![]() Hai, kamu-yang-ngebaca-profilku-iya-kamu! Pen name: Pinkette OTP : SASUSAKU Favorite Pairings : NaruSaku, ItaSaku, MadaSaku (Yes, I know), I'm a SakuCent Sebuah tulisan dari kacamata seorang reader. 1. Summary : Jangan remehkan summary. Summary yang menarik, otomatis akan menarik para reader untuk membacanya. Apa lagi bagi para author baru. Lain kasus untuk author yang berpengalaman dengan fanficnya. Mungkin reader tidak ambil pusing lagi dengan summarymu akan membaca langsung fanficmu karena melihat Pen-namemu yang terkenal mempublish fanfic yang bagus. Ingat, banyak fanfic yang dipublish setiap harinya dan hal pertama yang dilihat reader selain judul adalah summary. Jadi buatlah summary yang menarik untuk menarik para reader sehingga reader mempunyai alasan untuk membuka link fanfic Anda. Jangan pernah coba menulis summary seperti ini: "Baca aja. Gk tw mau nulis apa." atau "Buka aja. Ga pinter bikin summary. Dijamin menarik." Coba tempatkan diri Anda sebagai seorang reader. Apakah Anda tertarik untuk membacanya? Kalau saya tidak. Dan jangan pernah mencoba untuk menjamin sesuatu. Tidak semua orang punya selera dan pikiran yang sama dengan Anda. Manfaatkanlah kolom summary yang tersedia sebaik mungkin. Walaupun words untuk summary terbatas, itulah tantangannya. 2. Story: Isi cerita adalah inti dari seorang reader membaca fanfic Anda. Coba untuk memikirkan itu semua untuk meminimalisir fanfic yang didiscontinued. Karena reader akan sangat kecewa. Berpikir ulanglah saat Anda ingin mendiscontinue fanfic Anda. Pikirkanlah readers yang selalu menanti fanfic Anda dan berapa banyak readers yang akan kecewa. Kalau Anda merasa tidak mood atau tidak punya ide, lebih baik hiatus dulu. Kalau Anda merasa bosan, pikirkan bagaimana perasaan Anda saat menerima review pertama Anda. Anda merasakan perasaan yang menyenangkan bukan? Sebelum mempublish fanfic, bacalah sekali lagi. Bagaimana kesan Anda saat membaca fanfic Anda? Ini semua perlu dilakukan untuk mengecek adanya typo atau mengedit beberapa bagian fanfic yang dirasa kurang. Sebelum mempublish fanfic, coba minta seseorang membacanya. Tanyakan bagaimana kesannya. Karena mungkin orang lain bisa melihat kekurangan fanfic Anda daripada Anda sendiri. Untuk itulah di fanfiction.net ini mempunyai kolom review. Kalau sudah mantap, tinggal publish deh. 3. Flame: Para author, jangan pernah remehkan flame. Jika seseorang memflame Anda, cobalah cari sisi positif dari flame tersebut. Tidak ada manusia yang sempurna. Begitu juga author dan flamer. Mungkin fanfic Author mempunyai kekurangan atau flamer itu yang mempunyai kekurangan di hal tertentu. Memang terkadang flame itu menyakitkan dan rasanya kita ingin memarahi orang itu, tapi cobalah berpikir positif dan bersikap dewasa dalam menanggapi flame tersebut. Saya pernah membaca profile seorang author yang marah-marah karena diflame. Dia mengatai flamer tersebut dengan berbagai kata yang kurang enak didengar. Dia juga berkata kurang lebih, "Udah dibilang NO FLAME masih ngeflame juga!". Yah, memang siapa sih yang seneng diflame? Tapi tanggapan yang seperti itu sangatlah tidak dewasa. Anda berani mempublish fanfic, jangan cuma ingin menerima pujian tapi juga harus siap dengan kritik dan flame. Jadi, alangkah baiknya jika kita menanggapinya dengan bijak walau kadang-kadang flame yang diberikan tidak masuk akal. Seperti, "Eh, si A itu nggak pantes dipasangin sama si B. Dasar Author bego!" Sebenarnya dari kata-kata flamer atau author, kita dapat menilai seberapa tingkat kecerdasan, kedewasaan, serta sikap orang itu. Jadi untuk para author, jangan langsung down saat menerima flame. Apa lagi keluar dari fanfiction.net. Itu tandanya mental Anda kurang kuat. Bukankah para flamer (khususnya "Flamer") akan makin senang? Bukankah itu tandanya flamer itu berhasil mengusir Anda? Dan disini Anda yang kalah. Jadi jangan kecewa saat menerima flame. Bukankah itu tandanya flamer itu masih peduli dengaan Anda sampai repot-repot memflame fanfic Anda? Apa lagi kasus-kasus belakangan ini. Fanfic yang diflame, malah difavorite. Ambil saja sisi positifnya, dia suka karya Anda. Walaupun mungkin ada alasan lain. Oh iya, kenapa juga sih karena ada orang nge-flame semuanya jadi perang? Kata-kataan sana sini. Dan membuat review jadi banyak gara-gara perang komen. Itu hanya menghabiskan tenaga dan waktu saja. Jadi lebih baik tidak usah ditanggapi nanti flamer itu juga bosen sendiri. Fiuh... capek juga nulis ginian langsung dalam sehari. Aku nulis ini sekalian curhat karena akhir-akhir ini FNI banyak kasus-kasus seperti di atas... sigh... Sekali lagi aku nulis artikel *apabisadisebutartikel?* di atas dari kacamata seorang reader karena aku adalah reader bukan author. Aku 'kan belum pernah publish fic :p Pinkette :) |