![]() Author has written 24 stories for Detective Conan/Case Closed, Bleach, Fairy Tail, and Noragami/ノラガミ. Hidup! Mati! Hidup! Mati! MATI!!! Kala itu, mataku tak lagi melihat. Tak lagi melihat dunia kelam penuh kedusataan. Tak lagi melihat panggung berdarah berlumur dendam. Hanya kegelapan yang menemaniku. Kala itu, bibirku tak lagi berbicara. Tak lagi mengucapkan sepatah kata tanpa arti. tak lagi meluncurkan sederet huruf penuh dusta. Hanya ketidakpastian yang mengaturku. Kala itu, telingaku tak lagi mendengar. Tak lagi mendengar jeritan kesakitan akan luka hati yang tersayat. Tak lagi merespon semua kekesalan ketidaksukaan. Hanya kesunyian yang menyelimutiku. Kala itu, kulitku tak lagi merasakan. Tak lagi merasakan kerasnya hantaman kehidupan. Tak lagi mendapatkan goresan ketidakadilan yang meraja. Hanya ketakutan yang menghantuiku. Kala itu, hidungku tak lagi menyesap. Menyesap busuknya udara kebodohan dalam panggung dunia penuh kelicikan. Tak lagi merasakan kesesakkan udara pahit yang menelusup masuk melewati hidungku. Hanya kematian yang membimbingku. Saat mataku telah tertutup rapat, memberikan kemungkinan terbesar tak akan adanya lagi kehidupan. Saat bibirku telah membiru, menyatakan kebisuan tanpa akhir yang merenggut semua suaraku. Saat telingaku telah tuli, menunjukkan ketidakberdayaan jasad kosong tanpa nyawa. Saat kulitku telah mendingin, melambangkan darah-darah yang telah malas bertugas. Saat hidungku tak lagi bergerak, membuktikan sebuah kematian telah menyayat tali penyambung kehidupan. Sebuah kematian. Pasangan hidup yang terus melingkar di leher setiap manusia. Sebuah kematian. Lawan tangguh tuk mencapai sebuah kesuksesan. Sebuah kematian. Teman lama yang terus dicari keberadaannya. Kini aku telah mati. Menikahi pasangan hidupku yang telah ditentukan. Mengalahkan lawan tangguhku yang menjadi penghalangku. Menemukan teman lama yang selama ini kunantikan. Tak ada lagi penderitaan dalam hidup. Tak ada lagi kebahagiaan dalam hidup. Hanya rasa sedih dan senang yang bercampur saat kurasakan diriku meregang nyawa. Jeritan pilu menggema akan derita tak terbendung. Tangisan takut mengalir akan perpisahan terpenting. Bukan masalah. Kematian bukanlah sebuah akhir. Kematian adalah ancang pertama tuk keabadian yang kekal. Ketika napas telah berhenti, Ketika mata telah terpejam, Ketika jantung tak lagi berdetak, Ketika ruh telah tercabut, Sebuah keputusan akhir telah diambil. Sebuah perintah terpenting telah diberikan. Kini saatnya mengucapkan perpisahan demi perjanjian tak pasti. Di depan dua buah pilihan yang tak dapat dipilih. Kita akan bertemu di akhir masa. Dalam sebuah ketidakpastian yang melarang. Hanya Dia-lah yang dapat menentukannya. Dan ketika saat itu datang, aku akan bersiap Menantikan dirimu dalam janji keabadian yang sulit ditepati Menyabut uluran tangan pasangan hidupku, Kematian. Selamat tinggal dan selamat datang, diriku. Pada dunia baru tanpa ingatan. Selamat tinggal dan selamat datang, duniaku. Pada sebuah kenyataan menggembirakan bagi para setan dunia. Selamat tinggal dan selamat datang, temanku. Pada dunia indah tanpa kehadiran awan hitam sepertiku. Aku telah mati. |
Triangle by koizumi nanaho reviews
Kelambu Asa by Agizera reviews
Aku ingin menikah by miisakura reviews
99 Reasons by makoshark reviews
Midnight Lullaby by kier2901 reviews
Belira's Boy by The Sirius of Black Daria reviews
Clean Carpets by makoshark reviews
For The Dearest by Kusanagi de Tsurugi reviews
Suki Kirai reviews
Do Re Mi Rintik Hujan reviews
365 Hari, 12 Bulan, 1 Tahun reviews
Kita Suami Istri! reviews
Cinta itu reviews
Happy B-Day reviews
Love (Letter) Story reviews
Ame reviews
Dengarkan Aku reviews
Duniamu reviews
Terima Kasih reviews
Apel reviews
Di Pinggir Jalan itu reviews
Dansa reviews
I Remember You reviews
Cegukan hik! reviews
HUJAN reviews
1 Alasan reviews
TERROR reviews
Just Listen to Me! reviews
Fanatic reviews
Benang Merah reviews
Does She Like Me? reviews
Does He Like Me? reviews