Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
Inspiride by : OreImo
Summary : Event besar sudah didepan mata, Jounin Exam pertama di Era Uzumaki Naruto akan dimulai. Seiring itu, bau masalah dan kejahatan tercium makin jelas. Bahaya besar bisa saja mengancam kedamaian dunia shinobi. Rivalitas Uzumaki-Uchiha sekali lagi menjadi pengakhir. Bagaimanakah Bolt dan yang lainnya menghadapi semua ini? Simak saja ceritanya. . .
Genre : Romance, Sci-fi, Adventure, Drama, & Family
Rate : T
Setting : Canon, Dunia Shinobi Modern, Konoha Metropolitan
Warning : Teen Naruto New Generation, Typo, OOC, Gaje, Menistakan banyak chara dll.
Jum'at, 10 Juni 2016
Happy reading . . . . .
My Cute Sister? Season II
By Si Hitam
Chapter 44. Confession.
Kembali ke kantor hokage. Tiga pria Petinggi Konoha masih belum melakukan tindakan. Hal ini dikarenakan sang Hokage sedang kalap, amarahnya memuncak gara-gara informasi baru yang diperoleh Shiho, bahkan dia hampir saja mengamuk dan merobohkan dinding ruangan kantor hokage.
Bayangkan saja, tidak ada yang bisa membuat seorang Nanadaime Hokage lebih marah selain ketika dia mendengar ancaman besar terhadap kedamaian dunia shinobi yang susah payah ia raih dengan banyak sekali pengorbanan nyawa para ninja terdahulu bahkan teman-temannya. Lalu tentang Gauntlet Ninja Generasi II versi Final yang ternyata adalah alat peledak yang bisa membunuh ninja yang memakainya kapanpun waktunya tanpa bisa dicegah, dan buruknya puluhan ribu ninja dari berbagai desa ninja tersembunyi memakai peralatan ninja ilmiah itu. Di tambah lagi, satu satelit yang dilengkapi senjata pemusnah meriam chakra akan segera diorbitkan ke angkasa dan diarahkan ke bumi, senjata yang mampu melenyapkan satu pulau besar atau satu kota metropolitan tanpa mata sempat berkedip.
Shikamaru dan Sasuke berusaha menenangkan Naruto agar tidak bertindak gegabah.
"Naruto. Kita harus rencanakan tindakan kita. Kau tidak bisa bertindak sembrono, kau ini hokage, jadi bertindaklah layaknya hokage yang sebenarnya." kata Shikamaru menasehati Naruto agar tidak ceroboh.
"Hn. Aku sependapat dengan Shikamaru, Dobe" sambung Sasuke.
"Iyaa,, maafkan aku." Naruto duduk di kursinya. Duduk adalah salah satu cara yang cukup efektif untuk meredakan amarah dibanding berdiri.
Hening sejenak tidak ada yang berbicara. Shiho tidak bisa berbuat apa-apa. Dia bukan siapa-siapa diruangan ini, bukan ninja apalagi pejabat pemerintah. Dia hanyalah pensiunan asisten hokage dari era Rokudaime dan pernah bekerja di Divisi Interogasi Badan Intelijen Konoha sebagai ahli kriptografi atau pemeceh kode dan sandi saat masih remaja dulu. Sasuke dan Shikamaru pun menunggu, membiarkan Naruto meredakan emosinya sendiri.
Naruto memejamkan mata, beberapa saat kemudian ketika matanya terbuka, tampak emosinya kembali naik, namun kali ini dia berhasil mengendalikan dirinya.
"Ada berita baru lagi." ucap Naruto tiba-tiba.
"Hah?" Shikamaru menyerngit bingung.
"Yin Kurama yang berada di tubuh Hima-chan baru saja mengirim berita lewat telepati pada Yang Kurama di tubuhku."
"Apa katanya?" tanya Sasuke
"Saat ini Himawari, Bolt, Sarada, Mirai, Amaru, dan Ryuzetsu sedang berada di fasilitas peluncuran roket di sebelah selatan lokasi survival tes. Yin Kurama baru saja berhasil mengirim pesan telepati dari sana padahal mereka sudah berjam-jam difasilitas itu, mungkin itu disebabkan karena disana ada jammer perusak gelombang chakra yang membuat saluran telekomunikasi Yin dan Yang Kurama terputus. Sekarang jammer-jammer disana itu, benda yang juga mengganggu rinneganmu, mungkin sudah hancur, Sasuke. Ditambah lagi disana masih terjadi pertarungan sengit."
"Apa? Sarada disana? Bagaimana bisa?" Sasuke terkejut.
"Aku tidak tahu, tapi sepertinya mereka telah bertarung cukup lama disana. Aku juga tidak habis pikir, Bolt yang tidak ikut jounin Exam pun bisa ada disana. Sepertinya Bolt juga sudah tahu banyak tentang masalah yang dibuat perusahaan Soui Inc. Entah bagaimana caranya dia bisa tahu."
"Hn. Kita juga harus bertindak Naruto."
"Ya. Aku tahu. Yin Kurama juga memberitahukan kalau Shikadai sudah berhasil membatalkan perintah peluncuran roket di fasilitas sebelah utara lokasi survival test. Dia dan Bolt berpisah setelah masuk secara illegal ke lokasi survival test menuju fasilitas berbeda, dan mereka berdua saling terhubung dengan saluran komunikasi mereka. Satu fasilitas sudah diatasi, sisa dua."
"Haaaaah,,,,,,, mendokusei. Anak pemalas itu ternyata juga ikut terlibat." Shikamaru pun dibuat bingung, bisa-bisanya putranya yang pemalas itu ikut-ikutan masalah ini. Kalau sampai istrinya, si Temari yang sifat pemarahnya tak ketulungan tahu hal ini, habislah sudah. "Baiklah, kita juga harus segera bertindak. Tidak mungkin kita menyerahkan semua urusan ini pada anak-anak kita. Mau ditaruh dimana muka kita didepan orang banyak kalau kita tidak becus mengatasi masalah besar ini." ungkap Shikamaru. Dia cari-cari alasan, padahal sebenarnya dia bilang begitu karena takut pada Temari.
"Hn,,, aku setuju, Shikamaru." Sasuke tentu saja tidak bisa tinggal diam. Sasuke adalah Uchiha, klan yang punya harga diri setinggi langit, dia tidak akan membiarkan dirinya didahului oleh anak-anak.
"Baiklah. Berdasarkan semua bukti yang ada dan bukti-bukti yang telah dikumpulkan Shiho-san, secara resmi aku menyatakan bahwa Souichirou-san telah melakukan tindakan pidana yang mengancam keselamatan orang banyak dan bersalah serta harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Rencananya harus segera dihentikan, dan terhitung sejak saat ini, ijin bertarung dikeluarkan."
Maklumat dari Hokage sudah disahkan….
Aaaahh~~~, tapi memangnya siapa yang akan bertarung, kan sudah mereka sepakati kalau masalah ini hanya akan diselesaikan oleh mereka bertiga tanpa melibatkan pasukan Ninja dan ANBU? Tidak boleh sampai keluar dan diketahui publik. Naruto masih saja konyol mengeluarkan perintah, tapi...
"Sasuke, kau dan aku yang berangkat! Shikamaru, kau tetap disini! Gantikan aku selama aku pergi!, dan Shiho-san, kau tetap lakukan tugasmu membobol semua data dari perusahaan Soui Inc. Aku ingin semua bukti yang memberatkan tuduhan pada Souichirou-san sudah ada saat aku kembali nanti, supaya dia bisa dihukum seberat-beratnya, PAHAM!"
"Ha'i, Hokage-sama" ketiga orang yang ada disana, menerima perintah langsung dari hokage tanpa protes. Kali ini Naruto benar-benar tegas dan bersikap layaknya seorang pemimpin yang sesungguhnya.
"Sasuke, aktifkan rinneganmu! Lakukan jutsu teleportasi rinnegan untuk berpindah sedekat mungkin dengan fasilitas peluncuran yang ada disebelah barat Konoha. Fasilitas disebelah selatan lokasi survival test untuk sementara kita percayakan dahulu pada anak-anak kita. Aku sudah menyuruh Yang Kurama mengirim pesan telepati pada Yin Kurama dan memberitahukan pada anak-anak kita agar mereka menunggu kita menyusul kesana dan tidak bertindak gegabah."
"Hn."
Sasuke pun melaksanakan perintah dari hokage, mengaktifkan rinnegannya, lalu membuat pusaran kamui membawa ia dan Naruto pergi ke tempat fasiltas peluncuran roket yang Naruto perintahkan.
.
Hanya perlu waktu tidak lebih dari sepuluh detik, Naruto dan Sasuke sudah sampai ditempat yang dituju. Kini mereka berdua berdiri didahan pohon yang paling tinggi dibanding pohon-pohon yang ada disekitarnya.
Naruto menatap kesekeliling, tidak ada bangunan apapun, yang ada hanya hutan belantara yang menutupi pegunungan. Mungkin seperti kata Sasuke, fasilitas itu tersembunyi dibawah tanah. "Dimana fasilitasnya, Teme?"
"Gunung itu…!" Sasuke menunjuk sebuah gunung. "Fasilitasnya ada dibawah gunung itu, aku tidak bisa lebih dekat dari ini karena area disekitar sini penuh dengan jammer pengacau gelombang charka. Kita harus berjalan sendiri untuk sampai kesana."
"Hmmm..." Naruto lalu duduk didahan pohon dan mengambil posisi bertapa. Tidak perlu waktu lama untuknya mengumpulkan senjutsu dan memasuki Sennin Mode. Naruto membuka kelopak matanya yang berwarna jingga. Setelahnya dia memfokuskan pada mode sensor untuk melacak keberadaan manusia. Hasilnya, "Tidak ada satupun manusia yang ada difasilitas itu. Aku dapat memastikannya dari sini."
"Souichiro-san memang tidak menggunakan manusia sebagai pekerjanya. Dia menggunakan robot yang dikendalikan dari jauh untuk membangun dan menjalankan semua kegiatannya."
"Kheh. Begitu malah lebih baik."
"Hn?" Sasuke mendengus bingung karena kekehan dari Naruto.
Wusshhh...
Naruto mengaktifkan mode bertarung yang lebih tinggi. Senjutsu Bijuu mode, penggabungan dari mode bijuu dan sennin mode.
"Aku akan menghancurkan semuanya dengan ini."
Naruto mengarahkan kedua telapak tangannya ke gunung yang ditunjuk oleh Sasuke. Didepan telapak tangan itu, tercipta bola hitam berukuran cukup besar, lalu disisinya terbentuk sebuah cincin seperti shuriken yang berputar dengan sangat cepat sehingga menimbulkan bunyi dengung yang sangat keras.
Bijuudama Rasenshuriken
Syuutttt...
Bola penghancur itu melesat menuju gunung yang ditunjuk Sasuke, dan,,,,,,,
KABOOOOMMMMMM. . . . . . .
Hasil ledakan dari jutsu yang dilempar Naruto, membuat gunung yang awalnya tinggi menjulang tidak bersisa sedikitpun, bahkan kawah raksasa yang lebarnya 5 kilometer sedalam 1 kilometer terbentuk akibat ledakan itu. Kawah raksasa yang bahkan lebih parah daripada akibat jatuhnya sebuah meteor besar.
"Astaga, kau terlalu berlebihan Dobe. Kau akan membuat orang-orang di Konoha panik karena jarak tempat ini dan Konoha tidak terlalu jauh."
Naruto tidak mempedulikan ocehan Sasuke, "Dua fasilitas sudah hancur. Sisa satu lagi. Ayo Teme, kita susul Hima-chan dan yang lainnya!"
"Hn", ini dapat diartikan dengusan terserah karena bagaimanapun saat ini dia tidak lebih dari bawahan Hokage yang harus penurut.
Sasukeeee, sasuke. Apa tidak ada kata lain selain mendengus?
.
.
.
Dari balik lubang didinding baja tebal yang dibuat dengan tembakan railgun, terlihat Himawari sedang berhadapan dengan satu robot terminator berukuran besar. Tampaknya gadis itu sedang kelelahan. Dia sudah bertarung berjam-jam dengan ratusan robot, jadi wajar kalau dia kelelahan biarpun staminanya banyak.
Himawari menatap balik lewat lubang, dia terkejut, "A-aniki...?"
"Hima-chaaan…!" Amaru berteriak nyaring.
"Kami semua kesini datang untuk menyelamatkanmu, Hima-chan" kata Mirai sambil melambai-lambaikan tangannya.
Ryuzetsu mengangguk pelan sedangkan Sarada menampilkan senyum terbaik yang ia punya dibalik wajah datarnya.
"Dimanapun kau berada, aku pasti akan menemukanmu, Hima. Karena aku adalah kakakmu."
Himawari tersenyum tipis. Akhirnya sosok kakak yang selalu membantunya, menolongnya kapanpun dan dimanapun, telah datang ke sisinya.
Tap tap tap...
Setelah melewati lubang di dinding baja, mereka semua berkumpul.
"Hoossshh, Hima!." Bolt tampak terengah-engah, nafasnya memburu. Mungkin karena lelah, ditambah lagi dia cukup khawatir melihat keadaan adiknya yang tampak kurang baik.
Himawari manatap wajah kakaknya yang berhias whisker kumis kucing sama seperti di wajahnya. Byakugannya masih aktif, jadi walaupun dia tak menoleh, namun tetap bisa melihat robot terminator yang tadi dia lawan menerjang cepat kearahnya dari samping. Tanpa memalingkan wajah, Himawari melesakkan pukulan telapak tangan jarak menengah pada terminator yang menyerangnya.
Senpou: Hakke Kuusho
Splasssshhh...
Blaaarrrr...
Terminator itupun remuk setelah menghantam dinding baja. Pukulan tenaga dalam taijutsu Hyuga yang ditopang senjutsu menjadi sangat kuat, melebihi elit-elit Klan Hyuga sekalipun. Namun setelah pukulan itu, tanda orange dikelopak mata Himawari memudar, artinya senjutsu sennin modenya sudah habis.
"Hima, kau baik-baik saja kan?" Bolt bertanya dengan ekspresi khawatir.
"Yah, seperti yang kau lihat sekarang, Aniki." Himawari menjawabnya dengan nada santai, seolah masalah yang dia hadapi bukanlah masalah berat, padahal staminanya banyak terkuras karena menghadapi ratusan robot terminator.
"Huuuh, Yokatta."
Hubungan Bolt dan Himawai saat ini sudah jauh lebih baik, kembali seperti saat mereka masih anak-anak. Beberapa tahun belakangan memang tampak tak akur, selalu bertengkar, Himawari bahkan selalu cuek bahkan menatap jijik pada Bolt. Namun semua itu berakhir setelah kejadian di reruntuhan Kota Rouran yang terletak ditengah padang gurun pasir.
Kala itu, konflik perasaan yang melibatkan Mirai berakhir dengan bahagia ketika kakak beradik ini mengungkapkan perasaan terdalam dari hati mereka masing-masing.
Bolt selalu membantu Himawari, apapun masalah yang terjadi, sejauh apapun jarak yang memisahkan, kapanpun waktunya, dan bagaimanapun hubungan diantara mereka. Bolt selalu ada untuk adiknya, tak terhitung berapa kali ia melakukannya. Menghibur Himawari saat sedih, membuatnya tertawa, bahkan rela dimarahi dan dibentak tanpa pernah membalas. Bolt selalu menegur Himawari saat adiknya itu melakukan hal bodoh atau berbuat kesalahan, bahkan merasa cemburu saat adiknya didekati seorang laki-laki. Itulah semua hal yang selalu Bolt lakukan untuk adiknya walau saat itu Himawari selalu cuek dan menatap jijik padanya. Bolt melakukannya karena dia sangat menyayangi Himawari.
Himawari memang adik yang kejam pada kakaknya, namun ia melakukan semua itu bukan tanpa alasan. Pada akhirnya, dia mengakui kalau dia ingin menjadi orang yang paling disayangi oleh Bolt, orang paling berharga bagi kakaknya, ingin menjadi yang paling diperhatikan, dan tidak ingin kakaknya terlalu perhatian pada orang lain selain dirinya. Saat Bolt pertama kali tertimpa masalah yang tidak bisa diselesaikan sendiri, Himawari menjadi orang satu-satunya yang membantu Bolt, membalas apa yang selalu kakaknya lakukan padanya selama ini. Dan yang pasti, dia tidak ingin melihat kakaknya menangis, cukup sekali saja saat Mirai secara sepihak memutuskan hubungan dengan Bolt. Dia tidak ingin melihatnya untuk yang kedua kali.
Itu semua karena, mereka berdua adalah saudara. Seperti itulah seharusnya sepasang saudara, iya kan? Sampai saat ini, mereka memang belum sepenuhnya akur, namun begitu mereka sudah saling mengenal satu sama lain, saling bergandengan tangan dan saling membantu ketika menghadapi masalah. Seperti itulah hubungan mereka sekarang, walaupun ada satu fakta yang masih disembunyikan.
Benar, fakta kalau Himawari mencintai Bolt. Mencintai sebagai saudara yang selalu ada untuknya, sebagai kakak yang sangat dia sayangi sejak dia lahir,,,,,, dan sebagai laki-laki yang ia puja.
Slice,,,,
Booommm...Boooomm...
Dua robot yang baru saja datang, langsung terpotong sekaligus oleh satu tebasan pedang dari Susano'o Sarada, dan meledak hancur berkeping-keping. Gadis yang satu ini, tidak sedikitpun melepas kewaspadaannya, karena dia sadar kalau mereka semua masih di sarang musuh.
"Hei, jangan senang dulu. Kita semua masih belum menyelesaikan semua masalah ini, kan?"
Ya, setelah menemukan Himawari, mereka semua masih harus menghentikan rencana peluncuran roket pembawa satelit yang dilengkapi senjata pemusnah meriam chakra mengorbit ke angkasa.
"Aku tahu Sarada," kata Bolt. Dia lalu menatap Himawari yang masih dengan byakugan aktif di kedua matanya.
Mengerti akan tatapan sang kakak, Himawari berucap, "Ada 25 robot lagi yang sedang bergerak menuju kesini. Kurasa mereka yang terakhir."
Byakugan bisa melihat tembus padang, selain itu juga memiliki bidang penglihatan 360 derajat. Mudah saja bagi Himawari menemukan robot-robot terminator itu. Berbeda dengan mode sensor Bolt ataupun sennin mode yang hanya bisa merasakan keberadaan makhluk hidup.
Benar saja, dari dua lorong yang menghubungkan ruangan yang mereka tempati sekarang, berdatangan lagi robot terminator.
Semua terminator memblok jalan lari. Semakin lama pertarungan, terminator-terminator ini semakin pintar. Ini karena semua terminator terkoneksi ke server yang mengendalikan mereka. Server itu juga menerima data pertarungan dari terminator yang sudah hancur lalu dikirim ke terminator yang tersisa, dipelajari oleh program AI yang tersemat didalam setiap terminator, membuat robot itu semakin pintar bertarung. Dan yang pasti membuat Bolt dan yang lainnya semakin kesusahan melakukan perlawanan.
Keenam orang itu pun membentuk formasi. Bolt, Sarada, dan Himawari berdiri saling membelakangi, melindungi Mirai, Amaru, dan Ryuzetsu yang kemampuannya kurang cocok untuk melawan robot ditengah-tengah mereka.
Tampaknya kali ini tidak ada lagi adu tinju,
Sarada memfokuskan chakra dimata kirinya. Darah hitam mengucur dari mata itu, sedikit mengotori kacamata berframe merah miliknya.
Amaterasu
Sarada membakar semua terminator dalam bidang penglihatannya dengan api hitam. Walaupun berusaha mengelak, tapi api hitam amaterasu perlahan membuat robot-robot itu ambruk berjatuhan karena mengalami overheat.
Himawari tidak punya waktu cukup untuk mengumpulkan senjutsu, jadi dia mengaktifkan Mode Kyubi, tubuhnya bersinar kuning terang.
Futon: Rasenshuriken
Menggunakan lengan chakra kyubi yang dia panjangkan, Himawari mengendalikan arah gerakan ninjutsu yang dia ciptakan. Rasenshuriken itu dilesatkan sehingga memotong semua terminator dalam jalur serangannya.
Slice... Slice... Slice... Slice... Slice... Slice... Slice...
Kaaaboooooooommmm. . . . .
Semua terminator yang terbelah meledak dan hancur berkeping-keping.
Bolt tidak akan diam saja, tersisa beberapa robot yang ada dalam area serangannya. Tangan kirinya yang berbalut armor Byakushiki, dia arahkan pada robot-robot itu. Menciptakan ninjutsu yang tepat untuk mematikan semuanya.
Kirin
Rumblerumblerumbleee,,,
Jdaaarrr...
Semua terminator disambar oleh petir hebat. Mereka terbuat dari bahan logam, serangan elemen petir bertengangan tinggi pasti akan merusak semua piranti dan chip didalam tubuh terminator yang membuat tubuh robot itu bisa bergerak. Hasilnya, semua terminator mati walaupun tubuh mereka tidak lecet.
Jutsu Kirin ini aslinya adalah milik mentor Bolt sekaligus ayahnya Sarada, yaitu Uchiha Sasuke. Jutsu yang dibuat dengan memanaskan udara di langit menggunakan jutsu elemen api untuk menciptakan petir alami bertegangan ekstra tinggi, jauh lebih kuat dari petir hasil perubahan bentuk chakra yang dibuat oleh ninja, kemudian petir itu di arahkan pada musuh.
Namun bagi Bolt yang punya sumber chakra berlimpah dari arc reaktor vibranium yang tertanam dalam Byakushiki, membuat petir bertegangan ekstra tinggi itu tidak sulit. Armor Byakushiki punya kemampuan yang sama seperti Gauntlet Ninja Generasi II. Didalamnya terinstal program pengolah chakra yang diubah menjadi sebuah ninjutsu. Data berbagai macam ninjutsu diubah menjadi suatu algoritma yang prinsip kerjanya mirp dengan rangkaian segel tangan ketika seorang ninja hendak membuat ninjutsu. Chakra untuk ninjutsu ini diambil dari sumber pembangkit energi chakra arc reaktor vibranium, sehingga membuat ninjutsu dengan alat ini tidak akan mengurangi chakra penggunanya. Apalagi eksekusi untuk mengeluarkan ninjutsu hanya menggunakan perintah suara, membuat alat milik Bolt ini sangat efektif dan efisien.
Sekarang tidak ada lagi robot yang tersisa, keenam ninja itu bisa bernafas lega. Saatnya fokus untuk mencari dimana hangar tempat roket diluncurkan. Fasilitas yang mereka masuki ini sangat luas. Sudah dua hangar yang mereka lewati sebelum sampai kesini, namun tidak menemukan keberadaan roket yang membawa satelit untuk diorbitkan. Artinya masih ada hangar lain.
Prok Prok Prok...
Suara tepukan tangan berhasil mengambil atensi keenam anak muda. Tepukan tangan yang berasal dari balkon lantai dua yang menghadap ruangan tempat mereka sekarang. Disana ada seseorang, dia pria paruh baya berkumis tipis, memiliki janggut belang hitam putih, style rambut hitam sedikit beruban yang tertata klimis. Matanya teduh, tampak seperti seorang yang arif bijaksana. Pakaiannya sederhana, tidak glamour namun terkesan elegan tidak seperti orang kaya kebanyakan.
"Putra dan putri Hokage memang sangat hebat, ditambah lagi ada keturunan Uchiha terakhir. Tidak mengherankan kalau kalian semua bisa sampai kesini." kata orang itu memuji.
Tidak ada yang tidak mengenal pria itu, seseorang yang dihormati oleh masyarakat karena integritasnya pada Konoha, loyal, dermawan, serta merakyat.
"Souichirou-sama.!" Mirai cukup terkejut karena kehadiran pria paruh baya itu disini, jelas dia kenal. Sebagai elite jounin Konoha, dia lumayan sering berada dalam sebuah pertemuan dengan anggota Dewan Konoha yang menjabat lebih dari 10 tahun itu.
Semua orang menatap waspada pada pria itu, karena Bolt sudah menceritakan kalau kejadian ini adalah tanggung jawab perusahaan Soui Inc, sedangkan Souchirou adalah pemilik perusahaan itu, sekaligus CEO yang menjalankan roda bisnisnya.
"Hei heiii,,, ayolaah tenaaang...! Apa tampangku terlihat seperti seorang penjahat?" Souichirou menampakkan ekspresi santai, seakan apa yang dia perbuat adalah hal wajar.
Souichirou itu seorang penjahat, tapi tidak menunjukkan wajah para penjahat kebanyakan. Tidak tampak dia seperti seorang ambisius, maniak, psikopat, atau wajah-wajah gila yang umumnya ada pada penjahat. Ekspresinya jauh berbeda dengan para penjahat yang familiar semacam Madara Uchiha.
"Aku sudah tahu apa yang kau rencanakan." ucap Bolt tegas. "Apa sebenarnya yang kau inginkan hah?"
"Baiklah, akan kukatakan. Lagipula rencanaku pasti berjalan sempurna, walaupun dua fasilitas pelucuran roket sudah dihancurkan, tapi itu bukan masalah." Souichirou sebagai pemilik semua fasilitas, tentu punya akses informasi terhadap apa yang terjadi pada semua fasilitas miliknya. Dari kamera CCTV, dia dapat menyaksikan bagaimana Shikadai serta teman-temannya dan Naruto bersama Sasuke sudah menghancurkan dua fasilitas miliknya. "Jadi kurasa tak masalah kalau aku mengungkapkan yang sebenarnya." lanjutnya dengan nada optimis.
"Cepat katakan, jangan coba mengulur-ngulur waktu kami disini!" Bolt berseru geram.
"Huuuuhhh... Dasar anak muda, selalu tak sabaran." Souichirou membuah nafas panjang lalu menariknya kembali, "Meruntuhkan dominasi, menegakkan keadilan. Itulah yang ku impikan."
"Jangan sok filosofis, disini kau itu yang menjadi penjahatnya tahu." Himawari bersungut kesal, dia tidak suka, tidak mengerti, dan tidak mau mengerti hal-hal rumit yang dipikirkan orang dewasa.
"Yah, aku sadar kalau anak muda seperti kalian semua tak akan paham dengan kata-kataku tadi." Souichirou tampak sangat sabar meladeni enam ninja muda yang tersulut emosi. "Akan ku jelaskan. Dominasi, itu adalah keinginan lumrah dari setiap makhluk hidup. Binatang berebut makanan, pejantan berebut betina, yang kuat berebut wilayah kekuasaan, menjadi yang tertinggi, memaksakan sebuah pemahaman dan ideologi atau apapun itu, pada intinya semua makhluk hidup pasti memiliki hasrat ingin menjadi dominator."
"Haaah?" Baik Amaru maupun Himawari, sama sekali tidak mampu mencerna ucapan Soichirou.
Souichirou tersenyum melihat wajah kebingungan ninja-ninja muda Konoha. "Kupersempit perspektifnya agar kalian lebih mudah mengerti, 'Dominasi' hanyalah alasan yang digunakan dan dibuat-buat oleh makhluk yang dikuasi nafsu seperti manusia. 'Dominasi' yang kumaksud ini adalah keinginan oleh mereka yang pernah lemah dan berada diposisi bawah untuk naik dan berada di tempat paling puncak dari semua eksistensi yang ada. Itulah yang mendasari konflik yang terjadi diantara semua makhluk sejak peradaban bermula hingga sekarang sampai kiamat nanti."
"Bisakah kau menjelaskan sesuatu yang kami mengerti!." Tidak hanya Sarada, tapi yang lainnya juga masih belum mengerti.
"Yah, kalian tidak akan mengerti karena tidak pernah merasakan dan menyadarinya. Karena kalian adalah ninja sejak kalian lahir."
"Apa hubungannya dengan ninja hah?"
Souichirou tersenyum tipis, "Kita semua tahu kalau ninja adalah manusia yang berada ditempat teratas dalam piramida kekuatan. Sekarang cobalah kau pikirkan, seandainya kau adalah warga sipil biasa, bagaimana pendapat kalian terhadap ninja?"
Hanya ada keheningan. Tidak ada jawaban apapun dari mulut enam ninja muda itu, mereka bingung ingin menjawab apa karena mereka tidak pernah dan tidak terpikir berada diposisi 'warga sipil'.
"Khehhh, wajar kalian tidak bisa menjawab karena sejak lahir kalian sudah hidup dan menjalani takdir sebagai ninja. Tidakkah kalian sadar?, semua sendi kehidupan di dunia ini selalu melibatkan manusia yang disebut ninja. Pertarungan, persaingan, peperangan, dan sebagainya, semuanya dilakukan oleh Ninja dan didasari oleh prinsip dominasi. Kalian para manusia pengguna chakra saling bertarung, menjatuhkan yang lemah agar bisa berada di puncak."
Apa yang dikatakan oleh Souichirou tidak lah salah, sejak sejarah ninja dan chakra di mulai dari jaman Rikudou Sennin, setiap perang yang terjadi apapun alasannya dan bagaimanapun hasilnya, semuanya berawal dari prinsip dominasi. Prinsip yang kemudian melahirkan kebencian, yang kalah membenci yang menang, dendam muncul lalu dibalaskan, kebencian lain lahir, hingga membentuk sebuah siklus lingkaran kebencian tak berujung. Semua itu berawal dari sifat serakah manusia akan dominasi.
Hingga saat ini, walaupun dunia ninja sudah damai, tetap saja ada konflik-konflik kecil yang tak berkesudahan. Antar ninja memang tidak lagi berperang, tapi tetap ada permintaan misi kepada ninja yang datang dari pemilik kepentingan. Pemilik kepentingan yang masih dikuasai sifat serakah dan keinginan menjadi dominator.
" Jujur. Aku tidak mempermasalahkan itu. Semua hal itu wajar, manusia tidak akan pernah lepas dari keinginan menjadi dominator." ucap Souichirou lagi.
Bolt dan yang lain menyerngit heran. Kalau memang tidak dipermasalahkan, lantas apa tujuan CEO Perusahaan Soui Inc itu sebenarnya?
Souichirou melanjutkan kalimatnya, "Hanya saja akibat dari setiap hal yang kalian lakukan sebagai Ninja, warga sipil lah yang menanggungnya. Saat kalian bertarung, apalagi berperang, akan timbul kerusakan dimana-mana. Kerusakan alam, pemukiman, sumber daya, dan sebagainya bahkan korban jiwa. Tidak sedikit warga sipil yang tak tahu menahu tentang perang, menjadi korban pertikaian, padahal mereka tidak terlibat sama sekali dan tidak ingin terlibat."
Tidak ada yang bisa membalas ucapan Souichirou. Bol, Mirai, Sarada, dan yang lainnya sadar kalau akibat dari yang pernah mereka dan ninja-ninja lainnya lakukan tepat seperti yang dikatakan pria paruh baya itu.
"Kalian para ninja yang berada dipuncak piramida kekuasaan, mana pernah merasakan apa yang dirasakan oleh orang biasa yang berada di tempat paling bawah. Itu semua karena prinsip dominasi dan kekuatan telah menutup mata hati kalian.
Aku hanyalah orang biasa, lahir dari keluarga yang hidup damai, sederhana, dan bahagia. Aku juga bukan orang yang pernah menderita apalagi menjadi korban pertikaian dan perang. Aku orang yang hidup tanpa masalah, tapi karena hal itu aku tidak mempunyai tujuan hidup. Saat berumur 17 tahun, aku berkelana ke berbagai tempat, aku melihat sendiri apa yang terjadi pada dunia, lalu aku menemukan banyak hal. Anggap saja perjalananku itu sama dengan perjalanan penebusan dosa Uchiha Sasuke. Jika dia mendapatkan hasil bahwa sistem dunia ini pantas untuk dipertahankan, maka aku mendapatkan hasil yang berbeda. Menyaksikan sendiri apa yang terjadi, aku sadar dan membuat kesimpulan. Semua hal buruk yang menghancurkan dunia ini tidak akan pernah terjadi seandainya ninja tidak ada. Yah, ku akui ada atau tidak adanya ninja, perang pasti akan tetap ada. Namun ada fakta tak terbantahkan, ninja adalah makhluk paling merusak yang pernah hidup di muka bumi ini.
Dan sekarang, aku menemukan tujuanku. Aku membuat rencana besar, mulai mengumpulkan uang, mencari apa saja yang kuperlukan, membangun semuanya hingga seperti sekarang walau perlu waktu puluhan tahun. Hanya satu tujuanku, menghilangkan dominasi, membawa keadilan bagi semua orang dengan melenyapkan sistem ninja dari muka bumi, dan menciptakan tatanan dunia baru."
Semuanya terkejut, melenyapkan semua ninja? Artinya akan ada korban bukan?
"Cuih,,, Omong kosong...!" Himawari pertama kali bereaksi dan berteriak keras. "Kau pikir hanya kau merasakan perasaan seperti itu?, Kami para ninja pun punya beban yang kami tanggung sendiri. Kau tak akan pernah mengerti karena kau bukan ninja. Memang benar apa yang kau katakatan, tapi kau harus tahu, kami para ninja lah yang berjuang paling keras untuk memperoleh kedamaian untuk dunia yang kau huni saat ini. Tidak sedikit dari kami yang harus berkorban nyawa. Seharusnya kau tidak menutup matamu dari itu."
"Aku tidak mau mendengarkan ocehan dari anak-anak macam kalian. Rencanaku berjalan mulus. Rencana yang sudah ku jalankan selama bertahun-tahun, sebentar lagi akan menuai hasilnya."
Bolt tertawa, "Orang yang menganggap orang lain anak-anak, dialah yang sebenarnya anak-anak." Ekspresinya berubah serius, "Dengar ya Pak Tua!, aku tidak akan membiarkanmu mengancurkan dunia dimana Hima bisa bahagia, tempat dimana Hima bisa bebas mengekspresikan dirinya, tempat dimana semua orang yang menyayangi Hima berada, dan tempat dimana Hima mencapai impiannya. Aku tidak akan pernah membiarkan adik perempuan yang kucintai bersedih."
"Eh...? A-apa maksud kata-katamu tadi, A-aniki?" Himawari terkejut, begitupula dengan yang lainnya.
"Ha?" Sepertinya Bolt tidak sadar kalau dia salah mengucapkan kata-kata tadi.
Sekarang semua tatapan mata tertuju pada Bolt.
Tidak ada pilihan lain bagi Bolt. Dia memutar badannya menghadap Himawari, mengepalkan tangan, dengan serius dia berkata"Baiklah. Lagipula aku tidak bisa menyimpan ini lebih lama lagi. Hima, dengarkan aku!, Aku mencintaimu."
"Ap-...?" Himawari saking terkejutnya sampai tidak bisa berkata apa-apa, tapi wajahnya merona.
"Aku mencintaimu, Hima." sekali lagi Bolt berucap tegas.
Segera Himawari tersadar dari rasa terkejutnya, "He-heeeiiii. Jangan mengada-ada!. Kenapa kau bisa berkata konyol seperti itu hah?" mana bisa dia terima dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut kakaknya. Himawari masih waras.
Bolt tidak bisa menjawab, apalagi melihat Himawari yang tampak marah dan tidak bisa didebat.
"Lihat mereka, Aniki!" Himawari menunjuk tiga orang gadis yang ada bersama mereka.
Bolt mengikuti arah yang ditunjukkan adiknya. Sarada, Mirai, dan Amaru, tiga gadis itu tidak bisa dia baca ekspresinya.
"Bagaimana dengan mereka yang mencintaimu? Sangat mencintaimu dan menunggumu untuk membalas cinta mereka. Mereka perempuan, aku juga, jadi aku sedikit banyak tahu bagaimana perasaan mereka. Jangan gila!, tidakkah kau memikirkan akibat ucapan konyolmu barusan hah?" Himawari tidak pernah lagi semarah ini semenjak ia dan kakaknya baikan.
Bolt bingung harus menjawab apa, "K-kalau ituuu,,,,"
'Aku Mencintai adikku, karena itulah aku tidak bisa menerima cintamu.'
"Ha?"
Semua orang menoleh ke asal suara itu. Dari smartphone yang sedang dipegang Mirai, dia memperdengarkan sebuah rekaman suara. Rekaman suara yang tentu dikenali oleh semua orang disana, rekaman suara Bolt.
'Aku mencintainya lebih dari siapapun, aku tak mau melepaskannya, aku ingin dia tetap di sisiku. Sudah kuputuskan, aku akan menyampaikan perasaanku padanya. Karena itulah, aku tidak bisa membalas cintamu. Maafkan aku, Mirai.'
"H-heeiiiii, Mirai-nee. Matikan itu! Kenapa bisa kau merekamnya hah?". Bolt tentu masih ingat, kata-kata itu ialah kata-kata yang dia ucapkan pada Mirai beberapa jam lalu sebelum masuk ke lokasi survival test. Kata-kata yang ia teriakkan pada Mirai sebagai pengakhir hubungan diantara mereka.
Mirai tersenyum, tidak tampak sedikitpun akan menuruti keinginan Bolt. Walau hatinya ingin menolak kenyataan ini, kenyataan bahwa cintanya ditolak oleh Bolt, tapi ia tidak bisa apa-apa. Saat ini dia hanya ingin yang terbaik untuk pemuda yang sangat ia cintai, dan murid kesayangannya.
'Aku akui kalau aku hanyalah pemuda bejat yang mencintai adikku sendiri. Tapi aku sungguh-sungguh, aku amat sangat mencintai Himawari. '
Himawari mundur beberapa langkah, menatap tidak percaya pada kakaknya. "K-kau ini...?"
Bolt menggeram, "Aaah,,, baiklah!. Hima, kau sudah dengar semuanya dengan jelas barusan kan? Aku menolak mereka semua, itu kulakukan agar aku bisa menyampaikan perasaanku padamu."
Himawari berteriak, "KAU INI BODOH YA? Apa kau tidak memikirkan apa yang kau lakukan ini hah? Kau pasti sudah mengerti konsekuensi dari yang kau katakan barusan kan?"
Yah, konsekuensi. Apa akibat dari perkataan Bolt. Hubungan sedarah, secara medis sudah jelas ini sangat dilarang, bahkan norma yang berlaku dalam masyarakat serta agama tidak ada satupun yang memperbolehkan hubungan jenis ini. Mereka yang melakukan ini akan dikucilkan dari masyarakat, dipandang sebagai sesuatu yang sangat rendah dan menjijikkan. Hukuman sosial yang didapat pasti akan mencoreng nama baik keluarga, terlebih lagi kedua anak ini adalah anak orang paling dihormati di Konoha, keluarga Hokage.
Klan Hyuga, dalam rangka menjaga garis keturunan Kekkei Genkai mereka, yaitu Byakugan, memperbolehkan pernikahan sesama Hyuga dengan syarat memiliki hubungan kekerabatan yang tidak terlalu dekat. Paling tidak berbeda nenek atau kakeknya, saudara sepupu sekali adalah hubungan terdekat yang bolah dinikahkan. Saudara sedarah, kandung, seayah, seibu atau sesusuan jelas sangat dilarang untuk menikah.
Tidak ada satupun alasan yang membenarkan apa yang diucapkan Bolt.
"Ya, aku mengerti. Lantas kenapa?" Bolt bersikeras dengan apa yang dia ucapkan, membuat Himawari terdiam. "Mirai-nee dan Amaru-chan, Mereka berdua sangat cantik dan imut, dan mereka berdua mencintaiku. Aku tidak akan pernah menjadi seperti itu lagi seumur hidupku. Aku tidak tahu apa yang sudah ku lakukan pada masa remajaku yang hanya terjadi sekali. Tapi aku tidak akan menyesal sedikitpun."
"BOHONG!, itu barusan yang kau katakan artinya kau menyesal kan?"
"TIDAK..." Bolt berteriak, "Tidak! Tidak!, Tidaaaak! Aku tidak akan menyesal. Aku tegaskan padamu kalau aku tidak menyesal sedikitpun."
Himawari belum bisa terima, dia masih marah, "Meskipun begitu, apa-apaan kau yang seolah menganggap aku setuju dan akan menerimamu hah?"
"Aku tidak menganggapmu begitu. Aku sadar kalau apa yang ku inginkan ini mustahil. Aku sudah siap kalau kau menyebutku menjijikkan dan lari dariku. Aku juga takut kalau kau akan menjauhiku lagi seperti dulu setelah kita kembali dekat seperti sekarang. Aku tidak ingin membuat Papa marah, apalagi kalau sampai Mama menangis." Bolt menunduk sendu, ia tahu kalau ia salah.
"Makanya-"
"Tapi tetap saja." Bolt mendongak lagi, ekspresi keras kepala terpampang di wajahnya. "Walau aku tahu kalau kau akan menolak perasaanku, walau aku takut kau tidak menerimaku, meski aku sakit jika kau marah padaku, tapi,,,,,,,,,, AKU AKAN TETAP MENGATAKAN PERASAANKU PADAMU!"
"Menjijikan...! Menjijikan...! Menjijikan...! Kau benar-benar MENJIJIKAAAAAAAN...!" Himawari terus melangkah mundur, otaknya menolak keras apa yang dikatakan kakaknya, "Kau sampah paling menjijikkan sedunia. PERGI DARI HADAPANKU,! AKU MEMBENCIMUUUUUUU…..! Apa yang ada di otakmu hah? Hubungan sedarah, incest, itu hal paling menjijikkan di dunia tahu."
Meskipun Himawari tidak mau menerima apa yang dia ucapkan, tapi Bolt tetap berkeras, "Tidak ada satupun hubungan cinta yang tidak menjijikkan. Jadi dengarkan baik-baik Hima!"
Himawari menatap Bolt, tepat pada dua bola mata yang sama persis dengan matanya. Mata yang menampakkan kesungguhan yang sangat dalam dari hati kakaknya.
Bolt menarik nafas dalam, meyakinkan dirinya akan apa yang dia lakukan, "Aku mencintaimu, menikahlah denganku."
Himawari dibuat tidak bisa apa-apa oleh kesungguhan yang ditunjukkan kakaknya. Dia tahu kakaknya salah, dia tahu semua ini salah. Otaknya tahu mana yang benar dan apa yang harus dia lakukan, ia masih waras.
Tapiiiiiiiiii,,,,,, hatinya tidak ingin berbohong. Ini adalah hal yang ia harapkan sejak kecil, sesuatu yang ia tunggu sejak lama, dan tidak mungkin datang untuk yang kedua kali padanya.
Bersama buliran air mata yang mengalir dipipinya, hanya satu kata ini yang bisa ia ucapkan, kata-kata yang ada dari dasar lubuk hatinya, kata-kata yang menunjukkan bahwa ia betapa sangat mencintai kakaknya.
"Ya. Dengan senang hati."
Akhirnya kakak adik ini memasuki jenjang hubungan baru. Moment pengakuan cinta ini disaksikan oleh yang lainnya, tanpa ada yang ingin mengganggu.
Hati Mirai sakit, nasib cintanya berakhir seperti ini. Meski begitu, Mirai tersenyum bahagia. Dia tahu, dia dapat melihat sejak awal bahwa hubungan kakak adik Uzumaki ini berbeda dengan kakak-adik yang lain. Dan dia merasa bersyukur dirinya terlibat dalam kisah kakak-adik itu, sebuah kisah yang panjang. Kisah cinta sarat emosi yang terjadi antara kakak dan adik yang bermula dari sebuah insiden kecil, meski kisah itu akan dipandang menjijikkan oleh banyak orang.
Amaru tampak sedih, sekarang dia tahu siapa yang dicintai oleh Bolt sehingga pemuda itu menolak cinta yang ia berikan. Ia mengerti kalau ini salah, tapi untuk sahabat dan orang yang dia cintai, Amaru pasti akan memberikan semua dukungannya.
Ryuzetsu sepertinya tidak tahu harus berbuat apa. Dia sebenarnya dibuat sangat terkejut dengan kejadian ini, tapi dia berusaha tenang. Dia mencukupkan diri hanya dengan meyakini bahwa Bolt dan Himawari sudah dewasa dan tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan. Dia tidak ingin melibatkan diri terlalu jauh dalam masalah orang lain.
Tapi,,,,,,, Sarada berbeda. Wajahnya tetap datar, tak ada ekspersi terkejut, tersenyum, ataupun marah. Namun di hatinya, sungguh ia tidak sudi membiarkan apa yang dilihatnya sekarang. Hubungan sedarah, sesuatu yang tak dapat ia terima, akal sehatnya mengatakan itu salah, sangat salah, tak ada alasan apapun yang dapat membenarkannya. Dia tidak terima, dan dia bertekad akan menghancurkanya. Bukan hanya karena itu adalah hal tak bermoral saja, namun lebih karena ia mencintai Bolt.
Sarada sebenarnya sudah tahu akan terjadi hal ini sejak lama, dia sudah memperingatkan Himawari sekali saat 6 tahun lalu untuk menghilangkan perasaan terlarang dihati gadis kecil itu. Sarada tahu kalau Himawari mencintai kakaknya, tapi tak disangka sang kakak sekarang membalas cinta gadis kecil itu. Sungguh Sarada tidak menduga dengan apa yang dilihatnya saat ini, didepan matanya. Ini diluar rencananya.
Sarada bukanlah tipe gadis yang senang dengan yang namanya hubungan asmara anak remaja, dia ingin hubungan yang terikat kuat sama seperti ayah dan ibunya. Sejak kecil, Sarada sudah punya rencana sempurna untuk mengikat Bolt dalam ikatan pernikahan, namun hari ini rencana yang dia rintis telah hancur.
Saat itu, ketika Bolt datang padanya, meminta saran tentang bagaimana menanggapi pernyataan cinta dari Mirai. Sarada menggunakan genjutsu tingkat tinggi, memberikan sugesti pada Bolt agar menerima pernyataan itu. Tujuannya, agar Himawari sadar bahwa perasaannya salah. Mudah saja baginya merebut kembali Bolt dari Mirai suatu saat nanti. Namun prediksinya salah, Mirai ternyata bukan orang bodoh. Putri Kurenai Yuhi itu malah mendukung hubungan Bolt dan Himawari.
Sarada marah, sangat marah, sangat amat marah. Matanya berkedut, sharinggannya aktif hingga level tertinggi, Mangekyo. Tangannya terkepal kuat hingga kuku-kukunya memutih. Jika boleh, saat ini ia ingin sekali mengamuk, menghancurkan apapun yang dia lihat, ingin dia berkata,,,,,,
"Cihh,,, Menjijikkan."
Apa yang ada di hati Sarada, ternyata disuarakan lebih dulu oleh Souichirou. Rupanya pak tua itu juga menikmati tontonan opera cinta anak remaja yang tersaji didepan matanya.
"Aku tidak menyangka, keturunan Hokage Ketujuh dan Bangsawan Hyuga yang sangat terhormat dan paling disegani berbuat hal menjijikkan seperti itu,,,,,,,," tambahnya lagi.
Syiiuuuuu. . . . . .
Brakk...
Satu robot terminator mendarat lagi di lantai, tidak ada habisnya. Saking beratnya robot itu, lantai tempat dia mendarat bergetar dan retak. Kali ini robot yang muncul berbeda dari yang lain, dan mungkin hanya satu-satunya. Robot yang dominan berwarna biru-hitam metalik itu tampak punya armor tebal dan berat. Dia punya tanduk dikedua sisi kepalanya, dua katana sebagai senjata dikedua tangannya. Tanduk dan pedang katana itu tampak memerah dan berasap, tanda bahwa bagian itu sangat lah panas, terbuat dari logam yang berpijar.
",,,,,,,Tapi aku tidak peduli apapun yang kalian lakukan. Sekarang lihatlah terminator kesayanganku! Berbeda dari yang lain karena seluruh tubuhnya dibalut logam adamantium, logam paling keras yang tidak akan bisa dihancurkan dan dilelehkan dengan cara apapun. Namanya adalah Perfect Enrage Knight Killer of Assasin, tapi aku lebih senang menyebutnya, P.E.K.K.A."
.
.
.
To be Continued. . . . .
.
Note : Yoo, salam damai.
Untuk chapter yang kemarin, syukurlah kalau apa yang Bolt miliki untuk bertarung diterima dengan baik. Ada banyak teknologi lain lagi yang akan Bolt keluarkan di chapter-chapter selanjutnya. Jadi tunggu saja.
Lalu untuk chapteri ini, horaaa,, incest banzaaiii... Ahahahaaa, bercanda kok. Hmmm, anggap saja bagian ini adalah 'drama' dalam 'adventure'. Bolt, biarlah dengan perasaannya. Himawari, biarlah dengan kebahagiaannya dari cinta berbalas. Dan Sarada, musti sabar nih, hihiii. Jangan anggap Sarada jadi pihak antagonis disini ya, walau kesannya dia seperti berniat jahat pada Bolt dan Himawari. Kenapa? Karena alasan yang mendasari tindakan Sarada itu benar, lagipula hal wajar kan kalau seorang gadis memperjuangkan cintanya.
Pemain Antagonis sudah keluar, Souichirou, dia menunjukkan diri sebagai penjahat. Kalau kalian ingat, chara ini sebenarnya sudah pernah muncul dua kali.
Untuk Pak Viki dan teman-teman Indramayu Skull Clan, Chap depan P.E.K.K.A. bakal Fight. P.E.K.K.A. Banzaaiii...
So, See U Next Chap,,, :v
...
Uzumaki Himawari – 15 tahun
Uzumaki Boruto/Bolt – 18 tahun
Uchiha Sarada – 18 Tahun
Naruto – 38 tahun
Sarutobi Mirai – 21 tahun
Dan chara-cara lainnya umurnya menyesuaikan canon, seperti teman seangkatan Bolt yang seumuran dengan Bolt, teman setim Himawari yang seumuran dengannya juga, serta bapak-bapak dan ibu-ibu mantan Rokie 12 yang pasti seumuran dengan Naruto.
Saya masih punya banyak kekurangan, jadi mohon bantuannya baik itu kritik atau saran di Kolom Review atau lewat PM agar lanjutan fic ini lebih bagus kedepannya, dan,,,,,,,
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
BAGI YANG BERAGAMA ISLAM
...
.
