Riku : Mengenai cerita Neverland ide dari mana udah ditulis dichapter satu kayaknya. You can see in my profile too about our other story. Disini ada yang game over satu orang. Dan misteri lain terkuak.

Kayaknya banyak yang menyukai tokoh Shun, Rei sama Reika ya, setelah gue cek satu-satu. Gue lagi prepare konsep buat part 2. Yang mau pesen tempat kirim lewat PM aja, jangan review (soalnya ada yang reseh kalo liat review dicerita gue sama Yuki, dan menurut gue enak lewat PM bisa lebih detail). Biasanya dalam kitab undang-undang game tokoh yang sering muncul dan terlihat menonjol diakhir-akhir cerita biasanya bakalan jadi tokoh yang game over (hohohohoh). Mengenai Joker bakalan gue perjelas dan nanti raja Rosemary bakalan bertindak juga. Sorry typos gue yang suka ngasal, dan sorry battle disini kurang seru, soalnya gue masih beradaptasi sama para OC beserta dengan skill masing-masing (jujur gue nyarinya kelabakan di PM ataupun di review). Enjoy this chapter.


Warning : T rate semi M (complex themes), chara death, ada OC (gak suka? ada back button).

Genres : Action/Adventure/Fantasy/Friendship/Mystery/Tragedy/Humor/Crime/Angst/Romance.

Pairing : Hint.

Disclaimer : Naruto dkk punya Masashi Kishimoto kecuali OC.

This story belong to me and Yuki.

.

Neverland

Chapter 43

(Game Master True Identity)

.

.

"Heh, untuk ukuran seorang Sniper, kau mahir juga menggunakan pedang," ucap Sasuke yang saat ini sedang bertarung melawan Rei.

"Tentu saja… Makanya jangan meremehkan… Ku!" balas Rei sambil melancarkan serangan cepat ke arah Sasuke, tapi dia salah perhitungan Sasuke bisa mengelak ke belakang dan mendorong jatuh pemuda itu.

"Sekarang matilah kau!" melihat lawannya berada dalam posisi terpojok, Sasuke segera mengayunkan pedangnya dan mencoba untuk menghunuskan pedangnya ke tubuh Rei.

Tranggg!.

Serangan pedang Sasuke berhasil ditahan oleh Rei.

"Tidak semudah itu kau tau!" kata Rei sambil menahan serangan pedang itu, kemudian dia mendorong Sasuke ke belakang dengan sebuah tendangan keras ke tubuhnya.

"Tsk… " desis Sasuke sambil menggeram kesal.

"Ayo kita selesaikan permainan konyol ini!" Rei segera bangkit dan bersiap kembali untuk menghadapi Sasuke jadi-jadian dihadapannya ini.

"HIAAAAAT!" keduanya maju bersamaan untuk saling menyerang dan menjatuhkan lawan masing-masing.

-ooo-

"Shin cepat pergi cari Rei!" Shun meminta Shin untuk menyusul Rei yang dikejar Sasuke, dia khawatir kalau anak itu sampai terbunuh, dia memang mencemaskan keadaan Rei tapi ada yang lebih penting dari itu. Dia yakin kalau Rei terlibat dan mengetahui sesuatu yang terjadi saat ini dan dia tak ingin Rei mati dulu, setidaknya jangan sekarang.

"Tapi bagaimana denganmu?" tanya Shin yang enggan meninggalkan Shun.

"Jangan cemaskan aku, Rei tidak boleh mati dulu kau mengerti? Dia kartu AS kita! Aku bisa menangani mereka bersama Arkhan." Shun memaksa Shin untuk tetap pergi.

"Ergh… Baiklah! Aoki kau bantu Shun disini dan lindungi dia!" balas Shin yang akhirnya pergi dari sana untuk menyusul Rei.

"Kau benar-benar cari mati menghadapi kami! Tapi baiklah, aku akan membunuhmu disini!" kata Kimimaru yang mengeluarkan pedang es dan dijadikannya senjata untuk melawan Shun.

"Kita lihat saja siapa yang terbunuh disini!" Shun juga bersiap. Dia mengeratkan pegangannya pada senjata yang dia pegang, Aoki dan Arkhan berada di belakangnya dan juga bersiap menghadapi Shimizu, Kimimaru juga Kuro.

"Ayo maju Aoki, Arkhan!" Shin maju menyerang bersama dengan Aoki dan Arkhan, pertarungan pun dimulai kembali.


Inside Blazing Temple...

.

.

Jleb… Jleb… Jleb…

Tiba-tiba saja pintu masuk dan beberapa pintu di ruangan Sakura berada tertutup.

"Hey, ada apa dengan pintunya!" Lee mencoba untuk membuka pintu yang mereka masuki barusan, tapi percuma, sepertinya pintu itu terkunci dan tidak bisa terbuka.

"Ada apa dengan pintunya?" tanya Taka yang juga ikut berusaha membuka pintu bersamaan dengan Lee.

"Pintunya tak bisa terbuka!" Lee masih berusaha untuk membuka pintu itu. Dia merasa seperti ada suatu kekuatan yang menahan pintu itu.

"Hwaaaa kita terkunci!" jerit Yumiko setengah panik.

"Rupanya ada sekelompok tikus yang terperangkap hueheheheheh!" tiba-tiba muncul seorang pria dihadapan mereka. Pria itu memakai jubah hitam dengan corak awan merah, sama seperti lost child sebelumnya yang mereka temui. Pria itu memiliki rambut putih yang disisir ke belakang, dan sekarang pria itu tengah tertawa aneh di depan mereka.

"Orang aneh! Siapa dia?" tanya Yumiko menatap heran pada pria tersebut, dia merasa ada sesuatu yang aneh dengan pria itu, tertawa sendiri dengan tak jelas.

"Dia… Dia mirip sekali dengan teman Itachi yang pernah datang dulu!" tiba-tiba saja Lee berceletuk kalau pemuda di depannya ini mirip dengan seseorang yang dia kenal dulu.

"Kau mengenalnya Lee?" tanya Sakura kepada Lee.

"Masa kau lupa, Sakura? Kita sama-sama bertemu dengannya, kan! Dia waktu itu datang menjemput Itachi waktu dia akan pindah sekolah!" jawab Lee menjelaskan kalau saat itu Sakura juga ada ikut mengantar kepergian Itachi yang hijrah ke Negri lain dan dia dijemput salah seorang temannya yang bernama Hidan.

"Aku sama sekali tidak ingat… " balas Sakura yang merasa sedih karena tidak bisa mengingatnya.

"Hei, apa kalian sudah bicaranya?" omongan Hidan barusan menyadarkan mereka kalau ada hal yang lebih penting lagi yang harus mereka lakukan.

"Apa kau Hidan? Dan, mengapa kau mengacaukan seisi kuil?" Taka memberanikan diri untuk bertanya pada pria itu. Kalau dilihat-lihat dia sedikit menyeramkan juga, apalagi dengan noda darah yang masih membekas di sabitnya itu. Sepertinya noda darah itu masih baru. 'Apa dia baru saja membunuh orang?' batin Taka bertanya pada diri sendiri begitu melihat tetesan darah yang jatuh dari senjatanya itu.

"Aku memang Hidan, dan aku tidak mengacau disini. Aku hanya sedikit mengurangi jumlah penghuni kuil disini dan jiwa mereka aku persembahkan kepada Dewa Jashin! HAHAHAHAHAHA! Aku baik, kan?" Jawab Hidan seraya tertawa, dia berdiri dari posisi jongkoknya dan menjilat ujung sabitnya yang terdapat darah disana.

"Dia mengerikan… " Yumiko yang melihat sikap aneh Hidan jadi merasa takut sendiri.

"Sudah cukup bicaranya! Sekarang kalian juga akan bernasib sama seperti anak-anak ini! BERSIAPLAH!" Hidan menunjuk Sakura dan kawan-kawan dengan ujung sabitnya, setelah itu dia melesat cepat ke arah Sakura yang berada paling depan.

Notice : Hidan, the dark priest opened.

"Misi lost child terbuka!" kata Neji sambil melihat notice yang lewat di notice board.

"Siapa yang sedang menghadapi lost child itu? tanya Naruto dengan rasa penuh penasaran.

"Ah, rupanya bukan kalian ya? Kupikir kalian yang membuka misi itu!" kata Reika yang tiba-tiba saja muncul bersama dengan yang lainnya. Setelah melihat notice board yang lewat dia juga bergegas mencari siapa yang membuka misi itu dan dia pikir yang sedang menjalaninya adalah Naruto.

"Kalau bukan kalian berarti… " kata-kata Cho tertahan begitu saja.

"Sakura… " gumam Naruto sambil mengepalkan erat kedua tangannya. "Kita harus mencarinya!" Naruto kemudian bergegas berlari menuju ke tempat dimana Sakura mengambil jalan saat berpencar tadi. Yang lainnya segera mengikuti Naruto.

HIdan : MVP elite.

Life point : 200000/200000.

Weapon : Triple Scythe.

Element : Netral.

Weakness : None.

Skill : Death Curse, Drain Energy, Curse Mark, Triple Blade, Transform.

"HEYAHHHH!" terlihat Hidan mengibas-ngibaskan sabitnya untuk menyerang Sakura. Dan gadis itu menghindari serangan tersebut dengan cekatan. "KAU PAYAH! DASAR LAMBAN!" teriak Hidan sambil berteriak kencang pada Sakura dan menghantam gadis itu sehingga Sakura terjatuh. Hidan langsung melancarkan serangan berikutnya, tapi kali ini segera ditangkis oleh Taka.

"Kau pikir dengan pedang kecil itu bisa menandingiku hah? Dasar orang tidak berguna!" Hidan berhasil mendorong Taka ke belakang. "TRIPLE BLADE!" serangan tiga sabit melesat ke arah Taka.

"Urgh… " Taka terkena jurus itu tanpa bisa menghindar. Kedua kakinya, perut dan dada terluka, Taka terjatuh akibat serangan itu (luka yang dialami Taka seperti luka cakaran).


"Rei!" Shin akhirnya berhasil menemukan Rei yang tampak sedang berkelahi dengan Sasuke. Tanpa menunggu lagi Shin segera bergabung untuk membantu Rei.

"Muncul lagi satu serangga! Kalian menyebalkan! Rei, berikan semua kunci itu!" sepertinya Sasuke mengetahui kalau Rei menyimpan kunci untuk membuka Pandora box.

"Kau mau kunci ini?" tanya Rei sambil mengeluarkan kunci-kunci yang dia miliki.

"Serahkan padaku! Setelah itu serahkan Pandora box!" Sasuke menatap Shin sambil menyebut-nyebut Pandora box yang di curi oleh Shin sebelumnya.

"Tak akan ada yang diserahkan! Kalau kau mau mengambil kunci-kunci ini ambil saja kalau kau bisa." Tanpa terduga Rei membuang semua kunci-kunci itu ke dalam jurang.

"Apa yang kau lakukan?" Sasuke menatap horror melihat kunci-kunci tersebut dibuang oleh Rei ke dalam jurang.

"Sekarang satu-satunya cara adalah menunggu misi terakhir untuk membuka Pandora Box," ucap Rei sambil menyeringai pada Sasuke yang tampak begitu kesal.

"Kurang ajar!" Sasuke yang kalap akhirnya melancarkan serangannya ke arah Rei.

Disisi lain pertempuran tiga lawan tiga terjadi antara Shun, Arkhan serta Aoki yang melawan Kimimaru, Kuro dan Shimizu.

.

.

"Vision Blurry!" Shun menggunakan debu racun membuat daerah sekeliling menjadi berasap dan berdebu, hal ini membuat pandangan pihak lawan menjadi samar dan kabur.

"Rupanya mereka mau melawan kita dengan sembunyi-sembunyi! Tak akan kubiarkan!" kata Kimimaru yang mengetahui rencana Shun. "ICE DANCE!" tombak-tombak es muncul dari dalam tanah yang menyerang Shun dan yang lainnya.

"Bahaya!" Shun segera melompat sambil memperingati yang lainnya untuk menghindari serangan yang datang.

"Shi no bara!" Shimizu kembali mengeluarkan jurus kelopak bunga ledakan miliknya. Ketiga lawannya terkepung oleh kelopak-kelopak tersebut dan tak lama terjadi ledakan dahsyat.


Unknown Place...

.

.

"Shiryu! Jalannya pelan-pelan!" Ino berlari mengejar Shiryu yang berjalan di depannya. Asakura dan Chouji juga menyusul pemuda itu yang berjalan begitu cepat.

"Aku tak tau ada tempat seperti ini disini… " gumam Asakura baru mengetahui tempat ini, karena selama dalam permainan dia memang suka hunting di wilayah bersalju ini tapi sama sekali tidak pernah menemukan tempat ini. Apa karena tempatnya tertutup dinding rahasia yang mereka hancurkan sebelumnya, jadi tempat ini tak terjamah oleh pemain.

"Tapi ini tempat apa ya? Kok ada disini? Dan kenapa tempat ini mirip sekali seperti tower Game master?" Ino bertanya-tanya heran sambil melihat ke sekeliling ruangan yang hampir mirip dengan tower tempat Game master.

"Disana ada ruangan, ayo kesana!" Shiryu menunjuk sebuah ruangan yang tampaknya menarik perhatiannya. Dengan bergegas Shiryu berlari kesana bersama yang lainnya.

.

.

Criekkk...

Pintu ruangan terbuka dan betapa terkejutnya mereka berempat melihat sosok yang tengah terbaring di ruangan tersebut.

"Ga… Garaa! Itu Gaara!" tak disangka ternyata mereka menemukan Gaara tengah terbaring di dalam sana. Shiryu dan yang lainnya segera berlari mendekati Gaara.

"Aku tak percaya kita bisa menemukan Gaara disini!" kata Ino dengan perasaan senang bercampur lega karena berhasil menemukan salah satu temannya yang menghilang.

"Tapi apa dia benar-benar Gaara?" tampak Asakura masih ragu, apa sosok yang terbaring itu benar-benar Gaara teman mereka.

"Dia memang benar-benar Gaara." Tiba-tiba saja muncul Orochimaru di belakang mereka. Sosok itu sedang menyeringai sambil berjalan mendekati Gaara yang terbaring di dalam sebuah peti yang atasnya dilapisi kaca.

"Orochimaru!" Asakura reflek mengeluarkan senjatanya dan melakukan pertahanan, jaga-jaga dari Orochimaru.

"Jangan bersikap seperti itu padaku, aku berpihak pada Joker dan alasan kenapa Gaara ada disini karena aku ditugaskan Joker untuk menjaganya dari Kabuto." Kata Orochimaru menjelaskan apa yang sedang dia lakukan disana, dan dia bukanlah yang selama ini seperti yang mereka kira.

"Jadi kau dan Joker kerjasama? Dan selama ini yang menjaga Gaara adalah Joker bukan Sasuke?" tanya Asakura bingung sendiri, tampak pemuda itu kembali tenang.

"Joker tak akan mungkin mencelakai Gaara karena Gaara adalah Game master yang sebenarnya." Jawab Orochimaru yang mengatakan kalau Gaara adalam Game master yang asli.

"A-apa? Jadi Sasuke bukan Game master? Dan Gaara adalah Game master yang asli? Tapi kenapa kau tidak memberitahukannya pada kami?" tanya Shiryu setengah memprotes sikap Orochimaru yang sembunyi-sembunyi. Kenapa gak dari awal aja dia menceritakan jati diri Game master.

"Aku dan Joker sepakat untuk merahasiakan jati diri Gaara untuk sementara sampai dia terbangun kembali. Dan kuminta kalian tutup mulut untuk soal ini." Balas Orochimaru menjelaskan kenapa dia merahasiakannya dari mereka semua. "Selain itu Joker ingin Gaara melakukan misinya sebagai Game master, tapi sayang dia gagal." Sambung Orochimaru sambil menatap Gaara dengan tatapan kecewa.

'Apa maksudnya dengan Gaara gagal? Apa ada kaitannya dengan misi lost child yang gagal dilakukan Gaara?' batin Shiryu mulai menganalisis perkataan Orochimaru barusan.


"Kalian berdua tidak apa-apa?" tanya Shun menanyakan keadaan Arkhan dan juga Aoki.

"Kami tidak apa-apa." Balas Aoki dan Arkhan dengan cepat mengangguk, menandakan kalau dia juga tidak apa-apa.

"Serangan balasan, ayo maju!" Shun kali ini serempak maju bersama Aoki dan Arkhan. Pemuda itu segera menghantam Kuro yang lengah dari depan, Arkhan melepaskan rantainya dan mengikat Kimimaru, dan Aoki juga datang menyerang Shimizu.

"Haha! Apa hanya segitu kemampuan kalian? Dasar orang-orang lemah!" Hidan tampaknya mengejek Lee, Sakura, Taka, Yumiko dan Queen Marie yang dianggapnya lemah.

"Jangan menganggap kami lemah!" Queen Marie tiba-tiba maju menyerang Hidan. NPC itu berputar cepat membiarkan rok bagian bawahnya mengembang dan dari dalam renda-renda roknya muncul gerigi tajam yang berputar. NPC yang berputar itu semakin mendekati Hidan, dan…

Sriiiiiiiiinggggg…

Akhirnya terjadi benturan antara serangan dari Queen Marie dan senjata sabit milik Hidan. Tapi Hidan mampu menguasai keadaan, dia mampu menghentikan serangan dari Queen Marie, kemudian dia mendorongnya dengan keras, Queen Marie pun terlempar.

"Hiyahhh!" Lee maju dan berusaha melakukan tendangan ke arah Hidan. Hidan menahan tendangan Lee. "Round kick!" Lee tidak menyerah begitu saja, dia melakukan tendangan berputar menyerang Hidan, tapi tendangannya tetap tertahan oleh Hidan.

Lee melompat mundur dan gantian serangan dilakukan oleh Sakura yang melancarkan beberapa pukulan. Sama seperti serangan Lee sebelumnya, Hidan menahan serangan Sakura dengan sabitnya.

"Sekarang giliranku!" tiba-tiba gantian Hidan yang menyerang Sakura. Dia mengibaskan sabitnya dan mengincar leher gadis itu, tapi reflek Sakura lebih cepat. Dia berhasil merunduk.

"Hidden strike!" Sakura melakukan serangan Hidden strike, yaitu merupakan serangan dimana Sakura dengan cepat berbalik ke belakang musuh dan segera memukul musuh dari belakang.

JEDUAGH!.

Hidan terkena pukulam Hidden strike dari Sakura. Pria itu menatap marah pada Sakura sekarang.

"Kau membuatku marah gadis kecil! Tapi tak apa, justru itu membuatku lebih bersemangat untuk membunuh kalian semua!" kata Hidan tampak tidak menyukai kalau dirinya terkena pukulan dari Sakura, tapi sedetik kemudian muncul seringai di wajahnya. "TRANSFORM!" seketika pemuda itu berubah wujud, dia tampak lebih menyeramkan dari yang sebelumnya. Tubuhnya menghitam dengan garis-garis putih membuatnya tampak seperti mayat hidup.

"Di-dia menyeramkan sekali… " Yumiko langsung bergerak mundur tanpa sadar begitu dilihatnya wujud menyeramkan dari Hidan.

-ooo-

"Sebenarnya apa yang terjadi disini, katakan padaku!" kata Shin yang bingung berada diantara Rei dan Sasuke yang membicarakan hal yang tidak dia mengerti.

"Sudah kukatakan orang itu bukan Sasuke! Tapi dia adalah hacker lain yang menggantikan posisi Game master asli! Dari awal aku memang sudah mencurigainya! Kau pasti hacker yang diberikan julukan Sky phantom, tak salah lagi pasti kau!" kata Rei menuduh sosok yang berada di depannya saat ini adalah seorang hacker yang memanipulasi karakter Sasuke. Dan hacker itu memiliki julukan Sky phantom.

"Aku tak ada pilihan lain… Sepertinya kau sudah mengetahui identitasku. " Balas 'Sasuke' yang akhirnya mengakui kalau dia bukanlah Sasuke yang asli. "Dan kau harus mati!" mendadak saja Sasuke palsu itu menembakkan sebuah tembakan angin yang dengan cepat melesat mengenai tubuh Rei (tembakan angin itu merupakan kekuatan kinetis yang dimiliki olehnya dan merupakan kekuatan aslinya, dia ahli menggunakan energy kinetis, dan tembakan itu merupakan gelombang energy angin besar yang berbentuk seperti peluru). Rei yang terkena serangan itu langsung terdorong jauh.

"REII!" Shin yang melihatnya bergegas berlari untuk menghampiri pemuda itu, tapi gerakannya dihalangi oleh Sasuke.

"Kau akan mati bila berusaha menolongnya," ucapnya dengan tegas sambil menatap dingin Shin.

"Coba saja." Balas Shin yang tak gentar dan bersiap untuk melawannya.

-ooo-

"Kalau benar yang dikatakan Rei itu berarti kalian berada dipihak yang salah!" kata Shun yang sedang melawan Kimimaru.

"Tak ada benar dan salah disini, yang ada hanya menang atau kalah!" balas Kimimaru yang kemudian dia menghunuskan pedang esnya ke bahu kiri Shun dan melukai pemuda itu. Kimimaru menyeringai sedikit, lalu dia mencabut pedang tersebut dan bersiap untuk menyerang lagi.

Saat Kimimaru melesatkan pedangnya ke sisi kanan Shun, pemuda itu berhasil mengelak sedikit. Kimimaru beralih mengibaskan pedangnya mengarah pada leher pemuda itu, Shun segera melompat salto ke belakang dan disaat pedang itu mengarah ke perutnya, dia menahan serangan itu dengan kedua bilah pedangnya.

Ditempat yang berbeda Aoki dan Akrhan melawan Shimizu dan juga Kuro. Pertempuran sengit terjadi diantara kedua belah pihak itu.

"Hotaro no hikari!" serbuan ratusan kunang-kunang yang berkilatan datang menyerang Aoki dan juga Arkhan.

"Yuki no sakkaku!" Aoki membalas serangan tersebut dengan jurus ilusi salju. Dan kemudian kunang-kunang itu malah berbalik menyerang Shimizu.


ZRAAAAT… !

"LEE!" Sakura berteriak kencang memanggil Lee yang akhirnya terluka oleh Hidan. Sebuah luka menganga tampak di bagian perut pemuda itu.

"Itu suara Sakura!" Naruto yang mendengar teriakan Sakura tak jauh dari tempatnya berdiri bergegas berlari ke ruangan yang menjadi sumber suara itu.

Drap… Drap… Drap…

Dia berlari cepat hingga tiba disuatu ruangan yang dia yakini dari sanalah dia seperti mendengar suara Sakura.

"Ceh… Pintunya tak bisa terbuka!" Naruto yang kesal memaksa untuk membuka pintu itu, tapi pintu itu tak mau terbuka.

"Dobrak saja!" Reika mengusulkan untuk mendobrak pintu itu bersama-sama.

BRUKH!.

Tapi percuma sekuat apapun mereka berusaha mendobraknya pintu itu tetap tak bergeming.

"Dicoba dengan menggunakan kekuatan saja, minggir semuanya!" Jiraiya akhirnya memutuskan untuk menggunakan kekuatan besar untuk membuka pintu tersebut.

"WATER BOOM!" suatu tembakan kekuatan air yang cukup besar diarahkan kepintu itu, tapi lagi-lagi usaha tersebut gagal. Pintu itu tetap berdiri kokoh.

"Tidak berhasil… " kata Neji yang hampir tidak percaya pintu itu tetap berdiri kuat disana meskipun sudah diserang dengan kekuatan yang besar seperti itu.

"Tampaknya tak ada yang bisa kita lakukan. Pintu itu terkunci dengan kekuatan lain." Kata Shikamaru yang merasa ada kekuatan besar yang menahan pintu tersebut.

"Erghh… Sial, sial, sial!" geram Naruto dengan penuh amarah. Dia memukul-mukulkan tangannya ke pintu itu sampai tanpa sadar tangannya berdarah.

"Na-Naruto… " Hinata ingin sekali menghibur Naruto, tapi dia sendiri tidak bisa melakukan apa-apa. Dia tak menyangka keinginan Naruto untuk menolong Sakura sangat besar. Diam-diam Hinata berpikir, apakah Naruto akan mencemaskannya sama seperti ini bila dia berada dalam posisi seperti Sakura saat ini.

-ooo-

"Lee, bertahanlah!" Sakura memangku tubuh lemah Lee ke dalam pangkuannya. Lee terluka akibat melindunginya dari serangan Hidan barusan, dan Sakura sangat merasa bersalah melihat Lee terluka seperti ini karena melindunginya.

"A-aku tidak apa-apa Sa-Sakura… A-aku hanya butuh istirahat… Aku merasa lelah… " kata Lee dengan suara yang nyaris tak terdengar, dalam kondisi seperti itu dia masih tak ingin Sakura mencemaskannya.

"Lee, kumohon buka matamu!" Sakura mulai khawatir melihat Lee yang memejamkan matanya.

"Hehehehe, tampaknya dia akan menjadi tumbal pertama!" kata Hidan sambil menjilat sabitnya yang terdapat darah bekas Lee barusan. "Curse Mark," ucap Hidan tiba-tiba dan seketika luka yang ada di perut Lee berubah menjadi hitam seperti luka bakar.

"Ke-kenapa ini?" tanya Sakura dengan kaget melihat luka pada tubuh Lee menghitam tiba-tiba.

"DEATH CURSE!" Hidan melakukan tusukan pada jantungnya sendiri sambil menyeringai.

"Akh… " Lee yang berada dalam pangkuan Sakura ternyata terluka, terdapat bercak darah yang merembes dari dalam bajunya, darahnya semakin banyak. Dan darah itu berasal dari luka Lee yang ada di dadanya, luka itu muncul bersamaan saat Hidan menusuk dadanya sendiri.

"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?" Taka menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, sedangkan Yumiko dan Sakura memandang ngeri melihat Lee yang mengeluarkan darah semakin banyak dari dadanya.

"Sa-Sakura… Maaf… " kata Lee yang mengucapkan permintaan maafnya, tak lama dia menghilang.

'Lee… Game over!' batin Taka dan Yumiko secara bersamaan melihat Lee game over di depan mata mereka sendiri.

"TIDAKKKKK! JOKERRR DIMANA KAUUU!" Sakura berteriak histeris sambil menangis dan tanpa sadar dia memanggil Joker untuk datang membantu.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Mampukah Sakura memenangkan pertarungan ini? Bagaimana dengan nasib Shun dan kawan-kawan? Lalu bagaimana dengan keadaan Rei serta Shin? Apa alasan sebenarnya Orochimaru dan Joker menyembunyikan identitas Gaara?.

TBC...


Riku : Sebelumnya gue mau minta maaf kalau ada kesalahan nama skill dan lain-lain, jujur gak gampang buat adaptasi, gue harus samain gaya penulisan gue sama Yuki dan nama skill dari masing-masing OC yang sangat bervariasi itu, dan gue juga harus baca ulang lagi (meskipun gue sendiri yang mengkonsep tetep gue baca ulang soalnya yang nulis tetep bukan gue).

Gue lagi planning buat Part 2 yang mau pesen tempat bisa bilang ke gue. Ah, gue sendiri punya banyak tokoh favorite OC disini, gue suka Reika, Nyx dan Shouta hahahaha.

Sekilas pengalaman gue main game, gue pernah jalan-jalan di hutan sendirian (level gue baru level 10) pas lagi jalan tau tau gue ditebas sama seekor Assassin! Dengan damage 9999! Bikin kepala gue emosi. Pas berhasil bunuh gue itu Assassin jalan ngelayap sambil ketawa, ternyata di depan dia ada seekor MVP lagi nongkrong dan dia terbantai sama MVP itu hehehehe.

.

.

"It's hurt but I want to live".