Just Info!
(Fanfiction) = Igneel yang bicara
{Fanfiction} = Ethrious/END yang bicara
.
.
Chapter sebelumnya :
"Sial! Kalau begini mereka pasti sudah berangkat dan meninggalkanku, Happy bisakah kau lebih cepat!?"
"Ini salahmu sendiri Natsu karena salah pelabuhan!" Ucap kucing itu dengan nada lucunya.
"Hei! itu bukan salahku. Itu salah Lucy yang tidak menyebutkan pelabuhan mana." Sanggah Natsu ke pendapat Happy.
"Tapi itu juga salahmu kan, karena kau tidak bertanya." Ucapan kucing biru itu ada benarnya juga.
"Ha'i ha'i aku yang salah. Jadi, bisakah kau mempercepat terbangmu Happy?"
"Wakatta!" Happy langsung melesat dengan kecepatan penuh. Selang waktu 3 menit, kapal yang dinaiki guild Fairy Tail terlihat.
"Hoi hoi! Kau pasti becanda 'kan? Kenapa kau melewati rute itu pak tua?" Natsu terburu-buru lagi setelah melihat rute yang dipakai Gildarts.
"Happy aku akan memberimu sihir penguat tipe Speed."
"Kenapa tiba-tiba Natsu?"
"Kau tau rute yang akan diambil kapal kita 'kan?"
"R-rute itu..!"
"Ya rute itu adalah sarangnya monster laut." Natsu memberikan sihir penguat ke Happy. Kecepatan kucing biru itu bertambah. 'Semoga belum terjadi apa-apa.'
.
.
Chapter 16 : Tiga Monster Mitologi
Untuk mencapai pulau Tenrou ada 2 rute yang bisa dipakai, yang pertama adalah rute paling aman tanpa ada gangguan apa-apa. Tapi memakan banyak waktu untuk sampai kesana, sedangkan rute kedua adalah rute tercepat. Cuaca di rute ini memang stabil dan mudah diprediksi, namun tidak ada yang menggunakan rute itu karena rute tersebut melewati daerah perairan yang disebut dengan sarang monster laut.
"Oh, sekarang aku tau kenapa tidak banyak orang melewati rute ini," kata Lisanna lega setelah mendengar penjelasan kakak perempuannya.
"Tunggu dulu, berarti kita dalam bahaya Mira-nee!?"
"Tenang saja, seluruh monster laut yang tinggal di situ sudah dimusnahkan oleh penyihir kerajaan beberapa tahun yang lalu dan Gildarts juga sudah menjamin kalau rute ini aman." Penjelasan dari Mirajane membuat teman-temannya yang sedari tadi panik menjadi agak tenang.
…
"Tapi Natsu, bukankah monster lautnya sudah dimusnahkan oleh pasukan kerajaan? Jadi, pasti tidak apa-apa 'kan?"
"Tidak Happy, memang benar kalau mereka sudah memusnahkan monster di situ. Tapi ada beberapa yang lolos dan mereka yang lolos adalah monster laut yang paling besar dan paling kuat. Dari yang kudengar, ada tiga monster yang lolos dan mereka disebut sebagai Triangle Boss."
"Itulah kenapa rute itu juga disebut dengan Msytic Triangle, karena ada setiap kapal yang memasuki daerah atau rute itu akan menghilang," lanjut Natsu dari penjelasan sebelumnya. "Oleh karena itu Happy, kita harus bergegas!"
"Aye Sir!" Happy kembali mengepakkan sayapnya lagi agar mempersingkat waktu.
"Ngomong-ngomong soal sarang monster laut, kenapa bisa ada monster laut disini? Padahal saat kita masih kecil masih aman-aman saja 'kan, tanpa adanya kemunculan monster."
"Itu karena ada ilmuwan gila yang ingin diakui oleh dunia sehingga ia menciptakan monster-monster itu. Kejadiannya 4 tahun yang lalu, tempat penilitiannya ada di pulau Tenrou. Awalnya dia hanya mengubah ukuran dan kekuatan dari hewan-hewan di pulau Tenrou. Penilitian ilegalnya itu sudah tercium oleh pemerintah sehingga 3 bulan sejak ia mulai meniliti, ia langsung ditangkap. Sedangkan hewan yang menjadi kelinci percobaan, dibiarkan bebas berkembang biak dan setelah setahun semua hewan yang dijadikan kelinci percobaan berevolusi menjadi monster yang mengerikan."
"Terus-terus?"
"Sebentar, biarkan aku mengambil napas sejenak… Kemudian monster-monster tersebut mulai membuat kerusakan pada daerah sekitar pelabuhan dan membuat sarang di rute yang akan kita lalui ini. Untuk mengalahkan satu monster yang berukuran raksasa saja, dibutuhkan satu penyihir tingkat S. Dan ada rumor bahwa boss dari seluruh monster itu masih hidup di dalam gelapnya lautan. Mereka siap menenggelamkan kapal yang melewati rute dengan sekali serang," Jelas Mirajane dengan suara yang dibuat semenakutkan mungkin. Member guild yang tadinya agak tenang kembali was-was karena cerita Mirajane barusan.
"Mira-nee, kalau rumor itu benar, dibutuhkan berapa penyihir tingkat S untuk mengalahkan boss monster?"
"Emm, mungkin 3 penyihir tingkat S atau 1 dewan sihir." Mereka semua terkejut dengan jawaban Mirajane. Untuk mengalahkan satu boss monster saja dibutuhkan 3 penyihir tingkat S, seberapa besar dan kuat monster itu. Apabila monster itu benar-benar ada, seisi kapal mereka tidak akan sanggup untuk mengalahkan boss monster itu.
"Tapi, tenang saja. Seperti yang aku bilang tadi 'kan, Gildarts sudah menjamin kemanaan kita. Iya 'kan Gildarts?" tanya Mirajane ke pria tua yang sedang mabuk di pinggiran kapal. Dia hanya menjawab, "Sa na, tidak ada yang tahu akan hal itu."
Jawaban Gildarts membuat semua orang yang mendengarnya meneguk ludahnya masing-masing, tak terkecuali Mirajane yang sedari tadi tenang dan menakut-nakuti yang lain dengan ceritanya. Sekarang ia juga takut dan merinding.
Untuk sementara waktu kita tinggalkan mereka yang sedang ketakutan karena monster laut, kita beralih ke gadis pirang yang sejak tadi bersandar di pagar kayu kapal sembari menatap langit. Tatapannya seakan mengharapkan sesuatu datang, misalnya Kouhai pink yang jatuh dari langit bersama sahabat birunya.
"Lucy." Gadis itu menoleh ke arah suara yang memanggil namanya.
"Erza, ada apa kau kesini?"
"Tidak ada apa-apa, hanya ingin menemani sahabat lamaku yang saat ini sendirian menatap awan dengan harapan ada pemuda pink yang jatuh dari langit," guraunya. Lucy kaget dan salah tingkah, pasalnya bagaimana bisa Erza tau kalau dia sedang menunggu Natsu.
"Ba-bagaimana kau tau?" tanya Lucy yang wajahnya masih memerah. "Kau terlalu kelihatan kalau sedang menunggu seseorang dan semua orang pasti tau kalau kau menunggu Natsu, karena yang belum disini cuma Natsu." Jawaban Erza sukses membuat Lucy merah merona lagi. Sebenarnya semua member sudah tau kalau Lucy menunggu Natsu tetapi mereka tidak menghiraukannya. Darimana mereka tau? Salahkan Lucy sendiri yang terlalu memperlihatkan gerak-gerik orang yang sedang menunggu seseorang.
"Aku hanya khawatir, bagaimana jika ia tidak datang?" ujarnya sambil menatap gelombang air laut dengan tatapan sendu.
"Kau benar-benar menyukainya ya Lucy?" Erza menopang dagunya dan tersenyum kecil pada gadis itu.
"Mouu, Erzaa! Bukan seperti itu. Aku hanya mengkhawatirkannya saja, bagaimana mungkin aku jatuh hati ke pria yang lebih muda dariku. Lagipula lihatlah dia, rambut pink yang aneh, kelakuan seperti anak kecil, dan selalu merepotkan orang lain setelah bertarung," ucapnya kesal dan tak lupa pipi yang digembungkan sebelah.
"Hmm, souka? Ternyata kau benar-benar memperhatikannya ya Lucy," goda Erza ke pemilik manik caramel itu.
"Dakara, bukan seperti itu. Aku hany-,"
"Entah itu perasaan suka atau tidak, sebaiknya kau segera menyadari itu Lucy. Jika tidak, sebagian orang biasanya akan menyesal dikemudian hari." Erza pergi meninggalkan Lucy setelah berucap kalimat itu. Sedangkan Lucy mematung dengan segala pertanyaan yang mengisi kepalanya. Apa benar dia menyukai Natsu?
"Erza sialan! Dia membuatku menyadari perasaan yang tidak ingin aku ketahui." Lucy tidak ingin dirinya sendiri sadar kalau perasaannya ke Natsu sudah bukan perasaan seorang teman lagi, melainkan sudah melebihi rasa teman itu sendiri. Gadis berambut keemasan itu pun beranjak dari tempatnya menuju ke Mirajane untuk meminta minuman. Tapi yang ia dapatkan malah…
"Anoo, kenapa kalian semua terlihat ketakutan?" Tanya Lucy yang tidak tau kalau mereka ketakutan karena cerita monster laut dari Mirajane.
"Haa? Itu kan cerita lama, ayolah teman-teman. Mereka kan sudah dikalahkan oleh penyihir kerajaan, jadi tenang saja," kata Lucy meyakinkan mereka agar tidak ketakutan lagi. "Apa benar begitu Ojou-Chan?" sahut pak tua yang sedang mabuk di tepian pagar.
"Memang benar begitu 'kan? Mereka semua sud-,"
DEG
Kapal mereka berguncang keras, seakan bagian bawah kapal ditabrak oleh sesuatu.
DEG DEG
Guncangan itu kembali lagi, kali ini guncangannya makin keras diikuti gelombang airnya semakin meninggi. Menandakan ada sesuatu yang akan muncul dari bawah air.
DEG DEG DEG
Kapal semakin berguncang, penumpang kapal mulai panik. Lalu terlihat sesuatu yang begitu besar di bawah permukaan air laut. "Kau pasti becanda 'kan?" kata Lisanna tak percaya melihat sesuatu yang besar mulai keluar dari bawah air.
"Se-seharusnya mereka sudah dikalahkan oleh penyihir kerajaan, ta-tapi bagaimana bisa mereka semua masih hidup!?" Yang muncul dari bawah laut tidak satu monster saja, tapi ketiganya sekaligus. Mereka-ketiga boss monster atau Triangle Bossitumasih hidup dan sedang mengitari kapal Fairy Tail, seakan kapal itu sebuah perjamuan yang siap disantap.
"Raaarrrrrggghhhhhh!" Raungan dari salah satu monster laut itu mengguncang kapal dengan hebat. Kebanyakan dari penumpang mulai lemas dan putus asa setelah melihat wujud mereka.
"Semuanya bersiap untuk bertarung!" Teriak Erza yang sudah me-requip bajunya menjadi pakaian tipis yang membalut dadanya dan celana berwarna merah. Mereka tersentak dan sadar kembali setelah teriakan semangat dari Erza. Enam orang sudah siap untuk menghajar monster-monster itu, mereka adalah Erza, Gray, Mirajane, Lisanna, Elfman, dan Laxus. Sedangkan sebagian yang lain masih duduk bersimpuh lemas.
"Gray bekukan air laut ini, agar mereka tidak bisa bergerak!"
"Tidak perlu kau perintah, aku sudah mengerti!" Gray melompat dari kapal terlebih dahulu kemuidan ia menciptakan pijakan dari es. Tangannya ia masukan ke dalam laut, lalu…
Ice Age
…Seluruh lautan-tidak, seluruh benda yang ber-radius 3 km dari sihir Gray dibekukan total. Gray juga membekukan lautan dengan kedalam 2 km. Sayangnya sihir Gray belum sanggup mencakup seluruh tubuh monster laut, es milik Gray hanya membatasi gerakan mereka saja. Hei jangan salahkan sihir Gray, tapi salahkan mereka yang berevolusi menjadi hewan berukuran raksasa dan ketiga monster laut itu sedang mengelilingi Fairy Tail.
Monster laut di depan kapal ada Kraken atau gurita raksasa. Makhluk itu memiliki tinggi 35 meter dan lebar 38 meter. Kraken biasanya menyerang dengan menggulung tentakelnya lalu memukulkannya.
Sedangkan monster laut yang di belakang kapal adalah Sea Serpent atau ular laut. Memiliki Panjang 43 meter dengan lebar 25 meter. Makhluk ini menyerang dengan melilit mangsanya dan membawanya ke dasar laut.
Monster yang ketiga masih belum diketahui, monster itu hanya menunjukkan kepalanya saja dari permukaan air laut seakan mengawasi jalannya suatu perburuan. Makarov menjelaskan semua itu dengan santainya.
"Ini adalah latihan pertama kalian! Kalian bisa memilih kabur atau bertarung. Itu terserah kalian! Ja aku tidur dulu." Kakek tua itu langsung tidur setelah memberi penjelasan. Hei itu bukan berarti kakek tua itu benar-benar tidur, ia hanya memejamkan mata saja. Makarov pasti akan bertindak apabila situasinya sudah diluar kendali.
"Haaa!? Ini latihan pertama kita, bukankah ini gila!? Dan juga kenapa Master bisa tidur disaat genting seperti ini," ujar Lisanna kesal. Sepertinya para penyihir Fairy Tail tidak memiliki pilihan lain kecuali menghabisi mereka lalu pergi. Tiap penyihir sudah siap dengan sihir andalan mereka masing-masing.
"Yosh Gray pertahankan sihirmu itu!"
"Wakatteru yo Erza!" Erza mencabut bilah pedangnya dan mengarahkannya ke kepala kraken.
Reinforcement Magic: Power, Speed, Defense!
Erza merapal semua sihir peningkatannya, tidak hanya Erza. Tapi semua orang yang ada di kapal menggunakan sihir itu. Erza melompat ke arah kraken yang masih kesulitan bergerak.
Slinggg
Dengan sekali tebasan, salah satu tentakel kraken terpotong. Tak mau kalah dari Erza, Laxus mulai mengumpulkan sihirnya dalam skala besar.
Rairyu no Hotengeki! Sanbai!
Laxus melesatkan tombak petir berukuran tiga kali lipat dari biasanya ke arah kraken dan tombaknya tidak hanya satu, melainkan sembilan tombak dengan ukuran yang sama ia lontarkan. Makhluk itu langsung merasakan efek dari petir Laxus. Kraken lemas karena sambaran petir, ia tidak akan bisa bergerak untuk beberapa waktu kedepan.
"Jangan kau berpikir kemampuanku hanya itu saja! Lighting Storm!" Tiba-tiba muncul awan hitam diatas kepala kraken dan sea serpent. Awan hitam itu semakin menebal serta menghitam seolah-olah siap memuntahkan sesuatu di dalamnya. Dengan sihir petir yang mengaliri tangan Laxus, ia mengepalkan tangannya. Seketika itu petir yang sangat banyak menghujani kraken dan sea serpent.
Blarrr Blarrr Blarrrr
"mada mada! Rairyu no Hoken! Kai: Kyojin Version!" Laxus menciptakan tinju raksasa dari petir lalu melayangkannya ke kraken.
Duarrrr
"Huff huff…" Nafas Laxus tersenggal-senggal akibat mengeluarkan sihir secara beruntun apalagi sihir itu adalah sihir tingkat tinggi. Alhasil serangan beruntun dari Laxus, Kraken menjadi tak sadarkan diri. Sehingga anggota Fairy Tail bisa leluasa untuk menyerangnya. Mereka semua menyerang kraken dengan sihir terkuat mereka.
Sedangkan Erza saat ini berada dekat dengan monster laut sea serpent, terlihat merapal sesuatu, matanya terpejam, pedangnya ia sarungkan, sihirnya terpusat di tangan kanannya dan pedangnya. "Tiga pegunungan dan satu samudera, berada dalam satu benua…"
Whushhh
Sihir itu kemudian meluap-luap, sihir yang terpusat pada pedang Erza makin menghitam dan auranya semakin tebal. Rapalan Erza tidak hanya sampai disitu.
"…Dan semuanya terkumpul dalam satu dunia, saat semuanya menjadi satu. Tak ada yang tak bisa kutebas!" Erza membuka matanya, mata itu menajam mengarah ke sea serpent yang mulai berontak.
Katana Style: One Quick Slash!
Sliiinggg
Erza menebas sea serpent dengan kecepatan tinggi, teman-temannya hanya mendengar bunyi tarikan pedang dari sarungnya dan tidak tau kapan pedang itu menebas monster ular tersebut. Ketika Erza sudah menyarungkan pedangnya atau katana-nya, tiba-tiba saja leher sea serpent tertebas dan mengucurkan darah. Semua orang kaget dengan skill Erza barusan, sayangnya tebasan Erza tadi tidak mampu memotong seluruh leher dari sea serpent itu.
"Aaaaarrrrrgggghhhhhhhh!" Sea serpent itu meraung kesakitan, ia meronta-ronta kesakitan. Gerakan tubuhnya semakin liar hingga membuat es yang mengekangnya mulai retak.
"huff huff… belum terpotong seluruhnya ya, maafkan aku. Akan aku akhiri kali ini!" Erza berlari menuju sea serpent itu, kemudian ia berteriak, "Gray! Dorong aku menggunakan esmu!" Gray menuruti perintah Erza meski ia sendiri tidak tau apa yang akan dilakukan Erza.
Zrrraaaassshhh
Muncul sebuah pilar dari bawah Erza, pilar itu membawa Erza ke atas dengan cepat. Erza menggenggam erat katana-nya, ia memusatkan seluruh sihirnya di katana-nya. "Gray, sudah cukup!" Ia melompat dengan sihir di kakinya. Lompatannya sangat tinggi seakan Erza sedang melayang di udara, pijakan yang ia jadikan tumpuan langsung hancur. Erza mengeluarkan katana-nya, ia mengangkat pedang jepang itu tinggi-tinggi. Sihir yang ia pusatkan mengikuti bentuk katana Erza, katana itu semakin besar dan juga menajam.
Magic Sword: Huge Magic Slash!
Sssrrraasssshhhh
"Aaarrrgghhhh!" Sea serpent meraung kesakitan saat leher yang tadi tertebas sekarang dipotong kembali.
Bruugghh
Suara kepala jatuh dari monster ular yang terpotong oleh Erza, teman-temannya bersorak senang. Sedangkan Erza yang masih di udara, me-requip armor -nya menjadi armor yang memiliki sayap. Ia terbang menuju kapal untuk beristirahat sebentar. Sesampainya di kapal, ia langsung duduk menyandar tembok kapal yang terbuat dari kayu. Napasnya tersenggal-senggal dan tangannya gemetaran akibat menggunakan dua jurus pedang kelas master.
"Tidak kusangka kau masih sanggup mengubah baju zirahmu setelah mengeluarkan kedua serangan tadi, apalagi kau belum menggunakan Second Origin-mu. Kau semakin hebat saja, Erza," puji Mirajane.
"Masih belum seberapa bila dibandingkan dirimu, Mira." Erza tau betul kemampuan dari seorang siswi di depannya itu yang dijuluki dengan 'Si Iblis Silver'.
"Fufufu, kalau begitu aku akan membantu yang lain untuk menghajar Kraken. Kau beristirahatlah dulu sebentar, masih ada satu monster lagi yang belum menunjukkan identitas aslinya dan aku merasakan hal buruk akan terjadi ketika monster itu bergerak. Jadi kau tetaplah disini, pulihkan tenagamu lalu hajar monster yang masih memunculkan kepalanya itu," jelas Mirajane yang sejak tadi mengawasi jalannya pertempuran teman-temannya melawan monster laut.
'Sial! Kenapa sihir dari monster itu semakin besar? Apa yang sedang ia lakukan?' pertanyaan-pertanyaan tersebut memenuhi kepala Mirajane, tapi ia tidak ingin ambil pusing. Mira pun berubah menjadi iblis. Ia terbang vertical ke atas.
Satan Soul
Mirajane berubah menjadi iblis yang memiliki sayap dan ekor, ia juga memiliki garis berwarna hitam di mata kanannya. "Minna-san.. tolong agak menjauh dari kraken." Semua orang berhenti menyerang kraken dan ada yang sebagian berlari menuju kapal karena ikut terjun ke daratan yang diciptakan oleh Gray.
"Ini pasti akan gawat… Ice Magic: Ice Shield!" Gray membuat dinding es yang mengitari dirinya, karena ia tau serangan dari Mirajane pasti sangatlah gila. Dan tidak hanya Gray, tapi semua orang sudah tau akan hal itu. Oleh karena itu banyak dari mereka yang membuat sihir pertahanan sendiri-sendiri.
"Oh, kalian sudah mengantisipasinya. Bagus sekali! Kalau begitu aku tidak akan menahan seranganku." Mira membuat bola hitam diantara kedua tangannya yang melayang di udara. Ia memusatkan sihirnya pada satu titik, sehingga bola hitam itu makin menghitam serta membesar. Mirajane berusaha membuat bola hitam itu sebesar mungkin mengingat ukuran kraken yang sangat besar.
Ia tetap memusatkan sihirnya pada bola itu agar daya hancur dari serangannya meningkat dan bisa menghabisi kraken dengan sekali serang.
Yami Maho: Extinction Ray Extra
Bola hitam itu mengeluarkan laser berwarna hitam pekat, ketika laser itu mengenai Kraken…
Blaarrrrr Dooooommmm!
Terjadi ledakan besar saat laser itu mengenai kraken. Angin yang ditimbulkan juga tak kalah kuat, bahkan kapal mereka ikut keguncang. "Sudah kuduga akan seperti ini," ucap Gray yang mempertahankan dinding esnya ditengah dahsyatnya dampak dari serangan Mira.
"Fiuhh.. akhirnya selesai." Mira menyeka dahinya dari bulir keringat. Teman-temannya melongo melihat dampak dari serangan Mira. Cekungan besar terlihat di tempat kraken yang saat ini sudah menjadi debu.
"Kita juga harus bertindak Elf-nii!" Lisanna berlari menuju monster ketiga, ia menggunakan transformasi andalannya, yaitu macan dan tak lupa dengan sihir peningkatannya.
"Tentu saja Lisanna, ayo kita tunjukkan serangan kombinasi kita!" Elfman juga berlari mengikuti adiknya. Elfman berubah menjadi harimau dan ia bisa mengubah ukuran transformasinya sesuka hati.
Brother Combo: Talon Dance
Zrassh Zrraassh
Combo kakak beradik Strauss itu mencabik-cabik kepala dari monster itu dan memberi bekas sayatan pada kepalanya. "Sial! Kulitnya tebal sekali. Serangan kita hanya membekas seperti cakaran kucing," keluh Elfman.
"Tenang saja Elf-nii, yang kita lawan adalah seekor monster ber-rank S kau tau? Jadi tidak akan mudah untuk mengalahkannya. Lagipula kita tidak seperti empat orang monster dalam wujud manusia itu," kata Lisanna sambil melirik keempat orang yang sudah berkontribusi besar melawan kraken dan sea serpent tadi.
Disaat mereka berdua asik mengobrol, ada aura gelap dari arah belakang mereka. Saat mereka berdua menoleh ternyata…
"Mouu! Kenapa kalian tidak mengajakku dalam combo tadi?" ujar Mira menggembungkan pipinya. "Itu karena kekuatan kakak jauh diatas kita, akan terjadi ketidakseimbangan kak kalau kita membuat combo tanpa berlatih," bantah Lisanna. Setelah mendengar omongan Lisanna, Mirajane berpikir kalau itu ada benarnya juga.
"Kalau begitu, lain kali ajak aku dalam combo kalian!" ucapnya dengan nada tinggi. Kedua adiknya hanya mengangguk saja. Suasana tegang perlahan mencair dan mereka mulai bercanda seperti biasanya. Tapi mereka lupa kalau mereka sedang dalam pertempuran dan dalam pertempuran tidak diperbolehkan lengah, sekalipun musuh terlihat melemah.
'Kenapa? Kenapa? Kenapa?... padahal aku sudah sampai disini, padahal aku sudah mengusai Second Origin, padahal Natsu sudah membantuku habis-habisan. Kenapa aku masih lemah? Kenapa tubuhku lemas dan tak mau bergerak? Padahal pikiran dan hatiku ingin bertarung bersama mereka. Kenapa? Kenapa aku tidak bisa menjadi sekuat dirimu, Natsu!?' Lucy menjerit dalam hatinya, ia tak berdaya di hadapan monster yang mengeluarkan aura intimidasi luar biasa. Ia memukul pelan lantai kayu yang saat ini ia duduki, ia merasa kecewa dan menyesal terhadap dirinya sendiri.
'Lucy!' Panggil seseorang dari dalam pikirannya. Lucy pun berhenti merutuki dirinya sendiri dan lebih memilih menjawab panggilan itu. 'Ada apa?' Balasnya.
'Cepat panggil aku! Aku merasakan sesuatu yang berbahaya akan terjadi.'
'Tapi bukankah semua monster sudah dikalahkan?'
'Belum, masih ada satu lagi. Dan monster yang satu ini jauh lebih mengerikan daripada yang lain. Cepatlah Lucy! Sebelum semuanya terlambat.'
'Baiklah Loki!' Lucy mengambil kunci leo di pinggangnya, ia perlahan berdiri meskipun kakinya masih gemetaran.
Open Gate: Leo
Kemunculan Loki dibarengi dengan cahaya orange yang menyinarinya. Semua orang menoleh ke arah cahaya itu. "Ada apa Lucy?" tanya temannya.
"Loki merasakan sesuatu yang berbahaya dari makhluk itu." Tunjuk Lucy ke monster yang sejak tadi menyembunyikan tubuhnya. "Tapi dia dari tadi tidak melakukan apapun, mungkin dia takut," canda temannya. "Hei jangan remehkan Loki, dia itu arwah bintang tipe sensor tau."
"Tidak, sedari awal pertempuran kalian. Monster itu menghisap sihir yang kalian keluarkan," ucap Loki serius. Sekarang semua orang baru mengerti kenapa serangan mereka tidak se-efektif biasanya.
"Pantas saja, seranganku dan serangan kalian lebih lemah dari biasanya. Padahal sudah menggunakan banyak sihir," kata Mira sambil mengingat pertempuran yang sudah terjadi tadi. Sebagian member ada yang sweatdrop, 'Serangan sekuat itu yang bisa menghanguskan kraken dalam sekali serang, kau bilang lemah,' kata batin mereka berbarengan.
"Oleh karena itu, dia akan melakukan pergerakan. Sebab sihir yang ia serap dari kalian sudah terkumpul lebih dari cukup. Aku sarankan kalian semua untuk menciptakan pelindung di sekitar kapal, suruh teman berambut raven kalian itu menghilangkan daratan esnya dan menggantinya dengan sebuah dinding yang mengitari kapal ini,"
"Tapi bagaimana kami akan menyerangnya kalau sihir Gray dihilangkan?"
"Kita bisa memikirkan itu nanti, untuk sekarang buat pelindung sekuat mungkin. Firasatku mengatakan monster itu akan melakukan serangan yang mematikan." Semua orang mulai mempersiapkan pelindung.
Gray mengganti sihirnya seperti yang Loki katakan, Erza merubah armor -nya menjadi armor yang memiliki perisai besar. Laxus dan Mirajane menyiapkan sihirnya untuk mematahkan serangan yang akan datang, sedangkan yang lain sibuk memperkuat dinding es milik Gray dan perisai milik Erza.
"Yosh semuanya mempersiapkannya dengan baik, kalau begitu kita juga harus membuat persiapan Lucy."
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Panggil aquarius dan sagitarius. Serta naikan level kemampuan kami." Lucy kaget mendengar ucapan Loki.
"Tidak mungkin aku bisa memanggil dua arwah bintang lagi serta menaikkan kemampuan kalian, sihirku masih kurang." Bantah Lucy yang tau mana batas kemampuannya.
"Tidak Lucy, kau bisa melakukannya. Kau sudah bertambah kuat setelah bertarung bersama Natsu dan kau juga sudah membangkitkan Second Origin 100%, jadi aku yakin kau pasti bisa." Perkataan Loki membuat Lucy teringat semua pengalaman bertarungnya saat bersama Natsu, meskipun Natsu yang lebih dominan dalam pertempuran.
"Yang kau butuhkan sekarang hanyalah kepercayaan diri dan Natsu sudah percaya pada dirimu. Lantas apalagi yang membuatmu ragu?" Kata Loki men-support Lucy. Gadis itu mulai yakin pada dirinya sendiri, matanya tidak lagi menunjukkan keraguan. Tapi sudah mulai menunjukkan keyakinan.
"Akan aku coba." Lucy mengeluarkan kunci sagitarius dan aquriusnya.
Open Gate: Aquarius
Open Gate: Sagitarius
Muncul kedua arwah bintang tersebut, mereka terlihat siap melayani perintah Lucy. Sedangkan Lucy masih tidak percaya kalau dirinya bisa memanggil tiga spirit sekaligus. "Tidak kusangka aku bisa memanggil mereka dan tidak lemas," katanya kagum terhadap dirinya sendiri.
"Apa kubilang, kau sudah bertambah kuat. Hanya saja kau kurang percaya diri, Lucy. Sa sekarang naikkan level kami ke level dua." Lucy pun berkonsentrasi, ia memegangi ketiga kuncinya dan memusatkan sihirnya di kunci tersebut.
Spirit Enhancement: Level 2
Whuushhh
Sihir Lucy dan ketiga makhluk panggilannya mengalami peningkatan drastis, tak hanya sihirnya tapi outfit Lucy juga berubah. Sekarang ia memakai dress berwarna hitam(Note: Dress yang Lucy pakai saat ia men-summon Loki dan mengubah dressnya).
"Sekarang kami sudah siap!" ucap seluruh member Fairy Tail. Monster itu pun mulai menunjukkan jati dirinya, kepala yang sejak awal ia sembunyikan. Sekarang mulai terangkat menjulang tinggi.
Mata semua orang terbelalak dengan sempurna, mereka kaget dengan makhluk yang satu ini. Ukuran dan auranya sangatlah berbeda dari kedua monster tadi. "Hoi Hoi yang benar saja?" Laxus menatap makhluk itu, tatapannya menunjukkan ketidakpercayaan dengan apa yang ia lihat.
"Kenapa hewan yang dievolusikan ini bisa menjadi makhluk mitologi Yunani!?" ujar Gray yang masih begitu kaget.
"Tidak mungkin kita bisa mengalahkan monster ini," kata yang lain. Makhluk itu begitu besar daripada kedua monster tadi, mahkluk itu memiliki kepala yang sangat banyak.
"Satu.., d-dua.., ti-tiga….., se-sem-sembilan kepala. Makhluk itu memiliki Sembilan kepala!?"
"Jangan bilang kalau makhluk itu bernama…"
"Hydra…"
To Be Continued…
Yo minna-san bagaimana kabar kalian? Semoga baik-baik saja. Hei hei bagaimana chapter kali ini? Apa membosankan karena tidak ada Natsu sama sekali? Atau pertarungan mereka melawan monster kurang greget? Ya maaf kalau kurang xixixi.
Jika kalian bertanya kenapa kedua boss monster itu bisa dikalahkan dengan mudah oleh Erza, Laxus, dan Mirajane. Kalian tau sendiri kan bagaimana kuatnya mereka bertiga di anime, ya begitulah pokoknya. Dan kali ini updatenya cepet bukan. Semoga senin depan author bisa update cepet lagi. Bye-Bye~
See you in next chap…
[27 Januari 2020]
