Berkali-kali pria mungil itu menatap jam yang ada di ponselnya. Berkali-kali pula ia mencoba menghubungi kekasihnya, Chanyeol. Namun tak kunjung tersambung.

Sudah lewat satu jam dari janji yang diberikan kekasihnya. Tapi tidak ada tanda-tanda jika kekasihnya akan datang. Baekhyun pasrah. Mungkin kali ini mereka tidak jadi kencan lagi.

Baekhyun yang sudah berdandan rapi, mulai menghapus dandannya dan berganti baju dengan baju rumahan. Dengan tidak bersemangat ia berjalan ke ruang tv.

Duduk di atas sofa, kemudian menaikan kedua kakinya. Dagunya bertumpu di atas lutut. Pandangannya kosong. Tersirat kekecewaan.

Jika dipikir-pikir, ini sudah kesekian kalinya mereka batal berkencan. Alasannya selalu satu. Chanyeol ketiduran. Menyebalkan memang.

Ingin marah, tapi percuma. Karena jika lelaki mungil itu merajuk. Chanyeol hanya akan mendiamkan saja. Pada akhirnya Baekhyun hanya bisa memaafkan.

Tapi kali ini berbeda. Baekhyun sudah benar-benar lelah menghadapi Chanyeol. Dia sudah lelah menjadi pihak yang selalu menunggu, kecewa, dan memaafkan. Dia ingin lepas dari pesakitan yang selalu diberikan Chanyeol.

Menguatkan tekat, Baekhyun kembali menghubungi Chanyeol. Pada dering ke sepuluh, baru terdengar balasan dari seberang.

"Halo Chan."

"Hmmm?"

"Bangun Chan. Kumohon kali ini dengarkan aku."

"Iya."

"Aku ingin kita sudahi saja hubungan ini. Aku lelah terus menerus kecewa."

"Baiklah."

Pip.

Baekhyun langsung mematikan ponselnya. Mendengar jawaban kekasih lebih tepatnya mantan kekasihnya yang seperti itu. Baekhyun benar-benar sadar. Chanyeol tidak mencintainya secara tulus.

Fin.

Kisah nyata :')

Makasih yang masih setia nunggu cerita abal-abal ini... Aku sayang kaliaaaan..