawan Naruto.

"apa ada aturan yang mengatakan bahwa, klan yang hanya beranggotakan tunggal atau satu orang saja tidak berhak memberikan suaranya dalam council?" tidak ada yang menjawab karena memang tidak ada aturan seperti itu. "Kalian selalu saja menyebut kata superior dan ingin di hargai karena kalian lebih senior, tapi kalian mengabaikan apa yang sebenarnya di sebut senior itu" ia mengakhirnya dengan sebuah tatapan tajam ke Senju.

"Kenapa kalian bisa menghargai seorang Tsunade dari Senju, padahal bisa di bilang ia tunggal di sini karena selain dia tidak ada lagi darah Senju murni, sementara aku, seorang Uchiha yang memiliki kedudukan sama dengannya tidak?" pertanyaan ini bukan pertanyaan yang bisa di jawab hanya dalam sekejap mata.

"Kau jangan menyamakan aku denganmu, Bocah tengik" umpat Tsunade tidak suka.

"Aku tidak pernah menyamakan antara kau denganku, Senju. " tegas Naruto. "seorang Uchiha tidak akan pernah meniggalkan klan yang telah dianggap saudara sekalipun dan memilih mati bersama." Lanjutnya lantang.

"Yeah.. seperti apa yang telah di lakukan Uchiha Itachi pada klannya" komen Danzo menyinggung masa kelam Uchiha.

"Permasalahan Uchiha belumlah selesai Danzo.." ungkap Naruto sedikit menekan suaranya dan menunjuk orang itu. "aku mengenal Itachi dengan baik dan aku tau kalau ia bukanlah tipe orang yang akan melakukan hal bodoh seperti itu dengan alasan menguji kekuatannya. Ia tidak bodoh untuk tidak tau kalau orang terkuat di desa adalah seorang Kage, bukan anggota klannya yang tidak tau apa-apa, bahkan seorang anak kecil ia bantai"

"Itu karena Uchiha memang biadap dan peng"-

"HEY…" tegas Naruto, berdiri dan menunjuk langsung ke pemilik satu mata itu. "lanjutkan apa yang kau ingin kau katakan dan kupastikan kepalamu akan terpisah dari lehermu, Danzo" ancam bocah itu dengan sharingan aktif pada kedua bola matanya.

"Cukup Naruto.. kau tidak usah lagi membuat kerusuhan di tempat ini" tegas Minato menghentikan pertiakaian antara Danzo dan Naruto.

"Ini masih belum selesai Danzo, ini masih belum selesai" gumam bocah itu kembali duduk di kursinya., tanpa melepaskan tatapannya ke orang itu. "Aku mencium sesuatu atas apa yang terjadi pada klan Uchiha, dan bila aku menemukan sesuatu itu, berhubungan denganmu atau salah satu dari kalian bertiga, aku akan mencuci tanganku dengan darah kalian" ia mengakhiri ancamannya dengan mengaktifkan Mangekyou sharingannya lalu menonaktifkan doujutsunya itu.

'itukah mangekyou Sharingan-nya? Sungguh aura yang tidak mengenakkan' pikir Inoichi sejenak mendapati mangekyou sharingan Naruto sebelum kembali ke mata normalnya.

'Mata itu.. jika aku tidak bisa mendapatkannya, maka aku akan mendapatkan matanya' pikir Danzo semakin bergairah untuk mendapatkan Naruto di bawah kendalinya dan semakin tertarik pada mangekyou bocah itu.

"cukup… CUKUP.." bentak Minato sudah tidak tahan lagi. "Kita berada di tempat ini bukan untuk saling mengancam satu sama lainnya, tapi untuk membicarakan dan membahas apa yang belum selesai kita bahas" lanjtunya dengan tegas.

"aku tidak ingin me"-

"Cukup Koharu.. jika kau tidak suka dan masih ingin memperpanjang masalah ini, pintu rapat ini terbuka lebar untukmu" potong Minato tegas, berdiri dari kursinya dan melototi wanita itu tajam.

"jadi.. apa sebenarnya tujuan rapat ini di adakan, Hokage-sama?" tanya choza penasaran, membuka topic yang baru, atau mungkin lebih tepatnya mengembalikan rapat kembali ke jalurnya.

"Tujuan rapat ini di adakan adalah untuk melanjutkan rapat tiga tahun yang lalu, yang tertunda karena Uchihca-Uzumaki Naruto tidak ada di tempat" Naruto mengangkat wajahnya menatap Hokage, sedikit terkejut. "Ini tentang status seorang Shinobi Konoha yang meniggalkan kewajibannya tanpa ada alasan yang mendasari atau tanpa sepengetahuan Hokage di desa itu" lanjut Minato menatap Naruto yang sudah mengerti apa maksudnya.

"Jadi karena itu?" tanyanya penasaran.

"Kau pikir karena apa?" komen Tsunade kesal. "melalui rapat ini akan di putuskan, apakah kau bersalah dan di hukum atau tidak." Lanjutnya melototi Naruto tajam.

"Uchiha-Uzumaki Naruto… katakan alasanmu sehingga kau meninggalkan desa tiga tahun yang lalu tanpa ada satu orangpun yang mengetahuinya" tanya Minato memulai siding kasus kepergian Naruto dari desa.

"Sudah tentu untuk berlatih" jawab Naruto santai seolah tidak ada beban apapun juga di pundaknya.

"Untuk berlatih katamu?" tegas Minato dan di jawab anggukan oleh pemilik rambut merah itu. "lalu, kenapa kau tidak meminta izin dariku sebelum meninggalkan desa? Apa kau tau hukuman bagi seorang Shinobi yang meninggalkan desa tanpa adanya izin dari seorang Hokage?" tanya lagi Minato.

"Tentu aku tau… " jawaban ini malah menaikkan emosi para anggota rapat.

"jadi secara langsung kau mengatakan bahwa kau sengaja melakukan ini, sengaja meninggalkan desa untuk berlatih seperti yang kau katakan ini?" tanya Minato kembali.

"hai.. aku melakukannya dengan sengaja" jawaban ini membuat suasana rapat sedikit gaduh, bertanya-tanya kenapa Naruto melakukan itu. "Terlebih dahulu aku memiliki sebuah pertanyaan untuk anda, Yondaime-sama" ujar Naruto memberanikan diri.

"Kau sudah jelas-jelas bersalah dan masih memiliki wajah untuk bertanya?" gumam Tsunade tidak percaya. Pernyataan itu hanya mendapatkan tatapan datar dari bocah itu.

"Apa itu?" tanya Minato memberikan kesempatan pada Naruto untuk bertanya.

"Jika aku meminta izin padamu, keluar dari desa selama tiga tahun untuk berlatih, apa kau akan mengizinkanku?" tanya bocah itu tenang.

"Tentus saja.. kenapa tidak?" jawab Minato

"Sungguh?" tanya Naruto balik dengan nada tidak percaya. "Apa kalian akan terima jika aku keuar dari desa mencari kekuatan lebih dengan caraku sendiri? Apa kalian sungguh akan mengizinkanku?" lanjutnya sangat penasaran.

"Salah tetap salah, tidak akan menjadi benar" komen Danzo sinis. "Jika kau ingin berlatih, kenapa kau tidak melakukannya di dalam desa saja? Masih ada ratusan training ground yang bisa kau gunakan setiap harinya jika hanya untuk berlatih" lanjutnya tegas.

"aku tidak bertanya tentang dimana aku berlatih, Karena bagiku semua sama. Yang ingin ku tau adalah, apa kalian akan mengizinkanku, keluar dari desa untuk mencari kekuatan?" tanya Naruto kembali lagi ke pertanyaannya yang semula.

"Aku mengizinkan anakku untuk latihan diluar desa selama 2 tahun stengah, jadi kenapa aku tidak akan mengizinkanmu?" tanya Minato penasaran.

"enam tahun yang lalu kalian semua memaksa kyubi keluar dari tubuhku dan di pindahkan ke tubuh baru. Apa kalian masih ingat apa alsan utama kalian melakukan itu?" semua terdiam, menigngat masa lalu, dimana di adakan rapat seperti ini sebelum di putuskan akan mengeluarkan kyubi dari tubuh Naruto sebagai hukuman.

"Tentu saja.. itu adalah hukuman untukmu" jawab Koharu.

"Hukuman katamu? Bukankah kalian mengatakan bahwa aku ini sudah over power dan meragukan jika kalian bisa mengendalikanku sperti Shinobi kalian yang lain. Aku memiliki darah dan chakra melilmpah seorang Uzumaki, doujutsu dan Chakra kuat seorang Uchiha dan itu membuat kalian khawatir kalau aku akan menjadi Uchiha Madara kedua.

Dengan alasan itu, kalian semua setuju untuk mengurangi kekuatan yang mungkin akan kumiliki di masa depan dan mengalihkannya ke tubuh lain. Apa kalian benar-benar sudah melupakan alasan utama kenapa Kyubi di ekstrak dari dalam tubuhku?" tanya Naruto memastikan tidak ada perkataannya yang di lewatkan oleh anggota rapat.

"sekarang.. aku akan datang meminta pada Hokage-sama untuk memberikanku waktu selama tiga tahun mencari kekuatan di luar desa. Dengan pengalaman yang pernah kualami, dengan bayangan kekuatan Uchiha Uzumaki yang mungkin bisa kudapatkan kelak di masa depan, dengan apa yang ku pertontonkan selama ujian chunin, apa kalian akan mengijinkanku mencari kekuatan lebih?" semua diam dan tidak berani mengatakan sepatah katapun.

"tentu saja tidak.. kalian hanya akan menyibukkanku dengan hal tidak berguna, khawatir dengan kemungkinan kekuatan yang akan kudapatkan." Naruto mengakhiri perkataannya dengan menatap Minato.

"Apa yang di takutkan dari bocah berusia 14 tahun? Kau terlalu meninggikan dirimu, Bocah" komen Koharu tidak suka.

"Sungguh? Kau mengatakan apa yang bisa di harapkan dari bocah 14 tahun yang mampu melawan Biju seorang diri, yang mampu menahan seorang Sannin? Yang mampu menggunakan kekuatan rantai chakra Uzumaki dan Mata legenda Uchiha Mangekyō. Kau sungguh mempertanyakan apa yang bisa dilakukan bocah itu?" Naruto diam sejenak setelah memilah-milah jenis kekuatan yang ia miliki.

"tentu tidak.. kalian akan berpikir 100 kali untuk membiarkanku keluar dari desa dan menambah apa yang kumiliki. Saat itu saja kalian menginginkanku di bawah pengawasan Danzo untuk bisa di kendalikan, itu sudah membuktikan kalau kalian khawatir padaku dan aku bisa menyimpulkan kalau kalian tidak akan pernah mengizinkanku" Naruto mengakhiri hipotesanya dengan sebuah tarikan napas panjang.

"Tetap saja kau salah mengambil cara pergi diam-diam dari desa" komen Minato pelan. Ia tidak menolak kenyataan kalau ia tidak akan di izinkan, dan memilih kembali ke aturan yang ada.

"Hai. Aku akui memang itu salah, tapi sekarang aku kembali? Aku tidak pernah menghianati desa ini, hanya pergi berlatih dan kembali ke desa ini, melanjutkan tugasku sebagai seorang Shinobi yang melindungi desanya" jawab Naruto.

"lalu apa yang kau lakukan di Oto?" tanya Tsunade

"itu adalah bagian dari latihanku" terang Naruto.

"menyerang sebuah desa dan seorang sannin adalah latihan katamu" tegas Tsunade terpancing emosi

"Tentu.. aku bahkan akan melawan dewa sekalipun jika itu adalah bagian dari latihan. Tapi intinya aku kembali ke desa dan siap melakukan tugasku sebagaimana mestinya" ujar bocah itu penuh percaya diri.

"Kau sudah melakukan kesalahan dan harus di hukum karena itu" tegas Homura.

"Silahkan hukum aku dan kalian akan mendapatkan seorang Uchiha terakhir di dalam desa akan menjadi seorang ninja pelarian yang akan membahayakan Shinobi kalian sendiri" tegas Naruto.

"Apa ini sebuah ancaman?" tanya Minato serius.

"tidak.." respon Naruto menggelengkan kepalanya. "Ini adalah peringatan. Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar dan juga semua demi desa. Jika aku kuat, efeknya bukan hanya padaku tapi juga pada desa. Aku setia pada desa ini, aku tidak akan pernah menghianati desa ini, kecuali jika kalian sendiri yang memaksaku dan meniginginkanku menjadi penghianat" ia mengakhiri perkataanya dengan sikap tenangnya.

"Kita bisa menghukumnya dengan melepaskan mata kebanggaannya itu." saran Danzo.

"dan kau pikir aku hanya akan diam menantikan itu terjadi? Betapa menyedihkannya" komen Naruto di sertai tawa tipis mengejek Danzo.

"tempat ini di penuhi dengan Anbu, juga kami semua yang siap bertarung. Apa kau pikir kau bisa meloloskan diri dari tempat ini dengan selamat?" tanya Danzo, mencoba menggetarkan tekad Naruto.

"kau pikir aku tidak membuat persiapan sbelum aku kesini? Dari kalian semua, kemungkinan besar Hanya Minato-sama yang bisa menyentuhku, selebihnya aku yakin bisa kuatasi." Terang Naruto tenang.

"sudahlah.. semua sudah jelas" ungkap yondaime tiba-tiba. "Naruto memang hanya pergi untuk berlatih dan itu di buktikan dengan ia masih kembali ke tempat ini, ke desa ini. Tapi tetap saja ia akan mendapatkan hukuman karena kesalahan yang ia perbuat, dengan pergi tanpa izin dari hokage" lanjut Minato menatap bocah itu.

"dan hukumannya?" tanya Naruto penasaran.

"Kau hanya akan di berikan misi kelas D dan C saja selama 3 bulan" seluruh ruangan terkejut dengan perkataan Minato. Paling tidak ia seharusnya di hukum beberapa bulan di kurung di penjara, tapi kenyataan hukumannya jauh lebih ringan dari yang seharusnya.

"Ka-kau serius. Minato? " ungkap Tsunade tidak percaya dengan perkataan anak angkatnya itu.

"sangat serius. Aku adalah seorang Hokage dan perkataanku adalah aturan, tindakanku adalah hukum dan perintahku adalah aturan yang harus di jalankan. Mulai sekarang Uchiha-Uzumaki Naruto akan melaksanakan hukumannya, sidang di tutup, rapat selesai" dengan itu Minato berbalik dan meninggalkan ruanga rapat itu, di susul Tsunade yang bahkan tidak ingin melihat Naruto.

"misi kelas D dan C yah.. tidak begitu buruk.. " Gumam Naruto sebelum akhirnya berdiri dari tempat duduknya.

Danzo masih diam di tempat, terus memperhatikan pemilik rambut merah itu, sepertinya masih sangat penasaran. 'Aku harus mendapatkannya. Bagaimanapun caranya aku harus mendapatkannya' pikir sosok bergerlar Yami No Shinobi itu.

"Uchiha-Uzumaki Naruto…." gumam Koharu kesal pada bocah itu. "Kau harus selalu memantaunya, Danzo. Aku memiliki perasaan yang buruk tentangnya" lanjutnya dan di setujui oleh Homura dengan sebuah anggukan kepala.

T

B

C

AKHHHHHHHHHHH… perdebatan panjang… chapter ini chapter tersulit karena harus membuat 5k word hanya diisi perdebatan. HUFTTTT…

So.. keep reading, key.. see you in next chap..