Our True Mission

Morning before go to Mitras

Hari ini aku, para petinggi dan trio shiganshina akan pergi ke mitras untuk dinobatkan oleh ratu historia.

selain penobatan, aku juga melakukan sidang didepan para militer tentang rencana scout kedepan.

jadi pagi-pagi aku segera bangun dan mempersiapkan yang perlu aku bawa

Saat aku sedang mempersiapkan laporan dan hal-hal penting saat di mitras, ada suara ketukan pintu kantorku

"masuk !"

pintu terbuka dan eren masuk lalu hormat ke aku.

"ada apa eren datang pagi-pagi kesini ?" tanyaku bingung

"begini...bisa kita bicara secara privat ?" tanya eren dengan nada serius.

aku segera mengangguk dan menutup pintu.

"apa yang ingin kau bicarakan eren ?" tanyaku

"begini...soal tadi malam aku bermimpi." kata eren

eren lalu menceritakan mimpinya tadi malam.

dia bermimpi tentang ingatan masa lalu ayahnya eren. mulai dari kehidupan di marley, kehidupan keluarga bersama dengan istri pertamanya, perjumpaan dengan eren kruger, penjelasan kekuatan titan dan misi dari attack titan.

dia juga menceritakan bahwa dia melihat ayahnya berbicara dengan kruger untuk mencari anak yang bernama lucien agar bisa menyelamatkan mikasa dan armin.

saat mendengarkan ceritanya, aku langsung mematung.

"lucien ?" tanya eren

tapi aku tidak bergeming.

sambil memegang kepalaku, aku juga mengingat mimpiku.

mimpi yang diceritakan eren...sepertinya berhubungan dengan mimpiku... tapi...

apa maksudnya ?

"lucien !" seru eren

"ahh ya !" kataku baru sadar

"ada apa ? kau kelihatan sangat shock." tanya eren

aku lalu mengatur nafasku lagi dan berbicara

"eren...mimpi yang kau ceritakan ini...sepertinya berhubungan dengan mimpiku." kataku

eren langsung shock juga.

"benarkah ?" tanya eren

aku hanya mengangguk

"kemarin malam aku berada di basementmu..."

Mimpi Tadi Malam

aku berjalan disuatu tempat.

tempat ini sangat mirip dengan basement ayahnya eren.

saat aku melihat sekeliling, aku melihat seorang pria paruh baya sedang tertidur di meja kantornya.

aku lalu mencoba mendekat ke pria tersebut.

saat mendekat, pria tersebut terbangun dan menatap ke aku.

aku juga menatap dia, lalu aku menyadari sesuatu.

dia adalah ayahnya eren, dokter grisha.

saat kita saling bertatap muka, dia lalu bangun dan berjalan kearahku.

aku sebenarnya takut, tapi aku mencoba bersikap biasa saja.

lalu dia memegang kedua bahuku.

"lucien, maafkan paman karena tidak bisa menjalankan misi paman...waktu paman akan habis..." katanya

aku hanya bingung dengan kata-katanya

"anakku eren...tolong bimbing dia sebagai pewaris attack titan selanjutnya...dia akan membantumu untuk menjalankan misimu." katanya

misiku ?

apa misiku ?

kenapa eren membantuku ?

"misi kalian berdua adalah mengakhiri era kekacauan dunia ini karena kekuatan titan." katanya

aku hanya diam mematung mendengar itu.

mengakhiri era kekacauan karena kekuatan titan ?

"aku harap...anakku eren akan membantumu, dan membuat dunia yang lebih damai tanpa adanya titan..." katanya sambil menatap ke aku

aku hanya mengangguk dengan ragu-ragu.

"terima kasih lucien...aku hanya bisa mengharapkanmu dan eren." katanya dengan memeluk aku

saat dia selesai memelukku, terdengar suara gaduh dari luar.

"waktunya telah tiba..." kata ayahnya eren sambil pergi lalu pandanganku menerang.

Alam Nyata.

saat aku selesai menceritakan itu, eren juga langsung shock.

"ayah..." kata eren pelan sambil memegang kepalanya.

aku hanya terdiam tidak bereaksi apapun

"lucien." panggil eren

"ha ?"

"aku tidak mengerti...apa maksud dari kedua mimpi itu ?" tanya eren bingung

"aku tidak tahu...seperti yang aku katakan, itu saling berhubungan." kataku

"berhubungan ?" tanya eren

"ya...seperti yang ditulis ayahmu di buku, attack titan memiliki kemampuan melihat masa depan. jika asumsiku tidak salah, maka dia sudah tahu waktu hidupnya telah habis dan dia akan mewariskan kekuatan itu ke kamu. dia sudah melihat bahwa dimasa depan kau yang akan bertemu dengan aku." jelasku

eren lalu terkejut

"kau benar lucien...tapi yang justru membuat aku tidak mengerti adalah mimpimu itu." kata eren

aku terdiam dan mencoba mencernanya.

"aku juga tidak mengerti eren...misiku adalah mengakhiri era titan. tapi bagaimana caranya ?" tanyaku

saat kita saling berpikir, eren langsung tersentak

"lucien apa kau ingat tulisan ayahku tentang knight titan ?!" tanya eren

"yeah...dia mengatakan bahwa titanku adalah wadah dari 9 titan shifter lainnya." kataku

"itu dia...mungkin maksud ayahku adalah kau harus mengumpulkan 9 titan shifter agar kau dapat menjadi origin titan. dengan begitu kau dapat mengakhiri era titan." kata eren

"aku mengerti...jadi itu ya... dan tugasmu sebagai attack titan adalah membantuku mencari 9 titan shifter lainnya." kataku

eren lalu menatapku dan mencoba menebak

"apa mungkin..." tebak eren

"itulah tujuan kita hidup dan mempunyai kekuatan ini ?" lanjutku

saat kita masih bengong, ada suara ketukan pintu.

"kita akan diskusikan nanti." kataku sambil berseru

"masuk !"

pintu terbuka dan bertholdt ada didepan pintu kantorku

"selamat pagi lucien." katanya dengan senyuman

"selamat pagi kak. ada apa datang kesini ?" tanyaku

"aku hanya mengecekmu. aku pikir kau ketiduran dan terlambat untuk ke mitras." kata bertholdt

"aku sudah bangun daritadi, sekarang aku dibantu oleh eren menyiapkan apa yang perlu aku bawa." jelasku

"ada yang perlu aku bantu ?" tanya kakakku.

"tidak ada kak. aku hanya minta tolong jaga markas saat aku sedang pergi." pintaku

"apapun untuk adik tersayang." katanya sambil hormat

lalu dia pergi

aku mengambil semua laporan dan agenda untuk sidang nanti. setelah semua selesai, aku dan eren keluar dan pergi ke kandang kuda.

disana kami menunggu para petinggi bersama dengan armin, jean dan mikasa.

"hey lucien, bertholdt menjadi sangat berbeda sejak kalian sudah bertemu." kata eren

"itulah kakakku yang sebenarnya. bukan yang waktu kita lihat di cadet dan setelahnya." kataku

"kau benar...dia juga seperti kakak bagi aku dan teman-temanku di squad levi." kata eren

"seandainya reiner juga bersama dengan kita..." kataku tanpa sadar

eren lalu melihat ke aku dengan bingung

lalu aku memegang kepalaku dan terdiam

"lucien, kau kenapa ?" tanya eren

"entahlah eren...aku seperti merindukan hari-hari kita waktu di pelatihan cadet...dimana tidak ada pengkhianatan dan titan didunia ini... semua hidup dengan tenang dan bahagia..." kataku dengan tatapan sedih

eren hanya menatapku dengan tatapan bingung dan sedih

"kau benar...aku juga merindukannya." kata eren

lalu saat kita masih melamun, ada suara dibelakang kita

"komandan."

kita menoleh dan melihat para petinggi bersama dengan jean, mikasa dan armin sudah datang

"hey apa yang kalian lamunkan ?" tanya hanji

"tidak ada mayor, ayo berangkat." kataku

kita lalu naik kuda dan berangkat ke mitras

Ibukota Mitras

kita sampai di ibukota mitras.

sesampainya kita disana, kita menggadakan sidang untuk mendengarkan agenda scout dan masalah setelah wall maria terebut.

aku menjelaskan kepada para petinggi militer soal beberapa agenda scout kedepan, misi untuk keluar dinding maria yang akan dilaksanakan paling lambat 6 bulan kedepan.

saat menjelaskan tiba-tiba eren berteriak dibelakangku.

"jangan-jangan !"

semuanya langsung terkejut dan melihat ke eren yang berdiri dengan wajah shock.

semuanya tiba-tiba hening.

aku lalu bertanya ke eren

"eren, kenapa kau berteriak ?" tanyaku

"maafkan aku lucien...tapi..." kata eren sambil berbisik ke aku

aku terdiam lalu berkata lagi

"kita akan bicarakan nanti." kataku

semua peserta sidang bingung terhadap apa yang dibisikan oleh eren dan aku.

kita lalu melanjutkan sidangnya lagi.

1 jam kemudian...

sidang telah selesai, sekarang aku dan teman-temanku akan dinobatkan oleh ratu historia.

kita bersembilan adalah perwakilan semua anggota scout yang dinobatkan sebagai pahlawan dinding.

kita berkumpul dan berbincang-bincang sebelum penobatan.

saat berbincang-bincang, ada suara dibelakangku.

"halo para pahlawan dinding."

aku menoleh dan melihat hitch berjalan kearahku.

"hitch ! tak kusangka kau akan datang." kata jean

"aku hanya ingin melihat kalian mendapatkan medali." kata hitch ke jean

lalu hitch menatap ke aku

"jadi komandan, bagaimana..." tanya hitch tapi aku memotongnya

"mereka tidak apa-apa...mereka hanya sedang di markas scout untuk bekerja." kataku

"begitu ya..." kata hitch sedih

"maafkan aku jika kau harus ditinggalkan oleh teman-temanmu sendirian di polisi militer." kataku lirih

"tidak apa-apa komandan. asalkan mereka tetap hidup, aku sudah senang." kata hitch tersenyum lalu pergi.

lalu aku melihat paman hannes sedang berbincang-bincang dengan komandan pyxis.

aku memutuskan untuk pergi ke sana.

saat sudah sampai, aku segera hormat ke dia

"kapten hannes."

paman hannes terkejut lalu menoleh ke arahku

"komandan lucien, kau seharusnya tidak perlu hormat ke aku." kata paman hannes

aku diam lalu mencoba bersikap biasa

lalu eren, mikasa dan armin datang ke kita.

mereka juga hormat kepada paman hannes

"kapten hannes !" kata eren

"sudahlah eren, kau tidak perlu hormat ke aku lagi." kata paman hannes

"tapi paman adalah kapten, sementara kita masih anggota squad biasa." kata armin merendah

"tidak, kalian adalah pahlawan dinding. kalianlah yang pantas aku hormati." kata paman hannes hormat ke kita.

"sudahlah paman, kau terlalu berlebihan." kata eren sungkan

lalu paman hannes memeluk kita.

"aku bangga kepada kalian." kata paman hannes senang.

"terima kasih paman sudah menjadi ayah bagi kami." kataku sambil memeluk dia.

lalu eren mikasa dan armin juga memeluk dia.

saat masih berpelukan, ada suara.

"komandan, penobatan akan segera dimulai." kata jean

kita lalu melepas pelukan kita dan menghadap dia

"baiklah, ayo semuanya." kataku

kita lalu hormat ke kapten hannes sebelum ke ruang penobatan.

Penobatan

kita lalu segera berlutut didepan ratu historia. sementara dibelakang kami banyak para garrison dan polisi militer yang melihat para perwakilan scout dinobatkan dengan medali

lalu historia memakaikan medali ke aku.

setelah memakaikannya ke aku, aku mencium tangannya.

tiba-tiba sesuatu terjadi...

petir menyambar dikepalaku.

aku lalu melihat percakapan antara ayahnya eren dan perempuan yang alam bawah sadarku waktu kudeta.

perempuan yang dikatakan oleh historia sebagai kakaknya...frieda reiss.

aku terdiam dengan wajah shock dan serius sambil tetap memegang tangan historia.

"lucien ?" tanya historia

aku segera melepas tangan historia dan tetap berlutut.

sementara para petinggi dan teman-temanku melihat aku dengan bingung

lalu historia melanjutkan lagi dan eren mengalami hal yang sama dengan aku.

penobatan terus berjalan.

1 jam 30 menit kemudian...

penobatan sudah selesai, kita kembali ke headquarter scout.

diperjalanan, aku berkata ke kapten levi.

"letnan levi. aku pinjam eren dulu." kataku dengan nada serius

"baiklah." kata levi

"komandan ada apa, kau terlihat sangat serius hari ini ?" tanya erwin

"aku tidak bisa menceritakannya sekarang mayor." kataku

Headquarter Scout

kita telah sampai di headquarter scout.

para petinggi segera ke ruangan squadnya masing-masing untuk melakukan tugas mereka.

para squad levi kembali ke markasnya kecuali eren.

aku dan eren masuk ke kamar pribadiku dan mengunci pintunya.

"sekarang eren, apa yang ingin kau ceritakan ?" tanyaku

"kau ingat titan tersenyum yang berusaha memakan paman hannes dan kamu ?" tanya eren

"aku ingat...kenapa dengan titan itu ?" tanyaku

"titan tersebut adalah dina fritz. istri pertama ayahku." kata eren

"begitu ya...apa mungkin..." kataku sambil mengambil salah satu jurnal ayahnya eren yang memang aku simpan dikamarku.

"lucien ada apa ?" tanya eren

"eren, kita akan membaca buku ini lagi...mungkin ada sesuatu yang belum kita ketahui." kataku

eren mengangguk dan ikut memegang buku itu.

saat tangan kita berdua bersentuhan dengan lembar buku, petir menyambar dan kami melihat masa lalu ayahnya eren.

kita melihat bagaimana ayahnya eren bergabung di organisasi untuk membangun kejayaan eldia kembali.

diorganisasi tersebut kami melihat beberapa orang yang mirip dengan titan yang pernah aku bunuh waktu penyerangan trost.

kami lalu melihat ayahnya eren bersama dengan dina dan seorang anak.

aku memperhatikan sekilas anak itu dan aku menyadari sesuatu.

saat kita mau menjelajahi lagi, pandanganku menerang dan aku kembali sadar.

eren juga sadar

kita akhirnya melepaskan tangan kita dan berdiskusi lagi.

"membangun kejayaan eldia kembali ?" tanyaku.

"mungkin itu adalah organisasi penuntut kebebasan untuk eldia diluar dinding lucien. diingatan ayahku para eldia diluar dinding sangat didiskriminasi oleh orang marley." kata eren

"mungkin juga..." kataku

kita lalu terdiam dan aku teringat sesuatu

"eren, kau ingat titan berkaki empat dan orang pirang yang berbicara ke kau saat pertarungan di shiganshina ?" tanyaku

"yeah...aku rasa dia pemilik beast titan." kata eren

"dia memang pemilik beast titan...apa yang dia katakan ke kamu ?" tanyaku

"dia hanya mengatakan bahwa aku dicuci otak oleh ayahku dan dia akan datang untuk menyelamatkanku suatu hari nanti." kata eren berusaha mengingat-ingat

"begitu ya..."

"ada apa lucien, kau tahu dia ?" tanya eren penasaran.

"hm...rasanya dia adalah anak dari paman grisha dan dina." kataku

eren langsung terkejut.

"kau serius lucien ?!" tanya eren dengan shock

"aku bilang rasanya...karena saat aku melihat anak itu, aku teringat dengan orang itu zeke pemilik beast titan." kataku

"yeah...mungkin kau benar...karena saat aku melihat dia, aku teringat dengan ayahku." kata eren lirih

kita terdiam cukup lama lalu eren bertanya

"lucien. saat penobatan, kenapa kau tiba-tiba terdiam sambil memegang tangannya historia ?" tanya eren penasaran waktu penobatan tadi

aku terdiam lalu mencoba mengingat-ingat pecahan memori percakapan mereka.

"aku melihat pecahan memori antara ayahmu dan kakaknya historia." kataku

eren terdiam lalu berkata

"berarti kita sama..." kata eren lirih

lalu tanpa sadar aku meninju meja yang ada disampingku

entah kenapa aku sangat kesal dengan sikap egois dari para pemegang founding titan.

"mereka...benar-benar egois ! mempertahankan sumpah bodoh dan membuat penderitaan, sangat menjijikan !" kataku geram

eren lalu menenangkanku.

"tenanglah lucien...aku tahu kau kesal dengan mereka, tapi itu sudah berakhir." kata eren

aku lalu menghela nafas menenangkan diriku.

"kau benar eren... aku hanya berpikir bahwa dunia ini sangat kacau karena kekuatan ini..." kataku

"kau benar...kekuatan ini seharusnya tidak ada..." kata eren bertekad.

kita terdiam lalu aku memanggil eren

"eren."

"apa ?" tanyanya

"kita akan mengakhiri era titan ini, dan membuat dunia menjadi damai." kataku

"aku akan ikut denganmu lucien. itu sudah menjadi tugasku sebagai attack titan." kata eren

"yeah..."