Eksperimen Penjara Stanford, Bg. 5

Dalam suatu koridor yang tercabik dan hancur, disinari oleh lampu minyak redup, seorang bocah perlahan merangkak maju, satu tangan diulurkan, menuju ke ular yang tak bergerak yang adalah tubuh gurunya.

Harry hanya satu meter dari tubuh si ular ketika dia pertama kali merasakannya, menggelitik di ujung persepsinya.

Teramat lemah, suatu rasa kebinasaan … .

Profesor Quirrell masih hidup, kalau begitu.

Pikiran itu tidak menimbulkan perasaan gembira, hanya semacam keputusasaan kosong.

Harry akan masih tetap tertangkap dalam waktu dekat, dan tak peduli bagaimana dia mencoba menjelaskan, itu masih tetap tidak akan terlihat bagus. Tak ada satu pun yang akan mempercayainya lagi, mereka akan berpikir kalau dia adalah Pangeran Kegelapan selanjutnya, mereka tidak akan membantunya ketika tiba saatnya bertarung melawan Lord Voldemort, Hermione akan menyerah terhadapnya, mungkin bahkan Dumbledore akan mencari pahlawan lain …

… mungkin mereka akan begitu saja mengirimnya kembali ke orangtuanya.

Dia sudah gagal.

Harry melihat ke arah tubuh tergelung dari si polisi yang dia bius, darah yang sudah mengering dari luka dan irisan-irisan kecil, bagian-bagian yang terbakar di jubah merah yang bersulaman rumit itu.

Dia berlaku bodoh. Dia harusnya tidak membius si polisi, harusnya bertahan saja dengan cerita awalnya tentang diculik oleh Profesor Quirrell … .

Itu mungkin masih belum terlambat, bisik suatu suara di dalamnya. Kamu mungkin masih bisa memperbaiki kesalahanmu. Si Auror melihatmu, dia mengingat kalau kamu membiusnya … tapi jika dia mati, jika Profesor Quirrell mati, jika Bellatrix mati, tak ada satu pun yang akan menyangkal ceritamu.

Perlahan, tangan Harry mulai naik, mengarahkan tongkat sihirnya kepada si polisi dan—

Tangan Harry berhenti.

Dia memiliki suatu rasa jauh kalau dia sedang berlaku tak sesuai karakternya sendiri, entah bagaimana. Seolah ada sesuatu yang dia lupakan, sesuatu yang penting, tapi dia memiliki kesulitan mengingat apa hal itu, tepatnya.

Oh. Benar. Dia adalah seseorang yang percaya pada nilai dari kehidupan manusia

Suatu rasa kebingungan menemani pikiran itu, dia tak bisa benar-benar mengingat kenapa nyawa orang lain terasa berharga … .

Baiklah, kata bagian logikal dari dirinya, kenapa pikiranku berubah di antara saat itu dan saat ini?

Karena dia ada di Azkaban … .

Dan dia lupa melempar ulang Mantra Patronus … .

Melakukan satu hal pun, entah bagaimana, terasa seolah-olah seperti suatu usaha luar biasa berat, seperti pikiran untuk bertindak itu sendiri adalah suatu beban yang terlalu berat untuk diangkat; tapi itu memang terasa seperti suatu ide yang bagus untuk melempar ulang Mantra Patronus, karena dia masih bisa takut terhadap Dementor. Dan walau dia tak bisa mengingat apa rasanya menjadi bahagia, dia tahu kalau ini bukan rasa itu.

Tangan Harry naik untuk memegang tongkat sihir dengan datar di depannya, jari-jarinya mengambil posisi awalnya.

Dan kemudian Harry berhenti.

Dia tidak bisa … benar-benar mengingat … apa yang dia pakai sebagai pikiran bahagianya.

Itu aneh, itu adalah sesuatu yang sangat penting, dia harusnya benar-benar mampu mengingat hal itu … sesuatu yang berhubungan dengan kematian? Tapi itu tidak bahagia … .

Tubuhnya menggigil, Azkaban tidak terasa sebegitu dingin sebelumnya, dan terasa menjadi makin dingin saat dia memikirkannya. Sudah terlambat untuknya, dia sudah tenggelam terlalu jauh, dia tak pernah bisa melemparkan Mantra Patronus sekarang—

Itu mungkin Dementasi yang sedang berbicara bukannya suatu estimasi akurat, bagian logikal dari dirinya mengamati, kebiasaan yang sudah terkode ke dalam refleks murni, tak memerlukan sedikit pun energi untuk mengaktifkan. Pikirkan ketakutan Dementor sebagai bias kognitif, dan coba untuk mengatasinya seperti cara kau akan mengatasi bias kognitif lain. Perasaan-perasaan tanpa harapanmu itu mungkin tidak menandakan bahwa situasinya benar-benar tanpa harapan. Itu mungkin hanya mengindikasikan bahwa kamu ada di dalam lingkungan para Dementor. Seluruh emosi negatif dan estimasi pesimistik sekarang harus dianggap mencurigakan, salah sampai terbukti valid.

(Jika kamu terus melihat si bocah saat dia berpikir, kamu akan melihat suatu kerutan dahi jauh, abstrak, bingung bergerak di sepanjang wajahnya, di bawah kacamata dan bekas luka sambaran-petir itu. Tangannya tetap ada di posisi awal Mantra Patronus, dan tidak bergerak.)

Keberadaan Dementor mempengaruhi bagian dari dirimu yang memproses kebahagiaan. Jika kamu tidak bisa mengambil pikiran bahagiamu dengan asosiasi mnemonic pada kunci kebahagiaan, mungkin kamu malah bisa sampai pada ingatan yang sama dengan cara lain. Kapan kali terakhir kamu berbicara pada seseorang tentang Mantra Patronus?

Harry sepertinya tak mampu mengingat itu juga.

Suatu gelombang keputusasaan meremukkan menyapunya, dan disingkirkan oleh bagian logikal dari dirinya sebagai suatu hal yang tak bisa dipercaya, eksternal, bukan-Harry, beban tumpul masih menekannya tapi pikirannya terus berpikir, tak memerlukan banyak usaha untuk berpikir … .

Kapan kali terakhir kamu berbicara pada seseorang tentang Dementor?

Profesor Quirrell berkata kalau dia sudah bisa merasakan keberadaan Dementor, dan Harry berkata pada Profesor Quirrell … dia memberi tahu Profesor Quirrell ...

… untuk memegang ingatan tentang bintang-bintang, tentang terjatuh tanpa tubuh menembus ruang, seperti suatu penghalan Occlumency di seluruh pikirannya.

Kelas Pertahanan keduanya tahun itu, di hari Jumat, itu adalah ketika Profesor Quirrell menunjukkan padanya bintang-bintang itu, dan lagi waktu Natal.

Tidak memerlukan terlalu banyak usaha untuk mengingat mereka, titik-titik putih intens di depan kehitaman sempurna.

Harry mengingat sapuan berawan besar dari Bima Sakti.

Harry mengingat kedamaiannya.

Beberapa dari kedinginan pada perbatasan anggota-anggota tubuhnya seolah mengundurkan diri.

Ada kata-kata yang dia katakan dengan lantang pada hari dia pertama kali melemparkan Mantra Patronus, pikirannya bisa mengingat bisa mengingat suara-suara dan kata-kata bahkan saat perasaan-perasaannya terasa jauh … .

Aku memikirkan tentang penolakan absolutku atas kematian sebagai hukum alami.

Kamu melemparkan Mantra Patronus Sejati dengan memikirkan tentang nilai dari kehidupan manusia.

Tapi ada kehidupan-kehidupan lain yang masih ada untuk diperjuangkan. Hidupmu, dan hidupku, dan hidup Hermione Granger, seluruh hidup yang ada di Bumi, dan seluruh hidup di alam jauh, untuk dipertahankan dan dilindungi.

Kalau begitu gagasan membunuh semua orang … itu bukanlah diri sebenarnya dari diri sejatinya, itu adalah Dementasi berbicara … .

Keputusasaan adalah pengaruh Dementor.

Di mana ada kehidupan, akan ada harapan. Si Auror masih hidup. Profesor Quirrell masih hidup. Bellatrix masih hidup. Aku masih hidup. Tak satu pun dari mereka benar-benar mati …

Harry bisa menggambarkan Bumi, sekarang, di tengah-tengah ruang bintang, bola biru-putih itu.

dan aku tak akan membiarkan mereka mati!

"Expecto Patronum!"

Kata-katanya keluar sedikit tersendat, dan ketika bentuk manusia itu tersembur lagi dia redup pada awalnya, sinar bulan bukannya sinar matahari, putih bukannya perak.

Tapi dia menguat, perlahan, saat Harry bernapas dalam irama teratur, memulihkan diri. Membiarkan cahayanya mengusir kegelapan dari pikirannya. Mengingat hal-hal yang dia nyaris lupakan, dan menyalurkannya kembali ke dalam Mantra Patronus.

Bahkan ketika cahayanya membara penuh dan perak sekali lagi, menyinari koridornya lebih terang daripada lampu-lampu minyak, mengusir sepenuhnya kedinginan itu, anggota tubuh Harry masih bergetar. Itu tadi terlalu nyaris.

Harry mengambil suatu napas dalam. Baiklah. Ini adalah waktu untuk mempertimbangkan ulang situasinya sekarang saat pikirannya tak lagi direkayasa lebih gelap oleh Dementor.

Harry melihat ulang situasinya.

… masih terlihat cukup tanpa harapan, sebenarnya.

Itu bukan keputusasaan meremukkan dari sebelumnya, tapi Harry masih merasa goyah, untuk menyebutnya dengan ringan. Dia tak berani berubah gelap dan adalah sisi gelapnya yang memiliki kemampuan untuk menghadapi masalah setingkat ini dengan tegas. Adalah sisi gelapnya yang akan tertawa menghina pada konsep menyerah hanya karena dia kehilangan Profesor Quirrell dan sedang terdampar di kedalaman Azkaban dan dilihat oleh seorang petugas polisi. Harry yang biasa tidak akan mampu menghadapi hal-hal macam itu begitu saja.

Tapi tidak ada pilihan apa pun kecuali untuk tetap bergerak maju bagaimanapun juga. Kamu tak bisa menjadi lebih tak berguna dibandingkan menyerah sebelum kamu benar-benar kalah.

Harry melihat ke sekitar.

Lampu minyak redup menyinari suatu koridor metal kelabu, yang sisi-sisinya dan lantainya dan langit-langitnya tersayat di beberapa tempat, tercungkil dan meleleh, memberi tahu siapapun yang mau memperhatikan bahwa tadi ada pertarungan di tempat ini.

Profesor Quirrell bisa memperbaikinya dengan cukup mudah, jika dia … .

Rasa pengkhianatan menyerang Harry dengan tenaga penuh, saat itu.

Kenapa … kenapa dia … kenapa … .

Karena dia jahat, kata Gryffindor dan Hufflepuff, dengan perlahan dan sedih. Kami sudah memberitahumu.

Tidak! pikir Harry sungguh-sungguh. Tidak, itu tidak masuk akal, kita akan melakukan kejahatan sempurna, si Auror bisa diberi Obliviate, koridor diperbaiki, itu belum terlambat tapi itu AKAN terlambat jika dia mati!

Tapi Profesor Quirrell tak pernah benar-benar berencana melakukan kejahatan sempurna itu, kata suara suram Slytherin. Dia ingin kejahatannya diketahui. Dia ingin semua orang tahu bahwa seseorang membunuh seorang Auror dan melepaskan Bellatrix Black dari Azkaban. Dia pasti sudah menyiapkan semacam bukti, suatu bukti yang bisa mengungkapkan tentang keterlibatanmu, untuk dipakai sebagai pemerasan melawanmu; dan kamu akan terikat padanya selamanya.

Patronus Harry nyaris padam, saat itu.

Tidak … . Pikir Harry.

Ya, kata tiga bagiannya yang lain dengan sedih.

Tidak. Itu masih tidak masuk akal. Profesor Quirrell harusnya tahu aku akan berbalik melawannya begitu aku melihatnya membunuh seorang Auror. Bahwa aku bisa jadi langsung pergi dan mengaku pada Dumbledore, berharap untuk memohon pada fakta nyata bahwa aku ditipu. Dan … untuk masalah pemerasan, apakah pembunuhannya atas seorang Auror melawan kehendakku, benar-benar menambah sebegitu banyak pada pelarian Bellatrix keluar dari Azkaban dengan bantuan sukarelaku? Akan lebih licik untuk menjaga bukti dari keterlibatanku dengan kejahatan dasar, tapi masih berpura-pura menjadi sekutuku selama yang dia bisa, menyimpan pemerasannya untuk dipakai jika memang diperlukan … .

Rasionalisasi, kata Slytherin. Jadi kenapa Profesor Quirrell melakukan itu, kalau begitu?

Dan Harry memikirkannya dengan setitik keputusasaan—mengetahui, bahkan saat dia memikirkannya, bahwa sebagian dari dirinya didorong oleh suatu hasrat untuk menolak realitas, dan itu bukanlah bagaimana seharusnya teknik itu dipakai—Aku memperhatikan kalau aku bingung.

Ada kesunyian batin. Tak satu pun bagian dari dirinya sepertinya memiliki satu hal pun untuk ditambahkan pada hal itu.

Dan Harry terus mengambil persediaan atas situasi yang kira-kira terlihat tanpa harapan.

Apakah Harry perlu memperhitungkan ulang kemungkinan bahwa Bellatrix itu jahat?

… tidak dalam makna relevan-dengan-misi apa pun. Memang sudah jelas bahwa Bellatrix saat ini jahat. Apakah dia seorang yang tak bersalah yang dibuat jadi seperti itu oleh penyiksaan dan Legilimency dan ritual tak terkatakan, atau apakah dia memilihnya dengan kehendaknya sendiri, tidak memiliki banyak pengaruh pada situasi saat ini. Fakta kuncinya adalah bahwa selagi Bellatrix berpikir kalau Harry adalah sang Pangeran Kegelapan, dia akan mematuhinya.

Itu adalah satu sumber daya, kalau begitu. Tapi Bellatrix kelaparan dan sembilan persepuluh mati … .

'Oh, aku merasa sedikit lebih baik sekarang, aneh sekali … .'

Bellatrix mengatakan itu, dalam suara pecahnya, setelah Patronus Harry membara tak terkendali.

Harry berpikir, dan dia tak bisa benar-benar mengatakan kenapa dia memikirkan ini, itu mungkin hanya pikirannya sendiri yang mengarang hal-hal ini, tapi … sepertinya cukup mungkin bahwa apa yang para Dementor ambil darimu baru-baru ini, Mantra Patronus Sejati mungkin bisa kembalikan. Seperti perbedaan antara mengosongkan sebuah cangkir, dan cangkir yang tak terpakai itu menghilang. Bellatrix, kalau begitu, mungkin sudah memperoleh kembali apa yang hilang darinya dalam kisaran seminggu terakhir. Bukan ingatan bahagia apa pun, itu pasti sudah termakan bertahun-tahun lalu. Tapi entah kekuatan dan sihir sudah terkuras darinya dalam kisaran minggu terakhir, dia mungkin sudah memperolehnya kembali. Seperti hal yang setara dengan memperoleh seminggu istirahat, seminggu untuk membangun kembali sihirnya lagi … .

Harry melihat ke arah bentuk ular Profesor Quirrell.

… mungkin cukup untuk sebuah Innervate.

Jika membangunkan Profesor Quirrell memang, pada kenyataannya, adalah suatu hal yang cerdas untuk dilakukan.

Beberapa dari keputusasaan datang kembali kepada Harry, saat itu. Dia tak bisa mempercayai Profesor Quirrell, tak bisa percaya bahwa membangkitkannya akan jadi sesuatu yang bijak, tidak setelah apa yang baru saja terjadi.

Hati-hati, pikir Harry pada dirinya sendiri, dan melihat ke arah sosok tergelung si Auror.

Bellatrix mungkin juga bisa mengusahakan sebuah Mantra Memori.

Itu bisa jadi langkah pertama, bagaimanapun juga. Itu tidak benar-benar membuat semua orang keluar dengan aman dari Azkaban, dan para Auror akan tahu setelahnya bahwa sesuatu yang aneh sudah terjadi, mereka mungkin mencurigai mayat Bellatrix dan melakukan suatu otopsi. Tapi itu adalah satu langkah.

… dan apakah memang sesukar itu untuk keluar dari Azkaban? Jika mereka bisa sampai ke puncak Azkaban dengan cukup cepat, sebelum waktu si Auror harusnya melapor kembali, sebelum siapapun memperhatikan kalau dia hilang, maka mereka bisa langsung terbang keluar melewati lubang yang Profesor Quirrell buat, dan terbang cukup jauh dari Azkaban untuk mengaktifkan portkey yang sudah ada dalam pemilikan Harry. (Baik Profesor Quirrell dan Harry memiliki portkey, dan keduanya cukup kuat untuk memindahkan dua manusia, plus atau minus seekor ular. Sementara atas kepergian mereka yang berselubung-ganda dari Mary's Room, Profesor Quirrell sudah cukup menempatkan batas keamanan dalam rencana-rencananya hingga bahkan cukup untuk mengesankan Harry.)

Bellatrix bisa membawa bentuk ular Profesor Quirrell, yang Harry tak berani sentuh atau terbangkan.

Harry berbalik dan berjalan dengan cepat menuju ke tempat di mana Bellatrix menunggu di tangga. Dia bisa merasakan semangatnya bangkit sedikit. Ini memang mulai terlihat seperti sebuah rencana yang bagus, dan tak ada waktu yang bisa disia-siakan atasnya.

Apa yang harus dilakukan dengan Profesor Quirrell, atau untuk masalah itu Bellatrix, setelah portkeynya membawa mereka ke tempat di mana mereka harusnya menyerahkan Bellatrix kepada penyembuh psikiater … yah, Harry bisa memikirkan itu sambil jalan. Harry mungkin harus mencurangi si penyembuh itu untuk melakukan sesuatu—yang akan memerlukan pencurangan yang luar biasa, dan Harry bahkan tak yakin apa yang dia inginkan terjadi—tapi dia dan Bellatrix harus bergerak sekarang.

Masalah utama yang Harry lihat, saat dia dengan cepat menjalani seluruh proses tadi dalam imajinasinya, akan datang ketika mereka sampai di atap. Profesor Quirrell harusnya mengendap-endap tak terlihat dan melakukan Confundus pada monitor-monitor yang akan mengetahui adanya pengunjung-pengunjung di wilayah udara Azkaban, menyebabkan mereka melihat suatu adegan pemandangan yang berulang selama beberapa menit. Profesor Quirrell berkata kalau dia tidak bisa melakukan Disillusionment pada Patronus Harry; dan jika mereka memadamkan Patronusnya, para Dementor akan mengetahui kalau Bellatrix hilang, dan memberi tahu para Auror … .

Laju pikiran Harry tersandung.

Ada waktu-waktu ketika 'Aw, crap' sepertinya tidak cukup menjabarkannya.


Tangan Li yakin tak peduli adrenalinnya, saat dia membuka penghalang pada Lemari Pelenyap yang menghubungkan Azkaban pada sebuah ruangan yang terjaga baik dalam interior dari Departemen Penegakan Hukum Magis. (Sebuah Lemari Pelenyap satu jalur, tentu saja. Penghalangnya mengizinkan beberapa jalan cepat ke dalam Azkaban, semuanya amat sangat terbatas, dan tak ada jalan keluar cepat.)

Li melangkah mundur, mengarahkan tongkat sihirnya pada Lemari itu, mengucapkan mantranya "Harmonia Nectere Passus", dan tidak sampai sedetik kemudian—

Pintu Lemari meledak terbuka dengan sebuah dentuman, dan ke dalam ruangan melangkah seorang penyihir wanita dengan perlengkapan berat, dengan rahang siku dan rambut yang mulai berubah kelabu yang dipotong dekat dengan kepalanya. Dia tak mengenakan simbol jabatan demikian juga dia tidak mengenakan perhiasan atau ornamen apa pun, hanyalah sebuah jubah Auror biasa yang dia rasa pantas untuk menyentuh dia: Pimpinan Amelia Bones, kepala dari Departemen Penegakan Hukum Magis dan disebut-sebut sebagai satu-satunya penyihir dalam DPHM yang bisa menghadapi Mad-Eye Moody dalam pertarungan adil (bukan seperti masing-masing dari mereka berdua adalah jenis orang yang akan bertarung dengan adil). Li pernah mendengar rumor-rumor bahwa Amelia bisa melakukan Apparation di dalam lingkup DPHM, dan hal-hal macam inilah yang membangkitkan rumor-rumor macam itu, Li baru saja membunyikan tanda bahaya tidak sampai lima puluh detik yang lalu.

"Terbang ke udara, sekarang!" Amelia membentak melewati bahunya pada trio Auror wanita yang mengikuti di belakangnya dengan sapu terbang polisi, mereka pasti remuk di dalam sana, menunggu Li mengaktifkan Lemarinya. "Aku ingin lebih banyak pengawasan aerial atas tempat ini! Dan pastikan kalian menjaga Mantra anti-Disillusionment kalian!" Kemudian kepalanya berbalik menghadapnya. "Laporan, Auror Li! Apakah kita sudah tahu bagaimana mereka masuk?"

Trio Auror lain yang memegang sapu terbang muncul di dalam Lemari Pelenyap dan melangkah keluar mengikuti mereka bahkan saat Li mulai berbicara.

Mereka diikuti oleh trio Penyihir Penyerang dalam perlengkapan tempur penuh.

Kemudian trio Penyihir Penyerang lain.

Kemudian regu sapu terbang lain.


Sosok kurus yang adalah Bellatrix Black yang beristirahat tak bergerak di tangga ketika Harry sampai di sana, mata tertutup, dan ketika Harry bertanya dalam suatu bisikan dingin, tinggi apakah dia terjaga, dia tak mendapat reaksi apa pun.

Sebuah sentakan panik singkat dibalas oleh pikiran bahwa Profesor Quirrell membuatnya tak sadar untuk mencegahnya mendengar pelayan gemetaran sang Pangeran Kegelapan seketika berubah menjadi seorang kriminal berpengalaman dan kemudian seorang penyihir tempur ahli. Yang adalah sesuatu yang bagus, karena dia tidak akan mendengar suara Harry mengatakan 'Expecto Patronum'.

Harry menarik terbuka penutup kepala dari Jubahnya, mengarahkan tongkat sihirnya pada Bellatrix, dan membisikkan selembut yang dia bisa, "Innervate."

Dari cara tubuh Bellatrix tersentak kecil, Harry tidak berpikir kalau dia berhasil melakukannya dengan cukup lembut.

Mata gelap tenggelam itu terbuka.

"Bella sayang," kata Harry dalam suara dingin, tingginya, "aku takut kita menemui sedikit masalah. Apakah kau cukup pulih untuk melakukan sihir-sihir kecil?"

Ada suatu jeda, dan kemudian kepala pucat Bellatrix mengangguk.

"Bagus sekali," kata Harry dengan kering. "Aku tidak akan memintamu untuk berjalan tanpa bantuan, Bella sayang, tapi aku takut kau harus berjalan." Dia mengarahkan tongkat sihirnya padanya. "Wingardium Leviosa."

Harry menjaga aliran tenaga sampai pada sesuatu yang bisa dia pertahankan untuk beberapa waktu, dan itu mungkin tetap mengangkat dua pertiga dari berat tubuhnya saat ini. Dia … kurus.

Perlahan, seolah untuk yang pertama kali dalam bertahun-tahun, Bellatrix Black mendorong dirinya berdiri.


Amelia melangkah masuk ke dalam ruang kerja, Auror Li dan luak peraknya mengikuti di belakangnya. Amelia memutar Time-Turnernya di saat dia mendengar tanda bahayanya, dan kemudian menghabiskan satu jam menegangkan menyiapkan tentaranya untuk masuk. Kamu tidak bisa mengulang waktu di dalam Azkaban itu sendiri, masa depan Azkaban tak bisa berinteraksi dengan masa lalunya, jadi dia tidak bisa tiba sebelum DPHM memperoleh pesan itu, tapi dia harusnya bisa tiba tepat waktu … .

Matanya pergi langsung kepada mayat itu, tak terselubung dan terlihat sangat mati, melayang di luar jendela pengawas.

"Di mana Bellatrix Black?" Amelia bertanya, tak menunjukkan ketakutan di hadapan makhluk ketakutan itu.

Bahkan darahnya sendiri membeku seketika, saat si mayat membuka bibirnya, dan berdeguk, "Tidak tahu."


Harry melihat, sekarang benar-benar tak terlihat sekali lagi, saat Bellatrix perlahan memiringkan diri, mengambil tongkat sihir Profesor Quirrell (yang Harry tak berani sentuh), dan perlahan menegakkan diri lagi.

Kemudian Bellatrix mengarahkan tongkat sihirnya pada si ular, dan berkata, suaranya tepat walau itu masih berupa bisikan, "Innervate."

Si ular tidak bergetar.

"Haruskan kucoba lagi, my Lord?" dia berbisik.

"Tidak," kata Harry. Dia menelan perasaan mual itu. Harry sudah memutuskan untuk berkata persetan dengan ini dan mencoba memulihkan Profesor Quirrell setelah dia sadar bahwa para Dementor mungkin sudah memperingatkan para Auror sampai sekarang. Suara tinggi, dinginnya berlanjut tak peduli, "Apa kamu kira kamu bisa melakukan Mantra Memori, Bella sayang?"

Bellatrix berhenti, dan kemudian berkata, dengan bimbang, "Aku pikir aku mampu, my Lord."

"Hilangkan setengah jam terakhir ingatan Auror itu," Harry memerintahkan. Dia memikirkan sedikit tentang apakah dia ingin memberikan alasan apa pun untuk hal itu, apa yang dia akan katakan jika Bellatrix bertanya kenapa mereka tidak sekadar membunuhnya saja, yang mana Harry akan menjelaskan bahwa mereka sedang berpura-pura menjadi suatu kelompok kekuatan yang berbeda dan kemudian menyuruhnya untuk tutup mulut—

Tapi Bellatrix hanya mengarahkan tongkat sihirnya pada si Auror, berdiri dalam diam untuk sesaat, dan akhirnya berbisik, "Obliviate."

Dia goyah, setelahnya, tapi tidak terjatuh.

"Bagus sekali, Bellaku sayang," kata Harry, dan tergelak tipis. "Dan aku akan memintamu untuk membawa ular itu."

Lagi, si perempuan tak mengatakan apa pun, tak meminta penjelasan apa pun, tidak bertanya kenapa Harry atau si pelempar Patronus yang sepertinya-tak-terlihat tak bisa melakukannya. Dia hanya tertegun ke tempat si ular panjang terbaring, menunduk perlahan, mengambilnya, melemparkannya ke atas bahunya.

(Suatu bagian kecil dari Harry mengamati bahwa adalah sangat menenangkan untuk memiliki seorang pengikut yang begitu saja akan mengikuti perintah dengan tanpa pertanyaan, dan bahkan sejauh sampai berpikir bahwa dia bisa benar-benar terbiasa memiliki seorang pengikut seperti Bellatrix, sebelum bagian-pikirannya itu diteriaki ke dalam kesunyian oleh sisanya yang teramat tersinggung.)

"Ikuti aku," si bocah memerintahkan pengikutnya, dan mulai berjalan.


Mulai menjadi ramai di ruang kerja itu, nyaris terlalu ramai untuk bernapas, walau memang masih ada ruang di sekeliling Amelia sendiri; jika kebutuhan bernapas artinya kamu harus mengerubungi Pimpinan Bones, adalah lebih baik untuk tak bernapas.

Amelia melihat ke tempat Ora sedang mengutak-atik kaca Auror McCusker. "Spesialis Weinbach," dia membentak, menyebabkan si penyihir muda memulai. "Ada respon dari kaca si Satu-Tangan?"

"Tidak ada," kata Ora dengan gugup, "ini … maksudku ini haruslah dirusak, bukan mati, dirusak dengan hati-hati karena tidak mengaktifkan tanda-bahayanya, tapi hubungannya sebegitu kosong hingga kacanya bisa disebut rusak … ."

Amelia tidak membiarkan ekspresinya berubah, walau sebagian dari dirinya yang sudah berkabung atas Satu-Tangan menjadi sedikit lebih sedih dan jauh lebih marah. Tujuh bulan, dia hanya tinggal tujuh bulan lagi sampai pensiunnya setelah satu abad penuh pengabdian. Amelia mengingatnya sebagai seorang Auror muda, sebegitu jauh di masa lalu, dan di sepanjang karirnya dia mengabdi pada DPHM dengan kesetiaan sempurna, paling tidak ketika sampai pada sesuatu yang benar-benar penting … .

Seseorang akan terbakar karena ini.

Dementor masih melayang di luar jendela, melemparkan bayangan kengerian tak bergunanya di atas operasi mereka; semua yang makhluk itu bisa lakukan adalah menggumamkan ketidaktahuan mereka atau tak mampu menjawab sama sekali, ketika ditanyai pertanyaan seperti 'Apakah Bellatrix Black melarikan diri?' dan 'Kenapa kalian tak bisa menemukannya?' dan 'Bagaimana dia disembunyikan?' Amelia mulai cemas kalau para kriminal sudah pergi, ketika—

"Kami menemukan sebuah lubang di atap di atas spiral C!" seseorang berteriak dari lorong pintu. "Masih terbuka, pengelak penghalangnya masih aktif!"

Bibir Amelia terkupas dalam sebuah senyuman seperti seekor serigala yang membuka rahangnya untuk memangsa.

Bellatrix Black masih di Azkaban.

Dan di dalam Azkaban, Bellatrix Black akan tetap tinggal selamanya.

Dia mengambil langkah menuju ke jendela, mengabaikan Dementor sekarang, dan melihat naik pada langit di atas, untuk memeriksa dengan matanya sendiri para sapu terbang yang berpatroli. Dia tak bisa melihat seluruh langit dari sini, tapi dia melihat sepuluh sapu lewat dalam sebuah pola patroli dan itu harusnya sudah cukup untuk menangkap siapapun, walau dia benar-benar bermaksud untuk menempatkan tiap sapu yang bisa dia tempatkan ke udara. Para Aurornya dilengkapi dengan sapu balap tercepat yang saat ini ada di pasar, Nimbus 2000; tak ada pengejaran gagal untuk orang-orangnya.

Amelia berbalik dari jendela, dan mengerutkan dahi. Ruangan sudah menjadi makin luar biasa ramai, dan dua pertiga dari orang-orang ini tidak perlu ada di sini, mereka hanya ingin berada dekat dengan pusat aksinya. Jika ada satu hal yang Amelia tak bisa toleransi, hal itu adalah orang-orang yang melakukan apa yang mereka inginkan bukan apa yang diperlukan.

"Baiklah, kalian semua!" Amelia berseru pada mereka. "Berhenti berkeliaran di sekitar sini dan mulai mengamankan tingkat atas dari tiap spiral! Benar," katanya pada pandangan-pandangan terkejut itu, "ketiga-tiganya! Mereka bisa menyusup melewati lantai atau atap untuk berpindah tempat di antara mereka, misalnya kalian belum memahami hal itu! Kita akan turun tingkat demi tingkat sampai kita menangkap mereka! Aku akan mengambil spiral C, Scrimgeour, kau di B … ." Dia mengambil jeda, kemudian, mengingat bahwa Mad-Eye sudah pensiun tahun lalu, siapa yang bisa dia … . "Shacklebolt, kau di spiral A, ambil para petarung terkuat lain! Periksa tiap kelompok sel yang kalian lewati, lihat di bawah selimut, lakukan kelompok Mantra pendeteksi lengkap di tiap koridor! Tak ada yang meninggalkan Azkaban sampai para kriminal ini ditangkap, tak satu pun! Dan … ." Orang-orang melihat ke arah Amelia dengan terkejut saat suaranya memanjang.

Para kriminal sudah menciptakan suatu cara untuk mencegah para Dementor dari menemukan Bellatrix Black.

Itu harusnya mustahil.

Itu menggiggilkan darahnya, merenungkan itu. Itu seperti … .

Amelia mengambil satu napas dalam, dan berbicara sekali lagi, dalam suatu suara perintah besi. "Dan ketika kalian menangkap mereka, benar-benar pastikan kalau mereka adalah para kriminal yang sebenarnya dan bukan orang-orang kita sendiri yang dipaksa meminum Polyjuice. Siapapun yang bertingkah aneh, periksa mereka terhadap Kutukan Imperius. Pastikan masing-masing ada dalam pandangan setiap waktu. Jangan asumsikan suatu seragam Auror itu bersahabat jika kalian tidak mengenali wajahnya." Dia berbalik pada para spesialis komunikasi. "Beri tahu para sapu terbang. Jika salah satu dari para sapu memisahkan diri tanpa alasan, setengah dari mereka harus memburunya selagi sisanya tetap berpatroli. Dan ganti harmonik-harmonik pada semua yang bisa diganti, mereka mungkin sudah mencuri kunci-kunci kita." Kemudian kembali pada yang lain dalam ruang itu. "Tak ada Auror yang di atas kecurigaan kecuali mereka tidak memiliki keluarga lagi untuk diancam."

Dia melihatnya, pandangan dingin yang datang ke atas wajah-wajah lebih tua, melihat beberapa dari para Auror yang lebih muda tersentak, dan mengetahui kalau mereka sudah paham.

Tapi dia mengatakannya dengan lantang, hanya untuk meyakinkan.

"Kita memerangi Perang Dunia Sihir yang lampau hari ini, semuanya. Hanya karena Kau-Tahu-Siapa sudah mati tidak berarti bahwa para Pelahap Maut sudah melupakan trik-triknya. Sekarang pergi!"


Harry berjalan dalam kesunyian melewati koridor-koridor kelabu diterangi lampu minyak, tak terlihat di samping Bellatrix dan bentuk perak itu mengikuti mereka, mencoba untuk memikirkan suatu rencana yang lebih baik.

Awalnya, ketika dia sadar bahwa para Auror mungkin memang sudah tahu, dan bahwa lebih lagi, Profesor Quirrell tidak siuman … .

Pikirannya tadi membeku di atas sana, untuk sedetik.

Dan kemudian tetap membeku, bahkan saat dia membuat dirinya sendiri dan Bellatrix bergerak turun, untuk mengulur waktu sebanyak mungkin; para Auror, pikir Harry, akan mulai dari atas dan bergerak turun tingkat demi tingkat. Para Auror sanggup bergerak perlahan dan terlindungi; mereka tahu mangsa mereka tak memiliki jalan keluar.

Harry tidak mampu memikirkan jalan keluar apa pun.

Sampai Harry berkata pada dirinya sendiri, yah, jika ini hanyalah sekadar permainan perang, apa yang akan dilakukan Jenderal Chaos?

Yang dari mana sebuah jawaban mengikuti seketika itu juga.

Dan kemudian Harry berpikir, tapi jika itu semudah itu, kenapa belum ada seorang pun yang melarikan diri dari Azkaban sebelumnya?

Dan setelah dia menyadari masalah yang mungkin terjadi: Baiklah, apa yang akan Jenderal Chaos lakukan tentang itu?

Yang mana Jenderal Chaos datang dengan suatu amandemen pada rencana pertamanya.

Itu adalah … .

Itu adalah hal gila paling Gryffindor yang pernah Harry … .

Jadi sekarang dia mencoba untuk memikirkan suatu rencana yang lebih baik, dan tidak mendapat banyak keberuntungan.

Rewel rewel rewel, kata Gryffindor. Siapa yang mengeluh tentang tak memiliki satu pun rencana semenit tadi? Kamu harusnya lega kami bahkan bisa memikirkannya, Tuan Sekarang-Kita-Binasa.

"My Lord," bisik Bellatrix terbata-bata, saat dia menyusuri anak tangga menurun selanjutnya, "apakah aku akan kembali ke selku, my Lord?"

Otak Harry sedang teralihkan, jadi memerlukannya selama itu untuk memproses kata-kata tadi, dan kemudian beberapa saat lain untuk memproses kengeriannya, selagi Bellatrix melanjutkan bicara.

"Aku akan … tolong, my Lord, aku akan lebih memilih mati," suaranya berkata. Dan kemudian, dalam suatu suara lebih kecil, suatu bisikan yang nyaris ada, "tapi aku akan kembali jika kamu memintanya atasku, my Lord … ."

"Kita tidak kembali ke selmu," desis suara Harry, secara otomatis. Tak satu pun yang dia rasakan boleh mencapai wajahnya.

Um … kata Hufflepuff. Apakah kau benar-benar baru saja berpikir, 'Kau harusnya mengabdi padaku, aku akan menghargaimu?'

Sebongkah batu akan merespon pada kesetiaan macam itu, pikir Harry. Bahkan jika aku hanya memperolehnya karena kesalahan, aku tak bisa tidak

Dia adalah pembunuh dan penyiksa loyal sang Pangeran Kegelapan, dan yang seharusnya menjadi alasan dari loyalnya dia adalah karena seorang gadis tak bersalah dihancurkan berkeping-keping dan dipakai sebagai material mentah untuk membuatnya, kata Hufflepuff. Apa kau lupa?

Jika seseorang menunjukkanku kesetiaan sebanyak itu, bahkan biarpun karena kesalahan, ada sebagian dari diriku yang tak bisa tidak merasakan sesuatu. Sang Pangeran Kegelapan pastilah … jahat sepertinya bukan suatu kata yang cukup kuat, dia pastilah kosong … untuk tidak menghargai kesetiaannya, buatan atau tidak.

Bagian-bagian lebih baik dari Harry tidak memiliki banyak hal untuk dikatakan pada itu.

Dan itulah ketika Harry mendengarnya.

Itu samar-samar, dan bertambah keras dengan tiap langkah maju yang mereka ambil.

Suara seorang wanita, jauh, tak terpahami.

Telinganya, secara otomatis, mati-matian berusaha memahami kata-katanya.

"… tolong jangan …"

"… tak bermaksud …"

"… jangan mati …"

Kemudian otaknya tahu siapa yang sedang dia dengarkan, dan hampir dalam saat yang sama, memahami apa yang sedang dia dengarkan.

Karena Profesor Quirrell sudah tidak ada di sana untuk menjaga kesunyian, dan Azkaban memang tidak, pada dasarnya, sunyi.

Suara samar si wanita, mengulang:

"Tidak, aku tak sengaja, tolong jangan mati!"

"Tidak, aku tak sengaja, tolong jangan mati!"

Itu bertambah lantang dengan tiap langkah yang Harry ambil, dia bisa mendengar emosi dalam kata-katanya sekarang, kengeriannya, penyesalannya, keputusasaan dari …

"Tidak, aku tak sengaja, tolong jangan mati!"

… ingatan terburuk si wanita, terjadi berulang kali dan mengulang lagi ...

"Tidak, aku tak sengaja, tolong jangan mati!"

… pembunuhan yang mengirimnya ke Azkaban ...

"Tidak, aku tak sengaja, tolong jangan mati!"

… di mana dia dihukum oleh para Dementor untuk melihat siapapun yang dia bunuh, mati dan mati dan mati dalam pengulangan tak terhingga. Walau dia pasti baru saja dimasukkan ke dalam Azkaban, dari jumlah kehidupan yang tersisa di dalam suaranya.

Pikiran itu datang kepada Harry, kemudian, bahwa Profesor Quirrell sudah melewati pintu-pintu tadi, mendengar suara-suara tadi, dan tak memberikan sedikit pun tanda kalau dia terganggu atasnya; dan Harry sudah akan menyebutnya sebagai suatu bukti positif dari sifat jahat, jika bibir Harry sendiri tidak tetap diam di hadapan Bellatrix, pernapasannya biasa, selagi sesuatu di dalamnya menjerit dan menjerit dan menjerit.

Patronusnya bertambah cerah, bukan hilang kendali, tapi dia bertambah terang dengan tiap langkah maju yang Harry ambil.

Dia jauh bertambah terang saat Harry dan Bellatrix menuruni tangga, Bellatrix tersandung dan Harry mengulurkan tangan kirinya terjulur keluar dari Jubah, memberanikan diri atas rasa kebinasaan karena berada sedekat itu dengan ular yang ada di sekeliling lehernya. Ada suatu pandangan terkejut pada wajahnya, tapi dia menerimanya, dan tak mengatakan apa pun.

Itu membantu Harry, untuk mampu menolong Bellatrix, tapi itu tidak cukup.

Tidak ketika dia melihat pintu metal besar di tengah koridor tingkat itu.

Tidak ketika mereka mendekat, dan suara si wanita menjadi sunyi, karena ada suatu Patronus di dekatnya saat ini, dan dia tidak mengulangi ingatan terburuknya lagi.

Bagus, kata sebuah suara di dalamnya. Itu adalah langkah satu.

Langkah Harry membawanya tak bisa dihindari maju menuju ke pintu metal itu.

Dan …

Sekarang buka pintunya

… Harry terus berjalan ...

Apa yang kau pikir sedang kau lakukan? Kembali dan keluarkan dia dari sana!

… terus berjalan ...

Selamatkan dia! Apa yang kau lakukan? Dia kesakitan KAU HARUS MENYELAMATKANNYA!

Portkey yang Harry bawa bisa memindahkan dua manusia, hanya dua, plus atau minus seekor ular. Jika mereka memiliki portkey Profesor Quirrell juga … tapi mereka tidak, bentuk manusia Profesor Quirrell yang membawa itu, tak ada jalan untuk mengambilnya … . Harry hanya bisa menyelamatkan satu orang hari ini, dan hanya ada satu orang di tingkat terbawah Azkaban, yang paling memerlukan … .

"JANGAN PERGI!" Suara itu tiba dalam suatu jeritan dari belakang pintu metal. "Tidak, tidak, tidak, jangan pergi, jangan mengambilnya, jangan jangan jangan—"

Ada sebuah cahaya dalam koridor dan itu bertambah terang.

"Tolong," isak suara si wanita itu, "tolong, aku tak bisa mengingat nama anakku lagi—"

"Duduk, Bella," kata suara Harry, entah bagaimana dia menjaga suaranya dalam suatu bisikan dingin, "aku harus mengurus ini," Mantra Penerbangnya berkurang dan menghilang bahkan saat Bella dengan patuh duduk, bentuk kurus kering gelapnya berhadapan dengan udara yang makin terang.

Aku akan mati, pikir Harry.

Udaranya terus bertambah terang.

Bagaimanapun juga, bukanlah sesuatu yang pasti kalau Harry akan mati.

Itu hanyalah suatu kemungkinan kematian, dan bukanlah suatu hal yang layak mendapatkan kemungkinan kematian?

Udaranya terus bertambah terang, besar yang makin besar mulai terbentuk di sekelillingnya, bentuk manusia cemerlang makin tak terbedakan di dalam udara yang terbakar, saat nyawa Harry pergi untuk mengobarkan apinya.

Jika aku menghapus para Dementor, bahkan biarpun aku hidup, mereka akan tahu kalau itu adalah aku, bahwa akulah yang melakukan ini … aku akan kehilangan dukunganku, kalah perang … .

Yeah? kata suara batin yang mendorongnya melanjutkan. Setelah kamu menghancurkan seluruh Dementor dalam Azkaban? Aku pikir itu cenderung membuktikan identitasmu sebaagai Pangeran Cahaya, sebenarnya, jadi SELAMATKAN DIA SELAMATKAN DIA KAU HARUS MENYELAMATKAN DIA

Bentuk humanoid tak lagi bisa dilihat sebagai entitas yang berbeda.

Koridornya tak lagi bisa dilihat.

Tubuh Harry sendiri tak terlihat di bawah Jubah.

hanya ada sudut pandang tanpa raga di dalam keluasan tak terhingga cahaya perak.

Harry bisa merasakan nyawanya meninggalkannya, mengobarkan mantra itu; jauh, dia bisa merasakan bayangan-bayangan Kematian mulai ramai.

Aku ditakdirkan mencapai lebih dengan nyawaku daripada ini … aku akan memerangi sang Pangeran Kegelapan, aku akan menyatukan dunia sihir dan dunia Muggle … .

Tujuan tinggi terasa sangat jauh, sangat abstrak, dibandingkan seorang wanita yang memohon padanya, memang tidak pasti kalau Harry akan pernah melakukan apa pun yang lebih penting dibandingkan satu hal ini, satu hal ini yang dia bisa lakukan sekarang dan di sini.

Dan dengan apa yang bisa jadi adalah napas terakhirnya, Harry berpikir:

Ada Dementor lain, mungkin Azkaban lain … jika aku akan melakukan ini, aku harus melakukannya ketika aku lebih dekat ke lubang pusatnya, itu akan mengambil lebih sedikit dari nyawaku dengan cara itu, yang akan meningkatkan kemungkinan bahwa aku akan selamat untuk menghancurkan para Dementor lain … bahkan mengasumsikan kalau ini adalah hal optimal untuk dilakukan, jika ada waktu dan tempat yang tepat untuk melakukan ini, itu bukan sekarang dan di tempat ini, BUKAN SEKARANG DAN DI SINI!

Apa? kata bagian lain dari dirinya dengan marah, saat bagian itu mencari argumen balasan yang tidak ada—

Perlahan cahayanya meredup, saat Harry berkonsentrasi pada fakta tak terbantahkan itu, satu kebenaran yang kentara bahwa mereka bukan di tempat yang optimal, waktunya tidak bisa saat ini … .

Perlahan cahayanya meredup.

Sebagian dari nyawa Harry mengalir kembali kepada dirinya.

Sebagian hilang sebagai radiasi.

Tapi Harry memiliki cukup sisa untuk tetap berdiri, dan menjaga bentuk manusia peraknya tetap terang; dan ketika tangan tongkat sihirnya terangkat dan suaranya berbisik "Wingardium Leviosa", sihirnya mengalir dengan patuh keluar darinya dan membantu Bellatrix berdiri. (Karena bukanlah sihirnya yang sudah dia habiskan, karena memang bukan sihirnya yang menjadi bahan bakar Mantra Patronus itu.)

Aku bersumpah, pikir Harry, bernapas sebiasa yang bisa dia lakukan di hadapan Bellatrix, selagi air mata mengalir menuruni pipi tak terlihatnya, aku bersumpah atas nyawaku dan sihirku dan kemampuanku sebagai seorang rasionalis, aku bersumpah atas segala yang kuanggap sakral dan seluruh ingatan bahagiaku, aku berikan sumpahku bahwa suatu hari aku akan mengakhiri tempat ini, tolong, tolong biarkan aku dimaafkan … .

Dan mereka berdua terus berjalan, saat suara seorang pembunuh menjerit dan memohon seseorang untuk kembali dan menyelamatkannya.

Harusnya ada lebih banyak waktu, harusnya ada suatu upacara, karena Harry mengorbankan bagian itu dari dirinya, tapi Bellatrix ada di sampingnya dan dengan demikian Harry harus terus berjalan tanpa jeda, tak mengatakan apa pun, bernapas dengan seimbang.

Jadi Harry terus berjalan, meninggalkan sebagian dari dirinya di belakang. Itu akan tinggal di tempat dan waktu ini selamanya, dia tahu. Bahkan setelah Harry kembali suatu hari dengan sekelompok pelempar Patronus Sejati lain dan mereka menghancurkan seluruh Dementor di sini. Bahkan jika dia melelehkan bangunan segitiga itu dan membakar pulaunya cukup rendah hingga laut akan membasuhnya, meninggalkan tak sedikit pun jejak kalau pernah ada suatu tempat macam ini. Bahkan di saat itu dia tak akan mendapatkannya kembali.


Gerombolan makhluk-makhluk bercahaya berhenti menatap ke bawah, dan mulai berpatroli di koridor metal seolah tak ada yang terjadi.

"Sama seperti sebelumnya?" Pimpinan Bones membentak ke arah Auror Li, dan si Auror muda menjawab, "Ya, ma'am."

Sang Pimpinan menembakkan pertanyaan lain untuk melihat apakah para Dementor sekarang bisa menemukan target mereka, dan terlihat tak terkejut mendengarkan jawaban negatif beberapa detik kemudian.

Emmeline Vance merasa tercabik di antara kesetiaan-kesetiaannya.

Emmeline sudah bukan anggota Orde Phoenix lagi, mereka sudah dibubarkan setelah selesai perang terakhir. Dan selama perang, dia sudah tahu, mereka semua sudah tahu, bahwa Pimpinan Crouch diam-diam menyetujui pertempuran di-luar-aturan mereka.

Pimpinan Bones bukanlah Crouch.

Tapi mereka sedang memburu Bellatrix Black sekarang, yang pernah menjadi seorang Pelahap Maut, dan yang jelas sedang diselamatkan oleh para Pelahap Maut. Patronus-Patronus mereka bertingkah aneh—seluruh makhluk terang berhenti dan memandang ke bawah, sebelum mereka kembali mengikuti tuan mereka. Dan para Dementor tak bisa menemukan target mereka.

Terlihat baginya bahwa ini akan jadi suatu waktu yang teramat baik untuk berkonsultasi dengan Albus Dumbledore.

Haruskah dia sekadar menyarankan pada Pimpinan Bones supaya mereka menghubungi Dumbledore? Tapi jika Pimpinan Bones masih belum menghubunginya … .

Emmeline goyah untuk sesaat, mungkin terlalu lama, dan kemudian akhirnya memutuskan. Persetan dengan ini, pikirnya. Kita semua ada di sisi yang sama, kita perlu bersatu tak peduli Pimpinan Bones menyukainya atau tidak.

Dengan satu pikiran, burung pipit peraknya melayang ke bahunya.

"Turun ke belakang kami untuk menjaga sisi belakang kita," Emmeline bergumam dengan lembut, nyaris tanpa menggerakkan bibirnya, "tunggu sampai tak seorang pun melihat tepat ke arahmu, kemudian pergi kepada Albus Dumbledore. Jika dia masih belum sendirian, tunggu sampai dia sendiri. Dan katakan padanya: Bellatrix Black meloloskan diri dari Azkaban, dan para Dementor tak bisa menemukannya."