![]() Author has written 2 stories for Saint Seiya. Yosh, terimakasih sudah menyempatkan diri melirik profile –gaje- ini. Saya? Hanyalah seorang author kelewat awam yang mengeluarkan unek-unek serta fantasi anak-anaknya pada fanfiction. Jadi, jangan heran kalau fic saya dominan bergenre Alternate Universe. Sedang mencoba mengobrak-abrik dunia canon, tapi kebanyakan baru jalan setengah dan akhirnya ditinggalkan. Tapi, bukan artinya pengetahuan canon saya jongkok, lho... Dengan –sangat- bangga mendeklarasikan diri sebagai fujoshi garis keras, garis tebal, garis cembung(?), atau sinonim-sinonim yang lainnya. Karena garis depan itu sudah mainstream. Walau official masih di bawah umur, otak saya sudah dilabeli bejat oleh seorang teman gegara taraf kemesuman saya yang melampui teman seumuran. Saya tipe yang tidak pemilih, simple-nya, omnivora. Jadi segala pairing, rating, plot saya lahap dengan sukarela. Walau begitu, masih saja keder-keder kalau sudah berhadapan dengan yang namanya straight. Bukannya anti atau benci, hanya... enggan? Jujur, walau melawan hukum, BL itu lebih enak untuk saya cerna. Dan perlu diakui, saya adalah seseorang yang mendukung pair angsty, galau, gloomy, atau yang berbau sedih. Kenapa? Karena rasanya enak sekali melihat mereka menggalau baik di canon mau pun fanon. Untuk OTP... OTP saya cenderung banyak, tapi yang paling membekas adalah Defteros x Asmita (atau DefMita nama bekennya) dari Saint Seiya – The Lost Canvas. Tidak tahu mengapa, tapi interaksi mereka sangat menarik. Dan mereka adalah pair GALAU (yah, walau SS – TLC itu galau dari awal hingga akhir)! Hidup angsty! *direbus* Sekedar info, saya adalah penulis yang menulis menurut suasana hati. Jika lagi mood, maka fic-nya akan cepat menembus target. Kalau tidak, yahh... jalannya bakal seperti siput mengelilingi empang buaya. Eh, salah perumpamaan, ya Sekedar info –lagi-, saya lebih menyukai menulis di fandom pinggiran. Karena suasananya yang hangat dan bebas. Tidak terkekang permintaan update yang berderet, flame yang rawan, atau perang. Dan kebiasaan fandom pinggiran yang saya sukai adalah, kepedulian para author dengan sesama. Mereka rela meluangkan waktu mereka untuk menulis review yang manis nan hangat, bukan oneliner numpang lewat yang mesti dipertanyakan sebab dan asalnya. Soal review... saya bukanlah seorang reviewer yang aktif. Dan kebanyakan –atau mungkin semua- review saya berisi Fgan gaje, koreksi sebiji dua biji typo, dan FGan lagi. Jika mendapat tipe review seperti ini tanpa nama, yakinilah bahwa itu saya yang lagi males login atau masa login sedang habis di saat yang –sangat- kurang tepat. Biar lebih dekat, silahkan memanggil saya dengan nama Rein. Kenapa Rein –padahal ga punya darah Jerman atau Eropa-? Karena itu adalah singkatan dari nama asli saya. Dan saya yakin ada beberapa yang mengetahui siapa saya jika melihat nama ini. *pede kumat* Jangan khawatir, saya tidak menggigit apalagi menggiling, kok, hanya fangirling saja. Jika ada pertanyaan atau request, silahkan meng-abuse kotak PM. Sekali lagi, saya tidak menggigit atau menggiling, hanya merambling saja. Oke, lupakan yang terakhir. Rein |
絆 by Shara Sherenia reviews
Antara Benci dan Rindu by Ratu Obeng reviews
Ketika Bunga Berbicara reviews
epochés reviews