Daily Life as Commander Scout.

Author note : untuk chapter-chapter kedepannya saya menulis kehidupan lucien setelah dinding maria terebut dan jadi komandan scout.

maaf untuk daily life sebelum merebut wall maria sudah saya tulis di fanfic "the New Beginning".

Beberapa character OOC

sekian itu saja


Scout Regiment Squad Remake

seminggu setelah dinding maria terebut.

sudah seminggu sejak kita merebut dinding maria. aku memanggil para petinggi untuk mendiskusikan agenda scout kedepan, banyaknya prajurit yang masuk ke scout dan perubahan squad pasca tergantikannya komandan erwin dengan aku.

para petinggi lama dan baru sudah datang ke kantorku.

sekarang kita rapat untuk membahas beberapa masalah dan agenda kedepan.

"selamat pagi semuanya, sekarang kita akan rapat untuk agenda scout kedepan, banyaknya pasukan yang ikut scout dan perubahan yang lain."

"baiklah." jawab erwin

"okay...sekarang kita akan membahas agenda scout. saya merencanakan bahwa kedepannya kita akan menghabisi titan didaerah dinding maria dulu sebelum kita melakukan ekspedisi keluar dinding maria. sebelum aku melanjutkan rencana kedepan, apakah ada usul lain atau yang perlu ditanyakan ?"

semuanya terdiam lalu eld mengangkat tangan

"silakan kapten eld."

"lucien, maksudku komandan. kenapa kita harus menghabisi titan didaerah dinding maria ? bukannya kita bisa langsung melakukan ekspedisi keluar dinding ?" tanya eld

"awalnya aku juga memikirkan itu, tapi aku teringat suatu hal. ingat waktu kita ekspedisi merebut dinding maria ?" tanyaku

eld mengangguk

"nah waktu perjalanan ke dinding maria, formasi dibagian kiri pasukan utama hampir berantakan karena munculnya titan. disitulah aku berasumsi walau dinding maria berhasil ditutup, masih ada titan yang ada didalamnya. jadinya kita perlu menghabisi itu dulu dan kita bisa lanjut keluar dinding."

eld mengangguk dan semuanya juga ikut mengangguk.

"baiklah, mayor hanji aku tanya sesuatu."

"silakan komandan." jawab hanji

"apakah jaring penahan titan masih ada ?"

"ya, untuk apa itu ?" tanya hanji

"kita menghabisi titan tidak untuk membunuhnya, tetapi kita akan rubah mereka menjadi manusia kembali."

semuanya langsung terkejut

lalu miche mengangkat tangan.

"silakan mayor miche."

"permisi komandan, apakah bisa kita merubah titan menjadi manusia kembali ?" tanya miche

"ya, aku membaca jurnal milik ayahnya eren dan mendapatkan informasi bahwa kekuatan titanku bisa merubah para titan menjadi manusia kembali. walau aku belum mengeceknya, tapi aku sudah siap rencana cadangan jika kekuatan titanku tidak bekerja."

semuanya mengangguk lagi.

"baiklah untuk pembahasan selanjutnya, perubahan scout."

semuanya bersiap mendengarkan lagi

"pasca kita berhasil merebut dinding maria, scout mendapatkan tambahan personel sebanyak 137 orang termasuk dengan annie dan bertholdt. untuk itu saya akan merubah scout sedikit untuk hal itu."

"pertama untuk squad levi perannya tetap yaitu pasukan pembersih titan. ada perubahan anggota yaitu armin akan keluar dari squad levi dan akan diposisikan di squad baru, jean akan menggantikanku sebagai wakil squad levi dan penambahan anggota baru yaitu bertholdt hoover, dia akan menggantikan posisi armin. itu saja dari squad levi."

"aku mengerti komandan." kata levi

"untuk squad miche. peran squad miche yaitu tetap sebagai pasukan recon. ada penambahan anggota saja dari squad miche yaitu floch foster, annie leonhard dan thomas wagner."

"baiklah." kata miche

"untuk squad hanji perannya tetap yaitu penelitian dan pengembangan senjata baru. ada penambahan anggota sebanyak 10 orang. ini data mereka mayor." kataku sambil memberikan 10 kertas data prajurit baru

"baikah lucien !" seru hanji

"baiklah sekarang aku akan membentuk squad baru yaitu squad erwin dan squad eld."

"squad erwin sebagai squad strategi. tugas squad ini selain mengatur strategi, squad ini akan mempunyai tugas khusus untuk strategi pembasmian titan dinding maria nanti. untuk sementara armin arlert dan marco bott akan menjadi anggota, untuk penambahan anggota lain akan saya beritahu lagi."

"baiklah lucien." kata erwin

"baiklah untuk squad eld akan berperan sebagai pasukan gerak cepat. pasukan ini bertugas untuk penyampaian pesan dan pembantu pertarungan. squad ini beranggotakan gunther schultz, ouro bozad dan petral ral. ada tambahan anggota baru sebanyak 15 buah. ini data mereka kapten." kataku sambil memberikan 15 data prajurit baru

"aku mengerti komandan." kata eld

"untuk perubahan squad hanya itu saja. sekarang topik selanjutnya, kualitas anggota baru. 137 anggota baru yang bergabung ke scout kebanyakan berasal dari polisi militer dan garrison. dan beberapa anggota itu berasal dari pelatihan utara jadinya pengalaman bertempur mereka masih belum cukup untuk masuk scout."

aku mengambil nafas sebentar dan melanjutkan

"aku ingin bertanya ke kalian semua. berapa lama waktu yang efektif untuk melatih anggota militer baru scout agar kualitas mereka siap untuk ekspedisi kedepan ?" tanyaku

semuanya berdiskusi dan hanji mengangkat tangannya

"menurut saya 1 bulan seharusnya cukup lucien." kata hanji

"baiklah 1 bulan. ada usul lain ?" tanyaku

semuanya berdiskusi lagi dan menggelengkan kepala mereka.

"baiklah, kalau begitu. semua petinggi yang disini aku minta anggota veteran kalian untuk melatih para anggota baru tentang kemampuan dan tugas mereka menjadi scout selama 1 bulan. aku harap ekspedisi selanjutnya akan menekan angka kematian secara signifikan. fase latihan bisa dimulai besok."

"aku mengerti komandan." kata miche

"baiklah rapat sudah selesai. jika ada pertanyaan, kritik dan saran, silakan datang ke kantor saya."

semuanya mengangguk

"baiklah kapten eld dapat bubar dahulu. yang lain tetap disini sebentar karena ada pengumuman."

eld langsung hormat ke aku dan pergi dari ruangan

"baiklah, 4 hari kedepan kita akan pergi ke mitras untuk dinobatan oleh ratu historia. letnan levi, tolong beritahu eren, mikasa, armin dan jean tentang penobatan itu."

"aku mengerti." kata levi

"cuma itu saja pengumumannya, kalian dapat bubar."

mereka hormat ke aku lalu bubar.

setelah mereka bubar, aku segera membereskan kertas-kertas dan membersihkan ruangan rapat sebelum ke kantor pribadi.

setelah 30 menit, aku ke kantorku.

diperjalanan banyak anggota baru dan scout lama yang menyapa dan hormat ke aku.

aku hanya tersenyum dan mengangguk ke mereka sambil terus berjalan ke kantor pribadiku.

kadang aku melihat headquarter scout yang baru ini.

headquarter yang jauh lebih luas dan lebih banyak fasilitas dibandingkan sebelumnya.

yah terima kasih atas kerja keras para scout dalam merebut dinding maria, kita dihadiahkan oleh para petinggi militer dan ratu historia headquarter ini.

omong-omong soal fasilitas...

mungkin aku akan mencatat apa yang kurang dari headquarter ini

saat diperjalanan aku bertemu kakakku

"hai lucien !" seru bertholdt.

aku hanya menoleh dan melihat dia berlari ke arahku sambil telanjang dada

"hai kak." kataku sambil jalan lagi

bertholdt lalu ada disampingku dan memelukku dari belakang

saat dia memelukku, tiba-tiba aku langsung mual.

astaga apa yang dilakukan kakakku hingga punya aroma badan yang membuat aku ingin muntah ?

"hei kenapa diam saja, apa ada masalah di rapat ?" tanya bertholdt ramah

"kak, singkirkan tanganmu dulu."

"kenapa ? kau tidak suka dipeluk oleh kakakmu yang manis ini ?" tanya bertholdt dengan menyeringai sambil tetap memelukku.

entah kenapa kakaku agak sedikit abnormal daripada waktu dicadet dulu.

apakah ini efek aku menghajar dia dulu sehingga otaknya juga ikut bermasalah ?

"kak, aku tidak masalah kalau dipeluk oleh kamu. tapi aroma badanmu itu yang bikin aku ingin mati saja." kataku

"benarkah ? ini aroma maskulin dan kejantanan tahu." kata bertholdt sambil beracak pinggang

kepalaku langsung pusing mendengarnya

"kau jorok sekali kak." kataku sambil terus jalan ke kantor komandan

"tunggu lucien ! aku ikut denganmu !" seru bertholdt

"mandi dulu sebelum ke kantorku !" seruku balik

akhirnya sampai dikantorku.

"astaga kau cepat sekali lucien." kata bertholdt dibelakangku

"kak kau tidak mandi dulu ?" tanyaku sambil menahan mual

"nanti saja...aku masih mau latihan lagi." kata bertholdt malas

aku hanya menghela nafas.

lalu aku teringat sesuatu...

"oi kak, kau lupa aku ini komandan ?" tanyaku

"tentu saja tidak...kenapa ?" tanyanya balik

"kenapa tidak hormat ke aku ?" tanyaku

bertholdt hanya menyeringai

"tidak perlu...walau kau komandan, tapi kau kan tetap adikku." katanya santai

"tapi kak...ah lupakan."

"tenang saja, kalau saat misi aku akan memperlakukanmu seperti komandan." katanya

aku menghela nafas lagi

"ya sudah...tolong bantu aku beres-beres ini kak." pintaku

"dengan senang hati..." kata bertholdt

aku dan kakakku membereskan setiap ruangan dan kertas-kertas dokumen yang sekalian juga aku serahkan ke jendral darius untuk agenda scout kedepan.

saat sudah selesai, bertholdt memanggilku

"hey lucien." panggil bertholdt

"ada apa ?" tanyaku

"nanti aku akan diposisikan dimana ?" tanya bertholdt sambil mengipasi dirinya

"squad levi." jawabku pendek

"oh..." katanya

saat sedang bicara ada suara ketukan pintu.

"masuk !" seruku

lalu hanji membuka pintu dan masuk kedalam kantorku.

"permisi komandan."

dia hormat dan aku menganggukan kepalaku

"ada apa mayor ?"

hanji lalu menyerahkan sekitar 6 lembar data prajurit baru

"ini komandan, beberapa prajurit ini saya lebih menyarankan masuk di squadnya erwin. karena mereka kepemimpinannya sangat bagus. itu dari squad saya dan squadnya eld." lapor hanji

aku mengambil 6 lembar data prajurit dan mengeceknya

"benarkah ? mungkin aku harus lebih teliti lagi. terima kasih atas masukannya mayor." kataku ramah

"tidak masalah. omong-omong apa yang dilakukan kakakmu disini ?" tanya hanji melihat bertholdt

"biasa, kunjungan. mungkin kakakku ingin bergabung dengan mayor untuk eksperimen titan kolosal." kataku santai

"benarkah ?!" seru hanji senang

"ehhh ?! tidak perlu mayor !" seru bertholdt menolak

"yahhh padahal aku ingin melakukannya." kata hanji sedikit kecewa

"mayor aku hampir lupa. mayor juga membantu squadnya erwin dalam menyusun strategi selain di squad penelitian." kataku

"ohh...kenapa lucien ?" tanya hanji

"karena kalian berdua selalu memiliki strategi yang sangat hebat dan mengesankan. itulah alasan aku meminta mayor hanji juga membantu squad strategi." kataku

"begitu ya...baiklah !" seru hanji

"mungkin untuk itu saja mayor."

mayor hanji lalu hormat dan meninggalkan aku dan kakakku.

"hey jangan jadikan aku eksperimennya mayor hanji lucien." kata kakakku sebal

"kenapa kak ? mungkin dari eksperimen itu bisa menjawab kenapa posisi tidur kakak selalu aneh." kataku santai

"adik yang pintar...sini akan kuberitahu jawabannya." kata bertholdt sambil mencubit kedua pipiku.

"aduh kak !" seruku sambil berusaha melepas tangan kakakku dari pipiku

"kenapa kok adik kakak yang menggemaskan menjadi seperti ini." kata bertholdt seolah-oleh gemas dengan wajahku

"sudah kak ! kau merusak wajahku !" seruku

akhirnya kakakku melepaskan cubitannya

"nahhh masih ingin menggoda kakak ?" tanya bertholdt sambil menyeringai

"tidak deh kak." kataku sambil nafas tersenggah-senggah

lalu kakakku memelukku

"lucien...aku akan terus menjagamu." kata bertholdt pelan

aku terdiam sebentar lalu memeluknya kembali

"terima kasih kak..." kataku

lalu kita melepaskan pelukan kita

"kak sampai kapan kau akan terus telanjang dada ?" tanyaku

"oh ya...aku akan kembali latihan fisik lagi. kau mau kemana ?" tanya bertholdt

"aku akan menemui mayor erwin tentang anggota baru ini." kataku sambil menunjukan 6 lembar yang diberikan hanji

kita keluar dari kantorku.

setelah aku menguncinya, aku memberikan tulisan "komandan sedang pergi, tinggalkan pesan dan laporan di kotak disebelah pintu."

"ya sudah, aku duluan. jaga diri ya lucien." kata bertholdt sambil berlari untuk latihan lagi

"ya kak."

aku hanya tersenyum melihat kakakku sangat bersemangat seperti waktu kecil

...

lupakan, segera temui erwin untuk anggota baru ini.

Kantornya Erwin

aku mengetuk pintu

"masuk !" seru dari dalam

aku membuka pintu dan melihat marco sedang mengurus dokumen.

"oh komandan lucien !" seru marco sambil berdiri dan hormat ke aku

aku mengangguk

"ada apa komandan datang kesini ?" tanya marco

"sebenarnya aku ingin bertemu mayor erwin soal tambahan anggota baru. omong-omong dimana dia ?" tanyaku

"dia sedang menjemput armin." jawab marco

"ohhh...kalau begitu, ini anggota tambahan untuk squad strategi." kataku sambil menyerahkan data prajurit yang diberikan hanji

marco menerima data tersebut dan membacanya.

"komandan." panggil marco

"hm ?"

"untuk anggota squad ini, apa yang akan kita latih ke mereka ?" tanya marco

"selain latihan ODM, mereka perlu dilatih soal kepemimpinan, strategi persiapan pertempuran, strategi terdesak, pengambilan keputusan dengan kepala dingin diberbagai situasi, dan kharisma." jelasku

"begitu ya komandan..." kata marco

"apa ada pertanyaan ?" tanyaku

"nanti akan kudiskusikan oleh mayor erwin." jawab marco

"okay...omong-omong ada fasilitas yang kurang untuk ruangan baru squad ini ?" tanyaku mengecek fasilitas

"hm...mungkin tambahan meja sebanyak 5 buah dan rak buku. sisanya sangat sempurna." kata marco.

"okay..." kataku sambil menuliskan di note.

"marco tolong beritahukan ke mayor erwin dan armin apa yang kita bicarakan. dan juga misal ada saran atau kritik silakan ke ruangan saya." kataku sambil melangkah pergi

"siap komandan !" seru marco sambil hormat

aku pergi dari kantornya squad strategi.

selanjutnya kemana ya ?

oh ya squad gerak cepat.

Squad Eld

aku mengetuk pintu

"silahkan !" seru dari dalam.

aku segera masuk ke ruangan squad.

"selamat siang komandan !" seru petra sambil hormat.

aku mengangguk

"apa yang komandan lakukan disini ?" tanya gunther

"aku hanya mengecek ruangan squad yang sudah aku kembangkan. dan juga menurut kalian apa fasilitas yang kurang dari ruangan baru ini ?" tanyaku sambil menyiapkan note

"tidak ada komandan, semuanya sangat sempurna." kata petra

"syukurlah...baiklah ada pertanyaan ?"

"begini komandan, fungsi pasukan gerak cepat ini untuk apa ? lalu apa yang kita latih ke para cadet baru ini ?" tanya gunther

"fungsinya nanti akan aku jelaskan saat penjelasan strategi ekspedisi. hal yang perlu dilatih adalah penggunaan ODM dengan cepat dan gesit, latihan pengedaraan kuda dengan cepat, dan bertarung melawan titan." jelasku

"okay aku mengerti." kata gunther

"baiklah, aku pergi dulu." kataku sambil pamit

waktunya di squad penelitian.

Squad Penelitian

aku masuk ke laboratorium hanji

"halo komandan !" seru hanji

"halo mayor, bagaimana laboratorium yang baru ini ?" tanyaku

"ini sangat sempurna ! ohhh aku tidak percaya ini kau mengembangkan laboratoriumku !" seru hanji sangat senang

"tentu saja mayor, kita tidak tahu musuh yg ada diluar dinding nanti jadinya aku putuskan mengembangan teknologi juga. omong-omong ada yang kurang dari fasilitas ini ?" tanyaku

"untuk saat ini tidak ada lucien." kata hanji

"baiklah." kataku sambil bersiap untuk pergi

"lucien, sebagai komandan kau ingin aku mengembangkan apa ?" tanya hanji sebelum aku pergi

"hm..."

apa ya yang bagus untuk dikembangkan...

mungkin...

"mayor, bagaimana kita membuat senjata anti personel ? rencanaku, senjata ini akan sangat bagus untuk masa depan. baik untuk membunuh titan atau manusia." kataku

"wah ! kau benar-benar cerdas komandan ! mungkin besok aku akan memberitahu para anggota baru ini !" seru hanji sambil pergi

baiklah squad penelitian selesai...

waktunya ke squadnya levi

aku segera mengambil kudaku dan pergi ke tempat para squad levi.

Former Headquarter Scout

saat sudah sampai, aku segera memarkirkan kudaku

terdengar dari luar kalau ada keributan dalam markas.

apa yang mereka lakukan ?

aku jalan dan mengetuk pintunya

"permisi boleh saya masuk ?"

tidak ada respon...hanya saja keributan itu masih terdengar.

aku putuskan membuka pintunya

saat aku membuka pintu, ada seember air menyiramku dari atas dan ember tersebut menutupi kepalaku.

basah semua deh...

"astaga komandan !" seru jean

"apa ?!" seru sasha

"lucien !" seru bertholdt

"rasanya kita akan dalam masalah." kata eren

"conny, aku harap kau siap dihukum oleh komandan." kata mikasa

"sial, sial, sial !" seru conny

aku segera melepaskan ember yang ada dikepalaku dan menatap mereka

mereka hanya melihatku dengan wajah ketakutan.

"aku tanya...apa yang kurang dari fasilitas tempat ini ?" tanyaku seolah-olah tidak ada yang terjadi

semuanya hanya diam tidak bereaksi sedikitpun

"hei jangan diam saja !" seruku

"tidak ada komandan !" seru sasha ketakutan.

"ya sudah..." kataku sambil bersiap untuk pergi

mereka hanya menatapku dengan bingung

sebelum aku pergi, aku menatap mereka.

"conny besok segera kekandang kuda pagi." perintahku

"baiklah komandan..." kata conny ketakutan

aku segera mengambil kudaku dan kembali ke markas.

POV umum

sementara para squad levi hanya terdiam takut melihat lucien yang pergi dari hadapan mereka

"mampuslah kau conny..." kata jean menyeringai ke dia

"rasanya lucien sangat marah ke kamu." kata bertholdt menakuti dia

"mungkin kau akan dihukum lucien besok." kata sasha ikut menakuti dia

"diamlah kalian ! lucien tidak mungkin sejahat itu." kata conny berusaha tenang

"tapi conny, kau lupa kalau kau pernah dilempar lucien sejauh 3 meter hanya gara-gara kau sombong." kata eren mengingatkan

conny langsung menengguk ludah sambil ketakutan.

saat mereka sedang diam ada suara lagi.

"hoi kalian."

semuanya terkejut dan menoleh ke sumber suara itu.

ternyata dia adalah kapten levi yang barusan sudah bersih-bersih.

"kapten levi..." kata eren tertawa gugup

"apa yang lucu ? ruangan ini malah lebih kotor dari sebelumnya. dan kalian juga malah diam saja." omel levi

"maaf kapten." kata jean

"sebagai hukuman, bersihkan ruangan ini sampai mengkilat. dan jangan harap ada istirahat sebelum kalian menyelesaikan ini semua." kata levi sambil pergi membersihkan lagi.

akhirnya para squad levi membersihkan ruangan ini sampa hari gelap.

Besok Lucien POV

aku bangun pagi lalu melakukan rutinitas saat sebagai prajurit.

saat sudah selesai semua aku segera ke kandang kuda

disana aku menunggu conny sambil melihat-lihat laporan yang ditaruh para scout di kotak kemarin

setelah 15 menit, conny datang.

"hey komandan. kau mau menghukum aku apa ?" tanya conny ketakutan

aku segera menutup bukuku dan naik kuda

"cepat naik kuda dan kita akan pergi ke desamu." perintahku

conny terdiam bingung.

"cepat, aku tidak punya banyak waktu." kataku

conny akhirnya naik kuda dan pergi bersama dengan aku ke desanya conny desa ragako.

setelah 1 jam, kita sampai didesa yang sangat hancur dan ada titan prematur disana

aku segera turun dari kuda dan berjalan di tempat titan itu menyangkut

aku segera mengeluarkan kekuatan ku.

"komandan apa yang kau lakukan ?" tanya conny bingung

aku segera menyentuh kepala titan itu.

tiba-tiba titan tersebut meleleh.

"komandan !" seru conny

aku lalu masuk kedalam rumah tersebut diikuti conny dan menemukan seorang wanita tua yang tergeletak lemah

conny langsung memeluk wanita tersebut sambil menangis

"lucien apa ini ?" tanya conny

"aku baru saja menggunakan kekuatan titanku untuk mengembalikan ibumu menjadi manusia kembali." jelasku

"sekarang bawa ibumu ke klinik scout, mereka akan merawatnya. dan saat ibumu sudah sadar jangan beritahu kejadian yang terjadi barusan. aku tidak mau ibumu sampai terkena shock berat." instruksiku

conny hanya mengangguk sambil membawa ibunya naik kuda.

kita kembali ke headquarter scout.

ternyata yang dikatakan ayahnya eren benar...

kekuatanku bisa membuat titan menjadi manusia kembali.

dengan begitu...aku bisa menyelesaikan apa yang dikacaukan oleh monyet sialan itu.