Saya Rasa -,-
Naruto Fanfic (Akatsuki special part) "Ada Apaan Sih?" Hanya fanfic, Naruto yg asli adalah kepunyaan Masashi senpai!!
Rated: T , anak kecil ga boleh!
Warning: Berchapter (4 chapter) jadi bagi yg tidak suka cerita berchapter, silakan lihat fanfic lain, tapi cerita ini bagus kok.. sekali lagi, ANAK KECIL TIDAK BOLEH! (karena mengandung kata-kata yg agak sulit dicerna anak-anak kecil)
Dan bukan yaoi, ok? -_-"
Genre: Humor/Friendship
ADA APAAN SIH?
Chap 1
Malem itu semua anggota akatsuki lagi pada ngumpul di tengah sambil nonton, yah tapi gak nonton juga sih coz pada sibuk masing-masing. Contoh Kisame sibuk pacaran sama si Juju (ikan koki yang baru dia beli), Tobi asik main congklak sama dirinya sendiri, Sasori juga sibuk lagi dandanin barbie, Deidara juga sibuk bikin burung-burungan dari tanah, Kakuzu sih gak usah di tanya pasti lagi ngitungin duit, Konan juga asik lipet-lipet kertas gak jelas, Zetsu lagi asik bacain manga hentai ke taneman mawarnya, Pein lagi asik itungin koleksi pierchingan dia (tumben gak baca bokep?), Itachi juga sibuk ngaca. Tapi tunggu dulu! Kemana ya si aliran sesat aka Hidan? Oh itu dia!.
"Zu!" tiba-tiba Hidan nongol dari persemediannya aka abis ritual di dalam kamar. Semua akatsuki yang lagi ngumpul di ruang tengah langsung nengok kearah Hidan, kaya ngeliat artis yang baru keluar dari mobilnya. (Akatsuki aneh juga ya, yang di panggil Kakuzu kenapa nengok semua? -_-).
"Apaan?" bales Kakuzu cuek.
"Ayo, sekarang aja".
"Kagak ah! Besok aja kaya biasa, lagian lu kagak liat nih gua lagi sibuk?" kata Kakuzu ngomel-ngomel sambil itungin duit.
"Ah, elo mah….Lebih penting mana sih duit lu apa partner lu?" Hidan ngambek dan langsung ngeluyur masuk kedalem kamarnya sambil ngumpat-ngumpat gak jelas.
"Si Hidan emang mau ngapain?" tanya Itachi yang penasaran sama tingkahnya Hidan, gak biasa-biasanya ngambek gaje gitu.
"Gak mau ngapain-ngapain kok dia" jawab Kakuzu asal.
"Yakin?" tanya Itachi lagi penuh kecurigaan.
"Awas lu, besok-besok gua gak mau bantuin misi-misi lu lagi!" ancem Hidan yang keluar lagi dari dalem kamar.
"Jangan gitu dong!" kata Kakuzu sambil menghentikan aktifitasnya dari menghitung –berapakah-duit-saya-.
"Lagian elu, kenapa sih harus ditunda? Gua udah gak tahan nih! Gak kuat!" Hidan masih tetep pasang muka bête nya.
"Besok aja ya? Kan emang biasanya juga selalu hari Sabtu…" Kakuzu berusaha 'merayu' Hidan.
"Dasar raja tega!" Hidan masuk lagi kedalem kamar. Kakuzu yang kayanya mulai merasa risih karena diliatin sama seluruh anggota akatsuki memilih untuk permisi kembali ke kamarnya.
"Ano….Hidan mau ngapain sih itu un?" tanya Deidara baru berani ngomong setelah dua mahkluk gaje udah masuk kehabitatnya masing-masing (kedalem kamar).
"Tobi juga gak tau senpai…"
"Hmmmmm…" Sasori sok mikir.
"Tapi aneh juga ya…..Ada sesuatu yang aneh…" sambung Konan sok ala detective Conan (Kata Konan: kan Conan fav gue! Namanya sama sih kaya gue *Konan narsis mode on*).
"Palingan si Hidan mau pinjem duit sama Kakuzu!" samber Zetsu santai sambil megangin majalah hentai.
"Hmmmmm…..Trus kenapa pake acara bilang gak tahan segala? Emangnya dia mao beranak?" tanya Sasori dengan muka sepolos-polosnya (pasti kawaii banget deh! :P).
"Iya, kenapa tuh un?".
"Tobi juga penasaran".
death silence. Semua akatsuki yang lain juga gak bisa jawab. Konan masih sibuk mikir ala Conan, Zetsu sibuk baca hentai, sedangkan Itachi, Kisame, dan Pein udah gak bisa jawab. Pikiran mereka bertiga udah kabur kemana-mana mikir yang enggak-enggak, apa yang sebenarnya terjadi antara Hidan dan Kakuzu barusan.
"Senpai-senpai kok pada diem?" tanya Tobi memecahkan gelas (*Kakuzu keluar marah-marah dengan sewot*) keheningan.
"Gak tau juga maksudnya" jawab KisaItaPein sambil nyengir garing.
"Eh…kalian pada perhatiin gak un? Tiap Sabtu pasti cuma Kakuzu aja sama Hidan yang gak pergi misi" kata Deidara sambil mengingat-ingat.
"Bener juga tuh…" sambung Sasori ikutan (sok) mikir.
"Iya juga ya….." kata Pein asal iya-iya doang.
"Pada penasaran gak sih un, mereka itu sebenernya ngapain berdua di markas un?" Deidara malah bikin akatsuki lainnya pada penasaran.
"Penasaran juga sih…." Jawab semuanya sambil manggut-manggut disko.
"Gimana kalo besok kita intip?" usul Sasori yang mendapat semua persetujuan dari semua akatsuki.
"Tapi nanti kalau ketahuan dimarahin sama Kakuzu-senpai loh". Secara Kakuzu itu kan bendahara yang mengerikan dan lebih menyeramkan kalau ngamuk dibanding Pein sendiri *author nabok pake duit recehan sekarung*.
"Ya jangan sampe ketauan la bodo!" kata Sasori sambil geleng-geleng ke Tobi.
"Hmmmmmm….." yang lainnya mikirin gimana caranya biar gak ketauan sama Kakuzu.
"Kebanyakan mikir lo semua! Nih gue ada ide, pake jurusnya si Pein aja yang bisa menyerupai kita-kita. Nah! " pas Sasori bilang "nah!" semua akatsuki langsung lompat gara-gara kaget.
"Elo ngomong jangan ngagetin apa!" Itachi udah kaget, ampir aja keriputnya ilang.
"Sorry-sorry gue lupa kalo lo udah tua!" Sasori malah ngeledekin Itachi.
"Enak aja lu! Lu juga udah tua!" Itachi nunjuk-nunjuk Sasori dengan kesel.
"Tapi kan gue imut-imut! Ya gak readers?" kyaaaaaaaaaaaaaaa (teriak fans Sasori).
"Halah gue juga gak kalah keren, Ya kan readers?" hyaaaaaaaaaaaaaaa (ini teriakan fansnya Itachi).
"Jangan pada jadi perang fans dong!" omel Pein sirik, soalnya fans dia gak lebih banyak dari fans Sasori sama Itachi.
"Oke deh, back to the topic! Jadi maksud gue pas si Pein pake jurusnya, akatsuki palsu pura-pura jalanin misi dari Kakuzu!". (Author lupa nama jurusnya si Pein jadi gomen ya kalo salah!).
"Terus un….Kita-kita gimana un ?".
"Ya ngumpetlah! Masa mejeng?" kata Sasori sambil membatin 'ck ck ck si Deidara makin minus aja (otaknya) kaya Pein'.
"Ngumpet dimana?" tanya akatsuki serempak dengan tampang tablo.
"Alamak! Ya dikamar masing-masing lah bodo!" jerit Sasori frustasi. Yang lainnya Cuma ber-ooooh ria berjamaah.
"Ya udah, pokoknya rencana dari gue pasti sukses! Tidur dulu ye" kata Sasori sambil bangun dari posisi duduknya dan menuju kamarnya (yang letaknya diatas barengan sama kamar Deidara dan Tobi).
"Eh tunggu dulu deh Sas, ngomong-ngomong 'bodo' itu maksudnya bodoh?" tanya Pein yang rupanya dari tadi mikirin apa maksud 'bodo' dari ucapan Sasori tadi.
"Bukan bodoh, bodo!".
"Trus apa?".
"Bodo itu…." Sasori jalan kearah tangga " Bodo itu artinya bocah dongo! Wakakakakakak". Sasori langsung ngakak, dan sebelum temen-temennya berhasil ngelemparin dia pake sandal, dia udah ngacir duluan kedalem kamar.
"Kurang asem tuh anak!" kata Pein gak terima di katain dongo, kalo dikatain otak minus, mesum, dodol sih udah biasa dia.
"Ya sutralah, gue juga mau tidur" kata Konan dengan tampang lecek kaya kertas abis di bejek-bejek.
"Gue juga deh un…." Deidara dan yang lainnya pun masuk kedalam kamar mereka masing-masing.
'Tobi yakin deh Hidan-senpai itu minta dibeliin Lolipop sama Kakuzu-senpai, makanya Hidan-senpai bilang gak kuat, sama kaya Tobi ya kalau kaya gitu…..Tobi juga gak kuat kalau gak makan Lolipop sehari aja..' pikir Tobi sambil ngemut Lolipop warna pelangi ck ck ck.
"Penasaran deh un….Sebenernya Hidan sama Kakuzu itu ada apa…" gumam Deidara yang masih penasaran (kalau dia murni penasaran).
"Alah….palingan si Hidan mau curhat sama Kakuzu, makanya gak kuat ditahan lagi!" Konan nebak ala girl way.
'…Jangan-jangan selama ini Hidan pecinta boneka kaya gue? Trus dia mau minta anterin sama Kakuzu buat beli itu boneka? Kakuzu kan partnernya…Mungkin sama yang lain dia malu…Buktinya boneka Teddy dari si Ino waktu dia misi di simpen…' Sasori mikir sambil inget-inget boneka Teddy yang terpampang indah di kamar Hidan. (Author: Tobat saja kalau Hidan beneran suka boneka).
'Jangan-jangan…..Hidan tadi itu mau –sensor- sama Kakuzu' ini sih pikirannya trio mesum (Kisame, Itachi, Pein) yang baru saja author kasih gelar.
"Zzzzzzzzzzzz...Zzzzzzzzzz..." ini mah si Zetsu yang udah ngegubrak di atas kasur aka langsung molor.
Sementara hari semakin larut akatsuki pun mulai tertidur satu-persatu bersama dengan pikiran-pikiran gaje dan nista yang ada didalam otak masing-masing, mengenai teman mereka, yang sebenarnya cukup bikin mereka penasaran dan…Ada apa sih?.
TO BE CONTINUED...