![]() Author has written 22 stories for Screenplays. when you pouring all of your heart content into words, there will no boundaries which can stop you from typing or writing. [aku tidak akan pernah berhenti menulis atau mengetik jika itu mengenai isi hati. karena apa yang kurasakan adalah sesuatu yang tak terbatas bahkan oleh kata.] PMG (09 Des 16) Siapa bilang kita harus melalui pengalaman untuk belajar. Aku adalah orang yang memiliki kepercayaan, pemahaman dan pengertian. Aku dapat merasakan kepedihan, kebahagiaan, kesenduan, keharuan, kemarahan seseorang tanpa harus mengalaminya secara langsung. Pikiranku, perasaanku, dan jiwaku bagai pedang bermata dua. Cinta dan benci adalah dua sisi dari mata pedang yang saling berkaitan dan tak terpisahkan. Aku menghargai kenangan, mencintai memori, merindukan momen, namun dilain sisi aku takut akan momen, membenci memori, dan menangis akibat kenangan. Aku bahagia dan sekaligus sedih akan kenangan, hal ini membuatku menyimpulkan dua hal yang berbeda sekaligus dapat hidup bersama dan bahakan dalam wadah yang sama. Aku membencinya karena aku takut, karena aku akan terbawa suasana dan menjadi sedih. Iya sedih, karena aku membenci masa lalu namun juga mencintainya. Karena saking cintanya hingga akhirnya aku membencinya, karena mereka takkan pernah kembali, mereka atau aku kami saling meninggalkan satu sama lain dan takkan pernah kembali. Waktu telah memisahkan kami, waktu menjadi pedang yang memutus tali di antara kami, di antara masa kini dan masa lalu, dan masa kini dengan masa mendatang. Kutuliskan apa yang kurasakan meski mungkin kalian berpikir ini adalah omong kosong, tapi itulah nyatanya diriku. Aku tak memiliki banyak pemahaman, banyak dari dunia ini yang tak kumengerti. Dan manusialah misteri terbesar hidup ini. Aku selalu bertanya-tanya, dan berpikir, manusia sangatlah rumit, tiap individunya berbeda, apa yang ada dipikiran mereka, apa yang mereka rasakan, apa yang ada di lubuk hati mereka, semua samar. Apa yang mendasari suatu keputusan, apa yang menghalanginya, apa yang membuatnya memilih ‘itu’ dan bukan yang lain dan sebagainya. Namun dari semuanya, jika kupikir ulang hiduplah yang paling misterius, krena yang membuat manusia sebagai misteri adalah kehidupan. Aku belajar, mungkin memang bukan dari pengalamnku sendiri, namun dari orang lain, dari pengalaman mereka, dari situ sudah cukup untukku merasakan dan memiliki pengalaman itu sendiri. Aku berpikir dan berpikir dan semakin lama kau berpikir semakin tak kumengerti. Seperti gunung, ada saat dimana aku mengerti dan paham, namun kemudian aku mulai memikirkannya lagi, dan pemahaman itupun lenyap dan semakin menjadi misteri. Aku tak paham cinta, tiap orang memiliki definisinya sendiri, aku sempat mempunyai pemahamanku sendiri, namun setelah kupikir lagi, aku tak mengerti. Aku pernah merasakan pengkhianatan, kehilangan, dan rasa menggebu-gebu cinta itu sendiri meski seiring berjalannya waktu aku lupa dan kembali ke nol lagi. Aku semakin bingung akan hidup. Tiap hari menjalani rutinitas yang sama bertahun-tahun, mengalami apa yang hamper semua orang alami. Berjalan beriringan dengan waktu, dari bayi, kemudian menjadi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, dan akhirnya mati dan terlupa, seolah kita tak pernah ada. Dalam waktu-waktu itu kita akan mengalami berbagai kebahagiaan, kesedihan, kesengsaraan, kemewahan, kesenduan, simpati, empati dan lain sebagainya, namun untuk apa? Aku terus bertanya-tanya. Apa tujuan utama hidup ini? Apa gunanya hidup, jika kelak kita seolah-olah tak pernah hidup. Aku menyadari ini ketika kita kehilangan seseorang, layaknya masa lalu yang menyedihkan dan tak pernah kembali, apapun yang kita lakukan. Namun dengan ini, aku menemukan pencerahan, untuk hidup aku perlu harapan dan tujuan serta impian. Impian dan harapan, hal ini mungkin tak tampak namun aku percaya dan itu nyata, kehidupan setelah dunia ini, aku hidup untuk hidup di dunia berikutnya, dan itulah yang membuatku bertahan dan memaknai hidup. Aku percaya, setelah mati, kelak dibangkitkan dan dimintai pertanggung jawaban, oleh karena itulah aku hidup. Aku tidak boleh berlaku sembarangan. Orang berkata hidup ini bermakna karena kelak kita akan mati dan lebih bermakna karena kita tak tahu kapan kita akan mati, sehingga kita kan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Hal ini juga yang menjadikan masa lalu berarti. Dia abadi dan tak berubah meski kita melupakannya dan seolah tak pernah terjadi, masa lalu akan selalu ada meski tak satupun mengingatnya, keberadaannya mungkin tak tampak lagi, tapi hal itu tak mengubah fakta bahwa dia ada. Aaku pernah bertanya apa yang membuat manusia hidup, dan kutemukan jawabannya yaitu emosi dan nafsu. Aku berpikir, malaikat tak memiliki emosi, aku pernah ingin menjadi seperti mereka, selalu menurut perintah Allah, mereka mengamati dan mencatat segala yang kita lakukan. Aku ingin seperti mereka, tak merasakan kepedihan, pengkhianatan, dan rasa kehilangan, dan hal ini membuatku berpikir mengenai hal lain; apakah malaikat, jin dan setan berkembang biak layaknya manusia dan kenapa manusia berkembang biak? Jika aku kelak punya anak, dan anakku punya anak dan begitu seterusnya tak membuat mereka mengenalku ataupun mengingatku karena aku akan mati sebelum mereka lahir dan keberadaanku di muka bumi layaknya pohon yang tak pernah tumbuh alias tak pernah ada. meski begitu itu tak berarti fakta bahwa aku pernah hidup terhapus, hanya saja itu sudah tidak bermakna, dan hal ini membuat otakku berputar dan pemikiran-pemikiran lain berputar layaknya lingkaran yang tiada henti dan tak bersolusi. Itulah misteri yang tak terpecahkan dari pertanyaan yang juga membingungkan dan itulah diriku yang bahakan tak paham akan diriku sendiri. Bagaimana jika aku tak pernah lahir dan tak pernah hidup, tak pernah merasakan kehidupan, melihat dunia, diamanakah aku akan berada? Apa yang kurasakan? Semua itu misteri dan aku yakin, otak manusia tak dapat menemukan jawabannya, kalupun ada takkan pernah memuaskanku. Aku suka membaca, membaca meberikan kesenangan dan kesedihan. Bukan karena ceritanya, namun kerena aku membaca sesuatu yang tertulis, dan sesuatu yang tertulis adalah sesuatu yang sudah terjadi, kalaupun itu fiksi, itu adalah fiksi yang dipercaya sudah terjadi, dan yang sudah terjadi takkan kembali layaknya yang mati. Aku akan menceritakan suatu kisah, mungkin akan terasa sedih, dan menyakitkan, tapi suatu hal seperti itu kurasa juga menguntungkan, karena seiring berjalannya waktu, kesedihan kan tersembuhkan dan kenangan bahagia sebaliknya dapat membuatmu menangis haru, sendu, dan rindu. Setelah lama kumaknai semuanya, aku menyadari bahwa sesungguhnya yang kubutuhkan dan yang setiap orang butuhkan adalah ‘pengertian’. Bagiku, pengertian lebih dari cinta, dengan sekedar kenyataan ‘ada orang lain yang memahamiku’, dan itulah bagian tersulitnya, karena banyak sekali orang saling mencintai yang belum tentu saling memahami, karena cinta memberikan mereka toleransi. Untukku, cinta yang kubutuhkan haruslah terdapat pemahaman, bukan mengenai kesukaan dan ketidak sukaan, melainkan pemahaman mengenai jalan pikiranku, perasaanku, dan kebutuhanku. Aku benci masa lalu, namun inilah yang akan kuceritakan, dan apa yang diceritakan memanglah selalu masa lalu. Dan kuharap dari cerita ini, kita dapat mengambil pelajaran, dapat memahami harapan, kepercayaan, kebahagiaan, kesedihan, pengkhianatan, kehancuran, kesepian, kemarahan serta harapan baru, serta membuat pilihan yang baru untuk hidup kita sendiri. Awalnya terdapat berbagai cerita yang menginspirasiku dan aku memahaminya, tapi ketika aku akan menuliskan sebuah cerita, aku sadar betapa pentingnya pengalaman secara nyata, karena sekalipun kita paham, belum tentu kita dapat membuat orang lain paham dengan sesuatu yang bahkan tak kita alami. Sesungguhnya, aku ingin menceritakan kisah dari seorang gadis muda yang pertama kali dalam hidupnya menemukan seorang pria yang ia cintai selain keluarganya. Cinta yang berbeda dari yang ia rasa dan juga berikan terhadap Ayah, Ibu dan adik lelakinya. Namun rasa bahagia, ambisi serta antusiasnya berubah sekejap menjadi kisah pedih yang memilukan akibat pengkhianatan dari sang pria. Di lain sisi, ayahnya yang sangat ia kasihi dan juga sebaliknya meninggalkannya di dunia ini, untuk terlebih dulu memasuki dunia yang lain. Rasa sakit yang dirasakan tak cukup hanya dipuaskan dengan tangisan, meski dia membenci kenyataan dari pengkhianatan itu, rasa cintanya terhadap sang pria tak lenyap begitu saja. Di sisi lain, sang gadis berharap bahwa semua pengkhianatan ini hanyalah bohong belaka, dia akan menunggu seperti janji mereka, dan suatu saat, sang pria akan menemuinya. Tapi hal itu takkan pernah terjadi, hal itu hanyalah harapannya yang tak pernah jadi nyata. Ketika akhirnya dia bertemu dengan pemuda lain yang sangat baik, cerdas, dan tampan, pemuda itu jauh lebih baik dari sang pria yang meninggalkannya dari sisi manapun. Namun hatinya tak dapat berbohong, hatinya tak dapat berubah begitu saja, cinta tak tumbuh secepat itu. Pemuda itu mencintainya, mau menunggunya, hanya saja sang gadis masih belum bisa melupakan sang pria dan setiap kali dia pergi dengan pemuda itu, yang ada hanyalah rasa bersalah, meskipun sang gadis juga menyukai si pemuda, namun perasan itu berbeda dari perasaannya terhadap sang pria. Kau tahukan rasanya, meskipun ada seorang yang jauh lebih baik (tampan, gagah, cerdas, baik, mapan, rajin, sopan) dari seorang yang lain, namun pada kenyataannya perasaanmu tak dapat berbohong dan lebih memilih seseorang yang bahkan telah pergi mengkhianatimu. Dan ketika kau memaksakannya yang ada hanyalah perasaan bersalah. Begitulah cerita yang ingin kutulis, namun kurasa aku tak dapat menulisnya karena semua itu terinspirasi dari novel Betty Smith, A Tree Grows in Brooklyn, dan aku tak memiliki pengalaman apapun mengenai itu. Sesungguhnya aku berharap akan kelanjutan kisah Francie tersebut, hanya saja, sebuah kisah takkan berakhir sebelum kehidupannya berakhir. Jadi, mau tak mau sebuah cerita haruslah diakhiri oleh sang penulisnya sesuai kehendaknya, dan kita hanya bisa menerawang apa yang kemudian akan terjadi, karena disepanjang hidup akan selalu ada kematian dan kehidupan yang baru, hingga akhir dunia ini, dan jika ingin menulisnya, maka suatu cerita takkan pernah selesai. Dari novel tersebut, aku mempelajari serta merasakan perihnya kehilangan dan sakitnya pengkhianatan. wattpad : pearlmetalgold7 |
(Remake) Setelah 3x, Berarti? by Jjangmyeon reviews
Smiling Flower by Jjoan reviews
Love Shake by Iceu Doger reviews
Youth Butterfly by BisoryFlower reviews
Liebestraum by riigumtanshua reviews
Uri Dongsaeng by Nathania1721 reviews
Te Amo by Jjoan reviews
The Secret by Yara Aileen reviews
With or Without Lipstick? by Your Abnormal Writer reviews
Dating My Rival's Little Sister by Shiranai Atsune reviews
Baby Mingyu reviews
Baby Wonwoo reviews
Day care reviews
Baby Meanie reviews
Little Brother reviews
Our Son reviews
Happy Hong's Family Season 2 reviews
Rain reviews
Happy Hong's Family 2 reviews
Every Seme(s) Love Wonwoo reviews
Cat reviews
Katakoi opera reviews
Manis dan Cantik reviews
Dream of Doll reviews
My Lovely Boy reviews
Complicated Family reviews
Just Young Adult Life reviews
Kehidupan (Life) reviews
Permainan Cinta (Love Game) reviews
Rahasia sang ratu reviews
Hati yang Terbagi reviews
Children reviews