Lala-chan ssu and val pururin proudly present
It's Like Beauty and the Beast: Side Story
Pair: AoAka
Rated: Kembali ke T
Disclaimer: Mau saya nangis darah dan jadi demon slayer juga Kurobas hanya milik om Fujitada
Warning: AU, OMEGAVERSE, TWIN!BOKUSHI ORESHI, BAHASA CAMPUR ADUK BAKU-GAUL, GAJE, ABAL, OOC, NISTA, DLL DKK
Note: Disini Shiori masih hidup dan Masaomi sayang sama oreshi
DLDR
~~oo00oo~~
Chapter 16: With You
~~oo00oo~~
"AKASHICCHIIIII! AOMINECCHIIIII!"
Suara nyaring memenuhi gedung aula membuat beberapa tamu menoleh dan berbisik. Mereka memperhatikan sang biang berisik berambut kuning. Si biang berisik pun mendapat jitakan di kepala
"Lu bisa gak sih sehariiii aja gak alay?!"
"Tau nih Kise-kun lagi banyak orang juga. Dasar rakjel ga tau diri."
"Harusnya kita tak mengajakmu, nodayo."
"KOK KALIAN JAHAT KE GUE SIH SSU?! HUWEEEE KALIAN JAHAT! KALIAN TEGA! PULANGKAN AKU KE RUMAH ORANG TUAKU!"
Aomine yang melihat adegan di hadapannya hanya bisa menepuk jidat. Habis sudah imagenya dikikis habis oleh sobat-sobat pelanginya. Kise pun kembali dijitak dan diamankan Kagami.
"Itu anak udah tau belom sih ini acara apaan?" tanya Aomine melihat Kise yang mojok di pinggir ruangan—ngambek ceritanya—
"Tau kok. Cuma lupa minum obat aja kali." Ujar Kuroko kalem
"Oh pantesan."
"JAHAT LO SEMUA SSU!" Kise kembali ngegas.
"KUNING ALAY GA BERHAK NGOMONG!"
Aomine menghela napas. Gagal sudah rencananya untuk jaim di depan tamu ayahnya Akashi
...tapi ngapain juga sih Aomine jaim? (Author digebuk)
"Terima kasih kalian sudah mau datang." Akashi yang sejak tadi diam saja membuka suara dan membungkuk. "Maaf sudah repot-repot datang di hari libur seperti ini."
"Tidak apa kok, Akashi-kun." Ujar Kuroko cepat
"Itu benar! Kami senang kok diundang kemari!" Kagami memamerkan cengiran lima jari
"Ya. Lagipula kami ingin memberi ucapan selamat." Ujar Midorima. Mendengar itu, Akashi tersenyum.
"Terima kasih. Aku senang." Ujarnya
"Ngomong-ngomong, Murasakibara tidak ikut?" tanya Aomine
"Hah? Dia ada di si—"
Midorima tak melanjutkan kalimatnya. Yang lain pun menoleh dan tak menemukan Murasakibara
"Perasaan tadi ngintil di belakang dah." Ujar Kagami
"Hah?! Masa ilang?!" tanya Aomine
"Udah gede kok masih ilang sih?"
Tak lama terdengar suara ribut dari aula sebelah kanan. Kemudian muncullah Murasakibara ngibrit membawa dua piring besar berisi tumpukan makanan.
"Makanannya banyaakk, terima kasih Mine-chin." Ujar Murasakibara dengan watadosnya.
Ya Gusti cabut saja nyawa Aomine sekarang
"Ada ribut-ribut apa ini?" suara tenang Seijirou menyapa indera pendengaran
Naahh pas banget nih malaikat kematiannya dateng
"Ngomong sesuatu, thor?"
Hah? Ehehehe nggak kok mas. Gunting nya simpen dong mas. Ehehehehehehhe okeh lanjut
"Seijirou." Ujar Aomine, bermaksud menyapa. Seijirou mengangguk, membalas sapaan Aomine
"Kuulangi, ini ribut apa?"
"Ah... Murasakibara hanya berebut makanan."
Seijirou mengernyit, seolah menilai Aomine. Aomine menelan ludah sebelum Seijirou berbalik
"Jangan berisik lagi."
Aomine menghela napas
Ya Gusti mengapa kau lakukan ini padakuuuu?!
~~oo00oo~~
"Sei-chaaann!"
Suara nyaring perempuan mengalihkan perhatian Akashi yang sedaritadi memperhatikan pembicaraan Aomine dengan geng pelangi cerianya. Dilihatnya Momoi langsung menerjangnya dan memeluknya erat, diikuti oleh Takao dan Furihata.
"Sei-chan, aku senang sekaliiii..." Takao memeluk Akashi sambil menangis bombay
"C-cepat sekali..." ujar Furihata sambil menahan tangis.
Melihat itu, Akashi terkekeh geli
"Kalian ini, aku tidak akan kemana-mana." Ujar Akashi. "Aku hanya meresmikan hubunganku dengan Daiki."
"Tetap saja..." Momoi mengerucutkan bibir. "Huuuh, Dai-chan! Pokoknya kau harus menjaga Sei-chan! Kalau tidak ku potong *piiip*mu!"
"KOK NGANCEMNYA GITU SIH?!"
Teriakan Aomine kembali mengundang bisik-bisik tetangga
Untung Masaomi belum datang. Auto dipecat jadi calon mantu si Aomine kalo kelakuannya begitu
~~oo00oo~~
Setelah lama ditunggu pun, pihak keluarga Akashi datang diikuti oleh pihak keluarga Aomine. Tamu yang datang segera bertepuk tangan melihat Masaomi menaiki panggung
Seluruh anggota geng pelangi ceria berkumpul bersama dan memperhatikan peresmian hubungan Aomine dan Akashi. Kise masih sok nangis Bombay membuat seluruh anggota Kiseki no Sedai pura-pura gak kenal
"Emang gak kenal kok."
Yaudah terserah aja. Lanjut mang!
"Selamat siang kepada seluruh hadirin yang datang."
Sapaan kembali terdengar. Masaomi mengernyit mendengar ada isak tangis namun tak ia gubris. Masaomi hanya mengangkat bahu dan melanjutkan.
"Malam ini, saya, Akashi Masaomi, akan menyampaikan mengenai masalah kelangsungan cabang Akashi Corp serta mengenai masalah pengurus cabang tersebut sekaligus mengumumkan suatu hal."
"Jadi seperti yang sudah diketahui, saya memiliki putra seorang omega." Ujar Masaomi. Akashi pun menaiki panggung dan berdiri di dekat Masaomi.
"Kami sudah lama mendekatkan putra kami, Akashi Seijuurou, dengan putra dari keluarga mitra kami, yaitu Aomine Daiki. Hubungan mereka telah berjalan sejak usia 13 atau Sekolah Menengah Pe—"
"UDAH DARI SELAMA ITU?! AOMINECCHI CURANGSBDHEKKSND"
Seluruh perhatian segera menuju sang kuning alay yang kembali berteriak histeris namun dibekap oleh Kagami yang sudah muak mendengar teriakan Kise. Masaomi terdiam lalu berdehem.
"Hubungan mereka telah berjalan sejak Sekolah Menengah Pertama, dan mereka sudah melalui proses mating. Dan pada hari Minggu sebelumnya, kedua pihak keluarga telah melaksanakan proses pertunangan."
Seluruh hadirin bertepuk tangan. Aomine berdiri tegak, sebentar lagi ia akan dipanggil.
"Dan mereka sudah hadir di sini. Kami perkenalkan, calon suami dari putra kami, Akashi Seijuurou, Aomine Daiki."
Aomine maju dan berdiri di sebelah Akashi. Seluruh hadirin riuh bertepuk tangan, bahkan tangisan alay Kise tak terdengar lagi.
"Dengan ini saya mengumumkan diresmikannya pertunangan antara Aomine Daiki dan Akashi Seijuurou. Sekaligus dipindahkannya tampuk kekuasaan atas beberapa perusahaan cabang milik keluarga Akashi kepada penerus resmi yaitu Akashi Seijuurou."
Beberapa tamu undangan mengernyitkan dahi mendengar keputusan Masaomi, namun mereka tetap bertepuk tangan. Aomine menghela napas. Syukurlah ia tak perlu (atau belum perlu bicara terlalu banyak)
Aomine menoleh merasakan genggaman pada tangan kirinya. Dilihatnya Akashi memegang tangannya dan tersenyum. Melihat senyuman sang mate tercinta, Aomine juga turut tersenyum
~~oo00oo~~
"Akashii! Ah, sudah bukan Akashi lagi ya? Jadi dipanggil apa?"
Seluruh anggota Generasi Keajaiban—termasuk Kise yang masih nangis Bombay gak jelas—mendatangi Aomine dan Akashi. Trio omega rekan Akashi juga turut mendekat.
"Nama margaku masih Akashi kok." Akashi tersenyum "Margaku baru berubah saat nanti sudah menikah."
"Masih lama sampai kalian menikah kan? Atau setelah lulus langsung?" tanya Kuroko sambil menelengkan kepala.
"Ayah bilang dia ingin Daiki merasakan bekerja sebagai bagian dari perusahaan Akashi dahulu selama tiga tahun." Jelas Akashi. Aomine bergidik.
"Apa itu berarti aku akan jadi bawahan Seijirou?"
"Tentu saja."
"WUAAAHH!"
Aomine melonjak kaget saat mendadak Seijirou berdiri di belakangnya. Seijirou sendiri hanya menatapnya (sok) watados.
"Ada apa, Daiki? Kau senang kan menjadi bagian dari keluarga Akashi?" Seijirou tersenyum 'manis' membuat Aomine merinding
"Kakak, berhenti mengganggunya." Tegur Akashi yang dihadiahkan palingan wajah. Namun Seijirou melihat sosok seorang omega berambut cokelat di dekat Akashi yang tengah gemetaran. Seijirou pun tersenyum.
"Halo, Furihata Kouki kan?"
Furihata langsung kaget dan semakin menyembunyikan diri ke belakang Akashi. Seijirou mengangkat alis.
"Apa ada yang salah dariku?" tanya Seijirou.
'BANYAK!' batin seluruh anggota Generasi Keajaiban, tapi mereka hanya diam
Diam itu emas asal bukan emas yang ngambang di kali. Eh itu mah Kise ya *author digebuk bola basket*
"Selamat atas pertunanganmu Sei-chaaann!" Takao menyunggingkan seringaian khasnya. "Dan selamat juga sudah menjadi pemimpin perusahaan cabang~meski aku tidak tahu apa itu teehee~~"
"Bakao!" keluh Midorima.
"Ih, Shin-chan jahaatt..."
"Ngomong-ngomong, Akashi." Kagami membuka suara. "Sepertinya banyak yang memperhatikan mu?"
Akashi mengerjap. Memang benar banyak yang menatapnya aneh bahkan sinis. Namun Akashi hanya tersenyum.
"Ini karena keputusan ayah menjadikan ku pemimpin perusahaan cabang. Tidak apa kok, aku sudah tahu akan mendapat perlakuan seperti ini." Ujar Akashi tenang. Aomine mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan benar saja, para tamu undangan menatap Akashi sinis dan berbisik-bisik.
"Biar kuurus mereka." Aomine hendak maju namun Akashi menahan tangannya.
"Jangan, Daiki. Biarkan saja mereka berbicara semau mereka. Aku tidak ingin mereka menghancurkan hari bahagiaku. Karena itu, kita bahagia bersama ya." Akashi tersenyum.
Aomine mematung. Ia hanya menghela napas dan membiarkan genggaman tangan Akashi lepas perlahan. Aomine menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Baiklah bila itu maumu."
Akashj hanya tersenyum dan kembali menggenggam tangan Aomine. Yah memang sejak tadi tangan mereka saling bertautan
"Wah, Mine-chin. Itu artinya selama Mine-chin cari ribut Aka-chin gak bahagia tuh." Ujar Murasakibara sambil mengunyah kue sus.
"APA LU KATAAA?!"
"Noh kan. Akashi-kun jangan mau sama yang ngegas kayak Aomine-kun. Udah sama aku aja."
"HEH ENAK BANGET LO NIKUNGNYA KUROKO!"
"Sama aku aja Akashicchi. Gantengan aku kan daripada Aominecchi~~"
"KAMPRET LO SEMUA!"
Yah memang bukan Generasi Keajaiban kalau gak ngegas dimanapun kapanpun. Tak peduli seluruh tamu undangan memperhatikan, mereka tetap berteriak dan tertawa
Kebahagiaan ini tak bisa diganti oleh apapun
~~~TO BE CONTINUED~~~
Suatu petang,
Lala: Asli ye gua ga ngerti lagi
Val pururin: *sambil main SSBTS* Ngomong-ngomong gua mo nanya deh
Lala: Apaan?
Val: Project kita gak dilanjutin?
Lala: Oh yang AoAka? Lah elu kan idenya—
Val: Apaan?
Lala:... SHIT!
Jadi itulah cerita mengapa FF ini baru update sekarang HAHAHAHA
MAAF KITA GANTUNGIN KALIAN READERS TENANG KITA MASIH HIDUP KOK. KULIAH BELUM MENELAN HIDUP KITA. Iya...belom
Belom
Belom /plak
Bales surat cinta (?) dulu
SesilliaS HAHAHAHA iya dongs akhirnya resmi. Anaknya tunggu mereka lulus sekolah dulu lah. Biarin mereka rasain masa putih abu-abu (?) dulu /paan
YAK segitu dulu readers. Maaf updatenya lamaaa banget lebih lama dari proses loading Lala selama matkul mikroekonomi.
Akhir kata, RnR?
