5 Tahun Kemudian

Semua yang berlalu biarlah berlalu.

Baekhyun tidak pernah mengingat apa yang pernah dia lalui saat dulu. Semuanya dengan mudah dia lupakan layaknya hal itu tak pernah terjadi sama sekali dalam hidupnya.

Dia terus hidup melangkah maju dan meninggalkan segalanya. Dia akan selalu menjadi dirinya sendiri dan semua orang pasti mengerti, jika tidak, mereka harus mengerti secara terpaksa.

Orang tuanya pernah protes dengan caranya berpikir. Namun mereka berhenti karena tahu bahwa dia takkan berubah sedikitpun.

Inilah yang terbentuk atas apa yang terjadi selama ini, jadi terima saja apa yang ada.

"Aku tak apa, kalian harus menjenguk Jae Ah, dia lebih membutuhkan kalian." Katanya.

Kibum menghela nafasnya, dia melirik Jinki yang menatapnya dengan senyuman tipis.

Takkan berhasil.

"Baiklah kalau begitu, jika ada masalah apapun beri tahu kami,ya?"

Baekhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

Lima tahun telah berlalu dan semuanya masih tetap sama.

Kibum mengerti semuanya takkan berubah begitu saja. Baekhyun mungkin masih terkejut dengan sikap yang mereka berikan padanya, tapi, apakah harus selama ini?

Dia ingin Baekhyun bermanja padanya seperti dulu.

Dia ingin senyum itu, bukan sebuah senyuman kecil yang dipaksakan. Dia ingin mengingat senyuman itu lagi.

Kibum bahkan harus berusaha keras untuk mengingat semua hal yang berhubungan Baekhyun. Dia tidak menyangka bahwa dia telah melupakannya begitu saja.

Bagaimana anak kandungnya itu tersenyum?

Bagaimana anak itu bercerita padanya dengan menggebu-geebu?

Bagaimana anak itu menangis dan merengek padanya?

Bagaimana anak itu tumbuh?

Namun, Baekhyun tak memberikannya kesempatan untuk mengingat itu lagi. Anaknya itu membangun tembok yang tinggi dan tebal agar dirinya tak bisa disentuh.

Sangat keras kepala.

Namun Kibum tak bisa merubahnya.

"Ada yang kamu ingin sampaikan pada Jae Ah?" Tanya Jinki.

Baekhyun menggeleng, "Tidak ada."

Jinki mengangguk, "Hati-hati di Jepang, Papa akan berusaha mengunjungimu sebulan sekali."

"Mommy juga." Kata Kibum menambahkan.

Baekhyun tersenyum kecil, "tidak usah, aku tak masalah, kalian bekerja saja dan urusin Jae Ah, jika ada apa-apa aku akan menghubungi kalian."

Kembali lagi ketempatnya berada setelah 6 bulan hal itu terjadi.

Melarikan diri lagi.

Baekhyun akhirnya sampai di apartemennya di Jepang malam itu. Dia membuka pintunya dan menarik kopernya masuk kemudian menutup pintunya.

"Aku pulang." Katanya.

Dia menekan saklar lampu kemudian ruangan gelap itu berubah menjadi terang. Baekhyun melepas sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumahnya kemudian menarik kopernya menuju kamarnya.

Pada akhirnya dia selalu lari dari semuanya.

Dan mengabaikannya lagi seakan semua itu tak terjadi.

"Aku pulang." Katanya ketika dia membuka pintu kamarnya. Dia tersenyum lebar ketika lelaki itu memutar kursi kerja yang di dudukinya dan menatapnya. "Aku pulang, Junho-ya." Ucapnya lagi.

Junho tersenyum lebar dan merentangkan tangannya, membuat Baekhyun berlari dan masuk kedalam pelukannya, "Selamat datang, Baekhyunku."