Nozomi menghela napas lega karena beberapa pekerjaan rumahnya telah selesai, ia kemudian beranjak pergi ke kamar untuk tidur siang. Hari ini Naruto berada di rumah, ia menghabiskan waktunya bersama kedua anaknya itu, Nozomi memakluminya, ia sendiri akan fokus pada anak-anaknya jikalau menjadi Naruto.
Pintu geser itu dibuka, langkahnya terhenti tepat di pintu masuk kamarnya, Nozomi tak kuasa untuk mengulas sebuah senyuman saat ia melihat betapa lucunya ketiga orang yang sangat dicintainya. Di sana terlihat Makoto yang berada di antara Naruto dan Hikari, ketiganya kompak tertidur setelah Nozomi mendengar mereka bermain-main di dalam kamar.
Dengan cepat, ia mengambil ponsel pintarnya, lalu memotret ketiganya yang sedang tidur. Wajah Nozomi sudah sangat merah sekarang, ia ingin sekali berteriak saat itu juga, namun ia tak mau membangunkan mereka bertiga. Bagaimana tidak? Ketiganya tidur dengan lucunya, Nozomi tak tahan sampai ia menutup mulutnya.
"Nozomi?"
Wanita itu berbalik, ia melihat Ibu mertuanya datang sendirian. "Kaasan? Tumben kemari?"
Kushina tersenyum. "Aku hanya ingin melihat cucu-cucuku yang lucu—" Kushina terkejut dengan sebuah pemandangan yang sangat langka. "Astaga, mereka bertiga lucu sekali." Nozomi sangat setuju dengan perkataan Ibu mertuanya. "Kau sudah mengabadikannya?" Nozomi mengangguk kecil, ia memberikan ponsel pintarnya pada Ibu mertuanya.
"Aku sudah memotret beberapa."
Kushina melihat beberapa foto yang di abadikan Nozomi barusan. "Kirim ke ponselku nanti!" Ibu mertuanya sedikit histeris saat melihat anak serta cucunya sedang tidur bertiga.
"Iya, akan ku kirimkan setelah ini."
Kushina tersenyum senang akan jawaban yang diberikan Nozomi, ia memeluk menantunya itu kemudian pergi ke ruangan lain untuk meletakkan beberapa barang yang bawa olehnya. Nozomi tersenyum tipis menatap punggung Kushina yang semakin menjauh, ia kemudian masuk ke dalam kamar tersebut, Nozomi melangkahkan kakinya mendekati Naruto, ia bisa mendengar suara dengkuran dari pria itu.
"Naruto, bangun, sudah sore," Nozomi berbisik tepat di telinga Naruto, membuat pria itu terbangun dari tidurnya. "Cepatlah bangun sayang, aku akan memandikan Makoto-kun."
Naruto beranjak dari tempatnya tidur, ia kemudian menggendong Hikari yang masih tertidur. Ia menguap lebar sembari berjalan dibelakang Nozomi ke ruang tengah. "Hikari, bangunlah, sudah sore."
"Papa?" gumam gadis kecil itu, ia pun kembali membenamkan kepala pirangnya di leher Ayahnya. "Aku masih mengantuk."
Nozomi tersenyum mendengar gumaman Hikari, "Nenek ada di sini loh, kamu tak mau kan kelihatan mengantuk di depan nenek?" Hikari langsung membuka kedua matanya, ia menoleh kenan dan kiri.
"Dimana Nenek?"
"Di ruang tengah, ayo kita kesana!"
Hikari mengangguk dengan semangat, membuat Naruto tersenyum melihatnya.
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto
Love Live School Idol Project by Kimino Sakurako
